cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA KELAS V SD ., Ni Putu Eka Mahendrawati; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7456

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Contextual Teaching ang Learning berbantuan media konkret dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 2 Lelateng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen menggunakan desain non equivalent post–test only control group design. Sampel penelitian ini berjumlah 21 orang siswa kelas VB SD Negeri 2 Lelateng sebagai kelompok eksperimen dan 21 orang siswa kelas VA SD Negeri 2 Lelateng sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan dengan metode tes. Istrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistic infrensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Contextual Teaching and Learning berbantuan media konkret dan kelompoksiswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Negeri 2 Lelateng Tahun Pelajaran 2015/2016. Jadi dapat disimpulkan bahwa model Contextual Teaching and Learning berbantuan media konkret berpengaruh bagi hasil belajar siswa. Kata Kunci : Contextual Teaching and Learning, media konkret, matematika This study aims to determine differences in learning outcomes between the groups of students that learned with the model Contextual Teaching Learning with concrete aided and student groups that learned with conventional learning in class V students in academic year 2015/2016 in SD Negeri 2 Lelateng. This research is a quasi-experimental research design using non equivalent post-test only control group design. The research sample numbering 21 students of class VB SD Negeri 2 Lelateng as an experimental group and 21 students of class VA SD Negeri 2 Lelateng as the control group were selected by random sampling system. Data collected by the test method. Istrumen used in the form of a multiple choice test. Data collected were analyzed using descriptive statistics and statistical analysis infrensial (t-test). Our research found that there are significant differences between the groups of student learning outcomes that learned with Contextual Teaching and Learning model and student groups that learned with conventional learning in class V in SD Negeri 2 Lelateng in the academic year 2015/2016. So it can be concluded that the Contextual Teaching and Learning model with concrete aided influential media for student learning outcomes. keyword : Contextual Teaching and Learning, concrete media, mathematics
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI JURISPRUDENSIAL BERBANTUAN MEDIA VISUAL BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SD ., Ni Made Yeesi; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SD N Gugus 3 Sebatu Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian “Nonequivalent control group design”. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus 3 Sebatu. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, di dapat kelas eksperimen yaitu SD N 2 Sebatu dengan jumlah siswa 33 orang dan kelas kontrol yaitu siswa kelas V SD N 5 Sebatu dengan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Data penelitian ini menggunakan instrumen berupa tes dalam bentuk tes hasil belajar pilihan ganda. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik statistik uji-t. Hasil perhitungan uji-t diperoleh t hitung sebesar 5,976. Sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk 61 diperoleh t tabel sebesar 2,00. Nilai rata-rata hasil belajar PKn pada kelas eksperimen 84,24 dan kelompok kontrol 81,73. Dengan demikian hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial berbantuan media visual dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hasil analisis diperoleh nilai (t hitung = 5,976 > t tabel = 2,00). Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inkuiri Jurisprudensial berbantuan media visual berpengaruh terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus 3 Sebatu Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Model Pembelajaran, Inkuiri Jurisprudensial (Jurisprudensial Inquiri Model), hasil belajar dan PKn This experiment is aim to know the significant different of civil learning result between students who teached by Jurisprudential Inquiri Model with helped by visual media and students who teached by konvensional learning on V grape on group III in 2013/2014 study periode. This kind of experiment is a trick experiment used “Nonequivalent control group design” survey plan. The populations of this experiment are all of V grade elementry school students on group 3 Sebatu. The sample setting is using random sampling technic, it get experiment elementry school number 2 Sebatu with 33 students and the control class is grade V students on elementry school number 5 Sebatu with 30 students. The data of this experiment uses test on result of multiple chois learning test form. The continue data is analisys by using t test grafict technic. The result of t test get t count 5,976. While on signification rate 5 % and dk 61 get t table 2,00. The average value of civil learning result on experiment class is 84,24 and control class is 81,73. So the result of analisys point that is a significant defferent of civil learning result between students who teached by Jurisprudential Inquiri Model helped by visual media with students who teached by konventional learning. The result of analisys get value (t count = 5,97 > t table = 2,00), so the conclution is the Jurisprudential Inquiri Model helped by visual media give an effect to civil learning result of grade V elementry school group 3 Sebatu 0n 2013/2014 study periode.keyword : Theaching Model, Jurisprudential Inquiry Model, civil learning result
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA TEMA TEMPAT TINGGALKU DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU PADA SISWA KELAS IV DI SDN GUGUS SRIKANDI DENPASAR ., Ni Luh Putu Tiyani; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan langsung, kelompok siswa yang yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tidak langsung, dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik yang konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Srikandi Kecamatan Denpasar Timur tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Srikandi. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan jenis tes pilihan ganda biasa. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan mean kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan langsung (74.05) lebih tinggi daripada kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pertanyaan tidak langsung (70.03) maupun kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik yang konvensional (70.38). Namun, berdasarkan hasil analisis pada taraf signifikansi 5% dengan dkpembilang = 2 dan dkpenyebut = 119 diperoleh Fhitung
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA SEKOLAH DASAR ., Wayan Marta Suantara; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD yang berjumlah 130 orang. Sebanyak 59 orang siswa yang terpilih sebagai sampel yang ditentukan dengan cara random sampling. Sampel penelitian yaitu 27 orang siswa kelas IV SDN 1 Poh Bergong dan 32 orang siswa kelas IV SDN 5 Jinengdalem. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode tes dengan instrumen pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda (objektif). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 14,481 berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 8,313 berada pada kategori rendah, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung sebesar 2,743, sedangkan ttabel dengan db 57 pada taraf signitifikan 5% adalah 2,000. Hal ini berati nilai thitung lebih besar dari ttabel (2,743 > 2,000), sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Make A Match berbantuan media gambar dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvesional. Jadi terdapat pengaruh yang positif hasil belajar IPA dilihat dari rata-rata hasil belajar.Kata Kunci : Hasil belajar, Pembelajaran make a match. This research aims to determine the differences in learning outcomes of science between students who learn by using learning model (Make A Match) assisted media like images and students who learn by using conventional learning model for fourth grades in elementary school in Gugus III Buleleng District Lesson Year 2016/2017. This research type is quasi experiment research with program ‘non-equivalent design posttest only controls group design”. The population of this research is all students of fourth grades in elementary school which amounts to 130 people. There are 59 students are selected as a sample that determined by random sampling. The sample of research used 27 students of fourth grades in SDN 1 Poh Bergong and 32 students of fourth grades in SDN 5 Jinengdalem. The data were collected using test method with instrument data collection using multiple choice tests (objective). The data that was obtained and then the data was analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results of this research showed that (1) the average score of the experimental learning outcomes of the experimental group there was 14.481 as the high category, (2) the average score of the control group's learning outcomes there was 8.313 as the low category, (3) the result of t-test analysis were obtained tcount of 2.743, on the other hand ttable with db 57 at 5% in significance level is 2,000. It means that the value of tcount is greater than ttable (2.743 > 2,000), so H0 is rejected and H1 is accepted then it can be concluded that there is a difference of science learning outcomes between groups of students who are taught by the learning model of Make A Match assisted by image media and group of students with conventional learning model. So there is a positive effect in learning outcomes of science seen from the average learning outcomes.keyword : Learning outcomes, Learning model make a match.
MODEL PEMBELAJARAN ACCELERATED LEARNING BERFASILITAS MULTIMEDIA BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS III KECAMATAN SEMARAPURA Md. Putra, Ni Pt. Dharma Suciutari, I Wy. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1192

Abstract

mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Accelerated Learning berfasilitas multimedia dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa  kelas V SD Gugus III Kecamatan Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental dengan menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Semarapura tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 244 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Data hasil belajar siswa dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar pilihan ganda dengan 4 options . Data yang terkumpul dianalisis dengan uji-t.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Accelerated Learning berfasilitas multimedia dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Semarapura tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 6.43 > ttabel 2,00 dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Accelerated Learning berfasilitas multimedia yaitu 77.16 dan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional yaitu 65.25 maka  diterima. Ini berarti dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Accelerated Learning berfasilitas multimedia berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus III Kecamatan Semarapura Tahun Pelajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci : model Accelerated Learning berfasilitas multimedia, konvensional, hasil belajar IPA.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BBL (BRAIN BASED LEARNING) BERMUATAN KARAKTER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Gusti Agus Made Mustiada; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Ni Nengah Madri Antari, M.Erg.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2250

