Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

GAYA HIDUP MODERN DALAM FIKSI ANAK SERIAL KECIL-KECIL PUNYA KARYA (KKPK) Nugraha, Reza Sukma
JURNAL PESONA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL PESONA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to explain modern life style identified in Kecil-kecil Punya Karya (KKPK) children’s fiction series. The modern life style is analyzed using Lucien Goldman’s genetic structuralism. The result shows that children’s life style shown in three KKPK children’s fiction represents children’s modern life style in real life that is intended for consumerism and hedonism. This is a dilemma for children’s literature development. However, children’s literature serves as mean of eduction for children, but on the other side, modern life style shown does not deserve to be role model for children.Keywords: modern life style, children’s literature, genetic structuralism, Goldman
KONSTRUKSI ROOTS VERBA MENURUT IBNU FARIS DALAM MU’JAM MAQĀYĪS AL-LUGHAH Afnan Arummi; Reza Sukma Nugraha; Tri Yanti Nurul Hidayati
Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab No 6 (2020): Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab VI
Publisher : Prosiding Konferensi Nasional Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan pendapat di antara nuhāt (linguis Arab) yang sering terjadi berkenaan dengan konstruksi dasar verba dalam bahasa Arab adalah apakah terdapat bentuk tsuna’i, ruba’i dan khumasi?. Pengetahuan tentang konstruksi dasar verba ini menjadi sangat urgen untuk menetapkan unsur mana yang menjadi kata dasar dan mana yang menjadi bagian dari proses afiksasi. Untuk itu, tulisan ini akan menelusuri satu pemikiran yang dikembangkan oleh Ibnu Faris melalui karya monumentalnya Mu’jam Maqāyis Al-Lughah terkait konstruksi roots verba dalam bahasa Arab. Beberapa kesimpulan yang dapat dirangkum dalam tulisan ini antara lain: pertama, ketelitian Ibnu Faris dalam mengembangkan teori-teori kebahasaan ditandai dengan munculnya teori al-ushūl wal maqāyis, sebuah teori yang mendobrak stagnasi teknik pencarian makna kata yang berlandaskan taqlibul-kalimah yang biasa digunakan dalam kamus-kamus fonetik sejak era Khalil bin Ahmad Al-Farahidi, gurunya. Kedua, roots verba dalam bahasa Arab menurutnya hanya terdiri dari satu bentuk saja yaitu tsulatsi. Bentuk-bentuk selainnya, harus dikembalikan kepada bentuk asalnya yaitu tsulatsi.  Kata Kunci: Konstruksi Roots, Verba, Ibnu Fāris, Mu’jam Maqāyis Al-Lughah
Hak-hak Anak dan Ideologi Orang Dewasa: Kajian Mitos Roland Barthes dalam Novel Grafis Salma Ta’rifu Huquuqaha Reza Sukma Nugraha; Afnan Arummi; Tri Yanti Nurul Hidayati
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 17, No 2 (2020): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v17i2.10095

Abstract

Sebagai bacaan anak, novel grafis Salma Ta’rifu Huquuqahaa (STH) karangan Fathimah al-Ma’dul menunjukkan karakteristik yang relevan dengan sastra anak. Selain ditampilkan dengan ilustrasi yang dapat menarik perhatian pembaca anak, narasinya pun menunjukkan unsur didaktik yang jelas, yaitu kesadaran akan hak-hak anak dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Moral tersebut ditampilkan melalui karakter anak bernama Salma. Akan tetapi, permasalahan muncul dalam karakterisasi Salma yang menjadi tokoh utama sekaligus penyampai moral. Selain itu, representasi moral di dalamnya perlu dibaca secara kritis agar maknanya dapat ditangkap oleh pembaca, baik pembaca anak-anak maupun pembaca umum. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori Semiotika Roland Barthes sebagai pendekatan. Dengan melakukan pembacaan bertahap (signifikansi) terhadap tanda-tanda yang ada di dalam teks, diperoleh hasil bahwa teks STH menampilkan moral terkait kesadaran akan hak-hak anak dalam rangka melakukan sosialisasi Konvensi Hak-hak Anak PBB sebagai pedoman hak-hak anak secara global. Selain itu, mitos yang diungkapkan melalui sosialisasi itu adalah kampanye terhadap hak-hak anak di Mesir yang digagas oleh Suzanne Mubarak pada saat teks diterbitkan (2016).
PELATIHAN PENYUNTINGAN TEKS SASTRA TERJEMAHAN ARAB-INDONESIA BAGI SISWA MAN 1 KARANGANYAR JAWA TENGAH Reza Sukma Nugraha; Eva Farhah; Muhammad Yunus Anis; Afnan Arummi; Tri Yanti Nurul Hidayati
Adi Widya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022): ADI WIDYA Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/awpm.v6i1.6655

Abstract

Dalam pembelajaran bahasa Arab, keterampilan bahasa, yaitu menyimak (istima’), membaca (qira`ah), menulis (kitabah), dan berbicara (kalam) berkaitan dengan keterampilan penerjemahan. Penerjemahan sebagai proses pengalihan makna dari bahasa sumber ke bahasa sasaran perlu dimiliki oleh pembelajar bahasa, termasuk siswa-siswa madrasah yang mempelajari Bahasa Arab sebagai mata pelajaran wajib. Namun demikian, dalam proses pembelajaran dan praktiknya, pembelajar kerap menemukan masalah, yaitu kurangnya pemahaman mengenai ragam teks dan keterampilan penyuntingan teks. Hal tersebut yang dialami oleh siswa-siswa MAN 1 Karanganyar sehingga dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, yaitu pelatihan penyuntingan teks sastra terjemahan Arab-Indonesia oleh Tim Research Group Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret (UNS). Kegiatan berlangsung secara sinkron melalui media Google Meet dan Google Form dengan metode ceramah, demonstrasi, drilling, dan problem based learning (PBL). Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta yang terdiri atas siswa kelas X IPA mempelajari teknik penerjemahan dan praktik menerjemahan teks cerita pendek. Setelah itu, mereka mempelajari penyuntingan teks berdasarkan hasil praktik penerjemahan yang dilakukan. Dengan demikian, para peserta mampu menerjemahkan teks sekaligus menyunting terjemahan tersebut.
BUDAYA HEDONISME, MATREALISME, DAN KOLUSI DALAM CERPEN “HADZAL QURN” KARYA NAGUIB MAHFOUZ: ANALISIS SEMIOTIK Muhammad Yunus Anis; Eva Farhah; Reza Sukma Nugraha
Sirok Bastra Vol 10, No 1 (2022): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37671/sb.v10i1.353

Abstract

Karya sastra berusaha untuk mengungkapkan apa yang sedang terjadi di sekitar manusia dengan memanfaatkan genre sastra tertentu agar karya tersebut dapat memaparkan nilai-nilai luhur yang dapat menyelamatkan jiwa dan raga manusia. Di sisi lain karya sastra menjadi media untuk mengelaborasi beberapa budaya yang bertentangan dengan fitrah manusia. Berdasarkan latar belakang di atas, pokok masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah makna apa saja yang terkandung dalam cerpen “Hadza al-Qurn” (HQ) karya Najib Mahfuz. Metode penelitian tersusun dari tiga tahap: (1) penjaringan data yang diambil dari teks HQ, (2) analisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dan (3) pelaporan hasil berkaitan dengan budaya hedonisme, materialisme, dan kolusi dalam cerpen HQ. Masalah pertama terkait dengan kajian struktural cerpen HQ. Sementara itu, rumusan masalah kedua lebih terfokus pada kajian semiotik cerpen HQ. Penjabaran makna semiotik cerpen HQ, secara keseluruhan, dalam lingkup konvensi sastra dapat dikemukakan bahwa teks yang berjudul “Hadza al-Qurn” memiliki makna semiotik, yaitu “gaya hidup mewah yang materialis dari seorang jenderal yang diperoleh dari hasil kolusi”.Kata kunci: analisis semiotik; analisis struktural; cerpen “Hadza al-Qurn”; Najib Mahfuz.
Perpaduan Kurikulum Bahasa Arab Salaf-Khalaf Khabibi Muhammad Luthfi; Eva Farhah; Reza Sukma Nugraha; Tri Yanti Nurul Hidayati
Jurnal Alfazuna : Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 7 No. 1 (2022): Desember
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alfazuna.v7i1.1455

Abstract

Purpose- This article aims to examine the combination of the classical dan modern Arabic curriculum at the Darul Hidayah Islamic Boarding School, Pati. Design/Methodology/Approach- This article uses an educational linguistic approach and qualitative-verification with curriculum organization theory. Data sourced from the field through observation, interviews and documentation, and analyzed using the Spradley method with domain, taxonomy, componential and cultural techniques. Findings- The results of this study are the combination of the Islamic boarding school curriculum in the form of a micro that integrates the curriculum of the classical dan modern Islamic boarding school, without linking it with other educational institutions. The integrated curriculum components are system, organization, objectives, materials, methods, educators dan evaluation. However, there are several sub-components that are not integrated, but only adopted from one of the classical dan modern Islamic boarding school. In addition to micro, in terms of planning dan learning practices, this curriculum blend is also integration-interconnection. Research Limitations/Implications- The field data of this research is only sourced from the Darul Hidayah Islamic boarding school, then the literature is compared with other Islamic boarding school.
Pelatihan Penerjemahan Naskah Fiksi untuk Praktisi Penerbitan Indie dan Pekerja Lepas Reza Sukma Nugraha; Eva Farhah; Arifuddin; Khabibi Muhammad Luthfi
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 3 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v3i3.2964

Abstract

Sebagai penerbit berskala kecil dengan tata kelola sederhana, permasalahan yang kerap muncul di penerbit independen (indie) adalah tidak optimalnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang penerjemahan. Berdasarkan masalah tersebut, Grup Riset Bahasa dan Sastra Arab, Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan penerjemahan naskah fiksi di kalangan penerjemah, khususnya pekerja lepas (freelancer). Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui media Zoom Cloud Meeting selama dua pekan dan diikuti oleh 110 orang peserta dari berbagai kota di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan mencakup pemaparan materi, praktik, penugasan, dan evaluasi tugas. Dalam evaluasi, diperoleh hasil bahwa persoalan utama yang dihadapi peserta antara lain pemadanan kata yang tepat dan berterima, khususnya istilah bidang sastra, penyesuaian gaya bahasa sastra, dan pemahaman konteks cerita secara utuh. Dengan demikian, persoalan tersebut perlu diatasi agar penerjemah memiliki kompetensi yang baik sehingga fiksi terjemahan memiliki kualitas kesusastraan yang sama, baik dalam bahasa sumber maupun bahasa sasaran.
Translating Al-Hikam Aphorisms: Evaluating Unmarked Topical Themes through Theme-Rheme Structure Analysis Anis, Muhammad Yunus; Arifuddin, Arifuddin; Khabibi Muhammad Luthfi; Reza Sukma Nugraha; Afnan Arummi; Eva Farhah; Tri Yanti Nurul Hidayati
REiLA : Journal of Research and Innovation in Language Vol. 6 No. 2 (2024): REiLA : Journal of Research and Innovation in Language
Publisher : The Institute of Research and Community Service (LPPM) - Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/reila.v6i2.16091

Abstract

Aphorisms are unique literary works known for their memorability, concision, and ambiguity. They have an information structure divided into theme (known information) and rheme (new information), with the "unmarked topical theme" playing a crucial role. This study examines the impact of translation techniques on these unmarked topical themes and their influence on translation quality, focusing on an unexplored area in Arabic discourse. The research design is descriptive qualitative. Data were collected from the aphoristic text of Al-Hikam in Arabic (L1) and its translations into Indonesian (L2a) and Javanese (L2b). The research problems addressed are: (1) What translation techniques do translators employ when dealing with the "unmarked topical theme" in Al-Hikam's aphoristic text? Do translators favor the source language or the target language? (2) How can the translation of unmarked topical themes in Al-Hikam's aphorisms be assessed in terms of accuracy, readability, and acceptability?. The study finds that translation techniques, including conventional equivalent, compensation, modulation, and reduction, significantly impact the translation quality of unmarked topical themes. The conventional equivalent technique is particularly effective in maintaining the position of the unmarked topical theme from the source language to the target language. This research contributes to developing an Arabic translation model based on Systemic Functional Linguistics (SFL) analysis. It also provides a comparative analysis of the distinctive discourse topic development elements in Arabic, Indonesian, and Javanese texts, highlighting the implications of various translation techniques on the quality of aphoristic translations.
POTRET NAJIB MACHFUDZ: LINGKUNGAN SOSIAL POLITIK DALAM NOVEL LAYALI ALFU LAILAH Farhah, Eva; Nugraha, Reza Sukma; Anis, Muh. Yunus; Hidayati, Nurul
Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/hijai.v7i1.15111

Abstract

AbstrakLayali Aluf Lailah merupakan karya sastra yang sarat akan permasalahan-permasalahan social masyarakat Arab. Karya ini merupakan karya seorang Sastrawan besar, yaitu Najib Machfudz yang telah mendapatkan hadiah Novel pada masanya. Melalui karya ini, Najib Machfudz memotret kehidupan masyarakat dan segela kepelikannya. Oleh karena itu, pendekatan yang tepat untuk mengungkapkan masalah-masalah social yang terdapat di dalam karya tersebut adalah pendekatan sosiologi sastra. Yaitu suatu pendekatan yang memfokuskan amatannya pada permasalahan social yang terjadi di masyarakat dengan metode sosiologi pengarang dan sosiologi karya sastra. Sosiologi pengarang digunakan untuk mengungkapkan latar belakang sosial dan politik pengarang, dalam hal ini Najib Machfudz, dan sosiologi karya sastra digunakan untuk menemukan dan mengungkapkan permasalahan-permasalahan sosial yang ada di dalam karya sastra.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan cara mengungkapkan kemudian deskripsikan latar belakang kehidupan pengarang dan permasalahan-permasalahan sosial, maka akan menghasilkan alternative-alternatif solusi yang ditawarkan oleh pengarang atas permasalahan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tentunya penelitian ini menjadi potret yang dapat diteladani bagi masyarakat Indonesia dalam menghadapi permasalahan-permasalah yang terjadi, khususnya krisis kepemimpinan yang diidamkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Inilah novelty dari penelitian yang dilakukan.
CROSS-CULTURAL ROMANCE: DIGITAL FICTION FORMULA IN LIBYA’S LA’NAT AL-‘ISHQ AND INDONESIA’S ABIGHEA Nugraha, Reza Sukma; Farhah, Eva; Nurzanah, Azka
Adabiyyāt: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Sunan Kalijaga State Islamic University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajbs.2023.07024

Abstract

The popularity of the digital literary platform Wattpad has been recognized globally, including in Indonesia and Libya. Among various studies on fiction published through Wattpad, this research focuses on a comparative analysis of romance formulas written by popular Wattpad authors from two countries: La'nat al-'Ishq by Hams Yosef in Libya and Abighea by Chelsea Karina Aelia in Indonesia. The main issue addressed in this study is whether romance stories in digital fiction from these countries share the same narrative formula despite the cultural differences between the authors and their readers. The comparison is conducted using John G. Cawelti’s theory of formulaic literature and a descriptive-analytical method. The findings indicate that the dominant formulas in both fictions are the idealization of the main characters, love triangles, and happy endings. This suggests that, although these works are set in different cultural and linguistic contexts, their romance formulas reflect universal desires and expectations of young readers concerning the romance genre.