cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., I Gusti Ayu Winda Dwi Wahyuni; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10722

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelompok siswa yang tidak dibelajarkan dengan mengunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy eksperiment) dengan rancangan penelitian adalah Non Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak pada semester genap Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling dan diperoleh SD N 1 Banyupoh sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 18 orang siswa dan SD N 2 Penyabangan sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 25 orang siswa. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPA meliputi aspek kognitif yang diperoleh dari tes hasil belajar bentuk pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial (uji–t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thitung = 3,390 lebih besar dari ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000. Dilihat dari hasil perhitungan rata–rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 21 lebih besar dari rata–rata hasil belajar IPA kelompok kontrol, yaitu 17. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL)berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus V Kecamatan Gerokgak Tahun Pelajaran 2016/2017Kata Kunci : Model Pembelajaran Problem Based Learning, hasil belajar IPA The purpose of this research is to know the difference of science learning outcomes between student groups that are learned by using Problem Based Learning Model (PBL) and group of students that are not learned by using Problem Based Learning (PBL) model in Grade V students in Cluster V District Gerokgak Lesson 2016/2017. This research is quasy experiment with research design is Non Equivalent Control Group Design. The population of the research is the students of Grade V of Elementary School in Gugus V of Gerokgak Sub District in the even semester of Lesson 2016/2017. The sample was determined by random sampling technique and obtained by State Elementary School 1 Banyupoh as experiment group consisting of 18 students and State Elementary School 2 Penyabangan as a control group of 25 students. The data collected was the result of science learning covering the cognitive aspect obtained from the result of learning test of the multiple form of learning. The data obtained were analyzed using inferential statistical analysis (t-test) Based on the result of data analysis, obtained tcount = 3,390 bigger than ttable (at significance level 5%) = 2,000. Judging from the calculation of the average of science learning outcomes experimental group is 21 greater than the average of control group science learning outcomes, which is 17. So it can be concluded that the model of Problem Based Learning (PBL) learning affects the results of science learning V grade students of School Grounds in Cluster V Gerokgak Sub District Year 2016/2017keyword : Problem Based Learning (PBL), science learning outcomes
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV ., Ni Putu Stya Prahita; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Gde Wawan Sudatha, S.Pd., S.T., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3811

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran Mind Mapping dan kelompok siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPA kelas IV SD di Desa Yehembang Gugus IV Diponegoro Kecamatan Mendoyo. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah kelas IV SD di Desa Yehembang Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 102 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 3 Yehembang yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas IV SDN 7 Yehembang yang berjumlah 26 orang. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Mind Mapping dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas IV SD di Desa Yehembang Gugus IV Diponegoro Kecamatan Mendoyo tahun pelajaran 2013/2014. Perbandingan hasil perhitungan rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Mind Mapping adalah =13,70 lebih besar dari rata-rata hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah =10,42. Hal ini berarti penerapan model Mind Mapping berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Desa Yehembang Gugus IV Diponegoro Kecamatan Mendoyo. Kata Kunci : model Mind Mapping, hasil belajar IPA This reasearch is aims to describe the differences of learning outcomes among the group of pupil which use Mind Mapping learning method and the group of pupil which use conventional learning method on Natural Science Study Subjek in 4th grade elementary school in Diponogoro Cluster Distric Mendoyo,Yehembang Village. The type of reasearch is a quasi experimental reasearch.The population is 102 students of 4th grade elementary school in Yehembang Village Mendoyo Distric academic year 2013/2014. The sample on this reasearch is 20 students of 4th grade on Yehembang 3 Elementary School and 26 students of 4th grade on Yehembang 7 Elementary School.The data of learning outcome were collected using objective multiple-choice test. Collected data were analzyed using descriptive statistic and t-test inferential statistic. The result shown that were such a significant differences in learning outcomes between the student who take Mind Mapping method and the student who take conventional learning method in 4th grade of Cluster IV Diponogoro Mendoyo Distric academic year 2013/2014. Comparison of the average Natural Science learning outcomes who take Mind Mapping is =13,70 bigger than the average of Natural Science learning outcomes for student who take conventional learning method =10,42. It means the usage of Mind Mapping affect the learning outcomes ind 4th grade student on elementary school in Yehembang Village, Cluster IV Diponogoro, Mendoyo Distric. keyword : Mind Mapping model, Natural Science learning outcomes
PENGARUH MODEL PROCESS ORIENTED GUIDED INQUIRY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP IPASISWA KELAS V SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG Kd. Suranata, Pt. Sulastriningsih
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.820

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah belajar dengan model POGIL, (2) mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah belajar dengan model konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POGIL dengan kelompok siswa yang belajar dengan model konvensional.Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus IX SD Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah 119 siswa.Sampel diambil dengan teknik simplerandom sampling dengan jumlah 54 siswa. Data kemampuan pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan tes kemampuan pemahaman konsep. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan uji t. Semua pengujian statistik dilakukan pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah diberikan perlakuan berupa model pembelajaran POGILberada pada kategori tinggi dengan rata-rata 54,7, (2) kemampuan pemahaman konsep IPA siswa setelah mengikuti model konvensional berada pada kategori sedang dengan rata-rata 44,8, (3) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan model POGIL dengan kelompok siswa yang belajar dengan model konvensional. Hasil perhitungan uji-t diperoleh thitung = 11,0209 dan ttabel = 2,021 (thitung > ttabel). Hal ini berarti model POGIL berpengaruh terhadap kemampuan pemahaman konsep IPA pada siswa.   Kata - kata kunci: model POGIL, kemampuan pemahaman konsep
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA ., Ida Ayu Kade Marta Adnyani; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Wayan Romi Sudhita,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6951

Abstract

Penelitain ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas IV semester genap SD Negeri 1 Penarukan Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2015/2016 setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe example non example. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Penarukan tahun pelajaran 2015/2016. Metode pengumpulan data menggunakan metode tes dengan instrumen tes pemahaman konsep. Data yang diperoleh dari tes dianalisis dengan menggunakan rumus persentase tingkat ketuntasan belajar yang selanjutnya dikonversikan ke dalam tingkat pemahaman konsep IPA berdasarkan PAP skala 5. Hal tersebut terlihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa dari 71,84% atau berada pada kategori cukup pada siklus I, menjadi 81,36% atau berada pada kategori baik pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe example non example dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA dari siklus I ke siklus II sebesar 9,52%.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, example non example This study was aimed at finding out the increase the understanding of concept science subject fourth grade students of SD Negeri 1 Penarukan District of Buleleng academic year 2015 / 2016 after applied by cooperative learning of type example the non example. This research type is research of class action which is executed in two cycle. This research subject is fourth grade students of SD Negeri 1 Penarukan academic year 2015 / 2016. Method data collecting use method of tes with instrument of tes the understanding of concept. Obtained data of tes analysed by using formula percentage of complete storey level learn is later on converted to in storey level of is understanding of concept science pursuant to PAP scale 5. The mentioned seen from complete improvement learn student from 71,84% or reside in at category enough at cycle of I, becoming 81,36% or reside in at good category at cycle of II. Result of research indicate that applying of cooperative learning of type example the non example can improve the understanding of concept science of cycle I to cycle II equal to 9,52%.keyword : cooperative learning, example non example
PENGARUH PENDEKATAN STARTER EKSPERIMEN (PSE) BERBASIS REINFORCEMENT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS LETDA KAJENG KECAMATAN DENPASAR UTARA ., Ni Luh Putu Yuliana Dewi; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Pendekatan Starter Eksperimen (PSE) Berbasis Reinforcement dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran Konvensional pada siswa kelas V Sekolah Dasar Gugus Letda Kajeng Kecamatan Denpasar Utara Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu yaitu Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas V Sekolah Dasar gugus Letda Kajeng. Sampel penelitian adalah siswa kelas VB Sekolah Dasar Negeri 14 Pemecutan yang berjumlah 33 orang kelompok eksperimen dan siswa kelas VC Sekolah Dasar Negeri 4 Pemecutan yang berjumlah 33 orang kelompok kontrol. Cara menentukan sampel penelitian ini dengan teknik random sampling. Pengumpulan data hasil belajar IPA dilakukan dengan metode tes jenis objektif dalam bentuk pilihan ganda biasa. Data selanjutnya dianalisis menggunakan metode statistik yaitu uji-t.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan penerapan Pendekatan Starter Eksperimen Berbasis Reinforcement dan yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Hal ini terbukti dari perbedaan hasil analisis menggunakan uji t diperoleh thit = 5,6 > ttab (α=0,05,64) = 2,00. Didukung oleh nilai rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen yaitu x ̅ = 78,21 > x ̅ = 62,18 kelompok kontrol. Jadi dapat disimpulkan bahwa Pendekatan Starter Eksperimen (PSE) Berbasis Reinforcement berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa di kelas V di SD Gugus Letda Kajeng Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : Pendekatan Starter Eksperimen (PSE), Reinforcement, hasil belajar IPA. This study aims to determine significant differences between groups of science learning outcomes of students who learned with Starter Eksperiment Approach ( SEA ) Based Reinforcement and who learned with conventional learning in fifth grade elementary school students Force Second Lieutenant Kajeng North Denpasar District School Year 2013/2014 . This study uses a quasi-experimental design that Nonequivalent Control Group Design . The population in this study were all fifth grade elementary school students Gugus Letda Kajeng. Samples were students in public elementary school classroom VB 14 Pemecutan totaling 33 experimental group and grade VC Primary School 4 Pemecutan the control group numbered 33 people . How to determine the sample with a random sampling technique . Science learning outcomes data collection was conducted using an objective type test in the form of multiple-choice regular . Data were then analyzed using statistical methods that test - t.Hasil research shows that there are significant differences between the groups of science learning outcomes of students who learned with the implementation Starter Eksperiment Approach (SEA) Based Reinforcement and who learned with conventional learning . This is evident from the difference in the results obtained by the analysis using the t test = 5,6 thit>ttab( α = 0,05,64 ) = 2.00 . Powered by the average value of the results of the experimental group learned science that x ̅ = 78.21 > = 62.18 x ̅ control group . So it can be concluded that the Starter Eksperiment Approach ( SEA ) Based Reinforcement effect on science learning outcomes of students in class V in SD Gugus Letda Kajeng Academic Year 2013/2014. keyword : Starter Eksperiment Approach ( SEA ) , Reinforcement , science learning outcomes .
HUBUNGAN BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA DAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS V TAMPAKSIRING ., I Wayan Parnata; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3135

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara bimbingan belajar orang tua dan konsep diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring, pada tahun 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring pada tahun ajaran 2013/2014. Sampel diambil dari populasi menggunakan teknik proporsional random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil dari pengisian angket tentang bimbingan belajar orang tua dan konsep diri oleh responden, sedangkan data tentang hasil belajar matematika didapat melalui pemeriksaan dokumen (document analyze). Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi. Uji prasyarat analisis regresi adalah uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi. Setelah seluruh uji prasyarat terpenuhi, maka dilakukan uji hipotesis menggunakan anareg sederhana, korelasi product moment, anareg ganda, dan korelasi ganda. Hasil analisis yang didapat menunjukkan: (1) Hubungan antara bimbingan belajar orang tua dengan hasil belajar matematika sebesar rx1 = 0,676 dan koefisien determinasi sebesar 45,65% (2) Hubungan antara konsep diri dengan hasil belajar matematika sebesar rx2 = 0,725 dan koefisien determinasi sebesar 52,6% (3) Hubungan antara bimbingan belajar orang tua dan konsep diri dengan hasil belajar matematika sebesar Rx1x2y = 0,78 dan koefisien determinasinya sebesar 60,88%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi terdapat hubungan yang signifikan antara bimbingan belajar orang tua dan konsep diri secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring tahun 2013/2014 diterimaKata Kunci : Bimbingan belajar orang tua, konsep diri, hasil belajar This study aimed to determine the correlation between parent learning guidance and self-concept with the math learning outcomes of students at fifth grade elementary school at Gugus V Tampaksiring in 2013/2014. This research was correctional research. The population of this research were all students of fifth grade elementary school at Gugus V Tampaksiring, in 2013/2014 academic year. Samples were taken from the population used proportional random sampling techniques. The collected data was the result of filling the questionnaire of parent learning guidance and self-concept by respondents, while data of math learning outcomes obtained through examination of documents (document analyze). The collected data was analyzed by descriptive statistical analysis and regression analysis. The prerequisite test of regression analysis is normality test, linearity test, multicolinearity test and auto-correlation test. After the entire prerequisites test are met, the next was to test hypothesizes used simple regression analysis, product moment correlation, double regression analysis, and double correlation. The results showed: (1) The relationship between parent learning guidance and math learning outcomes with rx1 = 0.676 and coefficient of determination was 45.65% (2) The relationship between self-concept and math learning outcomes with rx2 = 0.725 and coefficient of determination was 52.60% (3) The relationship between parent learning guidance and self-concept with the math learning outcomes with Rx1x2y = 0.78 and coefficient of determination was 60.88%. It was concluded that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) which reads there are significant link together-collaboration relationship between parent learning guidance and self-concept with the math learning outcomes of students at fifth grade elementary school at Gugus V Tampaksiring in 2013/2014 be accepted.keyword : Parent learning guidance, self-concept, and learning outcomes
DESKRIPSI SIKAP SOSIAL SISWA KELAS IV SD NEGERI 4 PENARUKAN KECAMATAN BULELENG KABUPATEN BULELENG ., Ida Ayu Dewi Virani; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap sosial siswa kelas IV di SD Negeri 4 Penarukan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 4 Penarukan, yang berjumlah 31 orang. Objek penelitiannya adalah sikap sosial. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, sikap sosial siswa sudah baik pada aspek jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, dan peduli. Walaupun sudah baik, akan tetapi pada aspek disiplin 10% siswa masih belum memakai seragam lengkap dan rapi, 32% siswa datang terlambat dan tidak mengerjakan tugas. Berikutnya pada aspek santun, 12% siswa masih berkata kasar. Selanjutnya, aspek percaya diri masih termasuk cukup. Hal ini tampak dari kurang beraninya siswa tampil ke depan kelas, malu untuk mengungkapkan pendapat, dan malu untuk mengerjakan tugas atau soal di papan tulis. Kata Kunci : sikap sosial This study aimed to describe the social attitudes of the fourth grade students at SDN 4 Penarukan in academic year 2015/2016. This research is a descriptive study. The subjects were fourth grade students in the academic year 2015/2016 in SD Negeri 4 Penarukan, totaling 31 people. The object of research is social attitudes. Collecting data in this study using the method of observation, interviews, questionnaires. Data analysis technique used is data collection, data reduction, data display, and conclusion. Based on the results of the study, students' social attitude has been good in the aspect of honesty, discipline, responsibility, courtesy, and caring. Although it has been good, but in the aspect of discipline 10% of students are still not wearing full uniform and tidy, 32% of students coming in late and not doing their jobs. Next on aspects of manners, 12% of students still say rude. Furthermore, the aspect of confidence still including enough. This is evident from the less brave students appear to the front of the class, shy to express opinions, and embarrassed to do the task or problem on the board.keyword : social attitudes
PENGARUH MODEL KOOPERATIF STAD BERORIENTASI OPEN-ENDED PROBLEM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Km Sudarma, I Gd Surata, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.688

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) deskripsi keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA siswa dibelajarkan dengan  pembelajaran konvensional, 2) deskripsi keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA siswa dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem, 3) pengaruh yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2012/2013 di SD di gugus IV Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di SD Gugus IV Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 105 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor keterampilan berpikir kritis pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional cenderung rendah, dengan mean 23,57, 2) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem cenderung tinggi, dengan mean 36,73, 3) terdapat pengaruh yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD berorientasi Open-Ended Problem dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, dengan thit > ttab (thit = 6,89 > ttab = 1,708).   Kata kunci: STAD, Open-Ended, berpikir kritis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIAPERMAINAN TTS TERHADAP KOMPETENSIPENGETAHUAN IPS SISWA KELAS V GUGUS I DALUNG TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Dw Ayu Putri Suryani; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Make A Match berbantuan media permainan TTS (Teka Teki Silang) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Dalung. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasy exsperiment) dengan menggunakan rancangan penelitian penelitian non-equivalent control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Dalung dengan jumlah populasi 388 siswa. Sampel dalam penelitan ini berjumlah 76 orang siswa yaitu 42 orang siswa kelas Va SD Negeri 1 Dalung sebagai kelompok eksperimen dan 34 orang siswa kelas Vb SD Negeri 2 Dalung sebagai kelompok kontrol. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Data kompetensi pengetahuan IPS dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda biasa berjumlah 30 butir tes yang telah divalidasi kemudian dianalisis menggunkan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih tinggi daripada nilai rata-rata kelompok kontrol (83,83 > 79,73). Berdasarkan hasil analisis uji-t dengan derajat kebebasan (dk = 42 + 34 – 2 = 7) dan pada taraf signifikan 5% diperoleh (2,333 > 2,000) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran model pembelajaran Make A Match Berbantuan Media Permainan Tts dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Dalung Kata Kunci : Kata-kata kunci: Make A Match, media TTS , Kompetensi Pengetahuan IPS. This study aimed to know the significant difference of IPS knowledge competence between the students group that was taught through the learning model of Make A Match with the help of TTS (Teka Teki Silang) game media with group of students that was taught through conventional learning in grade V SD Gugus I Dalung. This type of research is a quasy exsperiment using non-equivalent control group design research design. The population of this study is all students of grade V SD Gugus I Dalung with a population of 388 students. The sample in this research is 76 students ie 42 students of grade Va SD Negeri 1 Dalung as experiment group and 34 students of grade Vb SD Negeri 2 Dalung as control group. Determination of the sample in this study using random sampling technique. The IPS knowledge competence data was collected with an ordinary multiple choice selection instrument of 30 tested validated grains then analyzed using t-test. The results showed that the experimental group average is higher than the control group average (83.83> 79.73). Based on the result of t-test analysis with degrees of freedom (dk = 42 + 34 - 2 = 7) and at 5% significant level obtained (2,333> 2,000) then Ho is rejected and Ha accepted. Thus it can be concluded that there is a significant difference in the competence of IPS knowledge between the groups of students who are taught through the model of learning model of Make A Match Assisted Media Game Tts with groups of students who are taught through conventional learning in grade V students SD Gugus I Dalung keyword : Keywords: Make A Match, TTS media, IPS Knowledge Competency
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW 1 DENGAN BANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V DI SD GUGUS XIV, KECAMATAN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2014/2015 ., I Nyoman Adi Widiana; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5675

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran model kooperatif tipe Jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2014/2015. Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design, dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 14,83 termasuk dalam kategori sedang, (2) hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model cooperative jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan mean (M) = 20,41 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pangkungparuk Kecamatan Seririt. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar IPA siswa diperoleh hasil thitung sebesar 22,32, sedangkan, ttabel dengan db = 44 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (22,32 > 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw 1 dengan bantuan media konkret berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kooperatif tipe jigsaw 1, media konkret, hasil belajar siswa Abstract The purposes of this research were to know the significant differences between students result in science who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in the fifth grade students in SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng. The type of this research was a quasi experiment by using post-test only control group design. The sample of this study was grade fifth of SD Negeri Pemaron and the sample is 46 students that picked using lottery. Data of students achievement collected using multiple choice test with only one correct answer. Then, data analysis used inferential statistic (t-test). The result of study show that (1) the students who learned science by conventional learning model with mean (M) = 14, 83 belong to average category, (2) the students who learned science by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with mean (M) = 20,41 belong to high category, (3) The result of this research is there is a significant difference students result in science between students who learnt by cooperative learning model type Jigsaw 1 and helping by concrete media with students who learnt using conventional learning model in fifth grade students in SD Negeri Pemaron, Kecamatan Buleleng. The differences can be seen from the score of the student found tarithmetic= 22, 32, and ttabel with db = 44 in significant degree 5% is 2,021. The result showed that tarithmetic is more than ttabel(22,32> 2,021). The result showed that cooperative learning model type Jigsaw 1 and concrete media better than conventional learning model in students result science.keyword : cooperative learning model type Jigsaw 1, concrete medial, students result in science.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue