cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 114 Documents
POLITIK GLOBAL DAN ISU TERORIS Irwansyah Irwansyah
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.279 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v1i2.5303

Abstract

Politik Global dan Isu Terorisme dua hal yang pada mulanya tidak mumpunyai kaitan sama sekali, karena “Politik Global” terkait dengan satu era yang disebut “Global” atau “Globalisasi” yakni proses marketing dari sebuah hasil product yang transnasional, yang gejalanya dimulai tahun 1990-an, sedangkan “Isu Terorisme” muncul belakangan, yakni sepuluh tahun kemudian.Kata Kunci : Politik, Global, Globalisasi, Transnasional Global Politics and Terrorism Issues two things that at first did not mump Participation at all, because "Global Politics" is related to an era called "Global" or "Globalization" which is the marketing process of one transnational product, whose symptoms began in 1990- a, while the "Terrorism Issue" appears, which is ten years later.Keywords: Politics, Global, Globalization, Transnational
TERORISME DAN ISLAM FUNDAMENTALISME Zulkarnain Nasution
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.493 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v1i2.5334

Abstract

Terorisme adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk meraih tujuan yang tidak manusiawi dan buruk (mufsid) dan mengancam segala macam jenis keamanan, dan pelanggaran atas hak azasi yang ditegaskan oleh agama atau manusia. Terorisme menyentuh beberapa aspek kehidupan manusia termasuk peradaban, politik, ekonomi, hingga agama. Akbar S. Ahmad menganalisis fundamentalisme sebagai sesuatu yang identik dengan golongan radikal (salah satu dari analisis segi tiga kesarjanaan Muslim), dan tampaknya pemikir postmodern ini menambah satu lagi ciri kaum fundamentalisme ini, yaitu vulgaritas, cenderung menggunakan kata-kata kotor dan kasar untuk menyudutkan lawan-lawan polemiknya, bahkan mereka sering kali tidak menyadari bahwa mereka telah membela kebenaran dengan cara kasar dan menjijikkan. Terrorism is an action taken to achieve a goal that is inhuman and bad (mufsid) and threatens all types of security, and violations of human rights that are affirmed by religion or humans. Terrorism touches several aspects of human life including civilization, politics, economics, and religion. Akbar S. Ahmad analyzed fundamentalism as something identical to the radical group (one of the analysis of the Muslim scholarship triangle), and it seems that this postmodern thinker added another characteristic of this fundamentalism, namely vulgarity, tending to use dirty and rude words to corner his polemic opponents, even they often do not realize that they have defended the truth in a rude and disgusting way
PARADIGMA ISLAM RASIONAL HARUN NASUTION: MEMBUMIKAN TEOLOGI KERUKUNAN Muhammad Irfan
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.499 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v1i2.5434

Abstract

Harun Nasution (1919-1998) dikenal luas oleh kaum intelegensia Indonesia sebagai salah seorang ilmuan yang tekun mendalami berbagai bidang kajian keislaman, seperti ilmu kalam, falsafah, dan tasawuf. Salah satu dari kontribusinya adalah pengenalan pendekatan baru dalam studi Islam, yaitu. pendekatan filsafat dengan titik tekan pada rasio, “Rasionalisme” (akal) atau yang lebih dikenal dengan Islam Rasional. Perhatian Harun Nasution bukan saja terfokus pada bidang keilmuan Islam, tetapi juga terhadap permasalahan yang dihadapi umat Islam, khususnya di Indonesia. Di tengah maraknya isu-isu disharmonis, ketidakrukunan, kekerasan bahkan konflik, yang mengatasnamakan agama, maka pemikiran Islam rasional yang digagas oleh Harun Nasution merupakan solusi tawaran dalam memahami agama dalam rangka menwujudkan kerukunan umat beragama. Pemikran Islam rasional tidak hanya terbatas bagi umat Islam dalam mamahami agama secara rasional, tetapi dapat diterapkan pada agama lain dalam memahami agama secara rasional. Dengan pemahaman agama secara rasional, maka dapat membangun kerangka berpikir yang rasional dalam menyikapi persoalan umat manusia dan pemahaman agama secara rasional memberi kontribusi yang besar bagi terwujudnya kerukunan umat beragama.
MAKNA RITUAL MARARI SABTU PADA RUAS UGAMO MALIM Agung Suharyanto
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.956 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses ritual, komponen dan makna serta fungsi dari ritual Marari Sabtu yang dilakukan Agama Parmalim. Metode yang digunakan adalah kualitatif yang dilakukan secara langsung di Jalan Seksama tepatnya di Gang Rela No. 15 Medan Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai dengan teknik observasi dan wawancara. Hasil penelitian didapatkan bahwa proses Mararisabtu merupakan suatu kegiatan rutin yang di lakukan oleh para jemaat agama Parmalim untuk melakukan pemujaan terhadap mula jadi nabolon. Terdapat berbagai komponen yang digunakan dalam upacara yaitu terdapat berbagai benda yang di gunakan berupa dupa, jeruk purut, kuru-kuru, kemenyan, air yang di ambil sebelum ayam berkokok, serta tikar ayaman tempat ulu punguan. Makna dan fungsi dari ritual marari sabtu yaitu untuk memanjatkan doa kepada mula jadi nabolonagar di beri kesehatan, keselamatan, keamanan, dan kemakmuran.Setiap hari Sabtu atau Samisara seluruh umat Parmalim berkumpul di tempat yang sudah ditentukan baik si Bale Partonggoan, Bale Pasogit di pusat maupun di rumah parsantian di cabang/daerah untuk melakukan sembah dan puji kepada Mulajadi Nabolon dan pada kesempatan itu para anggota diberi poda atau bimbingan agar lebih tekun berprilaku menghayati Ugamonya.This study aims to determine the ritual process, components and the meaning and function of the Saturday Marari ritual carried out by the Parmalim Religion. The method used is qualitative conducted directly on Jalan Seksama precisely in Gang Rela No. 15 Medan Binjai Village Medan District Denai with observation and interview techniques. The results showed that the Mararis process was a routine activity carried out by the parishioners of the Parmalim religion to worship the origin of being nabolon. There are various components used in the ceremony, there are various objects that are used in the form of incense, kaffir lime, kuru-kuru, incense, water taken before the rooster crows, as well as ayaman mats where ulu punguan. The meaning and function of the Saturday marari ritual is to say a prayer to the beginning of being nabolonagar given health, safety, security, and prosperity. Every Saturday or Samisara all Parmalim congregations gather in a designated place, either Bale Partonggoan, Bale Pasogit at the center or at the parade house in the branch / area to worship and praise Mulajadi Nabolon and on that occasion the members are given a more diligently behaving to live his Ugandan.  Keywords: Parmalim, Marari Saturday, Ritual
ANALISA TENTANG PERKEMBANGAN AGAMA PADA ANAK-ANAK BALITA DI PURWOSARI KELURAHAN P. BRAYAN BENGKEL KECAMATAN MEDAN TIMUR MEDAN Ayu Febryani
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.02 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i2.6400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan agama pada anak-anak balita serta faktor-faktor yang mempengaruhinya, untuk mengetahui usaha-usaha yang dilakukan oleh orang tua dalam dalam menanamkan nilai-nilai agama pada anak balita, untuk mengetahui kapan timbulnya rasa keagamaan pada anak-anak balita, untuk mengetahui hambatan yang dialami oleh orang tua dalam menanamkan nilai-nilai agama serta perkembangan jiwa agama pada anak-anak balita serta bagaimana cara menanggulanginya. Penelitian ini dilaksanakan di Purwosari Kelurahan Pulau Brayan Bengkel Kecamatan Medan Timur Medan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, angket, dan wawancara. Hasil penelitian ini penanaman ajaran agama kepada anak, dilakukan sejak dini, yaitu sejak anak berada dalam kandungan yang dilakukan melalui kebiasaan dan latihan-latihan, melalui perlakuan dari pada orang-orang yang ada di sekitar anak terutama ayah dan ibunya. Taman Kanak-kanak merupakan jembatan untuk memperluas dunia anak-anak dan mengembangkan pergaulannya. Taman Kanak-Kanak juga sebagai wadah untuk membantu anak dalam berbagai hal
PENTINGNYA SOSIALISASI BAGI ANAK Ismail, Ismail
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Sociology of Religion Study Program, Faculty of Social Sciences, North Sumatra State Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.168 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5406

Abstract

Sosialisasi merupakan proses belajar tentang segala sesuatu di dalam kehidupan yang meliputi bahasa, norma, nilai, sistem kemasyarakatan, ilmu pengetahuan, mata pencaharian, kesenian, agama, dan lainnya. Pentingnya sosialisasi bagi setiap anak menjadi kewajiban bagi para orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk mengajarkan serta mewariskannya kepada setiap anak. Sekarang ini masih banyak para orang tua, masyarakat, dan pemerintah menganggap sepele terhadap proses sosialisasi yang dialami oleh setiap anak, akibatnya anak tersebut kurang mengetaui mana yang baik dan mana buruk. Sosialisasi yang baik dapat dilihat dari perilaku seorang anak dalam kehidupan bermasyarakat yaitu sesuai norma, nilai, dan budaya di masyarakat. Socialization is the process of learning about everything in life which includes language, norms, values, social systems, science, livelihoods, arts, religion, and others. The importance of socialization for each child is an obligation for parents, the community, and the government to teach and inherit it to every child. Now there are still many parents, communities, and the government that consider trivial to the socialization process experienced by every child, as a result the child is less knowledgeable about what is good and what is bad. Good socialization can be seen from the behavior of a child in community life that is according to the norms, values, and culture in the community. Keywords: Socialization, Children
PENGAMALAN AJARAN AGAMA PADA MASYARAKAT EKONOMI LEMAH DI KECAMATAN PORTIBI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Ismail Ismail
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.914 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i2.6401

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengamalan ajaran agama yang dilakukan oleh masyarakat ekonomi lemah di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara, untuk mendapatkan suatu kejelasan apakah benar taraf penghidupan itu punya pengaruh terhadap pengamalan ajaran agama di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara, untuk mengetahui kondisi ekonomi masyarakat di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Portibi Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu obserasi, wawancara, angket, studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh yang negatif antara masyarakat ekonomi lemah terhadap pengamalan ajaran agama Islam di Kecamatan Portibi. Hal ini terjadi diakibatkan beberapa tuntunan pemenuhan kebutuhan pokok yang mendesak dalam kehidupannya sehari-hari. Walupun dalam taraf pemenuhan secara minimum telah mengkuras waktu, tenaga dan konsentrasi mereka sehinngga tidak memungkinkan terbukanya terbukanya kesadaran akan pentingnya melaksanakan ibadah kepada Allah SWT, dan menambah pengetahuan mereka terhadap nilai- nilai ajaran agama Islam, untuk meningkatkan pengamalan ibadah mereka
PERANAN SEKOLAH DALAM PENARAPAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Nahrun Najib Siregar
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5408

Abstract

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat multikultural, dimana masing-masing daerah memiliki karakteristik yang unik dan khas. Keberagaman yang ada pada masyarakat Indonesia telah menimbulkan banyak terjadinya konflik antara golongan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pendidikan multikulturalisme berperan penting dalam penyelesaian persoalan tersebut. Pendidikan multikultural sebagai sarana alternatif pemecahan konflik sosial. Pada dasarnya pendidikan multikultural tesebut dapat diajarkan dalam lembaga pendidikan formal. Dalam upaya pemahaman multikultural tersebut maka guru dan sekolah memiliki peranan yang sangat penting agar  peserta didik mampu menerima perbedaan, kritik, dan memiliki rasa empati serta toleransi pada sesama tanpa memandang golongan, status, gender, dan kemampuan akademis sekolah memiliki peranan yang sangat penting guna membangun. Indonesian society is a multicultural society, where each region has unique and distinctive characteristics. The diversity that exists in Indonesian society has caused many conflicts between the Indonesian people. Therefore, multiculturalism plays an important role in solving the problem. Multicultural education as an alternative means of solving social conflicts. Basically multicultural education can be taught in formal education institutions. In an effort to understand multiculturalism, teachers and schools have a very important role so that students are able to accept differences, criticism, and have a sense of empathy and tolerance for others regardless of class, status, gender, and academic ability of the school has a very important role in building.Keywords: Role, Application, Multicultural Education
PERANAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGATASI DEKADENSI MORAL (STUDI KASUS DESA MELATI II KEC. PERBAUNGAN KAB. DELI SERDANG) Ziya Marwah
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.657 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i2.6402

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan dan peranan pendidikan agama Islam ini dalam mengatasi dekadensi moral remaja, serta pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat, untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya kebobrokan akhlak atau moral di kalangan Desa Melati II, untuk mengetahui hambatan apa sajakah yang ditemui  dalam  pelaksanaan pendidikan agama untuk mengatasi dekadensi moral serta bagaimana penanggulangannya. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Perbauangan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawacara, angket, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah Pendidikan agama dilaksanakan oleh kelompok -kelompok masyarakat yang terdiri dari pengajian kaum bapak, pengajian kaum ibu, dan  pengajian remaja yang diadakan seminggu 3 kali di masjid maupun di rumah-rumah, Ada dua faktor penyebab timbulnya dekadensi moral, yaitu Faktor intern yaitu kurangnya kasih sayang ibu bapak terhadap anaknya, suasana rumah tangga yang kurang aman dan minimnya pendidikan agama dalam lingkungan keluarga. Faktor ekstern yaitu pengaruh yang datang dari lingkungan yang kurang baik serta pengaruh kebudayaan asing yang bertentangan dengan norma-norma agama. Mengamalkan ajaran-ajaran agama adalah suatu hal kewajiban bagi umat Islam untuk mendapatkan ketengan dalam hidupnya di dunia dan untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. Usaha-usaha yang dilaksanakan dalam menanggulangi dekadensi moral antara lain harus lebih meningkatkan mutu pendidikan agama baik di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat
STRATEGI KOMUNIKASI DA’I DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK-ANAK JALANAN DI KECAMATAN MEDAN SUNGGAL Rholand Muary
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.241 KB) | DOI: 10.30829/jisa.v2i1.5409

Abstract

Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui metode penelitian komunikasi Da’i dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama kepada Anak-anak Jalanan, hambatan dari komunikasi Da’i dalam Menanamkan Nilai-Nilai Agama kepada Anak-anak Jalanan di Pinang Baris Kecamatan Medan Sunggal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah Strategi komunikasi Da’i dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak jalanan di Pinang Baris Kecamatan Medan Sunggal terdapat beberapa bentuk. Pertama Da’i memberikan pengarahan sepenuhnya dan berupaya memberikan motivasi kepada mereka agar mau bersekolah. Kedua Da’i menunjukkan ketauladanan dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga mengajarkan anak-anak jalanan melaksanakan shalat, membaca Al-Qur’an dengan memberikan pengarahan agar dapat diamalkan mereka dalam kehidupannya. Hambatan-hambatan yang didapatkan dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak jalanan yaitu sulit diatur (bandel), kurangnya pengawasan (kontrol) ketika mereka berada di jalanan dan faktor lingkungan yang tidak kondusif.The aim of the study was to find out the communication method of Da'i in Infusing Religious Values to Street Children, obstacles from Da'i's communication in Instilling Religious Values with Street Children in Pinang Baris, Medan Sunggal District. This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. Data collection techniques in this study were observation and interviews. The results obtained in this study are Da'i's communication strategy in instilling religious values with street children in Pinang Baris, Medan Sunggal Subdistrict, there are several forms. First Da'i gave full direction and tried to motivate them to go to school. Both Da'i show obedience in everyday life. The third teaches street children to pray, read the Qur'an by giving instructions so that they can be practiced in their lives. Obstacles obtained in instilling religious values to street children are unruly (stubborn), lack of supervision (control) when they are on the streets and non-conducive environmental factorsThe aim of the study was to find out the communication method of Da'i in Infusing Religious Values to Street Children, obstacles from Da'i's communication in Instilling Religious Values with Street Children in Pinang Baris, Medan Sunggal District. This study uses qualitative research methods with a phenomenological approach. Data collection techniques in this study were observation and interviews. The results obtained in this study are Da'i's communication strategy in instilling religious values with street children in Pinang Baris, Medan Sunggal Subdistrict, there are several forms. First Da'i gave full direction and tried to motivate them to go to school. Both Da'i show obedience in everyday life. The third teaches street children to pray, read the Qur'an by giving instructions so that they can be practiced in their lives. Obstacles obtained in instilling religious values to street children are unruly (stubborn), lack of supervision (control) when they are on the streets and non-conducive environmental factors. Keywords: Da'I Communication, Religious Values

Page 2 of 12 | Total Record : 114