cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT Berbantuan Media Mice Target Board Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS ., Ni Kadek Ayu Sintya Dewi; ., Dra. Made Sulastri, M.Pd.; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Negeri 3 Ambengan tahun pelajaran 2015/2016 setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) berbantuan media mice board target. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Ambengan yang berjumlah 24 orang, terdiri dari 11 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, tiap-tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi/evaluasi, dan tahap refleksi. Pengumpulan data hasil belajar IPS siswa menggunakan metode tes. Data hasil belajar IPS siswa yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil belajar IPS siswa sebesar 67% dalam (kategori sedang) dan hasil belajar IPS siswa pada siklus II meningkat sebesar 82% dalam (kategori tinggi). Jadi, hasil belajar IPS siswa mengalami peningkatan sebesar 15% dari siklus 1 ke siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (TGT) berbantuan media mice board target dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Kata Kunci : TGT, mice board target, hasil belajar IPS This research was aimed to find out the enhancement of student's result in learning IPS for the fifth grade in SD Negeri 3 Ambengan in academic year 2015/2016 after the implementation of cooperative model type teams game tournament (TGT) using mice board target media. The subject of this research was the students of fifth grade in SD Negeri 3 Ambengan with the total were 24 students, they were 11 boys and 13 girls. The classroom step research conducted in two cycles, each cycle consists of four stages, namely plan’s stage, execution’s stage, observation or evaluation’s stage, and reflection’s stage. Data of the result of student's learning in IPS collected by test method. The data were analyzed by using quantitative descriptive. Student's result in learning IPS at the first cycle is 67% which is in the medium category and to the second cycle and student's result in learning IPS at the second cycle increases to 82% which is in the high category. The enhancement of student's result in learning IPS from first cycle to second cycle is 15%. The result of this research indicates that the implementation of cooperative learning model type teams games tournament (TGT) using which using mice board target can improve the result of students learning in IPS.keyword : TGT, mice target board, the result of student's learning in IPS
MODEL TWO STAY TWO STRAY BERBANTUAN PETA KONSEP BERPENGARUH TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS V ., Ni Luh Putu Yaspita Dewi; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014. Desain penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu yaitu “Nonequivalent Control Group Design” dengan memberikan pre test sebelum pemberian treatment dan post test sesudah pemberian treatment. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014 yang berjumlah 180 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling sehingga diperoleh sampel. Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 1 Tampaksiring sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas V SD N 6 Tampaksiring sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan menggunakan tes objektif dengan bentuk pilihan ganda biasa. Data dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis uji-t diperoleh thitung > ttabel yaitu 4,14 > 2,000 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai rata-rata kelas eksperimen yang menggunakan model kooperatif Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep adalah 81,54 sedangkan nilai rata-rata pada kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional adalah 77,04 Setelah memenuhi tahap uji prasyarat dan hipotesis, data hasil pre test kelompok eksperimen dan kontrol dilakukan normalisasi gain score dengan post test kelompok eksperimen dan kontrol, berdasarkan analisis normalisasi gain score kelompok eksperimen termasuk dalam kategori sedang sebesar 0,51 sedangkan kelompok kontrol juga termasuk dalam kategori sedang yaitu sebesar 0,41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Tampaksiring Tahun Ajaran 2013/2014.Kata Kunci : model pembelajaran Two Stay Two Stray, peta konsep, hasil belajar IPA This research was perpused knowing the significantly deferences a result of science learning between student that learned by Cooperatif Learning Model Two Stay Two Stray helping map concept with student which used convensional learning at elementary school student at 2th cluster Tampaksiring subdistrict 2013/2014 academic year. Using design of research was appearance experiment design”Nonequivalent Control Group Design at this pre test before giving the treatment and post test after giving the treatment. The population of that research were of all the elementary school student 2th cluster Tampaksiring subdistrict 2013/2014 academic year with 180 students. Taking the sample using random sampling technique. In this research take the sample from elementary school student grade V N 1 Tampaksiring as a experiment class and elementary school student from grade V N 6 Tampaksiring as a control class. Collecting the data was using objectif test. The data analyse used uji-t based on the analyse result uji-t is getting thitung > ttabel that 4,14 > 2,00 was Ho refused and Ha was received. The level point experiment the class that used cooperatif Two Stay Two Stray model helped by map concept was 81,54 while the level point at a control class who was using convensional learning was 77,04 after done test step of prerequisite and hypothesis. The data result of pre-test from group experiment class and control class done a normality gain score with post test on the group of experiment and control class, based on the normality analysis gain score the group of experiment class going in medium category was 0,51 that the control class was the same going in medium category this was 0,41. So the conclusion was that the model cooperatif Two Stay Two Stray learning helped by concept map influenced to the study result science for elementary school student 2th cluster Tampaksiring subdistrict 2013/2014 academic year.keyword : learning Two Stay Two Stray model, map concept, science learning outcomes
PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP HASIL BELAJAR PENGETAHUAN PKN DITINJAU DARI KARAKTERISTIK PERTANYAAN GURU PADA SISWA KELAS IV SD GUGUS RADEN AJENG KARTINI KECAMATAN DENPASAR BARAT ., Ni Wayan Widyaningsih; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan PKn antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan dengan jawaban tertunda dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan dengan jawaban segera pada siswa kelas IV SD Gugus Raden Ajeng Kartini Kecamatan Denpasar Barat. Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan adalah pra tes – pasca tes kelompok statis. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Gugus Raden Ajeng Kartini Kecamatan Denpasar Barat yang terdiri dari 8 sekolah dan didalamnya terdapat 21 kelas. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar pengetahuan PKn yang menggunakan tes hasil belajar bentuk pilihan ganda. Kemudian data dianalisis dengan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar pengetahuan PKn antara siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan dengan jawaban tertunda dan siswa yang dibelajarkan melalui pendekatan saintifik menggunakan pertanyaan dengan jawaban segera. Berdasarkan hasil uji-t didapat thitung = 0.51 dan pada taraf signifikansi 5% diperoleh ttabel =1.99. Berdasarkan kriteria pengujian thitung < ttabel (0.51
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kritis IPA Siswa Kelas V ., Ni Luh Putu Dianawati; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Ketut Pudjawan, M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan pada keterampilan berpikir kritis IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan kelompok siswa yang dibelajarkan tidak dengan model pembelajaran PBL pada siswa kelas V SD No.1 Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian “Post Test Only Control Group Design”. Sampel penelitian ini dipilih dengan teknik Random Sampling dan diperoleh sampel seluruh kelas V SD No. 1 Ungasan, yaitu kelasVA dan VB. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode tes dengan instrument tes pilihan ganda. Data keterampilan berpikir kritis dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik infrensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa thit = 0,97 dan ttab = (pada taraf signifikansi 5%) = 1,76. Artinya, model pembelajaran PBL dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan menggunkan bukan model pembelajaran PBL. Temuan yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, pembelajaran dengan model PBL membuat siswa aktif mencari pengetahuannya sendiri untuk memecahkan permasalahan yang ditemukan. Selanjutnya dalam kelompok PBL, siswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pendapatnya. Dengan demikian, model pembelajaran PBL berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis IPA pada siswa kelas V SD No. 1 Ungasan Kecamatan Kuta Selatan Kabupaten Badung tahun pelajaran 2016/2017. Kata Kunci : keterampilan berpikir kritis, IPA, model PBL This research is aimed to know the significant difference to the critical thinking skill in learning science between the group of students that learnt with PBL learning model and the group of students that learnt without PBL learning model to the v grade students in SD No. 1 Ungasan Kuta Selatan district in 2016/2017. This research was quasi experiment with the design which was “post test only control group design”. The sample of this study was chosen by Random Sampling technique and obtained the sample of whole class V SD No. 1 Ungasan, class VA and VB. The data collection in this research use test method with multiple choice test instrument. The critical thinking skill data was analyzed by descriptive statistics and inferential statistics (uji-t). the result of this study shows that thit=0.97 and ttab = (in 5% significance level) = 1.76. it means that PBL learning model and the group of students that learnt without PBL learning model. The result found in this study was; learning process with PBL model made the students became more active in learning to solve the problem by themselves . Moreover, in PBL group, the students got chance to thell their ideas. Therefore, PBL learning model influenced the critical thinking skill in learning sciences to the v grade students in SD No. 1 Ungasan Kuta Selatan district badung regency in 2016/2017keyword : Critical thinking skills, IPA, PBL models
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD GUGUS V KECAMATAN BULELENG Nym. Dantes, Kt. Puspawati, I Km. Sudarma,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1282

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret, (2) mendeskripsikan pemahaman konsep IPA siswa kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung,  (3) mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan rancangan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh  siswa kelas V di SD Gugus V Kecamatan Buleleng tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 137 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling. Sampel penelitian, yaitu siswa kelas V di SD No. 1 Nagasepaha berjumlah 33 orang dan siswa kelas V di SD No.1 Petandakan berjumlah 30 orang. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode tes, yaitu tes objektif yang diperluas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) skor rata-rata pemahaman konsep IPA siswa kelompok eksperimen adalah 27,91 yang berada pada kategori tinggi, (2) skor rata-rata pemahaman konsep IPA kelompok kontrol adalah 21,87 yang berada pada kategori sedang, (3) hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 7,106 > ttabel 2,000) ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbantuan media konkret dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung.   Kata-kata kunci: model inkuiri terbimbing, pemahaman konsep
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS III SD No. 2 KUTA KABUPATEN BADUNG ., I Kadek Adnya Yasa; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2424

Abstract

Penelitian ini adalah bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran ARIAS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas III SD No. 2 Kuta. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu atau Quasi Eksperimen dengan menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas III SD No. 2 Kuta yang terdiri dari 2 kelas. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian adalah uji –t. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang mengikuti pembelajaran ARIAS dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional siswa kelas III SD No. 2 Kuta. Hal tersebut terbukti dengan hasil thitung lebih besar dari pada ttabel yaitu 2,13 > 2,000 dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar IPS kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas Kontrol yaitu sebesar 79,33 > 72,71 Dengan demikian model pembelajaran ARIAS memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar IPS. Kata Kunci : Model pembelajaran ARIAS (assuare, relevansi, inters, assement, satisfaction), pembelajaran Konvensional, hasil belajar IPS This study was aimed to determine the differences in the results of social studies students who take ARIAS learning with students who take conventional teaching third grade elementary student No.2 Kuta . This research is a quasi experimental research or Quasi- Experiment with using design Nonequivalent Control Group Design . The samples in this study were all students of class III SD No. 2 Kuta consisting of 2 classes . Analysis of the data used to analyze the results of the study are the t-test . Based on the results of the data analysis of this study concluded that there are significant differences in learning outcomes IPS ARIAS students who take lessons with students who take conventional teaching third grade elementary student No.2 Kuta . This is proved by the results of t greater than t table is 2.13 > 2.000 with an average value of the acquisition of learning outcomes IPS experimental class higher than class control the amount of 79.33 > 72.71 Thus learning model ARIAS had a positive influence the learning out comesof IPS .keyword : Learning model ARIAS ( assuare, relevance, inters, assement, satisfaction), Conventional learning, learning outcomes IPS.
PENGARUH MASALAH REALISTIK TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS V GUGUS VII KECAMATAN BULELENG ., Ida Ayu Pt Ary Puspita Dewi; ., Drs.I Gusti Ngurah Japa,M.Pd; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7273

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep Matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan masalah realistik dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional tanpa pemberian masalah realistik pada siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SD Gugus VII kecamatan Buleleng pada tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 89 orang. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Banjar Bali yang berjumlah 33 orang dan siswa kelas V SD Negeri 2 Banjar Bali yang berjumlah 20 orang. Data hasil belajar Matematika dikumpulkan dengan metode tes dan instrumen berupa tes uraian. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep Matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan masalah realistik dan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional tanpa pemberian masalah realistik. Hal ini berarti masalah realistik berpengaruh terhadap pemahaman konsep Matematika pada siswa kelas V tahun pelajaran 2015/2016 di SD Gugus VII Kecamatan Buleleng Kabupaten Buleleng.Kata Kunci : masalah realistik, pemahaman konsep. This study was aimed to know the differences of the significant of mathematical concepts understanding between groups of students were learned by using realistic problems and learned by using conventional learning model without the provision of realistic problems in grade fifth students in 2015/2016 Academic Year in the elementary school cluster VII of of Buleleng District. This study was a quasi-experimental design with non equivalent post-test only control group design. The study population were 89 students in grade fifth of elementary school cluster VII Buleleng districts in the 2015/2016 Academic Year. The samples were 33 fifth grade students of SD Negeri 1 Banjar Bali and 20 fifth grade students of SD Negeri 2 Banjar Bali. Mathematics learning outcomes data were collected by testing method and the instrument was essay test. The data obtained were analyzed by using descriptive analysis and t-test. The result indicated that: there were differences in understanding math concepts significantly between groups of students that learned using realistic problems and the group of students that learned using conventional learning models without the provision of realistic problems. This result was meant there was an effect of the realistic problems to concepts understanding in grade fifth students of 2015/2016 Academic Year in the elementary school cluster VII of Buleleng District.keyword : realistic problems, mathematical concepts understanding
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle Berbantuan Media Audio Visual Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas IV ., Ni Luh Nanik Suryani; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10803

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle) berbantuan media audio visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas IV SD gugus IX abiansemal tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen yang menggunakan desain eksperimen semu yaitu rancangan non-equilevalent control group design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas IV SD gugus IX abiansemal yang berjumlah 245 siswa. Sampel penelitian berjumlah 72 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah random sampling, uji kesetaraan dengan memberikan pre test menggunakan teknik matching. Data kompetensi pengetahuan IPA dikumpulkan dengan metode tes, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Berdasarkan analisis data, diperoleh nilai rata-rata kelompok eksperimen X ̅=80,66>X ̅=68,75 kelompok kontrol. Melalui uji hipotesis diperoleh thitung=5,224, sedangkan dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 32+32-2=62 diperoleh ttabel=2,000, sehingga thitung= 5,224>ttabel(α=0,05, 62)=2,000, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle) berbantuan media audio visual dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas IV SD gugus IX abiansemal tahun ajaran 2016/2017. Berdasarkan perbedaan nilai rata-rata kedua kelompok dan hasil uji hipotesis,maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran siklus belajar (learning cycle) berbantuan media audio visual berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan IPA siswa kelas IV SD gugus IX abiansemal tahun ajaran 2016/2017. Kata Kunci : learning cycle, audio visual, IPA Abstract This study aims to determine the significant differences of science knowledge competence between groups of students who are studied with learning cycle learning model assisted by audio visual media and group of students which is taught by conventional learning in fourth grade of SD gugus IX abiansemal academic year 2016/2017. This type of research is an experiment that uses a pseudo experimental design that is a non-equilevalent control group design. The population of this study that is all students of class IV elementary school gugus IX abiansemal which amounted to 245 students. The samples were 72 students. The sampling technique used is random sampling, equality test by giving pre test using matching technique. Data on knowledge competence of IPA was collected by test method, then analyzed using t-test. Based on data analysis, the experimental group average=80,66>68,75 control group. Through hypothesis test obtained tcount= 5,224,while with significance level 5% and dk=32+32-2=62 obtained ttable = 2,000, so thitung = 5,224> ttable (= 0,05,62) = 2,000, then H0 is rejected and Ha accepted. This means that there is a significant difference in science knowledge competence between groups of students who are taught by learning cycle model of learning aided by audio visual media and group of students that is taught by conventional learning in fourth grade of SD gugus IX abiansemal academic year 2016/2017. Based on the difference of mean value of both groups and the result of hypothesis test, it can be concluded that the use of learning cycle model learning cycle supported audio visual media influence on science knowledge competence of fourth grade students of SD gugus IX abiansemal academic year 2016/2017. keyword : learning cycle, audio visual, IPA
PENGARUH MODEL KOOPERATIF BERBASIS MASALAH MEDIA LINGKUNGAN ALAM TERHADAP HASIL IPA KELAS V SD GUSTI NGURAH RAI ., R. R. Citra Setya Ananda; ., Drs. I Nengah Suadnyana,M.Pd; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan melalui Model pembelajaran kooperatif berbasis masalah berbantuan media lingkungan alam dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai. Jenis penelitian ini tergolong penelitian quasi eksperimen dengan desain Nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswa kelas V yang terdapat di SD Gugus Ngurah Rai yang berjumlah sebanyak 130 siswa. Sampel yang di gunakan adalah siswa kelas V SDN 4 Sanur dan siswa kelas V SDN 10 Sanur yang berjumlah 80 siswa yang diambil dengan teknik Random Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji-t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan melalui model pembelajaran kooperatif berbasis masalah berbantuan media lingkungan alam dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional. Hasil uji hipotesis diperoleh thitung sebesar 2,960, sedangkan nilai ttabel adalah 2,00. Dari perhitungan tersebut dapat diketahui bahwa thitung > ttabel (2,960>2,00). Berdasarkan perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarakan melalui Model Pembelajaran Kooperatif Berbasis masalah Berbantuan Media Lingkungan Alam dengan siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD Gugus I Gusti Ngurah Rai.Kata Kunci : berbasis masalah, gambar, hasil belajar, dan IPA. This study aims to determine significant differences between students' science learning outcomes that dibelajarakan through cooperative learning model based on the natural environment of media-assisted problem with students that learned through conventional teaching on learning outcomes of elementary science students of class V Cluster I Gusti Ngurah Rai. This type of research is classified as a quasi-experimental research design with Nonequivalent control group design. The population used in this study is that there is a fifth grade student in elementary Ngurah Rai force, amounting to as many as 130 students. The samples used are fifth grade students of SDN 4 Sanur and fifth grade students of SDN 10 Sanur, amounting to 80 students were taken by random sampling technique. Data collection in this study was conducted using the test. The analysis technique used is the t-test. The results of data analysis showed that there were significant differences in learning outcomes between students who dibelajarakan science through problem-based cooperative learning model media-assisted natural environment with students that learned through conventional learning. Hypothesis test results obtained t was 2.960, while the value of t-table is 2.00. From these calculations it can be seen that t count> t table (2.960> 2.00). Based on these differences can be concluded that there is significant influence science learning outcomes between students who dibelajarakan through Cooperative Learning Model Based Media Natural Environment Assisted problems with students that learned through conventional teaching on learning outcomes of elementary science students of class V Cluster I Gusti Ngurah Rai.keyword : problem-based, drawing, learning outcomes, and science.
IMPLEMENTASI METODE FOXFIRE DAPAT MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPS DAN AKTIVITAS SISWA KELAS IV SD NO 1 DEPEHA Pt. Nanci Riastini, Ni Km. Muliani, Gd. Raga
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.885

Abstract

Abstrak Tujuan utama penelitian ini adalah (1) meningkatkan pemahaman konsep, dan (2) meningkatkan aktivitas siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui implementasi pembelajaran dengan metode Foxfire. Subjek pada penelitian ini berjumlah 38 orang. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data tentang pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Data mengenai pemahaman konsep dikumpulkan metode tes, dan data tentang  aktivitas belajar siswa dalam proses pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran dengan metode Foxfire pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan pemahaman konsep, yakni dari 70,13 pada siklus I termasuk kategori cukup menjadi 83,15 berada dalam kategori baik pada siklus II. Sedangkan untuk aktivitas siswa pada sebesar 65,92 termasuk kategori aktif menjadi sangat aktif pada siklus II dengan nilai sebesar 77,56. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Foxfire dapat meningkatkan pemahaman konsep dan siswa pada mata pelajaran Ilmu pengetahuan Sosial (IPS). Kata kunci: metode Foxfire, pemahaman konsep, aktivitas

Page 56 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue