cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
Komposisi Botanis dan Produksi Biomasa Hijauan di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi Riau Infitria, Infitria; Anwar, Pajri; Jiyanto, Jiyanto; Sadarman, Sadarman
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.12402

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis hijauan yang tumbuh di Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian diawali dengan survey (observasi lapang dan penentuan lokasi) kemudian pengambilan sampel hijauan pada 5 Desa yaitu desa Koto Lubuk Jambi, Kasang, Air Buluh, Lubuk Ramo, Koto Cengar. Masing-masing Desa diambil 5 lokasi, setiap lokasi diambil 5 titik. Kemudian dilanjutkan dengan identifikasi jenis hijauan dan perhitungan produksi hijauan. Alat yang digunakan untuk pengambilan sampel hijauan terdiri dari kuadran 0.5 x 0.5 m2, gunting rumput, sabit, kantong plastik ukuran 10 dan ukuran 2 kg, karung, tali plastik, dan alat tulis. Perhitungan hijauan dengan persentase hijauan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat 10 jenis hijauan, yang terdiri atas rumput, legum dan gulma. Kesimpulan dari penelitian ini adalah hijauan yang paling dominan tumbuh di Kecamatan Kuantan Mudik adalah dari jenis rumput/gramineae 42.53% yaitu, Rumput Bede (Brachiaria decumbens) 13.94%, leguminosae 21.45% dan 36.03% gulma.
KARAKTERISTIK WILAYAH, DEMOGRAFI, DAN MOTIVASI PEMELIHARAAN AYAM RAS PETELUR DI KABUPATEN KONAWE SELATAN, SULAWESI TENGGARA Rahadi, Syam; Tyasari, Irma; Sarwoko, Endi; Rusno, Rusno
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.10812

Abstract

The business of laying hens in Konawe Regency, Southeast Sulawesi, has a very large opportunity, an area that is known as an agriculture-based area as well as a food support area for Kendari City as the provincial capital. This study aims to examine regional characteristics, demography of laying hen breeders, and motivation to raise livestock. This research is a qualitative research with a descriptive aim to describe certain conditions or phenomena. Information selection was carried out by purposive sampling, required to have experience in raising laying hens for 2 years and snowball sampling. Data collection was carried out by direct interviews and observations at plantation business locations. During the Covid-19 Pandemic visits to informants carried out strict health protocols. Some additional information for matters deemed important is confirmed and re-validated by telephone. The topography of the land in Konawe Selatan Regency generally has an undulating and hilly land surface. The height of the land above sea level ranges from 0-1000 meters, dominantly at an altitude of 100-500 meters which reaches 39%, with a land slope between 0-36 degrees, the soil type is dominated by grumosol, podzolic and latosol, between these hills, land stretches which are potential areas for the development of the agricultural and livestock sectors. The distribution of land use in South Konawe Regency is as much as 24% (1008.21 km2) which has the potential to be used as agricultural land and livestock. The average temperature, humidity, wind speed, air pressure, and solar radiation in South Konawe Regency throughout 2020 are as follows 26.79°C, 85.25%, 1 m/s, 1009.57 mb, and 47.33%. The main business of laying hens is 76.92% as breeders, the average age of breeders is 49.00 ± 16.65 years with farming experience of 7.49 ± 7.41 years. The education of breeders was dominated by high school graduates (46.15%) and university graduates (38.46%). In general, the motivation to raise laying hens is 92.31% as the main business and 7.69% as a side business.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KJUB PUSPETASARI DENGAN PEMBUATAN PAKAN TERNAK OLAHAN SENDIRI Priwardani, Nuriza
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.1659

