cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS IV KECAMATAN SAWAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., I Gusti Ayu Nyoman Prawidayanti; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa kelas V yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Course Review horay dan kelompok siswa yang dibelelajarkan dengan model pembelajaran konvensional di SD Gugus IV Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas V di Gugus IV Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng yang berjumlah 174 siswa. Sebanyak 44 orang siswa dipilih sebagai sampel yang ditentukan dengan random sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 8 Bungkulan yang berjumlah 22 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan SD Negeri 6 Bungkulan yang berjumlah 22 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan metode tes. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Rata-rata hasil belajar IPA kelompok eksperimen (22,06) lebih tinggi dari pada kelompok kontrol (16,68). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar IPA siswaKata Kunci : Model Pembelajaran Course Review Horay, Hasil Belajar IPA This research was aimed at finding the differences of natural science learning result between group of students at the fifth grade taught by Course Review Horay learning model and group of students who are studied by using conventional learning models, at the elementary of IV group in Sawan District, Buleleng Regency. This type of research is Quasi Experimental Research. All classes of fifth grade at Gugus IV Sawan District, Buleleng regency become the population in this research with the total number of students are 174 people. For about 44 students were selected as samples based on random sampling test. The samples in this reserach were the students at fifth grade in SD Negeri 8 Bungkulan with 22 students as the experimental group and SD Negeri 6 Bungkulan with 22 number of students as the control group. The data of learning result were collected by using Test method. The data were analyzed by using t-experiment. The results of the mean of the group experimental (22,06) was higher than the group control (16,68). The results of this study showed that there was significant different in outcomes of students science learning. keyword : Course Review Horay learning model, science learning result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION BERBANTUAN ASESMEN PROYEK TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR GUGUS III TAMPAKSIRING I Gd. Wawan Sudatha, I Wyn. Setia Wardana, Ni Md. Setuti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1196

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Group Investigation (GI) berbantuan asesmen proyek dengan  kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan post-test only control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III  Tampaksiring Kabupaten Gianyar  Tahun Pelajaran  2012/2013 dengan jumlah populasi 148 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling yang berjumlah 70 orang siswa. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah prestasi belajar IPA. Bentuk tes prestasi belajar IPA yang digunakan adalah pilihan ganda. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Sebagai tindak lanjut dari statistik inferensial digunakan uji-t untuk menguji perbedaan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Group Investigation (GI) berbantuan asesmen proyek dengan  kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh hasil hitung lebih besar dari hasil tabel, yaitu 4,747 lebih besar dari 2,000 dan di dukung oleh perbedaan skor rata-rata yang diperoleh antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Group Investigation (GI), berbantuan Asesmen proyek yaitu 24,47, yang berada pada kategori baik dan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional yaitu 19,70 yang berada pada kategori cukup.     Kata-kata kunci: Group Investigation (GI), berbantuan Asesmen proyek, IPA.  
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE MENGGUNAKAN BAHASA PENGANTAR BAHASA INDONESIA DENGAN INTERVENSI BAHASA DAERAH TERHADAP HASILBELAJAR PKn SISWA KELAS V ., Made Wesi Agung Prabhawa; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2259

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Perbedaan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Think Pair Share dengan intervensi bahasa daerah, untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa yang mengikuti model pembelajaran Think Pair Share dalam mata pelajaran PKn pada siswa kelas V Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2013/2014 di SD Gugus III.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V di Gugus III Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 82 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 dan SD No. 2 Jinengdalem yang masing-masing berjumlah 21 dan 23 orang. Data hasil belajar mata pelajaran PKn siswa dikumpulkan dengan metode tes dengan menggunakan soal obyektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji–t). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa, hasil belajar dalam pembelajaran PKn pada siswa kelompok Eksperimen dengan model pembelajaran Think Pair Share menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia dengan intervensi bahasa daerah tergolong tinggi, dengan mean 23,90, hasil belajar pada siswa kelompok kontrol dengan model kooperatif tipe Think Pair Share tergolong sedang, dengan mean 19,96, dengan melihat perbedaan tersebut maka dapat dinyatakan model pembelajaran yang diterapkan berpengaruh terhadap hasil belajar pada mata pelajaran PKn secara signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model Think Pair Share menggunakan bahasa pengantar bahasa Indonesia dengan intervensi bahasa daerah dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, diketahui bahwa thit > ttab (thit = 7,12 > ttab = 1,671). Kata Kunci : Think Pair Share (TPS) This study aims to determine, difference between student learning outcomes Civics lesson modeled Think Pair Share with regional language intervention, to determine differences in student learning outcomes that follow the model of learning Think Pair Share in Civics subject in class V Semester Academic Year 2013/2014 in the SD cluster III.Jenis this study is quasi-experimental study. The study population was all students in class V in Cluster III Buleleng academic year 2013/2014, amounting to 82 people. The sample of this study are students of class V SD No 1 and SD 2 Jinengdalem which amounted to 21 and 23 people. Data results Civics students study subjects were collected with the test method using an objective matter.The data collected were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). From the research that has been carried out it was found that, in learning civics learning outcomes on student group learning model experiments with Think Pair Share introductory Indonesian language with local language intervention is high, with a mean of 23.90, student learning outcomes in the control group with the model Think Pair Share cooperative classified as moderate, with a mean of 19.96, with a look at the difference it can be stated that the learning model is applied affects the learning outcomes in subjects Civics significantly between students who take learning to use Think Pair Share models using the language of instruction Indonesian the local language intervention with cooperative learning model Think Pair Share, note that thit>ttab (thit =7.12>ttab = 1.671).keyword : Think Pair Share (TPS)
PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV ., Andrie Eka Priyanti; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik berbasis Problem Based Learning terhadap hasil belajar pengetahuan matematika siswa kelas IV SD Gugus P.B. Sudirman Denpasar tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan penelitian Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Gugus P.B. Sudirman Denpasar tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 5 SD yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah keseluruhan adalah 304 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah nilai hasil belajar pengetahuan matematika. Pengumpulan data hasil belajar pengetahuan matematika dilakukan dengan metode tes. Data dianalisis dengan uji t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh thitung = 2,39 > ttabel = 2,00, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan matematika terhadap kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik berbasis Problem Based Learning dan yang dibelajarkan dengan pendekatan saintifik konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus P.B. Sudirman Denpasar Tahun Ajaran 2015/2016. Nilai rerata hasil belajar pengetahuan matematika pada kelompok eksperimen yaitu 81,26 dan kelompok kontrol yaitu 75,21. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pendekatan saintifik berbasis Problem Based Learning terhadap hasil belajar pengetahuan matematika siswa SD Gugus P.B. Sudirman Denpasar tahun ajaran 2015/2016.Kata Kunci : pendekatan saintifik, Problem Based Learning, hasil belajar pengetahuan matematika. This research aimed to determine the impact of scientific approach with Problem Based Learning based on learning outcomes of student’s mathematics knowledge in 4th grade in Cluster P.B. Sudirman Denpasar at 2015/2016 academic year. This research is a quasi-experimental research with the Nonequivalent Control Group Design. Population in this research were students in 4th grade in Cluster P.B. Sudirman Denpasar at 2015/2016 academic year, as many as 5 elementary schools with 8 classes and 304 students. Samples were taken by random sampling technique. Data that collected is scores of outcomes learning of student’s mathematics knowledge. Data of learning outcomes of students’s mathematics knowledge was collected by test methods. Data were analyzed by t-test. Based on analysis, the results was thitung = 2,39 > ttable = 2,00, so H0 was rejected and Ha accepted, it means there was a different significant of learning outcomes of students’s mathematics knowledge to the group that learned by scientific approach with Problem Based Learning and that learned by conventional scientific approach on 4th grade students in Cluster PB Sudirman Denpasar at 2015/2016 academic year. The average score of learning outcomes of mathematics knowledge in the experimental group were 81,26 and 75,21 in the control group. The conclusion is there are impact of scientific approach with Problem Based Learning based on learning outcomes of student’s mathematics knowledge in 4th grade in Cluster P.B. Sudirman Denpasar at 2015/2016 academic year.keyword : scientific approach, problem based learning, learning outcomes of student’s mathematics knowledge.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SETS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V ., Ni Luh Rai Widiani; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10755

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok yang dibelajarkan melalui model pembelajaran SETS (Science, Environment, Technology, and Society) berbantuan media audio visual dengan kelompok yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan rancangan kelompok Non-ekuivalen. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun pelajaran 2016/2017. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah data kompetensi pengetahuan IPA dan dianalisis dengan uji-t. Setelah dianalisis dengan uji-t, diperoleh thitung = 2,978 pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 72 dan ttabel= 2,000. Berdasarkan kriteria pengujian thitung=2,978>ttabel= 2,000. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang sigifikan kompetensi pengetahuan IPA kelompok yang dibelajarkan melalui model pembelajaran SETS (Science, Environment, Technology, and Society) berbantuan media audio visual dengan kelompok yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok eksperimen "X" Ì… = 0,42 > "X" Ì… = 0,28 rata-rata gain skor kompetensi pengetahuan IPA yang diperoleh kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran SETS (Science, Environment, Technology, and Society) berbantuan media audio visual terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas V SD Gugus Teuku Umar Denpasar Barat tahun pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : model pembelajaran SETS, media audio visual, kompetensi pengetahuan IPA This research aimed to determine the significant differences result of science knowledge competence between group who learned through SETS (Science, Environment, Technology, and Society) learning model with audio visual media with group who learned through conventional learning in fifth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in academic year 2016/2017. This research was quasi experiment which used non equivalent control group design. The population of this research was all students in fifth grade of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in the academic year 2016/2017. The samples were taken by random sampling technique. The data that were collected was the result of science competence analysed by t-test. After analysed by t-test, it is obtain that thitung=2,978 and in 5% of significant standart with dk=72 and ttabel=2,000. According to the criterion of thitung = 2,978>ttabel=2,000. Therefore, there is significant difference result science competence between group who learned through SETS (Science, Environment, Technology, and Society) learning model with audio visual media with group who learned through conventional learning in fifth grade students of SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in the academic year 2016/2017. The result showed an average gain score competence obtained by experiment group "X" Ì…=0,42 > "X" Ì…=0,28 an average gain score science competence by control group. So, it can be conclude there was the influence of SETS (Science, Environment, Technology, and Society) learning model with audio visual media in science competence of fifth grade students in SD Gugus Teuku Umar West Denpasar in the academic year 2016/2017. keyword : SETS learning model, audio visual media, science knowledge competence
PENGARUH MODEL WORD SQUARE TERHADAP KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA KELAS V SD GUGUS IX KECAMATAN BULELENG ., Ni Putu Dian Sri Widiartini; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3848

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan keterampilan menyimak cerita antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Word Square dan siswa yang belajar dengan model pembelajaran konvensional.Penelitian ini dilaksanakan di kelas V SD Gugus IX Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain posttest only control group.Populasi penelitian berjumlah 209 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 67 orang, yang terdiri dari satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah keterampilan menyimak cerita dengan menggunakan tes obyektif keterampilan menyimak cerita. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis iferensial (Uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan menyimak cerita secara signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Word Square dan siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajarankonvensional (thitung> ttabel). Siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan MPWSmencapai skor rata-rata 87,21(kategori sangat tinggi). Sedangkan, siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional mencapai skor rata-rata 73,55 (kategori tinggi). Hal ini menunjukkan bahwa keterampilan menyimak cerita yang dicapai oleh siswa yang mengikuti pembelajaran dengan MPWS lebih baik daripada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Kata Kunci : model word square, keterampilan menyimak cerita The aim of this research was to determine differences in story listening skills between students who take the word square learning model with students who take the conventional learning model. This research was conducted in Elementary school by using a quasi-experimental research design with posttest only control group. Total populations involved in the study were 209 people. It’s taken by simple random sampling technique. This research instruments such as listening skills test story. Analyzed using descriptive statistics and inferential statistics (t-test ) . The results of this research indicate that ( 1 ) there are significant differences in learning outcomes between students who learned with use the word square learning model and students who learned with using conventional learning model ( 4.26 t count > t table ) Students who learned with using the word square learning model shows the average score was 87.20 and in the very high category . And students who learned with using conventional learning model showed an average score of 73.55 in the high category. The results showed that the story listening skills achieved by students who take lessons with the word square learning model is better than the students who take the lessons with conventional learning model.keyword : word square, story listening skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A-MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI GUGUS 1 KECAMATAN SELAT Ign I Wyn. Suwatra, I Gd. Robet Artawa,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.837

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar Matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a-match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada kelas V di Gugus I Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah kelas V di Gugus I Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 142 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD N 1 Muncan yang berjumlah 26 orang dan kelas V SD N 4 Muncan yang berjumlah 28 orang. Data prestasi belajar Matematika siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk soal pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: terdapat perbedaan prestasi belajar Matematika yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a-match dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V di Gugus I Kecamatan Selat Kabupaten Karangasem tahun pelajaran 2012/2013 dengan nilai thitung sebesar 8,47 dan ttab = 2,00 maka thitung lebih besar dari ttab. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe make a-match lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Jadi, dapat disampaikan bahwa model pembelajaran kooperetif tipe make a-match berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa. . Kata kunci: model pembelajaran kooperatif tipe make a-match, prestasi belajar Matematika
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS ASESMEN PORTOFOLIO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD ., I Putu Putra Adnyana; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6983

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 4 Banyuasri melalui penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 4 Banyuasri tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 29 siswa terdiri dari 8 siswa laki-laki dan 21 siswa perempuan. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data hasil belajar IPA adalah dengan metode tes. Data hasil belajar IPA yang telah dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Nilai akhir hasil belajar IPA siswa diperoleh dengan menjumlahkan nilai evaluasi setiap pertemuan, nilai tugas setiap pertemuan, dan nilai tes akhir siklus yang telah diberikan bobot masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik berbasis asesmen portofolio dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 4 Banyuasri tahun pelajaran 2015/2016 yaitu dapat dilihat pada hasil peningkatan dari siklus I ke siklus II yang semula memperoleh rata-rata sebesar 72,32 pada siklus I meningkat menjadi rata-rata 81,82 pada siklus II. Kata Kunci : pendekatan saintifik, asesmen portofolio, hasil belajar IPA Abstract This study was aimed to improve learning outcomes of science of the fourth grade elementary students of SDN 4 Banyuasri by applying scientific approach based on portofolio assessment. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. In each cycle consists of four phases: planning, implementation, observation, and reflection. Subjects of this study were students in the fourth grade elementary students of SDN 4 Banyuasri in the academic year of 2015/2016 totaling 29 students consisting of 8 male students and 21 female students. The methods used in data collection were the science learning outcomes with test method. The collected data in the science learning outcomes were analyzed by quantitative descriptive analysis. The final value of students science learning outcomes obtained by adding up the value of evaluation of each meeting, the value of the task of each meeting, and the value of the final test cycle that has been given the weight of each. The results of study showed that the application of scientific approach based on portofolio assessment can improve the science learning outcomes in the fourth grade of SDN 4 Banyuasri in the academic year of 2015/2016 which can be seen in the results of an increase from cycle I to cycle II originally gained an average of 72.32 in cycle I increased to an average of 81.82 in cycle II. keyword : scientific approach, portofolio assessment, science learning outcomes
PENGARUH STRATEGI PROBLEM SOLVING BERBANTUAN KARTU KERJA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI DESA TEJAKULA ., Komang Eny Kusuma Wardani; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1957

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja, (2) mendeskripsikan hasil belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori, (3) mengetahui perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V SD di desa Tejakula tahun pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di desa Tejakula yang berjumlah 163 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 58 orang. Teknik pengambilan sampel adalah teknik Probability Sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar matematika kelompok eksperimen dengan menggunakan strategi problem solving berbantuan kartu kerja menunjukkan skor rata-rata 42,10 berada pada kategori sangat tinggi (2) hasil belajar matematika kelompok kontrol dengan menggunakan strategi ekspositori rata-rata skor siswa adalah 32,64 berada pada kategori sedang. (3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok dengan strategi problem solving berbantuan kartu kerja dan kelompok dengan strategi ekspositori pada siswa kelas V sekolah dasar di desa Tejakula. Perbedaan tersebut dilihat dari thit > ttab (thit = 4,623. > ttab = 2,003). Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa strategi problem solving berbantuan kartu kerja berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dibandingkan dengan strategi ekspositori.Kata Kunci : problem solving, hasil belajar matematika. The purpose of this study was (1) to describe mathematics learning outcomes of students who were taught with card-assisted problem solving strategy, (2) describe mathematics learning outcomes of students were taught with expository strategy, (3) determine significant differences of mathematics learning outcomes between group of students who taught with card-assisted problem solving strategy and group of students who were taught with expository strategy of fifth grade elementary school students in Tejakula Village in academic year 2013/2014. This study was a [quasi-experimental] with a post-test only control on group design. Population of study was 163 students and sample of this study were 58 students who were determined by using Probability Sampling technique. The obtained data was analyzed in two stages, namely descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis (t-test independent sample). The results of this study showed that: (1) mathematics learning outcomes of experimental group students who were taught with card-assisted problem solving strategy revealed an average score 42.10 that was in very high category (2) mathematics learning outcomes of controlled group by using expository strategies had average score 32.64 that was in medium category (3) there were significant differences in mathematics learning outcomes between group that was taught by using card-assisted problem solving strategy and group that was taught by using expository strategy in fifth grade elementary school students in the Tejakula Village. The differences were seen from tcount> ttab ( tcount = 4.623 . > Ttab = 2.003). Based on the findings, it was concluded that the card-assisted problem solving strategy had more positive effect on mathematics learning outcomes than expository strategy.keyword : problem solving , result of mathematic study.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERBASIS LINGKUNGAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD DI GUGUS I GUSTI NGURAH RAI ., Komang Ayu Purnamawati; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3195

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan melalui Model Pembelajaran Kontekstual Berbasis Lingkungan dengan yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas V SD di Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan The nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah siswa 334 siswa. Sampel ditentukan menggunakan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VA SDN 10 Sanur sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VC SDN 10 Sanur sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Adapun thit > ttabel (2,12 > 1,99 ) dengan db = 41 + 44 - 2 = 83 dengan taraf signifikansi 5%. Dimana rata-rata hasil belajar kelas eksperimen > rata-rata hasil belajar kelas kontrol (82,17 > 77,23). Berdasarkan paparan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual berbasis lingkungan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus I Gusti Ngurah Rai Denpasar Selatan.Kata Kunci : Model pembelajaran kontekstual, lingkungan, hasil belajar IPA This study aims to determine the significant differences in natural science’s learning outcomes between the student taught by using contextual model based environment learning with students taught by using conventional learning in the fifth grade of elementary school at cluster I Gusti Ngurah Rai, South Denpasar. This research was a quasi-experimental design with non-equivalent control group design. The population in this study were all of the student in fifth grade at cluster I Gusti Ngurah Rai, South Denpasar which consists of 8 classes with 334 students number of students. Sample was taken by using random sampling technique. The samples of this study was VA grade students of SDN 10 Sanur as experiment class and VC grade students of SDN 10 Sanur as control class. Science learning outcomes data were collected using an objective test . Data were analyzed using t-test. The results showed that there were significant differences in natural science’s learning outcomes between students taught by using contextual model based environment learning with students taught by using conventional learning. The tcount > ttable (2,12 > 1,99) with db = 41 + 44 - 2 = 83 with the significance level 5 % . Where the average of experiment class results more than the averages of control class results ( 82,17 > 77,23 ). It can be concluded that the contextual model based environment learning significantly influence natural science’s learning outcomes on fifth grade elementary school at Cluster I Gusti Ngurah Rai South Denpasar .keyword : contextual learning model, environment , natural science’s learning outcomes

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue