cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+6287882270014
Journal Mail Official
jurnal.jikm@stikim.ac.id
Editorial Address
Jl. Harapan No.50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : -
Core Subject : Health,
JIKM menerima naskah publikasi dari hasil penelitian atau naskah tinjauan pustaka (literature review) yang belum pernah dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk cetakan maupun digital (e-journal). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) mencakup artikel di bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Kesehatan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Articles 307 Documents
Tekanan Psikologis COVID-19 terhadap Pelaku Pariwisata di Bali Made Indra Wijaya; Luh Gede Pradnyawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1736

Abstract

Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) telah menjadi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat. Kecepatan COVID-19 menjadi pandemi dan menyebar ke seluruh negara sangat mengkhawatirkan. Salah satu aspek kritis dari jenis pandemi ini adalah pada kesehatan mental komunitas. Survei ini bertujuan mendeskripsikan tekanan psikologis pada pelaku pariwisata di Bali selama pandemi COVID-19. Pengumpulan data dilakukan dari tanggal 8 Juli sampai 5 Agustus 2021. Survei daring menggunakan GoogleForm dengan metoda sampling bola salju digunakan dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah versi modifikasi dari indeks peritraumatic COVID-19 atau COVID-19 peri-traumatic distress index (CPDI) yang terdiri dari 24 pernyataan. Kuesioner dalam survei ini juga menanyakan variabel sosio-demografi dan sosio-ekonomi. Total responden berjumlah 415 dengan 13 responden dikeluarkan dari analisis karena bekerja di luar Bali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 69% responden tidak mengalami tekanan psikologis, 28% responden mengalami tekanan psikologis ringan hingga sedang dan sisanya 3% mengalami tekanan psikologis berat. Tidak ada variabel sosio-demografi dan sosio-ekonomi yang berasosiasi dengan tingkat tekanan psikologis. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk mengembangkan intervensi psikologis untuk menjaga kesehatan mental selama pandemi.
Prevalensi dan Faktor Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Perawat Gotha Aprilia Kurniaputri; Rizaldy Taslim Pinzon; Vanessa Veronica; Esdras Ardi Pramudita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1749

Abstract

Perawat melakukan tindakan-tindakan yang sebagian besar menggunakan aktivitas tangan berlebih seperti penekanan pada pompa tensimeter, pengetikan dengan komputer dan pendorongan plunger syringe sehingga berisiko mengalami carpal tunnel syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi dan mengevaluasi faktor risiko carpal tunnel syndrome (usia, jenis kelamin, lama bekerja, jabatan, mencuci baju, olahraga dan berkendara) pada perawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional-analitik dengan desain potong lintang yang dilakukan di rumah sakit Bethesda, Yogyakarta, Indonesia pada Bulan Oktober sampai November 2017. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuisioner dan pemeriksaan Phalen dan Tinel pada pergelangan tangan. Analisis chi-square digunakan untuk membandingkan variabel kategorik dan independent T-test dilakukan untuk membandingkan variabel numerik. Terdapat 90 perawat yang terdiri dari 21 laki-laki dan 69 perempuan yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Kejadian carpal tunnel syndrome didapatkan pada 16,7% perawat dan terdapat hubungan yang signifikan antara mencuci baju dengan kejadian carpal tunnel syndrome (Pv=0,001; OR=6,333). Tidak ada hubungan signifikan antara jenis kelamin, lama bekerja, jabatan, olahraga, dan berkendara dengan carpal tunnel syndrome.
Analisis Pengorganisasian Program Penyakit Tidak Menular (PTM) di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru Tahun 2021 Putri Nurhidayah; Syafrani Syafrani; Ahmad Hanafi; Tin Gustina; M. Kamali Zaman
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1753

Abstract

Pengorganisasian merupakan sesuatu proses penentuan, pengelompokan serta pengaturan bermacama-macam kegiatan yang dibutuhkan untuk menggapai tujuan. Salah satu program Dinas Kesehatan merupakan program pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular (PTM). Puskemas Langsat merupakan salah satu Puskesmas dari 21 Puskesmas yang terdapat di Pekanbaru yang telah mempunyai pengorganisasian program PTM. Riset ini bertujuan untuk mengenali bagaimana pengorganisaian program PTM di Puskesmas Langsat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2021. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalaui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 4 orang yaitu pengelola program PTM, koordinator UKM, Kader, dan Ka. Tu Puskesmas Langsat. Hasil penelitian diperoleh bahwa pembagian kerja telah dilakukan, pengelompokan pekerjaan telah dicoba bersumber pada jenis daerah, tipe penderita serta tipe aktivitas. Hubungan relasi berjalan baik antara tim, sedangkan untuk koordinasi belum berjalan secara optimal. Puskesmas Langsat bisa melaksanakan pembagian kerja secara secara rinci berupa dokumen kerja, melaksanakan analisis beban petugas serta menetapkan kebutuhan SDM dan meningkatkan rapat antar sektor supaya masing- masing program dapat meraih tujuannya.
Pengembangan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penerapan Ventilator Associated Pneumonia Bundle (VAPb) di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Tri Astuti Erawati; Risky Kusuma Hartono
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1776

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan ventilator associated pneumonia bundle (VAPb) oleh dokter, perawat dan tenaga Kesehatan lain di ICU tergantung adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) penerapan Ventilator Associated Pneumonia Bundle (VAPb). Penerapan VAPb di Ruang ICU Rumah Sakit telah dilaksanakan dan didokumentasikan ke dalam flow sheet tetapi hanya tertulis prosedur VAPb untuk dokter, untuk perawat belum tertulis dalam kesatuan prosedur VAPb dan SOP VAPb belum ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penerapan VAPb ke dalam SOP penerapan VAPb diruang ICU Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analisis kualitatif yang dilakukan di ruang ICU Rumah Sakit pada bulan Januari 2021. Dalam penelitian ini, data dan informasi didapat dari informan yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data primer dengan cara wawancara mendalam (In-depth interview). Penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan SOP penerapan VAPb yang diperlukan oleh Rumah Sakit sebanyak 7 SOP, yaitu 3 SOP yang dikembangkan dan 4 SOP yang di buat baru. Pengembangan SOP penerapan VAPb yang dibuat dapat dijadikan pedoman penerapan VAPb pada pasien terpasang ventilator sehingga dapat mengurangi angka kejadian VAP di ruang ICU.
Media Audio Visual Sebagai Sarana Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja Seri Wahyuni; Greiny Arisani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i05.1778

Abstract

endidikan kesehatan reproduksi sangat penting untuk diberikan kepada remaja karena mereka rentan terhadap masalah kesehatan reproduksi remaja. Pemberian pendidikan kesehatan kepada remaja melalui media audio visual akan memaksimalkan upaya mereka dalam menyerap informasi. Menganalisis keefektifan media pendidikan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi remaja. Desain penelitian adalah quasi-experimentesain penelitian pre-post test with control group. Jumlah sampel 60 orang, 30 sampel kontrol dan 30 sampel intervensi. Besar sampel diambil dengan teknik non-probability sampling dan pengumpulan data dengan kuesioner yang dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Skor pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi meningkat secara signifikan pada kelompok intervensi (41,40) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (19,60). Skor sikap kelompok intervensi (36,25) lebih tinggi dari kelompok kontrol (24,75). Pendidikan kesehatan reproduksi dengan media video lebih efektif dalam meningkatkan skor pengetahuan (Pv=0,000) dan skor sikap (Pv=0,011) dibandingkan dengan media booklet.
Analisis Faktor Risiko Stunting pada Anak Usia 12-59 Bulan Noordiati Noordiati; Nurul Hikmah; Seri Wahyuni; Wahidah Sukriani; Greiny Arisani
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1807

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronik yang disebabkan oleh banyak faktor dan terjadi secara lintas generasi. Di Indonesia masyarakat sering beranggapan bahwa tubuh pendek atau tinggi adalah keturunan. Persepsi yang salah di masyarakat perlu mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat dan pemerintah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan. Desain penelitian adalah cross sectional dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Ketapang Kotawaring Timur. Populasi penelitian adalah anak yang berusia 12-15 bulan berjumlah 396 dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menujukkan bahwa pendidikan ibu (P-value = 0,010; OR = 4,4), pekerjaan ibu (P-value = 0,025; OR = 5,4), pemberian ASI eksklusif (P-value = 0,016; OR = 5,8) dan kejadian infeksi pada anak (P-value = 0,027; OR = 3,6) berhubungan dengan kejadian stunting. Sedangkan penghasilan, jenis kelamin anak, dan status imuniasasi anak tidak menunjukkan hubungan bermakna (P-value > 0,05). Stunting diakibatkan oleh multifaktor yang dimulai sejak kehamilan hingga masa prasekolah sehingga harus dicegah sedinini mungkin melalui kesehatan ibu, pemberian ASI, makanan yang bergizi, pencegahan penyakit infeksi dan lingkungan yang bersih.
Hubungan Status Imunisasi DPT terhadap Kasus Difteri di Kota Surabaya Riky Hamdani; Dian Muspitaloka Hikmayati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1808

Abstract

Difteri merupakan salah satu kasus penyakit menular yang ada di Provinsi Jawa Timur. Kasus difteri di Provinsi Jawa Timur paling tertinggi terdapat di Kota Surabaya dengan jumlah kasus sebesar 80 Kasus. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status imunisasi terhadap kejadian difteri di Kota Surabaya. Studi ini merupakan studi kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Variabel dalam studi ini yaitu status imunisasi serta kejadian difteri. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang didapat dari pencatatan serta pelaporan kasus difteri di seksi surveilans dan imunisasi Dinas Kesehatan Kota Surabaya tahun 2018. Hasil studi diperoleh bahwa status imunisasi responden paling banyak yakni status imunisasi lengkap sebesar 51,2%. Kejadian difteri konfirmasi pada responden sebanyak 8,8%. Responden yang mengalami difteri konfirmasi 85,7% mempunyai status imunisasi tidak lengkap serta tidak melaksanakan imunisasi. Hasil analisis memakai uji Fisher’ s Exact Test menampilkan kalau tidak ada hubungan yang signifikan antara status imunisasi terhadap kasus difteri( P-value = 0,054). Cakupan Imunisasi DPT perlu ditingkatkan di Kota Surabaya untuk mengendalikan dan mengeleminasi kejadian difteri di Kota Surabaya.
Hubungan Antara Social Support dengan Resiliensi Pada Mahasiswa Rantau Penyintas COVID-19 Eunike Vesca Pakau; Arthur Huwae
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1813

Abstract

Pandemi COVID-19 yang terjadi pada saat ini berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat. Begitu pula dengan mahasiswa rantau yang menjadi penyintas COVID-19. Para mahasiswa rantau penyintas COVID-19 diwajibkan untuk melakukan isolasi mandiri dan menjalankan berbagai protokol kesehatan lainnya untuk mencegah penularan COVID-19. Perubahan-perubahan tersebut mengakibatkan mahasiswa rantau penyintas COVID-19 mengalami kecemasan, ketakutan, dan kesepian. Oleh karena itu, mahasiswa rantau penyintas COVID-19 semestinya memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan baik atau memiliki kemampuan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara social support dengan resiliensi pada mahasiswa rantau penyintas COVID-19. Jenis metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional dan teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 68 mahasiswa rantau penyintas COVID-19 di Indonesia yang terkonfirmasi positif COVID-19 di tempat rantau. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai pearson correlation sebesar 0,572 dengan P-value = 0,000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara social support dengan resiliensi pada mahasiswa rantau penyintas COVID-19. Dukungan yang diterima oleh mahasiswa rantau penyintas COVID-19 mampu membantu mahasiswa untuk bertahan dari kesulitan yang dialami yakni terpapar COVID-19.
Faktor Biologis dan Sosial yang Berpengaruh terhadap Kejadian Wasting pada Balita Nunik Ike Yunia Sari; Estin Gita Maringga
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1884

Abstract

Gizi buruk merupakan kondisi kekurangan zat gizi dalam kurun waktu yang lama, yang juga dipengaruhi oleh penyakit infeksi yang menyebabkan terganggunya proses metabolisme pencernaan dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor resiko yang berpengaruh terhadap kejadian wasting pada balita. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian case control. Jumlah responden dalam penelitian ini sebesar 100 orang balita, yang terdiri dari 32 responden kelompok kasus dan 68 responden kelompok kontrol. Kelompok kasus yang dipilih adalah anak-anak di bawah lima tahun dengan wasting sedangkan kelompok kontrol adalah anak-anak di bawah lima tahun dengan berat badan normal. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara jenis kelamin (P-value = 0,001) , pendidikan (P-value = 0,001), pekerjaan (P-value = 0,001), pemberian ASI (P-value = 0,001), BB lahir (P-value = 0,013), imunisasi (P-value = 0,001), dan infeksi (P-value = 0,001) terhadap kejadian wasting pada balita. Hasil regresi logistic menunjukkan jenis kelamin memiliki resiko lebih tinggi terhadap kejadian wasting pada anak (P-value = 0,06; OR= 10,28). Diperlukan suatu upaya pencegahan terhadap kejadian wasting pada balita dan deteksi dini secara rutin, untuk meminimalkan risioko morbiditas maupun mortalitas pada balita.
Sumber Daya Manusia Kesehatan di Era COVID-19 pada Lingkup Kesehatan : Literature Review Melda Emilya; Misnaniarti Misnaniarti; Rizma Adlia Syakurah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i06.1932

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang sangat berarti bagi setiap orang untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Tanpa tubuh yang sehat, individu tidak dapat melakukan aktivitas atau pekerjaan untuk melanjutkan hidupnya. Sumber daya kesehatan adalah penggerak dalam penyelenggaraan upaya peningkatan sistem kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat harus mencukupi jumlah, kualitas dan jenis, serta distribusi secara adil dan merata sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan. Pada penelitian ini menggunakan studi kepustakaan litetarure review. Strategi dalam pencarian studi literatur menggunakan database online yaitu Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci terkait kebijakan, Sumber Daya Manusia Kesehatan, dan COVID-19. Tujuan dari literature review ini untuk menganalisis sumber daya manusia kesehatan pada era COVID-19 di fasilitas kesehatan serta kendala yang dihadapi. Hasil dari penelitian ini adalah, setiap perusahaan kesehatan dan di fasilitas kesehatan baik di tingkat primer maupun lanjutan, kebutuhan akan SDM Kesehatan semakin melonjak pada masa pandemi COVID-19. Dimana beban kerja SDMK menjadi meningkat bahkan mengalami stress kerja. Untuk menanggulangi kejadian seperti ini, pimpinan kerusahaan atau fasilitas kesehatan hendaknya membuat analisis kebutuhan, perencanaan dan perekrutan SDMK sesuai Permenkes no. Pedoman No 33 Tahun 2015 tentang perencanaan kebutuhan HRK.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue