cover
Contact Name
Benny Hidayat, PhD
Contact Email
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bennyhidayat@ft.unand.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
Published by Universitas Andalas
ISSN : 18582133     EISSN : 24773484     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Rekayasa Sipil' translated as Civil Engineering Journal, is a scholarly periodical that published by Civil Engineering Departement, Faculty of Engineering, Andalas University (Unand), Padang, West Sumatra, Indonesia. The journal, abbreviated as JRS-Unand, covers recent topics in civil engineering as stated in its focus and scope. JRS-Unand publishes 6-10 articles in each edition with 8-14 pages long for each article. One volume of JRS-Unand divided into two editions, which published in February and October each year. Articles are written in Bahasa Indonesia (Indonesian language) or can be in English.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "vol. 22 no. 2 (2026)" : 13 Documents clear
MANAJEMEN RISIKO KETERLAMBATAN PROYEK TRANSMISI 275KV BERBASIS INTEGRASI FMEA, RCA & MONTE CARLO Sylvina Violanda; Niniet Indah Arvitrida
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.187-203.2026

Abstract

Proyek pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV yang menjadi objek studi merupakan infrastruktur krusial dalam RUPTL 2025–2034 untuk mendukung keandalan sistem interkoneksi serta integrasi Energi Baru Terbarukan (EBT). Proyek ini rentan terhadap risiko keterlambatan, sebagaimana ditunjukkan oleh kegagalan pengadaan awal dan tantangan pembebasan lahan, yang berpotensi menimbulkan dampak finansial signifikan termasuk pembayaran unutilized capacity (Take-or-Pay) atas pembangkit termal terkait. Penelitian ini bertujuan mengelola risiko keterlambatan dan merumuskan strategi mitigasi paling efektif melalui pendekatan mixed-method terintegrasi. Jalur kritis ditentukan dengan Critical Path Method (CPM); identifikasi dan prioritas risiko dilakukan melalui Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) semi-kuantitatif; akar penyebab ditelusuri dengan Root Cause Analysis (Fishbone Diagram dan 5-Whys); serta Simulasi Monte Carlo yang parameter ketidakpastiannya diturunkan dari skor FMEA, diterapkan untuk mengukur sebaran durasi, probabilitas pencapaian Commercial Operation Date (COD), dan dampak finansial. Hasil menunjukkan jalur kritis terdiri atas 16 aktivitas dengan Total Float nol; tujuh aktivitas berkategori risiko Sangat Tinggi (RPN tertinggi 80); median durasi penyelesaian 34,8 bulan (COD September 2028) dengan probabilitas memenuhi target RUPTL 0,0%; serta dampak finansial Take-or-Pay Rp 417–646 miliar per tahun dan cost-of-delay Rp 46–54 miliar per bulan. Penelitian memberikan kontribusi metodologis berupa template manajemen risiko keterlambatan yang dapat direplikasi untuk proyek transmisi sejenis.
ANALISIS STABLIITAS DERMAGA TERHADAP PERBAIKAN STRUKTUR TIANG PANCANG DENGAN SHEET PILE STEEL PIPE Fatchur Rahman; Fuad Ardian Nurudin; Via Azizul Saputri Khalifah; Anasya Arsita Laksmi
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.77-89.2026

Abstract

Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan tersibuk di Indonesia, menghadapi tantangan operasional berupa lamanya waktu tinggal (dwelling time) serta permasalahan stabilitas struktur pada dermaga Ex-JICT 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengevaluasi stabilitas struktur dinding dermaga melalui penerapan teknologi Steel Pipe Sheet pile (SPSP). Tujuan utama penelitian ini adalah menilai kinerja struktur dan menentukan kedalaman optimal SPSP untuk memenuhi persyaratan keamanan dan operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Finite Element Method (FEM) yang disimulasikan menggunakan perangkat lunak PLAXIS 2D. Metodologi meliputi analisis data tanah, perhitungan kapasitas beban ultimit, serta simulasi berbagai tahapan konstruksi seperti pemasangan SPSP, pengurugan pasir, dan pengerukan (dredging). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman SPSP 40 meter memenuhi persyaratan beban rencana dengan safety factor melebihi standar 1,5. Displacement maksimum terjadi pada tahap Deck on pile sebesar 0,5181 meter, sementara pada tahap operasional akhir diperoleh safety factor sebesar 3,80. Temuan ini membuktikan bahwa teknologi SPSP efektif dalam meningkatkan stabilitas dinding dermaga.
Waste WASTE MATERIAL ANALYSIS OF BEAM AND COLUMN REINFORCEMENT USING BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) Junita Eka Susanti; Vesty Verona Mahardika; Putri Ayu Dwiyana
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.90-99.2026

Abstract

Waste material merupakan hasil pekerjaan maupun material konstruksi yang tersisa, tercecer, atau rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi sesuai fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung berat kebutuhan, berat waste, waste level, waste kumulatif, dan waste cost material besi tulangan struktur balok dan kolom. Metode penelitian ini adalah kuantitatif berbasis Building Information Modeling (BIM) menggunakan software Autodesk Revit 2025 dan Cutting Optimization Pro. Data yang digunakan adalah shop drawing struktur balok dan kolom, serta Standar Satuan Harga (SSH) Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Didapatkan hasil berat kebutuhan menggunakan software Autodesk Revit 2025 sebesar 90886,13 kg pada tulangan balok dan 57410,70 kg pada tulangan kolom, dengan total sebesar 148296,83 kg. Didapatkan juga hasil berat waste menggunakan software Cutting Optimization Pro sebesar 5237,62 kg dengan waste level sebesar 5,76% pada tulangan balok, berat waste sebesar 11900,91 kg dengan waste level sebesar 20,73% pada tulangan kolom, dan total berat waste sebesar 17138,53 kg dengan waste kumulatif sebesar 11,56%. Didapatkan waste cost sebesar Rp69.649.838 pada tulangan balok dan Rp158.258.319 pada tulangan kolom, serta total waste cost sebesar Rp227.908.157.
KINERJA LALU LINTAS DAN ANALISIS KEMACETAN DI JALAN GAJAH MADA, BATAM Arras Dhien Islami; Yusra Aulia Sari; Joewono Prastijo
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.204-215.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja lalu lintas dan kondisi kemacetan di sepanjang Jalan Gajah Mada, Batam, dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Raya Indonesia (PKJI 2023) sebagai acuan utama. Jalan Gajah Mada adalah koridor perkotaan utama di Batam yang ditandai dengan geometri jalan yang sempit dan beberapa persimpangan yang meningkatkan kemacetan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk. Data primer dikumpulkan melalui survei lapangan dengan mencatat volume lalu lintas, klasifikasi kendaraan, dan geometri jalan. Kendaraan dikategorikan menjadi sepeda motor (MC), kendaraan ringan (LV), kendaraan berat (HV), dan kendaraan nonbermotor (NMV), dengan volume trafik dikonversi menjadi Unit Mobil Penumpang (PCU) berdasarkan faktor kesetaraan dalam PKJI 2023. Analisis mengungkapkan bahwa jalan tersebut memiliki total kapasitas sebesar 2.971,60 PCU/jam, dengan volume lalu lintas pada jam sibuk sebesar 2.068 PCU/jam. Tingkat saturasi (DS) sebesar 0,70 menunjukkan Level of Service (LOS) C, yang menunjukkan arus lalu lintas stabil, meskipun kecepatan semakin dipengaruhi oleh volume lalu lintas. Kemacetan ditemukan terutama disebabkan oleh keterbatasan jalan dan arus masuk dari persimpangan samping daripada parkir ilegal. Strategi yang direkomendasikan termasuk mengoptimalkan waktu sinyal, merancang ulang persimpangan, dan menawarkan rute alternatif. Peningkatan fasilitas transportasi umum juga disarankan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
ANALISIS RESPONS TAHAP KONSTRUKSI–LAYAN PADA DESAIN BOX GIRDER PRATEGANG JEMBATAN PANDANSIMO DENGAN METODE BALANCED CANTILEVER Kohar Yudoprasetyo; Muhammad Sigit Darmawan; RP Muhammad Aunariq Rinanda
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.100-119.2026

Abstract

Jembatan Pandansimo merupakan infrastruktur strategis pada koridor Jalan Lintas Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menghubungkan Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulon Progo. Pada desain eksisting, bentang utama menggunakan sistem Corrugated Steel Plate (CSP) dengan jumlah pilar relatif banyak sehingga berpotensi mengganggu aliran Sungai Progo. Penelitian ini mengevaluasi alternatif desain bentang tengah menggunakan box girder beton prategang dengan metode balanced cantilever cast in situ untuk mengurangi jumlah pilar sekaligus memastikan kinerja struktur pada tahap konstruksi dan tahap operasional. Analisis dilakukan menggunakan SAP2000 dengan pendekatan staged construction. Parameter evaluasi meliputi tegangan serat, lendutan, tegangan tarik utama, dan perbandingan momen servis terhadap momen retak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap konstruksi, lendutan maksimum kondisi kantilever sebesar 50,20 mm masih lebih kecil dari batas L/400 sebesar 170 mm. Pada kondisi operasional, lendutan maksimum sebesar 14,80 mm juga masih memenuhi batas L/800 sebesar 175,93 mm. Tegangan tarik maksimum serat bawah dan atas masing-masing sebesar 1,0 MPa dan 0,8 MPa, lebih rendah dari batas izin 2,33 MPa. Tegangan tarik utama dan momen servis juga masih berada di bawah batas kritis. Dengan demikian, alternatif box girder prategang balanced cantilever memenuhi kriteria kinerja konstruksi dan operasional serta berpotensi mengurangi gangguan struktur terhadap aliran sungai.
A Seepage Analysis of a Zoned Embankment Dam with a Vertical Core (Case Study: Manikin Dam) Denik Sri Krisnayanti; Kevin A.C. Mansula; Andi Hidayat Rizal; Tri M.W. Sir; Ralno Robson Klau; Batara Doa Megonondo
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.120-132.2026

Abstract

Bendungan Manikin merupakan bendungan urugan bertipe zonal inti tegak yang direncanakan terletak di Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bendungan urugan menyimpan potensi bahaya akibat kerusakan fisik dan kegagalan fungsi bendungan. Penyebab kerusakan dan kegagalan fungsi bendungan urugan ialah air yang merembes melalui tubuh bendungan melewati batas ijin debit rembesan bendungan. Penggunaan material lempung sebagai inti tegak perlu dianalisis debit rembesan yang terjadi di tubuh bendungan. Tujuan penelitian adalah menganalisis nilai debit rembesan dan nilai faktor keamanan yang terjadi pada Bendungan Manikin. Analisis menggunakan perangkat lunak metode elemen hingga SEEP/W dengan kondisi elevasi muka air minimum, normal, dan maksimum. Hasil analisis menunjukkan rembesan yang terjadi pada Bendungan Manikin dalam kondisi muka air minimum sebesar 6,899 x 10-5 m3/dtk, muka air normal 1,879 x 10-4 m3/dtk dan muka air maksimum 2,174 x 10-4 m3/dtk. Debit rembesan yang terjadi di Bendungan Manikin pada kondisi muka air minimum, muka air normal dan muka air maksimum berada di bawah batas ijin rembesan bendungan yaitu 1% dari rata-rata debit tahunan yang masuk ke dalam bendungan sebesar 0,012 m³/dtk. Semakin besar nilai permeabilitas maka semakin besar debit rembesan dan jika akan semakin kecil nilai faktor keamanannya. Apabila ketersediaan dari material lempung tidak mencukupi maka penggunaan material pengganti seperti aspal, atau bahan kedap lainnya bisa dilakukan dengan memenuhi spesifikasi teknis yang ditentukan.
PENGGUNAAN RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT (RAP) SEBAGAI BAHAN PENGGANTI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN AC-BC Desy Mayasari; Endang Seyawati Hisyam; Desy Yofianti
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.133-145.2026

Abstract

Penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) berpotensi menggantikan penggunaan agregat kasar baru pada campuran beraspal. Selain itu, penggunaan RAP dapat mengurangi biaya konstruksi serta mendukung pemeliharan perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik Marshall dan menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO) dari campuran Asphalt Concrete-Binder Course (AC-BC) yang menggunakan RAP. Spesifikasi yang digunakan adalah Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018. Jumlah benda uji sebanyak 40 buah dan jumlah tumbukan sebanyak 75 tumbukan pada setiap sisi benda uji. Variasi RAP yang digunakan yaitu: 0%; 50%; dan 100% sedangkan variasi kadar aspal adalah 4,5%; 5,0%; 5,5%; 6,0%; dan 6,5%. Karakteristik Marshall yang dianalisis terdiri dari VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall Quotient (MQ). Hasil analisis penggunaan RAP dalam campuran AC-BC berpengaruh terhadap nilai karakteristik aspal. Nilai karakteristik Marshall untuk VIM, VMA, stabilitas serta MQ mengalami penurunan dari variasi 0% RAP ke 100% RAP. Nilai VIM turun dari 7,204% (0% RAP) menjadi 3,562% (100% RAP). Nilai VMA juga turun dari 16,554% (0% RAP) menjadi 12,955% (100% RAP). Selanjutnya, nilai stabilitas turun dari 2.506 kg (0% RAP) menjadi 2.198 kg (100% RAP). Nilai MQ turun dari 1152,2 kg/mm (0% RAP) menjadi 438,6 kg/mm (100% RAP). Namun, kondisi sebaliknya terjadi peningkatan nilai VFB dan flow. Nilai VFB meningkat dari 53,188% (0% RAP) menjadi 77,329% (100% RAP), serta nilai flow meningkat dari 1,9 mm (0% RAP) menjadi 3,6 mm (100% RAP). Nilai KAO diperoleh sebesar 6,25% pada 0% RAP, 6,0% pada 50% RAP, dan 5,5% pada 100% RAP. Hasil ini menunjukkan bahwa RAP dapat digunakan sebagai bahan alternatif pengganti agregat kasar pada campuran AC-BC.
TREN DAN PEMETAAN PENELITIAN SISTEM KESELAMATAN KEBAKARAN BANGUNAN: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW & STUDI BIBLIOMETRIK Farid Ryan Ridwansyah; Dewi Yustiarini; Naufal Ariq Pratama
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.216-230.2026

Abstract

Sistem proteksi kebakaran pada bangunan merupakan komponen krusial dalam menjamin keselamatan jiwa dan perlindungan aset. Kompleksitas desain bangunan modern, peningkatan kepadatan hunian, serta perkembangan teknologi menuntut pendekatan keselamatan kebakaran yang lebih komprehensif dan berbasis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren, pendekatan dominan, serta arah pengembangan sistem proteksi kebakaran pada bangunan melalui metode Systematic Literature Review (SLR) yang diperkuat analisis bibliometrik. Proses seleksi literatur dilakukan menggunakan basis data Scopus dengan protokol PRISMA terhadap artikel yang diterbitkan pada periode 2016 hingga 2 Maret 2026 dan menghasilkan 24 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer mengidentifikasi tiga klaster utama yang merepresentasikan pendekatan berbasis risiko, evaluasi kinerja sistem proteksi, serta integrasi manajemen dan teknologi dalam keselamatan kebakaran. Hasil sintesis menunjukkan dominasi pendekatan risk-based dan probabilistik, peningkatan perhatian terhadap faktor manusia dan organisasi, serta berkembangnya integrasi sistem cerdas berbasis Internet of Things (IoT). Selain itu, strategi proteksi pasif dan pendekatan berlapis seperti defense-in-depth semakin dipertimbangkan dalam kerangka manajemen risiko bangunan. Secara keseluruhan, sistem proteksi kebakaran berkembang menuju pendekatan integratif yang menggabungkan aspek teknis, spasial, dan manajerial dalam satu kerangka sistemik. Temuan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai arah penelitian serta peluang pengembangan sistem proteksi kebakaran yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
PENGARUH VARIASI DIAMETER BETON POROUS TERHADAP KUAT TEKAN DAN PERMEABILITAS PAVING BLOCK KOMPOSIT Muhammad Rafani; Catur Anugrahwan; Gusti Saputra; Iin Arianti; Ikhwan Arief Purnama
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.175-186.2026

Abstract

Pertumbuhan pesat infrastruktur perkotaan telah secara signifikan mengurangi kemampuan infiltrasi air alami sehingga meningkatkan limpasan permukaan dan risiko banjir perkotaan. Penelitian ini mengembangkan paving block komposit berbasis Self-Compacting Concrete (SCC) dengan inti beton porous untuk meningkatkan kapasitas struktural sekaligus kemampuan infiltrasi air. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi diameter inti beton porous terhadap kuat tekan dan permeabilitas paving block komposit. Benda uji berbentuk heksagonal dengan ketebalan 100 mm dan variasi diameter inti beton porous sebesar 1½”, 2”, 2½”, dan 3” serta benda uji beton normal SCC dan porous. Penelitian menggunakan 6 variasi benda uji dengan masing-masing 3 sampel sehingga total benda uji sebanyak 18 spesimen. Perancangan campuran beton porous mengacu pada ACI 522R, sedangkan campuran SCC mengacu pada ACI 211 dan EFNARC. Pengujian meliputi densitas, permeabilitas, dan kuat tekan pada umur 28 hari. Variasi diameter 1½” menunjukkan keseimbangan performa terbaik dengan kuat tekan sebesar 44,88 MPa dan permeabilitas sebesar 2,66 mL/s. Secara umum, paving block komposit berbasis SCC mampu mengintegrasikan kapasitas struktural dan kemampuan infiltrasi air sehingga berpotensi diterapkan sebagai material perkerasan berkelanjutan di kawasan perkotaan.
Penilaian Risiko Kegagalan Bendungan dan Tindakan Pengurangan Risiko Pada Bendungan Sutami Rizki Hamdani; Sukamta; Suharyanto
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 22 No. 2 (2026)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.22.2.242-257.2026

Abstract

Disamping memberikan manfaat yang signifikan bagi kehidupan masyarakat, keberadaan bendungan juga menyimpan potensi risiko yang tidak dapat diabaikan. Keruntuhan suatu bendungan berpotensi menimbulkan banjir bandang yang mengakibatkan korban jiwa, kerugian harta benda, serta kerusakan lingkungan yang parah di kawasan hilir. Kondisi ini khususnya relevan bagi bendungan yang telah beroperasi dalam jangka waktu lama dan memerlukan kegiatan pemeliharaan intensif berupa perbaikan maupun rehabilitasi. Guna meminimalkan risiko kegagalan bendungan, diperlukan penilaian risiko yang komprehensif untuk menganalisis dan mengevaluasi potensi bahaya yang ada. Penelitian ini melakukan penilaian risiko Bendungan Sutami dengan menggunakan tiga pendekatan metode, yaitu metode pohon kejadian (event tree), dan metode tradisional, serta metode modifikasi ICOLD. Hasil identifikasi mode kegagalan menggunakan FMECA menunjukkan bahwa komponen kebocoran Waterway PLTA memiliki nilai kekritisan tertinggi (Cr = 64), sehingga menjadi prioritas utama analisis lanjutan. Temuan penelitian berdasarkan metode tradisional dan metode pohon kejadian menunjukkan nilai probabilitas kegagalan pada komponen kritis Bendungan Sutami berada pada kisaran 1,00E-05 hingga 3,65E-02, yang melampaui ambang kriteria risiko yang dapat diterima sehingga dikategorikan "Tidak Memenuhi". Adapun berdasarkan metode modifikasi ICOLD, diperoleh nilai indeks risiko sebesar 67 dengan klasifikasi risiko "Tinggi", yang mengindikasikan bahwa Bendungan Sutami memerlukan perhatian khusus berupa tindakan perbaikan teknis dan terjadwal untuk mereduksi risiko kegagalan

Page 1 of 2 | Total Record : 13