JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Articles
24,759 Documents
Problematika Guru Honorer dan Guru Nondik di Era Society 5.0
Andika Rizky Nugraha;
Evi Setianingsih;
Fani Widia Putri;
Wahdini Rohmah Jaelani;
Yessi Vichaully
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (161.892 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4009
Dalam penelitian ini mengangkat permasalahan mengenai problematika yang dihadapi oleh guru honorer dan guru non pendidikan, salah satunya kesejahteraan guru honorer dan guru nondik yang dikarenakan adanya perbedaan pemberian pendapatan. Kemudian, adanya kesulitan bagi guru honorer dalam mengubah statusnya menjadi guru pegawai negeri. Dalam beberapa survey juga menunjukkan adanya ketimpangan antara guru honorer dan guru nondik dengan guru pegawai negeri sipil. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui apa saja problematika yang dihadapi guru honorer dan guru nondik di era 5.0 seperti sekarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi literature dimana sumber informasi yang dipakai berasal dari artikel, jurnal, dan lain sebagainya yang relevan dengan tema yang diangkat. Pada intinya adalah masih banyak problematika - problematika yang dihadapi oleh guru honorer dan nondik di era society 5.0 ini. Salah satu yang paling signifikan adalah problematika kesejahteraan yang perlu diperhatikan dan dicari solusinya.
Efektivitas LMS (Learning Management System) untuk Mengelola Pembelajaran Jarak Jauh pada Satuan Pendidikan
Alifia Mutsla Fakhruddin;
Lesi Oktiani Putri;
Putri Rizqi Aura Tanzilla Sudirman;
Renata Nur Annisa;
Roja Khalda Berlian As
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.888 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4010
Sejak adanya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemi covid-19 ini, tentunya kita sudah tidak asing dengan istilah Learning Management System. Learning Management System (LSM) ini merupakan perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian kontek pembelajaran. Sistem tersebut dapat membantu guru dalam mengelola tampilan e-learning. Maka dari itu, kami membuat sebuah penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas Learning Management System untuk mengelola pembelajaran jarak jauh pada satuan pendidikan. Dalam penelitian kali ini, peneliti menggunakan kajian studi literatur. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa Learning Management System banyak membawa pengaruh baik dan positif dalam pengkondisian belajar mengajar dan dapat dikatakan efektif penggunaanya dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Peran Guru Dalam Mengembangkan Bakat Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Luar Biasa Restu Ibu Bukittinggi
Tika Pratiwi Marpaung;
Dodi Pasila Putra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (164.25 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4011
Permasalahan dalam penelitian ini adalah di SLB Restu Ibu Bukittinggi guru belum mengembangkan bakat anak berkebutuhan khusus secara maksimal, masih terdapat berbagai bentuk peran yang belum ditunjukkan oleh guru. Hal ini menyebabkan tujuan pendidikan anak berkebutuhan khusus di SLB Restu Ibu Bukittinggi belum tercapai secara maksimal. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fied research), yaitu penelitian yang dilakukan disuatu lokasi, ruangan yang luas atau di tengah- tengah masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendiskripsikan secara sistematis faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi tertentu untuk mencoba menggambarkan fenomena secara detail. Informan kunci dalam penelitian ini adalah kepala SLB Restu Ibu Bukittinggi. Sedangkan yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini adalah guru SLB Restu Ibu Bukittinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat dikemukakan bahwa guru SLB Bukittinggi telah menunjukkan perannya dalam mengembangkan bakat anak berkebutuhan khusus. Peran yang telah ditunjukkan hanya beberapa aspek saja yaitu peran sebagai inisiator, organisator, motivator, dan sebagai supervisor. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa guru SLB restu Ibu Bukittinggi telah berperan dari beberapa aspek saja dalam mengembangkan bakat siswa.
Film Gundala (2019) sebagai Bentuk Perlawanan Hegemoni Hollywood Di Indonesia
Novita Sari;
Rika Astimi Efendi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (305.384 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4012
Hegemoni perfilman Hollywood di Indonesia terlihat secara nyata dan dapat diyakini bahwa film sebagai bentuk soft power yang rentan dengan berbagai kepentingan, salah satunya kepentingan politik. Genre super hero merupakan kesuksesan penyebaran kepentingan politik Amerika ke seluruh belahan dunia, termasuk ke Indonesia. Di tengah kekosongan film Indonesia bergenre super hero, tahun 2019 hadir film Gundala sebagai bentuk resistensi atau gerakan counter hegemony. Berbekal teori Hegemoni Antonio Gramsci dengan memfokuskan pada counter Hegemony, peneliti membedah film Gundala dan perfilman Indonesia sebagai gerakan counter hegemony. Paradigma kritis dengan pendekatan kualitatif menjadi dasar penelitian ini sehingga berhasil menghasilkan temuan bahwa adanya krisis hegemoni [ada perfilman Hollywood berupa masyarakat Indonesia saat ini lebih menyukai menonton film lokal Indonesia, adanya perubahan naskah skrip asli oleh pihak rumah produksi ataupun sutradara Hollywood, serta menangnya film Parasite dalam Oscar, masyarakat mulai mempercayai kualitas perfilman Indonesia, namun masih ada kendala berupa Undang-Undang Perfilman tidak dijalankan dengan baik. Pada sisi yang lain, bentuk resistensi juga berupa telah terjadinya sinergitas yang baik antara pemerintah dan sineas, pemerintah membantu sineas dalam memproduksi film, namun peneliti juga mendapatkan bahwa sumber daya manusia perfilman di Indonesia masih kurang, pajak film Indonesia masih tinggi serta sistem penyelenggaraan FFI (Festival Film Indonesia) yang kurang baik.
Kontribusi Pemahaman Budaya terhadap Keterampilan Guru BK dalam Konseling
Abdillah Basit;
M. Reza Pratama;
Miftahul Jannah;
Nurleni Nurleni;
Vivi Oktaviana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (246.134 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4013
Keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang konselor tidak hanya keterampilan dasar untuk melaksanakan berbagai layanan konseling. Namun, seorang konselor yang hebat juga harus menguasai dan mengetahui berbagai nilai yang hidup di tengah masyarakat, meskipun nilai tersebut berbeda dari nilai yang dianutnya. Klien dengan berbagai latar belakang budaya yang berbeda, tidak akan bisa dielakkan oleh seorang konselor. Artikel ini ditulis bertujuan untuk memaparkan dasar-dasar untuk menjadi konselor berbasis budaya yang seharusnya dipegang oleh seorang konselor, terutama konselor yang berada dilingkungan masyarakat dengan berbagai budayanya. Kepekaan multibudaya baik teoritis maupun empiris perlu dimiliki oleh seorang konselor dalam melayani aktivitas konseling tersebut. Kepekaan terhadap multibudaya sangat penting dilakukan ketika proses konseling karena sifatnya yang sensitif pada layanan konseling. Konselor dituntut memiliki kepekaan multibudaya sebagai akses untuk lebih mengenal, memahami dan menghayati seluruh pengalaman budaya yang dimiliki konseli sekaligus menggali calon konseli dengan sebuah keunikan. Konselor dengan kepekaan yang tajam lebih baik memahami dan menghargai budaya yang berbeda antara konselor dan konseli yang diprediksi akan mampu mengarahkan konseli untuk berkembang secara optimal.
Kontribusi Budaya dalam Konseling CBT (Cognitive Behavior Therapi)
Lusiana Wulandari;
Indah Sari;
Kayla Dwi Arifki;
Ratna Herawati Emosda;
Fitri Mayasari
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (423.714 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4014
Pendekatan Cognitive Behavior Therapi merupakan pendekatan konseling yang berfokus pada terapi kognitif berupa keyakinan, asumsi dan sikap sedangkan terapi behavior berupa perilaku-perilaku yang menyimpang. Sehingga Pendekatan Cognitive Behavior Therapi lebih maksimal untuk meningkatkan perilaku prososial. Perilaku prososial merupakan salah satu bentuk perilaku yang muncul dalam kontak sosial seperti menolong, berbagi, jujur, kerjasama, gotong rotong, saling menghargai dan sebagainya yang merupakan perilaku turun temurun yang telah diajarkan oleh para leluhur terdahulu dan kemudian menjadi suatu kebiasaan. Berkaitan dengan pemikiran, kebiasaan, dan hasil karya cipta manusia yang merupakan suatu hal yang dianggap baik atau buruk bagi kehidupan, kebiasaan tersebut menjadikan suatu nilai budaya yang ada dalam kehidupan masyarakat yang dimana perilaku tersebut merupakan perilaku yang positif. Pendekatan Cognitive Behavior Therapi menentukan konseli untuk menemukan perilaku akhir yang yang sesuai dengan nilai budaya dan keyakinan yang berada di dalam suatu masyarakat.
Pengaruh Kualitas SDM dan Mentoring terhadap Kinerja dengan Pemberdayaan Perempuan sebagai Variabel Intervening
J. Latuihamallo;
G. M. Pentury;
Hestianty F. Manuhutu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (687.437 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4015
Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Menganalisis pengaruh kualitas SDM terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah (2) Menganalisis pengaruh mentoring terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah (3) Menganalisis pengaruh pemberdayaan perempuan terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah (4) Menganalisis pengaruh kualitas SDM terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah (5) Menganalisis pengaruh mentoring terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah (6) Menganalisis apakah pemberdayaan perempuan mampu memediasi pengaruh kualitas SDM terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah (7) Menganalisis apakah pemberdayaan perempuan mampu memediasi pengaruh mentoring terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling dengan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh sampel sebanyak 54 perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah peserta program Digitalisasi UMKM. Hasil penelitian menunjukan bahwa kualitas SDM berpengaruh positif terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah, mentoring berpengaruh positif terhadap pemberdayaan perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah, pemberdayaan perempuan berpengaruh positif terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah, kualitas SDM tidak berpengaruh positif terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah, mentoring berpengaruh positif terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah, pemberdayaan perempuan mampu memediasi penuh (full mediation) pengaruh kualitas SDM terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah serta pemberdayaan perempuan mampu memediasi sebagian (partial mediation) pengaruh mentoring terhadap kinerja perempuan pelaku UMKM Desa Batu Merah.
Pengembangan Kompetensi Pegawai pada Dinas Sosial Kabupaten Kampar
Rena Daryani;
Seno Andri;
Adianto Adianto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (476.781 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4016
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya capaian kinerja Pegawai Pada Dinas Sosial Kabupaten Kampar, penelitian dan pengkajian pada Dinas Sosial Kabupaten Kampar. Dalam pelaksanaan tugas terutama dibidang Pemberdayaan Rehabilitasi sering tidak tercapai. Masih belum tersedianya Dokumen Pendukung guna memaksimalkan Kompetensi Pegawi. Rendahnya kompetensi dari aparatur tersebut secara nyata ditunjukkan oleh rendahnya kemampuan dalam melaksanakan tugas pekerjaan dan jabatan. Setiap pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk pengembangan kompetensi, instansi pemerintah wajib menyusun rencana pengembangan kompetensi tahunan yang tertuang dalam rencana kerja anggaran tahunan instansi. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan upaya pengembangan kompetensi Pegawai Pada Dinas Sosial Kabupaten Kampar serta menganalisis faktor penghambat pengembangan kompetensi Pegawai Pada Dinas Sosial Kabupaten Kampar dan Upaya yang dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Kampar dalam Pengembangan Kompetensi. Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bersifat deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menetapkan informan penelitian sebagai sumber informasi untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Informan dalam penelitian ini adalah orang yang mengetahui permasalahan penelitian secara mendalam. Adapun jumlah informan dalam penelitian ini adalah 10 orang. Hasil penelitian menemukan bahwa pengembangan Pegawai Pada Dinas Sosial Kabupaten Kampar ditinjau dari kriteria perencanaan, pelatihan, penilaian, dan pengembangan kompetensi berorientasi pekerjaan adalah belum optimal. Faktor penghambatnya yaitu koordinasi dan sosialisasi antar instansi terkait pengembangan kompetensi belum berjalan dengan baik serta keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Kampar.
Literature Review: Keberadaan Budaya yang Saling Berkaitan pada Konseling
Nata Septi Mulyani;
Indah Mahmuda;
Noval Ramadhan Prima;
Bella Sintia;
Tonny Romulus Aritonang
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.937 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4017
Di dunia ini, kehidupan manusia sangat bergantung pada budaya. Budaya memiliki dampak yang sangat besar pada semua setiap aspek kehidupan manusia, seringkali sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan. Dari bangun tidur, aktivitas manusia tidak lepas dari pengaruh budaya. Kebudayaan benar-benar bersifat permanen karena setiap peristiwa yang dialami seseorang dikaitkan dengan kebudayaan. Seperti berkomunikasi dengan orang lain yang terkait budaya, karena setiap orang memiliki pengetahuan tentang budaya mereka. Sebagai konsultan, ketika ia bertemu dengan konseli untuk memberikan bimbingan dan layanan konsultasi. Fasilitator perlumenyadari budaya ketika bekerja dengan instruktur karena mereka memiliki budaya mereka sendiri pada intinya. Dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling, konselor perlu fokus pada kesadaran budaya karena dapat membantu konselor memahami kualitas psikologis seperti kecerdasan (intelektual, emosional, dan spiritual), keterampilan, sikap, motivasi, dan lain-lain. DiIndonesia, konselor masih kurang memperhatikan kesadaran budaya karena pemberian layanan bimbingan dan konseling membantu membentuk perilaku baru dan menentukan keberhasilan proses konseling.
Pembinaan Berkelanjutan Profesional Guru PAUD melalui Program Microlearning dengan Pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge) dalam Kurikulum Bermain
Murtafiah Murtafiah;
M. Syarif Sumantri;
Nurbiana Dhieni
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (278.467 KB)
|
DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4018
Pembinaan berkelanjutan profesi guru difokuskan sebagai hal penting untuk peningkatan pendidikan termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kurikulum bermain merupakan bagian dari isu internasional dalam pengembangan profesi guru PAUD yang terjadi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian tindakan kelas melalui program microlearning dengan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen. Partisipan terdiri dari 5 guru RA Asy-Syafi`, Banten, Indonesia. Hasil penelitian menemukan bahwa program ini menjadi salah satu alternatif pilihan untuk membantu guru melakukan peningkatan kinerja profesional berkesinambungan, juga menjadi agen perubahan pengetahuan dan keterampilan pedagogik guru, terutama dalam menerapkan kurikulum berbasis permainan. Program microlearning dengan pendekatan TPACK secara terintegrasi juga merupakan wahana guru untuk melakukan pembelajaran transformatif tentang berbagai pengetahuan dan keterampilan pedagogik