cover
Contact Name
Dr. Sholihah Titin Sumanti, M.A
Contact Email
sholihah.sumanti@gmail.com
Phone
+6281396899639
Journal Mail Official
solihah.sumanti@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam)
ISSN : -     EISSN : 25808311     DOI : 10.30829/juspi.v3i1
Core Subject : Humanities, Social,
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) publishes scientific articles in the fields of historical, social and humanities. JUSPI invites academics to publish their research articles, especially historical, social and humanities studies with Islamic themes, for example about Islamic groups or communities, Muslim minorities, culture and traditions, education, organization and politics, civilization, heritage and architecture, social change, intellectual and thought, biography, historiography, press and literacy, as well as science and technology. The editor also received a book review to be published in a special section of the publication. The articles can be written to be submitted in Indonesia and English. JUSPI is published by the Department of Sejarah Peradaban Islam, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. It is published twice a year in July and January.
Articles 188 Documents
Islamisasi Penulisan Sejarah: Survey Gagasan Hamka dan Ahmad Mansur Suryanegara Tiar Anwar Bachtiar
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.045 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.3035

Abstract

Semenjak ada usaha untuk menuliskan sejarah Indonesia setelah Indonesia merdeka sebagai upaya untuk mendefinisikan bentuk “Indonesia” sebagai sebagai sebuah bangsa dan komunitas politik, dari kalangan aktivis dan pemimpin Islam banyak yang mengajukan keberatan. Pada umumnya mereka mengajukan keberatan bahwa Indonesia yang digambarkan terlalu bernuansa Hindu dan memberikan ruang yang sangat sempit bagi sejarah umat Islam. Di antara tokoh yang sangat vokal menyuarakan keberatan ini adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dan Ahmad Mansur Suryanegara (AMS). Tulisan ini bertujuan mengungkap bagaimana gagasan keduanya tentang Islamisasi penulisan sejarah Indonesia yang dirasakan keduanya kurang “Islam”. Berdasarkan survey terhadap karya-karya sejarah Indonesia yang ditulis oleh keduanya, maka dapat ditemukan bahwa baik HAMKA yang tidak secara khusus dilatih sebagai sejarawan dan AMS yang merupakan dosen sejarah di Universitas Padjadjaran sama-sama berusaha menawarkan peng-Islam-an penulisan sejarah Indonesia dengan memberikan ruang lebih luas untuk diangkatnya peran umat Islam dalam sejarah Indonesia semenjak kedatangan Islam yang diperkirakan HAMKA sudah ada sejak abad ke-7 M. Hanya saja, keduanya tidak ditemukan merumuskan metodologi yang ajeg dalam melakukannya. Kelihatannya AMS yang dididik dalam metodologi Barat dalam penulisan sejarah tidak terlampau mempermasalahkan perihal metodologi sejarah walaupun datang dari Barat.Kata Kunci: Islamisasi; Islamisasi Penulisan Sejarah; HAMKA; Ahmad Mansur Suryanegara; Peran Islam dalam Sejarah Indonesia.
Peranan Tuan Guru Haji Muhammad Kasyful Anwar dan Tuan Haji Setta dalam Mendirikan Pesantren Darussalam Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 1924 Yusliani Noor; Rabini Sayyidati
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.843 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.3037

Abstract

Dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan mengenal pula kelompok pedagang dan pengusaha. Pedagang dan pengusaha yang sukses, dikenal dengan istilah; saudagar dan  juragan. Sebutan kehormatan untuk meraka adalah Tunji, singkatan dari Tuan Haji. Sejak tahun 1892 Pemerintah Kolonial Belanda telah mendirikan sekolah Kelas Dua untuk anak-anak rakyat biasa dan juga sekolah untuk anak-anak pegawai Pemerintah Kolonial. Motivasi memajukan pendidikan Islam di Martapura Kalimantan Selatan sejak 1900 semakin besar. Mengingat daerah lainnya telah mendirikan sekolah Islam. Lembaga pendidikan Islam tersebut, sebagai upaya mengimbangi intensifnya Pemerintah Kolonial Belanda dalam mendirikan sekolah-sekolah sekuler di Banjarmasin. Dalam rangka menahan arus pengaruh pendidikan barat yang dikelola Pemerintah Kolonial Belanda, Tuan Guru Muhammad Kasyful Anwar bekerjasama dengan Tuan Haji Setta, seorang saudagar Banjar mendirikan Pesantren Darussalam di Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Setidaknya, Pesantren Darussalam Martapura, Kalimantan Selatan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat Islam, yang memiliki ciri Ahlussunnah wal-jamaah, dengan tradisi ke NU-an.Kata Kunci: Tuan Guru, Tuan Haji, Pesantren.
Sejarah Agama Islam di Kerajaan Mataram pada Masa Penembahan Senapati (1584-1601) Rizal Zamzami
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.926 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1519

Abstract

Kerajaan Mataram merupakan Kerajaan Islam yang berada di pedalaman Jawa yang dipimpin oleh Panembahan Senapati pada tahun 1584-1601 M. Pada masa Panembahan Senapati Agama Islam sudah banyak dianut oleh penduduk di Kerajaan Mataram hanya saja pola keagamaanya cenderung sinkretis. Sebagai raja di Kerajaan Mataram, Panembahan Senapati menjadikan Agama Islam sebagai agama resmi kerajaan. Secara garis besar pola kebijakan Panembahan Senapati terhadap agama di  Kerajaan Mataram Islam adalah mengangkat wali-wali Kadilangu sebagai penasihat dan pembimbing kerajaan, pengembangan tradisi Islam dan memberikan jawatan pemerintahan yang disebut Reh Pengulon (Lembaga Kepenghuluan). Obyek kajian keagamaan pada masa Panembahan Senapati diteliti dengan menggunakan pendekatan politik yang tentu tidak bisa lepas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh para pemimpin, dalam hal ini Panembahan Senapati sebagai raja di Kerajaan Mataram. Selanjutnya metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian kepustakaan, yang berupa sumber tertulis, seperti artikel dan buku-buku, yang di dalamnya didapatkan data kuantitatif, dengan tanpa melewatkan proses verifikasi dan interpretasi. Tujuan penelitian ini adalah memahami kebijakan agama Panembahan Senapati terhadap Agama Islam di Kerajaan Mataram Islam.Key Words: Panembahan Senapati, Kerajaan Mataram, dan Agama Islam di Kerajaan Mataram. 
Potret Pendidikan Islam di Pamekasan Madura (Peran KH. Ahmad Madani dalam Pendidikan dan Pengembangan Masyarakat di Ponpes Sumber Bungur Pamekasan Madura 1960-2006) Mohammad Sholeh
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.962 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1749

Abstract

This study describes the role of KH. Ahmad Madani in education and community development at boarding school of Sumber Bungur. The method used in this study is the historical method, which uses a biographical approach. Biographical approach is an approach that seeks to understand and deepen keperibadian (figures) based on the background of the cultural social environment in which the character was raised, how the education process is experienced, the characters that are around him. The technique of data collection is by literature study and interview. The author collects data related to the discussion that will the author do. Data collected from interviews, books, journals, theses, internet and articles. The writer then criticized the source that has been obtained, which then performed data analysis and taken conclusions. The results of this study is Ahmad Madani is a pioneer and a figure who care about the education system in Madura, especially in Pakong Pamekasan District. From his ideas, around the 1960s, he was able to integrate both educational systems by establishing his own schools where religious knowledge and common knowledge were taught, although at the beginning of his pioneering many societies and even religious leaders considered KH. Ahmad Madani has continued the heritage and culture of Dutch clones, by incorporating the general materials into the educational institution he pioneered. Whereas the general matter is a subject matter brought by westerners whose connotation is that the western man is a Gentile.Keywords : Pesantren Education, Education in Ponpes Sumber Bungur.
Konstruksi Pembelajaran Sejarah Islam Berbasis Teks Kajen dan Serat Cebolek dengan Pendekatan Ways of Knowing Manggara Bagus Satriya Wijaya; Hermanu Joebagio; Sariyatun Sariyatun
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.611 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1676

Abstract

Learning History in the Curriculum as a whole emphasizes the importance of collective memory so that inhibits the growth of critical reasoning in the Student. This review covers an alternative approach in teaching history subjects applied in senior high school. The use of the concept of critical questions and emancipatory models of "ways of knowing" by Juergen Habermas is a strategy taken by teachers in teaching history lessons that can arouse the critical awareness of student. In-depth research is done by qualitative method to know the activity of teachers and learners thoroughly at the time of learning about the history of Shaykh Ahmad Mutamakkin and the settlement of his case stipulated in the Kajen manuscript and Cebolek manuscript as enrichment of the material history Mataram Islamic Kingdom. The results showed that during the learning prose took place the teacher has succeeded in creating the creation of the process of emancipation in the students themselves. Such emancipation enables an increase in the interest of learners to create their own knowledge on the material discussed in a historical perspectiveKata kunci: local wisdom in history, critical pedagogy in teaching history, emancpatory reserach
“Wayang dan Seni Pertunjukan” Kajian Sejarah Perkembangan Seni Wayang di Tanah Jawa sebagai Seni Pertunjukan dan Dakwah Bayu Anggoro
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.988 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1679

Abstract

Kehidupan masyarakat Jawa yang penuh dengan tradisi mulai mengalami perubahan ketika Islam memasuki pulau Jawa. Para pembawa dan penyebar Islam mencari celah di antara kekuatan animisme dan dinamisme, berbagai saluran dan upaya dilakukan untuk memasukan ajaran Islam masuk ke Jawa, penduduk Jawa sarat dengan kehidupan mistik yang diwujudkan dalam upacara-upacara tradisi pemujaan roh nenek moyang. awal timbulnya wayang erat hubungannya dengan pemujaan roh leluhur yang disebut hyang. Untuk  menghormati dan memujanya agar selalu dilindungi dilakukan berbagai cara, salah satu dengan pertunjukan bayang-bayang. Pertunjukan bayang-bayang roh leluhur ini terus dilakukan sehingga menjadi suatu tradisi dalam masyarakat agraris.Kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan, merupakan bentuk aktivitas manusia dalam  tujuan tertentu, oleh karena itu seni mengkomunikasikan nilai yang mendasari tindakan manusia. Salah satu bentuk kesenian itu adalah pergelaran wayang kulit. Dimana bentuk kebudayaan dari wayang dilambangkan dengan tokoh punakawan. Sedangkan inti pokok dari kebudayaan adalah cipta, rasa dan karsa. bagaimana asal usul kesenian wayang kulit, Pengertian tentang wayang kulit, sejarah fungsi dan peranan Wayang kulit pada masa Walisongo dan masa sekarang.Kata kunci: wayang, seni pertunjukan, sejarah wayang
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dinasti Abbasiyah Periode Pertama Vita Ery Oktaviyani
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.582 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1734

Abstract

Sebagai dinasti yang besar Abbasiyah sangat penting untuk dipelajari, mengingat pada masa itu peradaban Islam mengalami puncak kejayaan. Ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami perkembangan yang pesat terutama pada periode pertama. Oleh karena itu dalam tulisan ini akan dibahas beberapa hal seputar dinasti tersebut mulai dari sejarah singkat Dinasti Abbasiyah serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi apa saja yang berkembang.
Kontribusi KH. Zainal Abidin Munawwir di Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, 1989 M – 2014 M Muhammad Yeni Rahman Wahid
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.866 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1735

Abstract

KH. Zainal Abidin Munawwir memiliki kontribusi yang cukup besar dalam kehidupan masyarakat, antara lain adalah pemikiran-pemikiran tentang ilmu fiqh, nasehat-nasehat dalam menyikapi permasalahan masyarakat masa kini, dan hasil dari pemikiran serta pendapatnya diwujudkan dalam menulis kitab /buku. Adapun kontibusi yang paling menonjol adalah peran Mbah Zainal dalam perkembangan dan kemajuan Pondok Pesantren  al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, yang diwujudkan dengan mendirikan dua lembaga pendidikan agama klasik (salaf), yaitu: Madrasah Salaiyyah II dan Perguruan Tinggi Ma’had Aly al-Munawwir Krapyak. Untuk mengetahui lebih dalam tentang KH. Zainal Abidin Munawwir maka digunakan pendekatan biografi dan menggunakan teori peran sosial yang dikemukakan oleh Erving Goffman. Penelitian ini berusaha mengungkap sejarah perjalanan hidup K.H. Zainal Abidin Munawwir sejak lahir hingga wafatnya serta kontribusinya dalam masyarakat, sehingga dalam penulisannya, peneliti menggunakan metode historis.
Perubahan Pemerintahan Mukim di Langsa pada Era Kolonial, 1907-1942 Muhammad Zakir
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.275 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.3039

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji perubahan struktur pemerintahan Mukim di Langsa pada Era Kolonial Belanda (1907-1942). Mukim merupakan lembaga institusional pemerintah adat di Aceh yang telah lama berdiri secara otonom. Pembentukan wilayah Mukim terkait erat dengan keberadaan untuk pengaturan kehidupan sosial (adat) maupun untuk kehidupan beragama (hukum) dan serta kemudian muncul menjadi unit pemerintah lokal. Federasi Mukim ini dipimpin oleh seorang Imeum, yang disebutkan sebagai Imuem Mukim. Dengan demikian Mukim bertipikal agama yang mengayomi masyarakat.Kata Kunci: Pemerintahan Mukim, Imeum Mukim, Langsa.
Review Book The Voice of The Past: Oral History Karya Paul Thompson Budi Sujati; Setia Gumilar
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.631 KB) | DOI: 10.30829/j.v2i2.1623

Abstract

Ingatan manusia terkandung sebuah peristiwa sejarah yang tidak akan dilupakan begitu saja oleh orang yang mengalaminya. Namun tidak semua ingatan yang ada dalam pikiran manusia bisa menjadi sebuah sejarah, karenanya berkaitan dengan ingatan/suara-suara dari masa silam jika tidak ada yang menuliskannya maka suara-suara tersebut akan hilang ditelan masa. Berkaitan dengan tersebut, Thompson menuliskan tentang teori dan praktek sejarah lisan. Dalam tulisannya menjelaskan bagaimana sejarawan menggunakan sumber berkaitan dengan bukti lisan yang bisa diandalkan. Dalam tulisannya ia membagi kedalam 8 sub tema: sejarah dan komunitas, sejarawan dan sejarah lisan, pencapaian sejarah lisan, bukti, proyek lisan, wawancara, interpretasi dalam menciptakan sejarah. Dengan  pembagian kedalam beberapa tema tersebut memudahkan proses transformasi dan transmisi dalam memudahkan sejarawan menjelaskan historiografi. Sehingga cakupan penulisan sejarah pun diperluas dan diperkaya, dan pada saat yang bersamaan, pesan sosialnya berubah. Penelitian ini menggunakan metode review buku dimana bab per bab, sehingga akan memunculkan sebuah ringkasan dalam menggunakan buku tersebut.  

Page 4 of 19 | Total Record : 188