cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
zulfadhilalzabir@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agromix@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta No. 7, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
AGROMIX
ISSN : 2085241X     EISSN : 25993003     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal of Agromix as a scientific study and information on agricultural fields containing scientific writings, a summary of the results of research, service, critical thinking about Agricultural, Fisheries, Agricultural Product Technology, Animal Husbandry, and all fields related to Agriculture.
Arjuna Subject : -
Articles 360 Documents
PENDUGAAN UMUR SIMPAN SIRUP TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb), MADU DAN EKSTRAK IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) DENGAN MODEL ARRHENIUS DAN MODEL Q10 I Komang Suwita; Yohanes Kristianto; Firdha Yuniar Purwaningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.703 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui estimasi (pendugaan) umur simpan sirup (sirup temulawak madu dan ekstrak ikan gabus) berdasarkan parameter total padatan terlarut, pH dan jumlah mikroorganisme. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap menggunakan 3 taraf perlakuan yaitu suhu penyimpanan sirup pada 5o C (P0), 25o C (P1), dan 35o C (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama penyimpanan maka nilai total padatan terlarut sirup semakin menurun dari rata–rata 63,43%Brix menjadi rata–rata 57%Brix. Nilai pH menunjukkan semakin meningkat yaitu rata–rata berkisar 5,31-6,6. Sedangkan jumlah mikroorganisme menunjukkan semakin lama penyimpanan, jumlah total mikroorganisme sirup semakin meningkat yaitu 2,6x101 hingga 7,6x102 koloni/g. Estimasi umur simpan sirup dengan menggunakan model Arrhenius didapatkan umur simpan sirup yang disimpan pada suhu 5o C (9 hari), 25o C (3 hari) dan 35o C (1 hari). Sedangkan estimasi umur simpan dengan menggunakan model Q10 untuk sirup yang disimpan pada suhu beku yang diasumsikan sebagai suhu penyimpanan untuk pendistribusian produk didapatkan masa kadaluarsa produk sirup pada suhu -5o C (18 hari) dan suhu 0o C (12 hari). Secara statistik, penyimpanan sirup pada minggu pertama pada suhu 5o C, 25o C, 35o C memberikan pengaruh yang signifikan (p=0,000) terhadap total padatan. Demikian juga, suhu penyimpanan memberikan pengaruh yang signifikan (p=0,001) terhadap pH sirup. Namun laju peningkatan jumlah total mikroorganisme pada sirup, baik pada minggu kedua (P=0,382), minggu ketiga (p=0,419) dan keempat (p=0,256). masing–masing secara statistik tidak menunjukan perbedaan yang signifikan.
PENGARUH EPS,ROE, DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SAHAM TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Pada PERUSAHAAN ROKOK yang LISTING di BEI TAHUN 2005-2011) Nuraeni Nuraeni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.245 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.769

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah earning per share (EPS), return on equity (ROE) dan kepemilikan institusional berpengaruh terhadap harga saham perusahaan rokok yang listing di BEI periode 2005-2011. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling. Model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ada satu variabel bebas yang berpengaruh signifikan, yaitu variabel EPS. Hasil regresi secara keseluruhan square sebesar 0,862 yang berarti bahwa pengaruh variabelearning per share (EPS), return on equity (ROE) dan kepemilikan institusional terhadap harga saham sebesar 86,2%.
ANALISIS BIAYA SUMBERDAYA DOMESTIK USAHA PENGOLAHAN IKAN TERI NASI KERING Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.661 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.770

Abstract

Industri pengolahan ikan di Indonesia hingga saat ini belum memberikan kontribusi nilai tambah yang semestinya dalam pembangunan nasional. Tingkat pengusahaan sumberdaya perikanan di Indonesia yang rata-rata telah mencapai 62 persen, ternyata tidak diimbangi oleh kegiatan peningkatan nilai tambah secara sistematik melalui industri pengolahan hasil perikanan (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2010). Oleh karena itu maka untuk memenuhi permintaan produk olahan hasil perikanan, khususnya ikan teri nasi kering (asin) baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri diperlukan transaksi yang tidak kecil dan melibatkan banyak tenaga kerja. perkembangan permintaan produk olahan perikanan, termasuk ikan teri nasi kering (asin) cukup prospektif. Namun demikian, usaha pengolahan ikan teri nasi kering (asin) ini memerlukan sumberdaya (modal, lahan, tenaga kerja dan lain-lain) yang tidak sedikit, sedangkan sumberdaya yang tersisa semakin terbatas sehingga harus diusahakan seefisien mungkin. Berdasarkan kondisi di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan yang diperoleh dari pengusahaan pengolahan ikan teri nasi kering (asin) dan menganalisis tingkat keunggulan komparatif dan kompetitif pengusahaan pengolahan ikan teri nasi kering (asin) dengan menggunakan analisis Biaya Sumberdaya Domestik. Penelitian dilakukan di PT Kelola Mina Laut (PT KML). Metode analisis yang digunakan adalah analisis Biaya Sumberdaya Domestik (BSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial dan ekonomi, usaha pengolahan ikan teri nasi kering pada orientasi perdagangan promosi ekspor, menghasilkan pendapatan yang menguntungkan. Sedangkan untuk orientasi perdagangan antar daerah menghasilkan pendapatan yang merugikan. Hal ini dicerminkan oleh nilai pendapatan yang negatif. Sementara itu, secara ekonomi usaha pengolahan ikan teri nasi kering di PT KML untuk orientasi PE dan PAD menghasilkan pendapatan yang menguntungkan (nilai pendapatannya positif). Namun demikian, pendapatan ekonomi yang diperoleh oleh usaha pengolahan ikan teri nasi kering, untuk orientasi perdagangan promosi ekspor lebih besar daripada pendapatan finansial. Hal ini menunjukkan bahwa usaha pengolahan ikan teri nasi kering bila dipandang dari segi masyarakat secara keseluruhan (secara ekonomi), lebih menguntungkan daripada apabila dipandang dari segi individu yang terlibat langsung, dalam hal ini pengusaha ikan teri nasi kering, yaitu PT KML. Pendapatan ekonomi yang lebih besar disebabkan adanya perbedaan pada penerimaan dan total biaya yang dikeluarkan. Usaha pengolahan ikan teri nasi kering di PT KML memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif. Keunggulan komparatif dan kompetitif tertinggi diperoleh dari produksi ikan teri nasi kering untuk orientasi perdagangan promosi ekspor. Artinya jika dipandang dari segi masyarakat (secara ekonomi), maka usaha pengolahan ikan teri nasi kering lebih menguntungkan untuk diusahakan daripada dilihat dari segi individunya, yang dalam hal ini adalah pengusaha ikan teri nasi kering.
PENGARUH MOL ( Mikroorganisme Lokal) TERHADAP PENGGEMUKAN SAPI POTONG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETERNAK Wenny Mamilianti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.379 KB) | DOI: 10.35891/agx.v3i2.771

Abstract

Salah satu masalah yang umum dihadapi oleh peternak tradisional adalah rendahnya mutu pakan dengan kandungan serat kasar yang tinggi, berupa jerami, rumput lapangan dan berbagai jenis hijauan lainnya. Untuk meningkatkan mutu pakan perlu dilakukan proses fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme (MOL). Bahan untuk membuat MOL bisa diperoleh dari lingkungan sekitar, namun yang telah terbukti menambah pendapatan peternak belum bisa diketahui. Tujuan dalam penelitian ini : (1) Mengetahui MOL yang mampu memberikan penambahan berat badan harian ternak sapi. (2) Mengetahui pengaruh fermentasi pakan terhadap peningkatan kadar protein dan penurunan kadar serat kasar pakan. (3) Menganalisis kelayakan usaha penggemukan ternak sapi. Penelitian ini menggunakan Rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktor Tunggal yaitu penambahan MOL pada jerami sebanyak 3 level perlakuan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan Jerami+MOL Buah memberikan Pertambahan Berat Badan Harian PBBH ternak terbaik yaitu sebesar 0,96 (kg/ekor/hr). Hasil Fermentasi terhadap jerami dengan perlakuan MOL yang menunjukkan hasil terbaik adalah fermentasi dengan penambahan MOL Buah yaitu kandungan protein kasar 9,12 dan kandungan serat kasar 24,34 Usaha penggemukan sapi potong dengan pemberian pakan hasil fermentasi Jerami+Mol Buah layak diusahakan karena mampu memberikan nilai keuntungan.
ANALISIS TITIK IMPAS CABE JAMU (Piper retrofractum Vahl) LOKAL MADURA Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.052 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i1.772

