cover
Contact Name
zulkarnain
Contact Email
zulfadhilalzabir@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agromix@yudharta.ac.id
Editorial Address
Jl. Yudharta No. 7, Sengonagung, Purwosari, Pasuruan, Indonesia
Location
Kab. pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
AGROMIX
ISSN : 2085241X     EISSN : 25993003     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Journal of Agromix as a scientific study and information on agricultural fields containing scientific writings, a summary of the results of research, service, critical thinking about Agricultural, Fisheries, Agricultural Product Technology, Animal Husbandry, and all fields related to Agriculture.
Arjuna Subject : -
Articles 360 Documents
TEKNIK PEMBENIHAN LOBSTER AIR TAWAR RED CLAW (Cherax quadricarinatus) DI UNIT PEMBENIHAN BUDIDAYA AIR TAWAR (UPBAT) PUNTEN KOTA BATU JAWA TIMUR Ernawati Ernawati; Chrisbiyantoro Chrisbiyantoro

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.091 KB) | DOI: 10.35891/agx.v5i2.779

Abstract

Lobster air tawar merupakan salah satu komoditi perikanan yang memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi terutama protein, mempunyai karakter tidak mudah stress dan tidak mudah terserang penyakit. Asalkan teknik pembenihan, kebutuhan pakan, dan kualitas air terpenuhi maka lobster dapat tumbuh dan berkembang cepat, serta memiliki daya bertelur yang tinggi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui secara langsung teknik pembenihan lobster air tawar di UPBAT Punten Batu. Metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data yang terdiri atas data primer dan sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dengan melakukan observasi yaitu dengan melakukan peninjauan dan pengamatan secara langsung di lapangan sedangkan data sekunder berupa data yang diperoleh dari berbagai literatur yang berkaitan dengan kegiatan pembenihan lobster air tawar. Teknik pembenihan lobster air tawar di UPBAT Punten Batu dilakukan secara intensif dengan kegiatan meliputi : pengadaan dan seleksi induk, pemijahan, pengeraman, pemeliharaan benih, pemberian pakan, pengelolaan dan pengaturan kualitas air, pemanenan, pengemasan dan pemasaran. Produksi benih yang dihasilkan pertahun adalah 12.000 ekor benih dengan Survival Rate (SR) sebesar 80%. Induk yang dipijahkan adalah induk matang gonad berusia 5-6 bulan dengan panjang tubuh 4-5 inci. Hasil rata-rata pengukuran kualitas air di UPBAT adalah suhu berkisar 25- 26 0C, pH antara 7-8 dan DO berkisar 5,2-6 ppm.
MODEL PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN PASCA PANEN, PENGOLAHAN HASIL DAN KEMITRAAN USAHA BAWANG MERAH DI SENTRA PRODUKSI MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN (Studi Kasus Di daerah Sentra Produksi Bawang di Kab. Nganjuk) Sri Hindarti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.828 KB) | DOI: 10.35891/agx.v5i2.780

Abstract

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan kelompok tani melalui pelatihan dan pendampingan penerapan teknologi pengolahan dan pasca panen serta akses pasar bawang merah. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk dengan alasan lokasi tersebut merupakan salah satu daerah sentra produksi bawang merah di Jawa Timur dengan jumlah responden 30 orang petani bawang merah. Penelitian dilakukan selama dua tahun, tahun pertama dilakukan mulai April 2014 sampai dengan Oktober 2015. Penelitian tahun pertama bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk penanganan pasca panen pada usahatani bawang merah, menyusun model kelembagaan pasca panen dan menghitung pendapatan usahatani tani bawang merah sebelum dan sesudah menerapkan praktik pasca panen. Penelitian tahun ke dua bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil melalui pelatihan pengolahan hasil, mengetahui respon petani terhadap model kelembagaan penanganan pasca panen dan pengolahan hasil. Metode penelitian yang digunakan adalah tahun I pendekatan survey dan tahun II pendekatan kuantitif diskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan adalah diskriptif kuantatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 20% petani bawang merah di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk menerapkan praktik pasca panen, yakni melakukan pembersihan, pengikatan, pengeringan, grading, pengemasan, penyimpanan , pemberian bahan kimia (kalsium) dan transportasi. Dengan penerapanan praktik pasca panen ini dapat meningkatkan efisiensi usahatani bawang merah dari 1.52 menjadi 2,08, artinya keuntungan usahatani meningkat sebesar 36,84%. Selama ini petani bawang merah belum mengorganisir kegiatan pasca panen dalam kelompok tani tetapi masih berjalan sendiri-sendiri. Oleh karena itu telah disusun Model Kelembagaan Pasca Panen, Pengolahan Hasil dan Kemitraan Usaha Berbasis Pendekatan Kelompok (Gapoktan) agar dapat mengatasi permasalahan tehnis, ekonomi dan sosial petani dalam mengembangkan praktik pasca panen dan pengolahan hasil.
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DALAM PEMBELIAN TERI KRISPI DI KABUPATEN PAMEKASAN MADURA Endang Tri Wahyurini

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.46 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.782

Abstract

Teri merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki banyak manfaat. Secara nutrisi ikan teri merupakan sumber protein yang sangat tinggi. Salah satu olahan teri yang cukup diminati masyarakat atau konsumen adalah teri krispi. Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor yang mempengaruhi pembelian teri krispi di Kabupaten Pamekasan. Penelitian dilakukan di Pamekasan, Madura pada bulan Oktober 2016. Jumlah responden sebanyak 70 konsumen yang dipilih secara Insidental Sampling. Data dianalisis dengan cara deskriptif dan analisis faktor. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang melakukan pembelian teri krispi adalah perempuan, berstatus ibu rumah tangga, berumur diatas 35 tahun, pendapatan individu yang diperoleh antara Rp 1.000.000,00 sampai Rp. 2.500.000,00 per bulan dengan asumsi harga teri krispi dalam kategori terjangkau oleh konsumen. Konsumen membeli atau mengkonsumsi teri krispi bukan sebagai makanan pokok tetapi sebagai kuliner, oleh-oleh, dan makanan camilan. Delapan faktor yang dipertimbangkan responden secara berurutan adalah harga, rasa, kemasan, tampilan penyajian, kepuasan, pendapatan, dan demografi.
SUBSTITUSI PASTA UBI JALAR UNGU TERHADAP MUTU KIMIA, NILAI ENERGI DAN MUTU ORGANOLEPTIK COOKIES (KUE KERING) SEBAGAI ALTERNATIF SNACK PENDERITA DIABETES MELITUS Zeni Nur Hidayati; I Komang Suwita

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.79 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.783

Abstract

Kandungan serat yang tinggi dalam makanan akan mempunyai indeks glikemik yang rendah sehingga dapat memperpanjang pengosongan lambung. Keberadaan antosianin dalam makanan juga sangat penting, karena antosianin juga memiliki kemampuan dapat mencegah gangguan pada fungsi hati dan menurunkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi pasta ubi jalar ungu terhadap mutu kimia, nilai energi dan mutu organoleptik pada cookies (kue kering) sebagai alternatif snack penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboratorium dengan desain percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf perlakuan substitusi pasta ubi jalar ungu : 24%, 32%, 40%, dan dilakukan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Analisis statistik yang digunakan untuk mutu kimia dan energi adalah One Way Anova, dan untuk mutu organoleptik adalah Kruskall Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa besarnya proporsi pasta ubi jalar ungu yang digunakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, kadar karbohidrat, nilai energi dan kadar serat. Substitusi pasta ubi jalar ungu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap warna, aroma, tekstur, dan rasa pada cookies. Perlakuan dengan proporsi pasta ubi jalar ungu 40% (P3) dengan karbohidrat (55,27 g), serat tertinggi (2,81g) dapat direkomendasikan sebagai taraf perlakuan terbaik.
PENAMBAHAN JAMBU BIJI MERAH TERHADAP MUTU ORGANOLEPTIK MIE BEKATUL UNTUK ANAK OBESITAS Mujahidah Fidienia Harliani; Maryam Razak

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.554 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.786

Abstract

Prevalensi obesitas semakin meningkat dari tahun ke tahun terutama pada anak sekolah yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi serat per orang di Indonesia. Salah satu upaya penanggulangan obesitas adalah melakukan penambahan jambu biji merah pada mie basah yang telah disubstitusi dengan tepung bekatul. Pengembangan produk dengan penambahan jambu biji merah pada mie basah bekatul sebagai pangan fungsional tinggi serat yang diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan makanan bagi penderita obesitas khususnya pada anak usia 7-9 tahun. Mie basah menjadi pilihan alternatif karena mudahnya pengolahan mie basah yang telah dikenal masyarakat. Tujuan penelitian adalah menganalisis mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) pada mie basah tepung bekatul dengan penambahan jambu biji merah untuk anak sekolah yang obesitas. Jenis penelitian eksperimental laboratorium dengan menggunakan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Taraf perlakuan adalah perbandingan tepung terigu: tepung bekatul dan jambu biji merah yaitu P0=(90:10:0), P1=(90:10:25), P2=(90:10:30), P3=(90:10:35). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu organoleptik warna, aroma, rasa, dan tekstur berpengaruh signifikan terhadap penambahan jambu biji merah pada mie basah bekatul. Taraf perlakuan P1 merupakan taraf perlakuan terbaik. Mie basah bekatul dengan penambahan jambu biji merah untuk perlakuan terbaik dapat dijadikan sebagai makanan alternatif untuk penurunan berat badan karena merupakan produk tinggi serat dengan kadar serat 4,18 g/100 g. Saran untuk penelitian ini adalah perlu penambahan BTP untuk memperbaiki tekstur mie basah agar lebih kenyal dan tidak mudah putus, yaitu STPP (sodium tri polyphospat). Selain itu tekstur mie terasa berpasir sehingga sebaiknya biji jambu merah tidak digunakan.
PRODUKSI DAN PENDAPATAN PETANI TEMBAKAU MADURA : SEBUAH KAJIAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM Kustiawati Ningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.268 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.789

Abstract

Kecamatan Pakong memiliki potensi di bidang pertanian tanaman perkebunan yaitu kelapa dan tembakau. Berdasarkan data BPS Kabupaten Pamekasan, pada tahun 2016, tanaman tembakau di Kecamatan Pakong menduduki peringkat ketiga luas panen dan produksi terbesar setelah Kecamatan Waru dan Kecamatan Pagentenan dengan luas panen 368 ha dan produksi sebesar 193,15 ton. Hal ini menunjukkan bahwa Kecamatan Pakong memiliki potensi dalam usahatani tembakau dan juga dapat meningkatkan pendapatan petani.Tembakau Madura merupakan pendapatan petani yang cukup besar di daerah Kabupaten Pamekasan khususnya di Kecamatan Pakong. Perkembangannya yang di pengaruhi oleh cuaca secara tidak langsung akan mempengaruhi produksi dan pendapatan petani tembakau Madura sehingga diperlukan penelitian bagaimana dampak perubahan cuaca atau iklim terhadap produksi dan pendapatan petani tembakau Madura. Sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap produksi dan pendapatan petani tembakau Madura. Metode analisis data menggunakan analisis biaya usahatani tembakau Madura, analisis penerimaan usahatani tembakau Madura, analisis pendapatan usahatani tembakau Madura serta analisis uji beda rata-rata menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak perubahan iklim terhadap biaya usahatani tembakau menyebabkan biaya usahatani menurun dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp. 3.327.100,- menjadi Rp. 3.137.881,5,- . demikian juga dengan penerimaan usahatani tembakau Madura juga mengalami penurunan dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp 12.126.370,- menjadi Rp 9.296.700,-. Sehingga secara langsung pendapatan usahatani tembakau Madura juga mengalami penurunan dari tahun 2015 ke tahun 2016 yaitu dari Rp. 8.799.270,- menjadi Rp. 6.158.818,5,-. Hasil uji beda rata-rata menunjukkan bahwa dari 41 petani responden, 40 diantaranya mengalami penurunan pendapatan, dan 1 petani responden mengalami peningkatan dikarenakan petani tetap melakukan penanaman pada bulan Mei walaupun pada tahun 2016 intensitas curah hujan tinggi, sedangkan yang tetap tidak ada.
ANALISIS PENGEMBANGAN PASAR DURIAN DI KABUPATEN PASURUAN Muh. Aniar Hari Swasono; Rr Sri Karuniari Nuswardhani

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.436 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.790

Abstract

Buah durian merupakan salah satu komoditas unggulan yang ada di Kabupaten Pasuruan.Walaupun Kabupaten Pasuruan menyumbang hasil produksi durian terbesar di Provinsi Jawa Timur, tetapi dalam hal pemasaran masih kalah dengan durian dari Luar Jawa atau dari Kabupaten Malang yang lebih dikenal di pasaran. Hal ini dikarenakan pemasarannya masih skala lokal saja.Oleh karena itu, untuk mewujudkan peningkatan pengembangan pasar durian di Kabupaten Pasuruan, maka penelitian mengenai “Potensi Pengembangan Pasar Durian di Kabupaten Pasuruan” sangat diperlukan dan diharapkan dapat membantu kebijakan pemerintah daerah terkait dengan pengembangan komoditas unggulan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) pengembangan pasar durian di daerah penelitian.Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa SWOT. Dari hasil penelitian didapatkan Faktor-Faktor Internal yang memiliki tingkat kepentingan dari yang tertinggi sampai tingkat terendah terdiri dari: Faktor Kekuatan, potensi sumber daya alam yang dimiliki, Durian masak di pohon, Panen tetap banyak walaupun perawatan tidak intensif, Memiliki warna daging kuning, rasa yang manis dengan aroma harum dan daging yang tebal, Pelayanan ke konsumen yang sudah baik. Faktor Kelemahan, Belum adanya promosi yang lebih intensif, Menggunakan kios seadanya, Harga lebih mahal dari pada durian yang dijual di seberang jalan raya, Kualitas SDM yang masih rendah, Tidak ada kelompok yang menaungi petani durian. Sedangkan faktor-faktor eksternal yang memiliki tingkat kepentingan dari yang tertinggi sampai tingkat terendah terdiri dari: Faktor Peluang, Minat konsumen yang masih tinggi, Daerah pemasaran durian yang masih luas, Adanya pelanggan setia, Adanya keinginan pemerintah untuk memajukan durian kucur. Faktor Ancaman, Perubahan cuaca yang tidak menentu, Adanya pesaing baru, Maraknya impor durian, Kurangnya pemerintah dalam mengembangkan durian lokal, Tidak ada pendampingan dalam berkebun durian. Strategi yang patut di gunakan di dalam Peluang Usaha Agribisnis Buah Durian Di Desa Sumber Rejo Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan adalah strategi S-O (Kekuatan-Peluang) Strategi ini di buat dengan cara memanfaatkan kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang yang ada dan menghadapi serta mengatasi ancaman. Strategi yang di gunakan antara lain : Menginformasikan kelebihan-kelebihan yang dimiliki durian kucur, Optimalisasi penggunaan berbagai media untuk media promosi dan Mempertahankan dan meningkatkan pelayanan terhadap konsumen serta memperbaiki jaringan distribusi dan pemasaran
SUBTITUSI TEPUNG BLEWAH (Cucumis meloL.Var Cantapulensis) PADA PRODUK MIE BASAH Isye Selvianti; Ningrum Dwi Hastuti

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.293 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i2.900

Abstract

Blewah (Cucumis melo L.var cantalupensis.) adalah tumbuhan penghasil buah yang banyak digunakan sebagai minuman penyegar di Asia Tenggara. Blewah sejenis dengan melon namun berbeda kelompok budidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan mie basah dengan subtitusi tepung blewah dan bagaimana pengaruh penambahan tepung terigu dan tepung blewah pada pembuatan mie basah terhadap daya elastisitas dan tingkat kesukaan konsumen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembuatan mie basah menggunakan tiga perlakuan yaitu: 50%, 20%, dan 30%, untuk mengetahui parameter uji elastisitas mie basah dan tingkat kesukaan terhadap rasa, warna, dan aroma. Hasil uji elatisitas mie diperoleh hasil untuk perlakuan 50% tepung blewah yaitu 19%, 20% tepung blewah 22% dan 30% yaitu 6,67% dan uji organoleptik pada ketiga variasi penambahan tepung blewah adalah 50% nilai kesukaan rasa, aroma, dan warna berturut-turut adalah 5,2, 5,8, 5,68, untuk sampel 30% nilai rata-rata kesukaan rasa, warna, dan aroma berturut-turut adalah 5,16, 5,64 dan 5,92 sedangkan untuk sampel 20% nilai rata-rata kesukaan rasa, aroma, dan warna berturut-turut adalah 4,56, 6,04 dan 4,88. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penambahan tepung blewah terhadap mie basah berpengaruh terhadap elastisitas mie dan tingkat kesukaan konsumen
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUKSI GULA SIRUP, GULA SEMUT DAN GULA CETAK DARI NIRA NIPAH (NYFA FRUTICANS WURMB) Dhani Aryanto; Susinggih Wijana; Sri Kumalaningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2263.312 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i1.914

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran usaha pengolahan nira nipah menjadi produk gula dan nilai tambah serta marjin dari gula nipah dalam bentuk gula sirup, gula semut dan gula cetak. Metode analisis nilai tambah yang digunakan adalah Metode Hayami (1987). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah gula sirup, gula semut dan gula cetak secara berturut-turut adalah Rp. 705,26 per liter nira nipah (13,75%), Rp. 203,27 per liter nira nipah (4,25%) dan Rp. 292,36 per liter nira nipah (6,29%). Kegiatan pengolahan nira nipah menjadi gula sirup, semut dan cetak memiliki nilai konversi 22,3%-17,1% dan yang paling menguntungkan adalah usaha gula sirup.
PENGARUH SUBSTITUSI JUS KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhyzus.) DAN PENAMBAHAN BEKATUL TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR SERAT, DAN MUTU ORGANOLEPTIK MIE BASAH SEHAT Luh Putu Ayu Diah Savitri; I Komang Suwita

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.371 KB) | DOI: 10.35891/agx.v8i1.559

Abstract

Pemanfaatan jus kulit buah naga merah (H.polyrhizus) dan bekatul dalam pembuatan mie basah sehat dapat meningkatkan nilai gizi serta konsumsi pangan yang lebih bervariasi bagi masyarakat luas dan membantu dalam pencegahan penyakit degeneratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi jus kulit buah naga merah dan penambahan bekatul terhadap serat kasar, aktivitas antioksidan, mutu organoleptik dan menetukan taraf perlakuan terbaik mie basah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis statistik yang digunakan untuk kadar serat dan aktivitas antioksidan adalah One Way Anova, dan untuk mutu organoleptik adalah Kruskall Wallis dengan tingkat kepercayaan 95%. Perlakuan penelitian adalah substitusi jus kulit buah naga merah dengan proporsi : 3%, 6%, 9%, dan penambahan bekatul sebanyak 5% dengan replikasi sebanyak 3 kali setiap taraf perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan meningkatnya proporsi kulit buah naga merah yang digunakan maka kadar serat kasar dan aktifitas antioksidan semakin meningkat pula. Perlakuan dengan proporsi jus kulit buah naga 9% dan penambahan bekatul 5% menunjukkan hasil serat kasar dan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu 2,02 gram dan 141,47 μg/ml, dan dapat direkomendasikan menjadi taraf perlakuan terbaik.

Page 9 of 36 | Total Record : 360