Abstract

Pengamatan dilakukan di KJUB Puspetasari di desa Klepu, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.untuk mengetahui proses produksi pakan konsentrat untuk ternak ruminansia yang dijalankan pada KJUB Puspetasari. Konsentrat yang diproduksi meliputi konsentrat untuk sapi potong dan konsentrat untuk sapi perah dengan komposisi meliputi Limbah roti, dedak kasar, onggok, dedak halus, bungkil isi kapuk (Klenteng), bungkil kopra, bungkil kelapa sawit, kulit kopi, kult kacang, MK4, tetes tebu dan slaz. Bahan Sumber energi meliputi limbah roti, dedak kasar, onggok dan dedak halus. Bahan sumber protein meliputi Bungkil Klenteng, Bungkil Kopra dan Bungkil Kelapa Sawit. Sumber serat meliputi Kulit Kopi, Kulit Kacang dan MK 4. Additive meliputi Tetes Tebu dan Slaz. Berdasarka komposisi yang ada, selanjutnya dihasilkan pakan jenis BC (Beef Cattle) yang merupakan pakan untuk sapi potong dan DC (Dairy Cattle) yang merupakan pakan untuk sapi perah dengan kandungan nutrient masing-masing adalah Kontafeed (PK 11%, TDN 50,93%), BC 131 (PK 12,5%, TDN 54,05%), BC 132 (PK 12,5%, TDN 50,59%), dan BC133 (PK 12,5%, TDN 50,59%), DC 131 (PK 14,5%, TDN 67,54%), DC 132 (PK 15,5%, TDN 53,13%) dan DC 133 (PK 15,5%, TDN 53,13%). Proses Produksi yang dijalankan meliputi proses seleksi bahan, proses penimbangan bahan, proses produksi, pengemasan hingga akhirnya pemasaran. Proses produksi berjalan dengan memperhatikan prosedur keselamatan kerja yang meliputi penggunaan masker dan larangan merokok pada area produksi.
UJI KUALITAS FISIK KEBERADAAN JAMUR DAN PH SILASE RANSUM KOMPLIT BERBASIS AMPAS TEBU (Bagasse), INDIGOFERA DAN MOLASES DENGAN KOMPOSISI YANG BERBEDA Elviriadi, Elviriadi; Rodiallah, Muhamad; Nauli, Sarah; Jati, Putri Zulia; Effendi, Anwar
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.12419

Abstract

Pemanfaatan limbah ampas tebu sebagai bahan pakan alternatif yang merupakan salah satu upaya dalam mengatasi masalah lingkungan dan penyediaan pakan yang terbatas dimusim kemarau dan tidak bersaing dengan manusia dalam bentuk silase ransum komplit berbasis ampas tebu, indigofera dan molases dengan komposisi yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas fisik (keberadaan jamur dan pH) silase ransum komplit berbasis ampas tebu, indigofera dan molases dengan komposisi yang berbeda. Pembuatan silase dilakukan di Laboratorium Nutrisi dan Teknologi Pakan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial, 3 faktor level ampas tebu + indigofera, 2 faktor level molases, masing-masing unit perlakuan di ulang 3 kali. Faktor A adalah level ampas tebu + indigofera yaitu A1 = 100% ampas tebu + 0% indigofera; A2 = 75% ampas tebu + 25% indigofera; A3 = 50% ampas tebu + 50% indigofera dan Faktor B adalah level molases yaitu B0 = 5% molases dan B1 = 10% molases. Peubah yang diukur adalah keberadaan jamur, dan pH. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam, apabila antar perlakuan berpengaruh nyata maka dilakukan uji Duncan taraf 1% dan 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan A dan perlakuan B (P<0,01) terhadap warna, dan tekstur, namun tidak berinteraksi terhadap keberadaan jamur, dan pH. Faktor A berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH. Faktor B berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keberadaan jamur. Dapat disimpulkan komposisi 25% indigofera + 5% molases memberikan hasil terbaik untuk warna dan tekstur silase.
Analisis Break Even Point Usaha Peternakan Burung Puyuh di Desa Bulan Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten Kusumaningrum, Febriana; Meilani, Rosa; Habibah, Putri Nur; Kurniawati, Irma Radhiya; Natalia, Yessi; Faiziyah, Nuqhty
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.9914

Abstract

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, maka kebutuhan akan pangan, termasuk kebutuhan pangan hewani semakin meningkat.Banyak orang mencari makanan berprotein hewani yang terjangkau, termasuk telur,Telur puyuh sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, kandungan proteinnya tidak jauh berbeda dengan telur ayam. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui analisis keuangan dari Break Event Point (BEP) dari usaha peternakan burung puyuh yang ada di Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten.Usaha ini telah dijalankan pada tahun 2000 dan sampai sekarang. Pemilik usaha peternakan burung puyuh tersebut adalah Bapak Sri Ahmadi Wibowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan data utama didapatkan dari proses wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh peternak burung puyuh mengeluarkan biaya tetap sebesar Rp485.000 selama masa produksi dan biaya variable sebesar Rp88.900.000 terjadi selama masa produksi dan pengeluaran tahunan peternak burung puyuh sebesar Rp 89.385.000,00, biaya pakan dan obat-obatan sebesar Rp72.325.000 atau 80,91 persen. Keuntungan yang diperoleh perusahaan peternakan burung puyuh adalah sebesar Rp164.897.500 dengan menjual 476.900 butir telur utuh, 1.000 burung puyuh afkir (ekor) setiap masa produksi, 273 sak kotoran burung puyuh, dan 270 sak bekas pakan.
EVALUASI NUTRISI JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI MACAM BIOAKTIVATOR NUTRITIONAL EVALUATION RICE STRAW WITH VARIOUS BIOACTIVATORS Fidaus, Muhammad; Kamal, Mustafa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan Nutrisi jerami padi yang di fermentasi dengan berbagai macam bioaktifator. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial terdiri dari 4 ulangan dan 5 Perlakuan. Faktor yang diteliti adalah faktor perlakuan fermentasi jerami padi dengan berbagai macam bioaktifator “P” terdiri dari 4 taraf P0= jerami padi tanpa fermentasi (Kontrol), P1 = Bioaktifator bio sapi, P2 = BioaktifatorF + Booster, P3 = Bioaktifator SOC dan P4 = Bioaktifatorpromix. Parameter yang diamati adalah kadar air (%), kadar abu (%), kadar protein kasar (%), kadar lemak kasar (%), kadar serat kasar (%). Perlakuan fermentasi dengan menggunakan berbagai macam bioaktifator terhadap nutrisi jerami padi menunjukkan berbeda tidak nyata pada pengamatan kadar airPerlakuan P2 (fermentasi jerami padi menggunakan bioaktifator f+boooster ) 15.36% merupakan perlakuan yang terbaik. Kadar lemak kasar dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Berbeda nyata pada pengamatan kadar serat kasar. Berbeda sangat nyata pada pengamatan kadar abu dan protein kasar. 
Pemberian Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L) sebagai Konsentrat Tambahan Pasca Panen pada Level yang Berbeda terhadap Nilai Performans Ayam Broiler Harahap, Muharram Fajrin; Sipahutar, Luky Wahyu; Nurhalimah, Masayu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.12404

Abstract

Penelitian ini berjuan utuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap objek (ayam broiler), penelitian ini mengunakan rancangan percobaan RAL (rancangan acak lengkap) dengan perlakuan P0 = komersial; P1 = 50 gr tepung ubi jalar + 150 gr pakan komersial; P2 = 100 gr tepung ubi jalar + 100 gr pakan komersial; P3 = 150 gr tepung ubi jalar + 50 gr pakan komersial; P4 = 200 gr tepung ubi jalar. Data yang di teliti ialah konsumsi ransum yang diberikan dari setiap perlakuan terhadap objek dan juga menelliti pertambahan bobot badan  dari objek yang diteliti. Dalam penelitian ini konsumsi ransum terbaik terdapat pada perlakuan P3 = 150 gr tepung ubi jalar + 50 gr pakan komersial dengan hasil 251,32 gram/ekor. Dan bobot karkas tertinggi terdapat pada perlakuan P3 = 50 gr tepung ubi jalar + 150 gr pakan komersial dengan hasil 1,39 gram/ekor. Setelah hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA (analysis of variance) menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (P<0,05;0,01).
Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Bayam Konsumsi (Amaranthus sp.) Susanti, Ambar; Aisyah, Siti Nur; Masruri, Afiq
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.10876

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of manure application on the growth of consumption spinach (Amaranthus sp). The research was conducted at the Faculty of Agriculture, University of KH.A. Wahab Hasbullah in December 2022 to March 2023. The manure used in this study included cow manure, goat manure and chicken manure. This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments were PK0 (control without adding fertilizer), PK1 (adding cow manure), PK2 (adding goat manure), and PK3 (adding chicken manure). The research data were analyzed using the F test at the 5% level and continued with the BNT test at the 5% level. The results showed that the addition of manure from the waste raw materials of the three types of manure affected plant height, number and leaf area of consumption spinach plants better than the control. Manure as raw material for goat manure had significant plant height (21.25 cm), number of leaves (8.33), and leaf area (3.72 cm2) compared to the other 3 treatments. Keywords: manure, growth, consumption of spinach
RESPONS PETERNAK TERHADAP SISTEM KEMITRAAN PADA USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Yasin, Muhammad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons peternak, dan untuk menganalisis korelasi antara karakteristik terpilih peternak dengan respons peternak terhadap sistem kemitraan pada usaha peternakan ayam broiler di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan Juli 2020 dengan menggunakan metode deskriptif-korelasional. Dalam penelitian ini, 30 orang peternak plasma dipilih sebagai sampel responden secara proporsional random sampling. Pengukuran variabel, baik variabel bebas maupun variabel terikat dilakukan dengan skala ordinal dan sistem skor. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji statistik korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan, bahwa respons peternak terhadap sistem kemitraan pada usaha peternakan ayam broiler secara umum termasuk kriteria baik atau positif, serta korelasi antara beberapa karakteristik terpilih dan respons peternak bervariasi dari lemah sampai kuat. Dua variabel karakteristik yang berkorelasi kuat dengan respons peternak terhadap sistem kemitraan pada usaha peternakan ayam broiler adalah tingkat pendidikan (p<0,01) dan motivasi kemitraan (p,0,05)
PENGARUH PENDIDIKAN PETERNAK TERHADAP ZOOTEKNIS SAPTA USAHA PETERNAKAN KAMBING LAKOR DI DESA WERWAWAN KECAMATAN LAKOR KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Juwaher, Makatita
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.13338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan peternak terhadap zooteknis sapta usaha beternak kambing di Desa Werwawan. Penelitian ini menggunakan metode survey yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung dengan peternak yang berpedoman pada kuesioner. penentuan Desa sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan jumlah ternak terbanyak. Sebanyak 30 responden dilibatkan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode acak sederhana. Data dianalisis menggunakan analisis  deskriptif kuantitatif dan regresi linier berganda. Pengaruh pendidikan berpengaruh nyata terhadap bibit (X1)dan pakan (X2). Sedangkan perkandangan (X3), reproduksi (X4),  pengendalian penyakit  (X5), dan pemasaran (X6),  tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pendidikan peternak.  Koefisien determinasi (R2) berfungsi untuk melihat berapa besar pengaruh semua variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) (Sugiyono, 2008). Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,222 atau 22,2% menunjukkan bahwa besarnya pengaruh bibit (X1),pakan (X2), perkandangan (X3), reproduksi (X4), penyakit (X5)  dan pemasara (X6), terhadap pendidikan peternak (Y) secara simultan adalah  22,2% dan sisanya 77,8%  dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model persamaan