cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Evaluasi Kandungan Nutrien Tepung Limbah Daun dan Jantung Pisang sebagai Bahan Pakan Ternak Endayani, Ayu Sri Endayani; Handayani, Ulvi Fitri Handayani; Putra, Boby Arya Putra; Narwastu, Aloysius Reshi Dhanu Narwastu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.10644

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi kandungan nutrien dan senyawa fitokimia tepung limbah daun dan jantung pisang (Musa acuminate Cavendish Subgroup) sebagai bahan pakan ternak. Penelitian ini menggunakan metode analisis proksimat berupa kadar abu, bahan organik (BO), protein kasar (PK), lemak kasar (LK), karbohidrat, serat kasar (SK), kandungan BETN, dan TDN serta mengetahui kandungan skrining fitokimia berupa alkaloid, flavonoid , tannin/polifenol, saponin, steroid dan terpenoid dari tepung limbah jantung pisang.Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan januari-maret 2023. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa deskriptif dengan teknik pengamatan dengan 1x pengulangan serta data kuantitatif menggunakan program Microsoft Excel kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan tepung limbah daun pisang cavendish dapat dijadikan bahan pakan ternak karena memiliki kandungan abu, PK, LK, dan TDN yang sesuai dengan syarat mutu pakan sedangkan tepung limbah jantung pisang belum sepenuhnya memenuhi standar mutu pakan karena memiliki kandungan kadar abu dan LK yang tinggi. Sehingga penggunaan tepung limbah jantung pisang harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan ternak.Tepung limbah jantung pisang cavendish positif mengandung senyawa flavonoid, tanin/polifenol, saponin, dan steroid/terpenoid yang dapat dijadikan pakan tambahan pada ternak. dan TDN yang sesuai dengan syarat mutu pakan sedangkan tepung limbah jantung pisang belum sepenuhnya memenuhi standar mutu pakan karena memiliki kandungan kadar abu dan LK yang tinggi. Sehingga penggunaan tepung limbah jantung pisang harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan ternak. Tepung limbah jantung pisang cavendish positif mengandung senyawa flavonoid, tanin/polifenol, saponin, dan steroid/terpenoid yang dapat dijadikan pakan tambahan pada ternak.dan TDN yang sesuai dengan syarat mutu pakan sedangkan tepung limbah jantung pisang belum sepenuhnya memenuhi standar mutu pakan karena memiliki kandungan kadar abu dan LK yang tinggi. Sehingga penggunaan tepung limbah jantung pisang harus disesuaikan dengan kebutuhan pakan ternak. Tepung limbah jantung pisang cavendish positif mengandung senyawa flavonoid, tanin/polifenol, saponin, dan steroid/terpenoid yang dapat dijadikan pakan tambahan pada ternak. 
Konsumsi Nutrien pada Sapi Jantan Peranakan Menggunakan Complete feed Berbasis Pelepah Daun Kelapa Sawit Fermentasi sebagai Subtitusi Rumput Lapang Harahap, Ari Ashari; Aisyah, Nurmi; Hanafi, Nevy Diana
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.12407

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi konsumsi pakan sapi jantan persilangan yang diberi pakan pelepah sawit yang difermentasi dengan mikroorganisme lokal (MOL). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 kelompok. 12 ekor sapi jantan hasil persilangan umur 12-18 bulan dijadikan hewan uji. Parameter yang diamati adalah konsumsi nutrisi dalam pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fermentasi pelepah daun kelapa sawit dalam jumlah yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai konsumsi pakan. Perlakuan terbaik terdapat pada R3 yaitu konsentrat + 45% pelepah daun kelapa sawit fermentasi dapat menggantikan rumput lapang sebagai bahan pakan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelepah daun kelapa sawit fermentasi dengan mikroorganisme lokal (MOL) dapat digunakan sebagai bahan pakan alternatif pengganti rumput lapangan dalam pemeliharaan sapi jantan hasil persilangan.
TEKNIK MENANGGULANGI KORBAN TERNAK TERHADAP BINATANG HEWAN PEMAKAN DAGING YANG TURUN GUNUNG: KASUS DESA NGUNTORONADI Fauzi, Aslam
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.9685

Abstract

Penelitian ini bertujuan guna 1) memberikan penyuluhan terhadap pemburu degan melegalkan di Desa Nguntoronadi 2) memberikan saran unruk memelihara hewan pelindung ternak,3) melakukan kerjasama menggunakan pemadam kebakaran menjadi unit evakuasi hewan berbahaya, 4) melakukan pelestaria rantai makanan pada ekosistem. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, sebab pada prosesnya dilakukan menggunakan cara menggambarkan mengenai data yang sudah ditemukan. Pengumpulan data memakai metode observasi serta wawancara. Analisis data penelitian dilakukan menggunakan pengumpulan data, reduksi data, display data, serta pembuktian serta penegasan kesimpulan. hasil penelitian ini yaitu terdapat 4 data keputusan penyelesaian teknik pada menangani korban ternak terhadap binatang karnivora yang turun gunung: kasus Desa Nguntoronadi, yang terdiri dari bentuk penanganannya serta solusi yang diberikan berasal penggunaan teknik dalam menanggulangi korban ternak terhadap binatang karnivora yang turun gunung: kasus Desa Nguntoronadi. Bentuk penangananya terbanyak menggunakan bantuan berasal luar, sedangkan solusi yang ditimbulkan ada tanda-tanda akan membaiknya ekosistem sekitarnya. 
PENAMBAHAN KOMBINASI PAKAN FERMENTASI ASAL AMPAS TAHU DAN BUNGKIL KEDELAI DENGAN VITAMIN E DALAM RANSUM TERHADAP SPERMA DAN HORMON TESTOSTERON AYAM ARAB Kamal, Mustafa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.5031

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan pakan dadih kedelai fermentasi dan kombinasi bungkil kedelai dan vitamin E pada ransum terhadap kualitas sperma dan kadar testosteron ayam arab. Metode penelitian yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium. Metode ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dan 4 perlakuan (0, 2, 4, dan 6 minggu) diberikan ketika pakan dadih kedelai fermentasi dan kombinasi bungkil kedelai dan vitamin E diberikan. Ulangan 5 kali untuk setiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata volume sperma ayam arab meningkat dengan meningkatnya konsentrasi yang diberikan setelah penambahan pakan ampas kedelai fermentasi dan kombinasi bungkil kedelai dan vitamin E pada pakan komersial.Rata-rata volume sperma ayam arab pada perlakuan P3 tidak berbeda dengan perlakuan P2, namun jika dibandingkan dengan perlakuan P1, dan P0, maka keduanya lebih tinggi secara nyata (P<0,05). Hasil ini membuktikan bahwa penambahan kombinasi pakan fermentasi asal ampas tahu dan bungkil kedelai dengan vitamin E dalam ransum komersial selama 35 hari dapat meningkatkan volume sperma ayam arab. Hasil penelitian juga menunjukkan penambahan kombinasi pakan fermentasi dengan vitamin E dan multi enzim pencernaan meningkatkan kadar hormon testosteron dalam serum ayam arab.
Pengaruh Kemasan Plastik dan Lama Penyimpanan pada Suhu 4 – 50C terhadap Kualitas Internal Telur Burung Puyuh Rahmawati, Nurina; Rokhana, Efi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.12401

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh kemasan plastik dan lama penyimpanan pada suhu 4-5 oC terhadap kualitas internal telur puyuh. Penelitian ini bermanfaat untuk memberikan infromasi tentang pengaruh kemasan plastik dan lama penyimpanan pada suhu 4-5 oC terhadap kualitas internal telur burung puyuh dan memberikan wawasan terhadap pembaca. Materi penelitian berupa telur Burung puyuh berumur baru satu hari sebanyak 240 butir dan mika plastik berisi dari 10 butir telur. Metode penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan. P0 : telur tidak dikemas dan tanpa penyimpanan, P1: telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-  5oC selama 7 hari, P2: telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-5oC selama 14 hari, P3: telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-5oC selama 21 hari, P4:  telur dikemas dengan plastik mika disimpan dalam kulkas dengan suhu 4-5oC selama 28 hari. Variabel penelitian meliputi : susut bobot, indeks kuning, indeks putih dan haugh unit. Data penelitian diolah menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan jika hasil berbeda nyata maka akan dilanjutkan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Nilai rataan susut bobot berkisar (0-0,04 %), Indeks kuning telur berkisar (0,42 – 0,47 mm), Indeks putih telur berkisar (0,07 – 0,23 mm), dan untuk Haugh Unit telur puyuh berkisar (90,88 – 98,13). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan menunjukkan efek yang signifikan (P<0.05) pada susut bobot telur, indeks kuning telur dan haugh unit. Sedangkan pada indeks putih telur tidak memberikan efek yang signifikan (P>0,05) yang artinya tidak berpengaruh nyata terhadap indeks putih telur.
EVALUASI INSEMINASI BUATAN PROGRAM SIKOMANDAN PADA TERNAK SAPI DI KECAMATAN MUARA BATU KABUPATEN ACEH UTARA PROVINSI ACEH Syakir, Ahmad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.10720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan  inseminasi buatan program SIKOMAMDAN tahun 2022 pada sapi betina. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Muara Batu, Provinsi Aceh. Desa terpilih terdiri atas 5 (lima) desa, yaitu Desa Ulee Madon, Dakuta, Cot Seurani, Cot Trueng dan Desa Panigah. Metode survei digunakan dalam penelitian ini. Responden yang digunakan adalah peternak sapi. Responden ditetapkan dengan menggunakan metode purposive sampling. Sebagai responden ditetapkan 40 peternak. Peternak responden harus memenuhi  kriteria memelihara minimal dua ekor sapi lokal yang telah beranak 2 (dua) kali dan sistem perkawinan dilakukan secara inseminasi buatan (IB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program inseminasi buatan di Kecamatan Muara Batu telah berjalan dengan baik, dimana rataan nilai conception rate (CR) sebesar 79,45%, service per conception (S/C) adalah 1,59, jarak beranak (calving interval) sebesar 12,73 bulan, dan calving rate sebesar 77,83%.
Kualitas Fisik Pakan Pellet Berbahan Ampas Sagu Dengan Penambahan Indigofera Menggunakan Level Tepung Tapioka Yang Berbeda Harahap, Anwar Efendi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.1591

Abstract

One alternative that can be used for ruminants feed is sago dregs and indigofera leaves which can be made into pellets. This study aims to determine the physical quality of water content, specific gravit, stack angle, pile density, pile compaction density, and collision resistance pellet product with sago pulp utilization and indigofera leaves. This research used CRD Factorial. Factor A consist of 5 treatments ie A4 = 40% Sago Pulp (SP) + 60% Indigofera Leaves (IL), A3 = 30% SP + 70% IL, A2 = 20% (SP) + 80% (IL), A1 = 10% (SP) + 90%, (IL),  A0 = 100% (IL) and Factor B consisting of 2 treatments namely B1 = 5% Tapioca Flour B2 = 10% Tapioca Flour with 3 replications each. The results showed that the interaction between sago pulp feed ingredients with the addition of indigofera leaves used adhesive material at different levels. It was concluded that the combination of sago and indigofera dregs (40% SP + 60% IL) levels can improve the quality of pellets in terms of density, pile angle, and pellet stack density
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG MAGGOT BLACK SOLDIER FLY (Hermetia Illucens) DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT POTONG, BOBOT KARKAS, PERSENTASE KARKAS AYAM KAMPUNG JOPER(Gallus-gallus Domesticus) UMUR 60 HARI Pardosi, Untung
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.11273

Abstract

This study aims to determine the addition of black soldier fly (Hermetia illucens) maggot flour in the ration on slaughter weight, carcass weight, carcass percentage of Joper kampung chicken aged 60 days. This research was conducted at the Experimental Field of the Faculty of Animal Husbandry, University of HKBP Nommensen in Simalingkar A Village, Pancur Batu District, Deli Serdang Regency. This research was conducted for 60 days. This study used 100 Joper kampung chickens. The research method used was an experimental method with a completely randomized design (CRD) consisting of 4 treatments and 5 replications namely P0 (0% BSF maggot flour in rations), P1 (5% BSF maggot flour in rations), P2 (10% BSF maggot flour BSF in rations) and P3 (15% BSF maggot flour in rations). The data obtained in this study will then be analyzed for variance (ANOVA) and then followed by the Honest Significant difference test (BNJ). The conclusion obtained from the results of this study was that the administration of BSF maggot flour in the Joper kampung chicken ration had a very significant effect (P<0.01) on slaughter weight while the chicken carcass weight, the percentage of Joper kampung carcass showed no significant difference (P>0.05 ). Provision of BSF maggot flour in Joper kampung chicken rations is recommended up to a level of 5%.
KADAR ASAM AMINO DANGKE DENGAN LEVEL ENZIM PAPAIN DAN LAMA PEMANASAN BERBEDA Mukhlisah, Andi Nurul; Irfan, Muhammad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.9690

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kadar asam amino pada dangke yang dibuat dengan level enzim papain dan lama pemanasan yang berbeda. Penelitian terdiri dari dua tahap, tahap pertama adalah pembuatan enzim papain dan kedua penentuan suhu pemanasan dan konsentrasi papain. Dangke akan dibuat dengan menggunakan susu sapi segar yang diambil dari peternakan sapi perah KUNAK Bogor. Susu sapi segar dipasteurisasi masing-masing pada suhu 70, 80 dan 90 °C, kemudian ditambahkan papain murni yang telah diencerkan  dengan akuades dengan perbandingan 1:9.  Konsentrasi enceran papain murni, masing-masing sebesar 0.2, 0.3 dan 0.4%. Garam ditambahkan 0.4% (w/v). Perlakuan dangke S3K3 (suhu 90 °C, konsentrasi 0.4% papain) merupakan asam amino tertinggi, baik asam amino non esensial maupun asam amino esensial. Hal ini disebabkan penambahan papain,seperti diketahui asam amino merupakan komponen pembentuk protein. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asam glutamat merupakan asam amino tertinggi pada perlakuan pemanasan dan konsentrasi yang berbeda. Perlakuan dangke S3K3 (suhu 90 °C, konsentrasi 0.4% papain) merupakan asam amino tertinggi, baik asam amino non esensial maupun asam amino esensial
PENGARUH KOMPOS TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING DAN ORGANIK RUMPUT Hymenachne amplexicaulis (Rudge) Nees Akmal, Akmal; Syafria, Hardi; Ananda Putra, Riyan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.6117

Abstract

Pupuk kompos dapat mengatasi permasalahan yang terdapat pada tanah podzolik merah kuning yaitu rendahnya ketersediaan unsur hara dan kurang mampu menahan air. Pelaksanaan   penelitian ini memiliki tujuan untuk membuktikan dampak pemberian pupuk kompos terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik rumput kumpai yang ditanam di tanah podsolik merah kuning. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu K0 (kontrol) = 0 Kg/4m2, K1 = 4 Kg/4m2, K2 = 8 Kg/4m2, K3 = 12 Kg/4m2. Peubah yang diamati yaitu pH (derajat keasaman) supernatan, kecernaan bahan kering (KcBK), dan organik (KcBO). Berdasarkan analisis varian atau ragam memperlihatkan bahwa pemberian pupuk kompos berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai pH supernatan in vitro, namun memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai kecernaan bahan kering dan organik rumput kumpai. Berdasarkan uji beda jarak nyata Duncan memperlihatkan perlakuan kompos 12 Kg/4m2 memperlihatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik tertinggi dibandingkan perlakuan kompos 0 Kg/4m2, 4 Kg/4m2, dan 8 Kg/4m2 yaitu sebesar 43,04% dan 44,32%.