cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
zulfadhilalzabir@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agromix@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta No. 7, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
AGROMIX
ISSN : 2085241X     EISSN : 25993003     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal of Agromix as a scientific study and information on agricultural fields containing scientific writings, a summary of the results of research, service, critical thinking about Agricultural, Fisheries, Agricultural Product Technology, Animal Husbandry, and all fields related to Agriculture.
Arjuna Subject : -
Articles 360 Documents
KEUNGGULAN KOMPARATIF DAN KOMPETITIF USAHA AGRIBISNIS AYAM RAS PEDAGING DI KABUPATEN LAMONGAN JAWA TIMUR NOVI ITSNA HIDAYATI

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.306 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i2.741

Abstract

ABSTRACT: The aim of research are: (1) Analyze comparative and competitive adventage of the broiler agribusiness industry at the Regenzy of Lamongan, East Java (2) Analyze avian influenza impact regarding to broiler agribusiness industry at the Regenzy of Lamongan, East Java. Research location in selected by purposive sampling method with concideration that the Regency of Lamongan is one of central production which is nearby with main market, Surabaya, and also obviously the one of positively infected. The research result shows the performance of broiler agribusiness industry at the Regency of Lamongan still not really good, based on IP value is 240 or less than 270 financial and economic income of broiler agribusiness industry at the Regency of Lamongan, before and after infected to eny scala of industry has positive value, ir means broiler agribusiness industry made financial profit for breeder and give economic adventage for the people, broiler agribusiness industry at the Regency of Lamongan entirely has comparative and competitive adventage showed by DRCR value less than 1.
PENERAPAN UMUR SIMPAN SARI WORTEL PADA BIAYA PENYIMPANAN SELAMA PEMASARAN Rekna Wahyuni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.955 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i2.742

Abstract

ABSTRACT: Research target is to know shelf life of carrot juice. Knownly by shelf life knowable carrot juice hence the way of correct handling for it’s storage cost and carrot juice during marketing activity. ASLT method used in shelf life determination to use degradation of beta karoten and acidity (pH) parameter. Shelf life of carrot juice at low temperature (10 °C) is 62 days and at room temperature (± 27 °C) is 38 days. Storage applying at low temperature and room temperature for marketing of carrot juice in Pusat Oleh-oleh Khas Malang ”Caprina”, with storage capacities 630 bottles will bring consequence of storage cost. Storage cost of carrot juice at low temperature (10 °C) per month is Rp.262.133,00 while expense of per bottle of during one week is Rp.103,45. Storage cost of carrot juice at room temperature (± 27 °C) is Rp.8.333,00/ month while expense of per bottle during one week is Rp.9,92. This result can be used for consideration of price of sale of carrot juice.
DESKRIPSI SIFAT AGRONOMIK BERDASARKAN SELEKSI GENOTIPE TANAMAN KEDELAI DENGAN METODE MULTIVARIAT Zainol Arifin

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.429 KB) | DOI: 10.35891/agx.v2i2.744

Abstract

Nilai korelasi antara X dan Y pada X5 adalah -0.05, sedangkan nilai pengaruh langsungnya –0.35. Kedua nilai ini saling berdekatan sehingga seleksi secara langsung adalah berdasarkan pada umur matang panen (X5). Pada Tabel 6 nilai koefisien korelasi X dan Y bernilai positif , pengaruh langsung X2 dan X3 masing bernilai negatif yaitu X2 =-1.19 dan X3 =-2.64 maka dilakukan seleksi secara tak langsung terhadap X2 (b Berdasarkan Tabel 13 di atas, genotipe terbaik yang diseleksi secara simultan berdasarkan sifat-sifat komponen hasil yang diamati (berat biji per tanaman, berat 100 biji, jumlah biji per tanaman, jumlah polong per tanaman, umur panen, berat biji per petak) adalah genotipe 12 (Unej 2). Selanjutnya berturut-turut yang menempati peringkat kedua, ketiga dan keempat adalah genotipe Unej 1, Balitkabi 8, dan Balitkabi 10.Pada hasil analisis lintas tidak terdapat nilai koefisien korelasi X dan Y yang negatif dengan pengaruh langsung yang positif sehingga tidak dilakukan seleksi secara terbatas. Jadi seleksi langsung, seleksi tak langsung dan seleksi terbatas berdasarkan hasil analisis lintas sifat agronominya Genotipe terbaik yang diseleksi secara simultan berdasarkan sifat-sifat komponen hasil yang diamati (berat biji per tanaman, berat 100 biji, jumlah biji per tanaman, jumlah polong per tanaman, umur panen, berat biji per petak) adalah genotipe 12 (Unej 2). Selanjutnya berturut-turut yang menempati peringkat kedua, ketiga dan keempat adalah genotipe Unej 1, Balitkabi 8, dan Balitkabi 10.
PEMANFAATAN BAYAM MERAH (BLITUM RUBRUM) UNTUK MENINGKATKAN KADAR ZAT BESI DAN SERAT PADA MIE KERING I Komang Suwita; Maryam Razak; Rizqa Andari Putri

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.139 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.745

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan bayam merah (Blitum rubrum) terhadap kadar zat besi, kadar serat, kadar air, mutu organoleptik, mutu fisik dan menetukan taraf perlakuan terbaik dari proporsi penambahan daun bayam merah pada mie kering. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis statistik yang digunakan untuk kadar zat besi, kadar serat, kadar air dan mutu fisik (daya putus) adalah One Way Anova, sedangkan untuk mutu organoleptik adalah Kruskall Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Perlakuan penelitian adalah penambahan bayam merah ke dalam mie kering dengan 6 taraf perlakuan yaitu penambahan bayam merah dengan proporsi 0%, 20%, 25%, 30%, 35%, dan 40% dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah ke dalam mie kering maka kadar zat besi, kadar serat, kadar air serta mutu fisik (daya putus) semakin meningkat. Hasil analisis penilaian mutu organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi penambahan bayam merah maka persentase penerimaan panelis terhadap tekstur, rasa, dan warna meningkat namun persentase penerimaan panelis terhadap aroma menurun. Penilaian perlakuan terbaik menunjukkan bahwa taraf perlakuan P5 (penambahan bayam merah 40%) dapat direkomendasikan menjadi taraf perlakuan terbaik. Taraf perlakuan P5 (penambahan bayam merah 40%) dapat dimanfaatkan sebagai sumber untuk memenuhi zat besi dalam rangka menanggulangi masalah anemia zat besii.
ANALISIS SALURAN DAN MARJIN PEMASARAN PETANI JAMBU AIR CAMPLONG (syzygium aqueum) Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.375 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.746

Abstract

Di Kabupaten Sampang, tanaman holtikultura yang mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat tani adalah tanaman buah-buahan, diantaranya tanaman "Jambu Air Camplong" yang harganya lebih tinggi dibandingkan dengan buah komersial lainnya, seperti : mangga, jeruk lokal. Jambu Air Camplong merupakan varietas lokal yang banyak dibudidayakan di kecamatan Camplong dan merupakan komoditas unggulan Kabupaten Sampang. Meningkatnya produksi akan membawa pengaruh yang luas bagi perkembangan ekonomi tersedianya pasar untuk hasil pertanian, sebab walaupun produksi dapat ditingkatkan, tetapi gagal dalam memasarkan hasil produksinya, maka sia-sialah usaha untuk meningkatkan produksi (Sunarto, 1973). Penelitian ini dilakukan di Desa Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, dengan tujuan untuk mempelajari pola pemasaran jambu air dan menganalisis marjin pemasaran dan share harga petani. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada bulan Mei sampai Juli 2011. Responden diambil dari populasi secara Snow Ball Sampling terhadap petani jambu air. Jumlah responden petani sebanyak 27 orang. Namun untuk pedagang, karena populasinya sedikit maka dilakukan secara sensus terhadap lima pedagang pengumpul dan dua tengkulak. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara wawancara, langsung dengan responden serta data sekunder sebagai data pendukung yang berasal dari kantor kecamatan dan instansi lain yang terkait. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis marjin dan share harga. Pemasaran jambu air di kecamatan Camplong terdiri dari dua saluran distribusi yaitu : a. Saluran Pertama (I) : Petani Pedagang Pengumpul Konsumen. b. Saluran Kedua (II) : Petani Tengkulak Pedagang Pengumpul Konsumen Besarnya biaya pemasaran jambu air yang harus dikeluarkan oleh Pedagang Pengumpul adalah Rp 1.200/100 biji pada saluran I dan Rp 1.300,00 pada saluran II, sedangkan biaya yang harus dikeluarkan oleh Tengkulak adalah Rp 800,00 pada saluran II. Besarnya keuntungan yang diterima Pedagang Pengumpul adalah Rp 3.500,00/100 biji pada Saluran I dan Rp 1.700,00/100 biji pada saluran II, sedangkan besarnya keuntungan yang diterima Tengkulak adalah sebesar RP 1.450,00/100 biji pada saluran II. Nilai marjin pemasaran jambu air di tingkat Pengumpul adalah Rp 5.000,00/100 biji pada saluran I dan Rp 3.500 pada saluran II dan nilai marjin pemasaran di tingkat Tengkulak pada saluran II adalah Rp 2.500,00/biji. Pemasaran jambu air pada saluran I hanya melalui satu institusi pemasaran, yaitu Pedagang Pengumpul. Pada kondisi ini besarnya share harga yang diterima petani semakin besar, yaitu 95,45% petani mendapatkan harga yang lebih tinggi yaitu Rp 42.000,00. Sedangkan prosentase perbandingan harga yang diterima konsumen akhir pada saluran pemasaran II sebesar 86,95%¸ kecilnya prosentase harga pada saluran pemasaran II ini disebabkan oleh panjangnya saluran pemasaran yang terjadi dan jumlah tengkulak relatif banyak.
PENGARUH KARAKTERISTIK PERUSAHAAN TERHADAP STRUKTUR MODAL (STUDI PADA PERUSAHAAN FOOD & BAVERAGES YANG LISTING DI BURSA EFEK TAHUN 2004-2008) Nuraeni Nuraeni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.875 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Karakteristik Perusahaan yang terdiri dari ukuran perusahaan, pertumbuhan penjualan, dan pertumbuhan aktiva Terhadap Struktur Modal perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu laporan keuangan perusahaan food & baverages untuk tahun 2004-2008. Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan bahwa variabel ukuran perusahaan dan pertumbuhan penjualan memiliki pengaruh yang positif signifikan terhadap struktur modal perusahaan. Sedangkan variable pertumbuhan aktiva tidak berpengaruh signifikan terhadap struktur modal perusahaan.
PENGARUH PERSENTASE DAN LAMA PERENDAMAN DALAM KAPUR SIRIH (CaOH2) TERHADAP KUALITAS KERIPIK TALAS KETAN (Colocasia esculanta) Rekna Wahyuni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.218 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.748

Abstract

Berbagai jenis pangan diproduksi dengan meningkatkan kuantitas serta kualitasnya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Selain dengan meningkatkan jumlahnya, pemenuhan kebutuhan pangan juga dapat dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan sumber bahan pangan yang beraneka ragam. Hal ini dilakukan sebagai upaya diversifikasi pangan dengan memanfaatkan sumber daya pangan lokal. Salah satu sumber daya pangan lokal yang dapat dijadikan alternatif usaha diversifikasi pangan adalah umbi talas (Colocasia esculenta).Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui persentase larutan kapur sirih terbaik untuk bahan perendam, untuk mengetahui lama perendaman terbaik dan untuk mengetahui kombinasi persentase dan lama perendaman terbaik pada pembuatan keripik talas ketan. Rancangan penelitian yang dilakukan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dimana terdiri dari 2 faktor , faktor pertama terdiri dari 3 level dan faktor kedua terdiri dari 2 level dengan ulangan sebanyak 3 kali. Adapun faktor perlakuan yang digunakan adalah persentase kapur sirih dalam larutan perendam dan lama perendaman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa persentase larutan kapur sirih terbaik untuk bahan perendam pada pembuatan keripik talas ketan adalah 20 %, perendaman dalam larutan kapur sirih terbaik adalah 15 menit dan kombinasi persentase kapur sirih dan lama perendaman dalam larutan kapur sirih terbaik pada pembuatan keripik talas ketan adalah persentase 20% selama 15 menit dengan karakteristik kadar air 1,930 % ; nilai kesukaan warna 5,90 ; nilai kesukaan rasa 6,30 ; nilai kesukaan aroma 7,40 dan nilai kesukaan tekstur 5,85
KAJIAN PEMASARAN TELUR AYAM DI KECAMATAN SUKOREJO KABUPATEN PASURUAN Wenny Mamilianti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.894 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.749

Abstract

Usaha ternak ayam petelur telah diupayakan untuk menjadi salah satu andalan usaha peternakan di Kabupaten Pasuruan, namun pengembangan berjalan lamban karena masih banyak peternak yang melakukan usaha secara tradisional dan terbatasnya informasi tentang pemasaran ayam petelur.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis saluran pemasaran telur, menganalisis margin pemasaran dan share harga ditingkat peternak atau produsen dan lembaga pemasaran serta pendekatan structure, conduct and market performance (S-C-P). Metode penelitian menggunakan metode studi kasus (case study). Pengambilan sampel lembaga pemasaran dilakukan secara total sampling, sedangkan sampel konsumen dilakukan secara accidental sampling. Analisa data berupa analisis secara deskriptif, analisis harga yang diterima produsen, analisis share keuntungan dan share biaya lembaga pemasaran, analisis margin pemasaran, pendekatan structure, conduct and market performance (S-C-P). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada 2 tipe saluran pemasaran ayam petelur. Besarnya margin pemasaran yang diperoleh pada saluran I untuk pedagang besar Sidoarjo masing-masing yaitu Rp 700/kg, pedagang besar di Pasuruan Rp 500/kg, pedagang besar di Pandaan Rp 800/kg, dan saluran II untuk pedagang besar di Sukorejo sebesar Rp 600/kg. Share harga yang diterima peternak atau produsen masing-masing pedagang besar untuk saluran I yaitu pedagang besar di Sidoarjo 91,03%, pedagang besar di Pasuruan 93,42%, pedagang besar di Pandaan 89,74. Sedangkan untuk pendekatan struktur, perilaku dan penampilan pasar (S-C-P) menunjukkan masih belum efisiensinya saluran pemasaran telur.
POTENSI PUPUK HIJAU ORGANIK (Daun Trembesi, Daun Paitan, Daun Lantoro) SEBAGAI UNSUR KESTABILAN KESUBURAN TANAH Misbach Munir; Muh. Aniar Hari Swasono

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.803 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.750

Abstract

Upaya konservasi sumber daya alam hayati seringkali menjadi prioritas kesekian dalam pembangunan di negara Indonesia. Perhatian dan dukungan elemen masyarakat baik pemerintah, swasta maupun individu sangat minim sehingga pada masa ini terjadi degradasi status keanekaragaman hayati dari yang semula dikenal sebagai daerah dengan keanekaragaman tinggi (mega diversity country) menjadi negara dengan tingkat keterancaman paling tinggi (hot spot country). Salah satu indikasi paling sederhana adalah semakin berkurangnya jenis-jenis tanaman lokal seperti pohon Trembesi (Samanea Saman), daun paitan (Tithonia diversifolia)dan daun lantoro (Leucaena leucocephala) daun-daunan tersebut merupakan komoditas penting karena merupakan salah satu sumber pupuk organik yang paling baik bagi penghumusan tanah. Beberapa jenis tumbuan lain seperti pohon lantoro dan paitan juga dilaporkan mengandung banyak zat hijau serta unsur N,P,K yang mampu memulihkan kondisi tanah dengan subur tanpa mengurangi PH tanah yang selama ini telah tecampur dengan bahan kimia. Permasalahan yang sering terjadi adalah para petani masih sering memakai pupuk yang berbahan kimia Akibatnya racun bahan kimia yang terkandung dalam tanah semakin meningkat, beberapa jenis tanaman yang mampu mengembalikan kondisi tanah mengalami proses pelangkaan dan bahkan terancam kepunahan, sehingga tujuan penelitian ini adalah 1) Apa saja kandungan yang terdapat pada jenis daun-daunan sebagai bahan baku utama pupuk hijau organik.2). Bagaimana cara proses produksi pupuk hijau organik .3)Bagaimana hasil studi kelayakan pupuk hijau organik serta hasil perbandingan unsur haranya Berdasarkan Studi Uji lab kandungan unsur hara N,P,K banyak terdapat pada daun –daunan terutama Daun trembesi dengan kandungan unsur (N) = 6.52, unsur (P) = 0.47 dan unsure (K) = 2,25. Untuk daun paitan kandungan unsur (N) = 4,65, unsur (P) = 0,25 dan unsur (K) = 64,52. Sedangkan untuk daun lantoro unsur (N) = 3,37, unsur (P) = 0.31 dan unsur (K) = 0,37. Dari data uji lab tersebut dalam setiap unsur hara serta kandungan zat hijau yang terdapat pada daun trembesi menunjukkan bahwa nilai kandungan unsur (N) pada daun trembesi berada diatas nilai yang distandarkan, sedangkan untuk unsure (K) yang berada diatas nilai standar terdapat pada daun paitan dan unsure (P) yang berada diatas nilai standart terdapat pada daun lantoro. Dengan demikian kandungan unsure ketiga bahan tersebut dapat kita gabungkan untuk dijadikan sebagai alat ukur pada variabel proses produksi pupuk hijau organic yang akan diuji.Dari hasil Studi karakter, fenologi, habitat, etnobotani dan kearifan tradisional, menyatakan bahwa ada pengaruh terhadap kondisi tanah yang kritis yang semula tidak begitu subur dengan tingkat pencemaran zat kimia tinggi, telah berangsur pulih akibat penghumusan yang di aki batkan dari pupuk hijau organik tersebut
PENGARUH PERBEDAAN SALINITAS AIR TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Endang Tri Wahyurini

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.041 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i1.751

Abstract

Penelitian Pengaruh Perbedaan salinitas Air Terhadap Tingkat Kelangsungan Hidup benih Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus) bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh salinitas air diantara perlakuan terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Benih merupakan fase kritis terhadap respon lingkungan, oleh sebab itu pemeliharaan benih harus mendapatkan perawatan yang intensif. Sejalan dengan usaha untuk mentransfer ikan nila merah agar dapat dipelihara di sawah tambak, maka perlu dilakukan persiapan terhadap benihnya. Mengingat pentingnya lahan sawah tambak sebagai salah satu alternatif untuk mentransfer benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus) dari air tawar ke air payau yang saat ini belum diketahui secara jelas sejauh mana pengaruh salinitasnya terhadap tingkat kemampuan adaptasi dalam proses osmoregulasi benih ikan nila merah, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh perbedaan salinitas terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus) di sawah tambak. Penelitian ini dilaksanakan di Tambak di Desa Galis kecamatan Pamekasan, Madura. Tanggal 15 November sampai 15 Desember 2005. Berdasarkan uji Beda Nyata Terkecil dengan tingkat kepercayaan 5% dan dilanjutkan dengan analisa regresi diketahui bahwa media penelitian benih ikan nila merah dengan salinitas 10‰ mengasilkan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi yaitu 92%. Kemudian berturut-turut diikuti media penelitian benih ikan nila merah dengan salinitas 15‰ (74,67 %), 20‰ (59,33 %) dan 25‰ (48 %). Hubungan antara salinitas dengan kelangsungan hidup berbentuk linier dengan persamaan garis Y = 120 – 2,95X dengan R2 sebesar 0,95. Pengamatan kualitas air masih dalam kisaran normal untuk media benih ikan nila merah. Kandungan oksigen terlarut berkisar antara 5,0 – 6,4 ppm, konsentrasi karbondioksida bebas berkisar 4,44 sampai dengan 4,88 ppm. Derajat keasaman berkisar antara 7,1 – 7,8. Suhu air berkisar 28,5 – 30,0o C dan konsentrasi gas amonia bersifat konstan yaitu sebesar 0,2 ppm.

Page 7 of 36 | Total Record : 360