cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V ., Komang Tariani; ., Drs. Syahruddin,S.Pd,M.Pd.; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3114

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) deskripsi pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (2) deskripsi pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing, dan (3) perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh SD kelas V di Gugus IV Kecamatan Sawan tahun pelajaran 2013/2014, dengan jumlah populasi 206 siswa. Sampel diambil dengan cara random sampling melalui teknik undian, tetapi yang diundi adalah kelas. Dari hasil undian, diperoleh kelas V dari SD N 5 Bungkulan dan SD N 6 Bungkulan sebagai sampel penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemahaman konsep IPA. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menemukan bahwa: (1) pemahaman konsep IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional cenderung rendah dengan rata-rata skor = 11, (2) pemahaman konsep IPA siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing cenderung tinggi dengan rata-rata skor = 32,08, dan (3) terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model inkuiri terbimbing dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional (thitung = 16,20 > ttabel = 2,00). Hal ini berarti model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional dalam pemahaman konsep IPA di kelas V SD. Kata Kunci : Kata kunci: inkuiri terbimbing, pemahaman konsep, IPA. Abstract This present research was aimed to know: (1) the description of students’ Sains Concept comprehension who were taught by Conventional Learning Model, (2) the description of students’ Sains Concept comprehension who were taught by Inkuiri Terbimbing Learning Model, (3) the significant different between students who were by Conventional Learning Model and students who were taught by Inkuiri Terbimbing Learning Model. The research design for this research was quasi-experimental research with post-test only control group design. The research population was all fifth grade students in Cluster IV Sawan district in Academic Year 2013/2014, which consisted of 206 students. The sample was taken by using random sampling design through class lottery. The sampling result was fifth grade students of SD N 5 Bungkulan and fifth grade students of SD N 6 Bungkulan became the sample of this research. The instrument used for collecting data was Sains Comprehension Test. The obtained data was analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic analysis (t-test). The results of this research were: (1) Students’ Sains Concept Comprehension who were taught by using conventional learning model tended to show low score with the score was 11, (2) Students’ Sains Concept Comprehension who were taugh by using Inkuiri Terbimbing learning model tended to show high score with the score was 32.08, and (3) there was a significant different between who were by Conventional Learning Model and students who were taught by Inkuiri Terbimbing Learning Model (tscore = 16.20 > ttable = 2.00). It indicated that Inkuiri Terbimbing Learning Model was better than Conventional Learning Model for Fifth Grade Students’ Sains Concept Comprehension of Eelementary School.keyword : Key words: Inkuiri Terbimbing, conceptual comprehension, Science
PENERAPAN MODEL CLIS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Trisna Kurniasih; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN 2 Yehsumbul setelah penerapan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Yehsumbul tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 28 orang. Objek penelitian adalah hasil belajar IPA. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis untuk memperoleh nilai rata-rata kelas dan ketuntasan belajar secara klasikal Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan terhadap hasil belajar IPA siswa. Sebelum tindakan, nilai rata-rata kelas sebesar 68 dan ketuntasan belajar sebesar 32,14%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan menjadi 71 dan ketuntasan belajar sebesar 57,14%. Pada siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas sebesar 83,21 dan ketuntasan belajar 100% Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 2 Yehsumbul.Kata Kunci : Kata kunci: children learning in science (CLIS), hasil belajar IPA The aim of this study is to know the improvement of students’ science achievements of fifth grade students in SDN 2 Yeh Sumbul after applying Children Learning In Science model. This classroom action research was conducted in two cycles. The subjects were 28 fifth grade students in academic year 2015/2016. The object of this study was students’ science achievements. Multiple choices tests were conducted for collecting data. The data obtained are analyzed to obtain the value of the average grade and mastery learning classical. The results showed an increase of the IPA student learning outcomes. Before the action, the average value of 68 and a grade of 32.14% completeness study. After the action on the first cycle, the value of the average grade has increased to 71 and complete learn by 57.14%. In the second cycle, an increase in the value of the average grade of 83.21 and 100% completeness study Based on these results, it can be concluded that the application of learning models Children Learning In Science (CLIS) can improve learning outcomes fifth grade science students at SDN 2 Yehsumbul. study shows that there are significant improvements toward the students’ science achievements. Before the actions were conducted, the average percentage of students’ science achievements was 68%. It increased after conducting the first cycle becoming 71% and increased up to 82.2% in the second cycle. Based on these result, it can be concluded that the application of Children Learning In Science improved significantly the students’ science achievements of fifth grade students in SDN 2 Yeh Sumbul.keyword : Keywords: children learning in science (CLIS), students’ science achievements
Pengaruh Model Pembelajaran Snowball Throwing Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Kompetensi Pengetahuan Matematika Siswa Kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Tahun Ajaran 2016/2017 ., Gusti Ayu Manika Diantari; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. Ida Bagus Surya Manuaba,S.Pd., M.Fo
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan Matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran snowball throwing berbantuan media audio visual dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensioanal pada siswa kelas V di gugus I Gusti Ngurah Rai Tahun Ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai Tahun Ajaran 2016/2017 yang berjumlah 456 orang. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VA SDN 18 Padangsambian dengan jumlah siswa 38 siswa sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 17 Padangsambian dengan jumalah siswa 38 orang sebagai kelompok kontrol.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan Matematika antara kelompok siswa yang belajar melalui model pembelajaran snowball throwing berbantuan media audio visual dengan pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai tahun ajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung = 4,07 sedangkan pada taraf signifikansi 5% dan dk=74 diperoleh nilai ttabel=2,000 sehingga thitung= 4,07 > ttabel=2,000. Berdasarkan kriteria pengujian maka H_o ditolak dan H_a diterima. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil nilai rerata kompetensi pengetahuan Matematika siswa kelompok eksperimen lebih besar dari pada rerata kelompok kontrol yaitu 82,24 >75,66. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap kompetensi belajar Matematika siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : snowball throwing, audio visual, matematika This study aims to find the significant differences between Mathematics learning competence to student used Snowball Throwing learning methods assisted by visual audio with groups of students that taught used conventional learning on fifth grade students in I Gusti Ngurah Rai's cluster year 2016/2017. The population of this research is all fourth graders of SD Gugus I Gusti Ngurah Rai which amounts to 456 people. The sample is determined by random sampling technique. The sample of this study is fifth-A grade students in SDN 18 Padangsambian as numbered 38 students as a experimental group and fifth grade students in SDN 17 Padangsambian as numbered 38 students as a control group. The data obtained were analyze using T-test. The results of that analysis shows that there are some significant differences through Mathematics learning competence between groups of students who learned used Snowball Throwing learning method assisted by visual audio and conventional learning of fifth grade students in I Gusti Ngurah Rai's cluster, year 2016-2017. Based on the analysis results, it was obtained thitung = 4,07 while in significant level is 5% and dk = 74 obtained ttable = 2,000 , thus thitung = 4,07> ttable = 2,000 Based on the test criteria, so that, the Ho was rejected and the Ha was accepted. That case will be proven by the average results Mathematics competence learning by experimental group of students is bigger than average control group that is 82,24>75,66. Thus, the conclusion is the application of Snowball Throwing learning method assisted by visual audio is influence with Mathematics learning competence in fifth grade students, I Gusti Ngurah Rai cluster year 2016/2017keyword : snowball throwing, audio visual, mathematics
DISKREPANSI PEMBELAJARAN DENGAN KURIKULUM 2013 BERDASARKAN PERMENDIKBUD NOMOR 65 TAHUN 2013 DI SD N 6 PEJARAKAN ., Luh Armini; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., I Wayan Widiana, S.Pd., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kesenjangan pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses di SD N Pejarakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 ditinjau dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian hasil dan proses pembelajaran, dan pengawasan pembelajaran. Jenis penelitian evaluatif ini menggunakan model kesenjangan (Discrepancy Model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan kondisi riil dengan kondisi ideal tentang pelaksanaan standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Variabel penelitian terdiri dari perencanaan pembelajaran diukur dengan lembar dokumentasi, pelaksanaan proses pembelajaran diukur dengan lembar observasi, penilaian hasil dan proses pembelajaran diukur dengan lembar dokumentasi, dan pengawasan proses pembelajaran diukur dengan lembar kuisioner. Sampel penelitian ini sebanyak 4 orang, yaitu guru kelas I, II, IV, dan V. Analisis data skor perolehan semua variabel mengunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxom, kemudian dicari beda dan besar bedanya dengan standar yang telah ditentukan. Secara umum hasil analisis menunjukkan bahwa terjadi kesenjangan pembelajaran Kurikulum 2013 berdasarkan Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013. Kesenjangan terjadi pada: (1) variabel perencanaan pembelajaran, perolehan skor 56,9; besar beda 43,2 dengan kategori cukup besar; (2) variabel pelaksanaan pembelajaran, skor 84,8; besar beda 15,3 dengan kategori sangat kecil; (3) variabel penilaian hasil dan proses pembelajaran, skor 80,9; besar beda 19,2 dengan kategori sangat kecil; dan (4) variabel pengawasan proses pembelajaran, skor 82,0; besar beda 18,0 dengan kategori sangat kecil.Kata Kunci : diskrepansi, Kurikulum 2013 This research is aimed to determine how much is the discrepancy of learning implementation with the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013 about the standardization process at SD N 6 Pejarakan in the even semester in the academic year of 2014/2015, in terms of lesson planning, implementation learning, assessment of learning outcomes and supervision of learning. This research was an evaluative research with discrepancy model. The measuring of effectiveness process was done by comparing the real condition with the ideal condition about standard implementation process for the basic and intermediate education. The variables of this research were consists of lesson planning was measured by documentation sheet, implementation learning process was measured by observation sheet, assessment of learning outcomes was measured by documentation sheet, and supervision of learning was measured by questionnaire sheet. The samples of this research were 4 persons, they were the first grade teacher, the second grade teacher, the fourth grade teacher, and the fifth grade teacher. The analysis of data score result for all variables used Wilcoxon's Rank Sign Test procedure, then it would be found the differences and also how much was the difference based on the predetermined standard. Generally, the results showed that there was a discrepancy of learning implementation to the curriculum in 2013 based on the regulation Minister of Education and Culture Number 65 year of 2013. The discrepancies were happened at; (1) lesson planning variable, the score was 56,9; the difference was about 43,2, it was classified as high criteria; (2) implementation learning variable, the score was 84,8; the difference was about 15,3, it was classified as low criteria; (3) assessment of learning outcomes variable, the score was 80,9; the difference was about 19,2, it was classified as low criteria; (4) supervision of learning variable, the score was 82,0; the difference was about 18,0, it was classified as low criteria.keyword : discrepancy, curriculum in 2013
PENGARUH METODE AUDIO-LINGUAL BERBANTUAN MEDIA AUDIO TERHADAP KETERAMPILAN MENDENGARKAN SISWA KELAS V PELAJARAN BAHASA INDONESIA SD NEGERI 29 PEMECUTAN I Wyn. Rinda Suardika, Ni L. Md. Ratna Wati, Ni Nym.Ganing,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1378

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan mendengarkan antara siswa yang dibelajarkan dengan  metode Audio-Lingual berbantuan media audio dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas V semester 2 di SD Negeri 29 Pemecutan tahun pelajaran 2012/2013.Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan jenis “nonequivalent control group design”. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 29 Pemecutan tahun pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini adalah kelas VA dengan jumlah 45 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VB  dengan jumlah 41 siswa sebagai kelas kontrol. Berdasarkan dari karakteristik populasi, pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik sampling jenuh karena semua anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Dengan demikian untuk menentukan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dilakukan melalui undian. Berdasarkan  hasil uji normalitas dan homogenitas diperoleh  bahwa data yang didapatkan dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berdistribusi normal dan homogen, maka selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil uji-t, dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 84 menunjukkan  = 7,18 dan  = 2,00. Berdasarkan kriteria pengujian,  >  (7,18 > 2,00) maka Ha diterima dan H0 ditolak, jadi terdapat perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan mendengarkan siswa. Dilihat dari nilai rata-rata post-test keterampilan mendengarkan pada mata pelajaran bahasa Indonesia semester 2 yang menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen lebih besar daripada kelompok kontrol berarti penerapan metode Audio-Lingual berbantuan media audio berpengaruh terhadap keterampilan mendengarkan siswa kelas V semester 2 pada mata pelajaran bahasa Indonesia di SD Negeri 29 Pemecutan tahun pelajaran 2012/2013.   Kata kunci: Metode Audio-Lingual, media audio, keterampilan mendengarkan
PENGARUH MAKE A-MACTH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS IPS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS IV ., Ni Putu Cipta Wardani; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran make a-macth terhadap kemampuan berpikir kritis IPS ditinjau dari gaya kognitif siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV sekolah dasar Gugus II Kecamatan Kintamani yang berjumlah 217. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas eksperimen dan dua kelas kontrol, dipilih dengan teknik Random Sampling. Desain penelitian yang digunakan yaitu Non equivalent Post-test Only Control Grup Design. Data dikumpulkan dengan tes gaya kognitif dan tes kemampuan berpikir kritis IPS. Data yang diperoleh diolah menggunakan analisis varians dua jalur dan dilanjutkan dengan uji t-Scheffe. Hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut. Pertama, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPS siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran make a-macth dengan pembelajaran konvensional (Fhit >Ftab, Fhit = 34,92 dan Ftab = 4,06). Kedua, terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dengan gaya kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis IPS ( FABhit >Ftab, FABhit = 124,92 dan Ftab = 4,06). Ketiga, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field independent, yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran make a-macth dengan pembelajaran konvensional (thit>ttab, thit = 12,09 dan ttab = 2,015). Keempat, terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis IPS pada siswa yang memiliki gaya kognitif field dependent, yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran kovensional dengan model pembelajaran make a-macth (thit>Ftab, thit= 3,72 dan Ftab= 2,015). Sehingga model pembelajaran make a-macth dan gaya kogniif berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran.Kata Kunci : make a-macth, kemampuan berpikir kritis IPS, gaya kognitif This study aimed to describe the influence learning model make-a-macth against IPS critical thinking skills in terms of cognitive styles of students. The research is a quasi-experiment. The population in this study were all fourth grade students of primary school cluster II District Kintamani totaling 217. The study sample consisted of two experimental classes and two classes of control, chosen by random sampling technique. The study design used is non equivalent Post-test Only Control Group Design. Data collected by the test cognitive style and tests critical thinking skills IPS. The data obtained were processed using analysis of variance followed by two lines and t-Scheffe test. The results of the data analysis, the results are as follows. First, there are differences in students' critical thinking skills IPS that learned using learning model make-a-macth with conventional learning (Fhit> Ftab, Fhit = 34.92 and Ftab = 4.06). Secondly, there is the effect of the interaction between the learning model with cognitive style on critical thinking ability IPS (FABhit> Ftab, FABhit = 124.92 and Ftab = 4.06). Third, there are differences in the ability to think critically IPS on students who have a field independent cognitive style, that learned using learning model make-a-macth with conventional learning (thit> ttab, thit = 12.09 and ttab = 2.015). Fourth, there are differences in the ability to think critically IPS on students who have the cognitive style of field dependent, that learned using conventional learning with learning model make-a-macth (thit> Ftab, thit = 3.72 and Ftab = 2.015). So that the learning model make-a-macth and style kogniif effect on students' critical thinking skills on subjectskeyword : make-a-match, IPS critical thinking skills, cognitive style
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 MELAYA ., I Gede Nesa Suardita; ., Drs. Ndara Tanggu Renda; ., Prof. Dr. Ni Ketut Suarni,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester I SD Negeri 1 Melaya tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menerapkan eksperimen semu dengan menggunakan rancangan penelitian non-equivalent post test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Melaya yang berjumlah 75 siswa. Sampel penelitian diambil dengan menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes. Tes yang digunakan untuk menjaring data adalah tes hasil belajar IPA. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan satistik deskriptif. Uji hipotesis menggunakan analisis uji-t. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan analisis uji-t, terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran kontekstual dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan model konvensional. Dimana thit > ttabel (4,14>2,000). Dengan demikian berarti pembelajaran model kontekstual berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA.Kata Kunci : model pembelajaran kontekstual, hasil belajar. This study was intended to find out the significance difference of Natural Science learning outcome between the students who attend the learning using contextual learning model based and the students who attend the learning with conventional learning model of the fifth grade elementary students of SD Negeri 1 Melaya academic year 2013/2014. This study belongs to quasi experiment with non-equivalent post test only control group design. The population of this study was all the fifth class students of SD Negeri 1 Melaya were 75 students. The sample of this study was taken from random sampling technique. The instrument used of this study was test. The data of students’ learning outcomes were collected by using test. The test came from the outcome learning of Natural Science. The data obtained were analyzed by using descriptive statistic were analyzed by using descriptive statistic analysis and t-test. Based on the analysis result using t-test analysis, there was a significance learning outcomes different between the group of students who learned using contextual learning model and the group of students who learned using conventional learning model. The result was indicated thit > ttable (4,14 >2,000). It means that contextual learning model gave positive influence to the learning outcome of Natural Science.keyword : contextual learning model, learning outcomes
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN PENILAIAN PROYEK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPS TEMA CITA-CITAKU DAN KEMAMPUAN PENALARAN SISWA KELAS IV SD NEGERI 26 PEMECUTAN ., Wahyuni Dwi Fazriah; ., Drs. I Made Suara, M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.4958

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPS melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek tema “Cita-Citaku” siswa kelas IV SD Negeri 26 Pemecutan dan untuk meningkatkan kemampuan penalaran siswa melalui penerapan pendekatan saintifik dengan penilaian proyek tema “Cita-Citaku” siswa kelas IV SD Negeri 26 Pemecutan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SD Negeri 26 Pemecutan yang berjumlah 35 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar pengetahuan IPS dan kemampuan penalaran siswa kelas IV C SD Negeri 26 Pemecutan setelah diterapkannya pendekatan saintifik dengan penilaian proyek. Pada pra siklus diperoleh persentase rata-rata hasil belajar pengetahuan IPS sebesar 66,37% dikategorikan rendah dengan ketuntasan klasikal sebesar 66,37%, pada siklus I diperoleh persentase rata-rata sebesar 73,71% dikategorikan sedangkan dengan nilai ketuntasan klasikal sebesar 71,45%, dan pada siklus II diperoleh persentase rata-rata sebesar 80,57% dikategirikan tinggi dengan ketuntasan klasikal sebesar 80%. Berkaitan dengan kemampuan penalaran siswa, siklus I diperoleh rata-rata sebesar 66,87 dengan kategori sedang dan pada siklus II diperoleh rata-rata sebesar 80,09% dengan kategori tinggi. Berdasakan temuan penelitian ini dapat di simpulkan bahwa pendekatan saintifik dengan penilaian proyek dapat meningkatkan hasil belajar pengetahuan IPS dan kemampuan penalaran siswa kelas IV C SD Negeri 26 Pemecutan tahun pelajaran 2014/2015.Kata Kunci : Pendekatan Saintifik, Penilaian Proyek, Hasil Belajar Pengetahuan IPS, dan Kemampuan Penalaran To improve students' reasoning skills this paper introduces the scientific approach project "Cita-citaku" and to advance students capability in their social studies. Grade 4C of 26th National Elementary school Pemecutan under assessed based on the grading used within the project theme "Cita-citaku". This research was carried on within the class in two cycles. Within each cycle, there are four major steps; planning, actioning, observing and reflecting. The subject chosen for this project is a class of 35 students, students are given in-class tests that needs to be filled out as a part of their class activities. Raw data collected from these tests results are analyzed using statisitic descriptive quantitative methods. the results of those data shows that students are improving their knowledge on social studies as well as reasoning skills after adapting the scientific approach. Before the approach was introduced, the percentage of students result for social studies are 66.37% and is categorized as low with the classical completeness of 66.37%. After the first cycle students were categorized as low they achieved 73.71%, with the classical completeness of 71.45%. While the second cycle accumulated a result of 80.57% categorized as high with classical completeness of 80%.For reasoning skills students in first cycle achieved the average of 66.87% and categorized as average and on the second cycle students result categorizing as high with 80.09%. Based on these statistical data it can be derived that the scientific approach implemented helped improve students with their social studies knowledge and reasoning capability across the board.keyword : To improve students' reasoning skills this paper introduces the scientific approach project
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI BERBANTUAN PERMAINAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., I Wayan Alit Mahendra; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10885

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran SAVI berbantuan permainan dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model pembelajaran SAVI pada siswa kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-equivalent post-test only control group design Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus XIII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2016/2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Sampel penelitian yaitu kelas V SDN 2 Banjar Tegal dan kelas V SDN 1 Banjar Tegal. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif. Data dianalisis dengan menggunakan uji-t separated varians. Hal itu ditunjukkan oleh nilai thitung (7,07) > ttabel (2,01) yang diuji pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan sebesar 41. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran SAVI dan kelompok siswa yang dibelajarkan bukan dengan model pembelajaran SAVI. Temuan yang diperoleh yaitu, pembelajaran menggunakan model SAVI berbantuan permainan membuat siswa menjadi aktif dan senang dalam belajar. Kata Kunci : Hasil belajar, IPA, Permainan, SAVI This study aims to determine the significant difference of science learning outcomes between groups of students who were taught by SAVI learning model assisted games and groups of students who were taught not with SAVI learning model in grade V SD students in District XIII Buleleng District. This type of research is a quasi-experimental research. The research design used in this study is non-equivalent post-test only control group design. The population of this study is all students of grade V of elementary school in Buleleng District Buleleng District XIII Buleleng Lesson Year 2016/2017. Sampling using random sampling technique. The research sample is class V SDN 2 Banjar Tegal and class V SDN 1 Banjar Tegal. The data of IPA learning outcomes were collected using objective tests. Data were analyzed by using t-test separated variance. This is indicated by the value of tcount (7.07)> ttable (2.01) tested at 5% significance level with degrees of freedom of 41. The results of this study indicate that there are differences in learning outcomes between the groups of students who were taught by using the model of learning SAVI and the group of students who were taught not by the SAVI learning model. The findings were that learning using the SAVI model with the game helps students become active and happy in learning.keyword : Science learning outcomes, Game, SAVI
MODEL PEMBELAJARAN PBI BERBASIS KEBUDAYAAN BALI BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS III SUKAWATI I Wyn. Wiarta, Ni Wyn. Pitriani, I Wyn. Rinda Suardika
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1053

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) berbasis Kebudayaan Bali dengan siswa yang mengikuti  pembelajaran konvensional. Rancangan penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalen control group design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kelas IV SD di Gugus III Sukawati, sebanyak 208 siswa. Sedangkan sampelnya sebanyak 63 siswa, yang terdiri dari siswa kelas IV SD N 2 Batuan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IV SD N 1 Batuan Kaler sebagai kelompok kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika dengan materi bilangan bulat. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar dalam bentuk tes objektif. Data dianalisis dengan uji-t. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 5% dengan dk = 61, diperoleh ttabel sebesar 2,00 dan thitung sebesar 4,70. Sehingga thitung > ttabel dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar Matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran PBI berbasis Kebudayaan Bali dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Sehingga, model pembelajaran PBI berbasis Kebudayaan Bali berpengaruh terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas IV SD Gugus III Sukawati tahun ajaran 2012/2013.   Kata kunci:  PBI berbasis Kebudayaan Bali, hasil belajar Matematika

Page 46 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue