Articles
5,428 Documents
Implementasi Pendekatan Science, Enviroment, Technology, and Society (SETS) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar
Frida Destini;
Dwi Yulianti;
Lilik Sabdaningtyas;
Alben Ambarita;
Rochmiyati Rochmiyati
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1615
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implementasi pendekatan SETS terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Desain penelitian yang digunakan yaitu non-equivalent control group design. Subjek penelitian berjumlah 59 peserta didik. Teknik pengumpulan data adalah teknik tes dan nontes. Teknik tes dalam penelitian ini digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Teknik non-tes berupa angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh X (pendekatan SETS) terhadap Y (kemampuan berpikir kritis) dan uji independent sampel t-test untuk mengetahui perbedaan antara peserta didik yang belajar menggunakan pendekatan SETS dengan peserta diik yang belajar menggunakan pendekatan saintifik. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penerapan pendekatan SETS terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan Fhitung>Ftabel yaitu 34,12 > 4,18 ( α = 0,05), serta terdapat perbedaan hasil belajar pada kelas eksperimen sebesar 0,534 bertaraf sedang dan peningkatan pada kelas kontrol sebesar 0,42 bertaraf sedang. Hal itu berarti terdapat perbedaan antara peserta didik yang belajar menggunakan pendekatan SETS dengan peserta didik yang belajar menggunakan pendekatan saintifik.
The Effectiveness of Understanding The Concept of Worship and Islamic Religious Education by Organizing A Islamic Boarding School Activities for Elementary School Students
Syahriani Syahriani
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1785
This study aims to describe the effectiveness of understanding the concept of worship and Islamic religious education by organizing lightning boarding activities for fourth grade students of SDN 101821 Pancurbatu in the second semester of T.P. 2018/2019. This research uses action research with three cycles (rounds). Each cycle (round), consists of four stages, namely design, activity and observation, reflection and revision. The data obtained in the form of formative test results, observation sheets of teaching and learning activities. From the results of the analysis, it was found that the conclusions that can be drawn from this CAR are (1) student activity tends to increase by learning using a simulation of flash boarding school activities; (2) Students' cooperative skills during the learning process using the simulation of flash boarding activities can appear and most of them show an increase in Islamic learning achievement; (3) Islamic learning achievement in students has increased significantly after being implemented through learning using a simulation of Islamic boarding school activities. It is recommended that learning in the field of Islamic studies is time to be replaced with innovative learning techniques such as using a simulation of Islamic boarding school activities for elementary students.
Analisis Perhatian Orang Tua Peserta Didik Sekolah Dasar dalam Pelaksanaan Blended Learning di Masa Pandemi Covid-19
Kania Mukarromah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2190
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhatian yang diberikan orang tua kepada anaknya selama pelaksanaan blended learning di masa pandemi Covid-19. Mengingat pada pelaksanaan pembelajaran daring sebelumnya masih banyak orang tua yang kurang memperhatikan kegiatan belajar peserta didik padahal peran orang tua sangat dibutuhkan. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Informasi diperoleh melalui wawancara tidak langsung menggunakan google form dengan sasaran penelitian orang tua yang memiliki anak usia sekolah dasar yang berjumlah 25 orang dan tersebar dari berbagai kota/kabupaten. Hasil yang diperoleh dibuat ke dalam lima tema yaitu: 1) kepedulian sebagai kunci keberhasilan belajar anak, 2) kesediaan orang tua menjadi “reminder” belajar anak, 3) fasilitas sebagai pelengkap perhatian orang tua, 4) pentingkah pemberian “reward” sebagai bentuk apresiasi?, 5) tindakan saat hasil belajar anak menurun. Temuan pada penelitian ini yaitu mayoritas partispan menyadari pentingnya memberikan perhatian kepada anak pada pelaksanaan blended learning pada hampir seluruh aspek.
Kritik Terhadap Teori Perkembangan Kognitif Piaget pada Tahap Anak Usia Sekolah Dasar
Erita Rahmaniar;
Maemonah Maemonah;
Indri Mahmudah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1952
Teori perkembangan kognitif Piaget merupakan teori yang telah banyak digunakan oleh para ahli, namun teori pada tahapan perkembangan kognitif yang dikemukakan oleh Piaget tidak semuanya sesuai dengan apa yang disampaikan dan banyak menuai kritikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkritik teori perkembangan kognitif menurut Piaget pada tahapan tingkat usia dasar. Penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi, serta melakukan teknik analisis data melalui cara mereduksi, menyajikan data dan menarik kesimpulan serta pengujian triangulasi. Penelitian dilakukan di SD Negeri 1 Nirwana dan yang menjadi subjek adalah peserta didik dengan rentang usia 6-12 tahun atau anak yang sedang dibangku usia dasar. Hasil dari penelitian pada siswa SD N 1 Nirwana menunjukkan bahwa perkembangan intelektual pada peserta didik tidak bisa disama ratakan sebab masing-masing anak mempunyai tingkat kognitif yang berbeda. Pada anak yang berusia sekolah dasar, yaitu usia 6-12 tahun berada pada tahapan operasional konkret dan abstrak. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan kritikan terhadap teori perkembangan kognitif Piaget bahwa setiap anak memiliki proses perkembangan yang tidak sama dan pada anak usia sekolah dasar tidak hanya pada tahap konkret tetapi juga mampu untuk berpikir pada tahap operasional formal.
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Digital Berbasis Flipbook untuk Memberdayakan Keterampilan Abad 21 Peserta Didik pada Pembelajaran IPA Sekolah Dasar
Fransiska Faberta Kencana Sari;
Idam Ragil Widianto Atmojo
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1715
Abad 21 menuntut dikuasainya berbagai kompetensi oleh peserta didik sebagai upaya memperkuat daya saing khususnya pada bidang sumber daya manusia. Bahan ajar yang terintegrasi dengan teknologi menjadi salah satu sumber belajar yang penting untuk menunjang proses belajar. Kurangnya inovasi pemanfaatan bahan yang terintegrasi dengan teknologi menjadikan kurang optimalnya pencapaian tujuan pembelajaran dan penguasaan kompetensi – kompetensi oleh peserta didik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan terhadap peluang pengembangan bahan ajar yang terintegrasi dengan teknologi berbasis flipbook dengan harapan dapat memperbesar peluang peserta didik dalam meningkatkan kemampuan literasi sains. Penelitian ini dilakukan dengan desain kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara berbantuan kuesioner analisis kebutuhan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru pada umumnya menggunakan bahan ajar cetak yang sudah tersedia dalam pembelajaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi yang positif terhadap peluang pengembangan dan pemanfaatan flipbook untuk memfasilitasi penggunaan bahan ajar digital. Melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan guru dalam mengembangkan dan mengimplementasikan bahan ajar digital berbasis flipbook untuk memfasilitasi proses belajar peserta didik.
Potensi Pemberdayaan Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar Melalui Model Discovery Learning
Anggit Grahito Wicaksono
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.2229
Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting di abad 21. Masalah keterampilan berpikir kritis mahasiswa harus diminimalkan dengan menggunakan model pembelajaran yang akurat. Model discovery learning akan membantu mahasiswa memperkuat berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi model discovery learning dalam memberdayakan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data dikumpulkan melalui tinjauan kepustakaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery learning memiliki potensi besar dalam membangun keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Tahapan-tahapan dalam model discovery learning saling bersinergi dalam mewujudkan pembelajaran yang mandiri dan melatih kemampuan berpikir mahasiswa. Model pembelajaran discovery learning memberikan pengalaman pada mahasiswa untuk menemukan pengetahuan sendiri dan menggunakan pendekatan ilmiah. Sintaks model pembelajaran discovery learning memiliki keterkaitan serta berpotensi dapat memberdayakan keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Sintaks yang ada pada model pembelajaran discovery learning yang meliputi stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization mampu melatihkan dan memberdayakan keterampilan berpikir kritis pada mahasiswa menjadi lebih terarah
Meningkatkan Pemahaman Isi Pesan Dongeng Melalui Strategi Know Want To Know Learned (KWL) pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Siti Nurjanah;
Aninditya Sri Nugraheni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1977
Studi yang berjudul meningkatkan pemahaman isi pesan dongeng kelinci yang baik hati melalui strategi know want to know learned ini dilatar belakangi oleh pendapat ahli dan hasil penelitian yang dilakukan peneliti yang menyatakan bahwa masih rendahnya kemampuan siswa dalam memahami isi bacaan pada siswa sekolah dasar. Dalam upaya mengatasi permasalahan rendahnya pemahaman isi pesan bacaan dongeng tersebut, peneliti menggunakan strategi strategi know want to know learned (KWL) pada siswa madrasah, dimana KWL memiliki prinsip dimana keaktifan diri seorang siswa dilibatkan, mulai dari menyebutkan dan menuliskan informasi yang diketahui dan yang ingin diketahui. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas melalui strategi strategi know want to know learned (KWL). Subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas III MI Baikuniyyah Bantul Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan nontes, dimana analisis data yang digunakan peneliti yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penerapan strategi KWL dapat meningkatkan siswa dalam memaknai teks bacaan cerita. Pada siklus I nilai rata-rata kelas yang diperoleh 67% dengan kriteria tuntas dan 3% siswa dalam kriteria belum tuntas. Siklus II nilai rata-rata kelas yang diperoleh 92% dengan kriteria tuntas dan 8% siswa dalam kriteria belum tuntas. Siklus III nilai rata-rata kelas yang diperoleh 87,72% dengan persentase ketuntasan hasil membaca 100%.
Desain Pembelajaran Berbasis Mathematical Cognition Topik Mengenal Bilangan untuk Siswa Lamban Belajar di Sekolah Dasar
Wita Tri Yanti;
Ahmad Fauzan
Jurnal Basicedu Vol 5, No 6 (2021): December Pages 5001-6500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v5i6.1728
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa permasalaha yang ditemui pada awal penelitian. Hasil studi literatur dan studi pendahuluan menyatakan bahwa, Pembelajaran matematika di SD sangatlah peting terutama toping mengenal bilangan. Ditemukan adanya siswa SD yang dikategorikan lamban belajar kemampuan kepakaan bilangan masih rendah. Oleh sebab itu dirancanglah LIT berbasis Mathematical Cognition yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian yang digunakan developmental research approach dengan menggunakan Design research yang dikemukakan Gravemeijer & Cobb.subjek uji coba yaitu siswa lamban belajar di Sekolah Dasar 06/III Ambai Atas. Penelitian didukung dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen, observasi, wawancara, angket, dan tes. Analisis data dilakukan statistik deskritif. Hasil validi HLT menunjukkan LIT valid yang terlihat dari aspek isi, bahasa didaktik dan penyajian yang sesuai dengan dengan prinsip yang terlihat dari segi kemudahan dalam penggunaan. Keterbacaan siswa dan ketersediaan waktu sehingga siswa lamban belajar dapat melakukan serangkaian aktivitas belajar LIT. LIT berdampak pada kemampuan kepekaan siswa terhadap bilangan. Hal ini terlihat dari kemampuan awal siswa sebelum diberikan intervensi setelah siswa mendapatkan intervensi terlihat adanya perubahan.
The Implementation of Blended Learning in Akidah Akhlak Lesson during Covid-19 Pandemic in Madrasah
Qurrota A'yuna Tambunan;
Ali Imran Sinaga;
Salamuddin Salamuddin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2310
Aqidah Akhlak is one of the branches of Islamic Religious Education which is expected in its learning to give meaning either directly or indirectly. Blended Learning is a learning that is an alternative in managing time effectively in addition to conventional techniques that are implemented for Aqidah Akhlak subjects in madrasas. This study aims to describe and analyze the implementation of Blended Learning Aqidah Morals during the Covid-19 period in madrasas. This research uses qualitative research methods with the type of field research research through a descriptive approach. Data was collected using interview, observation and document analysis techniques. Furthermore, the data were analyzed through data reduction (sorting) techniques, data presentation and drawing conclusions. The results of this study indicate that the implementation of Aqidah Akhlak Blended Learning during the Covid-19 period in madrasas has been properly and appropriately implemented, this is evidenced by the existence of planning by designing learning program objectives, preparing facilities and infrastructure, preparing schedules and socialization, then implementing learning a combination of online and face-to-face, as well as evaluations in the form of examinations and collection of daily assignments, Mid-Semester Exams (UTS), and Final Semester Exams (UAS) at madrasas.
Pengunaan Model Pembelajaran Quatum Teaching dalam Meningkatkan Hasil dan Aktivitas Belajar Pada Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar
Teguh Primulya
Jurnal Basicedu Vol 6, No 1 (2022): February, Pages 1-1500
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i1.1855
Di dalam proses pembelajaran guru belum menerapkan model pembelajaran, yang menyebabkan peserta didik menjadi pasif, kurang aktif saat mengikuti kegiatan belajar, dan hasil belajar siswa rendah. Penelitian yang dilakukan bertujuan dalam meningkatkan pencapaian belajar serta kegiatan pembelajaran yang menggunakan model Quantum Teaching di kelas V SDIT Buah Hati. Jenis penelitian yang dilaksanakan ialah Penelitian Tindak Kelas (PTK). Hasil penelitiannya ialah : (1) RPP mengalami peningkatan dari tahap I yang memiliki persentase nilai 81,25% yang dikategorikan baik (B) menjadi 97,5% sangat baik (A) dalam tahap II. (2) Pelaksanaan pembelajaran melalui aspek yang terlihat pada pendidik mencapai peningkatan dalam tahap I yang memiliki persentase nilai 83,65% yang dikategorikan baik (B) menjadi 96,15% sangat baik (A) dalam tahap II. Sedangkan aspek yang terlihat pada siswa mengalami peningkatan dari siklus I yang memiliki persentase rata-rata 81,72% yang dikategorikan baik (B) menjadi 94,23% sangat baik (A) pada siklus ke-II. Terakhir (3) Penilaian pencapaian pembelajaran peserta didik mencapai peningkatan pada tahap I yang memiliki persentase skor 72,74% dengan kualifikasi baik (B) menjadi 89,03% sangat baik (A) dalam tahap II. Dengan demikian model Quantum Teaching telah dapat meningkatkan hasil dan aktivitas pembelajaran peserta didik dalam tematik terpadu di kelas V SDIT Buah Hati Kota Padang