cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
PESANTREN: ANTARA MISI MENCETAK ULAMA DAN TARIKAN MODERNISASI Hidayat Hidayat
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 3 (2020): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i3.12883

Abstract

Pandangan Islam Dalam Menyikapi Korupsi Muhammad Al Qodri Revanda Purnama; Muhammad Petra Albany; Daffa Justice Privian; Miftahul Huda; Aerio Galih Devano; Aditia Muhammad Noor
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 4 (2022): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i4.13079

Abstract

AbstrakDi Indonesia sendiri sering kita mendengar tentang korupsi. Korupsi adalah salah satu bentuk dari perbuatan manusia yang dapat dikategorikan menjadi penyuapan, manipulasi, pemalsuan dan lainnya ini adalah termasuk kasus serius. Di Indonesia sendiri sering kali kita mendapatkan pejabat pemerintahan yang melakukan korupsi untuk kepentingan pribadi. Meskipun di Idonesia ada komisi komisi pemberantasan korupsi (KPK) dan terdapat hukum di Indonesia yang mengatur tentang tindak pidana korupsi salah satunya UU No. 31 Tahun 1999 dan UU No.20 Tahun 2001. Jika melihat dari dampaknya perbuatan ini tidak hanya menyangkut pada mental dan moralitas pelaku saja, tetapi juga kepentingan umum yang terkait.. Sendi-sendi kehidupan bermasyarakat di Indonesia banyak yang tidak dilandasi dengan nilai-nilai Pancasila terutama sila kesatu. Yang mana tentu saja bertentangan dengan tujuan syariat islam. Melawan korupsi adalah tanggung jawab semua komponen negara, di dalam islam pun juga dilarang melakukan tindak korupsi.[1] Kata Kunci : korupsi,hukum,bertentanganAbstract In Indonesia, we often hear about corruption. Corruption is a form of human action that can be categorized into bribery, manipulation, forgery and others, this is a serious case. In Indonesia, we often get government officials who commit corruption for personal gain. Although in Indonesia there is a corruption eradication commission (KPK) and there are laws in Indonesia that regulate corruption, one of which is Law no. 31 of 1999 and Law No. 20 of 2001. If you look at the impact of this act, it does not only concern the mental and morality of the perpetrator, but also the related public interest. Many of the joints of social life in Indonesia are not based on values. Pancasila, especially the first principle. Which of course contradicts the objectives of Islamic law. Fighting corruption is the responsibility of all components of the state, in Islam it is also prohibited to commit acts of corruption. Keywords: corruption, law, contrary
KONSEP MANUSIA DAN PROBLEMATIKANYA DALAM ALQUR’AN Rahmat Zubarkah Nasution; Gunawan Gunawan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 3 (2021): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i3.12929

Abstract

Humans have bodily and physiological functions that are no different from animals. However, cannot equate humans with animals because they have the advantage, namely reason. Ratio, talent to use language or language symbols, ability to laugh, ability to make tools, morality, character and so on are the characteristics that distinguish humans from animals. There are three concepts shown by the Qur'an when talking about humans, namely 1) al-basyar, 2) al-insan, 3). Bani Adam or Zurriyat Adam. Human position can be divided into two, namely (1). As khalifatullah fi al-ardh, (2). As 'Abdullah (servant of Allah). The first position means that humans are substitutes for God on earth. In this case, humans function as rulers and regulators on earth by applying God's laws. As servants of Allah, humans are required to worship and fulfil the function of individual human servants.
Wacana Intelektual Keagamaan Islam di Indonesia Bersama Timur Tengah Irvan Mustofa Sembiring
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 1 (2021): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i1.12912

Abstract

In this day and age, for Indonesian citizens who practice rihlah science in the Middle East, there is an assumption among some people that someone who does this rihlah will have a negative impact on Indonesia. In fact, since Islam entered the archipelago, the relationship between the archipelago and the Middle East has been established. Actually, how is the discourse of Islamic religious intellectuals in Indonesia and the Middle East?. This study uses the historical method. This research informs that first, the contact between Indonesian Islamic intellectuals and the Middle East has been going on since Islam entered the archipelago. Second, Islamic intellectuality in Indonesia is increasingly developing when the Muslims of the archipelago travel to the Middle East through the haj pilgrimage, study and settle in the Middle East, then develop it in the archipelago. Third, Islamic religious intellectuals in Indonesia who emerged after the Islamization process were Sufi schools. Fourth, then this Islamic intellectuality continues to develop which leads to fiqh such as the syafi'i school of thought, as well as the flow of faith such as ahlus sunnah wa al jamaah. Fifth, Islamic intellectuals in Indonesia entered the modern era with figures such as young people in Minangkabau such as Haji Muhammad Djamil Djambek, Haji Abdullah Ahmad, Haji Abdul Karim Amrullah and Haji Muhammad Thaib Umar, who have long been exploring knowledge in the Middle East.
Tanggung Jawab Pendidik dalam Pendidikan Islam Della Latifah Amanda
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 3 (2022): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i3.13170

