cover
Contact Name
Ismail
Contact Email
ismailmarzuki@uinsu.ac.id
Phone
+6285296443326
Journal Mail Official
jisa@uinsu.ac.id
Editorial Address
Prodi Sosiologi Agama Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Pancing Medan Estate 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA)
ISSN : -     EISSN : 26208059     DOI : https://dx.doi.org/10.30829/jisa
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) adalah Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sosiologi Agama, Fakultas Ilmu Sosial, UIN Sumatera Utara Medan sejak tahun 2017. Subjek mencakup studi testual dan field research berdasarkan perspektif sosiologi agama seperti kajian agama dan masyarakat, kajian konflik sosial keagamaan. kajian agama dan media, serta hasil penelitian yang berkaitan dengan tema-tema ilmu sosial.
Articles 114 Documents
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FATWA MUI NO. 14 TAHUN 2020 TENTANG PENYELENGGARAAN IBADAH DALAM SITUASI WABAH COVID-19 Muhammad Firdaus Imaduddin
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i2.7999

Abstract

Wabah pandemi COVID-19 masih menjadi polemik utama masyarakat. Salah satu bidang yang terdampak adalah kegiatan ibadah kolektif keagamaan, seperti salat Jumat dan salat berjamaah di masjid. Untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran berbagai virus, pemerintah bersama lembaga keagamaan dalam hal ini MUI kemudian merumuskan kebijakan untuk membatasi kegiatan sosial berskala besar, salah satunya melalui terbitnya Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Wabah COVID-19. Penelitian empiris ini mencoba menggali dan menganalisis lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 menggunakan pendekatan teori persepsi sebagai alat analisisnya. Hasil data yang berhasil digali menunjukkan bahwa kebijakan fatwa MUI menuai argumen yang cukup variatif berdasarkan kebutuhan dan faktor kepribadian responden. Beberapa persepsi yang setuju mengarah pada sistem nilai teologis yang berpihak pada prinsip maqashid syari'at. Sedangkan persepsi yang cenderung menolak mengarah pada sistem nilai teologis-normatif yang hanya bertumpu pada hubungan vertikal dengan Tuhan.
SISTEM KEPEMIMPINAN TRADISIONAL DALAM MASYARAKAT BATAK TOBA DAN RELEVANSINYA DI TAPANULI BAHAGIAN UTARA (ANALISIS SOSIOLOGIS) Harisan Boni Firmando
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v3i2.7978

Abstract

Kehidupan masyarakat Batak Toba memperlihatkan bahwa seorang pemimpin adalah pribadi yang disukai dan menjadi teladan bagi masyarakat yang dipimpinnya sehingga tujuan bersama dapat tercapai. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sistem pemerintahan modern terhadap sistem kepemimpinan tradisional dalam masyarakat Batak Toba, dan untuk mengetahui pengaruh sistem kepemimpinan tradisional terhadap pemilihan pemimpin masyarakat kini. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menekankan sistem kepemimpinan tradisional dalam masyarakat Batak Toba dan relevansinya kini. Sistem kepemimpinan tradisional dalam Batak Toba masih relevan hingga saat ini dari aspek teori dan prakteknya. Sistem kepemimpinan tradisional dapat dilihat dari aspek sosiologis dan historis, serta dikotomi yang pernah dirasakan oleh masyarakat Batak Toba karena pengaruh intervensi kolonial Belanda. Hal itu dikuatkan dengan realita pemilihan pemimpin di tengah masyarakat Batak Toba masa kini, dimana terjadi perubahan perilaku pemilih yaitu munculnya pemilih sosiologis yang semakin kuat
SISTEM KEKERABATAN SUKU BATAK DAN PENGARUHNYA TERHADAP KESETARAAN GENDER Riri Saputri; Tua Doras; Menik Nagita Maidy Chandra; Hanifah Oktaviani; Nurul Auliya Fathimah Az-Zahra; Hasbullah Abimanyu Anwar
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9195

Abstract

Indonesia memiliki banyak suku yang masing-masing memiliki sistem adat dan kekerabatan tersendiri, termasuk suku Batak. Tak jarang sistem yang diwariskan berabad-abad dari para nenek moyang tersebut tidak relevan lagi dengan situasi masa kini, seperti kesetaraan gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sistem kekerabatan suku Batak dengan kesetaraan gender beserta dengan pengaruhnya. Sistem kekerabatan merupakan adat dan tradisi dalam berbagai suku di Indonesia untuk menentukan garis keturunan serta peran anggota keluarga. Suku Batak memakai sistem kekerabatan patrilineal yang mengikuti garis keturunan dari pihak ayah. Adat suku Batak menempatkan wanita di posisi yang lebih di bawah sehingga kekuasaan, pengambilan keputusan, pembagian harta, dan lain-lain sebagian besar diserahkan ke kaum pria. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara serta studi literatur melalui informasi yang ada di internet serta jurnal-jurnal penelitian. Bahan kajian dalam penelitian ini adalah masyarakat suku Batak di Sumatera Utara dan Pulau Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Batak yang mengadopsi sistem patrilineal menempatkan wanita dalam posisi di bawah pria dalam aspek adat saja, sedangkan dalam kehidupan sehari-hari wanita suku Batak telah mendapat kesempatan seperti pria dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kedudukan walaupun masih sering kaum pria diutamakan.
RITUAL KESALEHAN VIRTUAL DI MUSIM PANDEMI ( Studi Kasus Ngaji Online Media di You Tube) Athoilah aly Najamudin
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.9750

Abstract

ABSTRACT                This phenomenon is "ngaji online” on You Tube has become a learning model that some interested in during era pandemic of the COVID-19. As a spritual basic need, recitation activities are to religion knowledge. This paper is to find out of You Tube media in the “ngaji online” era of the COVID-19 and the impact of changing religious communities. The method used in this reseach is a virtual etnographic method and uses qualitive reseach methods with data collection techniqiues through etnographic data through You Tube and literature studies from reseach journals. This paper concludes that the use You Tube media is used “ngaji online” in the era COVID-19 driven technological, the existence of the dai/ustad and the need for religious knowledge/ You Tube media is a virtual space that can be accesed by jamah to consume religious knowledge. Activity “ngaji online” is a culture that shows pious rituals in the virtual world. Keyword : “Ngaji Online”, Pandemi COVID-19, You Tube. ABSTRAK :                    Fenomena “ngaji online” di You Tube menjadi suatu model pembelajaran yang diminati oleh sebagian masyarakat saat musim pandemi COVID-19. Sebagai sebuah kebutuhan ruhani, aktivitas pengajian untuk mendapatkan pengetahuan keagamaan. Tulisan ini untuk mengetahui penggunaan media You Tube dalam fenomena ngaji online selama pandemi COVID-19 beserta dampak perubahan masyarakat beragama. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode etnografi virtual dan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan data melalui data etnografi melalui You Tube serta studi literatur dari jurnal-jurnal penelitian. Tulisan ini berkesimpulan bahwa penggunaan media You Tube digunakan “ngaji online” di era pandemi COVID-19 didorong kecanggihan teknologi, eksistensi dai/ustad dan kebutuhan pengetahuan agama. Media You Tube menjadi ruang virtual yang bisa diakses oleh jamaah/pengemar untuk mengkonsumsi pengetahuan agama dan aktivitas “ngaji online” merupakan budaya yang menunjukkan ritual kesalehan di dunia virtual. Kata Kunci : Ngaji Online, Pandemi Covid-19, YouTube. 
EDUKASI KARAKTER MASYARAKAT SADAR WISATA DI DESTINASI MELALUI KEARIFAN LOKAL BATAK TOBA Herlina Saragih; Ade Putera Arif Panjaitan; Lince Sihombing; Johari Manik
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan formula yang tepat guna mengedukasi karakter masyarakat sehingga sadar wisata di sekitaran destinasi wisata. Upaya ini sangat penting terutama di sekitaran Danau Toba yang mayoritas beretnis Batak dan kaya akan kearifan lokal. Sebab masyarakat adalah ujung tombak sebuah destinasi yang bisa dikatakan harus memiliki pelayanan prima terhadap wisatawan yang datang. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, mengamati perilaku masyarakat, studi pustaka, penelitian masyarakat adat, kearifan lokal, tradisi, nilai dan norma, simbolik, serta analisis budaya juga digunakan sebagai memperkuat hasil temuan di lapangan dengan validitas konten dan menggunakan teknik triangulasi sumber, sehingga didapatkan data akurat dan dapat dipertahankan sesuai pakem penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sejak diluncurkannya Program Sadar Wisata pada 2003, hingga kini masih banyak masyarakat di sekitaran Tao Silaban yang belum mengetahui adanya program pemerintah tersebut. Beberapa kasat mata terlihat bahwa masih banyak hal yang masih kurang edukasi, seperti edukasi ketujuh pokok Sapta Pesona yaitu: keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramah-tamahan, dan kenangan. Hasil penelitian ini secara khusus dapat menjadi acuan untuk daerah destinasi di Sumatera Utara dalam mengedukasi karakter masyarakat sadar wisata di destinasi melalui kearifaan lokal Batak, dan pada umumnya untuk destinasi di wilayah Indonesia.
SISTEM PERTANAHAN TRADISIONAL PADA MASYARAKAT BATAK TOBA DAN RELEVANSINYA DI KAWASAN DANAU TOBA (ANALISIS SOSIOLOGIS) Harisan Boni Firmando
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.10077

Abstract

Land is a very valuable capital so that people can live and carry out their activities. There are two main functions of land, namely as a production function and a non-production function. The purpose of this study was to determine the meaning and function of land in the Toba Batak community and to understand the land ownership system which includes land as inheritance and traditional land tenure transfers in the Lake Toba area. The research uses qualitative methods to understand social phenomena. The results showed that the local wisdom of the community about land is regulated by adat, namely land as private property, inheritance as well as public needs. The traditional land system of the Toba Batak people is still relevant today. The traditional land system can be seen from the sociological and historical aspects experienced by the people in the Lake Toba area. This is reinforced by the current rapid developments in the Lake Toba area which require the Toba Batak people to show their identity based on local wisdom.
NILAI-NILAI ISLAM DALAM TRADISI NYOROG DI KAMPUNG PONDOK BENDA KECAMATAN JATIASIH KOTA BEKASI Ajat Hidayat; Dewi Sarina; Pela Safni; Maulidina Rahmawati; Retna Sari; Alfurqan Alfurqan
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9311

Abstract

The Betawi folks in Pondok Benda Village, Bekasi town continuously perform the Nyorog tradition once hospitable the month of Ramadan and before Eid. they'll send food within the variety of cakes or rice along {side|in conjunction with|beside|at the side of|together with} side dishes to older folks. the aim of this study was to work out the values contained within the Nyorog tradition of the Betawi community in Kampung Pondok Benda, Bekasi town. This study uses a qualitative technique employing a case study approach. information sources were taken from fifteen informants through in-depth interviews consisting of ancient leaders, spiritual leaders, employees, youths, and housewives in Pondok Benda Village, Jatirasa Subdistric, Jatiasih District, Bekasi town. The conclusion is that there square measure four Islamic values within the ancient Nyorog Betawi tradition in Pondok Benda Village, Jatiasih District, Bekasih town that is to 1) respect for older folks, 2) taking care of relationship, 3) moments for giving almsgiving, 4) academic facilities for kids.
MESU : SINDROMA BUDAYA GANGGUAN KEPRIBADIAN PADA LELAKI JAWA DI DESA MERANTI KABUPATEN ASAHAN Dedi Andriansyah
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.10084

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang Sindroma budaya gangguan kepribadian yang dialami oleh lelaki Jawa di Desa Meranti Kabupaten Asahan yang disebut dengan Mesu/Meso/Kesu. Penelitian ini menggunakan metode etnografi dengan pendekatan Antropologi Psikologi yang didukung dengan teknik wawancara riwayat hidup (Life history) dan pengamatan (participant observer) yang dilakukan secara mendalam terkait dengan karakteristik sindroma budaya Mesu dan aktivitas sosial budaya masyarakat setempat untuk menemukan faktor penyebab terjadinya gangguan kepribadian Mesu. Sindroma budaya meso adalah sebuah bentuk berperilaku meluapkan kekesalan hati dengan wujud memaki, menghujat, dan berkata buruk yang dilakukan berulang oleh penderita Mesu disaat sedang sendiri. Budaya Etika hidup yang begitu kuat dalam menjaga keharmonisan keluarga dan sosial menjadi salah satu penyebab gangguan kepribadian ini terjadi
TRADISI RUWAHAN SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA CANDIHARJO MOJOKERTO Melanda warsetiyo putri; agus machfud fauzi
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i1.9136

Abstract

Communication that is often encountered by the people of Candiharjo Village is cross-cultural communication between Muslims and non-Muslims. The communication that occurs can be seen through the implementation of the ruwahan tradition. The ruwahan tradition is one of the Javanese traditions that is held before the holy month of Ramadan. The ruwahan tradition is interpreted as a symbol of gratitude to the creator of the farmers so that their crops are abundant and as a source of safety and blessings. The research objective was to analyze the ruwahan tradition as a means of communication between religious communities in the village of Candiharjo Mojokerto. This study uses qualitative methods by means of direct interviews and applying 3M health protocols. The theory used is Emile Durkheim's theory of mechanical solidarity. The result of the research states that the ruwahan tradition is one of the activities that creates harmony between religious communities. In the ruwahan tradition, there are several activities, such as salvation (kenduren), mutual cooperation to clean the village, and the pilgrimage to the family grave. These activities create communication and build tolerance among religious communities. This attitude of tolerance is mutual respect, respect, and so on.
ETNISITAS SITUASIONAL DALAM PEMBENTUKAN IDENTITAS POLITIK TERHADAP PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2020 Khairunnisah Lubis; Beltahmamero Simamora; Sry Reski Mulka
Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Prodi Sosiologi Agama FIS Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jisa.v4i2.9979

Abstract

AbstrakPenelitian ini berfokus mengkaji peran etnistas situasional terhadap identitas politik pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten Simalungun di tahun 2020 lalu. Adapun yang menjadi latar belakang dalam penulisan ini  peran etnisitas yang mengalami penguatan dalam proses politik identitas di kancah pemilihan kepala daerah. Konstalasi Politik yang terjadi di Kabupaten Simalungun didasari oleh emosi structural. Pemilih memilih kandidat berdasarkan  suku, agama dan ras. Keadaan ini dibuktikan dengan fakta kepala daerah di Kabupaten Simalungun selalu dijabat oleh suku Simalungun yang agama dan ras nya juga dominan selama pemilihan kepala daerah sejak tahun 2005.

Page 4 of 12 | Total Record : 114