cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS OTAK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR ., Sang Gede Angga Wiguna; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7776

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa siswa kelas V SD N 8 Banyuning setelah diterapkan pembelajaran berbasis otak. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas V di SD N 8 Banyuning yang berjumlah 26 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan instrumen tes pemecahan masalah sebanyak 5 butir. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis statistik diskriptif. Hasil penelitian dengan penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pelajaran matematika kelas V SD N 8 Banyuning menunjukan bahwa terjadi peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang ditunjukan dari nilai rata-rata sebesar 81,34 dan ketuntasan klasikal sebesar 84,6%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis otak dalam pembelajaran matematika di kelas V SD N 8 Banyuning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Kata Kunci : pembelajaran berbasis otak, kemampuan pemecahan masalah matematika The purpose of this study is to determine the increase in mathematics problem solving ability of students in class V SD N 8 Banyuning after application of brain-based learning. This research is a classroom action research. The subjects were students in class V SD N 8 Banyuning, totaling 26 people. Learning outcomes data collected by the problem-solving test instruments as much as 5 grains. Collected data were analyzed using descriptive statistical analysis. The results of the study with the application of brain-based learning in math class V SD N 8 Banyuning showed that an increase in student mathematics problem solving ability is shown from the average value of 81.34 and classical completeness of 84.6%. Based on these results we can conclude that the application of brain-based learning in mathematics learning in class V SD N 8 Banyuning can enhance problem solving abilitieskeyword : brain-based learning, mathematical problem solving abilities
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT DISCUSS EXPLAIN OBSERVE DISCUSS EXPLAIN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS XII KECAMATAN BULELENG I Gd. Margunayasa, N. L. Juni Sekartini, Dsk. Putu Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.682

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PDEODE dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD gugus XII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV SD Gugus XII Kecamatan Buleleng yang berjumlah 218 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV SD No. 2 Banyuasri yang berjumlah 35 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas IV SD No. 3 Banyuasri yang berjumlah 26 siswa sebagai kelompok eksperimen. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian (essay). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t polled varians). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran PDEODE dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD gugus XII Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Rata-rata skor pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran PDEODE lebih tinggi daripada rata-rata skor pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata kunci: Model Pembelajaran PDEODE, Pemahaman Konsep IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) BERBASIS MASALAH SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V ., Ni Putu Dessy Putriani; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11788

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada beberapa permasalahan: 1) Kurangnya minat siswa terlibat secara partisipatif dalam pembelajaran. 2) Pembelajaran PKn yang masih berpusat pada guru. 3) Hasil belajar PKn siswa di Gugus V Kecamatan Karangasem yang sebagian besar masih dibawah KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Karangasem Tahun Pelajaran 206/2017. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Karangasem yang berjumlah 236 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SDN 3 Pertima berjumlah 26 orang dan siswa kelas V SDN 3 Subagan berjumlah 27 orang yang ditentukan dengan teknik random sampling. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t polled varians). Hasil analisis statsitik deskriptif menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen adalah 20,19 dan rata-rata kelompok kontrol adalah 13,81 hal ini berarti rata-rata kelompok eksperimen > rata-rata kelompok kontrol, selanjutnya hasil analisis statistik inferensial menunjukkan thitung = 5,55 > ttabel 2,01, sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan yang menunjukkan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : hasil belajar, masalah sosial, VCT This research is based on several problems: 1) Lack of student interest is involved in participative learning. 2) Civic learning which is still teacher-centered. 3) The results of Civics learning of grade V students Karangasem sub-district are mostly still under KKM. The purpose of this research is to know the existence of significant difference of learning result of Civics among student who follow learning with Value Clarification Technique learning model (VCT) based on social problem with conventional learning model in V grade elementary school in Gugus V Kecamatan Karangasem Lesson Year 206/2017. This research is a quasi experimental research with non-equivalent design post-test only control group design. The population of this research is all students of class V SD in Gugus V Kecamatan Karangasem which amounted to 236 people. The sample of research is the students of class V SDN 3 Pertima amounted to 26 people and students of grade V SDN 3 Subagan amounted to 27 people determined by random sampling technique. Student learning outcomes data were collected by multiple choice method. The data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis technique and inferential statistic (test-t polled variance). The result of descriptive statistic analysis showed that the experimental group average is 20,19 and the control group average is 13,81 this means the mean of experiment group> the control group average, then the result of the inferential statistic analysis shows tct = 5,55 > Ttabel 2.01, so it can be concluded that there is a significant difference that shows the learning model Value Clarification Technique (VCT) based on social problems have a positive effect on the results of learning Civics students of grade V SD in Gugus V Kecamatan Karangasem Lesson 2016/2017.keyword : learning outcomes, social problems, VCT
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN MEDIA MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V ., Made Mei Yudiari; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) berbantuan media mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2014/2015. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V di SD N. 1 Pergung berjumlah 31 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V di SD N. 2 Pergung berjumlah 29 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes pilihan ganda. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit=5,644 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) =2,021. Hal ini berarti thit > ttab, hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SAVI berbantuan media mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Rata-rata hitung pada kelompok eksperimen adalah 23,80 berada pada kategori sangat tinggi dan rata-rata hitung kelompok kontrol adalah 18,31 berada pada kategori tinggi, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus II Kecamatan Mendoyo. Kata Kunci : Kata kunci : Hasil belajar, mind mapping, SAVI This study aims to determine the differences in science outcomes between the groups of students that learned with a Somatic, Auditory, Visualization, Intellectualy (SAVI) learning model aided with mind mapping media with a group of students that learned with conventional learning models in the fifth grade elementary students in cluster II Mendoyo District in the academic year 2014/2015. The research was a quasi-experimental research design with non-equivalent post-test only control group design. The population in this study was the fifth grade elementary students in cluster II Mendoyo District in the academic year 2014/2015. The samples of this research were the fifth grade students in SD N. 1 Pergung with 31 students as an experimental group and fifth grade students in SD N. 2 Pergung with 29 students as the control group. The data of science learning outcome were collected using a multiple-choice test instruments. The data obtained were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). Based on the analysis of data, obtained thit=5,644 and ttab (at significance level of 5%) = 2,021. It means thit > ttab, this showed that there were significant differences between the science learning outcomes in the groups of students that learned with a SAVI learning model aided with mind mapping media with a group of students that learned with conventional learning models. The arithmetic mean of the experimental group was 23,80 in very high category and the arithmetic mean of control group was 18,31 in the high category, so it can be concluded that the application of learning models SAVI effected on students’ science learning outcomes in the fifth grade elementary students in cluster II Mendoyo District.keyword : Keywords: learning outcomes, mind mapping , SAVI
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI DI SAMBIRENTENG Nym. Kusmariyatni, I Md. Sentanu, I Dw. Pt. Raka Rasana,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1402

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng yang berjumlah 63 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas V SD No. 1 Sambirenteng yang berjumlah 20 siswa sebagai kelompok kontrol dan kelas V SD No. 2 Sambirenteng yang berjumlah 19 siswa sebagai kelompok eksperimen. Data hasil IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes obyektif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t polled varians). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Sambirenteng Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi daripada rata-rata skor hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional.Kata-kata kunci: inkuiri terbimbing, konvensional, hasil belajar
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR DAN PERANAN ORANG TUA SERTA INTERAKSI TEMAN SEBAYA MATA PELAJARAN PKn ., Ni Putu Suryanita SP.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) hubungan antara peranan orang tua dan prestasi belajar PKn, (2) hubungan interaksi teman sebaya dan prestasi belajar PKn, dan (3) hubungan antara prestasi belajar dan peranan orang tua serta interaksi teman sebaya pada mata pelajaran PKn siswa kelas IV, V, dan VI SDN 3 Banyuasri Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini termasuk penelitian ex post facto, karena dalam pelaksanaannya tidak ada perlakuan terhadap variabel yang diteliti. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI di SDN 3 Banyuasri, yang berjumlah 56 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur peranan orang tua dan interaksi teman sebaya dan dokumentasi untuk mencatat prestasi belajar siswa. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data penelitian adalah teknik analisis korelasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara peranan orang tua dan prestasi belajar PKn, dengan Fhitung = 4,83 > Ftabel = 4,02, (2) terdapat hubungan yang signifikan antara interaksi teman sebaya dan prestasi belajar PKn, dengan Fhitung = 9,55 > Ftabel = 4,02, (3) terdapat hubungan yang signifikan secara bersama-sama antara prestasi belajar PKn dan peranan orang tua serta interaksi teman sebaya, dengan Fhitung = 5,55 > Ftabel = 3,17. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa peranan orang tua dan interaksi teman sebaya memengaruhi prestasi belajar siswa.Kata Kunci : peranan orang tua, interaksi teman sebaya, prestasi belajar This research aims to know: (1) the relation between the role of parents and achievement learn of Civics, (2) the relation peer interaction and achievement learn of Civics, and (3) the relation between achievement learn and the role of parents and peer interaction on subjects Civics students of grade IV, V, and VI SDN 3 Banyuasri school year 2015/2016. This research type is ex post facto, because in practice there is no treatment of the symptoms of the studied variables Samples were students of class IV, V, and VI in SDN 3 Banyuasri, amount to 56 students. Used techniques data collecting is a questionnaire to measure the role of parents and peer interaction and documentation to record student achievement. Number of questionnaires statement of the role of parents and peer interaction each as much as 20 grains. The technique used to analyze the research data is correlational analysis technique. The results showed that: (1) there is a significant relation between the role of parents and achievement learn of Civics, with F test = 4.83 > F table = 4.02, (2) there is a significant relation between peer interaction and achievement learn of Civics, the F test = 9.55 > F table = 4.02, (3) there is a significant relation together between Civics learning achievement and the role of parents and peer interaction, with F test = 5.55 > F table = 3.17. Based on the findings, it was concluded that the role of parents and peer interaction affects student achievement.keyword : the role of parents, peer interaction, learning achievement
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., Ni Ketut Sariadi; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2562

