cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH PERBEDAAN ANTARA MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG TERHADAP PENGUASAAN KONSEP IPA KELAS V DI GUGUS III I G. A. Tri Agustiana, I Kt. Suardika, Dw. Kd. Tastra,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1391

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penguasaan konsep anatara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing di SD Negeri 1 Culik dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung di SD Negeri 3 Kertamandala. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Abang tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 197 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 3 Kertamandala yang berjumlah 30 orang dan siswa kelas V SD No. 1 Culik yang berjumlah 33 orang. Data hasil Penguasaan Konsep pada mata pelajaran IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t).Hasil penelitian ini menemukan bahwa penguasaan konsep dalam pembelajaran IPA pada siswa kelompok kontrol dengan model pembelajaran langsung menunjukkan skor cenderung sedang, dengan mean 15,23 dan penguasaan konsep pada siswa kelompok eksperimen dengan model inkuiri terbimbing menunjukkan skor cenderung tinggi, dengan mean 21,42. Terdapat pengaruh penguasaan konsep pada mata pelajaran IPA yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok kontrol dengan model pembelajaran langsung, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 8,00 > ttab = 1,671 ). Dari perbedaan rata-rata penguasaan konsep menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh terhadap penguasaan konsep IPA dibandingkan dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas V Semester Genap tahun pelajaran 2012/2013 di SD Gugus III Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.   Kata–kata kunci: model inkuiri terbimbing, penguasaan konsep.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PREDICT- OBSERVE- EXPLAIN (POE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA ., Kadek Metta Udayani; ., Dra. Nyoman Kusmariyatni,S.Pd; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7459

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA dengan diterapkannya model Predict –Observe-Explain (POE) dalam mata pelajaran IPA kelas V semester II SD N 7 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016. Subjek penelitian adalah siswa kelas V semester II SD N 7 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016 sebanyak 20 orang siswa. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase hasil belajar IPA siswa kelas V pada siklus I mencapai 62,5% dengan kriteria kurang. Pada siklus II, persentase hasil belajar IPA siswa kelas V meningkat hingga mencapai 82,3% dengan kriteria baik. Hasil belajar dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 19,8%. Ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 65%, pada siklus II sebesar 90% sehingga diketahui ketuntasan belajar pada siklus I ke siklus II meningkat sebesar 25%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Predict–Observe-Explain (POE) dapat meningkatan hasil belajar IPA siswa kelas V semester II SD N 7 Banyuning tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : Predict-Observe-Explain (POE), hasil belajar, dan IPA This research is a classroom action research conducted in two cycles. The purpose of this study to Determine the increase of science learning outcomes by implementing a model of of Predict-explain is observed in the subjects of science at V class the second semester of SD N 7 Banyuning in the academic year 2015/2016. Subject of research is the second half of the five-grade elementary SD N 7 Banyuning the 2015/2016 school year as many as 20 students. Methods of data collection in this study is the test method. Data were Analyzed with descriptive quantitative techniques. The results showed that the percentage of students learning science class V in the first cycle Reaches 62.5% with the criteria of "Less Appropriate". In the second cycle, the percentage of students' science learning class V increase to 82.3% with the criteria of "Good". Learning outcomes of the first cycle to the second cycle Increased by 19.8%. Mastery learning in the first cycle of 65%, in the second cycle of 90% so known mastery learning in the first cycle to the second cycle Increased by 25%. Based on Reviews These results it can be concluded that the models of Predict–Observe-Explain (POE) can improve learning outcomes of science students in the second semester of class V SD N 7 Banyuning in the academic year 2015/2016.keyword : Predict –Observe-Explain (POE), learning outcomes, and Science
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS LT.WISNU DEPASAR UTARA ., Gusti Ayu Mas Eka Jayanti; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. Made Putra, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2554

Abstract

Abstrak penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembekajaran kooperatif tipe NHT dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan posttest only control group design. Populasinya adalah siswa kelas V SDN Gugus Letkol Wisnu Kecamatan Denpasar Utara berjumlah 136 siswa dengan sampel SDN 1 peguyangan yang berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan SDN 3 Peguyangan yang berjumlah 35 siswa sebagai kelas control. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara tes. Tes yang digunakan disusun sendiri oleh peneliti dan sebelum digunakan terlebih dahulu divalidasi meliputi validitas isi, daya beda, indeks kesukaran dan reliabelitas. Data yang didapat dari hasil pemberian tes kemudian dianalisis menggunakan uji t dengan jumlah sampel berbeda. Sebelum dilakukan uji t terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran tipe NHT terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar gugus Letkol Wisnu Peguyangan Denpasar Utara. Ini dilihat dari perbedaan nilai rata-rata kelompok eksperimen yang lebih tinggi dari nilai rata-rata kelompok kontrol. Sementara uji hipotesis dilakukan dengan uji t, dimana t htumg = 2.12 sedangkan t tabel = 2.00. Karena t hitung ¬> t tabel maka Ha diterima, itu berarti terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V sekolah dasar Gugus Letkol Wisnu Peguyangan Denpasar Utara. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe NHT, hasil belajar IPA Abstract: Application Type Of Cooperative Learning Model Of Learning Outcomes NHT Sains Primary Class V. This study aimed to analyze the differences in outcome between groups of students learn science learning using cooperative learning NHT models and students who learn using conventional learning models . The study was a quasi-experimental research disign with posttest only control group disaign. Its population is the fifth grade students of SDN Force Lt. Col. Wisnu Denpasar District of North totaled 136 students at SDN 1 Peguyangan samples that were 30 students as a class experiment and SDN 3 Peguyangan totaling 35 students as classroom control. Collecting data in this study done by the test . The tests used compiled by researchers and validated prior to first use include content validity , the power difference , difficulty index and reriabellitas. The data obtained from the administration of the test was analyzed using a t test with different sample sizes. Before the test first tested the prerequisites which include tests of normality and homogeneity. The results show there are significant implementation NHT type learning model against the results of fifth grade students learn science cluster elementary schools Lt. Col. Wisnu Peguyangan North Denpasar. It is seen from the difference in the average value of the experimental group were higher than the average value of the control group . While hypothesis testing is done with the t test , where t htumg = 2:12 = 2:00 while the t table. Because ¬ t > t table then Ha is accepted, it means that there are significant implementation of cooperative learning model NHT on science learning outcomes of primary school students of class V Force Lt. Col. Wisnu Peguyangan North Denpasar.keyword : NHT models of cooperative learning, learning outcomes Sains
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA TEMA TEMPAT TINGGALKU SISWA KELAS IV DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU DI SD NEGERI GUGUS UNTUNG SURAPATI ., Ni Luh Eka Sawitri; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajinatif), siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan konkret (faktual), dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik yang konvensional pada tema Tempat Tinggalku kelas IV SD Negeri Gugus Untung Surapati. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri di Gugus Untung Surapati Denpasar Timur. Sampel ditentukan melalui teknik random sampling dengan mengundi kelas-kelas yang setara, sehingga diperoleh sampel SDN 9 Sumerta, SDN 4 Sumerta, dan SDN 6 Sumerta. Data hasil belajar pengetahuan IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda biasa, kemudian dianalisis dengan anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan abstrak (imajinatif), siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan konkret (faktual), dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik yang konvensional. Dilihat dari nilai rata-rata kelompok eksperimen 2 lebih tinggi daripada kelompok eksperimen 1 maupun kelompok kontrol (72,30 > 60,60 > 58,32). Berdasarkan hasil analisis diperoleh Fhitung > Ftabel (7,93 > 3,08) dengan dbpembilang = 2, dan dbpenyebut = 110 pada taraf signifikansi 5%, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar pengetahuan IPA tema Tempat Tinggalku siswa kelas IV ditinjau dari karakteristik pertanyaan guru di SD Negeri Gugus Untung Surapati.Kata Kunci : pendekatan saintifik, pertanyaan abstrak (imajinatif), pertanyaan konkret (faktual), hasil belajar pengetahuan IPA This research purpose is to determine significant differences in science learning outcomes between the student’s who learned through scientific approach by using abstract (imaginative) questions, the student’s who learned through scientific approach by using concrete (factual) questions, and the student’s who learned through conventional scientific approach in the fourth grade of SD Negeri Gugus Untung Surapati. This research was a quasi-experimental design with non-equivalent control group design. The population of this research was the fourth grade students of SD Negeri Gugus Untung Surapati East Denpasar. The samples were determined by random sampling technique with randomize the equivalent classes in order to obtain samples SDN 9 Sumerta, SDN 4 Sumerta, and SDN 6 Sumerta. The data about science learning outcomes were collected by using a regular multiple choice objective test, then analyzed by one way anova. The results showed that there were significant differences in science learning outcomes between the student’s who learned through scientific approach by using abstract (imaginative) questions, the student’s who learned through scientific approach using concrete (factual) questions, and the students who learned through conventional scientific approach. Judging from the average value of experimental group 2 higher than the first experimental group or the control group (72.30 > 60.60 > 58.32). Based on the analysis results obtained Fcount > Ftable (7,93 > 3,08) with dbnumerator = 2 and dbdenomirator = 110 at significance level of 5% so that H0 is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that there are effect of scientific approach towards science learning outcomes theme “Tempat Tinggalku” of fourth grade student in terms of the characteristics of teacher questions at SD Negeri Gugus Untung Surapati.keyword : scientific approach, abstract (imaginative) questions, concrete (factual) question, science learning outcomes
Pengaruh Pendekatan Kontekstual Berbantuan Media Konkret Terhadap Hasil Belajar Matematika dengan Kovariabel Kemampuan Numerik pada Siswa Kelas IV ., I Gede Agus Ari Andika; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan kontekstual berbantuan media konkret terhadap hasil belajar matematika dengan pengendalian kemampuan numerik. Penelitian ini menggunakan rancangan Singel Factor Independent Group Design With Use of Covariate. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV sekolah dasar Gugus V Mandala Giri Kecamatan Kubutambahan tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah sampel sebanyak 47 orang siswa. Data hasil belajar matematika dikumpulkan dengan tes hasil belajar matematika dan data kemampuan numerik dikumpulkan dengan tes kemampuan numerik dengan bentuk soal berupa pilihan ganda. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan statistik deskriptif, Uji-t, dan ANACOVA satu jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional, (2) terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan kontekstual berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan konvensional setelah pengaruh kovariabel numerik dikendalikan, dan (3) terdapat kontribusi kemampuan numerik terhadap hasil belajar matematika dengan kontribusi sebesar 31,30%.Kata Kunci : hasil belajar matematika, kemampuan numerik, pendekatan kontekstual This study was aimed at investigating the effect of concrete media-assisted contextual approach to mathematics learning outcomes with numerical control competence. This study used the design of Single Group Independent Group Design With Use of Covariate. The population in this research is the fourth graders of Grade V Mandala Giri Kubutambahan districts in 2016/2017 with sample of 47 students. Mathematics learning result data was collected by mathematics learning test and numerical competence data was collected by numerical ability test with question form of multiple choice. Data analysis used in this research is with descriptive statistic, Test-t, and ANACOVA one way. The result of the research shows that (1) there are differences in mathematics learning outcomes between students learning under the contextual approach with concrete media and students learning under the conventional learning approach, (2) there is difference of mathematics learning result between students learning under the media-assisted contextual learning approach with concrete media and students learning under the conventional learning approach after numerical covariable influence is controlled, and (3) there is a contribution of numerical competence to mathematics learning result with contribution of 31,30%.keyword : mathematics learning result, numerical competence, contextual approach
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM (QUANTUM LEARNING) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS PELIATAN Md. Putra, Cok Istri Agung Wijayanti, I Wyn.Rinda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1195

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran Konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain “Nonequivalent control group design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus Peliatan. Penentuan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Populasi yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 146 siswa dan sampel penelitian yang digunakan adalah 68 orang. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar kemudian data dianalisis dengan teknik t-test. Nilai rata-rata hasil belajar IPA pada kelas eksperimen 84,71 dan kelompok kontrol 81,32. Demikian pula hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kuantum dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hasil analisis diperoleh nilai (thitung = 4,29 > ttabel = 2.00).  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Kuantum berpengeruh terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V SD Gugus Peliatan Tahun Ajaran 2012/2013. Kata-kata kunci : Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Learning), hasil belajar IPA.
PENGARUH PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MEDIA ANIMASI KOMPUTER TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SD GUGUS I TAMPAKSIRING ., I Putu Yuasa; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang mengikuti pembelajaran melalui pendekatan contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media animasi komputer dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus I Tampaksiring Tahun ajaran 2013/2014. Penggunakan pendekatan Eksperimen dengan rancangan “Nonequivalent Control Group Design” yang dilaksanakan dalam 6 kali pertemuan dan 1 kali Post test.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SD kelas V SD Gugus I Tampaksiring, Tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 206 siswa. Sampel ditentukan dengan teknik Rendom Sampling yang terpilih SD N 4 Manukaya Tampaksiring berjumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen dan SD N 6 Manukaya Tampaksiring berjumlah 30 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data menggunakan tes yaitu test hasil belajar, Kemudian data dianalisis dengan teknik t-test. Hasil analisis menunjukan thitung = 3,956 dan ttabel = 2,000 untuk dk = 58 dengan taraf signifikansi 5%. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (3,956 > 2,000 ) maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran melalui pendekatan contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media animasi komputer dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Nilai rata-rata post test hasil belajar IPA kelompok eksperimen adalah 80,10 sedangkan nilai rata-rata post test hasil belajar IPA kelompok kontrol adalah 70,65 dengan demikian nilai rata-rata post test hasil belajar IPA kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata post test hasil belajar IPA kelompok kontrol. Ini berarti terdapat pengaruh pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan media animasi komputer.Kata Kunci : Contextual Teaching and Learning, Animasi Komputer, Hasil Belajar IPA This study aims to determine the differences in learning outcomes between the significant science students who take the contextual approach to learning through Teaching and Learning ( CTL ) computer -aided animation media with students who take conventional teaching fifth grade elementary school student groups I Tampaksiring academic year 2013/2014 . For those reasons, the design of experiments approach " Nonequivalent Control Group Design " held in 6 meetings and 1 Post test.Population in this study were all students of class V SD SD Cluster I Tampaksiring , school year 2013/2014 , amounting to 206 students . Sample is determined by the chosen sampling technique Random SD N 4 Manukaya Tampaksiring were 30 students as a class experiment and SD N 6 Manukaya Tampaksiring class numbered 30 students as the control . Collecting data using tests that test learning outcomes , then the data were analyzed by t - test technique . The results of the analysis showed t table t count = 3.956 and = 2.000 for df = 58 with a significance level of 5 % . Based on the testing criteria of t > t table ( 3.956 > 2.000 ) then Ho is rejected and Ha accepted , so these results we can conclude that there are differences in science learning outcomes significantly between students who take the contextual approach to learning through Teaching and Learning ( CTL ) computer -aided animation media with students who take conventional learning . The average value of post-test results of the experimental group learned science is 80.10 while the average value of post-test results of the control group learned science is 70.65 thus the average value of post-test results of the experimental group learned science higher than the average value The average post-test results of the control group learned science . This approach means that there are significant Contextual Teaching and Learning ( CTL ) computer -aided animation media .keyword : Contextual Teaching and Learning , Animasion computer , learning result of IPA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN IPS ., Desak Ketut Ayu Juniantari SN; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7168

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran jigsaw berbasis pendekatan saintifik dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada kelas IV SD Negeri Gugus I Gusti Ketut Jelantik Tahun Ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Gugus I Gusti Ketut Jelantik Tahun Ajaran 2015/2016. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah penguasaan kompetensi pengetahuan IPS dan dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yang diperoleh kelompok eksperimen, yaitu X ̅=77,83 dan rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPS yang diperoleh kelompok kontrol, yaitu X ̅=74,34. Setelah diuji dengan uji-t , didapat thitung=1,702 dan pada taraf signifikansi 5% (α =0,05) dengan dk=36+38–2 diperoleh ttabel(α=0,05)=1,671. Berdasarkan kriteria pengujian thitung =1,702 > ttabel(α=0,05) =1,671, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran jigsaw berbasis pendekatan saintifik dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri Gugus I Gusti Ketut Jelantik tahun ajaran 2015/2016. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran jigsaw berbasis pendekatan saintifik terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan IPS pada siswa kelas IV SD Negeri Gugus I Gusti Ketut Jelantik tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : model pembelajaran jigsaw, pendekatan saintifik, penguasaan kompetensi pengetahuan IPS This research aimed to determine the significant differences result of social learning between students who learned through jigsaw learning model with scientific approach basis and the students who learned through conventional learning model with scientific approach basis in the fourth grade of SD Negeri Gugus I Gusti Ketut Jelantik in 2015/2016 year of study. This research was quasy exsperiment which used non-equivalent control group design. The population of this research was all students of fourth grade in SD Negeri Gugus I Gusti Ketutu Jelantik in 2015/2016 year of study. The samples were taken by a random sampling technique. The data that were collected was the result of social learning knowledge that gotten from study result in multiple choices test. Later on, the data were analyzed by t-test. The result shows that social knowledge learning of experiment group in average scales is 77,83 and the social knowlegde learning of control group in average scales is 74,34. After being tested by t-test, it is obtain that thitung in amount of 1,702 and in 5% of significant standard is obtained that ttabel = 1,671. According to the test criterion of thitung < ttabel (1,702 > 1,671), then Ho have not accept and Ha have be accept. Therefore, there is significant result difference in social knowledge learning through jigsaw learning model with scientific approach basis to students who learn through conventional learning model with scientific approach basis of fourth grade students in SD Negeri Gugus I Gusti Ketut Jelantik in 2015/2016 year of study. The conclusion that might be drawn in this research is, there is influence of jigsaw learning model with scientific approach basis against the result of social knowledge learning of fourth grade students in SD Negeri Gugus I Gusti Ketut Jelantik in 2015/2016 year of study.keyword : jigsaw learning model, scientific approach, social knowledge learning results
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK TALK WRITE TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Putu Tanya Aryani; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini eksperimental yaitu quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan menggunakan rancangan kelompok non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas IV SD Negeri Gugus I Gusti Ngurah Jelantik tahun ajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data kompetensi pengetahuan IPA dan dianalisis dengan uji-t. Setelah dianalisis dengan uji-t, diperoleh thitung = 3,333 dan pada taraf signifikansi 5% (α = 0,05) dengan dk = 72 diperoleh ttabel = 2,000. Berdasarkan kriteria pengujian, thitung = 3,333 > ttabel (α = 0,05,72) = 2,000. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang sigifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran Think Talk Write (TTW) dan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik tahun ajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok eksperimen Me = 0,41 > Me = 0,26 rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok kontrol. Dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran Think Talk Write (TTW) terhadap kompetensi pengetahuan IPA pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran Think Talk Write, kompetensi pengetahuan IPA The aim of this research is to determine significant diferences knowledge competence of natural science the student group that studied through Think Talk Write (TTW) learning model and the student group that studied through conventional learning model for students in the 4th grade of elementary school at SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik in 2016/2017 year of study. The type of this research experimental, in this case is quasi eksperiment that use non-equivalent group design. The population of this research all of the students in the 4th grade of elementary school at SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik in 2016/2017 year of study. The sample of this research is taken by random sampling technic. The collected data is natural science knowledge competence and analyzed with t-test. After being tested by t-test, it is obtain that thitung = 3,333 in 5% ( =0,05) of significant standard with dk = 72 and ttabel (α = 0,05,72) = 2,000. According to the test criterion thitung = 3,333 > ttabel (α = 0,05) = 2,000. Therefore, there are significant differences of natural science knowledge competence between the student group that studied by Think Talk Write (TTW) learning model and the student group that studied through conventional learning for students in the 4th grade of elementary school at SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik in 2016/2017 year of study.The result showed an average gain score of natural science knowledge competence obtained by experiment group Me = 0,41 > Me = 0,26 an average gain score of natural science knowledge competence by control group. So, it can be conclude there was the influence of Think Talk Write (TTW) learning model to natural science knowledge competence for students in the 4th grade of elementary school at SD Gugus I Gusti Ngurah Jelantik in 2016/2017 year of study.keyword : Think Talk Write learning model, natural science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SEKOLAH DASAR KELAS IV DI DESA PEGAYAMAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Kamaliah; ., Drs. Ketut Pudjawan,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Jampel,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Koperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di Desa Pegayaman Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment). rancangan penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SD/MI kelas IV Desa Pegayaman Kecamatan Sukusada Kabupaten Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 sebanyak 4 kelas dengan jumlah 114 siswa. Pengambilan sampel dalam penelitian inimenggunakan tekhnik Simple random sampling dengan mendapatkan MI Miftahul Ulum Pegayaman sebagai kelas eksperimen dan SD No 3 Pegayaman sebagai kelas kontrol. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar matematika di kelas eksperimen dan di kelas kontrol. Data tentang hasil belajar matematika dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) dengan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung = 2,626> ttabel = 2,002). Ini berartimodel pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas IV Sekolah Dasar Nomor 3 di Desa Pegayaman.Kata Kunci : Model Pembelajaran Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD) , Karakter, Hasil Belajar. This Research aim to know difference result of learning mathematics between learnt student group by using model study of Koperatif Tipe Student Team Achievement Divisions ( STAD) with learnt student group with conventional study at class student of IV in Pegayaman Village of Sukasada Sub-Province of Buleleng school year 2013 / 2014. This research is research of sham experiment ( experiment quasi) research device the used is post-test only control group design. Population in this research is class student of IV SD / MI Pegayaman Village Of Sukusada Sub-Province of Buleleng school year 2013 / 2014 counted 4 class with amount 114 student. In take of sampel in this research use Simple sampling random tekhnik by getting MI Miptahul Ulum Pegayaman as experiment class and of SD No 3 Pegayaman as control class. Data the collected is result of learning mathematics in experiment class and in control class. Data about result of learning mathematics to be collected with using test method. Data analysed with test t. Result of research indicate that there are difference which is signifikan result of learning learnt student mathematics by using model study of Koperatif Tife Students Teams Achievement Divisions ( STAD) with learnt student by using conventional study ( thitung = 2,626 > ttabel = 2,002). This means model study of Kooperatif Tipe Student Team Achievemet Divisions ( STAD) have an effect on signifikan to result learn mathematics at class student of IV Elementary School Number 3 in Pegayaman Village.keyword : Model Study Of Type of Student Team Achievement Divisions ( STAD) , Character, Result of Learning

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue