cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E BERBANTUAN LKS TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V SD ., I Nengah Mariana; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran learning cycle 5E Berbantuan LKS dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan menggunakan desain posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Gugus X Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 143 orang. Sampel penelitian ini berjumlah 31 orang siswa kelas V SD Negeri Sekardadi yang digunakan sebagai kelompok eksperimen dan 29 orang siswa SD Negeri Kedisan yang digunakan sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes berbentuk tes objektif. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan uji-t untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 23,85 dengan kategori sangat tinggi dan nilai rata-rata kelompok kontrol adalah 20,01 dengan kategori tinggi. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh thitung lebih besar dari ttabel (5,33 > 2,001). Dengan demikian terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E berbantuan LKS dan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas V di SD Gugus X Kecamatan Kintamani Tahun Pelajaran 2014/2015. Kata Kunci : learning cycle 5E, hasil belajar This study aims to determine the difference between Science learning results of students group whose study by using learning cycle 5E learning model which is aided by LKS and the group of students whose study by using the instructional learning model This study is a quasi-experimental research. The population of the research is the five grade students of elementary school in Cluster X Kintamani sub-district academic year 2014/2015, with the amount of the students are 143 people. The samples of this research are the five grade students in SD Negeri Sekardadi with the total of the students are 31 as the experimental class and the five grade students of SD Negeri Kedisan with the total of the students are 29 as the control class. The data is collected by using test instrument in form of objective test. The collection of data is analyzed by using descriptive analysis and inferential analysis (t-test). The result of the study find that the mean score of the experimental class is 23,85 which is categorized ar very high category and the control class is 20,01 which is categorized at hight category. The result of hypothese test using t-test find that . tthat is more than ttable (5,33 > 2.001). Based on the findings of this study, it can be concluded that the learning cycle 5E learning model which is aided by LKS is giving positive effect on the learning outcomes of five grade science students in Cluster X Kintamani sub-district Academic Year 2014 / 2015.keyword : learning cycle 5E, learning outcomes
PENGARUH PEMBELAJARAN ATI (APTITUDE TREATMENT INTERACTION) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SEMESTER II DI SD KELURAHAN BANYUNING I Md. Citra Wibawa, Dw. Nym. R. Dwi Jayanto, A.A. Gd. Agung
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1453

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengangkat masalah tentang rendahnya hasil belajar IPA siswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction), (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA pada siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan pembelajaran model konvensional, dan (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran ATI (Aptitude Treatment Interaction) dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran model konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Eksperiment). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV di SD Kelurahan Banyuning Kabupaten Buleleng Tahun Pelajaran 2012/2013. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas IV di SD No. 4 Banyuning dan SD No. 7 Banyuning. Penelitian ini menggunakan desain non equivalent post-test only control group design. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk uraian. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan diperoleh thitung = 10,11 dan ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,042. Hal ini berarti bahwa thitung > ttabel, sehingga hasil yang diperoleh signifikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan model pembelajaran ATI menunjukan skor rata-rata cenderung tinggi, 2) hasil belajar IPA kelompok siswa yang dibelajarkan model konvensional menunjukan skor rata-rata cenderung rendah, dan 3) terdapat perbedaan signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ATI dan siswa yang dibelajarakan dengan model konvensional. Artinya adalah model pembelajaran ATI berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV di SD Kelurahan Banyuning Kabupaten Buleleng.   Kata kunci: Model ATI, hasil belajar IPA   Abstract This research dealed with the students low achievement in science learning. This research aimed at finding (1) describing the final result of the science course for the students supposed as experimental  who learn by using the ATI (Aptitude Treatment Interaction), (2) describing the final result of science course for the students who supposed in a community control who used the conventional learning method, and (3) indentifying the significant differences between the students who learn by using the ATI (Aptitude Treatment Interaction) and other students who learn by using the conventional learning method. This study was quotient experiment. The population of this study were the the second semester of the 4th grade students at SD No. 4 Banyuning and SD No. 7 Banyuning. This study was used non equivalent post-test only control group design. The research instrument used was the essays. The collecting data was analyzed by using the statistic descriptive and hypothesis test (test-t). Based on the analysis, the result shown that taccount = 10,11 and  the  ttable (in a significant frequency of 5%) = 2,042. This case means that bahwa taccount > ttable, therefore it found the sifnificant result. The result of the research show that: 1) student’s science achievement which learn with ATI method showed mean score was high, 2) student’s science achievement which learn with conventional learning method showed mean score was low, and 3) there was a significant difference of student’s science achievement between student’s learn by ATI learning method and those learn by conventional learning method. It’s mean ATI learning method has significant positif effect on student’s science achievement of the 4th grade students in Banyuning village Buleleng regency.   Key words: ATI Method, the result of Science course
PENERAPAN TEAM ACCELERATED INSTRUCTION BERBANTUAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS V ., Made Puspa Astarini; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. I Ketut Dibia,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa SDN 2 kelas V semester II tahun pelajaran 2015/2016 di Desa Batuaji Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan dalam pembelajaran IPA setelah penerapan model pembelajaran Team Accelerated Instruction berbantuan media peta konsep. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Batuaji, Tahun Pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 10 orang. Objek dalam penelitian ini adalah hasil belajar. Data hasil belajar dikumpulkan dengan mengadakan tes akhir di setiap siklus. Data hasil belajar dianalisis dengan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Accelerated Instruction berbantuan media peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas V SDN 2 Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini berdasarkan analisis data yang telah dilakukan menunjukkan persentase rata-rata hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, rata-rata hasil belajar IPA siswa adalah 14,40 dengan persentase rata-rata 72% (kriteria cukup). Pada siklus II, rata-rata hasil belajar IPA meningkat menjadi 17% dengan persentase rata-rata 85% (kriteria tinggi), dengan demikian tingkat hasil belajar siswa dari siklus I sampai pada hasil siklus II menunjukkan peningkatan sebesar 13%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran team accelerated instruction berbantuan media peta konsep dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V di SDN 2 Batuaji tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, media concept mapping, model TAI This study aims to find an increase in learning outcomes IPA by applying the learning model of media-assisted team accelerated instruction concept mapping on fifth grade students in the academic year 2015/2016 in SDN 2 Batuaji, Kerambitan, Tabanan. This type of research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of stages planning, action, observation and evaluation, and reflection. The subjects were fifth grade students at SDN 2 Batuaji academic year 2015/2016 of 10 people. The object of this study was the increase in learning outcomes IPA. Data collection the learning outcomes carried out by the test methods. Data were analyzed with descriptive statistical analysis methods. The results showed that there was an increase percentage activity of learning and learning outcomes IPA on fifth grade students at SDN 2 Batuaji. In the first cycle, the average percentage of learning outcomes obtained by 72% IPA (medium). In the second cycle the average percentage of IPA learning outcomes obtained by 85% (high). Quality IPA learning outcome in the first cycle and the second cycle of 13%. Based on the results it can be concluded that the application learning model of media-assisted team accelerated instruction cincept mapping can increase the learning outcomes IPA on fourth grade SDN 2 Batuaji academic year 2015/2016. keyword : team accelerated instructin, media concept mapping, learning outcomes
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Think Pair share (TPS) terhadap Motivasi Belajar PKn Siswa Kelas V Semester Genap SD Gugus III Kecamatan Kubu Tahun Pelajaran 2014/2015 ., I Gede Putu Ekadani Apriana; ., Dr. I Made Tegeh, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2824

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan motivasi belajar PKn antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap SD di Gugus III Kecamatan Kubu tahun pelajaran 2014/2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD di Gugus III Kecamatan Kubu tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah keseluruhan 167 orang. Ini ditentukan setelah dilakukan uji kesetaraan menggunakan ANAVA satu jalur. Sampel penelitian ini, yaitu siswa kelas V SDN 1 Tianyar dengan jumlah 25 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 6 Tianyar dengan jumlah 29 orang sebagai kelompok kontrol. Data tentang prestasi belajar ranah kognitif dikumpulkan dengan menggunakan angket motivasi belajar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan motivasi belajar siswa kelas V semester genap antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini ditunjukkan oleh skor rata-rata yang diperoleh siswa yang dibelajarkan menggunakan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS), yaitu 121,94 yang berada pada kategori tinggi dan model pembelajaran konvensional, yaitu 108,64 yang berada pada kategori sedang dan hasil dari uji t, yaitu thitung = 7,868 dan ttabel = 1,671 jadi t hitung > ttabel. Nilai uji-t tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran PKn.Kata Kunci : TPS, motivasi belajar The research’s goal is to know the diffrence of learning Motivation between the students group that learned by using cooperatif learning model think pair share type and the students group that learned by conventional learning model to Students class V Even Semester SD at Gugus III Kubu district learning periode 2014/2015. The types of research is quasi experimental research. The populations of the research are all the students class V SD at Gugus III Kubu district learning periode 2014/2015 that consist of 7 classess with the totals account 167 persons. The considered after doing equality test using one track Anava.The samples of the reserach are the students class V SDN 1 Tianyar with the totals account 25 persons as experiments group and the students class V SDN 1 Tianyarwith the totals account 29 persons as controls group. The data about learning achievment kognitif way gathered by learning motivation quistioner. The result of the date analysed by using using descriftif statistic analysis technique and infrential statistic, those are test-t. The reserach’s result indicate there is any difference significant of the student’s learning motivation class V even semester between the students group that learned by cooperatif learning model Think Pair Share (TPS) type and students group that learned by conventional learning methode. This is indicated by an average score obtained by the students that learn by using cooperatif model Think Pair Share (TPS) type, those are 121,94 go to high category and conventional learning methode , those are 108,64 go to midle category, and the result of test-t, those are t-account =7,868 and t-table=1,671 so t-account>t-table.The value of test-t indicate that the using of cooperatif learning model Think Pair Share (TPS) type react positif with the students learning motivation to PKn lesson.keyword : TPS, learning motivation
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN IPS TEMA CITA-CITAKU DITINJAU DARI JENIS PERTANYAAN GURU PADA SISWA KELAS IV SD GUGUS III PATIMURA KECAMATAN DENPASAR SELATAN ., Kadek Rai Yunitasari; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Suniasih,S.Pd, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan signifikan hasil belajar pengetahuan IPS kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan terbuka dengan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tertutup siswa kelas IV SD tema cita-citaku gugus III Patimura Kecamatan Denpasar Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian pra-eksperimen dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah The Static Group Pretest-postest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Gugus Patimura Kecamatan Denpasar Selatan sebanyak 442 orang. Sampel sebanyak 60 orang yang diambil menggunakan teknik random sampling. Data hasil belajar pengetahuan IPS dikumpulkan menggunakan tes hasil belajar bentuk pilihan ganda biasa dengan empat pilihan jawaban (a,b,c dan d). Data dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan IPS antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan terbuka dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan tertutup pada siswa kelas IV SD tema cita-citaku gugus III Patimura kecamatan Denpasar Selatan. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung = 0,69 < ttabel = 2,000 pada taraf signifikansi 5 % dengan dk 58. ini berarti H0 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh pendekatan saintifik terhadap hasil belajar pengetahuan IPS tema cita-citaku ditinjau dari jenis pertanyaan guru pada siswa kelas IV SD gugus III Patimura Kecamatan Denpasar Selatan.Kata Kunci : pendekatan saintifik, hasil belajar pengetahuan IPS, jenis pertanyaan guru This study aims to determine the significant differences effect of students’ IPS knowledge which was taught through scientific approach using open-ended questions with the students that was taught through scientific approach using closed questions on fourth grade students at SD gugus III Denpasar Selatan. The theme of the teaching learning process was a dream. This research was type of pre-experimental research design which used the Static group pretest-posttest design. The population of this study was all of the fourth grade students which consisted of 442 students at SD gugus III Denpasar Selatan. Samples which consisted of 60 students were gained by random sampling technique. The Cognitive score were collected from the test results of multiple choice which was consisted of four options (a, b, c, and d) and it was analyzed by t-test. The results showed that there was not significant differences effect on Students’ IPS knowledge between groups that was taught through scientific approach using open-ended questions with a group of students that was taught through scientific approach using closed questions on fourth grade students at SD gugus III Denpasar Selatan. Based on the t-test results, = 0,69 < = 2,000 with significant of 5 % and dk = 58 which means the hypothesis was accpeted. It can be concluded that there was no effect on the scientific approach on students' learning outcomes for IPS knowledge with my aspiration theme based on using type of questions of the fourth grade students at SD gugus III Patimura Denpasar Selatan.keyword : scientific approach, learning outcomes knowledge IPS, types of question teachers
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V ., Ni Kadek Putri Maharani; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Drs. Ndara Tanggu Renda
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10927

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar Matematika yang ditemukan pada siswa kelas V di gugus X Kecamatan Buleleng menjadi masalah utama untuk dilakukan penelitian ini. Indikasi rendahya hasil belajar Matematika tersebut terbukti dari nilai rata-rata hasil belajar Matematika yaitu 67,1. Rendahnya kondisi variabel diduga karena guru-guru dalam pengelolaan pembelajaran cenderung menggunakan metode belajar yang kurang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah berbantuan lembar kerja siswa terhadap hasil belajar matematika siswa kelas V semester Genap tahun pelajaran 2016/2017 di SD gugus X Kecamatan Buleleng. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan Non-equivalen post test only control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas V SD di Gugus X Kecematan Buleleng berjumlah 75 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SDN 1 Kaliuntu berjumlah 28 orang dan siswa kelas V SDN 3 Kaliuntu berjumlah 32 orang, ditentukan dengan teknik random sampling jenis cluster sampling. Data hasil belajar Matematika siswa dikumpulkan menggunakan metode tes pilihan ganda. Setelah dilaksanakannya uji coba, data yang telah diperoleh kemudian dianalisis melalui dua tahap yaitu dengan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata hasil belajar Matematika siswa kelompok eksperimen sebesar 26,19 berada pada kategori tinggi, (2) rata-rata hasil belajar Matematika siswa kelompok kontrol sebesar 21,35 berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran berbasis masalah berbantuan lembar kerja siswa terhadap hasil belajar Matematika siswa kelas V semester II SD gugus X Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2015/2016 (thitung = 37,09 > ttabel = 2,00).Kata Kunci : model pembelajaran berbasis masalah, lembar kerja siswa, hasil belajar. The problems of low learning outcome found in classes V of Cluster X in Kecamatan Buleleng are the major issue in this research. The indication of that low learning outcome could be seen from the average math score found in classes V of Cluster X in Kecamatan Buleleng is 67,1. These low variable conditions were suspected because the teachers in classes V of Cluster X in Kecamatan Buleleng tend to use less innovative teaching strategy. Hence this research aims to know the influence of problem based learning model by the help of student worksheets to the students’ math grade in classes V of Cluster X in Kecamatan Buleleng in second semester in the academic year of 2016/2017. The kind of this research is quasi experiments with non- equivalents post tests only control group design. The populations of this research were 75 students of classes V of Cluster X in Kecamatan Buleleng. The research samples were 28 grade V students of SDN 1 Kaliuntu and and 32 grade V students of SDN 3 Kaliuntu, determined by random cluster sampling technique. The students leaning data results were collected by using objective test. After tryout had been done, the collected data then analyzed in two stages through descriptive statistic analysis and inferential statistics analysis (T-test). The results discovered, first, the learning math outcome of experiment students is 26, 19, categorized as high achievement; second, the learning math outcome in controlled group is 21, 35, categorized as medium achievement; third, there was a significant influence of problem based learning model by the help of student worksheets to the students’ math grade in classes V of Cluster X in Kecamatan Buleleng in second semester in the academic year of 2016/2017. (tstatistic=37, 09 > table= 2, 00).keyword : problem based learning, student worksheet, learning outcome.
PENGARUH EXAMPLE NON-EXAMPLE BERORIENTASI KONFLIK KOGNITIF TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SD NEGERI 10 KESIMAN IGAA. Sri Asri, Md. Meilinda Dwi L, DB.Kt.Ngr. Semara,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1257

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran example non-example berorientasi konflik kognitif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain the nonequivalent control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampel jenuh. Sampel penelitian sebanyak 97 siswa. Metode pengumpulan data hasil belajar IPS menggunakan tes pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik statistik parametris yakni uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPS yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran example non-example berorientasi konflik kognitif dengan siswa yang dibelajarkan menggunakan model konvensional pada kelas V SD Negeri 10 Kesiman Tahun Pelajaran 2012/2013. Inovasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran example non-example berorientasi konflik kognitif dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar IPS SD.   Kata kunci:  example non-example, konflik kognitif, hasil belajar, dan IPS.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TEENIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V ., I Dewa Made Arta Putra; ., Drs. Ignatius I Wayan Suwatra,M.Pd; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar PKn antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Value Clarification Teenique dengan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014 di SD Gugus XV Kecamatan Buleleng yang berjumlah 231 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Anturan yang berjumlah 39 orang sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD Negeri 3 Kalibukbuk yang berjumlah 34 orang sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar PKn siswa dikumpulkan dengan instrumen tes berbentuk pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji–t polled varians). Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh rata–rata hasil belajar PKn kelompok eksperimen adalah 23,95, sedangkan dari rata–rata hasil belajar PKn kelompok kontrol yaitu 14,26. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 9,06 lebih besar daripada ttabel (pada taraf signifikansi 5%) = 2,000, sehingga hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Teenique dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Value Clarification Teenique, hasil belajar This research aimed at knowing the differences of result in studying Pkn (civic) between students who were taught by using conventional technique and students who were taught by using value clarification technique. This was a quasi- experimental research. The design of this research was non-equivalent posy-test only control group design. The population of this research were all of students at the fifth grade in first semester of SD Cluster XV in Buleleng subdistrict in academic year 2013/2014 and were amounted 231 students. The sample of this research were 39 students of the fifth grade of SDN 1 Anturan as experimental group and 34 students of the fifth grade of SDN 3 Kalibukbuk as control group. Data of the result in studying civic were collected by using test instrument in form of subjective test. The collected data were analyzed by using descriptive statistic analysis and inferential statistic (t-test polled varians). Based on the result, it was gotten the mean of the result in studying civic for experimental group was 23.95, whereas the mean of control group was 14.26. from the result, it was gotten result of th = 9.06. it was bigger than tt (in significant level 5%) = 2.00, in conclusion, this result showed that there was significant difference on the result of studying civic between students who were taught by using value clarification technique and students who were taught by using conventional technique.keyword : Result of Study, Value Clarification Technique
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFK BERBANTUAN MEDIA VISUAL DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INDONESIA SISWA KELAS IVB ., Ni Putu Dessy Sugiantari; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., Drs. I Ketut Ardana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7256

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam Bahasa Indonesia melalui pendekatan saintifik berbantuan media visual pada siswa kelas IVB di SD Negeri 12 Padangsambian Tahun Ajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian siswa kelas IVB SD Negeri 12 Padangsambian sebanyak 43 siswa, dan objek penelitian keterampilan berbicara dalam bahasa Indonesia. Data keterampilan berbicara dikumpulkan dengan metode observasi dan tes lisan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata keterampilan berbicara siswa pada siklus II diperoleh sebesar 85,80, hal ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 5,9 dari siklus I yang sebelumnya hanya mencapai 79,90. Sedangkan presentase ketuntasan belajar secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 32,64%, presentase ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I mencapai 44,10%, setelah dilaksanakan siklus II presentase ketuntasan belajar secara klasikal meningkat menjadi 76,74%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik berbantuan media visual dapat meningkatkan keterampilan berbicara dalam bahasa Indonesia pada siswa kelas IVB SD Negeri 12 Padangsambian tahun pelajaran 2015/2016. Kata Kunci : saintifik, media visual, keterampilan berbicara This research aimed to improve Bahasa Indonesia speaking skill through a scientific approach by using visual media on IVB grade students at SDN 12 Padangsambian Academic Year 2015/2016. This research is a classroom action research conducted in two cycles with 43 students of IVB grade students of SD Negeri 12 Padangsambian as research subjects, and the object of research Bahasa Indonesia speaking skills. The data of the students' speaking skills was collected by using observation method and oral test method. The data was analyzed by using descriptive quantitative analysis and descriptive qualitative analysis. The results showed that the average score of speaking skills of students in the second cycle was 85.80, it showed an improvement of 5.9 from the first cycle which reached only 79.90. Meanwhile, classically, learning completeness percentage was increased by 32.64%, where the percentage learning completeness, classically, in the first cycle reached 44.10%. After the second cycle was executed classically, learning completeness percentage increased to 76.74%. Thus, the scientific approach by using visual media can improve speaking skills in the Indonesian IVB grade students of SD Negeri 12 Padangsambian the school year 2015/2016.keyword : scientific, visual media, speaking skills
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING BERMEDIAKAN GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS V SDN 1 SANGSIT BULELENG ., Sri Wida Wahyuningsih; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dr. I Nyoman Jampel,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10786

Abstract

Masih rendahnya hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Sangsit Kabupaten Buleleng menjadi permasalahan mendesak yang perlu dicari faktor penyebab dan alternatif pemecahannya. Temuan observasi awal bahwa rata-rata hasil belajar IPA sebesar 68,06 di kelas VA dan 67,28 di VB merupakan hasil belajar yang masih di bawah nilai KKM yaitu 69. Rendahnya hasil belajar IPA ini diduga karena strategi dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru cenderung kurang mengatifkan peserta didik, baik secara fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengeksperimenkan model pembelajaran snowball throwing bermediakan gambar yang bertujuan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V di SD Negeri 1 Sangsit Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen dengan menggunakan desain non-equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah 64 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik klaster random sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan metode tes dengan tipe tes objektif pilihan ganda. Data hasil penelitian dianalisis dengan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis statistik inferensial teknik uji-t sampel independen. Hasil analisis data diperoleh bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 25,90 dan rata-rata skor kelompok kontrol adalah 23,21. Hasil analisis uji-t diperoleh bahwa thitung = 22,39 dan ttabel (p ttabel. Hasil ini berarti dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran snowball throwing bermediakan gambar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar IPA pada siswa kelas V Tahun Pelajaran 2016/2017 di SD Negeri 1 Sangsit Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : model pembelajaran snowball throwing, media gambar, hasil belajar IPA The low learning outcomes of science in grade V students in SD Negeri 1 Sangsit Buleleng become an urgent problem that need to look for the factors of causes and alternative solutions. The findings of preliminary observation that the average of science learning outcome of 68,06 in class of VA and 67,28 in VB is result of study which is still below KKM value that is 69. The low result of science learning is allegedly because of strategy and instructional model applied by teacher tend to be less active learners, both physically and psychologically. Therefore, this research tries to experiment the learning model of snowball throwing provides an image that aims to know the effect on science learning outcomes in grade V students in SD Negeri 1 Sangsit Buleleng District. This type of research is quasi experimental research using non-equivalent design post-test only control group design. The population of this study is 64 people. Sample using cluster random sampling technique. The data were collected using a multiple choice objective test method. The data of the research were analyzed by descriptive statistical analysis method and inferential statistical analysis method of independent sample t test. The result of data analysis shows that the average of experiment group score is 25,90 and the mean of control group score is 23,21. Result of t-test analysis obtained that tobs = 22,39 and ttable (p ttable This result means that it can be concluded that the application of snowball throwing learning model has a significant effect on the learning outcomes of science in class V students of the Year 2016/2017 at SD Negeri 1 Sangsit Buleleng District.keyword : snowball throwing learning model, picture media, result of science

Page 54 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue