cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+6287882270014
Journal Mail Official
jurnal.jikm@stikim.ac.id
Editorial Address
Jl. Harapan No.50 Lenteng Agung, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : -
Core Subject : Health,
JIKM menerima naskah publikasi dari hasil penelitian atau naskah tinjauan pustaka (literature review) yang belum pernah dan tidak akan dipublikasikan di tempat lain dalam bentuk cetakan maupun digital (e-journal). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) mencakup artikel di bidang Manajemen Pelayanan Kesehatan, Manajemen Rumah Sakit, Kesehatan Reproduksi, Epidemiologi, Biostatistik, Pendidikan dan Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Kesehatan, Gizi Kesehatan Masyarakat, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
Articles 307 Documents
Pengaruh Pengetahuan dan Peran Individu terhadap Kesiapsiagaan Bencana Banjir pada Masyarakat Neli Husniawati; Tri Mulia Herawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1751

Abstract

Indonesia mengalami 385 kali bencana banjir dalam sepuluh tahun terakhir. Pada tahun 2016-2018, DKI Jakarta mengalami 54 kali bencana banjir dan di tahun 2019 terjadi 2 kali banjir disertai kejadian longsor akibat hujan deras. Banyak masalah yang ditimbulkan dari kejadian banjir diantaranya pencemaran sumber air bersih, hingga masalah kesehatan seperti diare, leptospirosis, ISPA, penyakit kulit, disepsia, malaria, filariasis, cikungunya dan DBD, sehingga diperlukan kesiapsiagaan, yaitu tindakan cepat dan tepat guna mengantisipasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan bencana banjir pada masyarakat di wilayah Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Disain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data primer. Penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 204 responden. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa faktor yang paling mempengaruhi kesiapsiagaan bencana banjir di masyarakat adalah pengetahuan (P-value = 0,009) dan peran individu di masyarakat (P-value = 0,055). Dibutuhkan kepedulian masyarakat untuk bersama-sama siap siaga dalam menghadapi bencana banjir dan kepada praktisi kesehatan untuk melakukan edukasi siap siaga bencana agar mengurangi kerugian dan mengantisipasi peningkatan penyakit serta kematian saat bencana banjir terjadi.
Analisis Faktor Lingkungan Abiotik Sebagai Sumber Penularan Leptospirosis di Indonesia: Literature Review Arief Nugroho; Mateus Sakundarno Adi; Nurjazuli Nurjazuli
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1821

Abstract

Leptospirosis hingga saat ini masih menjadi problematika kesehatan di seluruh dunia terutama di negara tropis dan subtropis salah satunya Indonesia. Manusia dapat terjangkit leptospirosis akibat kontak dengan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor lingkungan abiotik sebagai sumber penularan leptopspirosis di Indonesia. Studi ini merupakan literature review dengan metode PRISMA. Kata kunci yang digunakan untuk penelurusan artikel adalah faktor lingkungan abiotik dan leptospirosis serta abiotic environmental factors and leptospirosis. Artikel yang berkaitan dengan topik ditelusuri menggunakan data base google scholar, nature, dan Pubmed dan ditemukan lima artikel yang relevan. Studi menunjukkan bahwa adanya faktor lingkungan abiotik yaitu curah hujan, suhu, dan kelembaban udara, serta pH berpengaruh dalam penularan leptospirosis di Indonesia. Masyarakat harus selalu menjaga kebersihan lingkungan serta terus berperilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penularan leptospirosis di lingkungan.
Hubungan Persepsi Risiko Pandemi COVID-19 dan Pengetahuan dengan Kepatuhan terhadap Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Sitti Raodhah; Yudi Adnan; Munawir Amansyah; Syamsul Alam
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1839

Abstract

Beberapa penelitian yang menguji kepatuhan dan persepsi masyarakat menjalankan program kesehatan penanggulangan COVID-19 telah dilakukan. Namun dari beberapa penelitian itu, kami belum menemukan gambaran tingkat kepatuhan masyarakat di kota Makassar terhadap program kesehatan dan vaksinasi pemerintah. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kepatuhan masyarakat terhadap program kesehatan pada masyarakat di Makassar. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Makassar dengan jumlah responden yang memiliki smartphone sebanyak 100 orang (purposive sampling) oleh karena jumlah populasi yang tidak diketahui. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan masyarakat kota Masyarakat berada pada kategori tinggi sebesar 89%, persepsi masyarakat mengenai resiko COVID-19 berada pada kategori cukup sebesar 90% dan pengetahuan masyarakat mengenai resiko COVID-19 dalam kategori cukup sebesar 87%. Selain itu, ada hubungan yang bermakna persepsi (P-value = 0,000) dan pengetahuan (P-value = 0,033) dengan kepatuhan program vaksin dan protokol kesehatan pada masyarakat kota Makassar. Kota Makassar agar tetap mempertahankan tingkat kepatuhan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19 dengan cara selalu mengkomunikasikan bagaimana bahaya pandemik dan resikonya, memahami pentingnya perilaku pencegahan untuk menjaga, memelihara dan menjaga kesehatan diri sendiri maupun orang lain untuk mencegah terjadinya penularan virus COVID-19.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stres Kerja pada Perawat Mustakim Mustakim; Rafni Asnita Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1840

Abstract

Stres kerja pada perawat akan selalu mengalami peningkatan dan akan menjadi trend yang tidak akan bisa diabaikan karena berkaitan erat dengan keselamatan perawat dan pasien. Angka kasus stres kerja setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada perawat di Rumah Sakit Permata Pamulang. Studi ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang diambil sebanyak 90 perawat dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil studi menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja dengan stres kerja (P-value = 0,001). Sedangkan variabel lainnya tidak berhubungan yaitu jenis kelamin (P-value = 0,688), status pernikahan (P-value = 0,949), tingkat pendidikan (P-value = 0,573), usia (P-value = 0,257), masa kerja (P-value = 0,702), shift kerja (P-value = 0,433) dan hubungan interpersonal (P-value = 0,240). Diharapkan rumah sakit mampu untuk meningkatakan lingkungan kerja yang nyaman dan melakukan analisis untuk beban kerja pada setiap ruangan.
Faktor Kejadian Stunting Pada Balita : Systematic Review Hikmatul Khoiriyah; Ismarwati Ismarwati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1844

Abstract

Abstrak Masalah kesehatan yang terjadi pada balita salah satunya adalah kejadian stunting. Stunting merupakan kondisi balita mengalami kekurangan asupan nutrisi dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga anak mengalami gangguan pertumbuhan yaitu tinggi badan lebih pendek dari standar usia. Penyebab kejadian stunting adalah ketidakseimbangan asupan nutrisi dalam 1000 hari pertama kehidupan. Systematic review ini bertujuan untuk menemukan bukti berdasarkan artikel yang telah dipublikasikan terkait faktor kejadian stunting pada balita. Kriteria yang termasuk pada review ini adalah artikel original, artikel yang diterbitkan dalam Bahasa Inggris, artikel yang membahas tentang faktor kejadian stunting pada balita dan jurnal terbitan tahun 2017-2022. Metode review menggunakan systematic review dengan menggunakan PRISMA For Systematic Review,yang didapatkan dari database Ebsco, Pubmed, Scient direct, Proquest. Hasil review didapatkan 15 dari 1006 artikel yang dipilih. Kejadian stunting pada balita dikelompokkan dalam 4 tema yaitu faktor anak, faktor ibu, faktor lingkungan dan pola makan. Kesimpulan pada review ini didapatkan artikel terkait faktor penyebab stunting sehingga disarankan peneliti selanjutnya melakukan penelitian terkait penanganan stunting berdasarkan faktor penyebabnya. Hal tersebut bertujuan agar masalah stunting pada balita dapat terselesaikan.
Ketersediaan Ruang Laktasi terhadap Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja : Scoping Review Ria Muji Rahayu; Asri Hidayat
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1886

