cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
DINAMIKA PERKEMBANGAN ILMU ISLAM DAN ILMU KEISLAMAN Saiful Bahri
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 3 (2021): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i3.12926

Abstract

Science will always follow developments with the progress of science will create various conveniences for humans in life. If science in the context of Islamic epistemology can be achieved through three sources/tools; senses, mind, and heart, so in Western epistemology, scientific knowledge can only be achieved through the senses and reason. Therefore, none of Allah's creatures can achieve perfection and maturity in life without going through a process of science or education. So, simply that science in Islam has distinctive characteristics that are fundamentally different from the sciences developed in the West, both in terms of foundation, source, means, and methodology. In Islam, science has a solid foundation through the Qur'an and Sunnah, sourced from the physical and metaphysical realms, obtained through the senses, reason, and heart/intuitive. The scope of his knowledge is very broad, not only concerning worldly issues, but also related to ukhrawi problems.Science will always follow developments with the progress of science will create various conveniences for humans in life. If science in the context of Islamic epistemology can be achieved through three sources/tools; senses, mind, and heart, so in Western epistemology, scientific knowledge can only be achieved through the senses and reason. Therefore, none of Allah's creatures can achieve perfection and maturity in life without going through a process of science or education. So, simply that science in Islam has distinctive characteristics that are fundamentally different from the sciences developed in the West, both in terms of foundation, source, means, and methodology. In Islam, science has a solid foundation through the Qur'an and Sunnah, sourced from the physical and metaphysical realms, obtained through the senses, reason, and heart/intuitive. The scope of his knowledge is very broad, not only concerning worldly issues, but also related to ukhrawi problems.. 
Karakteristik Perkembangan Peserta Didik Mia Miaw
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 4 (2022): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i4.5794

Abstract

Perkembangan peserta didik, merupakan upaya yang sangat strategis bagi para pendidik ( guru ), mahasiswa calon guru, orang tua, atau semua pihak yang terkait dengan pendidikan. Dengan mempelajari perkembangan peserta didik, para pendidik akan memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang perkembangan peserta didik, yang berguna bagi upaya mendidik, membimbing, memfasilitasi anak dalam mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Mempelajari dan memahami karakteristik perkembanagn peseta didik adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru. Peserta didik memiliki potensi yang multidimensi, yang meliputi biospsikososiospritual ( fisik,/biologis, psikologis, sosial, dan moral spiritual ) dan peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda yang melekat diri mereka masing-masing dan itu merupakan suatu ciri khas yang menetap pada diri peserta didik. Terbentuknya karakter yang berbeda-beda tersebut tergantung pada peran orang tua dan guru dalam mendidik mereka.
PERADABAN ISLAM DI KOTA TEBING TINGGI Juliet Medi Anda
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 1 (2021): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i1.12909

Abstract

 In writing this journal aims to find out the history and civilization of Islam in the cliff town of North Sumatra, in a context that focuses on aspects of aspects and monuments in the city of high cliffs as evidence of Islamic civilization in the city of high cliffs. The study of Islamic civilization in Tebing Tinggi is important because based on its history, Tebing Tinggi was once a kingdom before becoming an autonomous region. The period of Dutch rule in East Sumatra or Dutch colonialism (Hindia Holland) applies in East Sumatra since the signing of the conflict contract between the Dutch. and siak on February 1, 1858. In this agreement it is stated that the kingdom of Siak Sri Indrapura and its colonies and conquests were under the Dutch Sultanate and became part of the Dutch East Indies. The method used is the historical method. The results of this study show the development of the development of Islamic civilization in Tebing Tinggi, divided into several periods, namely the historical period of the high cliff city, the existence of a figure who can be said to be the founder of the high cliff city, and the kingdom of the land of Padang which was the forerunner of the birth of the high cliff city.
Kontribusi Abdur Rauf As-Singkili Terhadap Pendidikan Islam Ridwan, Ahmad; Jannah, Fathul; Gunawan, Gunawan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i2.13217

Abstract

Syekh Abdurrauf As-Singkili, beliau adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam penyebaran Pendidikan Islam melalui penyebaran Islam di wilayah barus (Fansur) atau disebut singkil. Beliau mengembangkan dakwah Islam/pendidikan Islam mulai dari Fansur, hingga ke kerajaan Aceh bahkan sampai tingkat internasional, hal tersebut dapat di buktikan dari karya karya mereka yang berkembang pesat di kerajaan Aceh, dan menjadi rujukan terhadap Pendidikan Islam di Aceh khususnya di Aceh Singkil. Dalam penelitian ini, menggunakan metode deskriftif yaitu, malakukan inventarisasi pemikiran Abdurrauf As-Singkili tentang pokok permasalahan yang akan dibahas. Pada tahap pengumpulan data akan ditempuh dengan studi kepustakaan (Library Research), selanjutnya analisis data yang dilakukan berupa analisis isi (Content Analysis). Berdasarkan data analisa yang dilakukan terhadap pemikiran Abdurrauf As-Singkili, Studi ini menyimpulkan bahwa Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Tidak diragunakan lagi bahwa Abdul Ruf Singkel merupakan seorang pemikir yang meiliki pemikiran yang tajam dan keulamaannya sangat terkenal.kontribusinya terhadap pendidikan dibuktikan dengan karya-karya sastra beliau yang dijadikan sebagai  bagian kekayaan intelektual muslim di Indonesia yang sangat masyhur. Karya-karyanya  yang  berbentuk suluk dari karya pemikir ulama Islam terdahulu sampai saat ini. Naskah  aslinya yang berupa manuskrip atau tulisan tangan asli masih ada pada perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi di Belanda.
MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DI IAIN TAKENGON Maulida Maulida
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 3 (2020): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i3.12885

Abstract

Refleksi atas Esensi Alam Semesta dalam Tinjauan Filsafat Pendidikan Islam Bima Wahyudin Rangkuti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i1.10581

Abstract

Artikel ini berusaha mengungkap hakikat alam semesta dan implikasinya bagi pendidikan Islam dalam perspektif filsafat pendidikan Islam. Ada beberapa pembahasan dalam artikel ini, yaitu pemahaman alam semesta, asal muasal dan proses penciptaan alam semesta, tujuan penciptaan alam semesta, dan implikasi alam semesta terhadap pendidikan Islam. Semua pembahasan mengenai hal ini ditinjau dari perspektif filsafat pendidikan Islam. Dengan dilatarabelakangi semakin pragamtis dan psositivistiknya cara berpikir dan berperilaku manusia hari ini, diharapkan tulisan ini kiranya akan mengantarkan kepada sesuatu yang esensial tentang alam semesta, khususnya bagi pendidikan Islam. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa dalam segala aspek kehidupan dan dimensinya, manusia selalu mengalami persentuhan dan keterlibatan dengan alam semesta yang kesemuanya merupakan tanda-tanda dari Sang Pencipta, Allah SWT.Kata Kunci: Alam Semesta, Filsafat Pendidikan Islam
Tafsir Etika dan Tanggung Jawab Ilmuan Ahmad Darlis; Ali Imran Sinaga; Ayau Ummad Nasution; Erra Malinda; Lisa Sersanawawi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 4 (2022): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i4.14100

Abstract

Humans as religious and moral beings certainly realize that ethics is basically based on the moral values that he uses when interacting with his social environment, these values are also what he will later carry as the foundation and responsibility for disseminating knowledge and information to those around him. Science is very crucial for human life and will continue until the end of his life, nowadays every one of us realizes that science does not come by itself. Science that exists today is born from various theories and ideas of scientists' thinking, to give a definition of something, scientists/experts usually use two approaches, namely from the point of view of language and also in terms of terms or interpretation. Every scientist has his own interpretation of a science so that not all scientists have the same point of view, but these differences of opinion can actually advance the forefront of a science. Thus scientists have a great role and responsibility for the sciences and theories that he disseminates to the wider community, scientists not only spread knowledge but themselves as educated people must also reflect the ethics and responsibilities of a scientist. This research uses a research library sourced from the literature and also the interpretation of the verses of the Qur'an and Tafsir.
Puncak Kejayaan Pendidikan Islam Imam Habibi Harahap
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 7, No 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v7i1.13292

Abstract

Dalam lintasan sejarah Islam, Pendidikan Islam mengalami kejayaan dan kegemilangan yang sangat pesat, tumbuh subur lembaga–lembaga pendidikan Islam, eksisnya majelis–majelis yang membahas berbagai ilmu pengetahuan, munculnya ulama– ulama dan ilmuwan–ilmuwan yang terintegrasi dalam dirinya sebagai seorang ilmuwan sekaligus sebagai seorang ulama,ter integrasi ilmu umum dengan ilmu agama. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut yaitu faktor dari dalam ajaran Islam itu sendiri yang mendorong manusia untuk menuntut ilmu, adanya usaha–usaha penterjemahan Ilmu pengetahuan ke dalam bahasa Arab, pemerintah atau khalifah mempunyai perhatian yang besar terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan tersedianya fasilitas-fasilitas yang mendukung.
PROFESI GURU SEBAGAI PANGGILAN JIWA Maulidah Anas
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 7, No 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v7i1.13291

Abstract

Dari sekian banyak profesi yang digeluti masyarakat, profesi guru bukanlah profesi yang menjadi harapan utama bagi sebahagian orang. Mengingat bahwa profesi guru memiliki tugas yang tidak sedikit dengan penghasilan yang tidak begitu menggiurkan bila dipandang dari segi materinya. Namunpun demikian profesi guru bukan berarti tidak bergengsi akan tetapi profesi ini memiliki nilai khusus dibandingkan dengan profesi lainnya. Karena apa? Karena apapun bentuk profesi yang ada dipermukaan bumi ini semuanya diawali pengetahuannya dari seorang guru. Hal inilah yang menjadikan profesi guru menjadi lebih mulia dan lebih berharga. Menjadi seorang guru memiliki mental yang kuat bagaikan baja adalah merupakan syarat yang tak tertulis namun harus dipunyai selain syarat-syarat lain yang tak kalah penting  seperti sabar tingkat tinggi, rela berkorban tanpa batasan dan tak kenal keluh kesah walau keadaan menuntut lebih dalam berbuat. Hal ini  akan dapat dimiliki bagi pemilik profesi guru bila profesi yang digelutinya merupakan panggilan jiwa bukan karena terpaksa atau dipaksa. Disaat sesuatu, apapun itu bila melakukannya atas kehendak hati yang tulus dan sedalam dalamnya maka akan menghasilkan sesuatu yang bernilai luar biasa dibandingkan dengan  pekerjaan yang dilakukan hanya karena sekadar memenuhi kewajiban dengan pengharapan balasan duniawi berbentuk materi saja. Saat hasil yang  baik diraih oleh seseorang yang melakukan sesuatu pekerjaan yang memang mencintai pekerjaannya dikarenakan panggilan jiwa dengan penuh tanggung jawab maka itu akan menjadi kepuasan tersendiri bagi dirinya hingga untuk selanjutnya tetap berpikiran positif untuk terus dan terus memberikan yang terbaik, serta akan menganggap semua perbuatan adalah ibadah yang nantinya pasti mendapat balasan kebaikan dari sang Penguasa yakni Allah swt.Kata Kunci : Profesi, Guru, dan Mulia
Al-Kahfi di Malam Jum’at Abdi Nafi Asshidiqi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 7, No 1 (2023): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v7i1.14477

Abstract

This article discusses reading al-Khafi letter at certain times. It also contains the introduction of Surah al-Kahfi among Muslims, reading models and how Muslims interpret the reading of Surah al-Kahfi. This model uses a descriptive analysis method by collecting data in the form of readings that are in accordance with the theme of the discussion. The results showed that most Muslims read Surat al-Kahfi when on Friday, because Friday is a very noble day for Muslims. However, there is also, who read on other days. The benefits of reading Surah Al-Kahf to get a reward from Allah, then as a form of self-protection from the slander of the Antichrist, and to find peaceand serenity.