cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) BERBASIS MASALAH SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKN SISWA KELAS V ., Ni Putu Dessy Putriani; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Karangasem. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Karangasem yang berjumlah 236 orang. Data hasil belajar PKn dikumpulkan menggunakan tes objektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan thitung = 5,55 dengan db = 51 dan signifikansi 5% adalah 2,01. Rata-rata hasil belajar PKn kelompok ekperimen adalah 20,19 lebih besar dari rata-rata hasil belajar PKn kelompok kontrol sebesar 13,81. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berbasis masalah sosial berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : hasil belajar, masalah sosial, VCT This purpose of this research is to know the significant differences of learning outcomes of Civics among students who follow the learning with Value Clarification Technique learning model (VCT) based on social problems with conventional learning model in grade V SD students in Gugus V Kecamatan Karangasem. This type of research is a quasi-experimental research. The population of this research is all students of class V SD in Gugus V Kecamatan Karangasem which amounted to 236 people. Civic learning outcomes were collected using objective tests. The data obtained were analyzed using the t-test. The results this study indicate that there was a difference of learning outcomes of Civics between groups of students who were taught by Value Clarification Technique learning model (VCT) based on social problems and groups of students who were taught by conventional learning model with thitung = 5,55 with db = 51 and significance 5% is 2,01. The average learning outcomes of the experimental group PKN is 20.19 greater than the average of the control group's CMS learning outcomes of 13.81. The significant difference indicates that the learning model of Value Clarification Technique (VCT) based on social problems has a positive effect on students' learning outcomes compared to conventional learning.keyword : learning outcomes, social problems, VCT
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM TIPE VAK (VISUAL AUDIOTORY KINESTHETIC) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 2 SESETAN I.B. Surya Manuaba, Ni Luh Pt. A., I Wy. Rinda Suardika,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1185

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mendapatkan pembelajaran model pembelajaran Kuantum tipe VAK (Visual Audiotory Kinesthetic) dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 2 Sesetan . Jenis penelitian ini Quasi eksperimen  menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 2 Sesetan yang berjumlah 124 orang terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas VA, kelas VB, dan kelas VC. Sampel penelitian ini adalah kelas VC sebagai kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran kuantum tipe VAK (Visual Audiotory Kinesthetic) dan kelas VA sebagai kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes objektif pilihan ganda. Analisis data yang menggunakan rumus  (t-test). Perolehan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen lebih  besar dari kelas kontrol yaitu sebesar 77,72 ≥ 69,75. Dibuktikan dengan hasil thitung ≥ ttabel yaitu sebesar 3,0419 ≥ 1,980 Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Kuantum tipe VAK (Visual Audiotory Kinesthetic) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Negeri 2 Sesetan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kuantum tipe VAK (Visual Audiotory Kinesthetic) memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas  V SD Negeri 2 Sesetan, Keacamatan Denpasar Selatan tahun ajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci: model pembelajaran, Kuantum tipe Visual Audiotory Kinesthetic, hasil belajar  
PENGARUH PENDEKATAN KONTEKSTUAL BERBASIS METODE BERMAIN PERAN TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA ., Ni Wayan Pramiti; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus IV Kecamatan Sukawati. Melalui teknik random sampling didapat sampel siswa yaitu kelas IV SDN 1 Batubulan Kangin yang berjumlah 54 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SDN 2 Batubulan Kangin berjumlah 51 orang sebagai kelompok kontrol. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan tes berupa hasil belajar Bahasa Indonesia. Hasil test selanjutnya dianalisis dengan menggunakan pengujian statistik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Bahasa Indonesia antara siswa yang dibelajarkan menggunakan pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. Ini dapat dilihat dari hasil uji-t, yakni thit = 3,66 sedangkan ttab pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 103 sebesar 2,000, sehingga thit > ttab. Rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran kontekstual berbasis metode bermain peran lebih tinggi dari rata-rata hasil belajar bahasa Indonesia siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional yaitu 70,89 > 64,31. Hal ini berarti terdapat pengaruh pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran terhadap hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Gugus IV Kecamatan Sukawati.Kata Kunci : Pendekatan kontekstual berbasis metode bermain peran, hasil belajar bahasa Indonesia This research aimed to find out the significant differences of learning Indonesian outcome between the students who learned it through contextual approximation based Role Play method, and those who learned Indonesian language with conventional method. This research was quasi-experimental research with nonequivalent control group design. The population of the research were all of the grade fourth students of elementary school of Gugus 4 Sukawati. By mean of random sampling technique it could be determined that the students sampling as experiment group derived from 54 grade fourth students of SD N 1 Batubulan and 51 grade four students of SDN 2 Batubulan Kangin as group control. The data submitted were result of Indonesian assignment and then were analyzed by statistic testing as test-tThe result of the study showed that there were significant differences of the Indonesian learning outcome of the students who learn it through contextual approximation based Role Play method, and those by conventional method. It could be seen that test-t thit = 3.66 While ttab at significance level 5% with dk = 103 by 2,00 , so thit> ttab. The overage of the students score who learned Indonesian language by contextual approximation based Role Play method were higher than them who it through conventional method as 70,89 > 64,31. It mean that there were influences of contextual approximation based Role Play method toward learning outcome of grade fourth students of SD Gugus 4 Sukawati.keyword : Contextual approximation based Role Play method, Indonesian learning outcome.
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS TIPE JIGSAW TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV ., Fachruddin Tsani; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7157

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan yang signifikan Penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis tipe Jigsaw dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui Pendekatan Saintifik pada siswa kelas IV SD Gugus Mayor Metra Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan menggunakan desain penelitian nonequivalent control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang banyaknya 354 orang. Sampel ditentukan dengan random sampling dengan mengacak kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas IV SD Negeri 21 pemecutan sebagai kelompok eksperimen dan kelas IV SD Negeri 18 Pemecutan sebagai kelompok kontrol dengan jumlah masing-masing kelompok sebanyak 37 siswa pada kelompok ekperimen dan 43 orang siswa pada kelompok kontrol. Data penguasaan kompetensi Pengetahuan IPA dikumpulkan dengan instrumen berupa tes objektif berjumlah 24 butir tes yang telah divalidasi.Data Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA dianalisis dengan t-test. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan Penguasaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis tipe Jigsaw dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik pada kelas IV . Hal tersebut dibuktikan dengan hasil thitung= 4,76 > ttabel (α = 0,05, 78) = 2,000. Demikian pula nilai Rerata Penguasaan Kompetensi Pengetahuan IPA siswa kelompok eskperimen = 85,64 > = 76,88 rerata penguasaan kompetensi Pengetahuan IPA siswa kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan pendekatan saintifik berbasis tipe Jigsaw berpengaruh terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD gugus mayor metra.Kata Kunci : Pendekatan Saintifik berbasis tipe Jigsaw, Penguasaan kompetensi pengetahuan IPA The goal of this observation is able to know the significant difference about kowledge science competence between the group student f teaching learning process by using saintific approach based jigsaw with the group student of teaching learning process by saintific approach at the secondry school of grade IV Gugus Mayor Metra on acadey year 2015/2016. This kond of observation is appearance experiment by using observation design none quivalent control group design. The population of this observation is all of grade IV with total number 345 students. The sample appointed with random sampling by random class. The sample of this observation is grade IV SD Negeri 21 Pemecutan as group experiment and grade IV SD Negeri 18 Pemecutan as group control. There are 37 students in experiment group and 43 students in group control. The competence data of science is gathered with the instrument as objective test with 24 test item that had been validation. The competence data of science analysed by t-test. The result of analyses indicate, there are the different beetween group student of teaching learning process by saintific approach based jigsaw with group student of saintific approach oon grade IV . Those can be proved with the result counting = 4,76 > t tabel (a 0,05,78) =2000. It is also on value avesage science competence ot tthe grup experiment x = 85,64 > 76,88 on value average of group control.So, we can conclude that the used of saintific approach jigsaw type influence to the science competence of grade IV students Gugus Mayor Metra. keyword : Saintific Approach Jigsaw Type, Knowledge Science Competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT TERHADAP HASIL BELAJAR PKn DENGAN KOVARIABEL SIKAP MULTIKULTUR ., I Made Sariana; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament terhadap hasil belajar PKn dengan kovariabel sikap multikultur pada kelas IV SD Mutiara di Kota Singaraja tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini tergolong sebagai rancangan single factor independent groups design with use of covariate. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas 1V SD Mutiara Singaraja, yang berjumlah 70 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total. Data dianalisis menggunakan ANACOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Teams Games Tournament dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional (F=28,826 dan p < 0,05). Kedua, setelah kovariabel sikap multikultur dikendalikan, terdapat perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Team Games Tournament dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensioanal (F=5,379 dan p < 0,05). Ketiga, terdapat kontribusi kovariabel sikap multikultur terhadap hasil belajar PKn siswa sebesar 53,3%. Kata Kunci : hasil belajar Pkn, Sikap multikultur, teams games tournament This research aims to investigate the effect of Teams games tournament cooperative learning model towerds civic’s learning results with covariable of learning multicultural attitude to sixth grade students of elementary school mutiara at singaraja city in academic year 2016/2017. This research used single factor independent groups design with use of covariate. population in this research was the was 70 students of elementary school mutiara singaraja. research using a sample of the total sample. Civic education study results education data collected with the test results. data were analyzed using ANACOVA.Results show that: first, there was a difference in civic’s learning result between students who followed teams games tournament with students who followed conventional learning model (F = 28,826 and p 0.05). Second, after multicultural attitude covariable was controlled, there is a difference in civic’s learning outcame between students who followed teams games tournament with students who followed conventional learning model (F = 5,739 and p < 0.05). Third, there was a contribution of multicultural attitude covariable to student’t civic’s learning results for 53,3%. keyword : civic’s learning results, multicultural attitude, teams games tournament
Penerapan Model Accelerated Learning Berbantuan Multimedia Interaktif untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. ., I Putu Sumardika; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3834

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan aktivitas belajar IPA melalui penerapan model accelerated learning berbantuan multimedia interaktif pada siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar, (2) meningkatkan hasil belajar IPA melalui penerapan model accelerated learning berbantuan multimedia interaktif pada siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Data penelitian tentang aktivitas dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan data hasil belajar siswa diperoleh dengan menggunakan metode tes, kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terjadi peningkatan rata-rata persentase aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 69,8% kategori "cukup aktif" terjadi peningkatan sebesar 12, 73% pada siklus II menjadi 82,53% kategori "aktif". (2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I skor rata-rata sebesar 69,32 dengan persentase 69,32% kategori "sedang", terjadi peningkatan sebesar 12,5% pada siklus II menjadi rata-rata hasil belajar siswa sebesar 81,82 dengan persentase 81,82% kategori "tinggi". Dengan demikian dapat disimpulkan penerapan model accelerated learning berbantuan multimedia interaktif dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Kata Kunci : model accelerated learning, multimedia interaktif, aktivitas belajar, dan hasil belajar. The purpose of this research to (1) increase the science learning activity by using accelerated learning model assisted by interactive multimedia on fourth grade students of SDN. 13 Dauh Puri Denpasar, (2) increase the learning result of science learning by using accelerated learning model assisted by interactive multimedia on fourth grade students of SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. Desain of this study is classroom action research conducted in two cycles.The research data on the activity collected using observational methods and student learning result data collected using the test method, then the data is analyzed by descriptive. The results of this research is showed (1) an increase in the average percentage of student learning activities in the first cycle of 69,8% moderately active category, an increase of 12,73% in the second cycle becomes 82,53% of active category. (2) an increase in student learning result, namely in the first cycle an average score of 69,32 with a percentage of 69,32% medium category an increase of 12,5% of student learning result in the second cycle to an average of 81,82 with a percentage of 81,82% high category. It can be conclude with the implementation of a model of accelerated learning assisted interactive multimedia instructional can increase the activities an learning result science of the fourth grade students in SDN. 13 Dauh Puri Denpasar. keyword : accelerated learning, interactive multimedia, learning activities and learning result.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIRED STORYTELLING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SD I Wyn. Widiana, Eva Rosdiana, Ni Nym. Kusmariyatni,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.826

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan menyimak bahasa Indonesia antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe paired storytelling berbantuan media audio visual dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus I kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain non equivalent post-test only control  group design. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD No 5 Banyuning sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD No 6 Banyuning sebagai kelompok kontrol. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji-t sampel tidak berkorelasi. Berdasarkan hasil uji-t, diketahui bahwa terdapat perbedaan secara signifikan keterampilan menyimak bahasa Indonesia antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe paired storytelling berbantuan media audio visual dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung = 26,71 > ttabel = 2,00). Selain itu, juga diketahui bahwa rerata skor hasil menyimak bahasa Indonesia kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (21,10 > 17,28). Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe paired storytelling berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap keterampilan menyimak bahasa Indonesia.   Kata kunci: paired storytelling, audio visual, keterampilan menyimak  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK BERBANTUAN MEDIA AUDIO TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA ., Kadek Rai Puspitawangi; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media audio, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPS yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dan (3) mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media audio dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalent post test only control group design. Sampel sebanyak 2 kelas, yang terdiri atas 52 orang. Kelas eksperimen dan kontrol ditentukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial, dengan uji-t. Berdasarkan analisis data dengan uji-t, diperoleh nilai thitung sebesar 23,72 lebih besar dari nilai ttabel sebesar 1,67 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal, (1) Hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media audio tergolong sangat tinggi, (2) Hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional tergolong tinggi dan (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPS siswa yang signifikan antara yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media audio dan model pembelajaran konvensional. Hal ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick berbantuan media audio berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV di Gugus VIII Kecamatan Sawan Tahun Ajaran 2015106. Kata Kunci : Hasil belajar IPS, talking stick. The aims of this study are: (1) to describe student’s learning outcomes on IPS through cooperative learning model talking stick type assisted audio media, (2) to describe student’s learning outcomes on IPS through conventional learning model, and (3) to know the differences of the student’s learning outcomes on IPS between the students who were taught by using cooperative learning model talking stick type assisted audio media and the students who were taught using conventional learning model. This research was a quasi-experimental design with non-equivalent post-test only control group design. The Samples were two classes which consisted of 54 students. The Experimental class and control class were determined by random sampling technique. The data were collected using the methods of observation and tests. The data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics through t-test. Based on the analysis of data with t-test, obtained tarithmetic 23,72 and ttabel =1,67 at significant level is 5%. The results show that: (1) learning outcomes on IPS of students who were taught through cooperative learning model talking stick assisted audio media was categorized very high; (2) learning outcomes on IPS of students who were taught conventional learning was categorized high; (3) there are signifficance difference toward the learning outcomes on IPS between students who were taught by using cooperative learning model talking stick type assisted audio media and conventional learning model. This result shows that cooperative learning model talking stick type assisted audio media affects learning outcomes on IPS significantly of the fourth grade students in Cluster VIII District of Sawan School Year 2015/2016. keyword : learning outcomes on IPS, talking stick.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA SD KELAS V GUGUS III KECAMATAN TEJAKULA ., Made Sastrini; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non- equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Tejakula Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 163 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Data dikumpulkan dengan instrumen tes keterampilan berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional dengan nilai thitung sebesar 4,5 dan ttabel = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttabel. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : model pembelajaran generatif, keterampilan berpikir kritis IPA. This study aimed at describing the differences of science critical thinking skill between group of the students who learned with generative learning model and group of the students who learned with conventional learning model at the fifth grade students in elementary school in Gugus III at Tejakula district in the academic year 2013/2014. This study was a quasi-experimental research and used non - equivalent post - test only control group design. The subjects of this study were all of the students in the fifth grade of elementary school in Gugus III at Tejakula district in the academic year 2013/2014. The total numbers of the subject at this study were 165 students. The data were taken through cluster random sampling and the randomized sample was the class. From the total number of the subject in used, 49 students were taken as a subject of this study. The data was collected through critical thinking skill-test in the form of essay. The data was analyzed using descriptive statistic and inferential statistic (T-test). The result of this study showed that there were significance differences of science critical thinking skill between group of the students who learned with generative learning model and group of the students who learned with conventional learning model. It can be seen that T-count = 4.5 and T-table = 2.021. From the data above it can be concluded that T-count is higher than T-table. The result of the study can be said that the group of the students who learned with generative learning model is better than the group of the students who learned with conventional learning model.keyword : generative learning model, science critical thinking skill
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS V KECAMATAN KUBUTAMBAHAN, KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., I Gede Agus Darmawan; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 dengan jumlah populasi 128 siswa. Sampel penelitian ini adalah SD No. 4 Tamblang yang berjumlah 20 orang siswa dan SD No. 6 Tamblang yang berjumlah 19 orang siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar IPA. Bentuk tes hasil belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI) dengan kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh (thitung = 5,5 > ttabel = 2,042) dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) yaitu 25,6, yang berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 18,89 yang berada pada kategori cukup. Ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation dengan siswa yang belajar mengikuti model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Jadi, model pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci : model pembelajaran Group Investigation, hasil belajar IPA. This research aimed to determine differences in Science learning outcomes significantly between groups of students who take Cooperative learning model type Group Investigation (GI) and a group of students who take conventional learning models.This research is a quasi experimental study. The population of this study are all 5th grade elementary school students in Cluster V Kubutambahan Buleleng District of academic year 2013/2014 with a population of 128 students. The sample of Elementary School was SD 4 Tamblang totaling 20 students and SD 6 Tamblang totaling 19 students. Samples were taken by random sampling. The data collected in this research is the result of learning Science. Form of Science achievement test which used a multiple choice. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The results showed that there are differences in Science learning outcomes significantly between groups of students who take Cooperative learning model of type Group Investigation (GI) with a group of students who take conventional learning models. This is indicated by (thitung = 5,5 > ttabel = 2,042) and is supported by the difference in the average score by the students who take the Cooperative Learning Model Type Group Investigation (GI) is 25.6 which is in the best category, and students who learn using conventional learning models 18.89 which is in the pretty category. This means that there is a difference in student significantly learning outcomes between groups of students who are learning using cooperative learning models of type Group Investigation and students who are learning to follow the conventional model of learning in the 5th grade elementary school students in the District V Cluster Kubutambahan Buleleng regency. Thus, a model of type Group Investigation Cooperative learning affects students' learning outcomes in Science learning.keyword : learning model Group Investigation, Science learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue