cover
Contact Name
Edy Susanto
Contact Email
jurnal.staialamindpu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.staialamindpu@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. dompu,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
AL-FURQAN
ISSN : 22523812     EISSN : 26212099     DOI : -
Core Subject : Education,
AL-FURQAN: Jurnal studi Pendidikan Islam adalah jurnal nasional bermitra bestari yang diterbitkan dua kali setahun dalam bentuk cetak dan online oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Perbedaan Hasil Belajar IPA Terpadu antara Pemberian Tugas di Awal Pembelajaran Dengan Pemberian Tugas di Akhir Pembelajaran pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bolo Tahun Ajaran 2016-2017 Muhammad Wahyu Setiyadi
AL-FURQAN Vol 6 No 1 (2017): Edisi Maret -Agustus 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.409 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen, bertujuan untuk mengetahui perbandingan hasil belajar antara siswa yang di ajar dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran dengan pemberian tugas di akhir pembelajaran. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bolo sebanyak 223 siswa yang terdiri dari 10 kelas. Sampel penelitian diambil dua kelas yaitu kelas VII H sebagai kelas eksperimen pertama dan kelas VII I sebagai kelas eksperimen kedua, dengan jumlah sampel sebanyak 42 orang siswa atau 18,84% dari jumlah populasi. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan pre-tes kepada kedua kelas, dilanjutkan dengan pembelajaran dan di akhiri dengan memberikan post-tes. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh rata-rata (mean) gain hasil belajar siswa pada kelas eksperimen pertama dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran mencapai 43,3, sedangkan nilai rata-rata (mean) gain pada kelas eksperimen kedua dengan metode pemberian tugas di akhir pembelajaran mencapai 38,3. Hasil uji t diperoleh t hitung­­ 2,262 dengan dk (40) α = 5% dan diperoleh t tabel sebesar 2,021, maka t hitung ≥ t tabel. Hal ini berarti ada perbedaan yang signifikan, dimana hasil belajar siswa dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran lebih baik daripada hasil belajar siswa dengan pemberian tugas di akhir pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa pembelajaran IPA Terpadu dengan metode pemberian tugas di awal pembelajaran lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan metode pemberian tugas di akhir pembelajaran. Sehingga peneliti berharap kepada guru agar menerapkan metode pemberian tugas di awal pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa
Dinamika Pemikiran Pendidikan Islam dalam Persyarikatan Muhammadiyah: (Telaah Pemikiran Abdul Munir Mulkhan) Nurul Fauziah
AL-FURQAN Vol 7 No 1 (2018): Edisi Maret - Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.363 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya Pemikiran Pendidikan Islam yang menjadi sarana efektif untuk membantu peserta didik dalam upaya mengangkat, mengembangkan dan mengarahkan potensi pasif yang di milikinya menjadi aktif yang dapat teraktualisasi dalam kehidupannya secara maksimal. Pendidikan Islam bukan sarana yang berfungsi sebagai indoktrinasi pembentukan corak dan warna kepribadian, melainkan menjadi sarana yang efektif bagi terciptanya pengembangan kepribadian manusia ( muslim ) seutuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemikiran pendidikan Islam menurut Abdul Munir Mulkhan.(2) dinamika arah pemikiran pendidikan Islam Abdul Munir Mulkhan.(3) faktor-faktor yang mempengaruhi dinamika pemikiran pendidikan Islam Abdul Munir Mulkhan. Pemikiran pendidikan Islam merupakan komponen terpenting untuk membentuk dan mewarnai corak hidup masyarakat. Pendidikan Islam sangat penting bagi umat Islam karena dapat mempelajari ilmu pengetahuan dan yang lainnya. Abdul Munir Mulkhan mengatakan Pendidikan Islam harus memberi kesempatan atau peluang kepada semua orang di semua zaman untuk terlibat langsung dalam pendidikan Islam guna mengembangkan dirinya. Oleh karena itu pendidikan Islam harus memberi kewenangan kepada manusia untuk memikirkan dan menjalankan pemahamannya tentang Islam diatas prinsip keterbatasan dan kemampuan manusia tersebut. Selama ini pendidikan Islam di anggap tidak demokratis, karena hanya sekedar transfer of knowledge atau transfer of value. Sehingga murid hanya sekedar menerima nilai-nilai yang sudah ada tanpa bisa berfikir kritis dalam mengembangkan dirinya. Untuk itu pendidikan Islam haruslah pendidikan yang bisa memberikan kesempatan kepada semua murid untuk terlibat langsung dalam mengembangan pemikirannya, sehingga bisa menjadi manusia yang kritis dan kreatif. Dari beberapa pemikiran pendidikan Abdul Munir Mulkhan mengenai pendidikan Islam yang humanis, kritis, idealis, dan religius dapat memperkuat kerangka filosofis dan meningkatkan kualitas pelaksanaan pendidikan Islam
Gaya Kepemimpinan Kepala Madrasah Wanita di MIS Al-Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu Fitriani Fitriani
AL-FURQAN Vol 7 No 1 (2018): Edisi Maret - Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.248 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu, meliputi gaya kepemimpinan kepala madrasah dan faktor-faktor yang mempengaruhi gaya kepemimpinan kepala madarsah wanita dalam pengambilan keputusan Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu serta guru dan staf tata usaha sebagai penunjang. Penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah pengamatan atau observasi, wawancara dan dokumentasi. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang berhubungan dengan gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita. Setelah itu dilanjutkan dengan mengadakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu adalah cenderung menggunakan gaya partisipatif yaitu kontrol atas pemecahan masalah baik yang terstruktur atau yang tidak terstruktur dan pengambilan keputusan antara pemimpin dan bawahan dalam keadaan seimbang. Pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan; (2) Gaya kepemimpinan kepala madrasah wanita di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al Kautsar Desa Ranggo Kecamatan Pajo Kabupaten Dompu dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu latar belakang pendidikan, kepribadian, sarana dan prasarana, serta kematangan para pengikut atau bawahan.
Konstruksi Pluralisme Agama dalam Praktik Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMAN 1 Dompu Ilyas Ilyas
AL-FURQAN Vol 7 No 1 (2018): Edisi Maret - Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.114 KB)

Abstract

Sebagai lembaga pendidikan, sekolah pada dasarnya merupakan “mikrokosmos” yang harus merefleksikan realitas dan pluralitas, termasuk pluralitas agama, yang ada dalam masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan hendak melihat bagaimana guru PAI memahami dan memaknai pluralisme agama dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik pembelajaran pendidikan agama justeru memperkokoh klaim kebenaran agama sendiri. Meski berstatus sebagai sekolah umum, kenyataannya Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Dompu masih sangat kuat dipengaruhi semangat truth claim. Akibatnya, toleransi beragama yang menjadi salah satu tujuan pembelajaran PAI sulit terwujud. Sebaliknya, pendidikan agama makin memperkokoh segregasi antarpemeluk agama. Oleh karena itu, ke depan orientasi pembelajaran PAI harus diarahkan pada upaya untuk menumbuhkan kepedulian moral bersama pada masalah-masalah kemanusiaan universal
Internalisasi Nilai-Nilai PAI melalui Metode Pembiasaan pada Siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo Firmansyah Firmansyah
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.622 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan, (Field Reseach) dengan metode deskriptif, dengan objek mengambil latar di MTs. Al-Kautsar Ranggo. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa langkah yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Nilai-nilai PAI apa yang diinternalisasikan melalui metode pembiasaan pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo mendeskripsikan pelaksanaan internalisasi nilai-nilai PAI melalui metode pembiasaan pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo dan mendeskripsikan faktor pendudukung dan penghambat internalisasi nilai-nilai PAI melalui metode pembiasaan pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo. Hasil penelitian ini dalam menerapkan nilai-nilai PAI pada siswa MTs. Al-Kautsar Ranggo menggunakan metode pembiasaan dirasa cukup baik dan efektif. Penggunaan metode pembiasaan ini dilaksanakan di dalam kelas melalui materi PAI yang diajarkan. Sedangkan di luar kelas para siswa dibiasakan untuk shalat berjama’ah, shalat dhuha, membaca Al-Qur’an dan berakhlaqul karimah. Dalam pelaksanaannya masih butuh kesadaran pribadi para siswa dengan bimbingan dan pengawasan oleh guru maupun orang tua di rumah. Faktor pendukung internal yaitu adanya kesadaran personal (individu) siswa tersebut dalam merespon kegiataan yang diadakan sekolah. Kemudian faktor pendukung eksternal siswa yaitu lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat yang, lingkungan pendidikan sehingga siswa cenderung terbiasa dalam ibadah dan akhlak yang baik kemudian sarana dan prasarana yang memadai. faktor penghambat secara internal siswa yaitu masih adanya siswa yang pengetahuan kurang terhadap nilai-nilai PAI, kurang kesadaran sepenuhnya dari diri siswa itu sendiri Faktor eksternal lingkungan keluarga masih adanya orang tua yang apatis terhadap perilaku anak, teman bermain atau pergaulan siswa
Penerapan Pola Pendidikan Pesantren dalam Mempercepat Penguasaan Siswa Memahami Alquran (Studi Kasus MSs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu) Fitriani Fitriani
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.498 KB)

Abstract

Dalam proses belajar mengajar membaca dan menulis Al-Qur’an, MTs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu mempergunakan metode iqro’. Tujuan digunakannya metode ini adalah dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca dan menulis Al-qur’an bagi peserta cukup berhasil. kami selalu memberikan motovasi kepada peserta agar selalu berlatih membaca dan menulis Al-qur’an terutama di rumah. Pengajaran dasar Al-Qur’an pada umumnya kita dapati dua unsur yaitu unsur mengajar dan unsur yang diajar. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan sebab berhasil tidaknya suatu usaha pengajaran itu banyak ditentukan oleh tenaga pengajar itu sendiri. Antara keduanya harus ada hubungan timbal balik yang harmonis dengan mencapai semaksimal mungkin apa yang diinginkan. Sebagaimana kita mengetahui bahwa apa yang dicapai oleh setiap individu dari berbagai macam ilmu pengetahuan sedikit banyaknya berpengaruh terhadap kelangsungan setiap individu. Penerapan pola pendidikan pesantren yang terapkan pada MTs Babussalam Lanci Satu Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu dalam proses belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran AL-Qur’an dipergunakan beberapa metode sesuai tingkat murid yang menerima pelajaran yaitu, metode halaqah, metode hadap satu persatu dan metode Klasikal.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Motivasi Belajar Mahasiswa STKIP Al-Amin Dompu pada Jurusan Pendidikan Biologi Yeni Rahmawati
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.317 KB)

Abstract

Motivasi merupakan usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila tidak suka, maka akan berusaha untuk mengelak perasaan tidak suka tersebut. Motivasi belajar merupakan faktor psikis yang bersifat non-intelektual. Peranannya yang khas adalah dalam hal penumbuhan gairah, merasa senang, dan semangat untuk belajar. Mahasiswa yang mempunyai motivasi kuat, akan lebih tenang, akan lebih tekun untuk melakukan kegiatan belajar daripada mahasiswa yang sama sekali tidak memiliki motivasi belajar. Motivasi belajar mahasiswa tidak hanya dapat dirangsang dalam diri mahasiswa sendiri, tetapi biasanya dari faktor luar salah satunya adalah lingkungan di mana mahasiswa tersebut menuntut ilmu (Perguruan Tinggi). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif. Subyek penelitian sebagai sumber data adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi. Teknik dalam pengumpulan data adalah pengamatan langsung/observasi partisipan, wawancara mendalam. Dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model interaksi (Milen & Huberman). Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi, antara lain faktor dosen yang malas masuk (melakukan proses perkuliahan) maupun metode pembelajaran yang digunakan, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai, kurangnya kegiatan yang diadakan di kampus. 2) Upaya mengatasi rendahnya motivasi belajar mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Al-Amin Dompu pada jurusan pendidikan Biologi yaitu a) Proses pembelajaran yang perlu dirubah, b) Pemberian tugas dikurangi, c) Dosen lebih melakukan pendekatan dengan mahasiswa, d) Tersedianya sarana dan prasarana yang memadai
Pemikiran Multikulturalisme K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam di Indonesia Miskan Miskan
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1660.921 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beragamnya agama, budaya, ras, maupun suku di Indonesia. Dalam hal ini Gus Dur sebagai tokoh multikulturalisme mencoba merangkul semua perbedaan tersebut dalam konsep pemikirannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pemikiran Gus Dur tentang multikulturalisme dan implikasinya terhadap pendidikan agam Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan sosio-historis yang berusaha mengungkap idiologi dan biografi tokoh yang dijadikan objek dengan teknik pengumpulan data berupa menganalisis data primer dan sekunder. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Gus Dur tentang multikulturalisme dapat dilihat dari beberapa aspek: aspek mengenai pribumisasi Islam, nilai-nilai demokrasi dan HAM, prinsip-prinsip humanisme dan pluralitas masyarakat, serta karakteristik multikulturalisme. Semua pemikiran Gus Dur tersebut berimplikasi terhadap pendidikan agama Islam di Indonesia yang dapat dilihat dalam beberapa aspek yaitu: pendidikan agama Islam Berbasis Neormodernisme, pendidikan agama Islam Berbasis Pesantren, pendidikan agama Islam yang beragam, kurikulum, dan metode pendidikan. Kaitannya dengan pesantren, Gus Dur berusaha menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dengan konteks zaman tanpa menghilangkan pesan moral pesantren tersebut. Semua pemikiran Gus Dur tentang pendidikan agama Islam di Indonesia bertujuan untuk menjawab segala tantangan dan kebutuhan masyarakat modern. Elaborasinya dalam konteks sosial menjadikannya sebagai wahana untuk merangkul perbedaan dengan mengedepankan prinsip Persatuan dan Kesatuan demi terwujudnya keselarasan di bawah bingkai Bhineka Tunggal Ika
Perkembangan Pendidikan Islam dan Kearifan Lokal di Indonesia Nurul Fauziah
AL-FURQAN Vol 6 No 2 (2018): Edisi September 2017-Februari 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.141 KB)

Abstract

Perkembangan Pendidikan Islam di Indonesia telah lama muncul, demikian halnya dengan Kearifan lokal merupakan salah satu dasar penetapan hukum Islam, hal ini menyiratkan arti (1) perlunya kontekstualisasi Islam agar artikulasi ajarannya dalam memandu kehidupan tidak lepas-konteks, (2) kebaikan/kebenaran sangat mungkin ditemukan “di luar teks”, di mana fungsi teks tinggal mengafirmasinya, dan (3) teks bersifat terbatas, sedangkan realitas bersifat tak terbatas sehingga interpretasi teks perlu memperhatikan dinamika realitas kehidupan. Kearifan lokal yang dapat dipertahankan dan patut dilestarikan sesuai dengan ajaran agama Islam merupakan hasil usaha dari para ulama-ulama jaman dahulu terutama para waliyullah.Kearifan lokal adalah warisan masa lalu yang berasal dari leluhur, yang tidak hanya terdapat dalam sastra tradisional. Kearifan lokal hanya akan abadi kalaukearifan lokal terimplementasikan dalam kehidupan konkret sehari-hari sehingga mampu merespons dan menjawab arus zaman yang telah berubah. Kearifan lokal juga harus terimplementasikan dalam kebijakan negara, misalnya dengan menerapkan kebijakan ekonomi yang berasaskan gotong-royong dan kekeluargaan sebagai salah satu wujud kearifan lokal kita
Pondok Pesantren: Lulusan Santri Beriman dan Profesional Berbasis Manajemen Sumber Daya Manusia Ittihad Ittihad
AL-FURQAN Vol 7 No 1 (2018): Edisi Maret - Agustus 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Amin Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.105 KB)

Abstract

Mengembangkan budaya profesional di sekolah (madrasah) dilakukan dengan 1) menerapkan system penerimaan siswa baru yang ketat, 2) kegiatan orientasi sekolah pada siswa baru, 3) memberlakukan tata tertib sekolah/madrasah dan tugas kompensasi, 4) melaksanakan system pembelajaran yang mantap, dan 5) melaksanakan pemasaran lulusan. pada penelitian ini disaat banyak lembaga pendidikan mengalami penurunan peserta didik yang signifikan, justru Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani mengalami kenaikan santri. Dalam membekali masa depan santri, Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani memberikan pelajaran agama, umum dan keterampilan. Penelitian tentang manajemen sumber daya manusia merupakan penelitian lapangan menggunakan pendekatan kualitatif. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai instrumen. penelitian di lakukan di Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data tulis yang bersumber dari dua macam yaitu: informan dan arsip (dokumen). Teknik pengumpulan data melalui wawancara (interview). Pengamatan (0besrvasi) dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Hasil penelitian bahwa karakteristik Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani menurut tipenya termasuk dalam pondok pesantren modernt yakni pondok pesantren kalafi, menurut tipe Pondok Pesantren tipe D. Implementasi manajemen sumber daya manusia pondok pesantren Syaikh Zainuddin NW Anjani dilakukan sebagai berikut: perencanaan dilakukan berdasarkan analisis trend, selanjutnya dirumuskan dalam bentuk perencanaan, pengorganisasian selanjutnya dilakukan pembagian tugas pengurus dan tenaga pendidik. Pelaksanaan meliputi: metode rekrutmen belum terbuka sehingga tidak ada seleksi. Orientasi belum dilaksanakan pada semua tenaga baru. Pelatihan untuk materi umum masih tergantung panggilan dari Kanwil Kemenag Kabupaten Lombok Timur. Pengendalian meliputi:penilaian baru menggunakan cara pendekatan individual. Kompensasi yang diberikan tidak sesuai dengan job analisis