cover
Contact Name
Dr. Asep Supianudin, M.Ag.
Contact Email
asepsupianudin@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
altsaqafa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
ISSN : 02165937     EISSN : 26544598     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
KITAB PEGON DAN PENANAMAN PRINSIP DASAR KEISLAMAN: Studi Kasus Kampung Santri Tarjumah di Tambangsari, Pati, Jawa Tengah Moh Rosyid
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 1 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i1.8439

Abstract

This article was written to description a hamlet that formed boarding school (pesantren), students (santri) local residents various places and local residents, there is mosque, pondok pesantren, al-Quran kindergarten, madrasah diniyah, kiai’s house, recitation system bandongan, use Kitab Tarjumah by pegon language, his work K.H Ahmad Rifa’i. Data of this research was gathered through interview, forum group discussion, and observation in Tambangsari hamlet, Kedungwinng village, Sukolilo subdistrict, Pati district, central Java. K.Rifa’i action against colonial named Rifa’iyah movement. The action creation Kitab Tarjumah make tauhid, fikih, and mistisisme. Now, passed on students (santri) who settled in his village. Her initial character K. Hannan now forwarded by generation. Observance of worship armed with religious knowledge by tradition recite so that it forms santri hamlet (kampung santri).
Gagasan Dewi Sartika pada Tahun 1904-1947 dalam Perspektif Islam Elis Faujiah; Samsudin -
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.10402

Abstract

Raden Dewi Sartika sosok perempuan pembawa perubahan, perempuan yang melanjutkan perjuangan dan gagasan Kartini dan menjadikan gagasan tersebut dalam bentuk nyata yaitu dengan mendirikan Sekolah Kautamaan Istri di Bandung. Tak hanya di bidang pendidikan, pengaruh perjuangan Dewi Sartika juga berdampak pada isu emansipasi wanita, atau sering kita dengar dewasa ini dengan sebutan konsep feminism . Dalam tulisan ini penulis mencoba untuk mengutarakan pemikiran atau pandangan Raden Dewi Sartika dalam menjalankan agama islam, yang mana seperti kita tahu bahwa agama Islam adalah agama yang selalu menjunjung tinggi kehormatan wanita dan memberikan ruang bebas kepada wanita untuk berpendidikan, berpolitik, berbisnis, memiliki status sosial dan lain  sebagainya. Untuk mendapat data yang valid, metode yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian  yaitu pemilihan topik, pengumpulan sumber ( heuristik), kritik intern dan ekstern (verifikasi), analisis dan interpretasi (penafsiran), dan penyajian dalam bentuk tulisan (Historiografi). Pandangan dan pemikiran Dewi sartika tak lepas dari pengaruh dari kondisi sosial dan budaya pada masa kolonial yang banyak merenggut hak-hak perempuan.
POSITIONING UMMAH IN INTERNATIONAL POLITICS: A SOUTH-SOUTH PERSPECTIVE Hadza Min Fadhli Robby
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 1 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i1.8973

Abstract

This research would like to discuss the reconceptualization of Ummah in the context of contemporary international politics. Ummah, as a concept, has been implemented since the era of Prophet Muhammad. Since the advent of the modern era, the concept of Ummah has been deemed as irrelevant due to the existence of modern nation-state. However, newly independent countries that are having a majority of Muslim populations tried to rebuild the new consciousness among Muslim communities by establishing organizations that resemble Ummah. There are at least three endeavors noted throughout history: Asian-African Islamic Conference, Organization of Islamic Cooperation, and Developing-8 (D-8). Only two endeavors successfully emerged as an active international organization representing the Muslim community's interest in world politics. Using the English School and South-South perspective, this research tried to decipher the reason behind the creation of those organizations.
Perempuan dalam Sistem Budaya Sunda (Peran dan Kedudukan Perempuan di Kampung Geger Hanjuang Desa Linggamulya Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya) istianah istianah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.9328

Abstract

Abstrak Isti’anah : Perempuan dalam Sistem Budaya Sunda ((Peran dan Kedudukan Perempuan di Kampung Geger Hanjuang Leuwisari Tasikmalaya)Peran dan posisi perempuan di berbagai budaya menempati posisi yang inferior. Laki-laki diidentikkan dengan superior yang dapat berkiprah di ruang publik sedangkan perempuan hanya dapat berkiprah di ranah domestik saja. Penelitian ini akan menguak peran peran dan posisi perempuan pada sistem budaya sunda berdasarkan fakta sejarah dan juga realitas pada masa kini.Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatiif dengan pendekatan historis dan budaya. Pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur dan wawancara. Studi literatur digunakan untuk mencari data seputar isu perempuan pada masa lalu. Fokus penelitian ini di Kampung Geger Hanjuang Desa Linggamulya Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Responden yang terlibat berjumlah lima orang tokoh masyarakat dari kampung Geger Hanjuang.Hasil penelitian adalah bahwa telah terjadi pergeseran peran dan posisi perempuan dalam masyarakat di mana perempuan pada masa lalu di Kerajaan Galunggung yang lokasinya di Kampung Geger Hanjuang dapat menempati posisi tertinggi di msyarakat bahkan menjadi seorang resi atau guru agama. Fakta yang terjadi saat ini di Kampung Geger Hanjuang adalah perempuan masih diposisikan sebagai pengurus urusan rumah tangga, melayani suami dan mengurus anak. Pergeseran kiprah perempuan ini disebabkan oleh beberapa pengaruh, Sebagian tokoh mengatakan merupakan akibat dari pertemuan antara budaya Sunda dengan budaya Arab pada masa penyebaran Agama Islam, di mana Budaya Arab sangat patriarkhis. Ada pula yang mengatakan sebagai akibat pengaruh dari masuknya budaya Jawa pada masa penyerangan Mataram ke Wilayah Sunda. Akan tetapi saat ini seiring dengan perkembangan global posisi perempuan di masyarakat mulai merambat  naik kembali setara dengan laki-laki yaitu dapat berkiprah di ruang publik, akan tetapi peran perempuan sebagai pengurus domestik tetap ada.Kata Kunci : Perempuan, budaya, Sunda 
Critical Discourse Analysis on a Text “Friday Prayer at Home for Most but Some Risk Infection at Mosques” by the Al Jazeera English Erlan Aditya Ardiansyah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 1 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i1.8345

Abstract

This study aimed to investigate a discourse conveyed in an article entitled “Friday Prayer at Home for Most but Some Risk Infection at Mosques” by a news agency namely Al Jazeera English (AJE) relating to prohibition of the Friday Prayer in many countries and power presented by the certain countries due to prevent Covid-19. This study applied a descriptive-qualitative method. This study used Fairclough (1995; 2004) three-dimensional critical discourse analysis (CDA). The results were observed through micro-, meso-, and macro-levels of analyses. Data analysis performed by using the microlevel of analysis showed that the text contains active transitive structure to demonstrate subjects of the sentences. The study found that there are words which mostly appear in the text such as Muslim and prayers. In the mesolevel of analysis, intertextual analysis describes that there are assumption in the text. The data also depict that people showed disobedience to the governmental regulation and the worshippers still practiced prayers at home which caused irony in the discourse. The macrolevel of analysis illustrates the text published by the AJE generally converse updated issues because people recognize the news agency with a good reputation. The study concluded that the text mainly discussed the prohibition of communal prayers by many countries which is originated from other related texts. Keywords: Critical discourse analysis, covid-19, Muslim prayers, power
Changes and Existence of Rivers in Cirebon City 1900-1942 Faisal Arif; Anwar Sanusi; Didin Nurul Rosidin; Aditia Muara Padiatra
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.10136

Abstract

In the Hindu-Buddhist period until the VOC, the role of the river was very important, because the river was the main highway that was easy and needed by the people of Cirebon as a means of transportation to connect the coastal area (Port) with the interior (hinterland). But during the Dutch East Indies, the existence of rivers in the city of Cirebon has been changed. As the underlying factors, the change in the existence of a river is: firstly, Along with the time and technology development also the increasing of goods and services needs that continue to the needs of exploitation of colony, as well as for make efficient the distribution of goods and services, which then continues to the Government of the Indies-Netherland make the change from river transportation modes to many modes of land transportation development like highways and trains, secondly, unhealthy river ecological conditions also influence, so many people are often affected by disease outbreaks due to unhealthy river conditions and when the rainy season comes, the river overflows and floods people's homes (flooding). These factors are the background of the Indies-Netherland government to make a change to the existence of rivers in the city of Cirebon, such as dredging the Old River "Kali Bacin", normalizing Sukalila River, normalizing Sipadu River and making drainage (culverts).
GENDUREN LINTAS AGAMA DI DAERAH TRASMIGRAN DALAM PERSPEKTIF SOSIAL DAN AGAMA (Studi Kasus di Desa Muara Jaya Sukadana Lampung Timur) Muhammad Nur Amin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 1 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i1.8435

Abstract

The study discusses the transcendental gender in the transmigrant area in social and religious perspectives. In the midst of the spread of issues and cases of intolerance, both on a national and global scale. There is a trasmigrant area that has a unique tradition, in the form of inter-religious gender. This is interesting to discuss as an effort to revive the values of tolerance and religious harmony that is almost dim today. Through phenomenological research, it can be concluded that there are several factors that influence people to do this interfaith slendering, including; cultural, religious and social settings.
Bill Gates Covid19 Conspiracy in Reddit Memes: A Semiotic Approach azka saeful haq; intan siti nugraha
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.9320

Abstract

Covid19 as global issue connects other social variables such as Bill Gates conspiracy issue that becomes the most predominant covid19 issue discussed globally in public (Shalini, 2020). Memes as meaningful entities exist to influence internet public in facing Bill Gates  issue even without rational and empirical inquiry for some particular people that believe in them. Reddit website as  easily accessible website becomes one of memes website that shares actively more numerous memes related to Bill Gates conspiracy issue than the other websites. The memes contain cultural values represented by verbal forms and visual forms to exchange belief and rational arguments.This study conducts interpretation data based on qualitative mtethod. Associating particular signifiers to Bill Gates in whole data refer to Bill Gates’ negative track record, past ideas, ambitions, and pace. Several data contain visual signifier and written signifier that support each other to acquire signified in a data such as Bill Gates in virus form who injects an old man. Signifiers reflect predominatly negative assosiations related to Bill Gates. It explicates negative connotation that exists consistently. Myths which exist represent that Bill Gates’s vaccine as a danger, Bill Gates as a mastermind behind the pandemic, and Bill Gates as an opportunist who concerns on expansion of business to reach vaccine business.
Ekokritik (Ecocriticism) Dalam Perkembangan Kajian Sastra Khomisah Khomisah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 1 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i1.6032

Abstract

Tulisan ini bertujuan menjelaskan perkembangkan kajian ekologi sastra (ecocriticism), yang tampak sebagai gejala baru dalam kajian sastra di Indonesia. Ekologi sastra memfokuskan perhatian pada hubungan antara sastra dan alam (lingkungan) hidup sebagai representasi dari suatu karya sastra itu lahir. Ecocriticism terfokus pada ‘green’ moral dan political agenda, yang berorientasi pada pelestarian lingkungan hidup, di mana seorang pengarang berada untuk melahirkan inspirasinya. Dalam perspektif pendekatan sastra, ecocritism berakar pada pendekatan mimetik yang memiliki asumsi dasar bahwa kesusastraan merupakan cerminan dari realita kehidupan yang ada, dengan merujuk pada paradigma imitasi Plato, yang selanjutnya dikembangkan oleh M.H. Abrams dengan teori universal. Dalam perkembangannya, sifat kajian interdisipliner studi ekologi sastra dapat memanfaatkan disiplin ilmu, seperti ekofeminisme, ekoimperalisme, ekologi politik, ekologi budaya, dan ekobiologi. Oleh karena itu, studi ekologi sastra di Indonesia perlu dikaji secara lebih intensif dan terus mulai digalakkan, sehingga dapat menumbuhkan minat kajian sastra interdisipliner atas karya-karya sastra bercorak ekologi atau biasa disebut sebagai sastra hijau.
Hak-hak Anak dan Ideologi Orang Dewasa: Kajian Mitos Roland Barthes dalam Novel Grafis Salma Ta’rifu Huquuqaha Reza Sukma Nugraha; Afnan Arummi; Tri Yanti Nurul Hidayati
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.10095

Abstract

Sebagai bacaan anak, novel grafis Salma Ta’rifu Huquuqahaa (STH) karangan Fathimah al-Ma’dul menunjukkan karakteristik yang relevan dengan sastra anak. Selain ditampilkan dengan ilustrasi yang dapat menarik perhatian pembaca anak, narasinya pun menunjukkan unsur didaktik yang jelas, yaitu kesadaran akan hak-hak anak dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Moral tersebut ditampilkan melalui karakter anak bernama Salma. Akan tetapi, permasalahan muncul dalam karakterisasi Salma yang menjadi tokoh utama sekaligus penyampai moral. Selain itu, representasi moral di dalamnya perlu dibaca secara kritis agar maknanya dapat ditangkap oleh pembaca, baik pembaca anak-anak maupun pembaca umum. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Semiotika Roland Barthes sebagai pendekatan. Dengan melakukan pembacaan bertahap (signifikansi) terhadap tanda-tanda yang ada di dalam teks, diperoleh hasil bahwa teks STH menampilkan moral terkait kesadaran akan hak-hak anak dalam rangka melakukan sosialisasi Konvensi Hak-hak Anak PBB sebagai pedoman hak-hak anak secara global. Selain itu, mitos yang diungkapkan melalui sosialisasi itu adalah kampanye terhadap hak-hak anak di Mesir yang digagas oleh Suzanne Mubarak pada saat teks diterbitkan (2016).