cover
Contact Name
Kadek Sutrisna
Contact Email
kadeksutrisna21@gmail.com
Phone
+6287860459291
Journal Mail Official
kadeksutrisna21@gmail.com
Editorial Address
Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116 Telp. +62362-22928
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga
ISSN : 25991434     EISSN : 25991442     DOI : 10.23887
Core Subject : Education,
urnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is a scientific journal published by the Universitas Pendidikan Ganesha and professionally managed by the Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Jurusan Teknologi Industri, Fakultas Teknik dan Kejuruan. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the fields of Cullinary, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology. In the end, this Journal is expected to provide a description of the development of science and technology in the field of family welfare education for the academic community. This journal is published 3 times a year (March, July, and November). The Focus Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga is to provide articles of research results in the field of family welfare education The Scope Jurnal BOSAPARIS : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga encompasses but not limited to the following: Cullinary Art, Fashion, Hospitality, and Beauty/Cosmetology.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2025)" : 8 Documents clear
PEMBUATAN GALAMAI DI NAGARI SALAYO KECAMATAN KUBUNG KABUPATEN SOLOK Anggita Rizky Yuliandri; Lucy Fridayati; Wirnelis Syarif; Ezi Anggraini
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.75979

Abstract

Abstract Galamai merupakan salah satu makanan adat yang wajib ada di dalam acara pernikahan di nagari Salayo, karena merupakan makanan turun temurun dari nenek moyang terdahulu, yang berbahan tepung beras, gula tebu, dan santan. Berdasarkan hasil wawancara awal yang peneliti lakukan sebelumnya dengan salah satu bundo kanduang yang ada di nagari Salayo Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, bahwa terdapat keunikan pada jenis bahan, mulai dari pemilihan bahan, jenis bahan yang digunakan, cara pembuatan dan manfaat Galamai dalam acara adat di nagari Salayo dengan daerah lainnya sehingga peneliti tertarik untuk mempelajari dan meneliti lebih dalam tentang keunikan Galamai di nagari Salayo. Faktor lain juga belum adanya sumber bacaan tentang keunikan dan perbedaan dalam pembuatan Galamai di nagari Salayo ini, dengan adanya sumber bacaan mengenai pembuatan Galamai di nagari Salayo ini dapat menjadi sumber bacaan bagi remaja nagari Salayo agar bertambahnya pengetahuan tentang cara membuat Galamai sebagai makanan adat kepada generasi yang akan datang. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan dengan cara mengkaji dan mempelajari cara pembuatan Galamai yang meliputi , bahan, peralatan, cara membuat, dan manfaat Galamai sebagai makanan adat di nagari Salayo. Studi ini dilakukan dengan cara pengambilan data, pengumpulan data, serta mendokumentasikan data. Hasil dari studi ini sebagai sumber bacaan dan pengetahuan bagi generasi yang akan datang di nagari Salayo.
ANALISIS MINAT BERKUNJUNG KEMBALI WISATAWAN KE PANTAI LOVINA DITINJAU DARI KOMPONEN DESTINASI WISATA 4A Jordy, Gede Eka Setiawan; Masdarini, Luh; Suriani, Ni Made
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.77967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis minat berkunjung kembali wisatawan ke Pantai Lovina ditinjau dari komponen destinasi wisata 4A. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner yang diolah dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan persentase. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wisatawan yang berkunjung ke Pantai Lovina dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komponen destinasi wisata 4A di objek wisata Pantai Lovina mendapat persentase dengan kategori tinggi yakni attraction dengan persentase 81.2%, accessibility dengan persentase 77.11429%, amenity dengan persentase 78.51429%, dan ancillary service dengan persentase 76.55%. Berdasarkan hasil persentase tersebut maka dapat disimpulkan bahwa minat berkunjung kembali wisatawan ke Pantai Lovina ditinjau dari komponen destinasi wisata 4A memperoleh persentase 78.45% pada kategori tinggi, ini menunjukkan bahwa wisatawan memiliki minat berkunjung kembali yang tinggi ditinjau dari komponen destinasi wisata 4A di Pantai Lovina
ANALISIS POTENSI TWIN WATERFALL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA ALAM DI DESA WANAGIRI KECAMATAN SUKASADA Dewa Ayu Yasmini Apriliani; Risa Panti Ariani; Damiati
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.81104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi Twin Waterfall sebagai daya tarik wisata di desa Wanagiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang mengumpulkan data primer melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pihak pengelola dan masyarakat setempat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis SWOT yaitu Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman) serta ditinjau berdasarkan 4A dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Twin Waterfall memiliki potensi sebagai daya tarik wisata karena terdapat ciri khas dengan air terjun pada umumnya, wisatawan bisa menikmati 3 titik air terjun yang berbeda di satu lokasi. Beberapa tantangan yang perlu diatasi seperti belum optimalnya promosi dan belum memadainya infrastruktur. Analisis SWOT menyatakan bahwa Strengths (kekuatan) yang ada di Twin Waterfall yaitu memiliki keunikan dan keindahan alam, sedangkan Weaknesses (kelemahan) yaitu belum optimalnya aksesibilitas dan Amenities. Untuk Opportunities (peluang) yaitu pihak POKDARWIS dan pengelola Twin Waterfall melakukan Kerjasama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan insfraktuktur, sedangkan Threats (ancaman) dikarenakan aksebilitas jalan yang belum memadai sehingga dapat menggangu perjalanan wisatawan yang berkunjung.
INDENTIFIKASI BUSANA ADAT DAHA DAN TRUNA DI DESA ADAT TIMBRAH, KARANGASEM, BALI Kadek Wedi Qinardy; Ni Ketut Widiartini; Putu Agus Mayuni
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.82929

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya busana adat Daha dan Truna di Desa Adat Timbrah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) busana adat Daha ditinjau dari busana pokok, busana pelengkap, aksesoris, dan tatanan penggunaan busana adat, serta (2) busana adat Truna ditinjau dari busana pokok, busana pelengkap, aksesoris, dan tatanan penggunaan busana adat di Desa Adat Timbrah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik deskriptif. Untuk menentukan informan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) busana adat Daha di Desa Adat Timbrah ditinjau dari busana pokok, yaitu saput tenun Tenganan, kamen endek Bali, dan bulang. Busana pelengkap yaitu selibah, sabuk atau kelip. dan longtorso. Aksesoris yaitu, kain beludru, pending, bunga benang, bunga alami, bunga bunter, pekir, empak-empak, bunga emas sandat, bunga emas pucuk, kompyang, rerenteng, anjel, kincung, dan gelang emas. Adapun tatanan penggunaan busana adat Daha menggunakan teknik dililit, disampirkan, dan dipasang satu per satu. (2) busana adat Truna di Desa Adat Timbrah ditinjau dari busana pokok yaitu, saput brokat dan kamen kuning. Busana pelengkap yaitu, sabuk dan stagen. Aksesoris yaitu, udeng dan kadutan atau keris. Adapun tatanan penggunaan busana adat Truna menggunakan teknik dililit, diikat, dan disampirkan. Kata kunci: Busana Adat Daha, Busana Adat Truna, Desa Adat Timbrah.
STORYNOMICS TOURISM: SEJARAH TAMAN UJUNG KARANGASEM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KABUPATEN KARANGASEM Desak Made Dianita Febriyani; Risa Panti Ariani; Made Riki Ponga Kusyanda
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.86938

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai storynomics tourism sejarah dan fungsi bangunan kuno yang terdapat pada objek wisata Taman Ujung Karangasem. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa storynomics tourism sejarah Taman Ujung Karangasem ini dapat diperoleh dengan menganalisis komponen pariwisata yakni something to see melalui pemandangan alam, keindahan taman dan bangunan kuno antara lain : Gapura, Balai Gili (Kambang), Balai Kapal, Balai Bundar dan Terasering yang dapat dilihat oleh wisatawan, something to learn melalui sejarah singkat dan fungsi dari bangunan kuno yang dimiliki oleh Taman Ujung Karangasem, something to do melalui aktivitas atau kegiatan wisata antara lain : pertunjukkan, pagelaran, sendratari dan piknik, something to buy melalui UMKM yang menjual cinderamata kerajinan berbahan rotan seperti tas, keben dan rumah makan yang menjual makanan khas yakni pepes telengis serta makanan dan minuman lainnya. Hasil penelitian ini mendukung pembuatan narasi sejarah dan fungsi dari bangunan pada Taman Ujung Karangasem, selanjutnya diunggah pada media blog sehingga wisatawan dapat mengetahui dan memahami mengenai sejarah dan fungsi bangunan pada Taman Ujung Karangasem melalui media blog tersebut. Kata kunci: Sejarah, Storynomics, Komponen Pariwisata, Taman Ujung Abstract This research aims to describe the storynomics tourism history and function of ancient buildings in Taman Ujung Karangasem tourist attraction. In this study, researchers used descriptive qualitative research. Data collection methods using observation, interviews, documentation. The research instruments used consisted of observation sheets, interview guidelines and documentation. The results of the study explain that the storynomics tourism history of Taman Ujung Karangasem can be obtained by analyzing the tourism component, namely something to see through natural scenery, the beauty of the park and ancient buildings, among others: Gapura, Balai Gili (Kambang), Balai Kapal, Balai Bundar and Terraces that can be seen by tourists, something to learn through a brief history and function of the ancient buildings owned by Taman Ujung Karangasem, something to do through activities or tourism activities including: shows, performances, ballets and picnics, something to buy through UMKM that sell rattan handicraft souvenirs such as bags, keben and restaurants that sell specialty foods namely pepes telengis and other foods and drinks. The results of this study support the creation of a narrative of the history and function of the building at Taman Ujung Karangasem, then uploaded on blog media so that tourists can find out and understand about the history and function of the building at Taman Ujung Karangasem through the blog media. Keywords: History, Storynomics, Tourism Components, Taman Ujung
THE CONSUMER INTEREST IN YOUTH CASUAL FASHION DESIGN CREATIONS WITH THE APPLICATION OF FOOTBALL MOTIFS Aliya Nurhalimah; Adinda Putri; Sugiyem, Sugiyem
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.87733

Abstract

This research aims to create a collection of casual fashion designs for teenagers using motifs inspired by football elements. This research method is qualitative research with a Research and Development approach. This research was conducted by conducting a literature study, designing four casual fashion designs for teenagers, and then conducting an online survey of respondents aged 15-25 years to find out their interest in and liking of fashion design. The results of the preference test showed that the four designs were positively received by most respondents, both in terms of design suitability with the source of the idea, fashion form, color, accent/detail, texture, material, and product price. The most in-demand design is the third design, with a percentage of enthusiasts of 51.9%.
PENERAPAN TEKNIK MAKRAME PADA BUSANA KONTEMPORER DENGAN SUMBER IDE NOKEN PAPUA Miftahul Jannah; I Dewa Ayu Made Budhyani; Made Diah Angendari
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.90970

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) proses pembuatan busan kontemporer dengan menerapkan teknik makrame sumber ide noken Papua, 2) kualitas hasil pengembangan busana kontemporer dengan menerapkan teknik makrame sumber ide noken Papua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu R&D (Research and Development )dengan model pengembangan PPE dengan 3 tahapan penelitian yaitu: Perencaan (Planning), Produksi (Production), Evaluasi (Evaluation). Metode pengumpulan data digunakan adalah kuisioner atau angket, kemudian dianalisi menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil data dapat diperoleh dari penilaian ke 2 responden ahli busana, yakni ahli perta adalah seorang owner yang memiliki industri fashion di singaraja, ahli kedua seorang guru SMK Marsudirini Negara. Hasil Penelitian ini yakni: 1) Menghasilkan produk busana kontemporer berupa setelan busana terdiri dari atasan dan bawahan celana. Hal pertama yang dilakukan peneliti untuk mengetahui proses dan kualitas adalah tahap planning (perencanaan ). Dalam tahap awal (perencanaan) mengumpulkan referensi untuk membuat sketsa menjadi perwujudan sebuah desain, peneliti melanjutkan ketahap production (produksi), pada tahap ini peneliti melalui beberapa tahapan yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap akhir yaitu tahap evaluation (evaluasi) untuk mengetahui kekurangan yang terdapat dalam pengembangan busana kontemporer. 2) Hasil yang didapat pada uji kualitas menujukkan kualifikasi sangat baik berdasarkan tabel konvensi Tingkat pencapaian dengan persentase 92,5%, hal ini menujukkan bahwa produk yang dihasilkan telah sesuai dengan unsur dan prinsip desain, serta telah berhasil membuat sumber ide dan menerapkan teknik makrame menjadi produk baru dengan kualitas yang baik melalui teknik makrame dengan menggunakan dua teknik simpul untuk memperpanjang masa pemakaian produk.
IDENTIFIKASI TATA RIAS TARI REJANG PANDE SUCI WEDANA, DESA TIHINGAN, BANJARANGKAN, KLUNGKUNG Ni Made Novi Indah Puspita; Ni Ketut Widiartini; I Dewa Ayu Made Budhyani
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 16 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v16i1.91699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tata rias wajah, tata rias rambut, busana, dan aksesoris yang digunakan dalam Tari Rejang Pande Suci Wedana di Desa Tihingan, Kabupaten Klungkung, Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Tihingan, dengan informan utama Kepala Desa Tihingan, Kelian Adat Desa Tihingan, dan Bapak Mangku Made Bargawa. Variabel penelitian ini mencakup tata rias wajah, tata rias rambut, busana, dan aksesoris dalam Tari Rejang Pande Suci Wedana. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif untuk merangkum informasi dan memberikan gambaran komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tata rias wajah Tari Rejang Pande Suci Wedana mengadopsi gaya Klungkung dengan pewarnaan natural pada kelopak mata, alis, pipi, dan bibir untuk memperindah ekspresi penari; (2) Tata rias rambut menggunakan sanggul pusung tagel, ati sasak, bunga sari konta, bunga jepun merah, perkapat, dan krun, yang mengandung simbolisme kedewasaan, kesucian, dan kedekatan dengan Dewi Saraswati; (3) Busana yang dikenakan terdiri dari Lamak, Angkin, Kamen, dan Tapih, yang memiliki simbol spiritual memperkuat kesakralan tarian; (4) Aksesoris dalam tari Rejang Pande Suci Wedana tidak mengenakan aksesoris seperti subeng, kalung, atau gelang. Penelitian ini memberikan wawasan lebih dalam tentang estetika dan simbolisme dalam tata rias Tari Rejang Pande Suci Wedana sebagai bagian integral dari tradisi Bali yang kaya akan nilai-nilai spiritual. Kata Kunci: Tata Rias, Tari Rejang Pande Suci Wedana, Estetika, Simbolisme, Bali

Page 1 of 1 | Total Record : 8