Abstract

Ibu bekerja yang menyusui menunjukkan kecenderungan ibu berhenti menyusui lebih awal atau tidak menyusui bayinya. Hal ini salah satunya disebabkan tidak tersedianya fasilitas ruang laktasi di tempat ibu bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bukti tentang ketersediaan ruang laktasi terhadap pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja. Metode yang digunakan adalah Scoping review menggunakan ceklist PRISMA-ScR. Penulis menggunakan kerangka Arksey dan O’Malley. Alat pencarian di database Proquest, Pubmed dan EBSCO dilakukan untuk mencari artikel mulai dari 2016-2021, original artikel, artikel dalam bahasa inggris (full text dan open access). Seleksi review dan karakterisasi dilakukan dengan penilaian critical appraisal menggunakan The Joanna Briggs Instititute (JBI). Dari 1.054 artikel yang berpotensi relevan, 9 artikel digunakan. Penelitian berasal dari 5 negara yang berbeda dengan metode kuantitaif dan kualitatif digunakan pada penelitian ini. Hasilnya disajikan dalam dua tema, yaitu ibu bekerja yang berhenti menyusui dan faktor resiko penyebab ibu bekerja yang berhenti menyusui. Kesimpulan studi ini mengungkapkan sebagian ibu berhenti menyusui dikarenakan tidak tersedianya fasilitas untuk mendukung ibu menyusui di tempat kerja. Oleh karena itu, ibu bekerja membutuhkan tempat yang mendukung dan nyaman untuk memfasilitasi ibu menyusui ibu bekerja.
Analisis Kepuasan Pemasok terhadap Proses Pengadaan Barang dan Jasa serta Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya di RSUP Dr. Kariadi Semarang Dian Andriani; Septo Pawelas Arso; Mursid Raharjo
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1887

Abstract

Rumah sakit sebagai institusi pelayanan kesehatan berkomitmen pada keselamatan pasien, pengunjung, dan stafnya. Kebutuhan sarana dan prasarana untuk pelayanan dipenuhi melalui proses pengadaan barang dan jasa. Rumah sakit wajib memberikan kepuasan kepada pemasok dalam kerjasama pengadaan barang dan jasa sebagai pelanggan eksternal rumah sakit. Kepuasan pemasok merupakan hal penting bagi rumah sakit agar pemasok loyal kepada rumah sakit. Loyalitas pemasok dapat dicapai apabila kepuasan pemasok terpenuhi. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pemasok barang dan jasa di RSUP Dr. Kariadi pada masa non pandemi. Pada masa pandemi proses pengadaan barang dan jasa berjalan dalam kondisi tertentu sehingga tidak bisa mewakili proses pengadaan barang dan jasa pada umumnya. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi sebanyak 269 pemasok yang pernah bekerja sama dengan RSUP Dr. Kariadi pada tahun 2019. Metode pengambilan sampel secara proportional random sampling dengan sampel sebanyak 75 responden berdasarkan rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat hubungan signifikan antara kualitas layanan (P-value = 0,002), komunikasi (P-value = 0,000), komitmen (P-value = 0,000), prosedur pengadaan (P-value = 0,005), dan kebijakan pembayaran (P-value = 0,000) dengan kepuasan pemasok. Hasil uji regresi logistik menunjukkan kebijakan pembayaran memiliki pengaruh paling besar terhadap kepuasan pemasok.
Perception and Behavior of PLWHA towards Out-of-Pocket Costs when Accessing Antiretroviral Treatment Raihana Nadra Alkaff; Dela Aristi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1927

Abstract

Out-of-pocket costs are defined as direct and indirect costs when accessing antiretroviral (ARV) treatment at healthcare centers that aren’t subsidized by the government. While ARV treatment can be accessed for free, costs for diagnostic tests, consultation, and treatment for opportunistic infections are the main factor behind the low number of People Living with HIV/AIDS (PLWHA) accessing ARV treatment post-diagnosis. This study aims to understand PLWHA’s behaviors that are related to ARV treatment access based on perceived barriers to out-of-pocket costs. This study used a qualitative approach with 8 PLWHA informants and 1 healthcare worker informant that works at a care, support, and treatment (CST) clinic at a private hospital. This study was conducted for four months from August to November 2021. Results found that behaviors in accessing ARV treatment in PLWHA are influenced by their perceived seriousness of HIV, perceived barriers in the national healthcare insurance referral process, and self-efficacy. Perceived out-of-pocket cost barriers were not identified as the informants’ reason for deciding to start ARV treatment or discontinue ARV treatment. This study recommends increasing the availability of clinical psychologists that can provide psychological support for PLWHA, specifically within the first 6 months of diagnosis, supplemented by peer support groups.
Gejala Klinis dan Riwayat Komorbid pada Dewasa Muda terhadap Status Kesembuhan COVID-19 di DKI Jakarta Nunuk Nugrohowati; Melly Kristanti; Boenga Nur Cita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.1928

Abstract

Usia dewasa muda memiliki kerentanan dalam paparan COVID-19 dan resiko kematian, meskipun pada saat ini diketahui manifestasi klinis pada usia muda lebih ringan dibandingkan dengan usia dewasa. DKI Jakarta ditemukan kasus mencapai 270.494 orang terinfeksi COVID-19 rentang usia 5-28 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gejala klinis pasien pada usia muda yang terinfeksi COVID-19 dengan desain studi cross sectional menggunakan data sekunder Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2021 pada trimester pertama. Jumlah sampel 3.851 orang terpilih melalui inklusi dan eksklusi. Variabel yang diteliti adalah jenis kelamin, riwayat penyakit komorbid dan status kepulangan pasien, dengan analisis data chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien COVID-19 usia dewasa muda pulang dengan status sembuh (99,71%), kasus meninggal lebih banyak pada laki-laki (54,5%), Pasien COVID-19 yang meninggal berusia dewasa muda lebih banyak ditemukan di wilayah Jakarta utara dan Jakarta timur (27,3%), pasien dengan kondisi sembuh dan riwayat hipertensi 21%, gejala awal yang dirasakan paling banyak demam (52,1%), batuk (49%) dan anosmia (37,7%). Analisis bivariat tidak terdapat hubungan gejala klinis dan riwayat komorbid terhadap status kesembuhan pasien (P-value < 0,05). Meskipun usia muda perlu diperhatikan kondisinya jika terkena COVID-19 terutama pada pasien yang memiliki gejala awal seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan, hilang/berkurang indera pengecap, sesak nafas, mual dan muntah dan anosmia, karena tidak menutup kemungkinan pasien itu akan sembuh. Maka dari itu tingkatkan daya tahan tubuh dan laksanakan vaksinasi booster COVID-19.
Perilaku Konsumsi Suplemen dan Herbal untuk Pencegahan dan Pengobatan Infeksi COVID-19 pada Kelompok Dewasa Perkotaan Abdullah Syafei; Desy Sulistiyorini
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v12i01.2162

Abstract

Penggunaan produk alami dan ekstrak herbal dipercaya dapat meningkatkan kekebalan dan mengurangi risiko tertular COVID-19. Namun masih banyak masyarakat yang salah paham terhadap manfaat suplemen dan produk herbal sehingga menyebabkan perilaku konsumsi yang tidak tepat yang dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, alih-alih mencegah penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis serta tingkat konsumsi suplemen serta herbal pada kelompok dewasa perkotaan dan juga akan melihat apakah terdapat perbedaan pola konsumsi sebelum dan selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain cross sectional berbasis survey online. Populasi penelitian ini adalah kelompok usia dewasa di DKI Jakarta berusia 25-45 tahun yang bertempat tinggal di DKI Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 150 orang. Hasil penelitian menunjukkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi suplemen vitamin dan mineral serta herbal selama pandemi COVID-19 secara signifikan lebih tinggi dibandingkan sebelum adanya pandemi (P-value = 0,000). Jenis suplemen dan herbal yang paling banyak dikonsumsi baik sebelum maupun selama pandemi COVID-19 adalah suplemen vitamin C (48,7%), suplemen mineral kalsium (16,7%) dan herbal madu/propolis (45,3%). Walaupun kesadaran masyarakat relatif meningkat dalam konsumsi suplemen vitamin, mineral dan herbal, namun tetap perlu diperhatikan dalam penggunaanya harus sesuai dengan anjuran dan kebutuhan.

Filter by Year

2016 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue