cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Edu Riligia: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan
ISSN : 25810251     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 346 Documents
PASCA KONFLIK SYARA YANG TERJADI DI KABUPATEN ACEH SINGKIL Salamah Salamah
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 1 (2021): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i1.12908

Abstract

Human resources are the main component for the success of educational programs at universities in order to realize their vision and mission. Universities must have a complete human resource management system in accordance with planning and development needs. The complexity of the problem of PT requires quality resources to make PT as a diploma-giving institution that makes a full contribution to the issues or problems of the nation. Human resource quality development needs to be made so that it becomes a guideline for human resource management both at the university level and study programs by implementing a quality cycle in the form of planning, implementation, and monitoring-evaluation flows. Thus, the development of quality at the university level is expected to encourage the development of activities that are able to improve the quality of human resources both intellectually, academically and personally. This research on policy innovation for the development of quality lecturers at STAI Al-Hikmah Medan uses an interpretive/post positivistic paradigm with a qualitative approach. The meaning of the interpretive/post positivistic paradigm is that social reality is actually meaningful. according to the observations of researchers so far, there are still many obstacles and shortcomings, both in terms of planning and in the implementation and evaluation. Research findings regarding the implementation of lecturer quality development developed at STAI Al-Hikmah in innovation of lecturer quality development policies, including aspects of planning, implementation, evaluation and monitoring of lecturers still do not meet the standards, this can be seen from a number of phenomena that have surfaced (especially in STAI Al-Hikmah Medan) include: 1) the absence of a systematized lecturer development program starting from the acceptance of lecturers until the end of the lecturer's duties (retirement); 2) there is no more comprehensive knowledge grouping and identification of appropriate lecturer specializations.
Pentingnya Pendidikan Akhlak Pada Anak Usia Dini Ardiyanti, Siti
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i2.13166

Abstract

Pendidikan akhlak merupakan upaya yang dilakukan untuk membantu mengembangkan dan mengarahkan jiwa individu dari sifat bawaannya menuju peradaban yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan betapapentingnya pendidikan akhlak pada anak usia dini dan melihat bagaimana penerapan akhlak pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena penelitian ini berhubungan dengan fenomena sosial di sekolah, yaitu menganalisis pendidikan anak usia dini di TK An-Nizzam pada masa setelah covid-19. Teknikpengumpulan data yang utama dilaksanakan peneliti adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. melalui prosedur observasi lapangan, pengambilan data, dan analisis data penelitian. Peneliti melakukan crosscheck mengenai kevalidan data kepada guru dan para murid TK An-Nizzam.Proses pembelajaran anak usia dini dihimbau untuk melaksanakan pembelajaran di kelas masing-masing. Guru tetap memantau perkembangan murid dalam pentingnya akhlak dan memberikan arahan kepada murid di TK An- Nizzam. Teknik pengumpulan data yang utama dilaksanakan peneliti adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan peneliti yaitu dengan langkah-langkah: Reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pendidikan akhlak anak dilakukan sejak dini, sebelum watak dan kepribadiannya terpengaruh lingkungan yang tidak parallel dan dari tuntunan agama. Oleh karena itu,dalam mendidik anak usia dini perlu adanya perhatian khusus bagi orang tua maupun guru dalam memperhatikan pendidikan akhlak anak. Karena baik dan buruknya perilaku anak, bergantung pada pendidikan yang diberikan kepada anak tersebut sejak usia dini, jika anak terebut menjadi anak yang baik dan begitu pula sebaliknya. Maka dalam hal ini perlu adanya Kerjasama antara orangtua dan guru agar anak usia dini dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang mempunyai akhlak yang mulia dan islami.
Kebangkitan Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam Non Formal: Majelis Ta’lim Muslim Muslim
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 3 (2020): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i3.12884

Abstract

Wacana Intelektual Keagamaan Islam di Indonesia dan Timur Tengah Irvan Mustofa Sembiring
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 1 (2022): Januari-Maret
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i1.10380

Abstract

Pada zaman sekarang ini, bagi warga Indonesia yang melakukan rihlah ilmu pengetahuan ke Timur Tengah, timbul anggapan pada sebahagian orang bahwa seseorang yang melakukan rihlah tersebut akan membawa dampak negatif kepada Indonesia. Padahal semenjak Islam masuk ke Nusantara hubungan antara Nusantara dengan Timur Tengah telah terjalin. Sebanarnya, bagaimana wacana intelektual keagamaan Islam di Indonesia dengan Timur Tengah?. Penelitian ini menggunakan metode sejarah (history). Penelitian ini menginformasikan bahwa pertama, persentuhan intelektual Islam Indonesia dengan Timur Tengah telah berlangsung  semenjak Islam masuk ke Nusantara. Kedua, keintelektualan Islam di Indonesia ini semakin berkembang ketika kaum Muslim Nusantara mengadakan perjalanan ke Timur Tengah melalui ibadah haji, menuntut ilmu dan menetap di wilayah Timur Tengah, lalu mengembangkannya di Nusantara. Ketiga, intelektual keagamaan Islam di Indonesia muncul setelah adanya proses Islamisasi adalah aliran sufi. Keempat, kemudian keintelektualan Islam ini terus berkembang yang mengarah kepada fiqih seperti mazhab syafi’i, juga aliran akidah seperti ahlus sunnah wa al jamaah. Kelima, intelektual Islam di Indonesia masuk pada era modern dengan tokohnya seperti kaum muda yang ada di Minangkabau seperti Haji Muhammad Djamil Djambek, Haji Abdullah Ahmad, Haji Abdul Karim Amrullah dan Haji Muhammad Thaib Umar, yang telah lama menggali ilmu di Timur Tengah. Kata Kunci: Wacana, Intelektual, Indonesia, Timur Tengah
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ORGANISASI-ORGANISASI ISLAM: MUHAMMADIYAH, NAHDATUL ULAMA DAN JAMI’ATUL WASHLIYAH M Fadli
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 3 (2021): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i3.12930

Abstract

Awareness of organization with a very high effort and imbued with feelings of nationalism and religion led to developments and a new era in education and teaching. With full awareness, the leaders of the movement tried to change the backwardness of the Indonesian people through the implementation of national education. Their efforts are realized by establishing schools and madrasas with a modern system by adopting a Western education system that teaches general subjects and religious subjects. Evidence of this development is until the birth of Islamic universities in Indonesia. The role of these organizations can be extraordinary, both in the fields of economy, education, politics and in achieving independence for the Indonesian state. We also feel this until now where many Islamic organizations still exist and maintain stability in Indonesia within a government.
MEMBERDAYAKAN EPISTEMOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Raudhatuz Zahrah
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 2 (2021): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i2.12913

Abstract

Islamic education must be built and developed based on epistemology to create quality and highly competitive Islamic education to survive and lead. Efforts to explore, discover and establish Islamic education can be effective and efficient if it is based on the epistemology of Islamic teaching. So that the development of Islamic education conceptually and in an applicative manner must be built from the epistemology of Islamic education as a whole. So the epistemology of Islamic education emphasizes efforts, ways, or steps to gain knowledge of Islamic teaching. The activity of thinking in epistemology is the most capable of developing scientific creativity compared to ontology and axiology. Epistemology of Islamic education is an object of knowledge, a way of obtaining knowledge and a way of measuring the correctness of knowledge related to the formation of personality, morals, developing nature and all human potential to the fullest so that they become a good Muslim, have a logical-critical mindset, have faith, fear, and are helpful. For themselves and their environment, they can achieve happiness in this world and the hereafter, according to Islamic teachings
Telaah Spirit Islam dalam Tasawuf Ahmad Ridwan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 3 (2022): Juli-September
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i3.13262

Abstract

Tidak dapat diragukan bahwa Rasullah Saw. bersama para sahabatnya adalah “father” kaum sufi yang di dalam hidupnya hidup kekuatan jasmani dan ruhani dengan seimbang, namum demikian pada perkembangannya mengapa semua penganut ajaran tersebut dijuluki sufi bukan muhsin (pelaku kebaikan), zuhud (kaum asketis) atau ‘ubad (ahli Ibadah)? darimanakah istilah tersebut muncul dan semenjak kapankan ia menjadi identitas bagi komunitas penganut gerakan spritual dalam Islam? pertanyaan-pertanyaan inilah yang selalu muncul ketika para penulis ilmu tasawuf merunut akar kesejarahan ilmu tasawuf dalam Islam. metode yang digunakan dalam research ini bagian dari penelitian literatur, maka untuk mengumpulkan data diperoleh dengan cara menganalisi data kemudian ditarik suatu kesimpulan sehingga akan dapat hasil yang bersifat literatur. hasil penelitian ini mengungkap tentang spirit Islam dalam tasawuf, melalui pengenalan tasawuf dengan pendekatan historis praktek tasawuf yang di amalkan Rasullah Saw. Bersama sahabat, penelitian ini sekaligus mengungkan dan membantah tuduhan negatif terhadap kaum sufi yang mengamalkan ajarannya dengan tekun dan penuh dengan keunikan sampai akhir zaman.
ILMU PENDIDIKAN DALAM WACANA ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN Junaidi Arsyad; Mayurida Mayurida; Gunawan Gunawan
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 4, No 4 (2020): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v4i4.12902

Abstract

The idea of Islamization of science has become an interesting phenomenon lately which has always been a hot topic of discussion among Muslim academics. This is interesting because it responds to the development of modern epistemology which is dominated by non-Islamic Western civilization. By using a library research method with a content analysis approach, all information, whether written or printed in the form of a book, will be elaborated on and understood by the contents of the text in order to answer all the research questions. The results of the study indicate that the speed of dissemination of the development of knowledge institutionally is based on the epistemology of Islamic scholarship, which continues to be studied and critically studied. This shows that Islamic teachings are updated on developments and are able to design the future order of life. Even though at the beginning, the conceptual level was more at the epistemological level where science was described as explained by Al-Faruqi, also Kuntowijoyo and M. Amin Abdullah, but contributed greatly to the grand design of Islamic scholarship, especially in Islamic universities..
IMPLEMENTASI LAYANAN PENGUASAAN KONTEN DALAM KEGIATAN BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI UNTUK PENINGKATAN SELF EFFICACY SISWA KELAS 1 MAN 1 MEDAN Feri Zal; Saiful Akhyar Lubis; Neliwati Neliwati
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 6, No 2 (2022): April-Juni
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v6i2.6865

Abstract

Kecemasan yang dialami siswa ketika menghadapi pelajaran tertentu dapat timbul bukan hanya disebabkan oleh beban yang dirasa bisa mengancam, tetapi juga dikarenakan bagaimana persepsi siswa terhadap kemampuannya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan tersebut yang merupakan self-efficacy. Peran guru pembimbing sangat penting, karena kebutuhan mereka harus dipenuhi, seperti kebutuhan akan perhatian, bimbingan dalam menghadapi permasalahan belajarnya sehingga lebih mampu dalam meningkatkan aktualisasi diri dalam aktivitas belajarnya. Apabila keadaan ini tidak diberikan perhatian dan bimbingan maka bisa memberikan dampak pada diri siswa untuk melakukan tindakan yang kurang baik seperti suka bolos dari sekolah, berkelahi dengan teman dan sebagainya. Agar siswa dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan mampu mengarahkannya menjadi individu yang berkembang secara optimal maka dibutuhkan suatu bantuan seperti diberikannya bimbingan dan konseling di sekolah terutama dengan pembinaan belajar dengan memberikan layanan penguasaan konten.
EVALUASI KURIKULUM MIS TI AL-MUSHTHAFAWIYAH Maulidah Hasnah Anas
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 5, No 4 (2021): Oktober-Desember
Publisher : Pascasarjana UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v5i4.12935

Abstract

Kurikulum titik tolak pelaksanaan pembelajaran.  Evaluasi berguna  mengetahui  pencapaian tujuan, keperluan tambahan/pengurangan, peranan pengawasan dan penerapan. Penelitian bertujuan  mendeskripsikan data  evaluasi penerapan kurikulum MIS TI Al-Mushthafawiyah Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif . Teknik pengumpulan data:  wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknis analisis data: reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Sabjek  penelitian: kepala sekolah dan wakil serta guru.