cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Pengaruh Model Role Playing Berbasis Permainan Tradisional Bali Terhadap Keterampilan Berbicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas III ., Kadek Yuda Wibawa; ., Dr. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan berbicara antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Role Playing berbasis permainan tradisional Bali dengan pembelajaran konvensional pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen (eksperimen semu), dengan rancangan penelitian menggunakan desain penelitian eksperimen “posttest only with equivalent control group design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Buleleng, dengan SD Negeri 3 Penarukan sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 38 siswa dan SD negeri 4 Penarukan sebagai kelas kontrol yang berjumlah 33 siswa. Objek penelitian ini adalah keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode non tes (observasi). Data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial. Berdasarkan hasil analisis pada uji hipotesis diperoleh thitung=6,68 dan ttabel=1,66 pada taraf signifikansi 5% dan dk=69, dengan membandingkan hasil thitung dengan ttabel dapat disimpulkan bahwa thitung>ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil analisis pada uji hipotesis maka penelitian menujukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia antara siswa yang mengikuti pembelajaran Role Playing berbasis permainan tradisional Bali dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas III SD di Gugus II Kecamatan Buleleng.Kata Kunci : Bahasa Indonesia, permainan tradisional Bali, role playing The purpose of research is to know the difference between the speaking skills of students who take the role playing Learning Model with balinese traditional games bases compared with the conventional learning on Indonesian subject on the 3rd grade of elementary school students in Gugus II Buleleng distric school years 2015/2016. Type of the research is quasi research experiment (quasi-experiment), the research plan with “posttest only with equivalent control group design”. The subject of the research is 3rd grade of elementary school students in Gugus II Buleleng distric, with the Penarukan elementary school no 3 as experiment class as 38 many student and Penarukan elemntary school no 4 as control class as 33 many student. The object of the research is speaking skills with the conventional learning on Indonesia. Data as collected with tecnique by the non-test method (observation). Analys of data as analys tecnique statistic descriptive and inferential. Base the result of analys on hypothesis test obtainable is tcalculate=6,68 and ttable=1,66 by the extent from 5% significance and dk=69, with result oppuse tcalculate with ttable can concluted that tconclute>ttable, so H0 rejected dan Ha accept. Base the result of analys on hypothesis test that the research be found deffrent as significant speaking skills with the conventional learning on Indonesia students who take the role playing Learning Model with balinese traditional games and student who take conventional of student on the 3rd grade of elementary school students in Gugus II Buleleng distric.keyword : balinese traditional games, learning on Indonesian, role playing
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPRATIF TEKNIK MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS V SEMESTER II DI GUGUS V DESA BAN ., I Gede Rudiksa Wiradnyana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1930

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka dianjurkan untuk mengunakan model pembelajaran model pembelajaran kooperatif Teknik Make A MatchPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional Pada Siswa Kelas V Semester II SD di Gugus V Desa Ban Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2012/2013 Penelitian ini tergolong eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain control group pri-test post-test desain. Populasi penelitian adalah semua SD yang ada di Gugus V Ban Kecamatan Kubu khusunya siswa kelas V yang berjumlah 184 orang, sedangkan sampel penelitian adalah SDN 3 Ban dan SDN 4 Ban sebanyak 46 orang yang diambil secara random. Data tentang hasil belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model konvensional pada mata pelajaran IPS siswa kelas V pada semester II tahun pelajaran 2012/2013 SD di Gugus V Ban Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Hal ini ditunjukkan oleh thitung 22,40 > ttabel 2,021. Skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match yaitu 20,77 yang berada pada kategori tinggi dan siswa yang belajar menggunakan model konvensional yaitu 15,83 yang berada pada kategori sedang. Hal itu berarti model pembelajaran kooperatif Teknik Make A Match menunjukan hasil belajar yang lebih baik daripada model konvensional. Kata Kunci : model pembelajaran, teknik make a match, hasil belajar The major problem is the low score of social study.To solve that problem,cooperative learning make a match technique should be implemented.This study aims to determine the differences in IPS learning outcomes between students who thought using cooperative learning with Make A Match technique and students who thought by using conventional learning models on the fifth grade Students of second Semester in fifth Cluster in Ban village, Kubu district and Karangasem regency in the Academic Year 2012/2013. This research was classified as a quasi-experimental study ( quasi- experimental ) and design with control group pre - test and post-test design . The population of this study was all elementary schools in fifth Cluster Ban Kubu district especially the fifth grade students who totaled 184 students, while the samples of this study were SDN 3 Ban and SDN 4 Ban and it consisted of 46 students taken randomly. The Data was collected by using test. The data obtained were analyzed by using descriptive analysis and t-test. The result of the study showed that there were significant differences in learning outcomes between groups of students who were taught using cooperative learning with Make A Match technique with groups of students who were taught using the conventional model in social studies on the fifth grade students in second semester in the academic year 2012/2013 SD in fifth cluster at Ban Kubu district, Karangasem regency. This was showed by 22.40 t > t table 2.021. The average score obtained by the students who taught by using cooperative learning model with Make A Match technique was 20.77 which was categorized as the high level and the students who taught by using the conventional model was 15.83 which was categorized as the medium level. This means cooperative learning model with Make A Match technique showed better learning outcomes than conventional models.keyword : learning models, make a match technique, the results of study
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERNUANSA KEARIFAN LOKAL TRI HITA KARANA BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD ., Anak Agung Gede Teja Semara Putra; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dra. Siti Zulaikha, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita Karana dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring Gianyar Pahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan rancangan penelitian yang digunakan Non Equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Penentuan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan dengan cara undian dan dari hasil pengundian diapatkan SDN 3 Pejeng Kawan sebagai kelompok eksperimen dan SDN 2 Pejeng sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar IPS dengan menggunakan metode tes jenis objektif pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analaisis uji-t didapat thitung = 3.58 dan ttabel pada taraf signifikansi 5% = 1.67. Berdasarkan kriteria pengujian thitung > ttabel (3.58>1.67) maka Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang belajar melalui model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita Karana dengan siswa yang belajar melalui pembelajaran konvensional. Rata-rata hasil belajar IPS yang diperoleh antara siswa kelompok eksperimen lebih tinggi dibandingkan siswa kelompok kontrol (79.08>71.41). Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran inkuiri terbimbing bernuansa kearifan lokal Tri Hita karana berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring.Kata Kunci : pembelajaran inkuiri, kearifan lokal, hasil belajar This study aims to determine the differences of social science learning outcomes between students who learn by guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius with students who learn by the conventional learning at fifth grade elementary school students at SD Gugus V Tampaksiring Gianyar in 2013/2014 academic year. This research was a quasi-experimental study with the research design used Non-Equivalent Control Group Design. The population in this research were all students of fifth grade elementary school at SD Gugus V Tampaksiring Gianyar in 2013/2014 academic year. Samples were taken by random sampling technique. The experiment group and control group selection was chosen by drawing and the result was SDN 3 Pejeng as experiment group and SDN 2 Pejeng as control group. The collected data was the learning result of social studies which was collected by test method with regular multiple choice. Data which had been collected was analyzed by descriptive statistical analysis and interferential statistical used t-test. Based on the t-test results obtained tcount = 3.58 and ttable at the 5% significance level = 1.67. Based on the testing criteria that tcount > ttable (3.58 > 1.67) then H0 is rejected and Ha accepted. So, could be interpretative that there was significant differences of social science learning outcomes between students who learn by guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius with students who learn by the conventional learning. The average value of social studies outcomes of experiment group students was higher than the control group students (79.08 > 71.41). It can be concluded that the guided inquiry learning model based Tri Hita Karana local genius was significant determinated to social studies outcomes of fifth grade elementary school students at SD Gugus V Tampaksiring.keyword : inquiry learning, local genius, learning outcomes
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBANTUAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA KELAS III ., Ni Luh Wika Sukmawati; ., I Kadek Suartama, M.Pd.; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan membaca siswa setelah diterapkan model kooperatif tipe jigsaw berbantuan media gambar pada siswa kelas III di SD N 3 Tukadmungga tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas III semester genap SD N 3 Tukadmungga tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 20 orang dan objek penelitian ini yaitu keterampilan membaca. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil keterampilan membaca pada siklus I sebesar 60% (kategori rendah) dan keterampilan membaca pada siklus II sebesar 80% (kategori tinggi). Terjadi peningkatan keterampilan membaca sebesar 20%. Ini berarti penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw berbantuan media gambar dapat meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas III di SD N 3 Tukadmungga tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, media gambar, keterampilan membaca This study aims to determine students' reading skills improvement after application of pictures cooperative jigsaw pictures in third-grade students in SD N 3 Tukadmungga the school year 2015/2016. This research is a classroom action research subjects second semester of third grade students of SD N 3 Tukadmungga the school year 2015/2016 of 20 people and the object of research is the skill of reading. This study was conducted in two cycles and each cycle consisted of three meetings. Data collection methods used in this research is the method of observation. The collected data was analyzed by quantitative descriptive analysis. The results showed that the results of the reading skills at the first cycle of 60% (low category) and reading skills at the second cycle by 80% (high category). An increase their reading skills by 20%. This means that the implementation of cooperative learning model jigsaw aided drawing pictures can improve students' reading skills of third grade in elementary school N 3 Tukadmungga the school year 2015/2016.keyword : cooperative jigsaw, pictures, reading skills
PENGARUH PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIC EDUCATION (RME) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA PEMARON I Nym Arcana, Lh Pt Ary Partini, A. A. Gede Agung,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.687

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol yang mengikuti model pembelajaran konvensionl, (2) deskripsi hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen yang mengikuti pembelajaran pendekatan realistic mathematic education (RME), (3) perbedaan hasil belajar matematika siswa antara kelompok siswa yang mengikuti pendekatan realistic mathematic education (RME) dengan kelompok siswa yang melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Desa Pemaron Kecamatan Buleleng, tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 70 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No.1 Pemaron yang berjumlah 38 orang dan siswa kelas V SD No. 2 Pemaron yang berjumlah 32 orang. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) hasil belajar matematika siswa kelompok kontrol tergolong sedang, (2) hasil belajar matematika siswa kelompok eksperimen tergolong tinggi, (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas V semester II di Desa Pemaron yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pendekatan realistic mathematic education (RME) dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional.   Kata kunci: Pendekatan RME, hasil belajar dan matematika.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF MAKE A MATCH BERBANTUAN MEDIA BENDA ASLI TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SEMESTER GANJIL DI SD NEGERI PEMARON, KECAMATAN BULELENG TAHUN AJARAN 2014/2015 ., Putu Mas Suatnaya; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran model kooperatif make A match dan media benda asli dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV semester ganjil SD Negeri Pemaron Kecamatan Buleleng Rancangan penelitian ini adalah Quasi Eksperimen, dengan desain post-test only control group design, dan sampel sebanyak 46 orang yang diambil secara undian. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda satu jawaban benar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional dengan mean (M) = 13,16 termasuk dalam kategori sedang, (2) hasil belajar Matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif make A match dan media benda asli dengan mean (M) = 21,63 termasuk dalam kategori tinggi, (3) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model model kooperatif make A match dan media benda asli dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Negeri Pemaron, Kecamatan Buleleng. Perbedaan tersebut dilihat dari skor hasil belajar Matematika siswa diperoleh hasil thitung sebesar 32,13, sedangkan, ttabel dengan db = 44 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,021. Hasil perhitungan tersebut menunjukkan bahwa thitung lebih besar dari ttabel (32,13 > 2,021). Adanya perbedaan yang signifikan menunjukkan bahwa model model kooperatif make A match dan media benda asli berpengaruh positif tehadap hasil belajar IPA siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : make a match, media benda asli, model pembelajaran konvensional, hasil belajar siswa The purpose of this study is to know the significant differences of students’ achievement in mathematic subject between students that study using cooperative make a match combine with authentic learning media with students that follow conventional learning for class IV student in SD NegeriPemaronKecamatanBuleleng. This study is using QuasiExperiment, using post-test only control group design, and the sample is 46 students that picked using lottery. Data of students’ achievement collected using multiple choice test with only one correct answer. Data analyzed using descriptive statistical analysis and inferential statistical T-test. The result of study show that (1) the students’ learning achievement using conventional learning with mean (M) = 13, 16 belong to average category, (2) learning achievement using cooperative make a match combine with authentic learning media with mean (M) = 21,63 belong to high category, (3) there is significant differences to the learning achievement between group of student that using cooperative make a match combine with authentic media and group of students that using conventional learning for IV grade student in SD NegeriPemaron, KecamatanBuleleng. The differences can be seen from the score of the student found tscore= 32, 13, while, ttabelwith db = 44 in significant degree 5% is 2,021. The result showed that tscoreis more than ttabel(32,13> 2,021). The found of significant difference show that cooperative make A match combine with authentic media positively affect the students achievement in IPA subject compared with conventional learning model.keyword : make A match, authentic material, conventional learning model, students’ achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC BERBASIS JOLLY PHONICS TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA DAN MENULIS SISWA KELAS II SD GUGUS II KECAMATAN SUKAWATI I Wyn. Widiana, Cokorda Istri Kartika, Tjok Rai P.,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1397

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan membaca dan menulis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbasis Jolly Phonics dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas II di gugus II Kecamatan Sukawati. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperiment. Populasi penelitian yaitu siswa kelas II SD di Gugus II Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar berjumlah 132 orang. Sampel penelitian yaitu siswa kelas II SD N 1 Kemenuh dan SD N 3 Kemenuh berjumlah 66 orang. Data Kemampuan Membaca dan Menulis dikumpulkan dengan metode berbentuk tes uraian. Hasil tes yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca dan menulis diperoleh (1) hasil post-test kelompok kontrol cenderung sedang dengan Mo<Md<M  (46,64<47,5<48,09), (2) data hasil post-test kelompok eksperimen cenderung sangat tinggi dengan Mo>Md>M (93,07>92>91,11), (3) thitung adalah 34,79 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) adalah 1,98. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan membaca dan menulis antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CIRC berbasis Jolly Phonics dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas II.   Kata kunci : Model Pembelajaran CIRC, Jolly Phonics, Kemampuan Membaca dan Menulis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TPS BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., Ni Luh Made Rai Tarini; ., Dr. I Ketut Gading,M.Psi; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7460

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, (2) menganalisis perbedaan interaksi antara model pembelajaran TPS berbantuan media konkret dan intelegensi siswa terhadap pestasi belajar IPA, (3) menganalisis perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi tinggi, (4) menganalisis perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi rendah. Penelitian ini tergolong quasi experimental research dengan rancangan penelitian non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Gugus 5 Puhu, Kecamatan Payangan, kabupaten Gianyar tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 95 orang. Sampel dipilih dengan teknik random sampling.Instrumen penelitian adalah tes intelegensi (SPM) dan tes prestasi belajar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, dan ANAVA AB. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Fhitung = 11,45) dengan (Ftabel = 4,25), (2) terdapat interaksi antara model TPS berbantuan media konkret dan intelegensi terhadap prestasi belajar IPA (Fhitung = 41,56) dengan (Ftabel = 4,15), (3) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi tinggi (thitung = 7,48) dengan ttabel (2,048), (4) terdapat perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan intelegensi rendah (thitung = 2,31) dengan (ttabel 2,048)Kata Kunci : Model TPS, media konkret, intelegensi, prestasi belajar IPA This research aims to (1) know the differences in learning achievement in science between the experimental group and the control group, (2) know the differences in the interaction between the learning model TPS-aided media concrete and students intelligence in science learning achievement, (3) to know the differences in science leaning achievement between groups experimental and control groups with high intelligence, (4) know the differences in science learning achievement between the experimental group and the control group with low intelligence. This research is classified as quasi-experimental research design research with post-test only control group design. The study population was the fourth grade students of SDN Cluster 5 Puhu, District Payangan, Gianyar regency 2015/2016 school year totaling 95 people. The sample was selected by random technique sampling.Instrument research is intelligence test (SPM) and science learning achievement test. The data were analyzed using descriptive statistics and ANAVA AB. The results showed (1) there are differences in learning achievement IPA between the experimental group and the control group (F test = 25,50) with (FTabel = 4,25), (2) there is interaction between the model TPS-aided concrete media and intelligence to the student achievement IPA (Fhitung = 4,57) with (Ftabel = 4,15), (3) there are differences in learning achievement between the experimental group and the control group with high intelligence (t = 5,14) with a table (2,048), (4) there is a difference learning achievement between the experimental group and the control group with low intelligence (t = 2,088) with (ttable 2,048). So, the learning model Think Pair Share (TPS) aided concrete media influence on science learning achievement at the fourth grade students in elementary N Cluster 5 Puhu District of PayanganGianyar regency in the academic year 2015/2016.keyword : model TPS, concrete media, intelligence, academic achievement IPA
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTUAN MEDIA MICROSOFT POWERPOINT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER 1 SD NEGERI 6 MENANGA ., I Wayan Sukarsa; ., Prof. Dr. Nyoman Dantes; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA siswa kelas IV semester 1 SD Negeri 6 Menanga tahun pelajaran 2013/2014 melalui penerapan model pembelajaran kuantum berbantuan media microsoft powerpoint. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yakni: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV semester 1 SD Negeri 6 Menanga, tahun pelajaran 2013/2014. Data aktivitas belajar siswa dikumpulkan menggunakan instrumen lembar pengamatan, sedangkan hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes/butir soal. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I secara klasikal persentase rata-rata aktivitas belajarnya mencapai 61,40% dengan kategori cukup aktif. Pada siklus II persentase rata-rata aktivitas belajar mengalami peningkatan sebesar 17,20% hingga mencapai 78,60%. Persentase rata-rata hasil belajar IPA siswa pada siklus I secara klasikal sebesar 67,28% dengan kategori cukup baik. Pada siklus II persentase rata-rata hasil belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 9,36%. hingga mencapai 76,64% dengan kategori baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kuantum berbantuan media microsoft powerpoint dalam pembelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 6 Menanga dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.Kata Kunci : kuantum, aktivitas siswa, hasil belajar This study aims to improve the activity and the results of the fourth grade students learn science first semester of SD Negeri 6 Menanga academic year 2013/2014 through the application of quantum -assisted learning model media microsoft powerpoint . This study is a classroom action research was conducted in two cycles . Each cycle consists of four stages , namely : planning , action, observation / evaluation and reflection . The subjects were students of class IV Semester 1 SD Negeri 6 Menanga, school year 2013/2014 . Data collected students' learning activities using instruments observation sheet , while the science learning outcomes were collected using a test / grain problem . The data were analyzed using quantitative descriptive analysis . The results showed that in the first cycle in the classical average percentage reached 61.40 % learning activity with quite active category . In the second cycle the average percentage of learning activities has increased by 17.20 % to 78.60 % . The average percentage of science learning outcomes of students in the first cycle in the classical category of 67.28 % with good enough . In the second cycle the average percentage of students in the classical learning outcomes increased by 9.36 % . up to 76.64 % in both categories . So it can be concluded that by applying quantum -assisted learning model media microsoft powerpoint in learning science in the fourth grade of SD Negeri 6 Menanga 6 can increase the activity and student learning outcomeskeyword : quantum , student activities , learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPA TEMA TEMPAT TINGGALKU PADA SISWA KELAS IV DITINJAU DARI JENIS PERTANYAAN GURU DI SD GUGUS I GUSTI NGURAH RAI KECAMATAN DENPASAR TIMUR ., Ni Wayan Putri Yuliana; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan Saintifik menggunakan pertanyaan terbuka, siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan Saintifik menggunakan pertanyaan tertutup dan siswa yang dibelajarkan dengan pendekatan Saintifik yang konvensional tema Tempat Tinggalku pada siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Timur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasy experiment) dengan desain yang digunakan adalah “Non Equivalent Control Group Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus I Gusti Ngurah Rai kecamatan Denpasar Timur. Sampel ditentukan melalui teknik random sampling dengan mengundi kelas-kelas yang setara, sehingga diperoleh sampel SDN 3 Penatih, SDN 6 Penatih dan SDN 5 Penatih (IVA). Hasil belajar pengetahuan IPA dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian yang kemudian dianalisis dengan Anava Satu Jalur (One Way-Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan. Berdasarkan Anava satu jalur diperoleh Fhitung = 6.806 dan Ftabel pada taraf signifikansi 5% =3.09. Sehingga Fhitung>Ftabel (6.806>3.09) artinya H0 ditolak dan Ha diterima. Dilihat dari nilai rata-rata, hasil belajar pengetahuan IPA yang diperoleh menggunakan pertanyaan terbuka lebih tinggi dari hasil belajar pengetahuan IPA yang diperoleh menggunakan pertanyaan tertutup maupun yang konvensional, dan hasil belajar pengetahuan IPA yang diperoleh menggunakan pertanyaan tertutup lebih rendah daripada yang konvensional (77.16 > 70 < 70.45). Dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan Saintifik ditinjau dari Jenis pertanyaan guru berpengaruh terhadap hasil belajar pengetahuan IPA tema Tempat Tinggalku pada siswa kelas IV di SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Kecamatan Denpasar Timur. Kata Kunci : pendekatan Saintifik, pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup, hasil belajar pengetahuan IPA This research purpose were to know the significant difference of science learning outcomes between the student’s who learned through scientific approach by using open-ended questions with the student’s who learned through scientific approach by using closed questions, and the students who learned through conventional scientific approach on the theme of “Tempat Tinggalku” in the fourth grade at SD Gugus I Gusti Ngurah Rai East Denpasar. This research was a quasi-experimental design with non-equivalent control group design. The population of this research was all of fourth grade students at SD Gugus I Gusti Ngurah Rai East Denpasar. The sample was determined by random sampling technique with randomizes the equivalent classes in order to obtain samples SDN 3 Penatih, SDN 6 Penatih, and SDN 5 Penatih (IVA). The data about science learning outcomes were collected by using essay test, then analyzed by one way anova. The results showed that there are significant differences. Obtained by one way anova Fcount = 6.806 and Ftable at a significance level of 5% =3.09. So that Fcount > Ftable (6.806>3.09) this means H0 was rejected and Ha was accepted. Seen from the mean science learning outcomes obtained by using open-ended questions higher than science learning outcomes obtained by using closed questions and conventional, then science learning outcomes obtained by using closed questions lower than conventional (77.16 > 70 < 70.45). So it can be concluded that the application of the scientific approach in terms of the types of teacher questions affected the science learning outcomes theme of “Tempat Tinggalku” in the fourth grade students at SD Gugus I Gusti Ngurah Rai East Denpasar. keyword : scientific approach, open-ended questions, closed questions, science knowledge’s learning outcomes.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue