cover
Contact Name
Innike Abdillah Fahmi
Contact Email
fahmi.innike@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
societa@um-palembang.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
ISSN : 23014180     EISSN : 25498509     DOI : -
Societa is the journal that published by Agricultural Faculty of Muhammadiyah University of Palembang, since 2016. This journal reguraly publish every June and December with registrated number ISSN 2301-4180 (print) and ISSN 2549-8509 (online).
Arjuna Subject : -
Articles 305 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN USAHATANI PADI SAWAH MENGGUNAKAN COMBINE HARVESTER DAN POWER THRESHER DI DESA SUKANEGARA KECAMATAN MADANG SUKU II KABUPATEN OKU TIMUR Pangindoman, Deo Yahendra Anada; Fahmi, Innike Abdillah
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i2.7749

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze differences in labor output in harvesting lowland rice using a combine harvester and power thresher and to analyze differences in farmer income in lowland rice farming using a combine harvester and power thresher in Sukanegara Village, Madang Suku II District, Ogan Komering Ulu Timur Regency. The research method used is survey method and sampling method in this study using Disproportionate Stratified Random Sampling, data collection method using observation, interview, and documentation methods. and the power thresher is processed manually then grouped and tabulated, then a T-test (t-test) is carried out and to answer how are the differences in farmers' income in lowland rice farming using a combine harvester and power thresher, the data obtained in the field is processed manually and then coded and tabulated, then a T-test (t-test) is performed to determine the difference between each layer. The results showed that the average labor force of farmers using a combine harvester was 5,2 HKP, while farmers using a power thresher were 18,4 HKP, which was greater than that of a farmer using a combine harvester. After the T test, the value of sig. (2-tailed) < (0.05), meaning that there is a significant difference between the labor outpouring of lowland rice harvesting using a combine harvester and a power thresher. Meanwhile, the average income of farmers who use a combine harvester is Rp. 25,036,842 is greater than the average income of farmers who use a power thresher, which is Rp. 20,415,811. After the T test, the value of sig. (2-tailed) < (0.05) means that there is a significant difference between farmers' income on farming lowland rice using a combine harvester and a power thresher. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan curahan tenaga kerja pada pemanenan padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher dan untuk menganalisis perbedaan pendapatan petani pada usahatani padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher di Desa Sukanegara Kecamatan Madang Suku II Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dan metode penarikan contoh pada penelitian ini menggunakan Disproportionate Stratified Random Sampling, metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi Dalam menjawab masalah yang pertama yaitu Bagaimana perbedaan curahan tenaga kerja pada pemanenan padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher di olah secara manual lalu dikelompokkan dan tabulasi, selanjutnya dilakukan Uji T (t-test) dan untuk menjawab Bagaimana perbedaan pendapatan petani pada usahatani padi sawah dengan menggunakan combine harvester dan power thresher data yang diperoleh dilapangan diolah secara manual kemudian diberi kode dan di tabulasi, selanjutnya dilakukan Uji T (t-test) untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing lapisan. Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata curahan tenaga kerja petani yang menggunakan combine harvester sebesar 5,2 HKP sedangkan petani yang menggunakan power thresher yaitu 18,4 HKP lebih besar dibandingkan curahan tenaga kerja petani yang menggunakan combine harvester. Setelah dilakukan Uji T nilai sig. (2-tailed) < ? (0,05) , artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara curahan tenaga kerja pada pemanenan padi sawah menggunakan combine harvester dan power thresher. Sementara Pendapatan rata-rata petani yang menggunakan combine harvester sebesar Rp. 25,036,842 lebih besar dari pada rata-rata pendapatan petani yang menggunakan power thresher yaitu Rp. 20,415,811. Setelah dilakukan Uji T nilai sig. (2-tailed) < ? (0,05) artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan petani pada usahatani padi sawah menggunakan combine harvester dan power thresher. 
POLA KOMUNIKASI PENYULUH PERTANIAN DALAM PEMBINAAN USAHATANI TANAMAN GAMBAS PADA KELOMPOK TANI BANGAU DI DESA REJODADI KECAMATAN SEMBAWA KABUPATEN BANYUASIN Anang, Rahidin H.; Setiawan, Hendra
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i2.7754

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to determine the communication patterns of agricultural extension workers and communication constraints of agricultural extension agents in fostering Luffafarming. This research was conducted in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency, South Sumatra Province. in January - February 2023. The research method used is phenomenology. while the sampling method used in this study was Non-Probablity Sampling (a sample based on certain considerations and characteristics). The informants in this study were one agricultural extension worker, the head of the stork farmer group and the luffa farmer in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency. Data collection methods used in this study were in-depth interviews, participatory observation and documentation. The data processing method used (data condensation, data presentation, describing and drawing conclusions) and data analysis used is descriptive-qualitative analysis.The results showed that the communication patterns of agricultural extension agents in fostering gambas farming in Rejodadi Village used a two-way communication pattern, meaning that there was reciprocity given by extension agents to farmers in extension activities that occurred in the field, namely when discussing and sharing with farmers to solve problems with the squash farming. The communication constraints of agricultural extension workers in fostering gambas farming in Rejodadi Village, Sembawa District, Banyuasin Regency that occur are environmental and technical constraints. Environmental constraints, namely interference with vehicle noise during extension activities and weather conditions during the rainy season. While the technical constraints that occur are infrastructure in the form of extension equipment and the selection of communication media used by extension workers in the form of mobile phones during agricultural extension activities.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi penyuluh pertanian dan kendala komunikasi penyuluh pertanian dalam pembinaan usahatani gambas. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. pada bulan Januari - Februari 2023. Metode Penelitian yang digunakan adalah fenomenologi. sedangkan metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non Probablity Sampling(sampel yang berdasarkan pertimbangan dan ciri khas tertentu) informan dalam penelitian ini yaitu satu orang penyuluh pertanian, ketua kelompok tani  dan petani gambas yang ada di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipasi dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan (kondensasi data, penyajian data, menggambarkan dan menarik kesimpulan)dan  analisis data yang digunakan adalah analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola komunikasi penyuluh pertanian dalam pembinaan usahatani gambas di Desa Rejodadi menggunakan pola komunikasi dua arah artinya ada timbal balik yang diberikan penyuluh kepada petani pada aktivitas penyuluhan yang terjadi dilapangan yaitu pada saat berdiskusi dan sharing dengan petani untuk memecahkan permasalahan usahatani gambas tersebut.Kendala komunikasi penyuluh pertanian dalam pembinaan usahatani gambas di Desa Rejodadi Kecamatan Sembawa Kabupaten Banyuasin yang terjadi adalah  kendala lingkungan dan teknis. kendala Lingkungan yaitu gangguan  akan  suara kendaraan pada saat aktivitas penyuluhan dan kondisi cuaca pada saat musim penghujan. Sedangkan kendala teknis yang terjadi yaitu prasarana berupa alat transportasi penyuluh dan pemilihan media komunikasi yang digunakan penyuluh berupa handphone pada saat aktivitas penyuluhan pertanian.
DAMPAK RENDAHNYA HARGA KARET TERHADAP POLA KONSUMSI KELUARGA PETANI KARET DI DESA CENGAL KECAMATAN CENGAL KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Epander, Epel; Iswarini, Harniatun
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v13i1.8471

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to analyze the impact of low rubber prices on family consumption patterns and to determine the contribution of other business income to rubber farmers' income in meeting family needs in Cengal Village, Cengal District, Ogan Komering Ilir Regency. The research method used in this research is the survey method. The sampling method in this research uses a simple random sampling method. The respondents in this study were 34 respondents. The data collection methods used are observation, interviews and documentation. The data processing methods used are editing, coding and tabulating. The data analysis method used is a descriptive method with mathematical formulas. The results of the research show that the low price of rubber in Cengal Village, Cengal District, Ogan Komering Ilir Regency has an impact on reducing the income of rubber farmers, with the decrease in income of rubber farmers also having an impact on expenditure on food and non-food needs rubber farming family. For food needs such as beef, chicken, fish, sugar and cooking oil, there was a decrease in the number of purchases. However, there has been an increase in the number of eggs produced because this is to fulfill nutritional needs due to reduced meat purchases. Meanwhile, non-food needs also had an impact on decreasing the number of purchases, but in particular the number of purchases of cigarettes only experienced changes in cigarette brands with cheaper prices. The contribution of other business income to the income of rubber farmers in Cengal Village, Cengal District, Ogan Komering Ilir Regency is 64.9%, meaning it has a high contribution. This income contribution is obtained from businesses such as fish farming, trading, looking for wood and doing labor work. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak rendahnya harga karet terhadap pola konsumsi keluarga dan untuk mengetahui kontribusi pendapatan usaha lain terhadap pendapatan petani karet dalam memenuhi kebutuhan keluarga di Desa Cengal Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Metode penarikan contoh dalam penelitian ini menggunakan metode simple rundom sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 34 responden. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan tabulating. Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dengan rumus matematik Hasil penelitian menunjukan bahwa rendahnya harga karet di Desa Cengal Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir berdampak pada menurunnya pendapatan petani karet, dengan menurunya pendapatan petani karet maka memberikan dampak juga terhadap pengeluaran kebutuhan pangan dan non pangan keluarga petani karet. Pada kebutuhan pangan seperti daging sapi, daging ayam, ikan, gula, dan minyak goreng terjadi penurunan jumlah pembelian. Namun terjadi peningkatan pada jumlah pengeluaran telur dikarnakan hal ini untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi akibat pembelian daging berkurang. Sedangkan pada kebutuhan non pangan juga berdampak penurunan jumlah pembelian namun khususnya jumlah pembelian pada rokok tetap hanya mengalami perubahan merk rokok dengan harga yang lebih murah. Kontribusi pendapatan usaha lain terhadap pendapatan petani karet di Desa Cengal Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah sebesar 64,9% artinya berkontribusi tinggi Dimana kontribusi pendapatan tersebut didapatkan dari usaha seperti ternak ikan, berdagang, mencari kayu serta melakukan pekerjaan buruh. 
PENDAPATAN USAHATANI PORANG DENGAN POLA TANAM MONOKULTUR DAN TUMPANG SARI DI KECAMATAN SUNGAI LILIN KABUPATEN MUSI BANYUASIN (STUDI KASUS USAHATANI PORANG BAPAK SUMARNO) Rohayati, Puput Pebri; Abubakar, Rafeah
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v13i1.8476

Abstract

ABSTRACTThe aim of this research is to analyze how porang farming is managed with monoculture and intercropping cropping patterns and to analyze how income differs from porang farming with monoculture and intercropping cropping patterns in Sungai Lilin District, Musi Banyuasin Regency. The research method used in this research is the case study method. The sampling method that will be used in this research uses a purposive sampling technique. The respondent in this study was 1 respondent. The data collection methods used were observation, interviews and documentation. The data processing methods used are editing, coding and tabulating. The data analysis method used is descriptive with a quantitative approach. The research results show that porang farming management with intercropping and monoculture patterns is basically the same, there are only differences in the land used. Based on the assessment of the weight of porang farming management scores for monoculture and intercropping patterns, which consists of: 1) Technical and non-technical implementation has a weight score of 120 for monoculture patterns and a weight score of 140 for intercropping patterns. 2) Technical implementation has a weight score of 335 for monoculture and a weight score of 260 for intercropping patterns, and 3) Farming evaluation has a weight score of 69 for monoculture patterns and a weight score of 69 for intercropping. Based on the score weight assessment, it can be concluded that the three managements of porang farming in monoculture and intercropping patterns have criteria in the moderate management category. The income from porang farming with a monoculture pattern after conversion is IDR. 2,037,333/Ha/MT while the income from intercropping after conversion is Rp. 39,843,333/Ha/MT. So the difference in income between intercropping and monoculture farming patterns after conversion per hectare is IDR. 37,806,000/Ha/MT. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana manajemen usahatani porang dengan pola tanam monokultur dan tumpang sari dan untuk menganalisis bagaimana perbedaan pendapatan usahatani porang dengan pola tanam monokultur dan tumpang sari di Kecamatan Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Metode penarikan contoh yang akan digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 1 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan  data yang digunakan adalah editing, coding dan tabulating. Metode analisis data yang digunakan adalah Deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen usahatani porang dengan pola tumpangsari dan monokultur pada dasarnya sama saja, hanya terdapat perbedaan pada lahan yang digunakan. Berdasarkan penilaian bobot skor manajemen usahatani porang pola monokultur dan tumpangsari yang terdiri dari : 1) Pelaksanaan teknis dan non teknis mempunyai bobot skor 120 pola monokultur dan bobot skor 140 pada pola tumpangsari. 2) Teknis pelaksanaan mempunyai bobot skor 335 monokultur dan bobot skor 260 pada pola tumpangsari, dan 3) Evaluasi usahatani mempunyai bobot skor 69 pola monokultur dan bobot skor 69 untuk tumpangsari.  Berdasarkan penilaian bobot skor dapat disimpulkan ketiga manajeman pengelolaan usahatani porang pada pola monokultur dan tumpangsari mempunyai kriteria dalam katagori pengelolaan sedang. Pendapatan usahatani porang dengan pola monokultur setelah dikonversi adalah sebesar  Rp. 2.037.333/Ha/MT sedangkan pendapatan pada tumpangsari setelah dikonversi adalah sebesar Rp.  39.843.333/Ha/MT. Sehingga perbedaan pendapatan pada usahatani dengan pola tumpangasari dan monokultur setelah dikonversi per hektar adalah sebesar Rp. 37.806.000/Ha/MT. 
ANALISIS PERBEDAAN PENDAPATAN USAHATANI KELAPA SAWIT VARIETAS DURA DENGAN USAHATANI KELAPA SAWIT VARIETAS TENERA DI DESA BUDI ASIH KECAMATAN PULAU RIMAU KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Sugiharto, Bambang Bayuaji; Iswarini, Harniatun
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i2.7750

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the amount of income between the two varieties, to determine the difference in income between oil palm farming of the dura variety and coconut farming of the tenera variety. location is done intentionally. The research method used in this study is a quantitative method, the sampling method used in this study is proportional random sampling, by taking a sample of 20 respondents from oil palm farmers of the Tenera variety and 15 people from oil palm farmers of the Dura variety. The data taken are primary data and secondary data. The data processing method used is a quantitative method. The results showed that the average income of oil palm farmers with the Dura variety was Rp. 2,825,870 (Rp/lg/month), while oil palm farming with the Tenera variety averaged Rp. 6,059,467 (Rp/lg/month). . This shows that oil palm farmers with the tenera variety get higher incomes than the oil palm farmers with the dura variety and based on the results of the Independent t-test test, the sig value. (2-tailed) 0.001 < 0.05 for oil palm farmers of the Dura variety and 0.000 < 0.05 for rubber farmers of the Tenera variety showed that there was a difference in income for growing oil palm varieties with the Tenera variety and farm income for growing oil palm varieties for the Dura variety. ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan antara kedua varietas tersebut, untuk mengetahui perbedaan pendapatan antara usahatani kelapa sawit varietas dura dan usahatani kelapa sawit varietas tenera. Penentuan lokasi dilakukan dengan cara sengaja. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif, metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling, dengan mengambil sampel sebanyak 20 orang responden dari petani kelapa sawit varietas Tenera dan 15 orang dari petani kelapa sawit varietas Dura. Data yang diambil adalah data primer dan data sekunder. Metode pengolahan data yang digunakan adalah metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan Besar pendapatan petani kelapa sawit varietas dura rata-rata sebesar sebesar Rp.2.825.870 (Rp/lg/bln), sedangkan usahatani kelapa sawit dengan varietas Tenera rata-rata sebesar Rp.6.059.467 (Rp/lg/bln). Hal ini menunjukkan bahwa petani kelapa sawit dengan varietas tenera mempunyai pendapatan lebih tinggi dibandingkan dengan petani kelapa sawit varietas dura dan berdasarkan hasil pengujian Independent t-tes nilai sig. (2- tailed) 0.001 < 0.05 untuk petani kelapa sawit varietas Dura dan 0,000 < 0,05 untuk petani karet varietas Tenera menunjukkan bawa terdapat perbedaan pendapatan usahatani yang menanam kelapa sawit varietas tenera dengan pendapatan usahatani yang menanam kelapa sawit varietas dura.
ANALISIS TINGKAT KEUNTUNGAN USAHA TANI GAMBIR DAN NILAI TAMBAH SERTA KEUNTUNGAN DARI USAHA GETAH GAMBIR SEBAGAI PEWARNA PAKAIAN (Studi Kasus Pada Usaha Tani Gambir Samsul Rizal) DI DESA TOMAN KECAMATAN BABAT TOMAN KABUPATEN MUSI BANYUASIN Suriyadi, Suriyadi; Iskandar, Sutarmo
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i2.7755

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to find out how the level of profit and how much added value and profit from the business of gambir sap as a clothing dye in Toman Village, Babat Toman District, Musi Banyuasin Regency. This research was conducted in Babat Toman District, Musi Banyuasin Regency from January to March 2022. The research method used is a case study. The sampling method used was purposive sampling, where in the study 1 gambir farmer had the widest gambir farm, which was 5 ha of gambir farming in Babat Toman District, Musi Banyuasin Regency. The data collection method used in this study was direct observation and interviews with respondents using a tool list in the form of a list of questions that had been prepared in advance and data obtained from related institutions that were related to this research. The data processing method used was descriptive qualitative and quantitative analysis, then to calculate the profit the profit formula and profit level were used. The results showed that: 1) The level of profit from the business of gambir sap as a clothing dye in Toman Village, Babat Toman District, Musi Banyuasin Regency was 6.1; 2) The added value of gambir sap is Rp. 437.500/kg (8.33%) with a large profit of Rp. 43.7443.75/kg from the gambir sap business in Toman Village, Babat Toman District, Musi Banyuasin Regency; and 3) The added value of dyes is Rp.159,850/liter (2.85%) with a large profit of Rp.159,790/liter from the dyestuff business in Toman Village, Babat Toman District, Musi Banyuasin Regency. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui bagaimana tingkat keuntungan dan berapa besar nilai tambah serta keuntungan dari usaha getah gambir sebagai pewarna pakaian Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin pada bulan Januari sampai dengan Maret 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus (case study). Metode penarikan contoh yang digunakan adalah dengan cara sengaja (purposive sampling), dimana dalam penelitian 1 petani gambir yang mempunyai usaha tani gambir yang terluas, yaitu sebesar 5 ha usahatani gambir yang ada di Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin. Metode pengumplan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan alat bantu berupa daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya serta data-data yang didapat dari lembaga- lembaga terkait yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Metode pengolahan data yang digunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, selanjutnya untuk menghitung keuntungan digunakan rumus keuntungan dan tingkat keuntungan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Tingkat keuntungan dari usaha getah gambir sebagai pewarna pakaian di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin sebesar 6,1; 2) Besar nilai tambah getah gambir sebesar Rp.437.500/kg (8,33%) dengan besar keuntungan Rp.43.7443,75/kg dari usaha getah gambir di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin; dan 3) Besar nilai tambah zat pewarna sebesar Rp.159.850/liter (2,85%) dengan besar keuntungan Rp.159.790/liter dari usaha zat pewarna di Desa Toman Kecamatan Babat Toman Kabupaten Musi Banyuasin.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETANI KARET MENJUAL BOKAR KE PENGEPUL DI DESA TANJUNG DAYANG KECAMATAN INDRALAYA SELATAN Herlangga, Arya; Iskandar, Sutarmo
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v13i1.8472

Abstract

 ABSTRACTThe aim of this research is to determine the factors that influence farmers' decisions to sell bokar to collector agents and to determine the profits of collector I and collector II in Tanjung Dayang Village, South Indralaya District. The research method used in this research is the survey method. The sampling method that will be used in this research is proportionate stratified random sampling and purposive sampling. The respondents in this study were 100 respondents with details of 69 respondents who sold bokar to collector I and 31 respondents who sold bokar to collector II. The data collection methods used are observation, interviews and documentation. The data processing methods used are editing, coding and tabulating. The research results show that the factors of age, education level, land area, family relationships and payment techniques simultaneously have a real influence on farmers' decisions to sell bokar to collector I or collector II in Tanjung Dayang Village, South Indralaya District. a) Age has no significant influence on the farmer's decision to sell bokar to collector I or collector II in Tanjung Dayang Village, South Indralaya District, b) Level of education has no significant influence on the farmer's decision to sell bokar to collector I or collector II in Tanjung Dayang Village, South Indralaya District , c) Land area has no real influence on the farmer's decision to sell bokar to collector I or collector II in Tanjung Dayang Village, South Indralaya District, d) Family relationships have a significant influence on the farmer's decision to sell bokar to collector I or collector II in Tanjung Dayang Village, Indralaya District South, and e) Payment techniques have a real influence on the farmer's decision to sell bokar to collector I or dealer II in Tanjung Dayang Village, South Indralaya District. Profits obtained by collectors I and II in purchasing bokar from rubber farmers in Tanjung Dayang Village, South Indralaya District, where the collector I owns the profits obtained by collectors I and II. Collector I has a profit of Rp. 20,514,611/Month and collector II Rp. 10,864,343/Month ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keputusan  petani menjual bokar ke pengepul dan Untuk mengetahui besar keuntungan pengepul I dan  pengepul II di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Metode penarikan contoh yang akan digunakan dalam penelitian ini proportionate stratified random sampling dan purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah 100 responden dengan rincian 69 responden yang mnjual bokar ke pengepul I dan 31 responden yang menjual bokar ke pengepul II. Metode pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode pengolahan  data yang digunakan adalah editing, coding dan tabulating. Hasil penelitian menunjukan faktor umur, tingkat pendidikan, luas lahan, hubungan keluarga, dan teknis pembayaran secara simultan berpengaruh nyata  terhadap keputusan petani menjual bokar ke pengepul I atau pengepul II di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan. a) Umur berpengaruh tidak nyata terhadap keputusan petani menjual bokar ke pengepul I atau pengeul II di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan, b) Tingkat pendidikan berpengaruh tidak nyata terhadap keputusan petani menjual bokar ke pengepul I atau pengeul II di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan, c) Luas lahan berpengaruh tidak nyata terhadap keputusan petani menjual bokar ke pengepul I atau pengeul II di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan, d) Hubungan keluarga berpengaruh nyata terhadap keputusan petani menjual bokar ke pengepul I atau pengeul II di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan, dan e)Teknis pembayaran berpengaruh nyata terhadap keputusan petani menjual bokar ke pengepul I atau pengeul II di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan Keuntungan yang diperoleh pengepul I dan II dalam melakukan pembelian bokar petani karet di Desa Tanjung Dayang Kecamatan Indralaya Selatan, dimana pengepul I meliliki keuntungan yang di dapatkan oleh pengepul I dan II. Pada pengepul I memilki keuntungan sebesar Rp. 20.514.611/Bulan dan pengepul II Rp. 10.864.343/Bulan 
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH TADAH HUJAN PENGGUNA BENIH PADI BERSERTIFIKAT DENGAN BENIH NON SERTIFIKAT DI DESA EMBACANG BARU ILIRKECAMATAN KARANG JAYA KABUPATEN MURATARA Angelia, Nanda; Kurniawan, Rahmat
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v13i1.8477

Abstract

ABSTRACTThis research aims to determine the factorsthat. Influence farmers’ decision in using certified rice seeds or non-certified rice seeds and o determine the comparison of rice farming income using certified rice seeds and users of non-certified rice seeds in Embacang Baru Ilir Village, Karang Jaya Distrrict Muratara Regency. The reseach method used was a survey method. The sampling method used was Dispropotinate Stratified Random Sampling. Data analysis used in the firsh problem formulation used logistic regression analysis and for the second problem formulation it was analyed using the t-test. The reseach result show that: 1) the only factor that has a real factor, while the factor of age, axperience, education, land area and land ownership status have no real influence on farmers’ decision. 2) comparation of income, there is a significant  difference in income between farmers who use certified rice seeds and farmers who use non-certified rice seeds in Embacang Baru Ilir Village, Karang Jaya Distrrict Muratara Regency.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam menggunakan benih padi bersertifikat atau benih non sertifikat dan untuk mengetahui perbandingan pendapatan usahatani padi pengguna benih padi bersertifikat dan pengguna benih padi non sertifikat di Desa Embacang Baru Ilir Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Embacang Baru Ilir Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey untuk metode penarikan contoh yang digunakan adalah Dispropotionate Stratified Random Sampling. Analisis data yang digunakan pada rumusan masalah pertama menggunakan analisis regresi logistik dan untuk rumusan masalah yang kedua dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) faktor yang berpengaruh nyata terhadap keputusan petani dalam menggunakan benih padi bersertifikat atau non sertifikat hanya faktor pendapatan sedangkan faktor umur, pengalaman, pendidikan, luas lahan, dan status kepemilikan lahan tidak berpengaruh nyata terhadap keputusan petani. 2) perbandingan pendapatan terdapat perbedaan pendapatan yang signifikan antara petani yang menggunakan benih padi bersertifikat dan petani yang menggunakan benih padi non sertifikat di Desa Embacang Baru Ilir Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Muratara.
KINERJA UNIT PENGOLAHAN DAN PEMASARAN BOKAR (UPPB) DI DESA CIPTA PRAJA KECAMATAN KELUANG KABUPATEN MUSI BANYUASIN Artati, Ade; Afriyatna, Sisvaberti
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i2.7751

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the performance of the Bokar Processing and Marketing Unit (UPPB) in Cipta Praja Village, Keluang District, Musi Banyuasin Regency, to determine the marketing system for the Bokar Processing and Marketing Unit (UPPB) in Cipta Praja Village, Keluang District, Musi Banyuasin Regency and to determine the amount of income farmers who sell bokar through the Bokar Processing and Marketing Unit (UPPB) in Cipta Praja Village, Keluang District, Musi Banyuasin Regency. This research was conducted in Cipta Praja Village, Keluang District, Musi Banyuasin Regency, South Sumatra Province. The research method used was a survey method for the sampling method using the Simple Random Sampling method, with a total sample of 52 people who are members of the Cipta Praja Bokar Processing and Marketing Unit (UPPB). Data collection methods used in this study were interviews, observation and documentation. Data processing methods used are editing, coding and tabulating. Data analysis used in the first problem formulation used a Likert scale, in the second problem formulation it was analyzed descriptively qualitatively and in the third problem formulation it was analyzed using the income formula. The results showed that: 1) The performance measurement of UPPB Cipta Praja based on the technical service function was classified as moderate with a total score of 27.90 and on the business development function it was also classified as moderate with a total score of 19.81. 2) The bokar marketing system at UPPB Cipta Praja is an organized marketing system with a closed auction market pattern. 3) The average income of farmers who market bokar through the Cipta Praja Bokar Processing and Marketing Unit (UPPB) is Rp. 1.661.209/lg/bln. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin, untuk mengetahui sistem pemasaran Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin dan untuk mengetahui besar pendapatan petani yang menjual bokar melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey untuk metode penarikan contoh digunakan metode Simple Random Sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang menjadi anggota Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Cipta Praja. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode pengolahan data yang digunakan adalah editing, coding dan tabulating. Analisis data yang digunakan pada rumusan masalah pertama menggunakan skala likert, pada rumusan masalah kedua dianalisis secara deskriptif kualitatif dan pada rumusan masalah ketiga dianalisis dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Pengukuran kinerja UPPB Cipta Praja berdasarkan fungsi pelayanan teknis tergolong sedang dengan skor total sebesar 27,90 dan pada fungsi pengembangan usaha juga tergolong sedang dengan skor total sebesar 19,81. 2) Sistem Pemasaran bokar di UPPB Cipta Praja adalah sistem pemasaran teroganisir dengan pola pasar lelang yang bersifat tertutup. 3) Rata-rata pendapatan petani yang memasarkan bokar melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Cipta Praja adalah sebesar Rp. 1.661.209/lg/bln. 
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI CABAI RAWIT TERHADAP PENDAPATAN PETANI PADI DI DESA TABALA JAYA KECAMATAN KARANG AGUNG ILIR KABUPATEN BANYUASIN Dayanti, Fitri; Ningrum, Puri Pratami Ardina
Societa: Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jsct.v12i2.7756

Abstract

ABSTRACTThis research was conducted to find out how much the income of cayenne pepper farming and the contribution of cayenne pepper farming income to the income of rice farmers in Tabala Jaya Village, Karang Agung Ilir District, Banyuasin Regency. This research was conducted in Tabala Jaya Village, Karang Agung Ilir District, Banyuasin Regency from December 2022 to January 2023. The research method used was a survey. The sampling method used was a census where in this study the number of respondents taken as a sample was 15 farmers where rice farmers have additional or side jobs as cayenne pepper farmers. Data collection methods used in this study were observation, interviews and documentation using a previously prepared questionnaire. While the methods of processing and analyzing data are editing, coding, and tabulating with a quantitative approach. The average income of cayenne pepper farming is Rp.17.198.069Mt/Padi. The average income of rice farmers in Tabala Jaya Village is Rp.57,152.437/ Lg/Mt Paddy and the results of the research show that the contribution of cayenne pepper farming income to the income of rice farmers is 30.84%. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui berapa besar pendapatan usahatani cabai rawit dan kontribusi pendapatan usahatani cabai rawit terhadap pendapatan petani padi Di Desa Tabala Jaya Kecamatan Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tabala Jaya Kecamatan Karang Agung Ilir Kabupaten Banyuasin pada bulan Desember 2022 sampai dengan Januari 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah sensus dimana dalam penelitian ini jumlah respondenyang diambil sebagai sampel sebanyak 15 petani dimana petani padi yang memiliki perkerjaan tambahan atau sampingan sabagai petani cabai rawit. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan kuesioner yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangan metode pengolahan dan analisis data yaitu editing, coding, dan tabulating dengan pendekatan kuantitatif. Rata-rata besarnya pendapatan usahatani cabai rawit adalah Rp. 17.198.069/Lg/Mt Padi. Rata-rata pendapatan petani padi di Desa Tabala Jaya adalah Rp.57.152.437/Lg/Mt Padi dan hasil penelitian kontribusi pendapatan usahatani cabai rawit terhadap pendapatan petani padi sebesa 30,84%.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 2 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 14, No 1 (2025): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 11, No 2 (2022): JURNAL PENELITIAN ILMU-ILMU AGRIBISNIS Vol 11, No 1 (2022): SOCIETA: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 10, No 2 (2021): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 10, No 1 (2021): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 9, No 2 (2020): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 9, No 1 (2020): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 8, No 2 (2019): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 8, No 1 (2019): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 7, No 2 (2018): Societa: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 6, No 2 (2017): SOCIETA Vol 6, No 2 (2017): SOCIETA Vol 6, No 1 (2017): Societa Vol 6, No 1 (2017): Societa Vol 5, No 2 (2016): SOCIETA Vol 5, No 2 (2016): SOCIETA Vol 5, No 1 (2016): SOCIETA Vol 5, No 1 (2016): SOCIETA Vol 4, No 2 (2015): Societa Vol 4, No 2 (2015): Societa Vol 4, No 1 (2015): Societa Vol 4, No 1 (2015): Societa Vol 3, No 2 (2014): Societa : Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 3, No 2 (2014): Societa : Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis Vol 2, No 2 (2013): Societa: Penelitian Ilmu-Ilmu Agribisnis More Issue