cover
Contact Name
Heti Triwahyuni
Contact Email
triwahyuniheti@upmk.ac.id
Phone
+6285222239351
Journal Mail Official
triwahyuniheti@upmk.ac.id
Editorial Address
Kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan | Jl. Moertasiah Soepomo No. 28 Kab. Kuningan Telp.0232-874085 Faks 0232-874085. | Email:jaladri@upmk.ac.id Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Jaladri : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda
ISSN : 2443194X     EISSN : 25482106     DOI : -
Core Subject : Education,
Jaladri adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah STKIP Muhammadiyah Kuningan pada tahun 2015, dengan ISSN 2443-194X (print) dan ISSN: 2548-2106 (online). Jaladri memfasilitasi penelitian mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti. Fokus kajian gagasan Jaladri yaitu hasil penelitian, konseptual, kajian, aplikasi, teori, kritik, di bidang bahasa, sastra, budaya, dan pembelajaran bahasa daerah . Jaladri diterbitkan setiap bulan April dan Oktober.
Articles 120 Documents
Analisis Struktur dan Nilai Moral dalam Novel Randa Béngsrat Karya Yus Rusamsi Rika Purnama Indah; Ratnawati
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.2075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan nilai moral dalam novel Randa Béngsrat karya Yus Rusamsi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan menggunakan teknik pengumpulan data telaah pustaka dan analisis Kata Kunci: data. Berdasarkan hasil analisis struktur cerita. Pertama, tema dari novel ini adalah tentang cinta, iman dan perjuangan perempuan; alur yang digunakan dalam novel ini adalah alur mundur; karakter dalam novel ini terdapat 45 karakter. Dari 45 karakter tersebut, satu karakter utama yaitu Ésih. 13 pelaku yang mendampingi pelaku utama (pelaku kedua), dan 31 pelaku tambahan;latar yang terdapat dalam novel ini adalah 68 latar tempat; judul Randa Béngsrat mengacu pada tokoh utama yaitu Ésih, yang memiliki tiga tingkatan makna, yaitu: 1) Randa, 2) Béngsrat, 3) Randa Béngsrat; Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah orang ketiga tak terbatas; gaya basa yang digunakan dalam novel ini yaitu 7; tone dalam novel ditemukan ada 10 tone: simbolisme dalam novel ini ditemukan 41 simbol; ironi dalam novel ini ditemukan ironi Struktur Nilai Moral Novel dramatis. Kedua, terdapat 27 nilai moral yang terdapat dalam novel tersebut, yaitu hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Kemampuan Membaca Dongeng di Kelas VII MTs Terpadu Riyadul Badiah Mayang Regina; Fajar Sukma Nur Alam
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.2163

Abstract

Penelitian ini memiliki latar belakang kurangnya kemampuan siswa dalam membaca dongeng di MTs Terpadu Riyadul Badiah. Oleh karena itu penelitian ini memiliki tujuan antara lain untuk: satu, kemampuan membaca dongeng siswa sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. dua, mengetahui kemampuan membaca dongeng siswa setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. tiga, mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap kemampuan membaca dongeng siswa di MTs kelas VII. Metode penelitian yang dipakai adalah metode eksperimen dan jenis penelitiannya adalah kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VII A selaku kelas eksperimen dan siswa kelas VII B selaku kelas kontrol. Teknik mengumpulkan data melalui observasi, wawancara dan the prites postes control group design. Hasil penelitian menghasilkan model kooperatif tipe jigsaw berpengaruh terhadap hasil membaca dongeng siswa, jika sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw kelas eksperimen mempunyai nilai rata-rata (mean) jauh dari nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)begitu pun dengan kelas kontrol jauh dari nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Setelah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw nilai rata-rata (mean) kelas eksperiman yang sama dengan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) meningkat. Dan dilihat dari uji-t nilai sig.lebih kecil. Maka dari itu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berpengaruh terhadap kemampuan membaca dongeng siswa di kelas VII MTs Terpadu Riyadul Badiah.
Analisis Komparatif Sinkronis Bahasa Sunda dengan Bahasa Jawa Dialek Desa Panjalin Kidul Kabupaten Majalengka Novia Rahmawati; Ratnawati
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v9i2.2724

Abstract

This research aims to find out the kinship of Sundanese language with Javanese language of Panjalin Kidul dialect. The research method used is desciptive qualitative method. Data collection was done using the method of chapping and listening. The instrument used in the data collection process was a Sundanese vocabulary list. The data analysis method used is the synchronic comparative method. This research was conducted in Panjalin Kidul Village, Majalengka Regency, West Java Province. The results of this study showed that 84 data were obtained that were related based on the symptoms of language sound variation from 160 vocabularies. With 68 data of synonym language sound variation and 16 data of homonym language sound variation. The level of kinship between Sundanese and Javanese is 80% with an error term to determine the percentage of kinship of 8,6. Therefore, it can be concluded that Sundanese and Javanese dialects of Panjalin Kidul Village have a language kinship with a percentage of 80% and show an interesting attraction between the two languages.
Analisis Struktur dan Nilai Pendidikan dalam Novel Dalingding Angin Janari Karya Usep Romli H.M RIZKI NURFAUZI; Fahmi Rakhman
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.2893

Abstract

This study aims to: 1) analyze the structure of the novel Dalingding Angin Janari by Usép Romli H.M; 2) as well as analyzing the educational value in the novel Dalingding Angin Janari by Usép Romli H.M. This research is a qualitative research and the method used is descriptive analysis method. The technique for collecting data used literature study techniques and the data source in this study was the novel Dalingding Angin Janari by Usép Romli H.M. The results of this study are: 1) the novel Dalingding Angin Janari by Usép Romli H.M has a theme about family problems, the plot is a mixture of bobok tengah plots and backward plots (mixed plot), there are 41 actors involved consisting of 1 main actor, namely Nendah, 2 the second actor, namely Fenny and her mother and 38 additional actors and has 20 place settings, 50 time settings and 2 atmosphere settings; 2) in the novel Dalingding Angin Janari by Usép Romli H.M there are 56 educational attitudes divided into religious attitudes (21), honesty (1), tolerance (1), discipline (1), hard work (4), creative (2), independent (0), democracy (0), curiosity (1), love of the motherland (1), national spirit (1), respect for achievements (5), communication / friendship (5), fond of reading / studying (5), caring for the environment (2), social care (2), responsibility (2) and peace-loving (2).
Penerapan Model Concept Sentence melalui Media Box Magic untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Sisindiran Sofa Marwah Marwah; Poppy Sofia Sofia
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3414

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan sisiwa dalam menulis sisindiran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis sisindiran di kelas XI SMK Setia Bhakti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kuasi eksperimen dengan desain penelitian one-group pretest and posttest. Adapun, teknik mengumpulkan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan tes unjuk kerja yang terdiri dari kegiatan pretest dan posttest. Adapun yang menjadi sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XI AKL SMK Setia Bhakti tahun ajaran 2022-2023. Berdasarkan hasil penelitian diketahui rata-rata nilai kemampuan menulis sisindiran siswa sebelum menggunakan model pembelajaran concept sentence dengan media box magic adalah 66,4, sedangkan setelah menggunakan model pembelajaran concept sentence dengan media box magic meningkat menjadi 84,6 dari KKM 75. Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis sisindiran siswa kelas XI AKL SMK Setia Bhakti tahun ajaran 2022-2023 sebelum dan setelah menggunakan model pembelajaran concept sentence dengan media Box magic. Hal itu dapat dilihat dari hasil uji hipotesis, diketahui (11,42) > (2,44), dengan menggunakan tarif kepercayaan 99%. Dapat disimpulkan bahawa model pembelajaran model concept sentence dengan media box magic bisa meningkatkan kemampuan menulis sisindiran siswa kelas XI AKL SMK Setia Bhakti tahun ajaran 2022-2023. Kata kunci : media box magic; keterampilan menulis; sisindiran
Urgensi Penggunaan Bahasa Sunda dalam Proses Pendidikan di Pesantren Modern sebagai Upaya Pemertahanan Bahasa Daerah Tri Agustini Gandaresmi Gandaresmi; Edi Rohaedi
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui kajian pustaka. Hasil penelitian yang ditemukan antara lain menjelaskan bahwa pada dasarnya penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern memiliki tingkat urgensi yang tinggi sebagai upaya pemertahanan bahasa daerah. Selain itu, urgensi penggunaan bahasa Sunda juga menjadi penting sebagai bentuk menjaga kekayaan budaya daerah dan pemertahanan identitas kultural. Oleh sebab itu, maka urgensi penggunaan bahasa sunda dalam proses pendidikan di pesantren modern menjadi hal yang vital.bahasa sunda; pendidikan;pondok pesantren;
Kajian Etnopedagogi pada Kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut YANTI TIANAWATI; Dedi Koswara; Yayat Sudaryat
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 9 No 2 (2023): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/.v9i2.3418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai etnopedagogi yang terdapat pada kesenian Bangreng di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data diperloleh dari hasil observasi, wawancara langsung ke lapangan dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam proses pengumpulan data adalah kartu data untuk menginterpretsikan nilai-nilai etnopedagogik yang terdapat pada kesenian Bangreng.. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa etnopedagogi Sunda muncul dalam kesenian Bangreng. Bagaimanapun, hal-hal yang ditemukan merupakan hasil interpretasi oleh peneliti. Etnopedagogi Sunda dalam seni bangreng diinterpretasikan berdasarkan rangkaiannya. Hal ini dikarenakan etnopedagogi Sunda dapat dilihat melalui aktivitas yang dimunculkan, ketika dijelaskan makna dari setiap rangkaiannya. Walaupun dalam seni bangreng mencakup tiga struktur yaitu rangkaian, alat, dan pelengkap, namun dari ketiga struktur tersebut rangkaian seni bangreng lebih tepat tersebut.
Rorokan Adat Struktur Kemasyarakatan Tradisional di Kasepuhan Ciptagelar Kabupaten Sukabumi (Kajian Etnografi) ELVA YULIA SAFITRI; DEDE KOSASIH; DIAN HENDRAYANA
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3544

Abstract

The background of the research was carried out due to the lack of social knowledge about the traditional social system that is still carried out in the lives of indigenous peoples. The purpose of this study are to describe 1) the history of Kasepuhan Ciptagelar, 2) the role and function of the elders of Kasepuhan as well as the traditional customs or social system in Kasepuhan Ciptagelar, and 3) the governance of Kasepuhan Ciptagelar. The research method used is descriptive qualitative-participant method, by using an ethnographic understanding that has the purpose of circumstance research, by participating into the lives of the people researched. The techniques used are participatory observation techniques, interviews, and documentation.
Analisis Unsur Intrinsik Dalam Kumpulan Cerita Rakyat Berupa Dongeng Sunda Kurniasih; Dedi Koswara
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3648

Abstract

This research was motivated by the lack of public attention and concern in preserving folklore passed down by their ancestors, especially Sundanese fairy tales. This research aims to describe the intrinsic elements which include: theme, plot, characterization, setting, message and point of view of the fairy tale. This study used descriptive qualitative method. The data source for this research is a collection of famous Sundanese fairy tales from West Java. The results of the research show that there is the same major theme in which the fairy tales studied carry the theme of life. The plot of each fairy tale is divided into exposition, complication and resolution (advanced and mixed plot). Characterization includes characters, characters and the way the characters are conveyed. The point of view conveyed by the three fairy tales is the same, namely, the point of view of the third person or the author as narrator. Most fairy tale settings take place in a village, a royal palace and a forest. Every fairy tale contains a message that is conveyed either explicitly or implicitly. These three fairy tales are included in the classic fairy tale category.
Kajian Ekspresif Kepengarangan H.D Bastaman dalam Kumpulan Cerpen Sunda Nganjang ka Pagéto Rusdi Fauzi Fauzi; Dedi Koswara; Dingding Haerudin
JALADRI : Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda Vol 10 No 1 (2024): Jaladri
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jaladri.v10i1.3667

Abstract

Abstract: This research is corcerned with the curiosity of how and in what way the author is able to produce a work that is satisfactory for the reader. The story of past events by a human being is called experience, through certain experiences we can take benefits for the present and the future. Literary works are popular because there is a creator, the author. The author as a social being cannot be separated from the surrounding social situation because a literary work is a copyright that expresses feelings. Honestly, the author embodies all the tastes inherent in a literary work, so the author as the creator of a particular work experiences a creative process. The theory used in this research is M.H.Abrams theory wich states that the center of the expressive desire and creative process of a work is the author. The source of data used is the short story collection book Nganjang ka Pagéto by H.D Bastaman. the methods and techniques used in this research are descriptive methods, literature review techniques, and documentation studies, while analyzing them using qualitative research.The instruments used are divided into two, namely data collection instrument and data processing instrument. The result of this research is a collection of short story books written by H.D Bastaman included as a work which has a great value, because many of them ride on psychological value, life, and socialist society. From the research results also we know that a lot of aspects affect the results of literary works trough self-authorship and surroundings. Keywords: expressive; psycological; short story.

Page 11 of 12 | Total Record : 120