cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Mimbar PGSD Undiksha
ISSN : 26144727     EISSN : 26144735     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 4,577 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TAI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS IPS SISWA KELAS V SD DI DESA KALIASEM KECAMATAN BANJAR KABUPATEN BULELENG ., Ni Kadek Aryani; ., Drs. Made Sumantri; ., Drs. I Nyoman Murda,M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2429

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dan siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas V SD di Desa Kaliasem. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment) dengan desain penelitian ”non-equivalent posttest only control group design”. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas V di desa Kaliasem kecamatan Banjar yang berjumlah 119 orang, dengan sampel penelitian 66 orang siswa kelas V di desa Kaliasem yang terdiri dari 35 orang siswa kelas V di SD N 2 Kaliasem sebagai kelas eksperimen dan 31 orang siswa kelas V di SD N 4 Kaliasem sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini didapatkan dari metode tes. Data yang didapatkan dari metode tes dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian pada tes keterampilan berpikir kritis IPS siswa menunjukkan bahwa rata-rata skor keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran TAI sebesar 29,77. Sedangkan rata-rata skor keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional sebesar 21,24. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan thitung > t tabel, dengan nilai thitung sebesar 8,53 dan nilai ttabel sebesar 2,00. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran TAI dengan keterampilan berpikir kritis IPS siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pembelajaran konvensional.Kata Kunci : team assisted individualization (TAI), keterampilan berpikir kritis IPS This study aimed to describe the difference between the critical thinking skills of the students that learned using cooperative learning model TAI and students that learned using the conventional teaching fifth grade elementary school students in the village of Kaliasem . The study was a quasi-experimental study ( quasi experiment ) with the design of the study of "non - equivalent posttest only control group design" . The study population was all fifth grade students in the village of Banjar Kaliasem districts totaling 119 people , with a sample of 66 students of class V in Kaliasem village consisting of 35 fifth grade students in elementary N 2 Kaliasem as an experimental class and 31 students of class V The SD N 4 Kaliasem as the control class . Collecting data in this study is obtained from the test method . The data obtained from the test method analyzed by descriptive and inferential statistical analysis ( t-test ) . The results of research on social studies tests critical thinking skills of students showed that the average score of critical thinking skills of students who take social studies learning by using learning models TAI at 29.77 . While the average score of critical thinking skills IPS students who take learning with conventional learning of 21.24 . Hypothesis testing using t-test showed t count > t table , with a value of t at 8.53 and 2.00 ttable value . Based on these results we can conclude that there are significant differences between IPS critical thinking skills of students who take lessons with TAI learning model with the critical thinking skills of students who take social studies learning with conventional learning methods.keyword : Team Assisted Individualization (TAI), critical thinking skills IPS
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RESOLUSI KONFLIK TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V ., Ni Made Sri Utami Dewi; ., Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung,M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Garminah, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7328

Abstract

Permasalahan rendahnya hasil belajar IPS yang ditemukan pada siswa kelas V di SD Gugus II Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan menjadi masalah utama dilakukan penelitian ini. Rendahnya hasil belajar IPS siswa dibuktikan oleh nilai ulangan tengah semester berada dibawah KKM yang ditetapkan sekolah. Kondisi tersebut diduga karena guru-guru dalam pembelajaran masih cenderung menggunakan metode yang kurang inovatif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui deskripsi hasil belajar IPS siswa setelah implementasi model pembelajaran resolusi konflik, (2) mengetahui deskripsi hasil belajar IPS siswa setelah implementasi model pembelajaran konvensional, (3) mengetahui pengaruh model pembelajaran resolusi konflik terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V semester II SD gugus II Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan post test only control group design. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 90 siswa dan jumlah sampel sebanyak 46 siswa. Data hasil belajar IPS, dikumpulkan menggunakan metode tes, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan: (1) rata-rata hasil belajar IPS siswa kelompok eksperimen sebesar 23,06 berada pada kategori sangat tinggi, (2) rata-rata hasil belajar IPS siswa kelompok kontrol sebesar 18,69 berada pada kategori sedang, dan (3) terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran resolusi konflik terhadap hasil belajar ips siswa kelas V semester II SD gugus II Kecamatan Selemadeg Timur Kabupaten Tabanan Tahun Pelajaran 2015/2016 (thitung = 6,834 > ttabel = 2,017).Kata Kunci : model resolusi konflik, hasil belajar The problem of student’s low result in learning IPS was the main problem of this research did. It was obtained based on the middle test value. The condition presumably because the learning methods that used by teachers was still less innovative. Based in the explanation, this research was aimed to: (1) find out the description of student’s result in learning IPS after the implementation of resolusi konflik learning model, (2) find out the description of student’s result in learning IPS after the implementation of conventional learning model, (3) find out the significant effect of resolusi konflik learning model on student’s result in learning IPS at fifth grade of 2nd semester in Gugus II of Selemadeg Timur district Tabanan regency in academic year 2015/2016. This research was quasi experiment with post-test only control group design. The population of this research was 90 students and the samples were 46 students. Data of student’s learning in IPS was collected by using test method, and it was analyzed by using descriptive statistics and inferential statistics (t-test). The results of this research indicate: (1) the average of student’s result in learning IPS at experiment group is 23,06 which is in the very high category, (2) the average of student’s result in learning IPS at control group is 18,69 which is in the medium category, and (3) there is a significant effect of resolusi konflik learning model on student’s result in learning IPS at fifth grade of 2nd semester in Gugus II of Selemadeg Timur district Tabanan regency in academic year 2015/2016 (tcount = 6,834 > ttable = 2,017).keyword : resolusi konflik model, learning result
PENGARUH MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION BERMEDIAKAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV ., I Wayan Juliarsa; ., Luh Putu Putrini Mahadewi, S.Pd., M.S.; ., Ni Wayan Rati, S.Pd., M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan non-equivalent posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017 yang berjumlah 130 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling yaitu simple random sampling dengan cara undian. Data hasil belajar IPA dikumpulkan menggunakan tes objektif pilihan ganda. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji-t diperoleh thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel (thitung 5,95 > ttabel 2,021). Hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization bermediakan peta konsep berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD di Gugus I Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem Tahun Pelajaran 2016/2017.Kata Kunci : Team Assisted Individualization, hasil belajar This research aims to determine the significant differences of science learning outcomes among the group of students that learned with cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map and group of students that learned with conventional learning models to students fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the academic year 2016/2017. This research is a quasi-experimental with non-equivalent posttest only control group design. The population was all students in fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017, amounting to 130 students. Sampling using random sampling technique is simple random sampling by lottery. Science learning outcome data were collected using an objective test of multiple choice form. Data were analyzed using descriptive statistics and inferential statistics. The result of this research shows that the result of t-test analysis obtained tcount is bigger than ttable (tcount=5,95 > ttable=2,021). This means that there are significant differences of science learning outcomes among yhe group of students that learned with cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map and group of students that learned with conventional learning models. So it can be concluded cooperative learning model Team Assisted Individualization provides concept map has a positive effect on science learning outcomes students in fourth grade in cluster I Abang district Karangasem regency in the school year 2016/2017.keyword : learning outcomes, Team Assisted Individualization
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED INSTRUCTION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS V SD GUGUS VIII KEDEWATAN KECAMATAN UBUD GIANYAR ., Putu Yuny Wulandari; ., Drs. I Wayan Sujana,S.Pd, M.Pd; ., Dra. Ni Nyoman Ganing, M.Hum
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.4386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS antara siswa yang di belajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe TAI siswa yang di belajarkan melalui pembelajaran konvensional siswa kelas V SD Gugus VIII Kedewatan Kecamatan Ubud Gianyar Tahun Pelajaran 2013/2014. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini menggunakan “Posstest-Only Control Design”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Gugus VIII Kedewatan Kecamatan Ubud Gianyar dengan jumlah populsi 179 siswa. Sampel diambil dengan teknik random sampling dengan jumlah 60 siswa yang terdiri dari dua sekolah yaitu siswa Kelas V SD Negeri 2 Kedewatan sebagai kelas eksperimen dan siswa Kelas V SD Negeri 1 Kedewatan sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar IPS menggunakan tes pilihan ganda yang dianalisis dengan teknik t-test. Berdasarkan hasil analisis uji-t dapat diketahui terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa kelas V SD Gugus VIII Kedewatan Kecamatan Ubud Gianyar Tahun pelajaran 2013/2014 antara siswa yang melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe TAI dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran konvensional (t hitung = 3,69 > t tabel =2,00 ; p>0,05). Rata-rata nilai pada kedua kelompok, diketahui rata-rata nilai kelompok eksperimen lebih dari kelompok kontrol ( 174,66> 2 67). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe TAI berpengaruh terhadap hasil belajar IPS pada siswa kelas V SD Gugus VIII Kedewatan Kecamatan Ubud Gianyar. Kata Kunci : Model pembelajaran kooperatif tipe TAI , hasil belajar IPS This study aims to determine significant differences on learning result among students in social studies (IPS) are teaching with cooperative learning model TAI and students are teaching through conventional teaching on students grade fifth of elementary school group VIII Kedewatan Ubud Gianyar learning year 2013/2014. This research is a quasi-experiment. The design of this study using "pottest-Only Control Design". Population of this study were all students grade fifth of elementary school group VIII Kedewatan Ubud Gianyar with total population of 179 students. Samples were taken with a random sampling technique with total number of 60 students consisting from two schools namely students grade fifth of elementary school SD Negeri 2 Kedewatan as experimental and students grade fifth of elementary school SD Negeri 1 Kedewatan as a controls. Data of learning result social studies ( IPS) uses multiple-choice tests are analyzed by t-test technique. Based on the results of t-test analysis can be seen there is a significant difference in learning result social studies (IPS) students grade fifth elementary school force VIII Kedewatan Ubud Gianyar learning year 2013/2014 among students who implement cooperative learning model TAI with students who undertake conventional learning (t = 3 , 69> t table = 2.00: p.0,05). Average values in both groups, known the average value of the experimental group more than the control group ( 174,66> 2 67). Thus it can be concluded that the cooperative learning model TAI effect on learning result social studies ( IPS) in grade fifth of elementary school group VIII Kedewatan Ubud Gianyar. keyword : Cooperative learning model team accelerated instruction (TAI), learning result social studies ( IPS)
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN (POE) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS IV SD DI KELURAHAN BANYUASRI Ni Nym. Garminah, Pt. Sudiadnyani, Dw. Nym. Sudana
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.890

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pemahaman konsep IPA antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (MPK). Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan Non equivalent post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SD di Kelurahan Banyuasri tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 169 siswa. Sampel penelitian diambil dengan cara simple random sampling dan berjumlah jumlah 70 siswa. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda yang disertai penjelasan. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan analisis uji-t dengan bantuan program SPSS-PC 16.00 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) berada pada kualifikasi sangat baik (M = 64,86; SD = 4,56), sedangkan pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional berada pada kualifikasi baik (M= 54,94; SD = 4,17). Hasil uji-t menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep IPA kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran konvensional (thitung > ttabel yaitu 9,58 > 1,65).Kata-kata kunci: model pembelajaran POE dan pemahaman konsep
ANALISIS KESENJANGAN PERENCANAAN DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 DI SD NEGERI 4 KALIUNTU ., Kadek Dewi Suryantari; ., I Gede Margunayasa, S.Pd., M.Pd.; ., Drs. Made Sumantri, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 4, No 1 (2016): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v4i1.7095

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kesenjangan antara implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu dan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 ditinjau dari perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Penelitían ini termasuk penelitían evaluatif model diskrepansi (discrepancy model). Pengukuran efektivitas program dilakukan dengan membandingkan antara kondisi ideal (standar) dan kondisi riil tentang implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014. Data perencanaan pembelajaran dikumpulkan dengan metode studi dokumentasi, sedangkan data pelaksanaan pembelajaran dikumpulkan dengan metode observasi. Subjek penelitian berjumlah 6 orang guru di SD Negeri 4 Kaliuntu. Data berupa skor semua objek penelitian dianalisis dengan menggunakan prosedur uji tanda berjenjang Wilcoxon, kemudian dihitung tanda beda dan besar beda dengan standar yang telah ditentukan. Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya kesenjangan implementasi Kurikulum 2013 di SD Negeri 4 Kaliuntu berdasarkan Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 ditinjau dari perencanaan pembelajaran adalah sebesar 12,17%. Kesenjangan tersebut terletak pada indikator kegiatan pembelajaran, penilaian hasil belajar, media dan sumber belajar. Ditinjau dari pelaksanaan pembelajaran, kesenjangan terjadi sebesar 19,17%. Kesenjangan tersebut terdapat pada indikator pemberian apersepsi, penyampaian teknik penilaian yang akan digunakan guru, peserta didik diarahkan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan, dan pemberian tindak lanjut dalam bentuk remidi, pengayaan, dan atau pemberian tugas. Kata Kunci : kesenjangan, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 This research aimed to determine how large the discrepancy between the ideal condition and the implementation of 2013 curriculum in teaching and learning process at SD Negeri 4 Kaliuntu reviewed from the lesson plan and teaching learning process. This research was evaluative research which apply discrepancy model. Measurement of the program effectiveness was done by comparing the ideal conditions, based on Permendikbud No. 103 of 2014, with the real conditions on the implementation of 2013 Curriculum at SD Negeri 4 Kaliuntu. Lesson plan data, was measured by the study documentation methode. Meanwhile, the teaching and learning process data was measured by observation methode. Subject of this research consisted of 6 teachers of SD Negeri 4 Kaliuntu. The data scores was form for all variables were analyzed by using the Wilcoxon’s signed rank test. The sign difference and score difference were calculated with a predetermined standard. The result of the analysis indicate that the large of discrepancy between ideal conditions (based on Permendikbud No. 103 of 2014) and the implementation of 2013 Curriculum at SD Negeri 4 Kaliuntu in terms of lesson plan is 12,17%. The discrepancy lies on indicators of learning activities, assessment of learning result, media and learning resources. Reviewed from the teaching learning process, the discrepancy occurs at 19.17%. The discrepancy occurs in the indicator of giving apperception, convey of evaluation techniques that will be used by teachers, students are directed reflection of the activities that have been implemented, and the provision of follow-up by giving remedial, enrichment, or giving assignments.keyword : discrepancy, lesson plan , teaching and learning process , Permendikbud No. 103 of 2014
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IKRAR (INISIASI, KONTRUKSI-REKONTRUKSI, APLIKASI DAN REFLEKSI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ., Dewa Putu Widiartana; ., Dra. Desak Putu Parmiti,MS; ., I Komang Sudarma,S.Pd, M.Pd.
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.2061

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional, 2) deskripsi hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR, 3) perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan siswa yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dan menggunakan post tes only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD gugus II Kecamatan Buleleng Tahun Pelajaran 2013/2014 yang berjumlah 158 orang. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 76 orang. Sampel penelitian ini yaitu siswa kelas V SD Negeri 4 Penarukan yang berjumlah 40 orang dan siswa kelas V SD Negeri 3 Penarukan yang berjumlah 36 orang. Tes hasil belajar matematika yang digunakan adalah tes uraian. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional tergolong kriteria tinggi dengan rata-rata (M) = 29,00 , 2) Hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model IKRAR tergolong kriteria sangat tinggi dengan rata-rata (M) = 31,15, 3) terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Kontruksi-rekontruksi, Aplikasi dan Refleksi) dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model ( thitung = 6,33 dan ttab = 1,980). Dilihat dari rata-rata hasil belajar matematika, diketahui rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen adalah 33,15 dan rata-rata hasil belajar kelompok kontrol adalah 29,00. Berdasarkan rata-rata tersebut, dapat disimpulkan bahwa kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran IKRAR (Inisiasi, Konstruksi-rekonstruksi, Aplikasi dan Refleksi) lebih tinggi dibandingkan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model IKRAR, hasil belajar matematika Abstract The research aimed to know about 1) description the result of the math students who join conventional 2) description the result of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) 3) The difference result between of the math students who join learning models IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and the result of the math students who join conventional. This research was about abstract experiments and used Post test only control group design. Populations of this research is five grade students of elementary school cluster II in Buleleng sub-district in academic year 2013-2014 with total value is 158 students. And the students’ examples were used in this observation around 76 people. The examples models of this research was five grade students in SD Negeri 4 Penarukan with total 40 students, and students in SD Negeri 3 Penarukan with total 36 people. The result of learning mathematics test was used descriptive test. Data was analyzed with statistic descriptive and inferential statistic ( test-t ). The result of analysis shown 1) The result of math students who join conventional learning have high classified criteria with average ( M ) = 29,00, 2) The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) have high classified criteria with average ( M ) =31,15, 3) There are significant differences between The result of math for the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) and The result of math students who join conventional learning ( count =6,33 and tab = 1,980 ). From the average of result of mathematic, it’s shown about the experiment group is 33,15 and the average of control group is 29,00. According to that average, it can be concluded that the groups of students were used learning model IKRAR ( initiation, constructions, applications and reflections ) more higher than the groups student who join conventional learning.keyword : Model IKRAR, Mathematic Learning Result
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HEURISTIK VEE BERBANTUAN MEDIA KONKRET TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV SD GUGUS VIII MENGWI TAHUN AJARAN 2013/2014 ., I Putu Gede Sukada; ., Dr. I Wayan Rinda Suardika,S.Pd, M.Si; ., Drs. I Gusti Agung Oka Negara,S.Pd. M.Ke
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v2i1.3543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan Media konkret dengan siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 60 orang. Sampel ditarik dengan menggunakan purposive random sampling dengan jumlah 60 orang sampel. Data dikumpulkan dengan tes pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan media konkret dengan siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini dilihat dari hasil analisis bahwa nilai thitung lebih besar dari ttabel yaitu 6,61 > 1,980 pada taraif signifikansi 5% dengan perolehan nilai rata-rata hasil belajar IPA kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu sebesar 74,5 > 61,70. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan media konkret terhadap hasil belajar IPA siswa kelas IV SD Gugus VIII Mengwi tahun ajaran 2013/2014.Kata Kunci : hasil belajar, IPA, model pembelajaran Heuristik VEE berbantuan media konkret. This research aimed at knowing the significantly different in science study between groups of students’ learning by using Heuristik VEE learning helped by concrete media with students who involved in conventional learning in grade IV of Elementary school students at SD Gugus VIII Mengwi. Type of this study was experimental research used quasi experimental design. The subjects of this research were grade IV of Elementary school students at SD Gugus VIII Mengwi. Sample were taken randomly namely, grade IV of Elementary school students at SD N 3 Mengwi as an experimental class with the number of the students of each group were 30 students and grade IV of Elementary school students at SD N 1 Mengwi as controlled class with the number of the students of each group were 30 students. The technique used in collecting the data in this research was objective test. Statistical analysis used to test the research hypothesis was test of different mean (t-test). The analysis showed that there was the significantly different in science study between the students’ learning by using Heuristik Vee learning helped by concrete media with the students who involved in conventional learning. It was be evidenced that the average score reached of experimental class was X ̅ = 74,5 > X ̅ = 61,70 in controlled class. it can be concluded that the used of generative learning helped by power point influenced the students science study in grade IV of Elementary school students at SD VIII Mengwi. Keywords:, Heuristik VEE learning , concrete media, science study keyword : Heuristik VEE learning , concrete media, science study
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGUASAAN KOMPETENSI PENGETAHUAN MATEMATIKA SISWA KELAS IV SD GUGUS LETKOL WISNU TAHUN AJARAN 2016/2017 ., Ni Kadek Dwi Mega Yanthi; ., Drs. I Komang Ngurah Wiyasa, M.Kes.; ., Drs. I Wayan Darsana,M.Ed
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 5, No 2 (2017): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v5i2.10648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning berbantuan media audio visual terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan matematika siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu tahun ajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Desain penelitian ini menggunakan “Nonequivalent Control Group Design”. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu. Sampel diambil dengan teknik Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 11 Peguyangan sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas IVB SDN 5 Peguyangan sebagai kelompok kontrol. Data penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika dikumpulkan dengan instrumen berupa tes pilihan ganda. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika yang diperoleh kelompok eksperimen, yaitu X ̅=80,62 dan rata-rata penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika yang diperoleh kelompok kontrol, yaitu X ̅=71,35. Setelah diuji menggunakan uji-t , didapat thitung=4,157 dan pada taraf signifikansi 5% (α=0,05) dengan dk=34+31–2 diperoleh ttabel(α=0,05)=2,000. Berdasarkan kriteria pengujian thitung =4,157 > ttabel(α=0,05) =2,000, maka Ho ditolak. Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika antara kelompok siswa yang dibelajarkan melalui model problem based learning dengan kelompok siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran konvensional pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu tahun ajaran 2016/2017. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model problem based learning terhadap penguasaan kompetensi pengetahuan Matematika pada siswa kelas IV SD Gugus Letkol Wisnu tahun ajaran 2016/2017.Kata Kunci : problem based learning, media audio visual, kompetensi pengetahuan matematika The aim of the research is to determine the influence of model problem based learning audio visual aids on the mastery of the competence of knowledge mathematics in the 4th grade students of sd gugus letkol wisnu academic year 2016/2017 this type of research is a trick exsperiment. the design of this research was using "nonequivalent control group design". The population of this study were all fourth grade students of sd Gugus Letkol Wisnu. The sample was taken by Random Sampling technique. Samples in this research were the students of grade 4th SDN 11 Peguyangan as experimental group and students of grade 4thB SDN 5 Peguyangan as control group. The mastery of knowledge competence Mathematics was collected with instruments in the form of multiple choice test. The data were analyzed by t-test. The results showed that the average of mathematical knowledge competence acquired by the experimental group X = 80,62 and the average mastery of mathematical knowledge competence obtained by the control group that is X = 71,35. After tested using the t-test, gained tarithmetic= 4,157 and at a significant level of 5% with dk = 34 + 31-2 obtained ttable (α =0,05) = 2,000. Based on the test criteria tarithmetic = 4,157 > ttable = 2,000. Then Ho was rejected. This, there were significant differences in the mastery of knowledge competence of Mathematics between groups of students who were taught through the model of problem based learning with groups of students who were taught through conventional learning in grade IV students SD Letkol Wisnu academic year 2016/2017. It can be concluded that there was influence of problem based learning model on the mastery of knowledge competence of Mathematics in fourth grade students SD Letkol Wisnu academic year 2016/2017.keyword : problem based learning model, audio visual media, mathematical knowledge competence
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERORIENTASI NATURE OF SCIENCE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS IV DI SD GUGUS V KABUPATEN BULELENG I G.A. Tri Agustiana, Ni Pt. Kusuma Dewi, Md. Sumantri,
MIMBAR PGSD Undiksha Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v1i1.747

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi Nature of Science (NOS) dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Rancangan penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan Non Equivalent Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV di SD Gugus V Kabupaten Buleleng 2012/2013 yang berjumlah 145 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel yang terpilih, yaitu SD No. 1 Sari Mekar yang berjumlah 31 orang sebagai kelompok eksperimen dan SD No. 2 Sari Mekar yang berjumlah 27 orang sebagai kelompok kontrol. Data hasil belajar IPA siswa dikumpulkan dengan metode tes berbentuk tes pilihan ganda. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh: hasil belajar IPA siswa kelompok eksperimen tergolong sangat tinggi (rata-rata = 22,87), hasil belajar IPA siswa kelompok kontrol tergolong tinggi (rata-rata = 19,00), terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS dan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung (thitung = 3,455 > ttabel = 2,000). Dengan demikian, kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran berorientasi NOS menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran langsung. Kata kunci: model pembelajaran berorientasi Nature of Science, hasil belajar IPA  

Page 95 of 458 | Total Record : 4577


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 2 (2025): July Vol. 13 No. 1 (2025): April Vol. 12 No. 3 (2024): October Vol. 12 No. 2 (2024): July Vol. 12 No. 1 (2024): April Vol. 11 No. 3 (2023): October Vol. 11 No. 2 (2023): July Vol. 11 No. 1 (2023): April Vol. 10 No. 3 (2022): October Vol. 10 No. 2 (2022): July Vol. 10 No. 1 (2022): April Vol 10, No 1 (2022): April Vol 9, No 3 (2021): Oktober Vol. 9 No. 3 (2021): October Vol. 9 No. 2 (2021): July Vol 9, No 2 (2021): Juli Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021): April Vol. 9 No. 1 (2021): April Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020): Oktober Vol 8, No 3 (2020): Oktober Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020): Juli Vol. 8 No. 2 (2020): Juli Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020): April Vol 8, No 1 (2020): April Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019): Oktober Vol. 7 No. 3 (2019): October Vol 7, No 2 (2019): Juli Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019): July Vol 7, No 1 (2019): April Vol. 7 No. 1 (2019): April Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018): Oktober Vol. 6 No. 3 (2018): Oktober Vol 6, No 2 (2018): Juli Vol. 6 No. 2 (2018): July Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018): April Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017): Oktober Vol 5, No 3 (2017): Oktober Vol 5, No 2 (2017): Juli Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017): Juli Vol. 5 No. 1 (2017): April Vol 5, No 1 (2017): April Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016): Oktober Vol. 4 No. 3 (2016): Oktober Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 2 (2016): Juli Vol. 4 No. 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): April Vol 4, No 1 (2016): Vol. 3 No. 1 (2015): Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015): Vol. 2 No. 1 (2014): Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014): Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue