cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,727 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair-Share untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Peserta Didik Bidang Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas V SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu Sulaiman Sulaiman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.382 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Share terhadap prestasi belajar peserta didik kelas V SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu Adapun pokok permasalahan yang dibahas dalam Penelitian ini adalah (1). Bagaimana prestasi belajar peserta didik kelas V SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sebelum diterapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Share? (2). Bagaimana prestasi belajar peserta didik kelas V SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) sesudah diterapkan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Share? (3). Apakah pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) peserta didik kelas V SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Share dapat meningkatkan prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas V SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian Pre-Experimental Designs dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu yang berjumlah 176 peserta didik sedangkan sampelnya adalah kelas V yang berjumlah 30 peserta didik, dengan teknik pengambilan sampel sampling purposive. Berdasarkan hasil analisis data deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata prestasi belajar peserta didik sebelum penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Share adalah 78,83 sedangkan rata-rata prestasi belajar peserta didik setelah penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair-Share adalah 81,36. Berdasarkan pengolahan hasil SPSS versi 20 maka diperoleh Sig( 2. Tailed )= 0,002 artinya bahwa H0 ditolak karna Sig( 2. Tailed ) < ????. atau (0,002 < 0,05). Jadi, selisih rata-rata kenaikan prestasi belajar bidang studi. Pendidikan Agama Islam pada peserta didik adalah 2,53 dengan persentase 3,21% yang artinya penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Think-Pair- Share dapat meningkatkan prestasi belajar bidang studi Pendidikan Agama Islam (PAI) peserta didik SDN 001 Pasir Kelampaian, Kec. Sungai Lala, Kab. Indragiri Hulu.
Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa kelas X ATP 5 Pada Konsep Hukum Newton di SMK Negeri 1 Pasir Penyu Rosmawarni Rosmawarni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.342 KB)

Abstract

Aspek kognitif, anak-anak SMK Negeri 1 Pasir Penyu sudah bisa dikatakan tuntas dalam pembelajaran fisika. Lain halnya jika di lihat pada ranah psikomotorik, ternyata kinerja ilmiahnya belum baik. Juga berdasarkan hasil wawancara dengan guru, minat siswa pada mata pelajaran fisika sangat kurang. Hal ini disebabkan karena pada umumnya pembelajaran guru fisika masih lebih menekankan pada penguasaan konsep melalui ceramah dan tugas, dan jarang melakukan eksperimen. Uraian sebagaimana dijelaskan diatas, maka dipandang perlu melakukan penelitian dengan Penerapan Metode Inkuiri Terbimbing yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar fisika siswa kelas x atp 5 pada konsep hukum newton di SMK Negeri 1 Pasir Penyu. Berdasarkan hasil penelitian penerapan Inkuiri terbimbing terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa ke angka 78,54 atau meningkat 68, 34 persen dari observasi awal aktifitas belajar siswa pada mata pelajaran fisika materi Hukum Newton
Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Melalui Pembelajaran Terstruktur dengan Pemberian Tugas Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Gaung Anak Serka Tahun Pelajaran 2019/2020 Nukgrahi Nukgrahi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.827 KB)

Abstract

Setiap akan mengajar, guru perlu membuat persiapan mengajar dalam rangka melaksanakan sebagian dari rencana bulanan dan rencana tahunan. Dalam persiapan itu sudah terkandung tentang, tujuan mengajar, pokok yang akan diajarkan, metode mengajar, bahan pelajaran, alat peraga dan teknik evaluasi yang digunakan. Karena itu setiap guru harus memahami benar tentang tujuan mengajar, secara khusus memilih dan menentukan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, cara memilih, menentukan dan menggunakan alat peraga, cara membuat tes dan menggunakannya, dan pengetahuan tentang alat-alat evaluasi. Penelitian berdasarkan permasalahan, (a) Apakah pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas berpengaruh terhadap hasil belajar Pengetahuan Sosial? b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran terstrutur dengan pemberian tugas terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan penelitian tindakan ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap hasil belajar Pengetahuan Sosial. (b) Untuk mengungkap pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap motivasi belajar Pengetahuan Sosial siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Gaung Anak Serka Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Gaung Anak Serka Tahun Pelajaran 2019/2020. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,56%), siklus II (77,86%), siklus III (89,78%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran terstruktrur dengan pemberian tugas dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Gaung Anak Serka Tahun Pelajaran 2019/2020, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Pengetahuan Sosial.
Peningkatan Kemampuan Guru dalam Menyusun Perangkat Pembelajaran Melalui In-House Training (IHT) pada SMPN Satu Atap Kuala Keritang Tahun Pelajaran 2019/2020 Murniati Murniati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.387 KB)

Abstract

SMPN Satu Atap Kuala Keritang salah satu sekolah yang beradada di kecamatan Keritang dan merupakan sekolah satu atap, dimana sekolah berada dalam satu lingkungan dengn SD Negeri 019 Kuala Keritang. Sekolah ini sangat sulit memperoleh tenaga pengajar sesuai bidangnya, terbatasnya guru tetap, kurangnya pengalaman mengajar bagi Guru karena banyak Guru honorer yang baru diangkat, terbatasnya sarana prasarana sekolah, sementara itu ketuntasan belajar sesuai KKM juga rendah berkisar antara 40-60%. Oleh karena itu perlu peningkatan diberbagai bidang khususnya peningkatan kualitas Guru. Peningkatan kualitas yang mendesak dilakukan adalah kemampuan Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran agar proses belajar mengajar lebih terarah sehingga diharapkan mampu meningkatkan prosentase ketuntasan belajar siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melakukan kegiatan In-House Training penyusunan kelengkapan mengajar sebagai penelitian tindakan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan SMPN Satu Atap Kuala Keritang dalam menyusun perangkat pembelajaran dan menentukan langkah yang tepat untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Penelitian dilakukan di SMPN Satu Atap Kuala Keritang selama kurang lebih tiga bulan dimulai tanggal 22 Juli sampai dengan tanggal 20 September 2019. Pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi dan dokumentasi. Dari angket diperoleh hasil bahwa secara keseluruhan Guru SMPN Satu Atap Kuala Keritang menyatakan penting untuk memiliki kelengkapan mengajar. Sebagian besar Guru SMPN Satu Atap Kuala Keritang merasa bahwa pengalaman mengajarnya masih minim pada mata pelajaran yang diajarkan, latar belakang pendidikan tidak begitu sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan dan pengetahuan tentang penyusunan perangkat pembelajaran masih kurang. Seluruh Guru SMPN Satu Atap Kuala Keritang menghendaki adanya In-House Training penyusunan kelengkapan mengajar dan 100% Guru memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti In-House Training dan memiliki keinginan yang kuat untuk membuat perangkat pembelajaran dan akan menggunakan perangkat pembelajaran tersebut sebagai penunjang proses pembelajaran. Penelitian dilakukan sebanyak 2 siklus. Pada siklus 1 diperoleh 57,85% Guru berhasil menyelesaikan penyusunan perangkat pembelajaran dan pada Siklus 2 terdapat 92,70% Guru berhasil menyelesaikan penyusunan perangkat pembelajaran. Jadi ada peningkatan kemampuan Guru dalam menyusun perangkat pembelajaran setelah dilakukan In-House Training tahap 1 yaitu sebesar 34,85% dan masing-masing Guru menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Pengaruh Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar Negeri Se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru Kasri Kasri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.879 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepribadian dan motivasi terhadap kinerja guru-guru PAI SD Negeri se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru; Untuk mengetahui pengaruh yang signifikan antara kompetensi sosial dan motivasi terhadap kinerja guru-guru PAI SD Negeri se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru; Untuk mengetahui ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dengan kinerja guru PAI SD Negeri se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru; Untuk mengetahui pengaruh secara bersamaan kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan motivasi terhadap kinerja guru-guru PAI SD Negeri se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. Target populasi dalam penelitian ini adalah semua Guru-guru PAI SD Negeri se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru, yang berjumlah 42 orang. Data diambil dengan menggunakan kuesioner (angket), kemudian data mengunakan analisis korelasi dan regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hipotesis awal yang diajukan diterima pada taraf signifikan 5%, atau dengan kata lain bahwa Kompetensi kepribadian berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru PAI Se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru; 2) hipotesis awal yang diajukan diterima pada taraf signifikan 5%, atau dengan kata lain bahwa Kompetensi Sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru PAI Se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru; 3) hipotesis awal yang diajukan diterima pada taraf signifikan 5%, atau dengan kata lain bahwa Motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru PAI SD Negeri Se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru; 4) hipotesis awal yang diajukan diterima pada taraf signifikan 5%, atau dengan kata lain bahwa Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial dan Motivasi secara bersama-sama atau simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja guru PAI SD Negeri se-kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. Secara umum dapat dijelaskan bahwa kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan motivasi jika disinergikan akan menghasilkan tingkat kinerja yang sangat baik. Kinerja guru akan maksimal jika mampu mendayagunakan motivasi dan mengaplikasikan berbagai bentuk kamampuan yang dimilikinya.
Penyelenggaraan School Based Inset sebagai Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar di SMAN 1 Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu A. Desman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.173 KB)

Abstract

Dari analisis diperoleh School Based Inset di SMAN 1 Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu menjadi instrumen yang sangat penting guna memajukan sistem pengajaran di kelas. Serta School Based Inset mempunyai peranan penting bagi upaya peningkatan profesional guru dalam kegiatan belajar mengajar, sebab menjadikan guru lebih maju, berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih modern. Dengan mengacu pada hasil penelitian bahwa School Based Inset sangat membantu guru dalam peningkatan profesionalnya dalam kegiatan belajar mengajar dan membantu Sekolah dalam pencapaian visi dan misi sekolah. Maka disarankan pada sekolah lain untuk menyelenggarakan School Based Inset demi tercapai tujuan pendidikan nasional
Implementasi Mastery Learning (Belajar Tuntas) untuk Mencapai Standar Kompetensi Siswa dalam Pembelajaran PAI di SMKN 1 Siak Kecil Kabupaten Bengkalis Agusman Agusman
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.697 KB)

Abstract

Dalam pelaksanaan kurikulum banyak kendala yang dihadapi, diantaranya guru yang kurang memiliki kompetensi pedagogik dan profesional, juga faktor siswa rendahnya minat dan motivasi dalam mengukuti pembelajaran serta sarana dan prasarana yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menggambarkan pelaksanan mastery learning untuk mencapai SK dalam pembelajaran PAI di SMKN 1 Siak Kecil Kabupaten Bengkalis. Untuk mengetahui hal tersebut diajukan rumusan masalah bagaimana pelaksanaan mastery learning dalam pembelajaran PAI dan apakah mastery learning bisa menjadi solusi untuk mencapai standar kompetensi siswa dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, penelitian lapangan (field research) yakni penelitian yang dilakukan dengan terjun langsung kelapangan untuk menggali dan meneliti data yang berkenaan dengan judul. Adapun responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru mata pelajaran agama Islam dan beberapa siswa, sementara teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMKN 1 Siak Kecil Kabupaten Bengkalis telah melaksanakan strategi mastery learning sebagai upaya pencapaian SK dalam pembelajaran PAI semenjak berlakunya KBK 2004 dan KTSP 2006 namun pelaksanaannya belum maksimal dan perlu peningkatan lebih lanjut, adapun faktor pendukung antara lain ; 1). Bakat (aptitude), 2). Ketekunan belajar (perseverance), 3). Kualitas pembelajaran (quality of intruction), 4). Kesanggupan untuk menerima pelajaran/kecerdasan (ability to learn) dan 5). Kesempatan untuk belajar (time alwoled for learning).
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Listrik Statis Kelas XII IPA.1 SMAN 1 Kelayang Syahrial Syahrial
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.266 KB)

Abstract

Pembelajaran fisika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu diurutan bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal fisika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar,maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif tipe STAD. Rumusan masalah yang diajukan yaitu bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Listrik Statis di Kelas XII IPA.1 SMAN 1 Kelayang, dan apakah ada peningkatan hasil belajar siswa dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi Listrik Statis SMAN 1 Kelayang? Penelitian dilakukan di kelas XII IPA.1 dalam dua siklus, setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa : pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok, presentasi, evaluasi, dan penghargaan. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan menggunakan instrument lembar observasi, dokumentasi dengan menggunakan instrument lembar dokumentasi dan tes tulis dengan menggunakaninstrument lembar butir soal.Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, pertemuan I untuk pembelajaran dan pertemuan II untuk tes hasil belajar siklus I dan II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe STAD 88,00% dengan rata-rata 78,20 yang termasuk dalam kategori sedang.
Meningkatkan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jiqsaw pada Siswa Kelas 7.2 SMP Muhammadiyah Kecamatan Dumai Timur Tahun Pelajaran 2021/2022 Reflita Reflita
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.135 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena hasil belajar IPA siswa di SMP Muhammadiyah Dumai kurang memuaskan. Hal ini terjadi karena siswa siswa kurang termotivasi ketika guru mengajar dan mengajukan pertanyaan sehingga interaksi antara guru dan siswa kurang terjalin dengan baik. Agar siswa dapat meningkatkan termotivasi dalam belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara maksimal maka perlu dilakukan pembaharuan strategi belajar, salah satunya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jiqsaw pada siswa kelas 7.2 SMP Muhammadiyah Kecamatan Dumai Timur tahun pelajaran 2021/2022 Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jiqsaw pada siswa kelas 7.2 SMP Muhammadiyah Kecamatan Dumai Timur tahun pelajaran 2021/2022? dan apakah hasil belajar IPA siswa dapat meningkat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jiqsaw pada siswa kelas 7.2 SMP Muhammadiyah Kecamatan Dumai Timur tahun pelajaran 2021/2022. Tujuan diadakan penelitian adalah untuk mengetahui hasil siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jiqsaw pada siswa kelas 7.2 SMP Muhammadiyah Kecamatan Dumai Timur tahun pelajaran 2021/2022, dan juga untuk mengetahui apakah hasil belajar IPA siswa dapat meningkat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jiqsaw pada siswa kelas 7.2 SMP Muhammadiyah Kecamatan Dumai Timur tahun pelajaran 2021/2022. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan selama 2 siklus diperoleh aktivitas siswa setiap kali pertemuan mengalami peningkatan dan penurunan. Persentase ketuntasan hasil belajar IPA siswa pada siklus I adalah 52% sedangkan pada siklus II adalah 76% . Jadi dapat disimpulkan bahwa, menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jiqsaw dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas 7.2 SMP Muhammadiyah Kecamatan Dumai Timur tahun pelajaran 2021/2022.
Peningkatan Keterampilan Menyusun Teks Cerita Pendek Secara Tertulis Menggunakan Model Discovery Learning dan Media Dongeng pada Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 6 Dumai Reflita Fariani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.071 KB)

Abstract

Latar belakang diadakannya penelitian di SMP Negeri 6 Dumai yaitu pemecahan permasalahan yang dialami karena pembelajaran menyusun teks cerita pendek yang belum efektif. Peserta didik masih kesulitan dalam mengembangkan gagasan mereka untuk dituangkan dalam sebuah teks cerita pendek, kesulitan menyusun teks cerita pendek dengan memperhatikan struktur teks cerita pendek serta sikap dan perilaku yang ditunjukkan peserta didik selama proses pembelajaran kurang baik. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian ini adalah kemampuan menyusun teks cerita pendek peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Dumai. Sumber data dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 6 Dumai. Peneliti memperoleh data dari teknik tes dan nontes. Teknik tes berupa tes keterampilan menyusun teks cerita pendek. Teknik nontes diperoleh dari observasi, wawancara, jurnal peserta didik dan guru, dan dokumentasi foto. Analisis data dilakukan dengan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan menyusun teks cerita pendek dapat ditingkatkan dengan menggunakan model discovery learning dan media dongeng. Peserta didik lebih antusias dan bersemangat dalam pembelajaran, peserta didik lebih aktif dalam diskusi, peserta didik lebih mandiri dan menjadikan proses menyusun teks cerita pendek berlangsung intensif, peserta didik mampu menciptakan kondisi yang kondusif saat presentasi hasil menyusun teks cerita pendek, dan peserta didik lebih reflektif setelah pembelajaran berlangsung. Hasil tes keterampilan juga menunjukkan adanya peningkatan, peningkatan tersebut ditunjukkan dengan peningkatan nilai pada tiap aspek. Nilai rata-rata tes keterampilan menyusun teks cerita pendek pada siklus I yang hanya memperoleh nilai rata-rata 1,85 mengalami peningkatan sebesar 1,48 atau 37,4% menjadi 3,28 pada siklus II. Perolehan hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran menyusun teks cerita pendek menggunakan model discovery learning dan media dongeng dapat dikatakan berhasil. Perilaku peserta didik dalam mengikuti pembelajaran menyusun teks cerita pendek menggunakan model discovery learning dan media dongeng mengalami perubahan kearah yang lebih positif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti menyarankan kepada guru mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia untuk menggunakan model discovery learning dan media dongeng sebagai alternatif pembelajaran menyusun teks cerita pendek. Bagi praktisi pendidikan, disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterampilan menyusun teks cerita pendek dengan model, strategi, teknik, media atau metode yang lain agar memberikan alternatif dalam pembelajaran.

Page 396 of 2473 | Total Record : 24727