cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE BERBANTUAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD DI GUGUS V KECAMATAN BULELENG I W. Widiana, Ni Nym. Widiantari, H. Syahruddin,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.819

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yangmengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran scrambleberbantuan media video dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model  pembelajaran konvensional. Rancangan penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain post test only control group desain. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas  IV SD di Gugus V Kecamatan Buleleng yang terdiri dari 5 SD dengan jumlah 145 siswa. Setelah dilakukan uji kesetaraan didapat dua sampel yang dianggap setara yaitu kelas IV SD No. 1Sari Mekar (eksperimen)  dan kelas IV SD No. 2 Sari Mekar(kontrol) dengan jumlah masing-masing 31 siswa dan 27 siswa. Sampel diambil dengan cara teknik random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil belajar  IPA yang dikumpulkan dengan tes objektif dengan jumlah 30 soal. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan uji t independentdengan sampel tidak berkorelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelas yang mengikutipembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media videodan model pembelajaran Konvensional (thitung =7,90; ttabel = 2,00) di mana rata-rata skor hasil belajar IPA kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media video adalah 22,26 yang berada pada kategorisangat tinggi, sedangkan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konvensional adalah 13,56 yang berada pada kategoricukup.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar IPA yang dicapai oleh kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran scramble berbantuan media videolebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Konvensional.   Kata Kunci: Model pembelajaran Scramble, media video, hasil belajar.
PENGARUH LEARNING CYCLE 5E TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD GUGUS IV PUPUAN ., Made Yuni Paramita; ., Drs. I Dewa Kade Tastra,M.Pd; ., I Made Citra Wibawa, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.6950

Abstract

Rendahnya hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Pupuan karena lemahnya proses pembelajaran yang diterapkan guru di SD. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E. (2) Mengetahui hasil belajar IPA siswa yang dibelajarakan dengan model pembelajaran konvensional. (3) Mengetahui perbedaan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di Gugus IV Kecamatan Pupuan Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini merupakan quasi eksperiment dengan rancangan non-equivalent post test only control group design. Kelas yang menjadi sampel penelitian adalah kelas V di SD N 1 Karya Sari dan SD N 5 Belimbing. Instrumen penelitian ini adalah tes berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis dalam dua tahap, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial (uji-t sample independent). Simpulan dalam penelitian ini adalah (1) Hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 21,35. (2) Hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada kategori kategori sedang dengan skor rata-rata 15,86. (3) Terdapat perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran learning cycle 5E dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional (thit=4,057 > ttab=2,011). Hal ini membuktikan bahwa model pembelajaran learning cycle 5E berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SD di gugus IV Kecamatan Pupuan tahun pelajaran 2015/2016.Kata Kunci : hasil belajar, learning cycle 5E The low outcomes in science Elementary School of fifth grade students in Cluster IV Pupuan district in academic 2015/2016 because the weakness of the learning process implemented by teacher in elementary school. As for the aim of this researched were: (1) Determine the learning outcomes of students which treated by 5E learning cycle model. (2) Determine learning outcomes of students which given with conventional learning model. (3) Determine the difference between the groups of students that learned 5E learning cycle model and a group of students that learned with conventional learning model for learning outcomes in science Elementary School of fifth grade students in Cluster IV Pupuan district in academic 2015/2016. In this study used quasi experimental design with non-equivalent post test only control group design. The sample research is fifth grade students of SD N 1 Karya Sari and SD N 5 Belimbing. The research instrument was a multiple choise test. The data analyzed in two stages, namely statistical analysis descriptive and inferential statistical analysis (independent sample t-test). Conclusions in this research is (1) The learning outcomes in science of students which treated by 5E learning cycle model at the high category with has average score of 21,35. (2) The learning outcomes in science of students which treated by conventional learning model at the moderate category with has average score of 15,86. (3) There are differences between learning outcomes in science the groups of students that learned 5E learning cycle model and a group of students that learned with conventional learning model (thit=4,057 > ttab=2,011. This proves that learning using 5E learning cycle model affects the science outcome of the students for fifth grade elementary students in Cluster IV Pupuan district in academic 2015/2016.keyword : learning outcomes, 5E learning cycle
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ASSURE BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V SD GUGUS IV KEDIRI, TABANAN ., Ni Gusti Ayu Made Armita Jayanti; ., Drs. Made Putra, M.Pd; ., Ida Bagus Gede Surya Abadi, SE., M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.1927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar PKn antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ASSURE berbantuan media audiovisual dengan siswa yang dibelajarkan secara konvensional berbantuan media audiovisual pada siswa kelas V SD Gugus IV Kediri, Tabanan tahun ajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan di SD No.1 Kediri, Tabanan dengan menggunakan metode eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Kontrol Group Desain. Populasi penelitian berjumlah 248 siswa kelas V dan sampel penelitian berjumlah 75 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Menghasilkan dua kelas sampel yang terdiri atas satu kelas sampel yang dijadikan kelas eksperimen dan satu kelas dijadikan kelas kontrol yang ditentukan dengan cara diundi. Data dianalisis dengan menggunkan uji-t, yaitu Polled Varians. Hasil analisis data menunjukkan (thitung = 10,69 > ttabel = 2,00) berdasarkan taraf signifikansi 5% dan dk = 73 (n1 +n2-2). Berdasarkan uji normalitas dan homogenitas data nilai gain skor ternormalisasi (Normalized Gain Score) PKn siswa kelas V dari kedua kelompok tersebut diperoleh data kedua kelompok normal dan homogen. Didukung oleh adanya perbedaan nilai rata-rata kedua kelas, yaitu kelas eksperimen = 0,20 > = 0,09 kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji-t didukung oleh perbedaan nilai rata-rata kedua kelas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran ASSURE berbantuan media audiovisual terhadap hasil belajar PKn siswa kelas V SD Gugus IV Kediri, Tabanan tahun ajaran 2013/2014. Kata Kunci : model pembelajaran ASSURE, hasil belajar The aimed of this research was to determine significant differences of PKn (civics) result study between the student who’s learned by practising ASSURE teaching model in audiovisual media with student that learned according to conventional cooperatively in audiovisual media for grade V cluster IV Kediri, Tabanan on year 2013/2014. This research was held in SD No.1 Kediri, Tabanan by applying quasi experimental method with used Nonequivalent Control Group Desain. The research population are 248 students of grade V which were taken by using purposive sampling teachnique. Which finally produce two sample classes in which one class as experiment class sample and one class as control class through random system. The data were analyzed by using statistical analysis t-test, that’s used Polled Varians abreviation. The results of data analysis is showed (t-test = 10,69 > ttable = 2,00) in significantly 5 % and dk = 73 (n1+n2 – 2). According to normalized test and homogeneity data of Normalized Gain Score PKn (civics), the students grade V from two groups found the data of two groups, normal group and homogeny group. That is supported by differences in the average value of the two classes, that is experimental class = 0,20 > = 0,09 control class. Based on the results of t-test that is supported by differences in the average value of the two classes it can be concluded that there is an effect ASSURE teaching model in audiovisual media cooperatively method to influence in result study of PKn (civics) student grade V cluster IV, Kediri, Tabanan on year 2013/2014.keyword : ASSURE teaching model, result study
HUBUNGAN BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA DAN KONSEP DIRI DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD GUGUS V TAMPAKSIRING ., I Wayan Parnata; ., Dr. M.G. Rini Kristiantari,M.Pd; ., DB.KT.NGR. Semara Putra,S.Pd., M.For.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3134

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara bimbingan belajar orang tua dan konsep diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring, pada tahun 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring pada tahun ajaran 2013/2014. Sampel diambil dari populasi menggunakan teknik proporsional random sampling. Data yang dikumpulkan adalah hasil dari pengisian angket tentang bimbingan belajar orang tua dan konsep diri oleh responden, sedangkan data tentang hasil belajar matematika didapat melalui pemeriksaan dokumen (document analyze). Data yang telah dikumpulkan selanjutnya dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi. Uji prasyarat analisis regresi adalah uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji autokorelasi. Setelah seluruh uji prasyarat terpenuhi, maka dilakukan uji hipotesis menggunakan anareg sederhana, korelasi product moment, anareg ganda, dan korelasi ganda. Hasil analisis yang didapat menunjukkan: (1) Hubungan antara bimbingan belajar orang tua dengan hasil belajar matematika sebesar rx1 = 0,676 dan koefisien determinasi sebesar 45,65% (2) Hubungan antara konsep diri dengan hasil belajar matematika sebesar rx2 = 0,725 dan koefisien determinasi sebesar 52,6% (3) Hubungan antara bimbingan belajar orang tua dan konsep diri dengan hasil belajar matematika sebesar Rx1x2y = 0,78 dan koefisien determinasinya sebesar 60,88%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi terdapat hubungan yang signifikan antara bimbingan belajar orang tua dan konsep diri secara bersama-sama dengan hasil belajar matematika siswa kelas V SD Gugus V Tampaksiring tahun 2013/2014 diterimaKata Kunci : Bimbingan belajar orang tua, konsep diri, hasil belajar This study aimed to determine the correlation between parent learning guidance and self-concept with the math learning outcomes of students at fifth grade elementary school at Gugus V Tampaksiring in 2013/2014. This research was correctional research. The population of this research were all students of fifth grade elementary school at Gugus V Tampaksiring, in 2013/2014 academic year. Samples were taken from the population used proportional random sampling techniques. The collected data was the result of filling the questionnaire of parent learning guidance and self-concept by respondents, while data of math learning outcomes obtained through examination of documents (document analyze). The collected data was analyzed by descriptive statistical analysis and regression analysis. The prerequisite test of regression analysis is normality test, linearity test, multicolinearity test and auto-correlation test. After the entire prerequisites test are met, the next was to test hypothesizes used simple regression analysis, product moment correlation, double regression analysis, and double correlation. The results showed: (1) The relationship between parent learning guidance and math learning outcomes with rx1 = 0.676 and coefficient of determination was 45.65% (2) The relationship between self-concept and math learning outcomes with rx2 = 0.725 and coefficient of determination was 52.60% (3) The relationship between parent learning guidance and self-concept with the math learning outcomes with Rx1x2y = 0.78 and coefficient of determination was 60.88%. It was concluded that the null hypothesis (H0) is rejected and the alternative hypothesis (Ha) which reads there are significant link together-collaboration relationship between parent learning guidance and self-concept with the math learning outcomes of students at fifth grade elementary school at Gugus V Tampaksiring in 2013/2014 be accepted.keyword : Parent learning guidance, self-concept, and learning outcomes
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR ., Ni Luh Hery Hapryantini; ., Dr. I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.; ., Putu Nanci Riastini, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i2.7698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Kubutambahan dengan menerapkan model pembelajaran make a match. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri atas empat kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV tahun pelajaran 2015/2016 di SD Negeri 1 Kubutambahan, yang berjumlah 32 orang. Objek penelitian ini adalah peningkatan motivasi dan hasil belajar matematika. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode angket dan tes. Data dianalisis untuk menentukan mean dan persentase mean. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase skor rata-rata motivasi dan hasil belajar matematika pada siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kubutambahan. Pada siklus I, persentase skor rata-rata motivasi belajar siswa sebesar 73,31% (kategori sedang) dan persentase hasil belajar siswa sebesar 68,8% (kategori sedang). Pada siklus II, persentase skor rata-rata motivasi belajar siswa meningkat sebesar 7,04% menjadi 80,35% (kategori tinggi). Persentase skor rata-rata hasil belajar siswa juga meningkat sebesar 14,88% menjadi 83,68% (kategori tinggi). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa kelas IV SD Negeri 1 Kubutambahan. Kata Kunci : model make a match, motivasi belajar, hasil belajar matematika This research aims to increase the motivation and the results of learning mathematics students of class IV year lesson 2015/2016 in SD Negeri 1 Kubutambahan with applying models of learning make a match This research is a classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of four sessions. The subjects were fourth grade students in the academic year 2015/2016 in SD Negeri 1 Kubutambahan, which amounted to 32 people. The object of this study is to increase motivation and learning outcomes in mathematics. Collecting data in this research was done by the method angket and test. Data analyzed to determine the mean and the percentage mean. The results showed that an increase in the average percentage score of motivation and learning outcomes of mathematics at the fourth grade students at SD Negeri 1 Kubutambahan. In the first cycle, the percentage of the average score of students motivation by 73,31% (medium category) and the percentage of student learning outcomes of 68,8% (medium category). In the second cycle, the percentage of the average score of students motivation increased by 7,04% to 80,35% (high category) and the percentage of the average score of student learning outcomes increased by 14,88% to 83,68% (high category). Based on these results it can be concluded that the application of learning models make a match can increase motivation and learning outcomes fourth grade mathematics SD Negeri 1 Kubutambahan.keyword : model make a match, motivation, results of learning mathematics
PENGARUH TEORI VAN HIELE DALAM PEMBELAJARAN GEOMETRI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SD DI DESA SINABUN I Gd. Margunayasa, I Gst. A. A. Lisa Sasmita, I Nym. Wirya,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.689

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran geometri dengan teori Van Hiele dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional pada siswa kelas V semester genap tahun pelajaran 2012/2013 di Desa Sinabun. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah kelas V SD yang berjumlah 89 orang. Sampel penelitian ini yaitu kelas V SD Negeri 2 Sinabun sebanyak 29 orang siswa sebagai kelompok eksperimen dan kelas V SD Negeri 1 Sinabun sebanyak 39 orang siswa sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar dikumpulkan dengan menggunakan tes esai. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif dan statistik inferensial yaitu uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran geometri dengan teori Van Hiele dan kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 8,94 > ttabel = 2,000). Rata-rata hitung hasil belajar kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran geometri dengan menggunakan teori Van Hiele sebesar 42,48, dan rata-rata hitung hasil belajar kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran geometri dengan menggunakan pembelajaran konvensional sebesar 32,77. Hal tersebut berarti, hasil belajar kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran geometri dengan teori Van Hiele lebih baik dari pada hasil belajar kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran geometri dengan menggunakan pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci: teori Van Hiele, geometri, hasil belajar
Pengaruh Model Discovery Learning Berbantuan Media Lingkungan Terhadap Kompetensi Pengetahuan IPA Siswa Kelas V SD ., Ida Ayu Putu Candrika Riantari; ., Dr. I G. A. Agung Sri Asri,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.11512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning berbantuan media lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada kelas V SD Negeri Gugus II Teuku Umar Kecamatan Denpasar Barat Tahun Pelajaran 2016/2017 pada tema 9 Lingkungan Sahabat Kita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Pupolasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V. Sampel penelitian diperoleh dengan cara random sampling dan diperoleh Kelas V SD Negeri 13 Dauh Puri sebagai kelompok eksperimen dan Kelas V SD Negeri 10 Dauh Puri sebagai kelompok kontrol. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode tes. Data yang dikumpulkan adalah data kompetensi pengetahuan IPA dan dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok eksperimen yaitu 82,08 dan rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan IPA pada kelompok kontrol yaitu 71,80. Analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah uji t, diperoleh t hitung yaitu 4,60. t hitung tersebut dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikansi 5% dan dk 48+50-2 = 96 diperoleh t tabel 2,00. Berdasarkan kriteria pengujian, diperoleh t hitung > t tabel yaitu 4,60 > 2,00, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kompetensi pengetahuan IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model discovery learning berbantuan media lingkungan dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Kata Kunci : model discovery learning, media lingkungan, kompetensi pengetahuan IPA This study aims to determine the difference between science knowledge competence between groups of students who that is taugh using discovery learning model assisted environmental media and groups of students who were taught by conventional learning in class V SD Negeri Gugus II Teuku Umar West Denpasar District Lesson Year 2016/2017 on theme 9 The Environment of Our Friends. This research is a quasi-experimental research with nonequivalent control group design. Pupolasi in this study were all students of class V. The sample was obtained by random sampling and obtained Class V SD Negeri 13 Dauh Puri as experimental group and Class V SD Negeri 10 Dauh Puri as a control group. The method used in this study using the test method. The data collected is data of science knowledge competence and analyzed by t test. The results obtained showed that the average knowledge competence of science in the experimental group is 82.08 and the average mastery of science knowledge competence in the control group is 71.80. The analysis used to test the hypothesis in this study is t test, obtained t arithmetic that is 4.60. T arithmetic compared with t table at 5% significance level and dk 48 + 50-2 = 96 obtained t table 2.00. Based on the test criteria, obtained t count> t table that is 4.60> 2.00, then Ho is rejected and Ha accepted. So it can be concluded that there is a significant difference science knowledge competence between groups of students who that is taugh using discovery learning model assisted environmental media and groups of students who that is taugh using conventional learning.keyword : discovery learning model, environmental media, science knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STARTER EKSPERIMEN BERBANTUAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SD ., Novita Cahyani; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., Drs. Dewa Nyoman Sudana,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v3i1.5674

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Starter Eksperimen berbantuan peta konsep, (2) mendeskripsikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Starter Eksperimen berbantuan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus Tambora Kecamatan Melaya. Penelitian ini tergolong jenis quasi experiment dengan desain non-equivalent post test only control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus Tambora Kecamatan Melaya yang berjumlah 161 siswa. Sampel penelitian yaitu siswa kelas V SDN 2 Nusasari yang berjumlah 25 orang sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas V SDN 2 Ekasari yang berjumlah 22 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan instrumen tes berbentuk pilihan ganda dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh thit = 2,937 dan ttab (ts 5%) = 2,021. Hal ini berarti thit > ttab sehingga dapat diinterpretasikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kedua kelompok siswa. Selain itu, diketahui skor rata-rata kelompok eksperimen (22,96) lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (19,23). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Starter Eksperimen berbantuan peta konsep berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V tahun pelajaran 2014/2015 di SD Gugus Tambora Kecamatan Melaya.Kata Kunci : starter eksperimen, peta konsep, hasil belajar This study was aimed to (1) describe the result of IPA students who were treated by starter experiment learning model by using concept map, (2) describe the result of IPA students who were treated by conventional learning model, (3) to know a significant different result of IPA between students who were treated by starter experiment learning model and student who were treated by conventional learning model in the fifth grade of elementary school in Gugus Tambora Sub-District Melaya. This research was a quasi experimental research with non-equivalent post test only of control group design. The population of this research was all fifth grade students in elementary school in Gugus Tambora Sub-District Melaya which amounts to 161 people. The samples of this research was fifth grade students in SDN 2 Nusasari many as 25 people as an experimental group and fifth grade students in SDN 2 Ekasari many as 22 people as the control group. IPA learning result was collected using a multiple choice test instruments and analyzed using descriptive and inferential statistical analysis (t-test). Based on the analysis, obtained thit = 2,937 and ttab (ts 5%) = 2,021. This means, thit > ttab, so that it can be interpreted that there was significant differences between the IPA learning results of students who take the starter experiment learning model by using concept map with students who take conventional learning model. Mean of eperimental group is 22,96 and mean of control group is 19,23. It can be concluded that the starter experiment learning model by using concept map had an affects the IPA learning result of fifth grade science students in the academic year 2014/2015 in elementary school in Gugus Tambora Sub-District Melaya.keyword : starter experiment, concept map, the result of learning
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INTERAKSI SOSIAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV DI SD GUGUS 1 KECAMATAN TABANAN I Nyn.Murda, Ni Md.Liana Armita Sari, Dsk.Pt.Parmiti,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.1390

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang di ajar menggunakan model pembelajaran interaksi sosial dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus 1 Wanasari Kecamatan Tabanan Tahun Pelajaran 2012/2013.Penelitian ini merupakan jenis penelitian Eksperimen Semu dengan menggunakan rancangan Non-equivalenpost-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV di SD Gugus 1 Wanasari Kecamatan Tabanan tahun pelajaran 2011/2012. Adapun sampel penelitian ditetapkan sebanyak 2 kelas yang terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan groupteknik random sampling.Data hasil belajar IPS dikumpulkan dengan memberikan instrument berupa tes objektif sebanyak 25 butir. Dengan reliabilitas soal terpakai 0,67 yang berkualitas tinggi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif uji hipotesis dan uji-t. Semua pengujian statistik dilakukan dengan menggunakan taraf signifikasi 5 %.Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa yang di ajar menggunakan model pembelajaran interaksi sosial dengan siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional. Adapun hasil analisisnya menunjukkan t hitung = 2,85 dan t tabel =  2, 021 untuk db = n1 + n2 – 2 = 48 dengan taraf signifikasi 5 %. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan model interaksi sosial lebih baik daripada siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata-kata kunci : Model Interaksi Sosial, Hasil Belajar IPS
DESKRIPSI KEMAMPUAN SISWA MENULIS KARANGAN DESKRIPSI KELAS IV SD N 1 PENARUKAN ., Ni Kadek Diana Sari; ., Drs. I Made Suarjana, M.Pd; ., Dra. Ni Wayan Arini,M.Pd
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7458

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis karangan deskripsi pada siswa kelas IV SD N 1 Penarukan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes unjuk kerja, observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menulis karangan deskripsi sebesar 56% (kurang). Persentase masing-masing kriteria yaitu kesesuaian judul dengan isi yaitu 90,52% (sangat baik), penggunaan dan penulisan ejaan yaitu 68,97% (cukup), pilihan kata/diksi yaitu 73,28% (cukup), struktur kalimat yaitu 65,52% (cukup), keterpaduan antar kalimat yaitu 41,38% (sangat kurang), isi keseluruhan yaitu 50% (sangat kurang), kerapian yaitu 61,21% (kurang). Kendala yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi yaitu siswa merasa sulit dalam menuangkan ide yang dimilikinya menjadi bentuk kata/kalimat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya minat siswa untuk membaca. Upaya yang pernah dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan deskripsi yaitu membimbing dan menuntun siswa sampai mampu menghasilkan suatu karya yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis karangan deskripsi siswa kelas IV termasuk kategori kurang karena masih ada kendala yang dihadapi siswa dalam menulis karangan deskripsi. Guru lebih berusaha selalu membimbing dan menuntun siswa agar mampu menghasilkan suatu karya berupa karangan deskripsi.Kata Kunci : Karangan Deskripsi, Kendala, Upaya yang dilakukan This descriptive study aimed to determine the ability of essay writing descriptions in the fourth grade students of SD N 1 Penarukan. Data collection methods used in this research is the method of performance tests, observation, interviews and documentation. Data method techniques in this study using quantitative descriptive analysis. The results showed that the average ability to write essays description by 56% (approximately). The percentage of each criterion, namely conformity with the title of the content that is 90.52% (excellent), usage and spelling is 68.97% (enough), the choice of words / diction is 73.28% (enough), sentence structure at 65 , 52% (enough), integration between the sentence that is 41.38% (very poor), the overall content of 50% (very poor), neatness is 61.21% (less). Constraints faced by students in essay writing descriptions that students find it difficult to put the idea into the following forms of words / sentences. This is caused by the lack of interest of the students to read. Teacher effort ever undertaken to improve the ability to write essay description is to guide and lead the students to be able to produce a good work. It can be concluded that the ability to write the essay description of grade IV category is less because there are still obstacles facing students in writing essays description. Teachers were trying always to guide and lead the students to be able to produce a work in the form of essay description.keyword : Authorship description, Constraints, efforts made

Page 61 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol 10, No 1 (2022): April Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol 4, No 1 (2016): Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue