cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE BERBANTUAN LINGKUNGAN TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS I KECAMATAN NEGARA Pt. Nanci Riastini, Gst. A. Filla Renita P., I Nym. Murda,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.791

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran CORE berbatuan lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan mengguanakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dan menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus I Kecamatan Negara Tahun Pelajaran 2012/203 yang berjumlah 149 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah tehnik random sampling, tetapi yang dirandom adalah kelas. Data dikumpulkan dengan instrumen tes berpikir kritis berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah, dengan mean 16,52 (41,30%), 2) skor keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA pada siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model CORE berbantuan lingkungan cenderung tinggi, dengan mean 25,64 (64,10%), 3) terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE berbantuan lingkungan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, dengan thit > ttab (thit = 10,60 > ttab = 2,000).   Kata kunci: Model CORE, lingkungan, berpikir kritis  
Pengaruh Model Pembelajaran Resolusi Konflik Terhadap Motivasi Belajar PKn Pada Siswa Kelas V Gugus VIII Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng Tahun Ajaran 2014/2015 ., Putu Krisiantari; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.6187

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus VIII Kecamatan Banjar tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 120 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD No. 1 Munduk yang berjumlah 20 orang dan siswa kelas V SD No. 2 Munduk yang berjumlah 17 orang. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tehnik pengumpulan data non tes yaitu kuisioner motivasi. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan motivasi belajar PKn yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional (ttabel 2,042 > thitung 11,3). Perbandingan hasil perhitungan rata-rata motivasi belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model resolusi konflik adalah 132 lebih besar dari rata-rata motivasi belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional adalah 117. Hal ini berarti penerapan model resolusi konflik berpengaruh terhadap motivasi belajar PKn siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus VIII Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng. Kata Kunci : Model Resolusi konflik, Motivasi Abstract The purpose of this study to find out the motivasion differencesin studing CIvic between the student who used resolution conflick model and those student who used konvensional model. This study is quasi experiment research. The population of this study were 120 student in five grade of VIII cluster elementary school in Banjar district in academic year 2014/2015. The sample of this study were 20 student of SN No. 1 Munduk and 17 student from SD No. 2 Munduk. The data ghatering used in this study is using questionnaire. Then, the data were analyzed by using descriptive and inferention (t- test) statistics. This study find cut the significant differences between the students who used resolution conflict model and the conventional model ttable 2,042 > tarithemetic 11,3). The mean of motivation study of the students who used resolution conflict were 132 higher from who those who used konventional model. It means the resolution conflict models is significantly in fluence the student motivation in studying Civic in five grade student of VIII cluster elementary school in Banjar district in academic year 2014/2015. keyword : Resolutions conflict model, Motivation
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI BERBANTUAN MEDIA PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SD ., Ni Putu Diah Utari Dewi; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1885

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan hasil belajar yang signifikan antara pembelajaran kooperatif tipe TAI berbantuan media peta konsep dengan pembelajaran konvensional di kelas V SD N 29 Dangin Puri Denpasar tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian Non Equivalent Control Group Desain. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan siswa kelas V. Semua siswa yang berjumlah 82 orang sebagai sampel penelitian. Instrument pokok dalam penelitian ini hasil belajar PKn siswa. Data diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis statistik parametrik. Untuk menguji hipotesis digunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis ditemukan hasil sebagai berikut, rerata post test kelompok eksperiment 76,68 dan kelompok kontrol 67,61. Uji hipotesis dilakukan pada skor posttest dengan hasil yaitu, thitung (4,92) > ttabel (2,000). Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan berarti terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn siswa yang mengikuti pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) berbantuan media peta konsep dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional Kelas V SD N 29 Dangin Puri, maka dapat direkomendasikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAI (Team Assisted Individualization) berbantuan media peta konsep dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran pada mata pelajaran PKn di Sekolah Dasar.Kata Kunci : kooperatif tipe TAI, peta konsep, Hasil Belajar PKn The purpose of this study is to analyze the significant differences of learning outcomes between TAI -assisted cooperative learning concept maps media and conventional learning in the fifth grade of Elementary School No.29 Dangin Puri Denpasar (SD N 29 Dangin Puri Denpasar) academic year 2013/2014. This research is a quasi-experimental study with the Non Equivalent Control Group design. The population of this study all students in fifth grade. The sample of this study consists of 82 students. Principal instrument in this study is student learning outcomes. The data obtained were analyzed using parametric statistical analysis. Particularly, t-test was used to test the hypothesis. Based on the analysis it has been found that the mean of post test experimental group is x=76,68 and the control group is x=67,61. Hypothesis testing is performed on the results of the post test scores, thitung (4.92 ) > ttable (2,000) . Based on the results of hypothesis testing performed there are significant differences in learning outcomes of students who take the Civics cooperative learning TAI (Team Assisted Individualization) media assisted concept maps as compared to students who take the conventional teaching learning in the fifth grade of Elementary School No.29 Dangin Puri. Therefore, cooperative learning TAI (Team Assisted Individualization) can be used as alternative learning model for Pkn subject in the elementary school.keyword : cooperative TAI, concept maps, learning outcomes PKn
STRATEGI PEER LESSONS BERBANTUAN PICTURE AND PICTURE BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., I Gusti Ayu Riani Wisesa; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signiifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi peer lessons berbantuan picture and picture dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen semu dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah Nonequivalent Kontrol Group Desain. Populasi yang dilibatkan adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara yang berjumlah 102 orang siswa. Sampel penelitian berjumlah 74 orang siswa yaitu 37 orang siswa dari kelas VA yang menjadi kelompok eksperimen dan 37 orang siswa dari kelas VB yang menjadi kelompok kontrol. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik sampel jenuh. Data yang dikumpulkan adalah data tentang hasil belajar IPS siswa pada aspek kognitif dengan teknik tes. Data hasil belajar IPS aspek kognitif dikumpulkan menggunakan metode tes jenis objektif (Multiple Choise Test) kemudian data dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian diperoleh rata-rata hasil belajar IPS siswa kelas V yang dibelajarkan menggunakan strategi peer lessons berbantuan picture and picture lebih dari siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (71,09>60,18). Hasil analisis uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi peer lessons berbantuan picture and picture dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional (thitung=5,30:ttabel=2,000). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh penerapan strategi peer lessons berbantuan picture and picture terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara.Kata Kunci : peer lessons, hasil belajar This experiment aims to determine the significant in social learning outcomes between students who thought by using peer lessons strategy through picture and picture with student who thought by using conventional learning in the fifth grade of SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara. The experiment is a quasi experiment with experiment design which using a Non-Equivalent Control Group Design. Population involved was all of the students in the fifth grade of SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara amount 102 students. The experiment sample amount 74 students, there are 37 students from class VA which become experiment group and 37 students from VB which become control group. The experiment sample was getting by saturation sample technique. Data were collected using social learning outcomes test on cognitive aspect. Data were collected by multiple choise test, then analyzed using t-test. The average of social learning outcomes students who thought by using peer lessons strategy through picture and picture is more than students who thought by using conventional learning (71,09>60,18). The results indicate that there are significant differences in social learning outcomes between students who thought by using peer lessons strategy through picture and picture with students who thought by using conventional learning (thitung=5,30:ttabel=2,000). Conclusions of this experiment that there are effect of the application of peer lessons strategy through picture and picture on social learning outcomes in the fifth grade of SD Negeri 21 Pemecutan Denpasar Utara.keyword : Peer lessons, learning outcomes
ANALISIS KESENJANGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SDN 4 KAMPUNG BARU ., I Gede Dharma Putra; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan rencana pelaksanaan pembelajaran Kurikulum 2013 yang dibuat oleh guru SD Negeri 4 Kampung Baru dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, mengetahui besarnya kesenjangan proses pembelajaran Kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru SD Negeri 4 Kampung Baru dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, dan mendeskripsikan faktor penyebab terjadinya kesenjangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu seluruh guru kelas di SD Negeri 4 Kampung Baru. Objek penelitian adalah rencana dan pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 yang disusun dan dilaksanakan oleh guru berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang sudah terkumpul diolah dengan menggunakan statistik non parametrik dengan uji jenjang bertanda Wilcoxon untuk data kuantitatif dan teknik Triangulasi data untuk data kualitatif, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya kesenjangan rencana pelaksanaan pembelajaran dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 adalah sebesar 14,3% tergolong kategori sangat kecil (SK), besarnya kesenjangan pelaksanaan pembelajaran dengan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 adalah sebesar 3,41% tergolong kategori sangat kecil (SK), Faktor penyebab kesenjangan adalah guru melupakan beberapa komponen dalam rencana pelaksanaan pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran dan masih ada guru kelas yang berpedoman pada permendikbud 81a tahun 2013.Kata Kunci : Kesenjangan, Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran, Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014. This research goals to know the size the discrepancy lesson plan of curriculum 2013 that were created by teachers SD Negeri 4 Kampung Baru with Permendikbud No. 103 of 2014, know the size of the discrepancy learning of curriculum 2013 conducted by the teachers SD Negeri 4 Kampung Baru with Permendikbud No. 103 of 2014, and describe the factors that cause the discrepancy. This type of research is evaluative research. Subjects in this research are all teachers in SD Negeri 4 Kampung Baru. The object of research was the plan and the implementation of learning curriculum in 2013 formulated and implemented by teachers based Permendikbud No. 103 of 2014. The collection of data in this research study conducted by the method of documentation, observation, and interviews. Data have been collected were processed using non-parametric statistical test, Wilcoxon signed levels for quantitative data and the data triangulation techniques for qualitative data, and then continued with the presentation of data, and drawing conclusions. The results showed that the magnitude of the discrepancy with a lesson plan Permendikbud No. 103 of 2014 was 14.3% belong to the category of very small (SK), the wide discrepancy with the implementation of learning Permendikbud No. 103 of 2014 was of 3.41% belong to the category of very small (SK), factors causing the discrepancy is teachers prepared lesson plan created a working group of teachers and were not analyzed further by the teacher concerned.keyword : Discrepancy, Lesson Planning, Learning Implementation, Permendikbud No. 104 of 2014 .
Korelasi Antara Berpikir Kreatif dengan Kemampuan Pemecahan Masalah Kompetensi Inti Pengetahuan IPS Kelas V SDN 10 Sanur Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017 ., I Wayan Sanjaya; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara berpikir kreatif dengan kemampuan pemecahan masalah kompetensi inti pengetahuan IPS siswa kelas V SDN 10 Sanur, Denpasar Selatan, pada Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penilitian ini adalah penelitian ex post facto dengan korelasi yang bersifat asimetris. Populasi dari penelitian ini merupakan siswa kelas V yang berada di SDN 10 Sanur, Denpasar Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017 yang memiliki populasi 100 orang. Penentuan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling dengan taraf kesalahan 5% dan diperoleh banyak sampel dari populasi adalah 78 orang. Data diperoleh melalui hasil dari tes berpikir kreatif dan tes esai kemampuan pemecahan masalah kompetensi inti pengetahuan IPS oleh responden. Sebagai uji persyarat adalah uji normalitas sebaran data. Setelah seluruh uji prasyarat terpenuhi, analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini berikutnya adalah uji hipotesis menggunakan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis maka rhitung = 0,645. Pada taraf signifikansi 5% dengan n= 75, maka diperoleh rtabel = 0,227. Karena rhitung = 0,645 > rtabel = 0,227 maka dapat diartikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang kuat antara berpikir kreatif dengan kemampuan pemecahan masalah kompetensi inti pengetahuan IPS Kelas V SDN 10 Sanur, dengan arah korelasi positif, artinya semakin tinggi berpikir kreatif maka semakin meningkatkan kemampuan pemecahan masalah kompetensi inti pengetahuan IPS.Kata Kunci : berpikir kreatif, pemecahan masalah, kompetensi inti pengetahuan IPS This study aimed to determine the correlation between creative thinking with the ability to solve the core competency of social knowledge of students of grade V SDN 10 Sanur, South Denpasar, in the Lesson Year 2016/2017. This type of research is ex post facto research with asymmetric correlation. The population of this study is a class V student residing in SDN 10 Sanur, South Denpasar Lesson Year 2016/2017 which has a population of 100 people. Determination of the sample used proportional random sampling technique with error rate 5% and obtained the number of samples from the population is 78 people. The data were obtained through the results of a creative thinking essay test and an essay test of problem solving skills of the core competence of social knowledge by the respondents. As the test is a normality test data distribution. After all prerequisite tests are met, the statistical analysis used in this next study is hypothesis test using product moment correlation analysis. Based on result of analysis then rhitung = 0,645. At the significance level of 5% with n = 75, then obtained rtabel = 0.227. Because rcount = 0.645> rtable = 0.227 it can be interpreted that Ho is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that there is a strong correlation between creative thinking with the ability to solve the problem of core competence knowledge social Class V SDN 10 Sanur, with a positive correlation direction, meaning the higher creative thinking then increasing the ability to solve the problem of core competence of social knowledge.keyword : creative thinking, problem solving, competence of social knowledge
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA ., I Ketut Restana Asta; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5637

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar IPA yang ditemukan pada siswa kelas V di Gugus V Kecamatan Buleleng menjadi masalah utama dilakukan penelitian ini. Indikasi rendahnya hasil belajar IPA tersebut dibuktikan oleh skor rata-rata 62,7 sedangkan KKM yang ditetapkan sekolah 65,00. Rendahnya kondisi tersebut diduga karena guru-guru dalam pengelolaan pembelajaran masih cenderung menggunakan metode yang kurang inovatif. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvensional yang dikendalikan oleh kemampuan berpikir kritis. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen. Populasi penelitian ini berjumlah 132 orang dengan sampel masing-masing 30 orang siswa kelas V SD No. 1 Nagasepaha dan SD No. 1 Sari Mekar. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda untuk hasil belajar dan tes uraian untuk kemampuan berpikir kritis. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan uji Anava, Anakova, dan Korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvensional (Fhitung=58 > Ftabel= 4,00). (2) Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran konvensional setelah kovariabel kemampuan berpikir kritis dikendalikan (F=28,954; Sig.α). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : saintifik, kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA The Problems of lack result science are found in five grade in Gugus V Buleleng district become a major problem of this research. Indications of lack result of science was evidenced by the average score of 62.7, while the set of school KKM 65.00. The lack condition, presumably because the teachers in the learning management still tends to use methods that are less innovative. Therefore the purpose of this research is to know the differences of the result of science between group of students that followed scientific approach and a group of students that followed conventional learning approaches after covariable critical thinking ability controlled. This research was quasi experiment research. The populations of this research are 132 students with samples of each 30 students in five grade of SD No. 1 Nagasepaha and SD No. 1 Sari Mekar. Data collected with a multiple choice test to study result and and description test to critical thinking ability. The data was collected analyzed by using Anava, Anakova, and product moment correlation. The result show: (1) there was a difference result of science between group of students that followed learning scientific approach and a group of students that followed conventional learning approaches (Fvalue=58 > Ftable= 4.00). (2) there was a difference of the result of science between group of students that followed scientific approach and a group of students that followed conventional learning approaches after covariable critical thinking ability controlled (F=28.954; Sig.α). It can be concluded that the scientific approach significantly influence result of science.keyword : scientific, critical thinking ability and the result of science.
PENGGUNAAN ALAT PERAGA SEDERHANA PADA OPERASI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V Wyn Wiarta, Ni L. Eka Warsini, Wyn Suniasih,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1369

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika pada penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat melalui penggunaan alat peraga sederhana. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas V di SD  N 5Batuantahun pelajaran 2012/2013 dengan banyak siswa yaitu 10 orang. Tindakan dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus melalui 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data hasil belajar Matematika diukur melalui tes bentuk objektif dan uraian. Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan, dari pra siklus hasil belajar siswa 64% (kategori rendah) dengan ketuntasan klasikal 40%, siklus I prosentase hasil belajar matematika mencapai  76,3% (kategori sedang)dengan ketuntasan belajar klasikal mencapai 60% sampai akhir siklus IIprosentase hasil belajar matematika mencapai 81% (kategori tinggi) dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 90% sehingga indikator keberhasilan yang ditetapkan sudah tercapai. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan alat peraga sederhana pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dapat meningkatkan hasil belajarmatematikasiswa kelas VSD N 5 Batuan, Gianyar tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: penggunaan alat peraga sederhana, operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, dan hasil belajar Matematika
ANALISIS INTERAKSI GURU DAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS 1 SDN 1 NAWA KERTI ., Gusti Ayu Ketut Utami Ulan Dewi; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara guru dan siswa yang terjadi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SDN 1 Nawa Kerti, dengan menggunakan analisis FIAC (Flander’s Interaction Analysis Condition). Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I SDN 1 Nawa Kerti dan Lembar penilaian hasil belajar siswa. Objek penelitian adalah Interaksi Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia, meliputi rasa menerima, pemberian pujian, cara guru mengajarkan materi, cara guru mengarahkan siswa, cara guru memberikan kritikan, respon siswa, inisiatif siswa bicara dan tingkat kesunyian atau keramaian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh berupa data kualitatif berupa hasil observasi interaksi guru dan siswa, transkip wawancara dan dokumentasi kegiatan belajar mengajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan FIAC. Hasil penelitian menunjukan, (1) interaksi yang terjadi antara guru dan siswa dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan bersifat multi arah. Hasil penelitian dikuatkan oleh nilai Rasio Respon Guru (RRG) yaitu sebesar 44,48% dan nilai Rasio Inisiatif Siswa (RIS) yaitu sebesar 43,47%. (2) pembelajaran yang dilakukan oleh guru tergolong berhasil. Keberhasilan dari pembelajaran multi arah dibuktikan dengan nilai rata-rata yang diperoleh siswa dalam membaca sebesar 78,30 dan nilai dalam menulis sebesar 77,31. Kedua nilai tersebut dikategorikan ke dalam kategori baik. sedangkan hasil tes sikap siswa selama pembelajaran berlangsung sebesar 71,86, yang dikategorikan ke dalam kategori baik.Kata Kunci : Bahasa Indonesia, interaksi, FIAC This study aims to understand the interaction between teachers and students that occur in learning Indonesian at SDN 1 Nawa Kerti, using analysis of FIAC (Flander’ s Interaction Analysis Condition. This research was descriptive qualitative research. The subjects were teachers and students of the first grade at SDN 1 Nawa Kerti and student learning outcomes assessment sheet. The object of research was the interaction of teachers and students in learning Indonesian, includes flavor receive, giving compliments, how teachers teach the material, how teachers engage students, teachers critiqued way, Â student response, student initiative to speak and the level of solitude or crowds. Data collection methods used in this study was observation, interview, and documentation. The data obtained in the form of qualitative data in the form of the observation of the interaction of teachers and students, transcript of interviews and documentation of teaching and learning. Data was analyzed with the FIAC. The results showed, (1) the interaction that occurs between teachers and students in learning to read and write starters are multi directional. The results of the study are corroborated by value Teacher Response Ratio (RRG) that is equal to 44.48% and the ratio of Student Initiative (RIS) is 43.47%. (2) The learning undertaken by teachers belonging succes. Â success of multi directional learning demonstrated with the average value obtained by the students in the reading of 78.30 and 77.31 of value in writing. Both values are categorized into good category. whereas the results of tests the students' attitudes during the learning takes place at 71.86, which is categorized into either category. keyword : Indonesian, interaction, FIAC
PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA ANIMASI KOMPUTER UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SD NEGERI 2 MANUKAYA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Putu Sri Sulisthia; ., Drs. I Wayan Wiarta, S.Pd., M.For.; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2493

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar Matematika melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media animasi komputer, (2) untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Matematika melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media animasi komputer. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Manukaya tahun pelajaran 2013/2014. Data penelitian tentang motivasi dan hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan tes. Data dianalisis dengan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada motivasi belajar siswa menunjukkan persentase nilai rata-rata pada siklus I 69,4% berada pada kategori sedang, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,3% tergolong pada kategori tinggi. Sementara, persentase nilai rata-rata hasil belajar pada pra siklus sebesar 64,43% berada pada kriteria rendah, pada siklus I sebesar 71,60% berada pada kriteria sedang, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,62% berada pada kriteria tinggi. Ketuntasan belajar pada pra siklus mencapai 50% berada pada kriteria rendah, setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus I mencapai 73,08% berada pada kriteria sedang, mengalami peningkatan pada siklus II mencapai 88,46% yang berada pada kategori tinggi. Simpulan dari penelitian ini, penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan media animasi komputer dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas V SD Negeri 2 Manukaya . Kata Kunci : Model Inkuiri Terbimbing, Motivasi Belajar dan Hasil Belajar Matematika The purpose of this research (1) to know the increase of Mathematics motivation study by using guide inquiry model help by computer animate, (2) to know the increase of learning result of Mathematics study by using guide inquiry model help by computer animate. This research design is classroom action research in two cycles. The subject is the fifth grade students of SD Negeri 2 Manukaya in academic year 2013/2014. The research data of motivation and learning result are organized by questioner and test. The data is analyzed by descriptive quantitative. The result of this research is showed that the motivation percentage is 69.4% in first cycles it’s in medium criteria, increasing in second cycles to be 80.3% that’s in high criteria. Whereas, the percentage of the learning result in pre-cycles is 64.43%, in low criteria, in first cycles to be 71.60% is in medium criteria, it is increasing in second cycles to be 80.62%, that’s in high criteria. The learning completeness in pre-cycles is 50%, in low criteria, when repaired the learning process in first cycles the percentage to be 73,08% in medium criteria, it is increasing in the second cycles to be 88,46%, in high criteria. The conclusion of this research is guide inquiry model help by computer animate can increase the motivation and learning result of Mathematics of the fifth grade students in SD Negeri 2 Manukaya.keyword : Guide Inquiry Model, Motivation of learning and learning result of Mathematics

Page 19 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue