cover
Contact Name
TYAGITA WIDYA SARI
Contact Email
tyagita.ws@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.cmj@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Collaborative Medical Journal (CMJ)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 26150328     EISSN : 26156741     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Collaborative Medical Journal (CMJ) adalah open access journal yang memuat artikel ilmiah di bidang ilmu kedokteran dan kesehatan, yang meliputi ilmu kedokteran dasar, ilmu kedokteran klinis, ilmu kedokteran komunitas, dan ilmu kesehatan masyarakat. Collaborative Medical Journal (CMJ) merupakan wadah bagi para dosen dan peneliti, baik dari lingkup internal Program Studi Pendidikan Dokter - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan - Universitas Abdurrab, maupun dari lingkup eksternal untuk dapat mempublikasikan hasil penelitian dan hasil review literature yang dilakukan. Collaborative Medical Journal (CMJ) terbit sebanyak 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2023): Mei" : 6 Documents clear
PEMBERIAN FEEDBACK SELAMA PEMBELAJARAN ONLINE PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ABDURRAB PEKANBARU Huda Marlina Wati; Juwaidah Hasibuan
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3315

Abstract

Ujian formatif bertujuan untuk memperbaiki proses dan metode pembelajaran. Dari data yang sudah didapatkan bahwasanya nilai ujian sumatif dipengaruhi oleh ujian formatif. Adapun tujuan dari ujian formatif adalah memberikan feedback agar tercapai tujuan pembelajaran tersebut. Selama pembelajaran online mahasiswa fakultas kedokteran universitas abdurrab melakukan ujian formatif pada setiap modul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas ujian formatif dengan pemberian feedback selama pembelajaran online pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab Pekanbaru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah quasi eksperimental dengan desain posttest only control group. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling dan uji beda menggunakan Mann Whitney. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara persepsi mahasiswa terhadap ujian formatif yang diberikan feedback dan tanpa pemberian feedback pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Abdurrab Pekanbaru. Hasil uji korelasi di peroleh nilai p 0,000. Ada perbedaan yang signifikan antara persepsi mahasiswa terhadap ujian formatif yang diberikan feedback dan tanpa pemberian feedback.
EFEKTIVITAS GEL MADU AKASIA TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH Bimby Irenesia; Teguh Satria; Octariany Octariany
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3407

Abstract

Luka adalah rusak atau hilangnya jaringan tubuh yang terjadi karena adanya suatu faktor yang mengganggu sistem perlindungan tubuh. Faktor tersebut seperti trauma, perubahan suhu, zat kimia, ledakan, sengatan listrik, atau gigitan hewan. Madu, makanan alami yang dihasilkan oleh lebah madu adalah obat tradisional tertua yang diketahui telah digunakan untuk berbagai jenis penyakit dan penyembuhan luka. Beberapa penelitian telah mendokumentasikan efek penyembuhan yang menyehatkan dari madu pada berbagai jenis luka. Luka yang diobati dengan madu akasia lebih cepat sembuh dibandingkan dengan perawatan lain. Sifat hipertonik dan pH yang asam dari madu dianggap sebagai faktor utama yang bertanggung jawab untuk mempercepat penyembuhan luka. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa di antara empat madu Pakistan, madu Akasia telah ditemukan lebih unggul daripada madu Ziziphus, Brasicca dan Citrus dalam hal aktivitas antimikroba, total gula dan kandungan protein. Selain itu, sediaan yang berupa gel mampu mempercepat proses penyembuhan dikarenakan sifatnya yang lembab dan dingin. Tujuan penenlitian untuk menganalisis efektifitas gel madu akasia terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih Metode penelitian ini yaitu eksperimental dengan rancangan randomized posttest only control group design. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian gel madu hutan akasia konsentrasi 80% dapat meningkatkan proses penyembuhan luka pada minggu ketiga secara bermakna
PERUBAHAN HISTOPATOLOGI AORTA AKIBAT PAPARAN ASAP KEBAKARAN BIOMASSA GAMBUT PADA MODEL MENCIT (Mus musculus) May Valzon; Widya Rizkika Islami
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3784

Abstract

Indonesia menjadi salah satu Negara yang sering mengalami kebakaran hutan dan lahan gambut dalam skala besar. Bencana terbesar setelah tsunami yang terjadi di Indonesia ini telah terjadi sejak belasan tahun terakhir terutama di Riau, Kalimantan. Asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan ini dapat memperburuk udara yang nantinya akan dihirup dan masuk melalui paru-paru sehingga dapat masuk ke pembuluh darah dan beredar ke seluruh tubuh. Memberikan efek secara langsung oleh beberapa komponen yang terkandung didalam partikelnya seperti kerusakan endotel pada pembuluh darah akibat particulate matter. Pada paparan jangka pendek akan menimbulkan aterotrombosis akut, iskemik, regulasi respons inflamasi juga mengecilnya diameter pembuluh darah Sedangkan efek jangka panjang akan terjadi seperti inflamasi lokal sampai atherogenesis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan diameter lumen aorta dan ada tidaknya foam cell endotel. menggunakan studi true eksperimentaldengan pendekatan posttest with control group terhadap 6 ekor mencit yang mendapat paparan asap kebakaran, 6 mencit yang tidak mendapat paparan atau sebagai kontrol selama 10 hari. Berdasarkan uji fisher didapatkan hasil bahwa paparan asap pembakaran gambut selama 10 hari menyebabkan pembentukan foam cells pada dinding aorta.
SINDROM WEST (SPASME INFATILE) Elvina Zuhir
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3808

Abstract

Spasme infantile adalah suatu sindrom epilepsi yang terjadi pada umur tertentu yang di tandai dengan spasme fleksi, ekstensi dan gabungan fleksi-ekstensi yang sering terjadi secara bersamaan. Penelitian ini dapat bertujuan untuk mengidentifikasi ciri khas spasme infantile dalam hal gejala klinis, penemuan elektroensefalogram (EEG), dan pemeriksaan diagnostik lainnya. Pengembangan metode diagnostik yang lebih akurat dapat membantu dalam pengenalan dini dan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan MRI kesannya: tampak tanda-tanda atropi serebri ringan yang disertai juga dengan gangguan mielinasi ringan dengan hyper-intensitas patologis di white matter subkortikal periventrikuler di daerah pre sentral / posterior lobus frontalis bilateral, selain itu struktur serebral supratentorial lainnya tidak menunjukan abnormalitas lebih lanjut, terutama tak terlihat adanya SOL, anomali kongenital, hemorrhage, distrophi / sklerosis / malacia serebral atau intensitas patologis lainnya baik supra maupun infra-tentorial, termasuk juga di lobus temporalis dan hipokampus bilateral.
PENGARUH GEL PUTIH TELUR BEBEK TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA MENCIT (Mus musculus) Mahendra Mahendra; Abdul Karim; Arman Ismail; Lasmaria Flora Roslinda Silaen
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3840

Abstract

Luka pada kulit merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti cedera atau operasi. Kulit merupakan pertahanan pertama tubuh terhadap mikroorganisme dan zat-zat kimia, sehingga luka pada kulit dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan. Prevalensi luka di Indonesia meningkat dari tahun 2012 7,5% menjadi 8,2% pada tahun 2013. Pengobatan tradisional masih banyak digunakan oleh masyarakat, dan telur memiliki potensi sebagai alternatif pengobatan yang efektif karena kaya akan protein dan asam amino yang diperlukan untuk membentuk jaringan baru dan mempercepat proses penyembuhan. Berdasarkan penelusuran di PubMed belum ada penelitian mengenai hubungan putih telur bebek terhadap penyembuhan luka insisi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh gel putih telur bebek terhadap penyembuhan luka insisi pada mencit. Metode peenelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan Postestt only with Control Group dengan dua puluh ekor mencit dibagi menjadi empat kelompok yaitu kelompok kontrol positif menggunakan povidone iodine, kontrol negatif mengunakan basis gel dan kelompok perlakuan 1 dengan gel telur bebek 10% dan perlakuan 2 gel telur bebek 20%. Perlakuan berupa inisis pada punggung mencit dengan Panjang 1cm dengan kedalaman 0,2cm dan pengukuran sisa Panjang luka 2 hari sekali menggunakan jangka sorong pda hari ke-3, 5 dan 7. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai p<0,05 yang menunjukkan bahwa gel putih telur bebek dengan konsentrasi 10% dan 20% efektif mempercepat penyembuhan luka insisi pada mencit. Gel putih telur bebek konsentrasi 20% memiliki efektivitas paling adekuat terhadap penyembuhan luka insisi pada mencit
PENGARUH PEMBERIAN SEDIAAN TOPIKAL EKSTRAK BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS (Rattus norvegicus) Deinike Wanita Marwan; Wahyu Ramadhan; Elly Anggreny
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3844

Abstract

Menurut Riskesdas pada tahun 2013 prevalensi luka di Indonesia sebanyak 8.2%, Jenis cedera yang banyak dialami penduduk seperti luka iris/sayat (23,2%). Bawang merah memiliki berbagai khasiat, salah satunya sebagai perbaikan jaringan. Salah satu kandungan pada bawang merah berupa flavonoid yang digunakan sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian sediaan topikal ekstrak bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penyembuhan luka pada tikus (Rattus norvegicus) jantan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan posttest only with control group design. Tikus dibagi dalam 5 kelompok secara acak. Masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus meliputi kelompok kontrol negatif, kelompok kontrol positif diberi bioplacenton, 3 kelompok perlakuan diberi sediaan topikal ekstrak bawang merah masing-masing sebanyak 30%, 60%, 90%. Analisis data dilakukan dengan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Bonferroni. Pada konsentrasi 30%, 60%, dan 90% memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka sayat. Konsentrasi tertinggi ada pada konsentrasi 90%. Konsentrasi terendah ada pada 30%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6