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengidentifikasi total biaya yang dikeluarkan, total penerimaan yang diperoleh, dan jumlah produksi cabe jamu pada saat BEP dicapai. Penelitian ini dilakukan pada usahatani cabe jamu di Desa Pekandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Desa Pekandangan Sangra ini dipilih dengan pertimbangan bahwa Desa Pekandangan Sangra adalah salah satu sentra produksi cabe jamu yang produksinya memiliki segmen pasar yang luas. Penelitian ini dilakukan pada bulan Nopember sampai Desember 2012. Hasil analisis menunjukkan bahwa BEP pada usahatani cabe jamu adalah sekitar 47,06 kg atau dengan pengeluaran sekitar Rp 3.515.697,5 per musim tanam
PENGARUH PEMBERIAN DAPHNIA TERHADAP KELULUSHIDUPAN DAN PERTUMBUHAN LARVA LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) Ernawati Ernawati; Rekna Wahyuni

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.776 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i1.773

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan alternatif pakan alami bagi larva lobster air tawar dan diharapkan dapat memberikan informasi bagi peneliti dan masyarakat tentang pengaruh pemberian daphnia terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva lobster air tawar, sehingga dapat merangsang tumbuhnya usaha budidaya hasil perikanan yang dapat berpeluang untuk menjadi komoditas ekspor unggulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai kelulushidupan (SR) larva lobster air tawar selama 42 hari masa pemeliharaan yaitu antara 86,67%-90%, berat rata-rata mengalami peningkatan, laju pertumbuhan sesaat (SGR) tidak berpengaruh nyata, sedangkan rasio konversi pakan terbaik adalah perlakuan penambahan daphnia 14% dari berat tubuh. Hasil pengukuran kualitas air pada kisaran suhu 18,33-19,88 OC, oksigen terlarut (DO) 4,73-4,84 mg/l, dan pH 7,12-7,30, sehingga masih layak untuk hidup dan tumbuh larva lobster air tawar.
PENGEMBANGAN POTENSI LAHAN KAPAS Di KABUPATEN LAMONGAN MENGGUNAKAN GIS Faizah Faizah

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.022 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i1.774

Abstract

Kapas merupakan tanaman serat yang penting di dunia. Serat utama dari tanaman kapas adalah rambut biji yang panjang, yang digunakan untuk membuat benang dan dipintal dalam pabrik tekstil, baik digunakan sendiri atau dikombinasi dengan tanaman lain, serat binatang atau serat sintetik. Serat kapas juga dibuat menjadi produk lain seperti benang jahit, tali dan jaring ikan. Potongan tekstil kapas dan kain digunakan dalam industri kertas untuk menghasilkan kertas tulis, buku dan kertas gambar. Serat pendek diproses menjadi produk-produk seperti kertas, benang, hiasan dinding, bahan peledak, plastik dan film fotografi. Bubur kertas serat pendek dibuat menjadi berbagai tipe kertas, tergantung pada kualitasnya. Serat pendek juga digunakan untuk memproduksi selulosa dan dan bahan pelekat. Tujuan Pengembangan Potensi Tanaman Kapas di Kabupaten Lamongan adalah Melakukan analisis kemampuan tanah di Kabupaten Lamongan, Melakukan analisis kesesuaian lahan untuk perkebunan kapas di Kabupaten Lamongan dan Melakukan analisis ketersediaan lahan dan arahan pengembangan perkebunan kapas di Kabupaten Lamongan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (GIS) dengan analisis kemampuan lahan dan kesesuaian lahan. Mengacu pada SK Mentan No. 837/KPTS/UM/II/1980, maka di kabupaten Lamongan didapatkan 3 jenis kawasan, yaitu: Kawasan budidaya tanaman semusim/permukiman (79,19805139 ha), Kawasan budidaya tanaman tahunan (94,78127083 ha), Kawasan penyangga (7,300677751 ha). Kesesuaian lahan untuk tanaman kapas di kabupaten Lamongan ada 3 yaitu yang sesuai (48,419851 ha), sedangkan lahan yang tidak sesuai (3,379215 ha) dan cukup sesuai (129,480872 ha). Lahan untuk tanaman kapas yang eksisting atau yang sudah ada yaitu seluas 26,048673 ha, sedangkan lahan untuk pengembangan yaitu seluas 16,660723 ha.
ANALISIS PROYEKSI SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI MALUKU UTARA Karmila Ibrahim

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.486 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i1.775

Abstract

Analisis LQ Sektor pertanian, subsektor tanaman pangan, perkebunan, kehutanan dan perikanan merupakan subsektor unggulan. namun keunggulan alokasi yang bernilai negatif menunjukkan bahwa subsektor perkebunan tidak memiliki keunggulan alokasi tapi memiliki keunggulan kompetitif, sehingga subsektor perkebunan merupakan subsektor unggulan pada sektor pertanian di Provinsi Maluku Utara. Dari analisis trend kontribusi sektor pertanian menunjukkan kecendrungan garis trend yang negatif, artinya bahwa trend kontribusi PDRB sektor pertanian menurun.
AGRIBISNIS SAGU UBI KAYU DI KELURAHAN JAYA, KECAMATAN TIDORE UTARA, TIDORE KEPULAUAN FATMAWATI KADDAS

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.594 KB) | DOI: 10.35891/agx.v4i1.776

Abstract

Cassava in Indonesia has been developed since long time ago considering this plant has been a staple of the Indonesian population as well as rice and corn. In Jaya village, Tidore islands, predominantly they processing cassave into refined products of cassava starch commonly known as sago kasbi, this activity has been occupied for generations. This study aims to determine the production and marketing of cassava starch, knowing the cost and revenue, and determine the level of cassava starch feasibility. Research was conducted during the months of April to September 2012, located in the Jaya Village, North Tidore District, Tidore islands. The sampling method used in this study was purposive simple method by the number of respondents who were taken by 20% which is 27 respondents of 134 person who seek cassava starch. The research results obtained is the analysis of the average cost respondent worth Rp. 478,040.93, while the revenue earned by the respondent amounted to Rp. 333,070.19, while the calculation of the R / C ratio average at 1.72 and π / C Ratio at 61.76, with the income of the average respondent of cassava starch processing, the business is worth to be developed. So, there is a need for the development of cassava starch product diversity and product storage container so that production can be routinely obtained thus revenue can also be increased.
BURUH WANITA PEKERJA “Fresh Vegetables dan Fruits Agribisnis” di PT RODEO MALANG (Studi Mikro Analisis Gender dan Metode Proba untuk Mendukung Pengarustamaan Gender) Ismini Ismini; Wiwin Purnomowati

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.035 KB) | DOI: 10.35891/agx.v5i2.778

Abstract

Ideologi gender yang disosialisasikan oleh masyarakat merupakan system nilai dan norma yang mempengaruhi posisi maupun hubungan wanita dengan pria atau lingkungan. Ikut sertanya wanita kedalam pasar tenaga kerja membawa konsekwensi kepada peran yang memaksa wanita memperpanjang waktu kerja. Jam kerja panjang, beban kerja berat, terkadang pada malam hari serta mitra kerja kaum pria yang menurut sebagian masyarakat adalah kurang sesuai, apalagi wanita yang sudah keluarga. Metode penelitian dengan metode penelitian berperspektif feminis. Penentuan contoh semua responden pekerja wanita di RODEO, selanjutnya dianalisis secara deskripsi dan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir 100 % responden usia produktif dan hanya ada 1 orang yang berusia diatas 40 tahun inipun bagian yang memasak untuk menyiapkan makanan para pekerja. untuk tingkat pendidikan sebagian besar minimal SLTA. Hasil analisis gender bahwa wanita mencurahkan waktunya untuk kerja produktif dan juga bekerja dimalam hari karena memang jenis pekerjaan harus dilakukan dimalam hari juga sebab pagi mulai jam 03.00 komoditi sayur dan buah harus segera dikirim dibeberapa pulau lewat ekspedisi juga lewat udara /pesawat terbang. Namun pemberi kerja tidak memaksa untuk bekerja malam hari tetapi konsekwensinya harus siap bekerja jika sudah bersedia bekerja di Rodeo.

Page 8 of 36 | Total Record : 360