cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Kandungan Serat kasar, Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik In Vitro Silase Rumput Kume (Shorgum plumosum var. Timorense) dan Kembang Telang (Clitoria ternatea) pada Imbangan Berbeda Osan, Elfiana Frida; Kleden, Markus Miten; Lestari, Gusti Ayu Yudiwati; Enawati, Luh Sri
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21886

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kandungan serat kasar serta kecernaan bahan kering (KcBK) dan bahan organik (KcBO) in vitro pada silase rumput Kume (Sorghum plumosum var. Timorense) dan kembang Telang (Clitoria ternatea) dengan perbandingan berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu CT0 (100% Kume), CT1 (75% Kume + 25% Telang), CT2 (50% Kume + 50% Telang), dan CT3 (25% Kume + 75% Telang), masing-masing tiga ulangan. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan proporsi kembang Telang menyebabkan kadar serat kasar meningkat dari 22% menjadi 33%, sedangkan KcBK menurun dari 35% menjadi 26% dan KcBO dari 32% menjadi 24%. Analisis statistik menunjukkan pengaruh nyata (P0,05) terhadap serat kasar, namun tidak berpengaruh nyata (P0,05) pada KcBK dan KcBO. Disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan kembang Telang dalam silase, kadar serat kasar meningkat sementara kecernaan bahan kering dan organik cenderung menurun
NILAI ORGANOLEPTIK WARNA DAN AROMA BAKSO DAGING AYAM DENGAN PENGENYAL TEPUNG GETAH PELEPAH SALAK (TGPS) Harahap, Mei Ardina; Harahap, Muharram Fajrin; Nurhalimah, Masayu; Nurmi, Aisyah; Harahap, Ari Ashari
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai organoleptik bakso daging ayam dengan pengenyal tepung getah pelepah salak pada kekenyalan bakso. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Digunakan 4 (empat) perlakuan dan 5 (lima) ulangan untuk memperoleh data penelitian. Konsentrasi TGPS disesuaikan dengan urutan perlakuan (T0;0%, T1;2,5%, T2;5%, T3;7,5%). Variabel yang diamati meliputi nilai organoleptik bakso (warna dan aroma). Data penelitian ini dianalisis menggunakan analisis sidik ragam ANOVA (Analisisof Variance). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap nilai organoleptik bakso daging ayam dengan pengenyal tepung getah pelepah salak (TGPS) maka dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang nyata pada organoleptik warna dan aroma (P0,05). Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung getah pelepah salak pada proses pembuatan bakso dapat memberikan pengaruh yang positif, dimana pencampuran ini dapat mempertahankan kualiatas fisik bakso dengan baik dan produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen. 
Kajian Dinamika Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pasca Vaksinasi di Kota Lhokseumawe Syakir, Ahmad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.22176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi di Kota Lhokseumawe, Provinsi Aceh pada sapi. Sampel yang digunakan diambil secara random sampling sebanyak 31 ekor yang dicurigai mengalami penyakit PMK dari data Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Pangan Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh tahun 2024. Jenis pengabdian ini adalah deskriptif. Metode yang digunakan adalah spesimen yang diambil untuk untuk deteksi PMK yaitu untuk deteksi virus berupa cairan dari lepuh, sel epitel pada lepuh di daerah mukosa mulut dan hidung . Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 31 ekor sampel yang diambil terdapat 6 ekor (19,35%) positif Penyakit Mulut dan Kuku. Berdasarkan hasil itu maka pemilik sapi sebaiknya melakukan pengobatan suportif terhadap sapi yang terkena PMK sehingga menghindari kematian dan terinfeksi kepada hewan yang lain nya. Untuk ternak sapi yang dinyatakan negatif dianjurkan segera dilakukan vaksinasi PMK. 
Efektivitas Pengencer Air Buah Lontar dan Sari Tebu sebagai Suplementasi terhadap Kualitas Semen Babi Duroc Banamtuan, Adyanto Nessy; Lawa, Alvrado Bire
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21690

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi air buah lontar dan sari tebu  ke dalam pengencer Bestville Thawing Solution (BTS) terhadap kualitas semen cair babi Duroc. Sampel semen dikoleksi dari dua ekor pejantan Duroc berusia 2–3 tahun menggunakan metode message dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Evaluasi kualitas semen dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Hanya semen dengan motilitas awal di atas 70% yang digunakan, kemudian dibagi menjadi tiga perlakuan: P0 (BTS), P1 (BTS+AbL), dan P2 (BTS+ST), dengan konsentrasi sel minimal 234,9×10? sel/ml. Seluruh sampel disimpan dalam kotak Styrofoam pada suhu 18–20°C, dan pengamatan dilakukan setiap delapan jam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dan data dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan BTS+AbL memberikan hasil terbaik, meskipun tidak berbeda nyata secara statistik (P0,05) dibandingkan dua perlakuan lainnya, dengan motilitas akhir 35,00%, viabilitas 45,26%, membran plasma utuh 47,26%, dan daya tahan hidup mencapai 56 jam. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengencer BTS yang diperkaya dengan air buah lontar lebih efektif dalam mempertahankan kualitas semen selama penyimpanan.
PENGARUH PEMBERIAN TANAMAN RIMPANG ENKAPSULASI SEBAGAI FEED ADITIF ALAMI DALAM RANSUM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER Mulatama, Adi Putra; Nikmatia, Ulfa; Nasution, Zakiyah
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tanaman rimpang enkapsulasi (sari temu kunyit, sari temu kunyit putih, sari temu lawak dan sari temu ireng) pada ransum terhadap performa ayam broiler. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 kali ulangan,  yaitu P1 : Ransum komplit (tanpa penambahan sari rimpang enkapsulasi),  P2 : Ransum komplit (penambahan 0,80%  sari kunyit enkapsulasi), P3 : Ransum komplit (penambahan 0,80% sari kunyit putih enkapsulasi), P4 : Ransum komplit (penambahan 0,80% sari temulawak enkapsulasi), P5 : ransum komplit (penambahan 0,80% sari temu ireng enkapsulasi). Parameter yang diamati yaitu pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh pemberian sari tanaman rimpang enkapsulasi terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan ayam broiler berbeda nyata (P0,05), sedangkan konversi ransum berbeda tidak nyata (P0,05). Oleh karena itu pemberian beberapa sari tanaman rimpang (sari temu kunyit, sari temu kunyit putih, sari temu lawak, dan sari temu ireng) sebagai feed aditif alami dapat ditambahkan pada ransum ayam broiler guna untuk meningkatkan konsumsi dan pertambahan bobot badan serta bisa mempertahankan konsumsi ransum.
PERAN PENYULUH PETERNAKAN DALAM PEMBERDAYAAN PETERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN ANGKOLA TIMUR KABUPATEN TAPANULI SELATAN PROPINSI SUMATERA UTARA Romadon, Romadon; Pane, Doharni; Nikmatia, Ulfa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.23255

Abstract

Pemberdayaan adalah upaya untuk mewujudkan keinginan masyarakat untuk menjadi masyarakat yang lebih mandiri dengan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh peternakan dalam pemberdayaan peternak sapi potong dan untuk mengetahui faktor-faktor penghambat dan pendukung pemberdayaan peternak sapi potong di Kecamatan Angkola Timur Kabupaten Tapanuli Selatan, Propinsi Sumatera Utara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan terhadap variabel, yaitu tanpa membuat perbandingan, atau menghubungkan dengan variabel lain. Hasil penelitian ini adalah peran penyuluh peternakan dalam pemberdayaan peternak sapi potong diantaranya, adanya pelayanan kesehatan hewan dan adanya bantuan bibit ternak sapi potong, pakan unggul, dan bantuan mesin pengolah pakan. Faktor pendukung dalam pemberdayaan peternak yaitu, keinginan peternak untuk mengembangkan ternaknya, potensi lahan untuk penanaman hijauan dan tersedianya sepanjang tahun pakan hijauan dan sisa limbah pertanian milik peternak, adanya SDM, adanya bantuan bibit pakan, adanya pengansurasian ternak, adanya program pencegahan dan penanggulangan penyakit pada ternak yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan atau mengembangkan produktivitas sapi potong. Faktor penghambat dalam pemberdayaan peternak sapi potong yaitu, kurangnya bantuan bibit ternak sapi, kualitas SDM/peternak yang masih rendah, tidak adanya bantuan teknologi pengolah pakan, kurangnya penyuluh, tidak adanya bantuan dari dana Desa, modal peternak juga yang menjadi penghambat dalam pemberdayaan peternak sapi potong.
REVIEW: LEGUMINOSA UNTUK MENGURANGI EMISI GAS METAN BERLEBIH PADA SAPI PERAH Christi, Raden Febrianto; Sudrajat, Ajat; Purnama, Itang
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.22837

Abstract

The success of a dairy farm depends heavily on the management of the cattle. A good dairy farm must ensure three key aspects are met: breeding stock, feed, and management. Dairy farming significantly impacts environmental pollution as a contributor to methane gas emissions. This article presents effective solutions to mitigate the negative environmental impacts of dairy farm waste. Feed is a crucial component that requires attention because it impacts the rumen ecosystem, which directly impacts livestock productivity, particularly dairy cattle. Legumes are a suitable alternative feed for reducing excess methane in dairy cattle because they contain bioactive compounds, including tannins, saponins, and flavonoids, which can reduce methane production.
Analisis Permintaan Daging Babi di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai Caniggia, Desiderato Andrew; Lole, Ulrikus Romsen; Krova, Maria; Makandolu, Solvi Mariana
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 10, No 1 (2026): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v10i1.21764

Abstract

Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai dari bulan April 2025 sampai Mei 2025 dengan judul analisis permintaan daging babi di Kecamatan Langke Rembong Kabupaten Manggarai. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap permintaan daging babi dan elastisitas permintaan daging babi. Pemilihan sampel dilaksanakan melalui beberapa tahapan dengan tahap awal ialah penetapan wilayah kelurahan contoh dilakukan secara purposif dengan mempertimbangkan jumlah populasi penduduk terbanyak serta jarak ke lokasi pasar, didapatkan lima kelurahan contoh yaitu Kelurahan Pau, Watu, Karot, Golo Dukal, dan Satar Tacik. Tahap kedua yaitu menetapkan 150 responden contoh yang dipilih secara acak non proporsional tanpa mempertimbangkan proporsi jumlah penduduk tiap kelurahan. Metode analisis yang diterapkan dalam penelitian ini ialah analisis korelasi serta regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis korelasi, mengidentifikasi lima faktor, harga daging babi,harga daging ayam, harga ikan, selera, dan pendapatan memiliki hubungan kuat dengan permintaan daging babi. Analisis regresi menegaskan bahwa empat variabel seperti: harga daging babi, harga daging ayam, harga ikan, dan pendapatan secara sangat nyata memengaruhi permintaan daging babi di Kecamatan Langke Rembong. Permintaan daging babi di wilayah tersebut bersifat elastis yaitu sebesar 1.816.