cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
mfauziddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
astutimasnur@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI
ISSN : 26146754     EISSN : 26143097     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Pendidikan Tambusai is Jurnal Electronic which contains the results of research and literature studies related to the field of education, including; regulation of education, learning activities, learning strategies, teacher professionalism, students, education and education personnel, issues of educational institutions, educational environment and parenting.
Arjuna Subject : -
Articles 24,759 Documents
Pengaruh Self-Efficacy dalam Budaya pada Mahasiswa Dwi Wulandari; Fatresia Valentine; Meisya Melinda; M. Regilsa; Riky Cahya Andini
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.801 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3984

Abstract

Budaya memiliki hubungan yang erat dengan bagaimana pola perilaku mahasiswa yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Pola perilaku mahasiswa akan terlihat berbeda sesuai dengan budaya bawaan daerahnya masing-masing. Mahasiswa yang memiliki keyakinan bahwa ia mampu melakukan sesuatu dan mampu menangani situasi berarti ia memiliki self-efficacy yang baik. Self-efficacy pada mahasiswa juga dapat mempengaruhi pola perilaku dengan budayanya. Tidak hanya sebatas budaya daerah, tetapi juga budaya yang secara tidak langsung selalu mereka terapkan di daerah atau kampung halamannya.
Urgensi Nilai-Nilai Pancasila sebagai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Arfi Purnama Nur Indah; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.338 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3985

Abstract

Pancasila adalah dasar negara-bangsa Indonesia. Pancasila mengandung nilai-nilai moral yang diharapkan menjadi pedoman tindakan. Rujukan dalam bernegara dan kehidupan bernegara, sistem sosial masyarakat. Pancasila juga disebut sebagai landasan dasar untuk mengejar ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini karena banyak nilai normatif yang siap menjadi orang tua saat menikmati ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, Pancasila perlu dicermati, diselidiki dan dipahami, khususnya berbagai jenis perilaku, terjadinya peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi keutuhan dan kelangsungan hidup negara Indonesia, antara lain, Berita bohong, provokasi, intoleransi, ujaran kebencian, tindakan pelanggaran etika dan moral, dan hal-hal lain yang bukan merupakan kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri, hal-hal tersebut di mana pendidikan Pankashira berlangsung di perguruan tinggi. itu adalah untuk melindungi untuk menanamkan nilai-nilai moral yang ideal dari generasi penerus bangsa..
Menginternalisasi Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenial untuk Menumpas Gerakan Intoleransi Menuju Indonesia Maju Yeyen Sormin; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.83 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3986

Abstract

Dalam menjadikan generasi milenial yang berkarakter diperlukan implementasi dari nilai – nilai pancasila supaya remaja zaman milenial sekarang akan lebih mudah mengetahui ciri khas bangsa serta dapat membentuk jiwa berkarakter yang didasari oleh pancasila demi kemajuan bangsa dan juga negara. Pancasila akan dijadikan sebagai media pemersatu bagi Indonesia juga sebagai sumber nilai – nilai didalam kehidupan sehari – hari masyarakat Bukan hal itu saja, nilai – nilai yang terkandung dalam pancasila dapat dijadikan sebagai pembentuk kepribadian dan karakter seorang individu serta pemahaman yang bernilai tinggi dalam kehidupan sosial. Pada kemajuan ini remaja telah memiliki tingkat kepintaran yang dapat memahami dan mempelajari suatu hal dengan cepat serta mudah karena didorong juga oleh akses informasi yang mudah melalui internet. Remaja saat ini dapat mencari sesuatu yang baru dimana mengharuskan adanya kecerdasan yang meningkat. Pengaruh dari revolusi 4.0 bisa menjadikan remaja naik ke tingkat yang lebih tnggi. Salah satunya adanya hacker yang dilakukan oleh para remaja untuk melakukan penyadapan terhadap pihak bank serta dapat menipu orang lain.
Meneguhkan Nilai Pancasila sebagai Dasar Negara dan Idiologi Bangsa Ai Lisnawati; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.298 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3987

Abstract

Pancasila yaitu perwujudan nilai dasar negara indonesia dapat di artikan sebagai perwujudan kebenaran, yang menjadi jalan landasan kehidupan awal lahirnya negara atau sejak awal kemerdekaan dan sebuah pemikiran yang meliputi paham dasar dan suatu cita-cita manusia, hukum, masyarakat,sejarah. Pancasila sebagai ideologi nasional memuat nilai budaya bangsa indonesia, yaitu cara berpikir dan cara kerja perjuangan. Secara epistemologis pembentukan ideologi dan dasar negara melalui proses politik dansemangat kebangsaan para founding fathers kita. Secara aksiologis, ideologi dan dasar negara Pancasila menempati fungsi imperatif sebagai norma dan arah tujuan masyarakat, bangsa dan negara. Karakteristik ideologi terbuka sendiri yaitu nilai dan cita tidak terpisah dari luar, tetapi dikaji dan bawa dari kepercayaan agama, budi pekerti dan budaya masyarakatnya itu sendiri.
Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme pada Generasi Muda di Era Globalisasi Nur Laeli Asyahidah; Dinie Anggaraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.999 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3988

Abstract

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme generasi muda. Hal ini karena pengaruh banyak budaya asing telah menyerbu negara kita dan banyak anak muda yang melupakan budayanya sendiri karena menganggapnya lebih modern daripada budayanya sendiri. Di Era Globalisasi saat ini,rasa nasionalisme dan kebangsaan telah meredup seiring dengan meredupnya rasa cinta terhadap tanah air dapat di ukur dengan minimnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya. Bahkan lebih cenderung mengikuti budaya barat seperti lebih menyukai produk-produk import daripada produk lokal. Hal ini bisa dilihat sebagai bentuk melemahnya semangat nasionalisme pada generasi muda. Oleh sebab itu, kita mesti mempersiapkan lahirnya generasi penerus yang mampu sadar serta terdidik dan menerapkan nilai-nilai pancasila tersebut. Harapannya generasi penerus ini akan mampu memiliki keterampilan serta kemandirian dalam menumbuhkan ilmu pengetahuan serta bisa mewujudkan negara yang makmur dan adil di masa yang akan datang.
Tantangan Nilai-Nilai Pancasila pada Generasi Milenium di Era Digital Shalaisa Saputri; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.54 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3989

Abstract

Dewasa ini, bangsa Indonesia sedang dihadapkan oleh berbagai persoalan. Salah satunya ialah tantangan Pancasila yang harus dihadapi oleh generasi milenias Indonesia saat ini tepatnya di ledakan era digital. Penurunan nilai moral juga tak terbendung mengingat ini menjadi masalah serius bagi pemerintah dan publik, namun di era digital seperti sekarang ini tren era informasi sulit dihentikan. Nilai-nilai Pancasila milai tergerus oleh aktivitas teknologi digital. Berbagai cara dilakukan masyarakat untuk mempermudah akses informasi dan memanfaatkan potensi teknologi digital secara bebas. Namun seperti dua sisi mata uang, efek negatif juga muncul sebagai ancaman kejahatan, didorong oleh perilaku non-normatif dan melukai semangat generasi muda. Pancasila dapat selaras dengan perubahan dan perkembangan IPTEK dengan mempertimbangkan gairah keinginan masyarakat. Kemampuan ini menjadi makna bahwa Pancasila benar-benar dapat mengubah nilai-nilai inti yang dikandungnya, namun lebih menekankan pada kemampuan mengekspresikan nilai dalam kegiatan dunia nyata saat problem solving. Nilai-nilai Pancasila sangat mendorong dan mendukung perkembangan IPTEK yang terarah. Dengan nilai-nilai Pancasila tersebut, timbul rekognisi umum bahwa untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia, masyarakat perlu memiliki prinsip dan tekad yang kuat, menjaga dan bersendikan nilai-nilai Pancasila dari awal.
Aplikasi Terapi Behavioral terhadap Budaya Timur yang Dipengaruhi Kepercayaan Animisme Rara Collin Kalfahny; Dwi Maryani; Siti Nahdhiatus Soleha; Setiani Nurhayati; Dewi Fitriana; Duwi Putri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.309 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3990

Abstract

Budaya adalah nilai -nilai yang menjadi pemikiran dan terobosan baru yang tidak mematuhi standar yang melekat dalam masyarakat, bangsa dan negara. Terutama mereka yang merupakan hambatan untuk pemberdayaan, pikiran, perasaan dan sikap masyarakat. Nenek moyang agama tidak terkait dengan etnisitas kepulauan, karena fenomena agama leluhur ini menyebar dalam berbagai kelompok etnis. Fenomena kehidupan orang terlihat dari aspek agama dan budaya yang memiliki hubungan antara mereka yang kadang -kadang disalahartikan oleh orang -orang tertentu yang tidak mengerti bagaimana menempatkan posisi agama dan posisi budaya dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan manusia, agama dan budaya jelas tidak otonom, keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat dalam dialek, selaras untuk menciptakan, kemudian menyangkal diri mereka. Agama sebagai panduan hidup yang diciptakan oleh Tuhan, dalam hidup. Sementara budaya adalah kebiasaan prosedur kehidupan yang diciptakan oleh manusia sendiri berdasarkan hasil kreativitas, selera dan karsa yang diberikan oleh Tuhan.
Peran Pancasila dalam Menumbuhkan Rasa Empati Mahasiswa Iga Ghufrani Juniarti; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.866 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3991

Abstract

Pendidikan dalam Pancasila adalah usaha sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensinya untuk pengetahuan, karakter, dan keahlian mata pelajaran yang relevan dengan kurikulum masing-masing. Nilai-nilai Pancasila sudah lama ada dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat Indonesia sedari jaman sebelum kemerdekaan. Nilai-nilai Pancasila sudah menjadi kebiasaan dan perilaku yang dilakukan masyarakat di bumi pertiwi ini. Pendidikan Pancasila adalah upaya sadar dan terencana untuk mengajarkan dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pendidikan Pancasila harus bisa membangun kepekaan sosial maupun tanggung jawab sosialnya. Penelitian kualitatif non-interaktif mirip dengan metode tinjauan pustaka, dalam pelaksanaannya melibatkan analisis dan pengumpulan fakta dan informasi dari berbagai dokumen dan dokumen yang berhubungan langsung dengan penelitian, membahas dan menyatukannya untuk mencapai kesimpulan yang jelas dan tegas. Menumbuhkan sikap empati merupakan kewajiban untuk membangun kesatuan bangsa. Sebagai warga negara Indonesia khususnya mahasiswa yang memiliki pandangan hidup dari Pancasila, sudah sepatutnya memiliki rasa empati yang dapat diterapkan pada kehidupan. Mahasiswa yang pemikirannya bersumber dari Pancasila tentu akan dipastikan mahasiswa tersebut memiliki rasa empati yang tumbuh pada dirinya.
Efektifitas Penerapan Financial Technology (Fintech) dan Strategi Fundraising dalam Optimalisasi Penghimpunan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf) (Studi Kasus Dompet Dhuafa Waspada Sumatera Utara) Sri Wahyuni; Nurbaiti Nurbaiti; M. Ikhsan Harahap
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.04 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3992

Abstract

Penelitian mengambil topik tentang perkembangan teknologi di sektor keuangan dalam menghimpun ZISWAF kemudian didukung dengan strategi fundraising agar penghimpunan ZISWAF optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat efektivitas penerapan financial technology dan penerapan strategi fundraising dengan menggunakan analisis SWOT. Penelitian ini memakai metode kualitatif deskriptif, Sumber data penelitian mencakup data primer serta sekunder yang diperoleh lewat observasi, wawancara dan dokumentasi di DDW Sumatera Utara terutama pada divisi keuangan dan divisi fundraising. Analisis penelitian ini memakai analisis deksriptif yang mana semua data yang bersfat kualitatif diteliti, dianalisis, dikembangkan serta disesuaikan dengan teori-teori pendukungnya. Dari penelitian ini bisa disimpulkan bahwa fintech sudah diterapkan sejak tahun 2017 dan masih terus dioptimalkan dengan menggunakan strategi fundraising offline dan online. Akan tetapi penghimpunan ZISWAF dengan menggunakan fintech masih belum efektif, diharapakan ada inovasi strategi baru yang diterapkan untuk menghimpun dana ZISWAF dengan pemanfaatan fintech. Salah satu hambatan terberat yang dihadapi Dompet Dhuafa Waspada Sumatera Utara ialah pengetahuan beserta kesadaran masyarakat Sumatera Utara yang masih sangat rendah mengenai pemanfaatan fintech dalam membayar ZISWAF. Hasil analisis SWOT menunjukkan kekuatan internal lembaga begitu kuat sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Maka dari faktor internalnya dirasa perlu perbaikan terkhusus peningkatan SDM khususnya pada divisi fundraising dengan harapan mencapai visi, misi dan target penghimpunan yang telah dicanangkan.
Penanaman Nilai-Nilai Pancasila di Sekolah Dasar Melani Khalimatu Sa’diyah; Dinie Anggraeni Dewi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.246 KB)

Abstract

Studi ini membahas bagian dan harus tahu menanamkan nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar. Pancasila adalah ideologi negara Indonesia, yang di mana Pancasila adalah patokan atau panduan hidup bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila adalah nilai-nilai yang mencerminkan perilaku orang Indonesia sehari-hari, yang dapat tercermin secara jelas dalam sila pancasila. Dalam penelitian ini membahas menanamkan nilai Pancasila dan upaya serta pentingnya penanaman nilai Pancasila di sekolah dasar. Di era ini terdapat kejadian tentang memudarnya nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di kalangan masyarakat, turunan baru maka dari itu pentingnya penanaman nilai Pancasila di sekolah dasar. Berdasarkan pendekatan studi pustaka yang di mana penulis mengumpulkan data dan informasi berupa dokumen, Buku diskusi, jurnal, artikel, dan lainnya

Page 488 of 2476 | Total Record : 24759