cover
Contact Name
Siti Juariah
Contact Email
sitijuariah@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sitijuariah@univrab.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Klinikal Sains (Jurnal Analis Kesehatan)
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 23384921     EISSN : 26141515     DOI : -
Jurnal klinikal sains program studi analis kesehatan adalah jurnal ilmiah yang membahas tentang kompetensi analis kesehatan yang meliputi kompetensi Mikrobiologi, Hematologi, Parasitologi, Imunoserologi, Toxikologi, dan Kimia Klinik. Jurnal klinikal sains akan terbit setiap enam bulan, dalam satu periode setiap tahun ajaran akan terbit dua kali yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 134 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Lengkuas Putih (Alpinia galanga) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli Eliya Mursyida; Tassya Alfiola
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.787 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1237

Abstract

Escherichia coli (E. coli) merupakan penyebab umum terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). Salah satu tanaman yang sering dijadikan obat herbal adalah lengkuas putih (Alpinia galanga). Rimpang lengkuas putih diketahui memiliki senyawa antimikroba seperti flavonoid, kuinon, dan minyak atsiri yang terdiri senyawa terpen dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak lengkuas putih terhadap pertumbuhan E. coli. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only with control group dengan sampel lengkuas putih dan bakteri uji E. coli. Zona hambat yang terbentuk diukur menggunakan jangka sorong. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa zona hambat tertinggi terdapat pada konsentrasi 100% dengan diameter rata-rata 5.61mm dan zona hambat terendah pada konsentrasi 20% dengan diameter rata-rata 1.25mm. Hasil uji fitokimia didapatkan bahwa lengkuas putih positif mengandung senyawa flavonoid, kuinon, terpen, dan fenol. Kesimpulan didapatkan bahwa adanya pengaruh pemberian ekstrak lengkuas putih pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100% terhadap pertumbuhan E. coli.
PENETAPAN KADAR PEMANIS BUATAN (Na-Siklamat) PADA SELAI DENGAN METODE GRAVIMETRI Hartini H; Jely Syaputri Simorangkir
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.046 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1248

Abstract

Bahan tambahan pangan (BTP) berupa pemanis buatan umumnya dikonsumsi oleh masyarakat yang menderita diabetes dan obesitas agar tetap mendapatkan rasa manis pada makanannya tetapi tidak dimetabolisme di dalam tubuh. Pemanis buatan salah satunya siklamat mempunyai tingkat rasa manis yang lebih tinggi dari gula (sukrosa) dan harganya lebih murah. Kadar maksimum maksimum siklamat yang ditetapkan pemerintah melalui BPOM dalam suatu bahan pangan berupa selai adalah 1000 mg/kg. Meskipun pemerintah telah menetapkan peraturan mengenai kadar maksimum siklamat, tetapi masih saja ada produsen yang menggunakannya melebihi kadar yang diperbolehkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar siklamat pada sampel selai dan membandingkannya dengan kadar maksimum yang diperbolehkan BPOM. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik. Sampel penelitian sebanyak 24 sampel selai yang terdiri dari selai stroberi (kode S), nenas (kode N), coklat (C) dan blueberry (B). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 6 sampel yaitu N1, C2, N3, C3, B3 dan C4 yang memiliki kadar siklamat melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan (>1000 mg/kg). Hal ini menunjukkan bahwa masih terdapat penjual selai yang menjual selai dengan kadar melebihi persyaratan BPOM tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis tahun 2014.
IDENTIFIKASI BAKTERI RONGGA MULUT PEROKOK DAN BUKAN PEROKOK DI PEKANBARU Titi Lasmini
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.107 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1249

Abstract

Kebiasaan merokok merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai masalah kesehatan salah satunya penyakit rongga mulut. Kondisi kesehatan mulut yang menurun akibat rokok tersebut dapat menurunkan jumlah bakteri flora normal rongga mulut dan meningkatkan jumlah bakteri potensial pathogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi jenis-jenis bakteri pada rongga mulut perokok dan bukan perokok di Pekanbaru. Penelitian ini dilakukan dengan isolasi bakteri pada medium MSA dan MacConkey, purifikasi, dan uji reaksi biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah isolat bakteri dari sampel rongga mulut perokok lebih tinggi (37 isolat), dibanding bukan perokok (26 isolat). Coagulase Negative Staphylococcus (27,03%), dan Aggregatibacter sp. (21,62%) lebih sering diisolasi dari rongga mulut perokok, sedangkan Coagulase Negative Staphylococcus (30,77%), Pseudomonas sp. (26,92%), dan Klebsiella sp. (19,23%) lebih sering diisolasi dari rongga mulut bukan perokok.
UJI MORTALITAS LARVA NYAMUK ANOPHELES DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyantum) Sri Kartini; Denia Pratiwi; Zurya Atina
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 1 (2020): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.838 KB) | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i1.1319

Abstract

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh nyamuk anopheles sp. Malaria merupakan salah satu penyakit yang masih sulit diberantas dan merupakan masalah kesehatan diseluruh dunia. Di indonesia terdapat 15 juta kasus malaria. Pencegahan secara kimiawi untuk membunuh larva dapat menimbulkan bahaya. Penggunaan bahan alami seperti daun salam dapat menjadi salah satu bahan alternatif untuk membunuh larva karena daun salam mengadung senyawa kimia seperti tanin, flavonoid, minyak atsiri, dan alkaloid yang berfungsi sebagai larvasida. Salah satunya larva anopheles sp. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mortalitas larva anopheles sp setelah pemberian ekstrak etanol daun salam dengan kosentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% dengan metode penelitian deskriptif laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi 0,5%% jumlah larva yang mati sebanyak 53,33%, pada konsentrasi 1% larva yang mati sebanyak 66,66%, pada konsentrasi 1,5% larva yang mati sebanyak 80% dan pada konsentrasi 2% larva yang mati sebanyak 86,66%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kosentrasi ekstrak yang digunakan semakin besar kematian larva.
PEMERIKSAAN MOST PROBABLE NUMBER (MPN) COLIFORM DAN COLIFECAL PADA AIR MINUM ISI ULANG DARI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KELURAHAN DELIMA KOTA PEKANBARU Shania Maylaffayza Chaniggia; Peni Febriana; Wahyuni Syafitri
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i2.1399

Abstract

Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan. Dalam penggunaan air minum mutu air juga sangat menentukan apakah air tersebut layak untuk dikomsumsi. Air yang dapat dikomsumsi yaitu air bebas dari jenis bakteri yang berbahaya. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian pada air minum isi ulang dari depot air minum isi ulang di Kelurahan Delima Kota Pekanbaru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui berapakah indeks MPN Coliform dan Colifecal pada air minum isi ulang dari depot air minum isi ulang di Kelurahan Delima Kota Pekanbaru. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) untuk melakukan uji Coliform dan Colifecal secara eksperimen laboratory. Hasil penelitian didapatkan hasil pertumbuhan pada suhu 37°C pada sampel air minum 2 adalah 0:0:0 dengan indeks MPN Coli sebanyak 0/100 ml sampel, dan pada sampel air minum 3 adalah 0:0:0 dengan indeks MPN Coli sebanyak 0/100 ml sampel sedangkan pada suhu 44°C pada sampel air minum 2 adalah 0:0:0 dengan indeks MPN Coli sebanyak 0/100 ml sampel, dan pada sampel air minum 3 adalah 0:0:0 dengan indeks MPN Coli sebanyak 0/100 ml sampel. Ini menunjukkan tidak ditemukan bakteri Coliform pada sampel air dari depot air minum isi ulang di Kelurahan Delima Kota Pekanbaru dan layak diminum
PEMANFAATAN SARI UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas poiret) SEBAGAI ZAT PEWARNA PADA PEWARNAAN GRAM TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Rio Wahyu Septian Marbun; Febrizki Nabilah Mardanif; Uliya Fitri Aini
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i2.1400

Abstract

Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas poiret) telah menyebar hampir di seluruh Indonesia dan menunjukkan adanya kandungan senyawa antosianin yang dapat mewarnai bakteri dan pada saat ini, penggunaan zat warna juga dilakukan pada bidang bidang laboratorium mikrobiologi cenderung harganya mahal dan sulitnya mendapatkan pewarna yang digunakan untuk praktikum di laboratorium mikrobiologi Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah sari ubi jalar ungu dapat dijadikan sebagai zat warna pada pewarnaan Gram terhadapa bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode eksperimental laboratory secara in vitro. Hasil penelitian didapatkan bakteri bentuk coccus pada bakteri Staphylococcus aureus dengan warna violet kemerahan pada pewarnaan gram dari kelompok eksperimen yang menggunakan larutan sari ubi jalar sebagai pengganti larutan Gentian Violet dan kelompok kontrol yang menggunakan Larutan Gentian violet. Dan pada bakteri bentuk basil pada Escherichia coli dengan warna merah pada pewarnaan gram dari kelompok eksperimen yang menggunakan larutan sari ubi jalar ungu sebagai pengganti larutan carbol fuchsin. ini membuktikan bahwa air perasan ubi jalar ungu dapat dijadikan sebagai zat warna pada pewarnaan Gram terhadapa bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli
HASIL PEMERIKSAAN KOLESTEROL TOTAL PADA SERUM SEGERA DIPERIKSA DAN DITUNDA 7 HARI PADA SUHU 2 - 8ºC Karneli Karneli; Alfina Amelda; Asrori Asrori
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i2.1405

Abstract

Background: Lipid profile examination that is often done in a laboratory is an examination of total cholesterol, which can be done by using a serum specimen. Although it is highly recommended to do a direct serum check, there are a number of reasons for delaying the examination, such as a broken device, or a power outage that makes the examination must be postponed. Serum that is not immediately checked can be stored. Storage of specimens is one of the pre-analytic stages, which has a significant risk of error in a laboratory examination. Objectives: This study aims to determine the comparison of the results of total cholesterol in serum which is immediately checked and postponed for 7 days at a temperature of 2-8ºC. Methods: This research was an experimental study with one group pre and posttest design. The population of this study were all Level 1 and 2 Students of Health Analyst Department of Health Ministry of Health, Palembang in 2020, totaling 150 people. The sample of this study was serum from 30 respondents taken by simple random sampling. Total cholesterol levels were checked using the Biosystem bts-350. Results: From the Shapiro Wilk data normality test obtained data with normal distribution. Data analysis continued with t dependent test, p = 0.403 was obtained, it means that p> α (0.05), which means there was no difference in the results of the examination of total cholesterol levels in serum that was immediately examined and stored for 7 days at a temperature of 2-8ºC. Conclusion: It can be concluded that there is no significant difference in the results of the examination of total cholesterol levels in serum that are immediately examined and stored for 7 days at a temperature of 2-8ºC.
IMUNOPATOLOGI DAN PERSPEKTIF LABORATORIUM KLINIK SARS - COV - 2 : A REVIEW Dian Nurmansyah; Aldiana Astuti
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i2.1406

Abstract

Severe Acute Respiratory syndrome corona virus 2 ( SARS-Cov-2) is a virus from Nidoviridales family Coronaviridae that causes acute respiratory syndrome in humans. The virus discovered in wuhan, China in mid December 2019 and determined as a global pendemic by WHO The management of the patient becomes crucial in suppressing the mortality rate of patients with positive COVID-19. The actual viral infection is self-limited disease with supportive treatment. Good treatment support requires information and clarity of viral pathogenesis, laboratory results, patient clinical symptoms and in-depth analysis of virus characteristics and the body's immune response to infection
REVIEW : PATOGENESIS DAN DIAGNOSA LABORATORIUM DEMAM TIFOID Dian Nurmansyah; Nurmaidah Nurmaidah
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 8 No 2 (2020): Desember
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v8i2.1409

Abstract

Typhoid fever caused by the pathogen bacteria named Salmonella typhi is known to have caused the death of more than 600,000 people worldwide. Understanding the pathogenesis and proper laboratory examination is very influential on the success of therapy. This literature review aims to collect literature related to pathogenesis and laboratory examination in typhoid fever. This literature review method uses the Systematic Literature Review (SLR) model based on pathogenesis and laboratory examinations. S. typhi infection begins with the entry of bacteria through the gastrointestine tract and can last up to 3 weeks. Laboratory tests for typhoid fever are bacterial culture, serological examination, molecular examination, and other investigations. Bacterial culture is a gold standard that has a sensitivity of up to 80% in blood. Serological tests can be performed such as Widal, ELISA, SDS-PAGE blotting, RDT or POCT tests using venous blood, capillary blood, even serum, and typhidot, and Tubex TF. Other investigations can be characterized by leukocytosis and eosinopenia. Blood chemistry tests also found an increase of AST and ALT 2-3 times the normal value.
ANALISA TINGKAT KERACUNAN LOGAM BERAT Pb PADA TUKANG BECAK DAN PEDAGANG ASONGAN DI JALAN KAPTEN MUSLIM MEDAN Nova Florentina Ambarwati; Eka Margaretha Sinaga; Erdina Gultom
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 9 No 1 (2021): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/klinikal_sains.v9i1.1426

Abstract

Lead (Pb) is one of dangerous heavy metals that is toxic for human bodies. Lead can be found in the air in the form of air pollution which is produced by the fuel of motor vehicles. According to WHO, in 1995, the level of lead inside the human body can be divided into three levels which are, low (<10ppm), moderate (10-20 ppm), otherwise high (>20ppm) according to the category of pollution. A pedicab driver and a street vendor who frequent the street will surely very often be exposed to vehicle fumes which contains lead (Pb). This experiment is aimed to find out the level of Pb in the hair of pedicab drivers and street vendors around Kapten Muslim Street, Medan. From the overall population is randomly taken each 4 (four) hair samples from pedicab drivers and street vendors, and then continued with an examination using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). From the result of the experiment, overall obtained that 1 (one) out of the rest is within the high level of toxicity (20,138 ppm), and then 2 (two) within the moderate level of toxicity (10,697 - 16,69 ppm), and 5 (five) others within the low level of toxicity (0,862≈4,533 ppm). This shows that almost all pedicab drivers and street vendors around the Kapten Muslim Street, Medan are already poisoned with heavy metal, Pb, inside their bodies.

Page 6 of 14 | Total Record : 134