cover
Contact Name
Fakhri Syarif
Contact Email
fakhri@unsur.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
agroscience@unsur.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
AGROSCIENCE
ISSN : 19794681     EISSN : 25797891     DOI : -
Jurnal Agroscience (JAGSCI) dahulu bernama Journal of Agroscience adalah media publikasi ilmiah hasil-hasil penelitiandi bidang pertanian yang meliputi teknologi budidaya, sosial-ekonomi pertanian, penyuluhan dan kelembagaan pertanian. Pertama kali diterbitkan pada tahun 2008 dalam edisi cetak dengan Nomor ISSN 1979-4681. Pada tahun 2016 mulai diterbitkan dalam bentuk daring dengan e-ISSN 2579-7891. Adapun Misi dari jurnal ini adalah meningkatkan pengetahuan menyebarluaskan karya tulis ilmiah profseional bidang pertanian. JAGSCI diterbitkan oleh Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana. JAGSCI diterbitkan dua kali dalam setahun, sebagai berikut, nomer 1 diterbitkan pada periode Januari sampai dengan Juni, dan nomor 2 diterbitkan pada periode Juli sampai dengan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 263 Documents
UJI BEDA TINGKAT KEDALAMAN PERAIRAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN JARING INSANG (Gillnet) DI PERAIRAN UMUM WADUK CIRATA NUSA DUA KECAMATAN CIRANJANG KABUPATEN CIANJUR Selfi Nendris Sulistiawan; M. Arife Wahyu Adam
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 3, No 2 (2013): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v3i2.690

Abstract

     Waduk Cirata berfungsi sebagai pembangkit listrik unit Jawa-Bali namun seiring perjalanannya, selain fungsi utama yang lebih terasa oleh masyarakat Kabupaten Cianjur adalah fungsi tambahannya yaitu sebagai areal budidaya perikanan khususnya budidaya pada Kolam Jaring Apung (KJA) dan wilayah perikanan tangkap perairan umum. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hasil rata-rata tangkapan pada setiap setting, mengetahui tingkat kedalaman yang efektif untuk memperoleh hasil tangkap dalam jumlah yang banyak dan mengetahui daerah penangkapan ikan (fishing ground) berdasarkan tingkat kedalaman. Hasil rata-rata tangkapan jaring insang (gillnet) untuk setiap kali setting adalah ≥ 3 kg. Uji beda kedalaman terhadap hasil tangkapan jaring insang (gillnet), menunjukkan tidak terdapat perbedaan hasil tangkapan pada kedalaman perairan yang berbeda.
ANALISIS USAHATANI DAN PEMASARAN BERAS PANDANWANGI (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI BANGKIT DESA BABAKAN KARET KECAMATAN CIANJUR KABUPATEN CIANJUR) Asep Saepul Alam; Muh Heri Khoerudin
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 9, No 2 (2019): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v9i2.780

Abstract

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PETANI DI CAHAYA AGRIBIZ KECAMATAN PAGELARAN KABUPATEN CIANJUR Nurjaya .
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 10, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v10i2.1155

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh lingkungan kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja Petani  pada Cahaya Agribiz Pagelaran Kabupaten Cianjur . Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan asosiatif.   Pada penelitian ini menggunakan data primer dengan melakukan observasi serta menyebarkan kuesioner kepada responden. Seluruh populasi dijadikan obyek penelitian sehingga sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 orang Petani Variabel independent dalam penelitian ini adalah lingkungan kerja (X1), kepemimpinan (X2) sedangkan variabel dependen adalah kinerja Petani   (Y).  Statistik uji hipotesis yang digunakan adalah Spearman Rank.  Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut bahwa secara umum lingkungan kerja yang ada di Cahaya Agribiz Pagelaran Kabupaten Cianjur  telah dinilai baik oleh responden dengan rata-rata tingkat pencapaian sebesar 73.03%, sedangkan kepemimpinan pada Cahaya Agribiz Pagelaran Kabupaten Cianjur  dirasakan baik hal ini ditunjukkan rata-rata tingkat pencapaian sebesar 79.79%, dan secara umum kinerja Petani  pada Cahaya Agribiz Pagelaran Kabupaten Cianjur  memiliki rata-rata tingkat pencapaian sebesar 81.15%. Pengaruh antara lingkungan kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja Petani  ditunjukkan dengan derajat hubungannya sebesar 0.641, yang berada pada rentang antara 0,51-0,75 menunjukkan hubungan yang “Cukup kuat”. Artinya bahwa Pengaruh lingkungan kerja dan kepemimpinan secara bersama-sama dapat meningkatkan kinerja Petani  pada Cahaya Agribiz Pagelaran Kabupaten Cianjur  dan  hal ini menunjukkan nilai keeratan hubungan tersebut positif (+). Sedangkan besarnya Pengaruh lingkungan kerja dan kepemimpinan terhadap kinerja Petani  sebesar 45.90% (Koefisien Determinasi) dan sisanya sisanya 44.10%  dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain.
DAYA SAING BERAS PANDANWANGI, BERAS MERAH DAN BERAS HITAM DI WILAYAH PEMASARAN KABUPATEN CIANJUR Adam Abdurahman, Endah Lisarini &
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 8, No 2 (2018): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v8i2.525

Abstract

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian telah melakukan klasifikasi kelas mutu beras yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/PERMENTAN//PP.130/8/2017. Kelas mutu beas yang ditetapkan adalah kelas mutu beras medium, premium dan khusus. Beras yang dimasukkan ke dalam kelas mutu beras khusus antara lain adalah beras Indikasi Geografis, beras organik, beras kesehatan dan beras yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri. Cianjur merupakan salah satu wilayah yang menghasilkan beras Indikasi Geografis yaitu beras Pandanwangi. Cianjur juga dikenal sebagai sentra produksi beras merah dan hitam yang dikenal sebagai beras kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji : 1) Tingkat daya saing beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam; 2) Perbedaan signifikan tingkat daya saing antara beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam. Data tanggapan mengenai faktor-faktor yang menentukan tingkat daya saing ketiga jenis beras diperoleh dari 30 responden sebagai sampel penelitian. Sampel diambil dengan teknik non probability quota sampling dari populasi petani produsen dan pengecer beras yang ada di wilayah pemasaran beras Cianjur. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama yaitu mengetahui tingkat daya saing, dilakukan pengkategorian kelas tingkat daya saing. Analisis dan pembahasan dilakukan secara deskriptif. Sedangkan untuk menjawab tujuan penelitian ke dua, dilakukan pengujian hipotesis dengan uji T. Uji T digunakan untuk mengetahui signifikansi perbedaan daya saing antara beras Pandanwangi terhadap beras merah, beras Pandanwangi terhadap beras hitam dan antara beras hitam dengan beras merah. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Tingkat daya saing antara beras Pandanwangi, beras merah dan beras hitam dari segi kualitas, harga dan ketersediaan berdasarkan tanggapan responden didapatkan bahwa tingkat daya saing tertinggi sampai dengan terendah berturut-turut adalah beras Pandanwangi, beras merah dan terakhir beras hitam. Nilai skor rata-rata tanggapan responden berturut-turut sebesar 4.02, 3.11 dan 2.97. 2) Dari hasil uji T diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan tingkat daya saing yang signifikan dalam hal kualitas, harga dan ketersediaan baik antara beras pandanwangi dengan beras merah, antara beras Pandanwangi dengan beras hitam dan antara beras merah dengan beras hitam
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR KULIT NANAS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DI PRE NURSERY hendro _ kartiko, S.P; Prof. Ir. Darwati Susilastuti, MM; Ir. M. - Husni, MM
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1833

Abstract

Ketersediaan tanah subur saat ini untuk media pembibitan sangat terbatas. Rendahnya ketersediaan unsur hara dapat menjadi faktor penghambat di pembibitan. Untuk proses pembibitan ini, salah satu faktor penentunya adalah pemupukan. Upaya untuk meningkatkan efektivitas, pemupukan perlu dilakukan agar pertumbuhan tanaman dapat ditingkatkan. Limbah kulit nanas yang tidak terkendalikan yang kemudian berdampak negatif yang akan mempengaruhi berbagai segi kehidupan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Permasalahan lingkungan yang terjadi adalah menjadi sumber bakteri penyakit, pencemaran udara, tanah, air, dan lebih jauh lagi terjadinya bencana ledakan gas metan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pupuk organik cair kulit nanas dan berapa dosis pupuk organik cair kulit nanas yang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre nursery. Pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan di rumah bibit, di Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi pada bulan April – Juli 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 1 faktor yaitu dosis POC kulit nanas (A) dan terdiri dari 6 taraf, yaitu: A0 : Dosis POC kulit nanas 0 ml/L, A1 : Dosis POC kulit nanas 10 ml/L, A2 : Dosis POC kulit nanas 20 ml/L, A3 : Dosis POC kulit nanas 30 ml/L, A4 : Dosis POC kulit nanas 40 ml/L, A5 : Dosis POC kulit nanas 50 ml/L. Dimana setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan masing masing berjumlah 5 tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk organik cair kulit nanas memberikan pengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap morfologi (tinggi tanaman, diameter batang, dan panjang akar) dan fisiologi (biomassa pertumbuhan) bibit tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pre nursery. Pemberian dosis 50 ml/L pupuk organik cair kulit nanas memberikan hasil terbaik terhadap parameter tinggi bibit 1-3 BST (7,06 cm, 16,70 cm dan 22, 30 cm), diameter batang 1 BST (3,48 cm), jumlah daun 1-3 BST (2,06 helai, 3,06 helai dan 4,44 helai), panjang akar (20,50 cm), dan bobot kering (2,82 cm).
PENGARUH STRATEGI PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI TEH HIJAU DI PT. HK. WARINGIN PERKEBUNAN TEH GUNUNG KANCANA KAB.CIANJUR Adang Suryana; Toni Suyono; Elma Nurhafidah Iskandar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1911

Abstract

Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting bagi sebuah organisasi, baik untuk institusi maupun perusahaan. Sumber daya manusia di sebuah organisasi merupakan sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, Sumber Daya Manusia (SDM) adalah aset atau modal penting bagi sebuah organisasi atau perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh strategi peningkatan kinerja karyawan (Kinerja tenaga tetap) dan tenaga teknis (Kinerja tenaga lepas) di PT. HK. Waringin Perkebunan Teh Gunung Kancana Kab. Caianjur. Penelitian ini dilakukan di PT. HK Waringin Perkebunan Teh Gunung Kancana, yang terletak di Jln. Cilubang, Desa. Cibokor, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur pada bulan Februari-Mei 2021. Populasi dan sampeling ini sebanyak 100 responden dengan menggunakan metode analisis uji validitas dan reabilitas. Berdasarkan uraian pada hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel Kinerja Karyawan (X1) berpengaruuh Signifikan terhadap Variabel Kualitas Produksi  (Y). Variabel Kinerja Tenaga Teknis (X2) tidak Berpengaruh signifikan terhadap Variabel Kualitas Produksi (Y). Variabel Kinerja Karyawan dan Kinerja Tenaga Teknis, berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel Kualitas Produksi (Y)
PENGARUH DOSIS PUPUK BOKASHI SAPI DAN PENGGUNAAN JENIS MULSA TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis l.) VARIETAS PERTIWI Pamuji Setyo Utomo
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1872

Abstract

Tanaman  kacang  panjang  (Vigna  Sinensis L.)  merupakan  salah  satu komoditas sayuran yang sangat potensial untuk dikembangkan, karena mempunyai  nilai  ekonomi  yang  cukup tinggi. Kacang  panjang  dapat  dikonsumsi dalam bentuk segar maupun diolah menjadi sayur. Dalam upaya peningkatan gizi  masyarakat,   kacang   panjang   penting   sebagai   sumber   vitamin dan   mineral. Menurut   Haryanto   (2003), biji kacang panjang mengandung karbohidrat (70,00%), protein (17,30%), lemak (1,50%) dan air (12,20%), sehingga komoditi ini juga merupakan  sumber protein nabati. Selain penting sebagai sayuran dan sumber  protein  nabati,tanaman  ini juga  dapat  menyuburkan  tanah.  Pada  akar kacang panjang terdapat bintil-bintil akar yang berisi bakteri Rhizobium sp. yang dapat menambah nitrogen bebas dari udara dan merubahnya menjadi bentuk yang dibutuhkan tanaman. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk bokashi sapi dan penggunaan macam jenis mulsa terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang panjang varietas pertiwi.Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Maret , dengan menggunakan rancangan perlakuan faktorial dan rancangan lingkungan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari dua Faktor, masing-masing faktor terdiri dari tiga kelompok yaitu dengan dosis pupuk bokashi 6 ton/ha, dosis pupuk bokashi 12 ton/ha, dosis pupuk bokashi 18 ton/ha. Faktor kedua terdiri dari jenis mulsa, yaitu mulsa jerami, mulsa perak-perak, dan mulsa hitam-perak, dan dari kedua faktor tersebut dapat dikombinasikan. Pada Penelitian ini Terjadi interaksi sangat nyata antara perlakuan dosis pupuk bokashi dan macam jenis mulsa pada variabel pengamatan : panjang tanaman umur 42 hst, dan terjadi interaksi nyata pada varisabel diameter batang umur 28 dan 42 hst. Terjadi perbedaan pada perlakuan tunggal, yaitu perlakuan mulsa pada variabel jumlah helai daun pada umur 14, 28, dan 42 hst. Tidak terjadi interaksi pada variabel berat polong, jumlah polong, dan panjang polong pada akumulasi panen I - V. Akan tetapi ada perbedaan nyata pada perlakuan tunggal, yaitu perlakuan mulsa pada variable berat dan jumlah polong per tanaman pada akumulasi panen I-V.
RESPON TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica parachinensis) TERHADAP PEMBERIAN DOSIS PUPUK KOMPOS DARI LIMBAH KULIT BUAH JARAK PAGAR (Jatropha curcas) Melissa Syamsiah; Ramli Ramli; Wedi Nur Iman Akbar
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1796

Abstract

Sawi hijau (caisim) merupakan sayuran daun yang cukup populer di Indonesia sebagai pendamping masakan yang kaya nutrisi. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, diperlukan upaya peningkatan produktivitas sawi hijau, salah satunya yaitu melalui pemupukan. Pemanfaatan kompos dari kulit buah jarak pagar (KJP) merupakan strategi pengelolaan limbah pertanian, sekaligus menciptakan alternatif pemupukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk kompos dari limbah KJP terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2020 dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) nonfaktorial. Tanaman diberikan perlakuan dosis pupuk kompos dari limbah KJP dengan empat taraf perlakuan, yaitu D0 (0 g/tanaman), D1 (100 g/tanaman), D2 (150 g/tanaman), dan D3 (200 g/tanaman). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan bobot basah tanaman sawi hijau. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dosis kompos berpengaruh secara signifikan terhadap seluruh parameter penelitian. Perlakuan D2 (150 g/tanaman) memberikan hasil terbaik dengan rerata tinggi tanaman 37.94 cm, 11.88 helai daun, luas daun 1304.56 cm2, dan bobot basah rata-rata 138.33 g.
EFEK KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN DALAM LARUTAN URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK MAWAR Farida Iriani Noeh
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 11, No 2 (2021): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v11i2.1790

Abstract

Mawar adalah kelompok florikultura yang dimanfaatkan sebagai tanaman hias halaman, tanaman dalam pot, bunga tabur, bunga potong, bahan baku kosmetika dan obat-obatan. Permintaan bunga potong mawar terus meningkat dari tahun ke tahun, baik internasional maupun domestik, sehingga teknik perbanyakan tanaman mawar dalam waktu singkat, perlu diteliti. Percobaan telah dilaksanakan  pada bulan Agustus  sampai September  2020 di Kampung Ciburial Desa Cibogo Kec. Lembang Kab. Bandung Barat, Prov. Jawa Barat dengan ketinggian tempat 1.214 mdpl. Percobaan menggunakan  metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu konsentrasi urine sapi dan lama perendaman dengan masing-masing faktor perlakuan terdiri atas tiga taraf. Terdapat sembilan  kombinasi perlakuan, dan setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali.  Jenis perlakuan faktor pertama, yaitu k1  (10 mlL-1),  k2 (20 mlL-1), dan k3 (30 mlL-1), sedangkan faktor kedua,  yaitu  l1 (30 menit), l2 (45 menit), dan l3 (60 menit). Variabel respon yang diamati adalah panjang tunas, jumlah tunas, jumlah daun, panjang daun, luas daun, panjang akar, dan volume akar. Tidak terjadi interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dalam urine sapi terhadap pertumbuhan setek batang mawar varietas first red. Berdasarkan hasil sidik ragam,  setek mawar yang direndam selama 45 menit dalam larutan yang mengandung urine sapi, adalah memberi efek terbaik terhadap variabel respon panjang tunas dan volume akar. 
KORELASI DERAJAT KEMASAMAN TANAH DAN KANDUNGAN MERKURI TANAH BEKAS TAMBANG EMAS MELALUI APLIKASI BAHAN ORGANIK Panji Romadhan; Gusmini Gusmini; Hermansah Hermansah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 12, No 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v12i1.2151

Abstract

Lahan bekas tambang emas merupakan tanah yang memiliki sifat kimia, fisika, dan biologi yang jelek sehingga tingkat kesuburan sangat rendah. Limbah merkuri (Hg) yang dihasilkan dari proses pemurnian biji emas dapat mencemari lingkungan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui peran biochar sekam padi, pupuk kandang ayam dan tanaman bunga matahari (Helianthus annuus L.) terhadap perbaikan sifat kimia tanah dan mengurangi keracunan Hg serta untuk meningkatkan produksi bunga matahari sebagai sumber bahan energi terbarukan (biofuel). Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari kombinasi biochar sekam padi dan pupuk kandang ayam dengan dosis 40 ton/ha setara 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan 100% pupuk kandang ayam nilai pH 6,28. Perlakuan 100% biochar sekam padi mereduksi merkuri pada tanah sebesar 12,45 ppm. Bunga matahari mampu mengakumulasi merkuri hingga 35,01 ppm.