cover
Contact Name
Dr. Asep Supianudin, M.Ag.
Contact Email
asepsupianudin@uinsgd.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
altsaqafa@uinsgd.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
ISSN : 02165937     EISSN : 26544598     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 210 Documents
Tafsir Qur'an Berbahasa Nusantara (Studi Historis terhadap Tafsir Berbahasa Sunda, Jawa dan Aceh) Ice Sariyati; Edi Komarudin; Muhamamd Nurhasan; Ihin Solihin
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3677

Abstract

Fenomena penafsiran al-Qur’an di Nusantara telah muncul sejak abad ke-19 M, dengan menggunakan bahasa Jawa dan Bahasa Sunda. Penelitian ini membahas dan menelaah jenis tafsir al-Quran berbahasa Nusantara. Masalah pokok dalam penelitian ini adalah bagaimana terjadinya proses penerjemahan dan penafsiran al-Quran di nusantara serta bagaimana sejarah tafsir al-Qur’an berbahasa Nusantara? Penelitian ini berjenis kualitatif, penelitian kepustakaan (library research dengan menggunakan metode deskriptif. Sumber data utama ialah kitab-kitab tafsir berbahasa Sunda, Jawa, dan Melayu.  Kerangka proses yang dipergunakan adalah hermeneutika pola Gadamer yang dipolarisasi menjadi: Pra‑Konsepsi, Teks (Konteks) dan Produksi Makna. Adapun hasil penelitiannya adalah: 1) Di Nusantara tafsir al-Quran didominasi oleh masayarakat “Jawa”, disebabkan faktor mendapat barokah guru, politik dan ekonomi, 2) Sejarah penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara sangat berkaitan dengan masalah sosial yang dihadapi oleh para penulis tafsir. Pristiwa dan problema sosial menyertai pola penulisan tafsir al-Quran berbahasa Nusantara.
THE VALUE EDUCATION OF QOSIDAH BURDAH ARTS IN BOARDING SCHOOL IN THE LAND OF SUNDA sulasman ujang
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.2914

Abstract

Burdah Al-Bushiri contains a string of poems of praise to the Prophet Muhammad. Burdah is a literary work of Sharafuddin Abu Abdillah Muhammad Ibn Zaid Al Bushiri.Burdah Al-Bushiri widely taught in boarding school. Boarding School teaches a lot of Value educations. Value educations contained in Burdah Al-Bushiri be internalized through the medium of art, the art of Qosidah Burdah. This article aims to explain values contained in Qosidah Burdah. To explain this purpose, used literature. Thus, we will know about values of educationcontained in Qosidah Burdah. The results showed that Values contained in Qosidah Burdah has affected the attitude and character of students at the boarding school. Boarding School has been instrumental in instilling the values of theological, juridical, socio-cultural Islam, and Sufi values contained in Art Qosidah Burdah. Sufistic value of Qosidah Burdah in boarding implanted with the aim to cleanse the heart from all impurities soul. Values contained in Qosidah Burdah among others about repentance, asceticism, patience, sincerity, trust, and mahabbah. To give meaning passion in poetry Qosidah Burdah and soul enlightenment for students at the school, then do internalization of sufistic values from Qosidah Burdah through the art of music. Burdah Qosidah Music Arts at the school in addition is also used as a tool to improve and help the personal and social students
FILOSOFI HIDUP KOMUNITAS MAYARAKAT ADAT SUNDA KAMPUNG NAGA DITINJAU DARI PRANATA KEAGAMAAN Tenny Sudjatnika
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.2371

Abstract

Komunitas adat di Indonesia merupakan kelompok masyarakat yang menempati wilayah tertentu yang dicirikan oleh ketaatan dalam menjalankan adat istiadat warisan leluhur. Di Indonesai bagian Jawa barat terdapat 14 komunitas adat yang mempertahankan nilai-nilai adat dan tradisinya di tengah-tengah lingkungan modern saat ini. Penelitian menggunakan jenis kualitatif melalui analisis deskriptif melalui dokumen dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Adat di Jawa Barat, agama tidak dijadikan suatu sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan, tetapi difungsikan sebagai edukasi, penyelamatan, pengawasan sosial, pembentuk persaudaraan dan transformatif dengan konsep mengikat diri dengan Tuhannya. Pranata keagamaan terselenggara berdasarkan filosofi kehidupan “Berusaha mencari kesempurnaan” dengan maksud untuk mengetahui asal mula dan akhir. Orientasinya adalah kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan memperoleh suatu ketentraman. Sumber ajaran difusikan dari ajaran agama terdahulu dengan ajaran Islam yang diinternalisasi pada nilai-nilai tradisi budaya leluhur. Nilai Instrumennya berpangkal dari nilai achieving seseorang yang diinginkan warga pada masa hidupnya. Sistem nilai dibangun berdasarkan hirarki nilai individu ke dalam term kesadaran yang mengkolektif. Sistem sosial dibangun atas situasi keseimbangan antara sosial dan agama yang datang dikonstruk pada situasi normal melalui reorganisasi. Rekomendasinya, perlu pelestarian prinsip budaya kesundaan yang diadaptasi pada situasi modern agar tidak tergerus jaman dengan cara dukungan moril, ilmu pengetahuan, toleransi.
THE IMAGE OF PRINCE GEBANG IN BABAD SUTAJAYA MANUSCRIPT Anwar Sanusi; Tendi Tendi
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 2 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i2.5104

Abstract

Prince Gebang was one of the local rulers who collaborated with the VOC at the end of the 17th century. His domain, named as the Principality of Gebang (Kepangeranan Gebang), extended from the northern coastal area of Gebang Sea to the south side of the Cijolang River bordering on Galuh. Although the name of Sutajaya was clearly written as Prince Gebang (Pangeran Gebang) in the colonial archives, but his identity and his travel process towards the power of the Gebang area was not clearly explained. This article aimed to reveal the image of Prince Gebang through Babad Sutajaya manuscript stored in Pangeran (Prince) Pasarean Museum. Based on the ancient manuscripts, a number of essences related footage Sutajaya figure were taken to be analyzed. Historical elements contained in the affinity of the story were comparated to records of colonial archives and sources of oral traditions that still exist. From this study, it is known that Babad Sutajaya depicts the image of Prince Gebang as an important figure, who came from the royal court of Cirebon. In addition, this manuscript also illustrates Prince Gebang’s abilities and reveals how he gained the territory of Gebang as his controlled area.Keywords: Image, prince sutajaya, principality of gebang, babad, Royal Court of Cirebon
Identitas Bekasi dalam Tiga Akun Instagram Komunitas Rido Budiman; Fakhran Al Ramadhan
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 2 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3585

Abstract

This study aims to find out how the community Instagram social media account constructs, reminds and informs the city identity of Bekasi that "this is Bekasi" by bringing up Bekasi city landmarks in its Instagram account. In addition to being a community that explores about Bekasi, what kind of photos are selected to be displayed in the Bekasi community Instagram account. The method used in this research is ethnography, discourse analysis and also visual analysis, where the data findings will be described and then reviewed for analysis from field observations, interview processes, and literature search. The plan to be achieved in this study is to develop a study of cultural studies specifically on city studies and social media. The research sought to prove that there were city identity contests in various Instagram social media accounts that were different from the vision of the city identity that was raised by the Bekasi city government.
Perjuangan Rakyat Cirebon-Indramayu Melawan Imprialisme Wahyu Iryana; Nina Herlina Lubis; Mumuh Muhsin Zakaria; Kunto Sofianto
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.2022

Abstract

Attempts to write local history to the development of national history writing is very important, even expected at each campus has a study program must include the History Education courses Local History or can be Local Historiography. The research method that I use is the heuristic method historical research, criticism, interpretation and historiography. Exposure War history Kedondong or War of Cirebon to Dutch colonization and social protests of farmers in Indramayu during the Japanese occupation is one of the local history authors suppose caliber already can be called national history. Writing of local history is not only the responsibility of all academics who manages the department of History Education in Indonesia but also the relevant government policy.  
PIAGAM MADINAH SEBAGAI STRUKTUR MASYARAKAT PLURALISTIK Enur Nurjanah
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 2 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i2.5913

Abstract

Artikel ini membahas tentang struktur masyarakat pluralistik yang dibentuk oleh nilai-nilai yang terdapat dalam Piagam Madinah. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, artikel ini menemukan bahwa masyarakat Madinah memiliki hak dan kewajiban yang sama di depan negara. Walaupun demikian, komunitas Muslim tetap memiliki hak dan kewajiban tersendiri berdasarkan dengan keyakinannya. Begitupun dengan komunitas non-muslim, mereka memiliki hak dan kewajiban masing-masing sesuai dengan keyakinan yang dianutnya. Maka dari itu, masing-masing komunitas memiliki konsensus untuk memajukan dan menjaga stabilitas keamanan negara Madinah baik dari dalam maupun dari luar negara. Temuan artikel ini menunjukan bahwa Piagam Madinah dapat dikontekstualisasikan oleh masyarakat muslim saat ini, meski situasi tersebut berada dalam lingkungan yang plural dan majemuk. Kata Kunci: Masyarakat pluralistik, Piagam Madinah, kontekstualisasi
TRADISI AURODAN DI UJUNG SELATAN GARUT SAEPUROHMAN SAEPUROHMAN
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 16, No 1 (2019): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v16i1.4215

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk memberi gambaran mengenai tradisi aurodan di Kampung Cikantrieun, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hal ini dilatar belakangi bahwa Indonesia merupakan Negara kaya akan budaya dan tradisi, setiap daerah yang ada di Indonesia bisa dipastikan punya budaya dan tradisi masing-masing, dari sekian banyak budaya dan tradisi Indonesia ada yang terdokumentasikan ada yang tidak, sangat mungkin ada budaya dan tradisi suatu daerah terpencil yang belum di ketahui masyarakat luas, untuk itu penulis coba sampaikan suatu tradisi keagamaan yang berada di suatu daerah terpencil di bagian ujung selatan Garut tepatnya di Kampung Cikantrieun, Desa Wangunjaya, Kecamatan Banjarwangi Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Tulisan berdasarkan wawancara dan observasi ini menguraikan bagaimana asal usul tradisi aurodan, tujuan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan aurodan, manfaat aurodan, proses kegiatan aurodan dan bacaan-bacaan dalam aurodan serta dalil-dalilnya. Tradisi aurodan di Kampung Cikantrieun sudah ada sejak puluhan tahun silam, dalam perjalannya mengalami perubahan dan perkembangan, seiring dengan perubahan dan perkembangan pemikiran masyarakat yang ada di kampung Cikantrieun itu sendiri, terutama tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Filosofi Hidup Komunitas Mayarakat Adat Sunda Kampung Naga Ditinjau dari Pranata Keagamaan Tenny Sudjatnika
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.3036

Abstract

Komunitas adat di Indonesia merupakan kelompok masyarakat yang menempati wilayah tertentu yang dicirikan oleh ketaatan dalam menjalankan adat istiadat warisan leluhur. Di Indonesai bagian Jawa barat terdapat 14 komunitas adat yang mempertahankan nilai-nilai adat dan tradisinya di tengah-tengah lingkungan modern saat ini. Penelitian menggunakan jenis kualitatif melalui analisis deskriptif melalui dokumen dan survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Adat di Jawa Barat, agama tidak dijadikan suatu sistem yang mengatur tata keimanan dan peribadatan, tetapi difungsikan sebagai edukasi, penyelamatan, pengawasan sosial, pembentuk persaudaraan dan transformatif dengan konsep mengikat diri dengan Tuhannya. Pranata keagamaan terselenggara berdasarkan filosofi kehidupan “Berusaha mencari kesempurnaan” dengan maksud untuk mengetahui asal mula dan akhir. Orientasinya adalah kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan harapan memperoleh suatu ketentraman. Sumber ajaran difusikan dari ajaran agama terdahulu dengan ajaran Islam yang diinternalisasi pada nilai-nilai tradisi budaya leluhur. Nilai Instrumennya berpangkal dari nilai achieving seseorang yang diinginkan warga pada masa hidupnya. Sistem nilai dibangun berdasarkan hirarki nilai individu ke dalam term kesadaran yang mengkolektif. Sistem sosial dibangun atas situasi keseimbangan antara sosial dan agama yang datang dikonstruk pada situasi normal melalui reorganisasi. Rekomendasinya, perlu pelestarian prinsip budaya kesundaan yang diadaptasi pada situasi modern agar tidak tergerus jaman dengan cara dukungan moril, ilmu pengetahuan, toleransi.
Teologi Lingkungan dalam Kearifan Lokal Masyarakat Sunda Ujang Suyatman
Al-Tsaqafa : Jurnal Ilmiah Peradaban Islam Vol 15, No 1 (2018): Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/al-tsaqafa.v15i1.2342

Abstract

The environmental crisis created by human activity in the modern era has threatened the existence of planet earth and the lives of various creatures in it. These problems are not adequately addressed by scientific technology and methods alone, but a strategy that can fundamentally and radically change the way people view and behave towards their environment. This study examines the principles of Islamic teachings and their implementation in local wisdom practices of the Sundanese people, as one of the strategies for the development of morals and the way of view of human beings towards nature and the environment.