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggung jawab pendidik dalam pendidikan Islam. Pendidik adalah orang yang bertanggung jawab atas perkembangan anak didiknya, berusaha mengembangkan seluruh potensi afektif, kognitif, maupun psikomotor. Para siswa menjalani pendidikannya di tiga lingkungan, yaitu lingkungan keluarga dan yang bertanggung jawab adalah orang tua, di lingkungan sekolah adalah para guru, dan di lingkungan masyarakat adalah tokoh masyarakat dan seluruh masyarakat. Oleh karena itu, orang tua beserta guru dan juga pendidik di masyarakat harus selaras, bekerja sama dan selalu terkait dalam proses pendidikan. Jadi fokus kajian dalam tulisan ini adalah mengenai tanggung jawab orang tua dalam pendidikan keluarga, apa tanggung jawab guru dalam pendidikan di sekolah, dan apa tanggung jawab tokoh masyarakat dalam pendidikan di masyarakat. Studi ini menemukan bahwa ketia elemen di atas harus bersama-sama saling berbagi tanggung jawab dalam pendidikan. Tidak benar anggapan yang menyatakan bahwa semua tanggung jawab hanya berada di pundak salah satu dari ketiga pihak tersebut.
Kategorisasi Epistemologi Islam (Parepatetis, Illuminatis, dan Muta’aliyah) Hidayat Hidayat
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 4 (2020): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i4.12901

Abstract

Suhrawardi was a philosopher who had a very important influence in the development of Islamic philosophy. The theory of illumination (isyraqi) which is the fruit of Suhrawardi's work has provided a new view in the development treasures of Islamic philosophy which has been dominated by the Paripatetism since before. The birth of the Illumination School (Israqi) is an alternative to the weaknesses that exist in previous philosophies, especially Aristotelian peripatetics. According to Suhrawardi, the peripatetic philosophy which until then was considered the most superior turned out to contain various shortcomings. After seeing how big the influence of the philosophy of illumination in the discourse on the development of Islamic philosophy is, then conducting a study of it in depth and comprehensively becomes a very important thing to do. Therefore in this study will be discussed about; How about Suhrawardi's theory of illumination knowledge? And how did it contribute to the development of Islamic philosophy?
Implementasi Pembelajaran Aqidah Akhlak Melalui Metode Pembelajaran Berbasis Pengembangan Soft Skill Dedi Wahyudi; Nikma Pujiana Safitri
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i1.1217

Abstract

AbstrakPendidikan agama merupakan bagian pendidikan yang sangat penting yang berkenaan dengan aspek-aspek sikap dan nilai, antara lain akhlak, keagamaan dan sosial masyarakat. Dengan demikian tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa pendidikan Aqidah akhlak mutlak diberikan, terutama di lembaga-lembaga pendidikan Islam yang sasaran utamanya adalah untuk membentuk anak didik memiliki kemantapan iman/aqidah dan memiliki kebermaknaan yang mantap atas akhlaknya sehingga hubungan dengan Tuhannya berjalan dengan baik dan hubungan dengan manusia/alam sekitar berjalan secara harmonis. Agar pembelajaran dapat difahami serta peserta didik dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, perlu adanya model pembelajaran untuk menunjang pelaksanaan agar pembelajaran tentang qidah akhlak berjalan dengan lancar. Dengan menggunakan Model Pembelajaran Tentang Soft Skill tersebut, maka seseorang peserta didik diajarkan agar memiliki kemampuan berkomnikasi dan bersosisalisasi dengan lingkugan sosialnya. Soft skill termasuk pembelajaran yang paling bagus dan cocok untuk meningkatkan kemampuan serta pengembangan yang terdapat dalam diri seseorang.  Serta dalam mengimplementasikan untuk kehidupan sehari hari seseorang akan dilatih kejujurannya. Kepribadian dan kemampuan dasar apabila dikembangkan akan mendukung dalam sosialisai dikehidupan yang nyata. Soft skill sendiri akan menghasilkan kemampuan, etika serta tingkah laku. Kata kunci: Pendidikan Agama Islam, Aqidah Akhlak, Soft Skill 
PERKEMBANGAN ISLAM ZAMAN KEEMASAN BANI ABBASIYAH (650 M – 1250 M) Siti Syaidariyah Hasibuan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 4 (2021): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i4.12934

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar kita memahami bagaimana pentingnya sejarah tentang kebudayaan Islam, yang dengan ini kita dapat mengetahui bagaimana sejarah tentang perjuangan para Nabi untuk memperjuangkan agama kita dari zaman mereka hingga saat ini. Salah satu sejarah yang dapat kita ketahui yaitu sejarah tentang Perkembangan Islam Periode/ Zaman Keemasan (Pada tahun 650 M – 1250 M ) Bani Abbasiyah, yang mana Pemerintahan dinasti Abbasiyah dinisbatkan kepada Al- Abbas, paman Rasulullah, sementara Khalifah pertama dari pemerintahan ini adalah Abdullah Ash- Sahffah bin Muhammad bin Ali Bin Abdulah bin Abbas bin Abdul Muthalib.Pada tahun 132 H/750 M, oleh Abul abbas Ashsaffah,dan sekaligus sebagai khalifah pertama. Selama lima Abad dari tahun 132-656 H (750 M- 1258 M). Penelitian ini menggunakan metode sejarah sosial. Data yang diperoleh akan dianalisis dan disajikan secara deskriptif dengan cara memilih topik, mengumpulkan sumber, memverifikasi data, menginterpretasikannya dan untuk selanjutnya dilakukan rekonstruksi agar menjadi penjelasan yang utuh dan komprehensif sehingga mudah dimengerti dan dipahami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Pada zaman keemasan ini kita dapat mengetahui sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyah beserta Khalifah-Khalifah bani Abbasiyah begitu pula dengan bagaimana runtuhnya Dinasti Abbasiyah tersebut yang kita ketahui bahwa itu terdapat karena dua faktor tertentu yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
PERTUMBUHAN INSTITUSI PENDIDIKAN AWAL DI INDONESIA Saiful Bahri
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 2 (2021): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i2.12917

Abstract

Islamic educational institutions are a sub-system of the community or nation system. Therefore, in its operations, it always refers to and is responsive to the needs and developments of the community. Thus, Islamic educational institutions must be organized by the demands and aspirations of the community because without this. It will be difficult to achieve progress and development in Islamic education in Indonesia. From various previous explanations about early institutions in Indonesia, as a first step, they have contributed significantly to the development of Islamic education among Indonesian Muslims. Among several Islamic educational institutions, mosques, meunasah, dayah, pesantren, surau and finally madrasas have emerged, which have a significant role and continue to experience development and progress with their respective characteristics until now. However, the current function has changed significantly because of the changing and dynamic conditions.
Interactive Learning Media Using Articulate Storyline 3 in Minang Kabau Culture Cours in Informastic And Computer Engineering Education IAIN Bukit Tinggi Ahmad Baqi
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 4 (2022): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i4.13311

Abstract

This research is motivated by learning Minangkabau Culture which in general the material is only in the form of delivering papers with the lecture method. In its delivery, lecturers use minimal learning media in class and the use of adequate technological facilities is still underutilized by lecturers so that boring learning methods have an impact on student interest in learning to be low. This study uses the Research And Development (R&D) method using the 4D version approach, namely Define, Design, Develop, and Disseminate. using Luther Sutopo's multimedia development model which consists of 6 stages, namely concept, design, collecting material, assembly, testing and distribution. The product test used in this study is the validity test using the Aiken's "v" formula, the practicality test using the Moment Kappa formula, and the effectiveness test using the Gain Score formula. Based on the three tests, it was found that the product was valid with a value of 0.88, practical with a value of 0.94 and effective with a value of 0.87. This product can make it easier for students to understand and repeat the material that has been conveyed by the lecturer and make it easier for the lecturer to deliver learning material so that the lecture process becomes valid, practical and effective.