cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVEEXPLAIN (POE) BERBANTUAN MATERI BERMUATAN KEARIFAN LOKAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV L. Pt. Putrini Mahadewi, N. Pt. Evi Yupani, N. Nyn. Garminah,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1363

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar  dengan model pembelajaran  Predict-Observe-Explain (POE)  berbantuan  materi bermuatan  kearifan  lokal  dan  kelompok  siswa  yang  belajar  dengan  model  pembelajaran konvensional  pada  siswa  kelas  IV  di  Gugus  III  Kecamatan  Jembrana  tahun  pelajaran 2012/2013.  Penelitian  ini  adalah  penelitian  eksperimen  semu  dengan  rancangan  nonequivalen  post-test  only  control  group  design.  Populasi  penelitian  berjumlah  9  kelas  dan sampel  yang  digunakan  2  kelas.  Data  hasil  belajar  IPA,  dikumpulkan  dengan  metode  tes. Instrument  yang  digunakan  adalah  tes  objektif  pilihan  ganda.  Data  dianalisis  dengan menggunakan  statistik  deskriptif  dan  statistik  inferensial  dengan  uji-t.  Hasil  penelitianmenunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran  Predict-Observe-Explain  (POE)  berbantuan  materi bermuatan kearifan lokal  dengan  kelompok  siswa  yang  menggunakan  model  pembelajaran  konvensional.  Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji-t,  karena  thitung  lebih besar dari ttabel(thitung  =  3,81  >  ttabel=  2,000)  dan  rerata  kelompok  eksperimen  lebih  tinggi  dari  rerata kelompok kontrol  ( eksperimen=  21,4 >kontrol  = 17,3). Dengan demikian  model pembelajaran Predict-Observe-Explain  (POE)  berbantuan  materi  bermuatan  kearifan  lokal  berpengaruh terhadap  hasil  belajar  IPA  pada  siswa  kelas  IV  di  Gugus  III  Kecamatan  Jembrana  tahun pelajaran 2012/2013.Kata-kata kunci:  Predict-Observe-Explain (POE), kearifan lokal, hasil belajar
PENGEMBANGAN ASESMEN PROYEK PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS V SEMESTER GENAP DI SD NEGERI 1 SANGSIT TAHUN PELAJARAN 2015/2016 ., Putu Ayu Pryantini; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7386

Abstract

Tujuan Penelitian Penyanyi Adalah (1) mendeskripsikan desain development Asesmen Proyek hearts Pembelajaran IPA (2) mengetahui KUALITAS hasil temuan development Asesmen Peoyek hearts Pembelajaran IPA, (3) mengetahui efektivitas Asesmen Proyek hearts Pembelajaran IPA. Model development Yang digunakan hearts Penelitian Penyanyi Adalah Model ADDIE. Model ADDIE terdiri Dari lima Tahapan Yaitu analisis, desain, development, Implementasi dan Evaluasi. Kelima model yang Tahapan development Penyanyi, dijadikan Acuan hearts memproduksi, Dan memvalidasi Asesmen Proyek Yang dikembangkan. Validasi Asesmen Proyek dilakukan Oleh Satu Ahli isi mata Pelajaran, Satu Ahli desain Pembelajaran, Satu Ahli Asesmen Pembelajaran Dan 29 Siswa uji coba Lapangan. Efektivitas Asesmen Proyek dilakukan Oleh 29 Siswa using desain Penelitian pre-test Dan post-test. Data dikumpulkan DENGAN Metode kuisioner tes. Mencari Google Artikel instrumen tes hasil temuan belajar Berupa tes Objektif. Analisis Data using analisis deskriptif kualitatif, kuantitatif Dan statistik inferensial / induktif uji-t. Hasil Penelitian Penyanyi Adalah 1) mendeskripsikan desain development Asesmen Proyek Yaitu Mulai dari Langkah MEMBUAT concept ATAU Rancangan, mendesain Produk, mengumpulkan Produk materi, uji coba Produk dan Evaluasi; 2) kualitas hasil temuan development Asesmen * Menurut ulasan Ahli Dan Siswa Yaitu: a) Ahli Bidang Studi 96%; b) Ahli desain Pembelajaran 92%; c) Ahli Asesmen Pembelajaran 94% Yang Semuanya Tiga Ahli PADA kategori Sangat Baik Serta d) uji coba Lapangan 91,7% Yang berada PADA kategori Sangat Baik; 3) Efektivitas hasil temuan development Asesmen menunjukkan signifikansi Yang TIMAH Adalah thitung = 23.582> ttabel = 2.000. Penyanyi Berarti Terdapat Perbedaan signifikan PADA hasil temuan belajar Siswa SEBELUM Dan Sesudah using Asesmen Proyek. Kata Kunci : development, Asesmen Proyek, IPA Objective singer is (1) to describe the design development Assessment Project Learning science hearts (2) determine QUALITY findings hearts Peoyek development Assessment Learning science, (3) determine the effectiveness of the Project Assessment Learning science hearts. The development model used is a singer Research hearts ADDIE Model. ADDIE Model consists of five stages Namely analysis, design, development, implementation and evaluation. The fifth model of development Stages singer, made reference hearts produce, and validate Assessment Projects developed. Validation Assessment Project conducted by the content expert eye One Lesson, The Learning Design Expert, The Expert Assessment of Student Learning and 29 field trials. Effectiveness Assessment Project conducted by 29 students study design using pre-test and post-test. Data collected WITH Method test questionnaires. Searching Google Pages instrument test results Form learning objective tests. Data analysis using descriptive and qualitative analysis, quantitative and inferential statistical / inductive t-test. Results Singer is 1) to describe the design development Namely Project Assessment Starting from Step MAKE OR concept design, product design, collect product material, product testing and evaluation; 2) the quality of development assessment findings * According to the expert review and Student Namely: a) Expert Studies 96%; b) Expert Learning design 92%; c) Expert Assessment of Learning 94% Which All Three Expert ON categories Very Good And d) Field trials were 91.7% Which ON categories Very Good; 3) The effectiveness of development assessment findings indicate significance The TIN is t = 23 582> table = 2.000. There are significant differences Means singer ON findings Students learn BEFORE And After using Assessment Project.keyword : development, project assessment, IPA
PENGARUH MODEL INTERACTIVE CONCEPTUAL INTRUCTION (ICI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Dwi Ari Nitra Putri; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2483

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang tidak menggunakan Model Interactive Conceptual Intruction (ICI), 2) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang menggunakan Model Interactive Conceptual Intruction (ICI), 3) perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan Model ICI dan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester ganjil SD No. 2 Anturan Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Desa Anturan Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 118 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No 2 Anturan yang berjumlah 41 orang dan siswa kelas V SD No 1 Anturan yang berjumlah 39 orang. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 16,31 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 1,980. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model (ICI) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional. Dari rata–rata ( ) hitung, diketahui kelompok eksperimen adalah 33,27 dan kelompok kontrol adalah 20,39. Hal ini berarti bahwa eksperimen > kontrol, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model Interactive Conceptual Intruction (ICI berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V di SD No 2 Anturan Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : model Interactive Conceptual Intruction (ICI), Hasil Belajar. This study aimed at finding: 1) description of students’ mathematic learning outcome who are not treated by Interactive Conceptual Intruction (ICI) model, 2) description of students’ mathematic learning outcome treated by Interactive Conceptual Intruction (ICI) model, 3) significant difference of mathematic learning outcome between students’ taught by Interactive Conceptual Intruction (ICI) model and students’ taught conventionally conducted to the fifth grade students’ of SD No. 2 Anturan in odd semester of academic year 2013/2014. This study is a quasi experiment and the population are all fifth grade students of SD Desa Anturan Kecamatan Buleleng with amount of 118 students. Sample of this study are 41 students of SD No 2 Anturan and 39 students of SD No 1 Anturan. The data of students’ mathematic learning outcome were gathered by using essay test instrument. The data gathered were analyzed by descriptive and inferential statistic (t-test) analysis. Based on the result of data analysis, thit is 16,31 and ttab (with frequency level 5%) is 1,980. It means that thit > ttab, it can be interpreted that there is a significant difference between students’ who taught by using ICI model and conventional teaching. From the result of arithmetic mean ( ), it found that of eksperiment group is 33,27 and of control group is 20,39. It means that eksperiment > control. To sum up, the implementation of ICI model has positive influence toward mathematic learning outcome of fifth grade students at SD No 2 Anturan Kecamatan Buleleng.keyword : Interactive Conceptual Intruction (ICI) model, Mathematic learning outcome.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS 1 MANGGIS KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Ni Luh Yupriyanti; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4825

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan media konkret dengan yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD gugus 1 Manggis tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V Gugus 1 Manggis pada tahun ajaran 2014/2015. Sampel diambil dengan teknik random sampling, Data yang dikumpulkan adalah nilai hasil belajar IPA di kelas eksperimen maupun di kelas kontrol dan dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar dengan nilai kognitif (post test). Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran generatif berbantuan media konkret dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 2,30 > ttabel = 1,671). Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol pada hasil tes di akhir kegiatan pembelajaran. Rata-rata nilai pada kedua kelompok, diketahui rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih tinggi dari kelompok kontrol (80,08> 76,17).Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran generatif berbantuan media konkret berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Negeri Gugus 1 Manggis Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem.Kata Kunci : model pembelajaran, generatif, media konkret, hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences between students' science learning outcomes that learned by following the generative model of learning by concrete media with students who take conventional teaching fifth grade students of Elementary School Gugus 1 Manggis sub district, Karangasem regency, academic year 2014/2015. This study was a quasi-experimental study ( Quasy experiment ) with a research design that is used is Non- Equivalent Control Group Design. The study population was all Elementary School fifth grade students Gugus 1 Manggis, Manggis sub district, Karangasem Regency, academic year 2014/2015. Samples were taken with a random sampling technique. The data collected is the value of science learning outcomes in the classroom as well as in the experimental and control classes were collected using a multiple-choice test with one correct answer cognitive scores ( post-test ). Data were analyzed by t test. The results showed that there were significant differences in science learning outcomes of students who learned with using the generative model of learning by concrete media with students who learned with using conventional learning (of t = 2.30 > t table = 1.671). This can be seen from the difference in learning outcomes between the experimental group with the control group on the test results at the end of the learning activity. Average values in both groups, the average value known experimental group is higher than the control group ( 80.08> 76.17). Thus, it can be concluded that the generative learning model by concrete media significant effect on student science learning outcomes at Elementary School fifth grade Gugus 1 Manggis, Manggis sub district, Karangasem regency, academic year 2014/2015.keyword : learning model, generative, concrete media, science learning outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TPS Berbantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar IPS Kelas V ., I Pt Agus Santika Yasa; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., Luh Putu Sri Lestari, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS berbantuan media gambar terhadap hasil belajar IPS siswa yang tidak di belajarkan tidak menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TPS di SDN Gugus I Kecamatan Pekutatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, populasi penelitian siswa kelas V di Gugus I Kecamatan Pekutatan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 127 siswa. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SDN 1 Pulukan yang berjumlah 25 siswa dan siswa kelas V SDN 3 Pulukan yang berjumlah 24 siswa. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan nilai t = 4,51 berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Jadi model pembelajaran TPS berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa dengan model pembelajaran TPS lebih baik hasil belajar dari pada model pembelajaran yang tidak menggunakan model pembelajaran TPS. Kata Kunci : Hasil Belajar, Model TPS. This study aims to determine the significant differences in learning outcomes of IPS students who learn to use cooperative learning model type TPS assisted media images of learning outcomes IPS students who are not in learning does not use cooperative learning model type TPS in SDN Gugus I District Pekutatan. The type of this research is quasi-experimental research, research population of class V students in Cluster I Pekutatan Sub District Year 2016/2017 Lessons which amounted to 127 students. The sample of this research is class V SDN 1 Pulukan which amounted to 25 students and students of grade V SDN 3 Pulukan which amounted to 24 students. Learning result data is collected by using multiple choice test. The data obtained were analyzed using statistical analysis technique that is t-test. The results showed that t = 4.51 means there is a significant difference. So the TPS learning model has an effect on the students' learning result of IPS with the learning model of TPS better the learning outcomes than the learning model that does not use the TPS learning modelkeyword : Learning outcomes, TPS model.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS UBUD I Kt. Adnyana Putra, Ni Wyn. Ami Diantini, I Wyn. Wiarta,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.958

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Ubud Tahun Ajaran 2012/2013. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SD Gugus Ubud, semester 2 tahun pelajaran 2012/2013 dengan menggunakan Quasi Experimental Design yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Gugus Ubud yang berjumlah 252 orang siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling kelas. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB SD N 1 Ubud yang berjumlah 39 orang siswa dan siswa kelas V SD N 5 Ubud yang berjumlah 35 orang siswa. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika bentuk pilihan ganda biasa. Analisis data menggunakan t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (t hitung = 3,92 > t tabel = 2,00) dengan dk = 72 (n1 + n2 - 2 = 39 + 35 - 2 = 72) dan taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus Ubud Tahun Ajaran 2012/2013.   Kata-kata kunci: STAD, hasil belajar, matematika.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE BERBANTUAN KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Ni Komang Karyawati; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Matematika siswa antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Kooperatif tipe think pair square berbantuan kartu kerja dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus I Nakula Kecamatan Negara tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design . Populasi penelitian ini berjumlah 231 orang yang ditentukan dengan teknik group random sampling. Sampel penelitian yang digunakan adalah berjumlah 75 orang. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t sample independent). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 7,94 dan ttab (pada taraf signifikansi 5%) = 1,658. Hal ini berarti bahwa thit > ttab, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Matematika siswa yang signifikan antara kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square berbantuan kartu kerja dan kelompok yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V di Gugus I Nakula Kecamatan Negara.Kata Kunci : TPS, Kartu Kerja, Hasil Belajar This study aims to determine the differences in students'mathematics learning outcomes between students who are participating in learning with cooperative learning model think pair square assited work card and students who take learning with conventional learning models in class V in Elementary school group I Nakula subdistrict of Negara academic year 2013/ 2014. This study is quasi-experimental research design with post-test only control group design. The population of this study consists of 231 people from 8 class who are determined by random sampling technique group. Sample of this study was 75 people. students ‘mathematics learning outcomes data collected by instruments in the form of multiple choice test. The data collected were analyzed using descriptive statistic and inferential statistic (t-test sample independent). Based on the analysis of data, obtained t account = 7,94 and t table= (at the significance level of 5%)=1,658. this means that t account > t table, so that it can be interpreted that there is a differences in students ‘mathematics learning outcomes are significantly between students who are participating in learning with cooperative learning model think pair square assited work card and students who take learning with conventional learning models . Based on these result it can be concluded that the application of cooperative learning model think pair square affect the result of students ‘mathematics learning in class V Elementary school group I Nakula, sub district of Negarakeyword : TPS, Work Card, Learning Outcomes
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAPAT MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN KOMPETENSI PENGETAHUAN PKn SISWA KELAS V ., Luh Putu Puspita Ansari Dewi; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan keaktifan belajar dan (2) meningkatkan kompetensi pengetahuan PKn dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 20 Dangin Puri tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa yaitu 37 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode non tes berupa lembar observasi untuk keaktifan belajar siswa dan untuk kompetensi pengetahuan PKn menggunakan tes berupa tes esay. Data dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan belajar siswa dan kompetensi pengetahuan PKn. Keaktifan belajar siswa pada siklus I memiliki persentase keaktifan 76,17% berada pada kriteria cukup aktif, dan mengalami peningkatan sebesar 8,23% pada siklus II menjadi sebesar 84,39% pada kriteria aktif. Untuk kompetensi pengetahuan PKn memiliki persentase 24,32% berada pada kriteria A- dengan nilai minimal 3,60 dan mengalami peningkatan sebesar 37,84% pada siklus II menjadi sebesar 62,16% berada pada kriteria A- dengan nilai minimal 3,60 sehingga kriteria keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. Dengan demikian dapat disimpulkan penelitian ini membuktikan bahwa model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan keaktifan dan kompetensi pengetahuan PKn pada tema sejarah peradaban Indonesia siswa kelas V di SDN 20 Dangin Puri tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : problem based learning, keaktifan, dan pkn This study aimed at improving students' learning activeness and Civics knowledge competency by using problem based learning model in V class, SD 20 Dangin Puri. This research was a classroom action research, conducted in V class with the number of students was 37, done in 2 cycles. The students' learning activeness data were collected by the use of observation sheet for each meeting and Civics knowledge competency data were collected by using essay test, then analyzed by quantitative descriptive analysis method. The results showed an increase in student learning activeness and Civics knowledge competency. Students’ activeness in the first cycle has a percentage of 76,17% which was less active criterion and there was an increase of 8,23% in the second cycle, thus it became 84,36% which was clasified in active criterion. The Civics knowledge competency has a percentage of 24.32% which was clasified A (Execellent) criterion with a minimum value of 3.60 and 37.84% increased in the second cycle, thus it became 62.16% at the criteria A (Execellent) criterion with a minimum value of 3.60, so that the set of success criteria had been reached. Thus it can concluded that this study proves that learning by using problem based learning model can enhance the students’ activeness and Civics knowledge competency in fifth grade students at SDN 20 Dangin Puri, academic year 2015/2016.keyword : problem-based learning, activeness, and civics
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE BERBASIS OUTDOOR STUDY TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA ., Ni Putu Dharmayanti; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe TPS berbasis Outdoor Study dengan yang dibelajarkan secara konvensional pada siswa kelas V SDN 1 Sumerta Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian non ekuivalen. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SDN 1 Sumerta Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017 berjumlah 102 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik sampel kelompok. Untuk menyetarakan kelompok sampel digunakan teknik matching. Setelah melakukan uji kesetaraan ditentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan dilakukan pengundian didapatkan siswa kelas VC SD Negeri 1 Sumerta berjumlah 32 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VA SD Negeri 1 Sumerta berjumlah 32 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes jenis objektif bentuk pilihan ganda biasa. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis statistik inferensial (uji-t). berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 3,74 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 62 diperoleh nilai ttab = 2,00, thit = 3,74 > ttab = 2,00. Perhitungan nilai rata-rata siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe TPS berbasis Outdoor Study ( = 88,18) > dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional ( = 79,69). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe TPS berbasis Outdoor Study berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Negeri 1 Sumerta Kecamatan Denpasar Timur Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Think Pair Share, Outdoor Study, Kompetensi Pengetahuan IPA. This study aimed to determine the significant difference of science knowledge competence between students who are taught using cooperative learning model of TPS based on Outdoor Study with conventionally learned in grade V student SDN 1 Sumerta Denpasar Timur Lesson Year 2016/2017. This type of research was a quasi-experimental research with non-equivalent research design. The population of this study were all students of class V in SDN 1 Sumerta Denpasar Timur Lesson Year 2016/2017 amounted to 102 people. Determination of sample in this research is done by group sample technique. To match the sample group used matching technique. After conducting the equality test, the experimental group and control group were selected by the students. The result was the students of VCD SD Negeri 1 Sumerta class of 32 students as the experimental group and the students of VA SD Negeri 1 Sumerta class were 32 students as the control group. Data collection method in this research was test method. Data collected by instruments in the form of objective test (Multiple Choice Test). The collected data were analyzed using inferential statistical analysis method (t-test). Based on result of data analysis, obtained tarithmetic = 3,74 with significance level 5% and dk = 62 obtained value ttable = 2,00, so tarithmetic = 3,74> ttable = 2,00. The calculation of the average score of students who follow the learning using cooperative learning model TPS-based Outdoor Study (= 88.18)> with students who conventionally learned (= 79.69). Thus, the conclusion of this research is the implementation of cooperative learning model of TPS based on Outdoor Study has an effect on science knowledge competence of grade V students of SD Negeri 1 Sumerta Kecamatan Denpasar Timur Lesson Year 2016/2017.keyword : think pair share, outdoor study, science knowledge competence.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK-V BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V ., Ni Komang Jayanti; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Heuristik-V berbantuan peta konsep dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Buleleng Tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non equivalen post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus III Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 159 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD No. 1 jinengdalem yang berjumlah 21 orang dan kelas V SD No. 2 Jinengdalem yang berjumlah 23 orang. Data pemahaman konsep IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan anava satu jalur. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh Fhitung = 18,81 dan Ftabel (pada taraf signifikansi 5%) = 4,08. Hal ini berarti bahwa Fhitung > Ftabel, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Heuristik-V berbantuan peta konsep dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional siswa kelas V di SD Gugus III Kecamatan Buleleng. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata pemahaman konsep IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran Heuristik-V berbantuan peta konsep adalah 39,29 lebih besar dari rata-rata pemahaman konsep IPA siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional adalah 33,13. Hal ini berarti penerapan model pembelajaran Heuristik-V berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap pemahaman konsep IPA siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : model Heuristik-V, peta konsep, pemahaman konsep IPA The purpose of this research are analyze the differences of understanding of science concepts between students who are learning by Heuristik-V with concepts mapping and students who are learning by conventional the fifth class students in Gugus III Buleleng District academic year 2013/2014. This research is a quasi experimental study with non equivalen post-test only control group design. The study population was all fifth class students in Gugus III Buleleng District academic year 2013/2014, total to 159 people. The sample of this research consist of fifth class students at SD No. 1 Jinengdalem (total 21 people) and SD No. 2 Jinengdalem (total 23 people). The research data (understanding of science concepts) collected by essay test instrument. The data collected were analyzed using descriptive statistical analysis and anava one lane. Based on the results of this research concluded that there are significant differences of understanding of science concepts between students who are learning by students who are learning by Heuristik-V with concepts mapping and students who are learning by conventional the fifth class students in Gugus III Buleleng District academic year 2013/2014 (Fcount > Ftable = 18,81 > 4,08, significance level of 5%). The mean comparison of understanding science concepts between students who are learning by students who are learning by Heuristik-V with concepts mapping and students who are learning by conventional l (39,29 vs 33,13). The means that the application learning by Heuristik-V with concepts mapping affect of understanding of science concepts.keyword : Heuristik-V model, concept mapping, understanding of science concepts

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue