cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER II MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI (MIN) SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ismiatul Jannah; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4385

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL). (2) Mengetahui hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol yang mengikuti pembelajaran pendekatan konvensional. (3) Mengetahui perbedaan hasil belajar IPA siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan kelompok siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV MIN Singaraja. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IVA MIN Singaraja yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas IVB MIN Singaraja yang berjumlah 30 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa: (1) Hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi dengan rata-rata (M) 20,3. (2) Hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi dengan rata-rata (M) 17,3. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa kelas IV semester II MIN Singaraja yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan kelompok siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran konvensional (thit > ttab, thit = 2,9133 dan ttab = 2,001).Kata Kunci : pendekatan contextual teaching and learning (CTL) dan hasil belajar IPA This study aims to: (1) Knowing the science learning outcomes of students who followed the experimental group learning approach using Contextual Teaching and Learning (CTL). (2) Knowing the science learning outcomes of students learning a control group that followed the conventional approach. (3) Knowing the differences in outcomes between groups of students learn science students who take learning approach using Contextual Teaching and Learning (CTL) with a group of students who carry out learning using conventional learning approaches. The research is a quasi experimental research. The population was students of class IV MIN Singaraja. The sample of this study was involved 30 in fourth grades A and involved 30 class IVB students in MIN Singaraja. The research data were obtained by using multiple choice test instrument and then analyzed descriptively and inferentially (t-test). The results of this study explain that: (1) The results of the experimental group students learn science as very high with an average of (M) 20.3. (2) The results of the control group students learn science is high with a mean (M) 17.3. (3) There are differences in the results of the fourth grade students learn science second semester MIN Singaraja significantly between groups of students who take the approach of learning using Contextual Teaching and Learning (CTL) with a group of students who take conventional learning approach (thit> ttab, thit = 2.9133 and ttab = 2.001). keyword : approach contextual teaching and learning (CTL) and the results learn science
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR RASIONAL IPA SISWA SD GUGUS III KECAMATAN MANGGIS I Md. Citra Wibawa, Ni Kt. Ary Metriasih, I Km. Sudarma
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.889

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir rasional dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual berbantuan mind mapping dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain post-test only with non equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Manggis Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 110 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 49 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data keterampilan berpikir rasional siswa diperoleh dengan menggunakan tes pilihan ganda diperluas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berpikir rasional dalam mata pelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual berbantuan mind mapping dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 2,789 dan ttab = 2,021 maka thitung lebih besar dari ttab. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikatakan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual berbantuan mind mapping lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ekspositori.Kata kunci : strategi pembelajaran kontekstual, mind mapping, keterampilan berpikir rasional
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA ., Ni Luh Sri Ayu Karyaningsih; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7094

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keaktifan belajar IPA Siswa Kelas VB SDN 9 Benoa Tahun Ajaran 2015/2016 melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dan (2) meningkatkan hasil belajar Pengetahuan IPA Siswa Kelas VB SDN 9 Benoa Tahun Ajaran 2015/2016 melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pelaksanaan dalam masing – masing siklus terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek terteliti adalah siswa Kelas VB SDN 9 Benoa Tahun Ajaran 2015/2016 dengan jumlah 25 siswa. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode observasi dan metode tes. Data dianalisis melalui metode statistik deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar pengetahuan IPA siswa dengan rata-rata persentase awal nilai keaktifan siswa 75,12% menjadi 83% dan rata-rata persentase awal nilai hasil belajar pengetahuan IPA siswa 79,6% meningkat menjadi 83,04%.Kata Kunci : Problem Based Learning, keaktifan, hasil belajar. This study aimed at (1) improving the students participation in study natural science of VB grade students of SDN 9 Benoa in academic year 2015/2016 through implemented Problem Based Learning method and (2) improving the result of the study of natural science of VB grade students of SDN 9 Benoa in academic year 2015/2016 through implemented Problem Based Learning method. This research was an action research and conducted in two cycles. The implementation of each cycle consisting of action planning, action, observation and reflection. The subjects of the study was VB grade students of SDN 9 Benoa in academic year 2015/2016 which consisted of 25 students. The data obtained in this study was conducted through observation and tests method. The data were analyzed both descriptive statistics and quantitative method. The results of the analysis showed that the implementation of Problem Based Learning method in learning process improve the students participation and the results of the study of natural science with average percentage of the initial value of students participation was 75.12% to 83% and the average percentage of the initial value of learning result of natural science of students was 79.6% increase to 83.04%.keyword : Problem Based Learning, students participation, result of the study.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JUST IN TIME TEACHING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV ., I Gusti Ngurah Margareta; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran JiTT dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional di SD gugus II kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan The Posttest-Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD yang terdapat pada gugus II Kecamatan Buleleng semester genap. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SD N 2 Penarukan yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas IV SD N 3 Penarukan yang berjumlah 30 orang, dengan teknik random sampling. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrument tes berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Jist in Time Teaching dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Nilai thitung = 4,5 > ttabel = 2,000 ( = 0,05 ; db = 58). Rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih besar daripada nilai kelompok kontrol ( ). Hal ini menggambarkan bahwa kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Jist in Time Teaching menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Ini berarti model pembelajaran Jist in Time Teaching berpengaruh lebih baik terhadap hasil belajar Matematika.Kata Kunci : Model Just in Time Teaching, Model Konvensional, Hasil Belajar This study aimed to determine the differences of learning result between the groups of students who were taught through JiTT learning model and the student who were taught through conventional learning models in group II of Buleleng district in academic year 2013/2014. This study was a quasi experiment which used The Posttest-Only Control Group Design. The population of this study was a second semester of fourth grade student in group II of Buleleng district. The samples of this study were 30 students of fourth grade in SD N 2 Penarukan and 30 students of fourth grade in SD N 3 Penarukan, which used random sampling technique. The data of the students Mathematics learning result was collected by using instruments testing in the form of multiple choice tests. The data were analyzed by using descriptive statistical analysis techniques and inferential statistics (t-test). The results showed that there were significant differences in mathematics achievement between a groups of students who were taught through learning model Jist in Time Teaching and the group of students who were taught through conventional learning models. The value of t = 4.5> table = 2.000 (= 0.05, db = 58). The average value of the experimental group was greater than the value of the control group (). This illustrates that the group of students who were taught through Jist in Time Teaching was better compared with the group of students who were taught through conventional learning models. Its means that Jist in Time Teaching learning model was greater in affect the learning result of Math.keyword : Just in Time Teaching Model, Conventional Model, Learning Result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING BERBASIS EXPERIENTIAL LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SDN 13 PEMECUTAN TAHUN 2013/2014 ., Ida Ketut Anom Mahendra; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3542

Abstract

ABSTRAK Penerapan model pembelajaran Quantum Teaching Berbasis Experiential Learning diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, demokratis dan dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan Model Pembelajaran Quantum Teaching Berbasis Experiential Learning dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan Pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V SDN 13 Pemecutan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 13 Pemecutan, dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V semester II tahun pelajaran 2013/2014. Jumlah keseluruhan populasi adalah 80 siswa, sampel yang digunakan adalah 2 kelas yaitu siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol dengan jumlah keseluruhan sebanyak 80 siswa. Teknik yang digunakan adalah teknik sampel jenuh yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Data yang dianalisis adalah hasil belajar IPS siswa yang dikumpulkan melalui post test IPS siswa. Untuk analisis data digunakan uji t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil belajar post test IPS siswa secara keseluruhan menunjukkan nilai thitung sebesar 2,40 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 78 diperoleh ttabel = 2,000 yang berarti (thitung = 2,40 > ttabel = 2,000) sehingga dinyatakan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching berbasis Experiential Learning dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional. hasil penelitian juga diperoleh nilai rata- rata siswa kelompok eksperimen adalah 64,73 sedangkan nilai rata- rata siswa kelompok kontrol adalah 57,95 yang berarti ada pengaruh model pembelajaran Quantum Teaching berbasis Experiential Learning terhadap hasil belajar IPS siswa SDN 13 Pemecutan.Kata Kunci : Model Pembelajaran Quantum Teaching Berbasis Experiential Learning dan Hasil Belajar IPS. Abstract Applying the Quantum teaching model based on Experiential Learning is expected to create a fun, democratic and dynamic teaching learning environment. This study aims at finding the significant difference of the students’test results who were taught by quantum teaching based on experiental learning model and those who were taught using conventional teaching model of the fifth grade of SDN 13 Pemecutan. This research was conducted in SDN 13 Pemecutan. The study populations were all students on the fifth grade on the second semester of the academic year 2013/2014. The total populations were 80 students. The samples used in this study were all students of VA and VB classes. The students of VA class were experimental group, while students of VB class were the controller group. The technique used is the saturated sampling technique when all members used as samples. The data analyzed was the result of students’ post test of social studies subject. The T-test with a significance level of 5% was used to analyze the data. The results of the students’ post test of social studies subject showed as a whole mark of tcountat 2.40 with a significance level of 5% and dk =78. As the result, the ttable= 2.000, which means (tcount=2.40>ttable =2.000). Therefore, there are significant differences of the students’ post test results of the Quantum Teaching Experiential Learning model with students who were taught by conventional learning model. The result of this study was obtained from the average of students’ mark. The average students’ mark of the experimental group was 64.73, meanwhile the average mark of the controller group students was 57.95. It means that the application of Quantum Teaching Experiential Learning based model influences the students learning outcomes of SDN13 Pemecutan. keyword : Quantum Teaching Learning Model-Based Experiential Learning and Learning Outcomes IPS.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TYPE TSTS TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V ., Ni Kadek Yuni Retna Putri; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Raden Ajeng Kartini Tahun Pelajaran 2016/2017. Desain penelitian ini adalah Penelitian Eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Raden Ajeng Kartini Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 446 siswa. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SD N 19 Pemecutan dengan jumlah 36 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SD N 32 Pemecutan jumlah 35 siswa sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes dalam bentuk tes objektif pilihan ganda biasa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t. Hasil analisis data diperoleh thitung = 5,27 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk = 69 diperoleh nilai ttabel = 1,994 sehingga thitung=5,27 > ttabel=1,994. Berdasarkan kriteri pengujian, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Adapun nilai rata-rata kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray adalah 79,5 berada pada katerogi cukup. dan pada kelompok siswa yang tidak dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray adalah 64,4 berada pada kategori kurang. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Raden Ajeng Kartini Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : TSTS, Kompetensi Pengetahuan IPA This study aims to determine the effect of learning model Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray to science knowledge competence of grade V SD Gugus Raden Ajeng Kartini Lesson 2016/2017. The design of this research is quasi-experimental research with non-equivalent control group design. The population of this study is all students of class V SD Gugus Raden Ajeng Kartini Lesson Year 2016/2017 which amounted to 446 students. Samples were taken by Random Sampling technique. The sample in this research is the students of grade VB SD N 19 Pemecutan with the number of 36 students as experiment group and VA N 32 class students Pengecutan number 35 students as control group. The data were collected using the test method in the form of a standard multiple-choice objective test. The data obtained were analyzed using the t-test. The results of data analysis obtained tcount = 5.27 while at the level of significance 5% and dk = 69 obtained ttable = 1.994 so thitung = 5.27> ttable = 1.994. Based on the test criteria, Ho is rejected and Ha accepted. This proves that there is a significant difference of knowledge competence of science group of experiment and control group. The average value of science knowledge competence in the group that is taught by Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray learning model is 79.5 is in enough katerogi. And in the group of students who are not learned using Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray learning model is 64.4 is in the less category. It can be concluded that the learning model of Cooperative Learning Type Two Stay Two Stray has an effect on the knowledge competence of science students of grade V SD Gugus Raden Ajeng Kartini Lesson Year 2016/2017.keyword : TSTS, Science Knowledge Competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE OUTSIDE CIRCLE TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS KELAS IV SD GUGUS X KECAMATAN BULELENG I Dw. Pt. Raka Rasana, Ni Md. Linda Dwi R L, Ign I Wyn Suwatra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.746

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara Bahasa Inggris antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV gugus X Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus X Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 172 orang. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD No. 3 Kaliuntu yang berjumlah 24 orang sebagai kelompok kontrol dan siswa kelas IV SD K Karya yang berjumlah 29 orang sebagai kelompok eksperimen. Data keterampilan berbicara Bahasa Inggris dikumpulkan dengan menggunakan rubrik penilaian berbicara yang berpatokan pada penampilan siswa. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t polled varians. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan berbicara Bahasa Inggris yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional. Perbandingan perhitungan rata-rata keterampilan berbicara kelompok ekperimen adalah 15,12 lebih besar dibandingkan dengan rata-rata keterampilan berbicara kelompok kontrol sebesar 9,67. Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle berpengaruh positif terhadap keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa.   Kata kunci: Konvensional, Inside Outside Circle, Berbicara
ANALISIS PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP DALAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN KURIKULUM 2013 ., Ni Wayan Meliawati; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5848

Abstract

Perubahan kurikulum mengakibatkan perubahan pada pelaksanaan pembelajaran. Guru wajib melaksanakan pembelajaran sesuai dengan kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 tema 9 (makananku sehat dan bergizi) kelas IV semester genap SD No. 4 Banyuasri tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Metode yang digunakan yakni metode kulaitatif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas dan siswa kelas IV di SD No. 4 Banyuasri. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan sebelum dan selama,dan sesudah melakukan pengumpulan data di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan guru mengajar berada pada persentase 90.41% hal tersebut menunjukkan guru sudah melaksanakan pembelajaran dengan sangat efektif. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 mengalami kendala seperti kendalanya dalam menyesuaikan kesediaan materi, dengan alokasi waktu yang ada, namun hal tersebut bisa diatasi oleh guru dengan upaya mencari atau menambah informasi dari berbagai sumber. Informasi baik melalui media cetak/media sosial dan internet juga dengan mengadakan diskusi dengan rekan guru atau teman kerja. Berdasarkan pandangan siswa terhadap penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 hasil yang diperoleh adalah sebesar 71.77%, hal ini menunjukan pembelajaran pendekatan saintifik cukup efektif. Dalam hal ini penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran berdasarkan kurikulim 2013 udah berhasil diterapkan di Sekolah Dasar. Kata Kunci : analisis, pendekatan saintifik, tema 9 This research aimed to describe the application of a scientific approach to learning based curriculum 2013 theme 9 (my food is healthy and nutritious) class IV even semester SD No. 4 Banyuasri school year 2014/2015. This type of research include descriptive studies. The method used the qualitative method. The subjects were teachers and students of the fourth grade class at Elementary No. 4 Banyuasri. Data collected by observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis was performed before and during, and after data collection in the field. The results showed the results of a check list for 90.41% of teachers already implementing learning very effectively, based on interviews but there are some obstacles can be overcome by the teacher, based on questionnaires given to students results obtained by 71.77%, this shows quite a scientific approach to learning effective and based on the documentation, study conducted by the RPP made by the class teacher is appropriate. In this case the application of a scientific approach to learning based curriculum 2013 already successfully applied in primary school.keyword : analytical, scientific approach, theme 9
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THE POWER OF TWO BERBANTUAN MEDIA POWERPOINT TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VSDN 5 SUMERTA I.B. Surya Manuaba, Ni Wyn. Febriyani R., IGA. A. Sri Asri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1558

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berbantuan media powerpoint dansiswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas V SDN 5 Sumerta Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan desain Nonequivalent Control Group Design.Populasi penelitian, seluruh siswa kelas V SDN 5 Sumerta Denpasar Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 84 orang siswa.Teknik sampel penelitian ini adalah sampling porpusive sehingga didapat sampel kelas VA dengan jumlah 31 siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB dengan jumlah 31 siswa sebagai kelompok kontrol. Data tentang hasil belajar IPS dikumpulkan dengan menggunakan tes objektif bentuk pilihan ganda biasa.Selanjutnya data dianalisis dengan uji-t.Berdasarkan hasil pengujian normalitas dan homogenitas terhadap data yang didapat dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t dan menunjukkan thit = 7,49> ttabel = 2,00 dengan db = 60 (Σn-2= 60-2=58) dan taraf signifikansi 5%. Pada nilai rata-rata hasil tes kelompok eksperimen diketahui lebih tinggi dari pada kelompok kontrol yaitu 80,33  pada kelompok eksperimen dan  69,90 pada kelompok kontrol. Ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berbantuan media powerpointdan siswa yang dibelajarkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe the power of two berbantuan media powerpoint berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 5 Sumerta Tahun Pelajaran 2013/2014.   Kata-kata kunci : Model Pembelajaran, Kooperatif tipe the power of two, powerpoint, hasil belajar   Abstract This study aims to find to find a significant difference between the results of social studies students who learned with cooperative learning model the power of two assisted media powerpoint and students who learned with conventional learning in class 5 Sumerta Denpasar SDN Academic Year 2013/2014. The study was quasi-experimental research, the design Nonequivalent Control Group Design. Study population, all students in grade 5 Sumerta Denpasar SDN Academic Year 2013/2014 , amounting to 84 students . Engineering samples of this study was thus obtained samples sampling porpusive VA class with 31 students as the number and class VB experimental group by the number of 31 students as a control group. IPS data on learning outcomes was collected using multiple choice objective test normal. Furthermore, the data were analyzed by t-test. Based on the results of tests of normality and homogeneity of the data obtained from the experimental group and the control group were normally distributed and homogeneous . Hypothesis test is then performed with t-test and showed thit = 7.49 > table = 2.00 with db = 60 ( Σn - 2 = 60-2 = 58 ) and a significance level of 5 %. On the average value of the test results are known experimental group was higher than in the control group is 80.33 in the experimental group and 69.90 in the control group. This means that there are significant differences in learning outcomes between students who learned with the group cooperative learning model the power of two assisted media powerpoint and students who learned with the group of students who learned with conventional learning. It can be concluded that cooperative learning model the power of two -assisted powerpoint media affects the outcome of social studies grade 5 Sumerta SDN Academic Year 2013/2014.   Key words : learning models, the cooperative type the power of two, powerpoint, learning outcomes
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TGT TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN KOVARIABEL KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS V ., Kadek Ayu Darmayanti; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament terhadap hasil belajar matematika dengan mengendalikan kemampuan numerik pada siswa kelas V SD gugus II Semeru. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus II Semeru, dengan jumlah siswa sebanyak 108 orang. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SD Negeri 7 Melaya yang berjumlah 20 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 4 Melaya yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok kontrol yang dipilih dengan tehnik random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes kemampuan numerik dan tes hasil belajar matematika. Data dianalisis menggunakan uji-t, anakova satu jalur, analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS 17 For Windows dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model teams games tournament dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional, 2) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional, setelah kemampuan numerik dikendalikan 3) terdapat kontribusi yang signifikan kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif teams games tournament, hasil belajar matematika, kemampuan numerik. This study aimed to determine the effect Teams Games Tournament learning model for learning outcomes by controlling the ability of numerical mathematics in class V SD group II Semeru. This study is a quasi-experimental research design using post-test only control group design. The study population was all students of class V SD in Cluster II Semeru, with the number of students as many as 108 people. The research sample, ie fifth grade students of SD Negeri 7 Melaya of 20 people as an experimental group and fifth grade students of SD Negeri 4 Melaya amounting to 22 people as the control group were selected by random sampling technique. Data collection instrument using tests of numerical ability and mathematics achievement test. Data were analyzed using t-test, Anacova one lane, simple regression analysis with SPSS 17 For Windows with significance level of 5%. The results showed that 1) there are differences in learning outcomes of mathematics among students who take the learning model teams games tournament and students following the study with conventional learning, 2) there are differences in learning outcomes of mathematics among students who take the cooperative learning model type Teams Games Tournament (TGT ) with the students who take the conventional learning models, having the ability of numerical controlled 3) there is a significant contribution to the results of numerical ability to learn mathematics.keyword : model of cooperative learning teams tournament games, the result of learning mathematics, numerical ability

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue