cover
Contact Name
Andes Fuady
Contact Email
andes@um-tapsel.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muharram.fajrin@um-tapsel.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science)
ISSN : 25483129     EISSN : 25991736     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) menginformasikan hasil penelitian asli dan telaah pustaka dalam bidang peternakan meliputi : produksi, nutrisi, pengolahan hasil, pengolahan limbah, kesehatan ternak dan hijauan pakan ternak yang belum dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain. Terbit dua kali setahun januari dan juli
Arjuna Subject : -
Articles 328 Documents
PENGARUH TEPUNG BUAH KESEMEK (Dyospyros kaki L) TERHADAP BOBOT BADAN AYAM PETELUR JANTAN (KALASAN) DENGAN LEVEL PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA Fita Ridhana; Luky Wahyu Sipahutar; Nisa Rahmadani
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.10151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung buah kesemek (Dyospyros kaki L) terhadap peningkatan bobot badan ayam petelur jantan (Kalasan) dengan level pemberian pakan yang berbeda.  Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah buah kesemek sebanyak 6 kg yang sudah menjadi tepung buah kesemek, sampel ayam yang digunakan sebanyak 64 ekor Ayam Petelur Jantan (kalasan). Rancangan penelitian yang akan digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL Yij = µ + αi + Eij) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan terdapat 4 anak ulangan. Pertambahan bobot badan (PBB) dan dapat dihitung dengan rumus PBB = BB t - (BB t-1). Sedangkan bobot badan akhir PBB (g/ekor/minggu) = BB Akhir Mingguan – BB awal mingguan. Data yang di peroleh akan di analisis menggunakan analisis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata (P≤0,05) pada pemberian tepung buah kesemek terhadap pertambahan bobot badan ayam dan bobot badan akhir ayam. Rataan pertambahan bobot badan (PBB) ayam petelur  jantan  selama  penelitian berkisar  antara  93,6-105,0  g/ekor/minggu. Rataan berat akhir ayam petelur jantan berkisar 775-870 Gram.
PRODUKTIVITAS INDUK KAMBING KACANG, BLINGON DAN PERANAKAN ETAWA YANG DIPELIHARA SECARA SEMIINTENSIF Yusni Khairani Tampubolon; Zakiyah Nasution
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.8590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui produktivitas kambing Kacang, Peranakan Etawa (PE) dan Blingon yang dipelihara bersama dengan sistem semiintensif.  Induk yang digunakan ialah kambing dengan paritas ke satu sebanyak sebanyak 21 ekor dengan rincian tujuh induk kambing Kacang, tujuh induk kambing PE dan tujuh induk kambing Blingon. Cempe yang digunakan sebanyak 17 ekor. Kambing dipelihara dikandang kawin bersama pejantan dengan bangsa yang sama. Setelah melahirkan, induk dan cempe dipindahkan ke kandang individu. Setelah anak berumur sebulan, induk dan cempe dipindahkan kekandang kawin. Saat mencapai umur sapih 90 hari anak dipisahkan dari induknya. Data yang diambil meliputi; interval kelahiran (IK), bobot lahir, bobot sapih, pertambahan bobot badan harian (PBBH), litter size, mortalitas prasapih, laju reproduksi induk (LRI) dan Produktivitas induk (PI). Data dianalisis menggunakan One way – ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan Induk kacang memiliki IK paling pendek (P<0.01) daripada induk PE dan Blingon sebesar 229,14±35,39 hari. Kambing PE memiliki bobot lahir paling besar (P<0.05) daripada kacang dan Blingon sebesar 3,26±0,72kg. Kambing PE memiliki bobot sapih paling tinggi (P<0.01) sebesar 10,29±0,88kg. Kambing PE memiliki PBBH paling tinggi (P<0.01) dari Kacang dan Blingon sebesar 0,08±0,01kg/hari. Induk Kacang dan Blingon memiliki LRI yang lebih tiggi (P<0.01) daripada induk PE yaitu berturut – turut 1,82±0,23dan 1,65±0,25 ekor/tahun. Disimpulkan Kambing kacang memiliki laju reproduksi induk dan interval kelahiran lebih baik daripada kambing PE dan Blingon. 
KUALITAS FISIK DAN NUTRISI FERMENTASI JERAMI PADI DENGAN PENAMBAHAN BERBAGAI JENIS GULA Infitria Infitria; Pajri Anwar; Jiyanto Jiyanto
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.10106

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan nutrisi jerami fermentasi dengan berbagai jenis penambahan gula. Penelitian terdiri atas tiga tahap yaitu survey, pengambilan jerami padi dan kualitas fisik dan nutrisi fermentasi jerami padi. Rancangan penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan  4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0= Kontrol, P1= fermentasi jerami dengan penambahan gula pasir, P2= fermentasi Jerami dengan penambahan gula merah, P3= Fermentasi jerami dengan penambahan sirup marjan, P4= fermentasi jerami dengan penambahan  sari kurma. Parameter yang diamati adalah kualitas  fisik berupa warna, aroma/bau dan tekstur. Kualitas nutrisi berupa kandungan bahan kering, abu, serat kasar, protein kasar, lemak kasar dan BETN. Hasil penelitian memperlihatkan kualitas fisik fermentasi jerami padi berupa warna, aroma, tekstur dan suhu memperlihatkan perbedaan antara perlakuan P0 kontrol dengan P1, P2, P3 dan P4 dengan penambahan berbagai jenis gula. Begitu juga dengan kualitas nutrisi memperlihatkan kandungan yang berbeda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan terbaik pada kualitas fisik dan kualitas nutrisi yaitu perlakuan P4 dengan penambahan sari kurma, protein kasar 9.86% dan serat adalah 27.32%.
NILAI NUTRIENT KULIT JAGUNG MANIS (Zea mays Saccharata) YANG DI FERMENTASI DENGAN BERBAGAI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) SEBAGAI PAKAN TERNAK KERBAU RAWA Bagus Dimas Setiawan
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.8250

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui uji organoleptik seperti pH, warna,aroma, tekstur dan nilai nutrient seperti bahan kering, kadar air, protein kasar dan lemak kasar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan 5 (lima) perlakuan dengan 4 (empat) kali ulangan yakni : K0 = Kulit jagung tanpa pemberian MOL (Kontrol), K1 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Bonggol pisang kepok, K2 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Rebung mayan, K3 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Buah jeruk brastagi, K2 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Rebung mayan, K3 = Kulit jagung 1 kg  + 35 ml MOL Buah jeruk brastagi, K4 = Kulit jagung 1 kg + 35 ml MOL Sayur sawi putih. Untuk melihat pengaruh dari masing-masing perlakuan di uji dengan menggunakan anailis sidik ragam, apabila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Parameter yang diamati yaitu pH, warna, aroma, tekstur, bahan kerin, kadar air, protein kasar dan lemak kasar.  Berdasarkan hasil penelitian didapatkan pH berpengaruh sangat nyata (P<0.01), sedangkan aroma, warna dan tekstur tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Nilai nutrient bahan kering, kadar air, protein kasar dan lemak kasar tidak berpengaruh nyata (P>0.05). Disimpulkan bahwa perlakuan K3 dengan menggunakan mikroorganisme lokal dari limbah jeruk brastagi memberikan pengaruh terbaik. 
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI Pennisetum purpureum cv. Mott YANG DIBERIKAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS DENGAN LEVEL BERBEDA I Made Adi Sudarma; Junesius Opang Maramba Njara; Denisius Umbu Pati
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.6138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh performans Pennisetum purpureum cv. Mott (rumput Odot) yang diberikan pupuk bokashi sludge biogas dengan level 0, 15 dan 30 ton/hektar. Penelitian ini menggunakan bibit rumput Odot, bedengan tanah ukuran 160 x 160 x 45 cm, sludge biogas, EM-4, dedak padi, sekam padi, gula air, dan air. Adapun alat-alat yang digunakan sekop, pacul, ember, sabit, terpal, palat drum dan pengukur suhu lingkungan. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Kristen Wira Wacana Sumba. Rancangan Percobaan yang digunakan adalah eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakukan dan 4 ulangan sehingga terdapat 12 unit percobaan. Setiap unit percobaan ditanami 9 anakan/ stek rumput Odot sehingga total terdapat 108 anakan rumput Odot. Perlakuan P0 : tanpa pemberian pupuk; P1 : pemberian pupuk 15 ton/ha; dan P2 : pemberian pupuk 30 ton/ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P<0.05) perlakuan pupuk level 15 dan 30 ton/ha terhadap perlakuan kontrol (tanpa pemberian pupuk) pada variabel tinggi tanaman, panjang daun dan produksi bahan segar namun tidak terdapat pengaruh nyata (P>0,05) pada variabel jumlah anakan. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk bokashi sludge biogas hingga 30 ton/ha dapat meningkatkan produksi rumput odot.
PENGARUH PENAMBAHAN Effective Microorganism 4 (EM4) TERHADAP KUALITAS KOMPOS CAMPURAN FESES SAPI DAN PELEPAH SAWIT Emilia Wahyu Saputri; adriani adriani; hardi syafria
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i1.8722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dosis EM4 terhadap kualitas kompos yang menggunakan feses sapi dan pelepah sawit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 pelakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari A0= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4%, A1= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4% + EM4 1%, A2= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4% + EM4 2%, A3= feses sapi 50% + pelepah sawit 45% + urea 1% + dedak 4% + EM4 3%. Peubah yang diamati yaitu sifat fisik (warna, bau dan tekstur), suhu, pH, penyusutan dan unsur hara (C, N, P, K) dan C/N rasio. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa kompos dengan penambahan EM4 berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kandungan C, N, P, C/N rasio, dan berbeda tidak nyata (P>0.05) terhadap kandungan K. Kesimpulan penelitian ini bahwa pembuatan kompos dengan kategori baik pada penambahan EM4 1%, 2% dan 3% terhadap sifat fisik (warna, bau, dan tekstur), untuk kandungan unsur hara kompos dengan penambahan 1% (C,N,P, K dan rasio C/N), penyusutan dan pH sudah memenuhi standar SNI (19-7-030-2004).
UJI ORGANOLEPTIK PADA DAGING AYAM PETELUR AFKIR YANG DIREBUS DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT NENAS (Ananas comosus) Nur’aini Nur’aini
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v6i2.10676

Abstract

Ayam petelur afkir banyak dimanfaatkan sebagai ayam penghasil daging, namun memiliki beberapa kelemahan yaitu mempunyai kualitas daging lebih rendah dibanding ayam pedaging karena memiliki aroma yang kurang disukai dan tekstur daging yang kasar serta alot. Tingkat kealotan pada daging ayam ras petelur afkir dipengaruhi oleh faktor umur yang relatif tua, sehingga kandungan kolagen pada jaringan ikat semakin meningkat. Pemanfaatan ekstrak dari limbah kulit nenas dapat dijadikan sebagai bahan untuk pengempukan daging ayam petelur afkir karena adanya kandungan enzim bromelin pada buah nenas (Ananas comosus) maupun kulit nenas, dimana enzim ini merupakan salah satu enzim protease yang dapat menghidrolisa protein termasuk kolagen sehingga dapat mengempukkan daging ayam petelur afkir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas daging ayam petelur afkir yang direbus dengan penambahan ekstrak kulit nenas (Ananas comosus) melalui uji organoleptik. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah R0A : perebusan daging paha tanpa ekstrak kulit nenas; R0b : perebusan daging dada tanpa ekstrak kulit nenas; R1 : perebusan daging paha + ekstrak kulit nenas; R2 : perebusan daging dada + ekstrak kulit nenas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kulit nenas pada perebusan daging ayam petelur afkir menghasilkan warna putih agak kecokelatan pada daging ayam bagian paha dan warna putih pada bagian dada, tetapi memiliki aroma, tekstur dan rasa yang sama yaitu agak amis, empuk dan gurih. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak kulit nenas pada perebusan daging ayam afkir dapat meningkatkan kualitas daging baik dari warna, aroma, tekstur dan rasa daging ayam baik bagian paha maupun dada.
Determinasi Kualitas Dedak Padi yang Dipasarkan Di Kota Jambi Secara Uji Makroskopik Dan Kimiawi karunia, rachmat
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.9370

Abstract

Pakan merupakan salah satu faktor yang penting dalam upaya peningkatan produksi ternak. Salah satu bahan pakan yang digunakan bukan hanya untuk unggas tetapi ruminansia dan ternak monogastrik lainnya adalah dedak padi. Dedak padi merupakan salah satu limbah agroindustri penggilingan padi. Selain itu, dedak padi banyak digunakan sebagai bahan penyusun ransum. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas dedak padi yang dipasarkan di Kota Jambi berdasarkan uji makroskopik (kerapatan tumpukan, kerapatan sekam) dan kandungan kimiawi (kadar air, kadar abu, protein kasar dan serat kasar) serta mengetahui tingkat pencampuran (adulteration) sekam pada dedak padi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) tak seimbang terdiri dari 4 perlakuan, Perlakuan tersebut antara lain ; P1 : toko bahan pakan ternak skala besar (> 2000 ton/bulan); P2 : toko bahan pakan ternak skala sedang (1000 – 2000 ton/bulan); P3 : toko bahan pakan ternak skala kecil (<1000 ton/bulan); P4 : dedak murni (huller). Analisis data dilakukan dengan sidik ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kerapatan tumpukan, persentase sekam, protein kasar dan serat kasar berpengaruh nyata (P<0,05) pada toko bahan pakan ternak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kualitas dedak padi pada toko bahan pakan ternak di Kota Jambi secara kimiawi memiliki kualitas kurang baik. Hal ini disebabkan kadar serat kasar pada dedak padi yang tinggi dan kadar protein kasar yang rendah sehingga dapat mengakibatkan pertumbuhan ternak terhambat. Persamaan hubungan kerapatan tumpukan dengan protein kasar dan serat kasar tersebut dapat membantu dalam pendugaan sifat kimia terutama protein kasar dan serat kasar.
Kualitas Semen Ayam Arab Yang Di Berikan Pakan Fermentasi Berupa Daun Indegofera Sp Dan Eurycoma longifolia (EL) Mustaqim, Mustaqim; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untu mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pakan fermentasi berupa daun Indegofera Sp  dan Eurycoma Longifolia (El) terhadap kualitas semen ayam arab. Penelitian ini menggunakan rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dimana perlakuakn  terdiri  P.1 : Pakan Komersil, P.2 : 80% daun Indegofera sp + 20% daun Eurycoma longifolia (El), P.3: 70% daun Indegofera sp + 30% daun Eurycoma longifolia (El), P.4 : 60% daun Indegofera sp + 40% daun Eurycoma longifolia (El). Koleksi semen dilakukan pada hari 30 setelah pemberian pakan. Data kualitas semen yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kombinasi pakan fermentasi berupa daun Indegofera Sp  dan Eurycoma Longifolia (El) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas spermatozoa ayam arab. Kesimpulan yang dihasilkan pemberian pakan fermentasi berupa daun Indegofera sp dan Eurycoma longifolia (El) mampu meningkatkan kualitas semen ayam arab yang dihasilkan. 
SUPLEMENTASI TEPUNG BIJI ALPUKAT DALAM PAKAN TERHADAP KONVERSI PAKAN DAN INCOME OVER FEED COST PUYUH (Cortunix cortunix japonica) Bahari, Akbar Satria
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 7, No 2 (2023): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v7i2.10495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suplementasi tepung biji alpukat dalam pakan terhadap konversi pakan puyuh dan income over feed cost (IOFC) puyuh. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor puyuh betina umur 3 minggu. Bahan pakan yang digunakan adalah jagung, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung biji alpukat, minyak kelapa sawit, kalsium karbonat (CaCO3),premix, lisin dan metionin. Percobaan dilakukan dengan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor puyuh. Perlakuanterdiri dari R0= suplementasi tepung biji alpukat0%, R1= suplementasi tepung biji alpukat 3%, R2= suplementasi tepung biji alpukat 6%, R3= suplementasi tepung biji alpukat 9%. Rataan konversi pakan pada perlakuan R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan adalah 3,39 ± 0,29, 3,44 ± 0,17, 3,33 ± 0,58, dan 3,58 ± 0,50. Rataan IOFC pada perlakuan R0, R1, R2, dan R3 secara berurutan adalah Rp 2.016,90 ± 760,73/g, Rp 1.699,65 ± 379,78/g, 1.999,17 ± 1.156,64/g dan Rp 1.318,26 ± 698,91/g. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konversi pakan dan IOFC. Kesimpulan penelitian ini adalah suplementasi tepung biji alpukat dalam pakan belum mampu menurunkan konversi pakan dan meningkatkan nilai income over feed cost puyuh.