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkannya model pembelajaran berbasis masalah pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Asahduren Tahun Pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang hasil belajar IPA diperoleh dengan metode tes. Penelitian ini melibatkan siswa kelas V SD Negeri 1 Asahduren yang berjumlah 22 orang. Penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus diadakan 3 kali pertemuan. Pertemuan I dan II untuk pembelajaran, serta pertemuan III pemberian tes untuk pertemuan I dan II sebelumnya. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Rata-rata persentase tingkat hasil belajar IPA siswa dari prestasi awal sebesar 63,33% dengan kreteria rendah menjadi 78,6% dengan kreteria sedang pada siklus I. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 15,27%. Terjadi peningkatan hasil belajar IPA setelah diterapkan model pembelajaran berbasis masalah dari prestasi siklus I sebesar 78,6% dengan kreteria sedang, menjadi 89,05% dengan kreteria tinggi pada siklus II. Ini berarti terjadi peningkatan sebesar 10,99%. Hal ini menunjukkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa. Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar IPA The kind of this research is action-based reseach, which aims at knowing the increase of science learning after the implementation of problem-based learning model on Class V students in SD Negeri 1 Asahduren in the academic year 2013/2014. The data of this research is obtained by using test method. This research involves class V students in SD Negeri 1 Asahduren which consisted of 22 students. This research is conducted with two cycles. There are 3 meetings in each cycle. The first and second meeting are for learning, and the third meeting is for test. Data is analyzed by using statistical analysis of quantitative methods. The average percentage of the results of students’ science learning from the initial achievement was 63,33% which is considered to be low, has increased to be 78,6% which is considered to be moderate on cycle I. It means there is improvement of 15,27%. There is also an improvement on the students’ results after the implementation problem-based learning from the achievement on cycle 1 to be 78,6% which is considered to be moderate, it becomes 89,05% which is considered high on cycle II. It means there is improvement of 10,99%. This shows that the implementation of Problem-Based Learning can increase the results of students on learning science. keyword : Problem-Based Learning, the results of science learning
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MATEMATIKA TEMA CITA-CITAKU SISWA KELAS IVB SD NEGERI 8 PEMECUTAN ., Ni Luh Putu Novi Ardiantari; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar pengetahuan matematika melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek siswa kelas IVB SD Negeri 8 Pemecutan, Denpasar Barat tahun ajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IVB SD Negeri 8 Pemecutan sebanyak 40 orang siswa, yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode tes dengan instrumen berupa tes uraian untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah dan tes objektif untuk mengetahui hasil belajar pengetahuan matematika. Data tentang kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar pengetahuan matematika tersebut dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase rata-rata kemampuan pemecahan masalah 17,4% dari 63,2% pada siklus I menjadi 80,6% pada siklus II. Peningkatan persentase rata-rata hasil belajar pengetahuan matematika 8,6% dari 73,7% pada siklus I menjadi 82,3% pada siklus II. Selanjutnya peningkatan ketuntasan klasikal 20% dari 62,5% pada siklus I menjadi 82,5% pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar pengetahuan matematika.Kata Kunci : pendekatan saintifik, penilaian proyek, kemampuan pemecahan masalah, hasil belajar pengetahuan matematika This study aimed to improve the ability of problem solving and mathematics learning outcomes through the implementation of scientific approach on the project assessment of the students in IVB class of SD Negeri 8 Pemecutan, West Denpasar in the academic year of 2014/2015. This study was a classroom action research (PTK) which was conducted in two cycles. Each cycles consisted of four phases, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study were fourth grade students of SD Negeri 8 Pemecutan which consist of 40 students; 21 male students and 19 female students. The data was collected through test method, in which the test was in the form of essay test which used to determine the ability of the students’ problem solving, while objective test was used to determine the students’ mathematics knowledge learning outcomes. The data were analyzed using descriptive quantitative analysis. The result of the study showed the increasement of the average precentage of problem solving ability by 17,4% from 63,2% in the first cycle to 80,6% in the second cycle. The increasement of the average precentage of the students’ mathematical knowledge learning outcomes is 8,6% from 73,7% in the first cycle to 82,3% in the second cycle. Moreover, the increasement of the classical completeness was 20% from 62,5% in the first cycle to 82,5% in the second cycle. Therefore, it can be concluded that the implementation of scientific approach on the project assessment has successfully improved the problem solving skills and mathematics knowledge learning outcomes.keyword : scientific approach, project assessment, problem solving skills, mathematical knowledge learning outcomes.
KORELASI ANTARA GAYA BELAJAR DENGAN PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V SD GUGUS 1 KECAMATAN MENGWI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Made Agus Widiartawan; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10903

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya belajar dengan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus 1 Kecamatan Mengwi tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian ex post facto, korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V yang ada di SD Gugus 1 Kecamatan Mengwi yang berjumlah 157 orang. Sampel ditentukan dari populasi menggunakan teknik proporsional random sampling dan jumlah sampel dari populasi ini adalah 110 orang. Data yang dikumpulkan adalah hasil dari pengisian tes gaya belajar oleh responden, sedangkan data tentang kompetensi pengetahuan IPS didapat melalui pencatatan dokumen. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik korelasi point triserial. Hasil analisis data diperoleh thitung = 1,228, sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk 108 diperoleh nilai ttabel = 1,980 sehingga thitung = 1,228 < ttabel = 1,980. Berdasarkan kriteria pengujian maka hipotesis nol (H0) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif signifikan antara gaya belajar dengan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS siswa kelas V SD Gugus 1 Kecamatan Mengwi Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : gaya belajar, kompetensi pengetahuan IPS This study aims to determine the relationship between learning styles with the mastery of the knowledge competence of IPS students of class V SD Gugus 1 Mengwi District academic year 2016/2017. This type of research is ex post facto, correlational research. The population of this study is all students of class V that exist in elementary school 1 Mengwi District, amounting to 157 people. Samples were taken from the population using a proportional random sampling technique and the sample size of this population was 110 people. The data collected is the result of filling the learning style test by the respondent, while the data on IPS knowledge competence is obtained through document recording. Statistical analysis used in this research is the technique of correlation of triserial point. The results of data analysis obtained t count = 1.228, while at 5% significance level and dk 108 obtained ttable value = 1.980 so tcount = 1.228
PENGARUH METODE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SD DI GUGUS KRISNA KECAMATAN NEGARA Pt. Nanci Riastini, Ni Nym. Triadi Astuti, I Kt. Dibia,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1201

Abstract

Abstrak Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  perbedaan yang  signifikan  antara  kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan metode talking stickdengan kelompok siswa yang dibelajarkan  menggunakan  model  pembelajaran  konvensional  pada  hasil  belajar  PKn siswa  kelas  V  SD  Tahun  Pelajaran  2012/2013  di  Gugus Krisna  Kecamatan  Negara Kabupaten  Jembrana.  Jenis  penelitian  ini  adalah  penelitian  kuasi  eksperimen  (quasi experiment). Populasi yang digunakan adalah seluruh kelas V  SDN yang ada di gugus Krisna, Kecamatan Negara, dengan jumlah siswa 179 orang. Sampel penelitian ini adalah kelas V SDN. 3 Tegalbadeng Barat sebagai kelas eksperimen dan kelas V SDN. 1 Cupel sebagai kelas kontrol. Sampel penelitian ditentukandengan teknik random sampling.Data hasil  belajar  PKn  siswa  dikumpulkan  dengan  menggunakan  tes  essai.  Data  yang diperoleh  kemudian  dianalisis  menggunakan  analisis  statistik  deskriptif  dan  statistik infrensial (uji-t). Berdasarkan analisis data, kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan  metode  talking  stick memiliki  skor  rata-rata  31,80,  sedangkan  kelompok  siswa yang  mengikuti  pembelajaran  dengan  model  pembelajaran  konvensional  memiliki  skor rata-rata  27,53.  Berdasarkan  hasil  perhitungan  uji-t,  diperoleh . 000,2 70,9 = > =tabel hitungt t  Dapat  disimpulkan  bahwa,  terdapat  perbedaan  yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan  menggunakan metode  Talking Stickdengan  kelompok  siswa  yang  dibelajarkan  menggunakan pembelajaran  konvensional pada hasil  belajar PKn siswa kelas V  SD Tahun  Pelajaran 2012/2013 Di Gugus Krisna Kecamatan Negara Kabupaten Jembrana. Kata-kata kunci: talking stick, hasil belajar

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue