cover
Contact Name
Fajri Basam
Contact Email
fajribasam@unismuh.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jrpd@unismuh.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Dasar
ISSN : 26151723     EISSN : 26151766     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) [p-ISSN 2615-1723 | e-ISSN 2615-1766] menerbitkan artikel hasil penelitian di bidang pendidikan matematika, sains, bahasa Indonesia dan studi sosial untuk tingkat pendidikan dasar. Jurnal ini menerbitkan studi penelitian yang menggunakan berbagai metode dan pendekatan kualitatif dan / atau kuantitatif di bidang pendidikan dasar. Jurnal ini bertujuan untuk mengembangkan konsep, teori, perspektif, paradigma, dan metodologi dalam ruang lingkup pendidikan dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 285 Documents
PROFIL SIKAP MAHASISWA CALON GURU IPA SD TERHADAP SAINS Aulia Rahmadhani; Sulfasyah Sulfasyah; Nur Rahmah
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 8 No. 1: APRIL (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v8i1.18643

Abstract

Pengembangan sikap positif terhadap sains pada calon guru IPA SD merupakan fondasi krusial bagi kualitas pendidikan sains di masa depan, mengingat peran guru dalam membentuk minat dan literasi ilmiah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil sikap mahasiswa calon guru IPA SD terhadap sains. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 72mahasiswa calon guru IPA SD (36 dari Sulawesi Barat dan 36 dari Sulawesi Selatan) yang telah memprogramkan mata kuliah Konsep Dasar IPA SD pada tahun akademik 2024/2025. Data dikumpulkan melalui Kuesioner Sikap Terhadap Sains (Attitude Towards Science Questionnaire) dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif (rata-rata, standar deviasi, dan persentase kategori). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa mahasiswa calon guru IPA SD di kedua wilayah secara keseluruhan memiliki profil sikap yang dominan positif terhadap sains, ditunjukkan oleh rata-rata skor yang identik (2.95) dan tidak ditemukannya sikap negatif atau sangat negatif. Sikap positif ini tercermin dalam dimensi afektif (kesenangan, kepercayaan diri, dan rendahnya kecemasan/kesulitan) serta dimensi kognitif (apresiasi tinggi terhadap nilai sains). Temuan ini mengindikasikan bahwa kurikulum dan metode pembelajaran saat  ini efektif menumbuhkan sikap positif, namun perlu pengembangan strategi yang lebih inklusif untuk  konsistensi partisipasi. Hasil penelitian ini menjadi dasar bagi program pengembangan profesional guru  dan harapan bagi peningkatan minat sains siswa. Sebagai studi deskriptif, penelitian ini membuka jalan  bagi studi lanjutan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik yang membentuk variasi sikap.
PENDEKATAN TPACK DALAM MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA SD KATOLIK 2 WOLOAN Nansi Melania Moningka; Jeffry S. J Lengkong; Richard Daniel Herdi Pangkey
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 8 No. 1: APRIL (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v8i1.18726

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) approach within the Problem-Based Learning (PBL) model for fifth-grade students at SD Katolik 2 Woloan. The novelty of this research lies in the contextual integration of TPACK and PBL in a primary school setting with limited technological resources—a combination that has been scarcely explored in the existing literature. The identified research gap concerns the lack of in-depth studies examining the supporting factors for implementing TPACK within PBL at the elementary level, particularly in resource-constrained areas. A qualitative research design was employed, utilizing interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that successful integration of TPACK in PBL is supported by teacher motivation, basic school facilities, access to professional training, and active student engagement. This study contributes to the development of innovative learning practices in primary education and encourages the synergy of technology, pedagogy, and content in problem-based instructional contexts.
ANALISIS PENERAPAN PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SD NEGERI PANDU Susan Ferdinandus; Mersty Elisabet Rindengan; Richard Daniel Herdi Pangkey
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 8 No. 1: APRIL (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jrpd.v8i1.18735

Abstract

This study aims to analyze the impact of implementing the Pancasila Student Profile (P5) Project on the character formation of students at SD Negeri Pandu. The study offers a novel integrative exploration that combines locally themed projects with character value reinforcement through exemplary behavior and habituation approaches within the context of elementary education. In contrast to previous studies, which tend to be conceptual, this research empirically examines the practical implementation of P5 through gardening activities involving collaborative participation of teachers, students, school principals, and parents. The gap in prior literature, which has rarely addressed students' spiritual and social dimensions within local elementary school contexts, is addressed through a descriptive qualitative approach employing interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that the P5 project has a significant impact on fostering religious character, cooperation, responsibility, and environmental awareness. The success of P5 implementation is influenced by the support of school principals, teacher commitment, parental involvement, and resource availability. This study provides a concrete contribution to the development of project-based character education practices in elementary schools.
HUBUNGAN PENGUASAAN KOSAKATA DENGAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI DI KELASIV SD IT NURUL ISLAM SINGKAWANG Nurbani; Rien Anitra; Dodik Kariadi
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 8 No. 2: OKTOBER (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/4ntr7t02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis puisi siswa kelas IV SD IT Nurul Islam Singkawang. (2) Mendeskripsikan keterampilan menulis puisi di SD IT Nurul Islam Singkawang. (3) Mendeskripsikan hubungan penguasaan kosakata terhadap keterampilan menulis puisi siswa kelas IV SD IT Nurul Islam Singkawang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD IT Nurul Islam Singkawang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD IT Nurul Islam Singkawang yang terdiri dari kelas IV Ishaq dan IV Ismail berjumlah 42 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik tes Penguasaan kosakata dan Tes Keterampilan menulis puisi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis persentase deskriptif, analisis nilai rata-rata, dan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat penguasaan kosakata tergolong sedang dengan rata-rata keseluruhan nilai 41,86 (2) tingkat keterampilan menulis puisi tergolong tinggi dengan rata-rata keseluruhan 67, 10 (3) ada hubungan penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis puisi siswa dengan thitung > ttabel = 2,99 > 1,68 dan koefisien determinasi sebesar 0,18 atau dengan persentase 18,29%. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan penguasaan kosakata dengan keterampilan menulis puisi siswa kelas IV SD IT Nurul Islam Singkawang.   Kata kunci: Penguasaan kosakata, keterampilan menulis puisi, Bahasa Indonesia SD.
ANALISIS KEMAMPUAN COMPUTATIONAL THINKING DALAM MENYELESAIKAN MATERI PECAHAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Kufita Rachman
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/cc8m8z68

Abstract

Kemampuan Computational Thinking sangat dibutuhkan, salah satunya untuk menyelesaikan masalah dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan Computational Thinking siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan soal cerita materi penelitian dilakukan di SD Negeri Jurugentong. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa kelas 5 SD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan kemampuan siswa yang memiliki hasil tes dengan klasifikasi tinggi, sedang, dan rendah. Pengambilan data menggunakan tes bentuk uraian yaitu 2 soal materi pecahan, wawancara, dan observasi. Analisis data menggunakan kondensasi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kategori kemampuan tinggi telah memenuhi semua indikator Computational Thinking meliputi dekomposisi masalah, algoritma, pengenalan pola, abstraksi, dan generalisasi. Siswa dengan kategori kemampuan sedang telah memenuhi indikator Computational Thinking meliputi dekomposisi, pengenalan pola pada beberapa soal, generalisasi pola, dan abstraksi. Selanjutnya, siswa dengan kategori kemampuan rendah telah memenuhi indikator dekomposisi dan pengenalan pola pada beberapa soal.
Efektivitas Metode Oral Reading Fluency (ORF) dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Lancar Siswa Kelas 2 SD Merry
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/yt0tcm12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Oral Reading Fluency (ORF) dalam meningkatkan kemampuan membaca lancar siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) pada level 2. Subjek penelitian terdiri dari lima siswa kelas 2 SD yang berada di tingkat membaca level 2. Metode ORF diterapkan melalui kegiatan membaca berulang, membaca terbimbing secara lisan, dan latihan membaca berbatas waktu untuk meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan ekspresi membaca. Data dikumpulkan melalui tes awal dan akhir, observasi, serta rekaman sesi membaca. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam kelancaran membaca siswa, termasuk peningkatan kecepatan membaca, pengenalan kata yang lebih baik, dan pemahaman yang lebih baik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman perkembangan literasi di pendidikan dasar dan menekankan pentingnya praktik membaca lisan terstruktur dalam meningkatkan kelancaran membaca siswa SD.
PERAN KOMUNIKASI ANTARA GURU, ORANGTUA, MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN PEMBELAJARAN ANAK DI MADRASAH IBTIDAIYYAH fina wasi'atul maghfiroh; Evi Khomariyah; Fuad Arif Noor
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/tg6ny798

Abstract

This study examines the role of effective communication between teachers, parents, and the community in an effort to increase children's involvement in the learning process at MI Ma'hadul Ulum. This study is motivated by the importance of collaboration between three educational centers in creating a conducive learning environment for students' academic and social development. This study uses a qualitative approach with a case study method. Through a descriptive qualitative approach, this study analyzes the communication patterns that exist between the school, family, and the surrounding environment. The subjects of the study consisted of the principal, grade II teachers, grade IV teachers, two guardians, and one community leader. The results of the study indicate that there are forms of communication strategies in increasing student involvement in learning. The forms of formal communication include: a) holding regular meetings between teachers and parents, b) issuing circulars, c) using class WhatsApp group media. Forms of informal communication are as follows: a) conducting teacher visits to students' homes, b) holding unscheduled meetings between teachers and parents, c) involving the community in school activities. In addition to the above, it was found that the role of communication in increasing children's involvement in learning includes: a) synchronization of educational patterns at school and at home, b) more comprehensive monitoring of children's development, c) more effective resolution of learning problems, d) increasing children's motivation to learn.
PENERAPAN PENDIDIKAN INKLUSI DALAM MENGAKOMODASI SISWA SLOW LEARNER DI SDN WIROPATEN Chansa Adhilia Dhia Feby
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/a4gzde70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pendidikan inklusi diterapkan dalam memenuhi kebutuhan siswa dengan kemampuan belajar yang lebih lambat di SDN Wiropaten, Surakarta. Pendidikan inklusi adalah suatu pendekatan yang memberikan siswa dengan kebutuhan khusus kesempatan untuk belajar secara bersama di dalam kelas reguler dengan penyesuaian yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif-deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara serta pengamatan terhadap Guru Pembimbing Khusus dan proses pembelajaran di kelas empat. Temuan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan pendidikan inklusi di SDN Wiropaten melibatkan integrasi siswa dengan disabilitas dalam lingkungan kelas biasa tanpa pemisahan, penyesuaian kurikulum, serta pendekatan personal dalam pengajaran dan pengelolaan emosi siswa. Walaupun hanya terdapat satu GPK yang aktif di sekolah, para guru kelas juga berkontribusi dalam mendukung siswa berkebutuhan khusus. Interaksi sosial siswa dengan kemampuan belajar lambat bersama teman sebaya terlihat cukup positif, meskipun ada beberapa tantangan dalam berkomunikasi dan mengelola emosi. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya kerjasama antara GPK, guru kelas, dan orang tua untuk menciptakan pendidikan inklusi yang responsif dan berkelanjutan.
PENERAPAN GAME-BASED LEARNING DENGAN OBJEK MINIATUR SIKLUS AIR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SD M Gema Rizky Ramadhan; Dwi Cahaya Nurani; Esti Susiloningsih
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kby59k97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V SD Negeri 02 Palembang terhadap konsep siklus air melalui penerapan model Game-Based Learning (GBL) berbasis miniatur siklus air. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus tindakan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep, observasi aktivitas siswa, wawancara guru, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan klasikal dari 5,9% pada awal penelitian menjadi 67,6% pada siklus I, dan meningkat signifikan menjadi 94,3% pada siklus II, dengan rata-rata nilai klasikal mencapai 85,3. Penerapan GBL berbasis miniatur siklus air memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, memudahkan pemahaman konsep abstrak, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran ini efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep siklus air pada siswa sekolah dasar.
PENGGUNAAN GAME-BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS V SD N 02 PALEMBANG) Novia Maya Dewi; Dwi Cahaya Nurani; Ruri Tria Astika
JRPD (Jurnal Riset Pendidikan Dasar) Vol. 9 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/nwqz3s39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada materi operasi hitung bilangan bulat, melalui penerapan model Game-Based Learning (GBL). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus di kelas V.b SD Negeri 02 Palembang dengan jumlah peserta didik sebanyak 35 orang. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, observasi untuk mengamati aktivitas siswa, wawancara untuk memperoleh informasi mendalam, dan dokumentasi untuk mendukung data lainnya. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 44,8 pada tahap pratindakan menjadi 72,5 pada siklus I, dan mencapai 85,3 pada siklus II. Selain itu, persentase ketuntasan belajar meningkat dari 14,3% menjadi 71,4%, dan akhirnya mencapai 94,3%. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan Game-Based Learning secara efektif dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Matematika di jenjang sekolah dasar. This study aims to improve students' critical thinking skills in mathematics learning, particularly in the topic of integer operations, through the implementation of the Game-Based Learning (GBL) model. This Classroom Action Research (CAR) was conducted in two cycles in class V.b of SD Negeri 02 Palembang, involving 35 students. Each cycle consisted of the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through written tests to assess critical thinking skills, observations to monitor student activities, interviews to obtain in-depth information, and documentation to support other data. The results indicated a significant improvement in student learning outcomes. The average score increased from 44.8 in the pre-action stage to 72.5 in the first cycle, and reached 85.3 in the second cycle. Furthermore, the percentage of students achieving mastery improved from 14.3% to 71.4%, and finally to 94.3%. These findings demonstrate that the use of Game-Based Learning is effective in enhancing students’ critical thinking skills in mathematics learning at the elementary school level. This innovative approach not only engages students but also fosters a deeper understanding of mathematical concepts. As a result, educators are encouraged to integrate Game-Based Learning techniques into their curricula to further support student development and achievement.