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) Untuk mengetahui deskripsi hasil belajar IPA siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran BBL bermuatan karakter, (3) Untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran BBL bermuatan karakter dan siswa yang di belajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Semester I SD di Desa Bontihing pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V SD di Desa Bontihing. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling, diperoleh SD N 4 Bontihing sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 27 orang siswa dan SD N 1 Bontihing sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 23 orang siswa. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial uji-t. Berdasarkan hasil analisis (1) Hasil belajar siswa pada kelompok eksperimen dengan menggunakan pembelajaran BBL bermuatan karakter lebih tinggi dibanding dengan pembelajaan konvensional, dengan mean = 22,67. (2) Hasil belajar siswa pada kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional lebih rendah dibanding dengan pembelajaan BBL bermuatan karakter, dengan mean = 17,61 (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran BBL bermuatan karakter dan siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Hasil analisisnya menunjukan thitung = 6,25 dan t tabel = 1,67722 untuk db = n1+ n2 – 2 = 48 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kreteria pengujian, karena thitung > ttable maka H0 ditolak dan Ha diterima. Kata Kunci : Pembelajaran BBL, hasil belajar IPA The aimed of this research are: (1) To determine the description of science learning achievement students that have studied by using conventional learning model, (2) To know the description of science learning achievement students that have studied by using BBL learning model contains character, (3) The significant of difference in science learning achievement between student groups that have studied using BBL learning model contains character and conventional learning model at fifth grade of Semester I of Bontihing’s Elementary School in academic year 2013 / 2014. The population of this research is all of fifth grade of Bontihing’s Elementary School. The sample was determined by simple random sampling technique, it is resulted that Elementary School number 4 of Bontihing as a experiment group with 27 students and Elementary School number 1 of Bontihing as a control group with 23 students. The data result of science learning achievement of student is collected by multiple choices. The collected data is analyzed by using descriptive statistical analysis technique and uji-t inferential. The analysis result indicate: (1) The students result in experiment group by using BBL learning model contains character is higher than conventional learning model, by mean score = 22,67. (2) The students result in control group by using conventional learning model is lower than BBL learning model contains character, by mean score = 17,61. (3) There are the difference of science learning achievement between students that have been taught by using BBL learning model contains character and conventional learning model. The analysis result indicates tcount = 6,25 and ttable of = 1,67722 for the db = n1+ n2 - 2 = 48 with 5% of significant level. Based on test criteria, because tcount> ttable so that Ho is refused and Ha is accepted.keyword : learning outcomes sience, BBL learning
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA ., I Gusti Ayu Jayanti Kusuma; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model project based learning berbantuan media audiovisual siswa kelas IVB SDN 17 Dauh Puri tahun ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah PTK yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IVB SDN 17 Dauh Puri yang berjumlah 36 siswa, terdiri dari 12 siswa perempuan dan 24 siswa laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes untuk mengukur kompetensi pengetahuan dan metode observasi untuk kompetensi keterampilan IPA dan kompetensi sikap dalam belajar IPA. Data hasil belajar IPA dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan ketuntasan klasikal kompetensi pengetahuan IPA dari 77,78% pada siklus I menjadi 97,20% pada siklus II dengan kata lain terjadi peningkatan 19,42%. Hasil penelitian kompetensi keterampilan menunjukkan adanya peningkatan kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi keterampilan IPA. Kemudian, secara umum data hasil belajar kompetensi sikap dalam belajar IPA menunjukkan seluruh siswa memiliki sikap yang baik dan bertambahnya kuantitas siswa yang memenuhi indikator kompetensi sikap dalam belajar IPA. Peningkatan hasil belajar IPA terjadi dari pra siklus ke siklus I maupun dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan project based learning berbantuan media audiovisual terbukti dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IVB SDN 17 Dauh Puri.Kata Kunci : hasil belajar IPA, media audiovisual, model project based learning The purpose of this study is to improve result in learning science through project based learning model application assisted by audiovisual media on IVB grade students of SDN 17 Dauh Puri in academic year 2015/2016. This study used classroom action research which conducted in two cycles. Each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation, and reflection. The subject were IVB grade students in SDN 17 Dauh Puri that included 36 students. Data collection was done by test method to determine student’s knowledge competency and observation method to observe skill and attitude competency in learning science. The result of learning science's datas were analyzed using quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. It showed that there was enhancement of science knowledge competence’s classical completeness from 77,78% in first cycle 77,78% become 97,20% in second cycle. It can be said that there was enhancement in the amount of 19,42%. Skill competency data showed that there was enhancement quantity of students who have been able to mastery science skill competency’s indicators. Attitude competency in learning science’s data showed that there was enhancement quantity of students who have been able to mastery attitude competency in learning science’s indicators. In general, all the students already have a good attitude. This enhancement happened from precycle to first cycle then to second cycle. Based on the results can be concluded that application of project based learning model assisted by audiovisual media can improve result in learning science of IVB grade students in SDN 17 Dauh Puri.keyword : audiovisual media, project based learning model, result in learning science
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., Komang Jumi Rianti; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA sebelum dan setelah mengontrol mengontrol motivasi berprestasi.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan desain non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng yang berjumlah 182 siswayang dipilih menggunakan teknik random samping.Instrumen yang digunakan adalah tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda dan kuesioner motivasi berprestasi.Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif, uji-t, dan ANAKOVA satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa rata-rata hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing (21,37) lebih besar dibandingkan hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan tidak menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing (15,78). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar IPA sebelum mengontrol motivasi berprestasi (thitung= 4,637 dengansignifikansi = 0,000
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., I Gusti Agung Ayu Ari Diantari; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas V SD Gugus V Kecamatan Sukasada. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V SD No. 1 Panji dan siswa kelas V SD No. 2 Panji. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain post test only group control design dengan sembilan kelas populasi, dan sampel berjumlah 47 orang. Data hasil belajar IPA, dikumpulkan dengan metode tes berupa tes obyektif yang dianalisis dengan menggunakan stasistik deskriptif dan statistisk inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran group investigation dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional. Perhitungan hasil analisis uji-t sampel tidak berkorelasi yaitu dimana, thitung lebih besar dari ttabel yaitu 5,82 > 2,014, dengan derajat kebebasan 45 dan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model group investigation pada kelompok eksperimen adalah 22,07 yang berada pada kategori tinggi sedangkan rata-rata skor hasil belajar IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada kelompok kontrol adalah 15,90 yang berada pada kategori sedang. Kata Kunci : Kooperatif tipe group investigation, hasil belajar. This research purposed to know about the different of the sciences study result between student groups who join cooperative learning in group investigation type by student groups who join conventional learning in Fifth grade of elementary school in Fifth cluster of Sukasada substrict. This research involved the Fifth grade student of SD No.1 Panji and the fifth student of SD No.2 Panji. The type of this research is quasi experiment with post test only group control design by using nine class population and sample which contain of 47 students. The science study result, collected by objective test which analyzed by using statistic descriptive and statistic inferential that was uji-t. The research result shows that there is different of the sciences result study between student that study by using group investigation learning method and the student that study by using conventional learning method. The calculation of analyze result of uji-t, the sample was not connected where is implicitly higher than table that is 5,82 > 2,014, with the degrees of freedom is 45 and the average score of science study result by group investigation method in group experimenting is 22,07 which is placed in high category whereas the average score of science study result by conventional learning method of group controlling is 15,90 which is placed in medium category. keyword : cooperative type of group investigation, study result.
PENGARUH MODEL CIRC BERBANTUAN MEDIA GAMBAR BERSERI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN PADA SISWA KELAS V SD GUGUS IV KECAMATAN RENDANG I Wyn. Widiana, I Gst. Ayu Dewi C. P., Nym. Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.833

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) berbantuan media gambar berseri dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Gugus IV Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Rendang tahun pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 4 kelas. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No 1 Pempatan yang berjumlah 23 orang dan siswa kelas V SD No 3 Pempatan yang berjumlah 24 orang, teknik sampling yang digunakan adalah random sampling. Data kemampuan membaca pemahaman siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk soal uraian yang berjumlah 15 soal. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 4,2 dan ttabel (pada taraf signifikasi 5%) = 2,01. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat pebedan yang signifikan kemampuan membaca pemahaman antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran CIRC berbantuan media gambar berseri dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Dari rata-rata hitung, diketahui rata-rata kelompok eksperimen adalah 60,38 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 53,87. Hal ini berarti bahwa rata-rata eksperimen > rata-rata kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC berbantuan media gambar berseri berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa kelas V SD Gugus IV Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem.   Kata kunci: CIRC, kemampuan membaca pemahaman  

Page 10 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue