Articles
5,428 Documents
Pengembangan Permainan Engklek Sirkuit untuk Meningkatkan Capaian Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun
Nurliza Zuhra;
Rosmala Dewi;
Syarifah Syarifah
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3658
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu produk permainan. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan menggunakan model 4D yaitu tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian ini adalah anak kelas B1 RA Az-Zahra yang berjumlah 14 orang anak. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan permainan engklek sirkuit yang layak dan efektif digunakan dalam meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di RA Az-Zahra Kabupaten Pidie Jaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis para ahli yang terdiri dari ahli materi dengan nilai persentase 93% berarti sangat baik, ahli media dengan nilai persentase 92% berarti sangat baik, dan ahli layout dengan nilai persentase 95% berarti sangat baik. Nilai rata-rata kemampuan motorik kasar yang diperoleh anak pada tahap observasi awal dan observasi akhir mengalami peningkatan tinggi yakni 39 menjadi 84, anak yang dikategorikan memiliki kemampuan motorik kasar sebanyak 13 orang anak (93%) sedangkan yang tidak memiliki kemampuan motorik kasar sebanyak 1 orang anak (7%). Berdasarkan hasil pemerolehan ini maka dapat dikatakan bahwa anak telah memiliki kemampuan motorik kasar.
Efektivitas Materi Pendidikan Agama Islam terhadap Peningkatan Shalat Lima Waktu Siswa Sekolah Dasar
Endah Wahyuningsih;
Suhadi Suhadi;
M. Fathurrohman
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3820
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas materi pendidikan agama islam (PAI) terhadap peningkatan shalat wajib lima waktu siswa di SD Negeri 01 Lalung Karanganyar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif (komparasional), pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan analisis uji t dengan rumus paired sampel t test yang telah dilakukan peneliti diperoleh nilai hitung sebesar 6.487. Sedangkan nilai table pada taraf signifikan 5% sebesar 2,064. Maka diperoleh hasil bahwasannya lebih besar dari pada sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, maka dinyatakan bahwa terdapat perbedaan peningkatan shalat siswa setelah penyampaian materi PAI (bab shalat).
An Analysis of Translations Techniques by Using (GT) Google Translate’s English into Indonesia in English Simple Sentences
Abd. Syakur;
Sulistyaningsih Sulistyaningsih
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3632
The goal of this study was to examine the correlation between the accuracy and acceptability or also readability of Google Translation’s (GT) English to Bahasa Indonesia translations of simple English sentences. This study applied a correlational quantitative research approach using survey research. The samples of this study included all students majoring in the English Language Education Study department of the fourth semester and used a purposive sample technique of around 35 students from STKIP PGRI Sidoarjo. The results showed 3 sentences rated ‘very accurate’ (6%). 29 sentences (58%) were deemed ‘accurate’. Then, 11 sentences were ‘less accurate’ (22%). Lastly, 7 sentences (14%) were deemed ‘not accurate’. Furthermore, based on the SPSS 26 results showed the positive constant value of 78.884 indicates positive effect of independent variable (GT translation). If the independent variable changes by one unit, so will the GT translation variable. If GT translation (X) rises by one unit, questionnaire results (Y) rise by 0.324, or 32.4%. Regarding to the findings, translation using GT through basic English sentences on selected reading texts utilized at STKIP PGRI Sidoarjo was mainly positive (64%). The investigation revealed a remarkable occurrence that GT’s translations were mostly accurate.
Analisis Kepemimpinan Kepala Sekolah di Sekolah Dasar
Dita Prihatna Wati;
Nur Wahyuni;
Arum Fatayan;
Aska Amalia Bachrudin
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3684
Di tingkat Sekolah Dasar, yang menjaadikan tolak ukur pembentukan karakter anak didik adalah peran dari kepemimpinan kepala sekolah. Dilakukannya penelitian ini yakni memberikan gambaran yang jelas tentang gaya kepemimpinan dari kepala sekolah untuk tujuan membangun mutu sekolahnya. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Metode pengumpulan data yakni dengan cara interview dan observasi lapangan serta dokumentasi. Kemudian data-data tersebut dianalisis menggunakan triangulasi sumber dan metode dari dilakukannya penelitian ini, peneliti berhasil membuktikan, bahwasannya 1). Kepemimpinan kepala sekolah bersifat demokratis-monarkis, 2). Aspek-aspek yang termasuk dalam kepemimpinan kepala sekkolah misalnya peran kepala sekolah sebagai pimpinan, supervisor, administrator, inovator dan motivator dinilai sudah sangat baik.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Keragaman Budaya Indonesia Melalui Tiktok pada Kelas V Sekolah Dasar
Den Ayu Putri Pandan Sari;
Ita Kurnia
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3686
Media TikTok merupakan salah satu inovasi metode pembelajaran yang dinilai modern adalah kolaborasi antara strategi yang diimplementasikan oleh guru dengan informasi dan teknologi digital. Media TikTok dapat meningkatkan motivasi belajarnya sehingga bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa pada materi keragaman budaya Indonesia dan mengetahui hasil upaya peningkatan belajar siswa kelas V SD Lirboyo 2. Penelitian ini menggunakan metode penjabaran data secara deskriptif kualitatif dengan terori Kurt Lewin yang mana terdiri dari empat tahapan dan dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) siswa memahami penerapana aplikasi TikTok dalam materi keragaman budaya Indonesia 2) siswa menunjukan peningkatan hasil belajar materi keragaman budaya Indonesia berdasarkan implementasi dari TikTok. Dari kedua hasil itu menunjukan peningkatan nilai sebanyak 8,68 poin. Hasil ini juga menunjukkan adanya peningkatan rasa cinta tanah air dan budaya Indonesia pada siswa SD Lirboyo 2. Implementasi media pembelajaran. Melalui penelitian ini, peneliti mendorong pendidik atau guru agar mampu berinovasi menggunakan kemudahan teknologi untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Analisis dan Rekonstruksi Kegiatan Laboratorium Alternatif: Meningkatkan Keterampilan Literasi Kuantitatif melalui Praktikum Ingenhousz
Adelia Aryani Putri;
Dine Nurdian;
Ghina Rohmatulloh;
Bambang Supriatno;
Sri Anggraeni
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3524
Dalam pembelajaran biologi, kegiatan praktikum merupakan salah satu kegiatan yang penting. Untuk mendukung kegiatan praktikum tersebut, LKS harus memiliki indikator literasi kuantitatif, seperti interpretasi, representasi, perhitungan, aplikasi/analisis, asumsi, dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kualitas rancangan kegiatan laboratorium (DKL) percobaan Ingenhousz untuk materi fotosintesis di sekolah serta pengembangan DKL alternatif yang memfasilitasi meningkatkan keterampilan literasi kuantitatif peserta didik. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive, yaitu instrumen berupa rubrik penilaian serta catatan lapangan. Berdasarkan hasil analisis DKL, menunjukkan bahwa kegiatan praktikum yang ada belum optimal untuk dapat mendukung dan meningkatkan literasi kuantitatif siswa. ditemukan beberapa kelemahan yakni pada aspek representasi data daninterpretasi data. Rekonstruksi desain kegiatan laboratorium alternatif didukung dengan adanya beberapa kegiatan untuk melatih literasi kuantitatif peserta didik. Sehingga hasil pengembangan dari DKL alternatif eksperimental menunjukkan bahwa DKL tersebut mampu memfasilitasi meningkatkan keterampilan literasi kuantitatif peserta didik.
Analisis Minat dan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi PGSD pada Masa Covid-19
Okky Widya Dhamma;
Urip Widodo;
Dwi Maryani Rispatiningsih
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3162
Perubahan pola pembelajaran dari tatap muka menjadi pembelajaran dalam jaringan berimplikasi pada minat dan prestasi belajar. Kedua hal tersebut perlu dianalisis untuk mengetahui perubahan perilaku serta solusi pemecahan yang dapat diberikan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis ada tidaknya pengaruh minat belajar dan prestasi belajar pada masa pandemi covid-19. Untuk mengetahui minat belajar mahasiswa data dikumpulkan melalui angket sedangkan prestasi belajar diketahui melalui kartu hasil studi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara minat belajar dan prestasi belajar mahasiswa pada masa pandemi covid-19. Hal tersebut dibuktikan dengan uji hipotesis dimana nilai t hitung yang diperoleh melebihi nilia t tabel (6,902>2,04). Lebih lanjut jika melihat pengolahan data melalui SPSS diketahui jika nilai sig yang diperoleh yaitu 0,014 kurang dari ambang batas eror yang ditolerir yaitu 0,05 (0,014<0,05) yang berarti bahwa menolak hipotesis nol dan menerima hipotesis alternatif. Implikasi dari temuan penelitian ini adalah perlu adanya perubahan pola pembelajaran baik melalui penerapan media pembelajaran interaktif maupun metode pembelajaran yang menekankan pada kegiatan komunikatif baik dosen dengan mahasiswa maupun mahasiswa dengan mahasiswa sehingga keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran akan berjalan dengan lebih optimal.
Analisis Nilai Karakter melalui Media Animasi Fabel dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Siswa Sekolah Dasar
Sarah Annisya;
Irwan Baadilla
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3648
Salah satu fokus dalam penerapan pendidikan selalu mementingkan pembentukan akhlak anak bangsa, pemberian pendidikan karakter membentuk tujuan penting seluruh jenjang pendidikan.penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa animasi fabel berpengaruh pada penanaman nilai karakter serta seberapa penting peran guru dalam penanaman karakter pada siswa, Hampir semua jenjang pendidikan mengajarkan nilai karakter hanya saja pada pendidikan dasar peserta didik lebih senang bermain dari pada belajar maka kondisi ini disebut dengan masa keemasan untuk pembentukan karakter di sekolah, Maka dari itu penggunaan video animasi diharapkan dapat menarik serta menyenangkan bagi siswa. metode yang dipakai yaitu deskriptif kualitatif melalui sampel sebanyak 123 siswa kelas II sekolah dasar. Hasil penelitian terbukti bahwa mayoritas siswa dapat menganalisis nilai karakter melalui animasi fabel, seperti mengetahui, memahami serta mengaplikasikan nilai karakter pada kehidupan sehari-hari.
Konsep Bangun Datar Sekolah Dasar pada Struktur Candi Pari Sidoarjo
Ikawati Ikawati;
Mahardika Darmawan Kusuma Wardana
Jurnal Basicedu Vol 6, No 5 (2022): October Pages 7664-9236
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i5.3776
Konsep matematika pada kehidupan sehari-hari biasanya hanya dilihat pada persoalan yang bersifat hitungan, namun sejatinya terdapat korelasi didalamnya. Matematika dan budaya adalah dua hal yang saling berhubungan. Oleh karena itu dalam memberikan pengajaran matematika, guru dapat meng-koneksikan pengetahuan matematika dengan kehidupan sehari-hari di kenal dengan istilah etnomatematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan mengeksplorasi konsep bangun datar di Sekolah Dasar pada struktur candi pari Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan kualitatif pendekatan etnografi data diperoleh melalui observasi, wawancara, studi literasi, dan dokumentasi. Hasil yang didapat diharapkan sebagai sumber pembelajaran matematika di Sekolah Dasar serta sebagai upaya untuk mengembangkan apa yang disebut etnomatematika. Hasil dari penelitin ini menyimpulkan bahwa terdapat konsep bangun datar pada struktur candi Pari, Sidoarjo. Struktur tersebut berbentuk persegi, persegi panjang, trapesium, dan segitiga. Konsep bangun datar terdapat pada dinding candi, pintu masuk, serta atap candi. Proses pembelajaran matematika dengan mengunakan objek etnomtematika diharapkan semakin mempermudah para siswa dalam memahami konsep matematika dari sesuatu yang konkret dan nyata.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menerapkan Konsep Merdeka Belajar di Sekolah Dasar
Cucu Suryana;
Sofyan Iskandar
Jurnal Basicedu Vol 6, No 4 (2022): August Pages 5501-7663
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i4.3485
Pendidikan menjadi sorotan karena merupakan tempat pengembangan sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan konsep merdeka belajar di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa 1) kepemimpinan kepala sekolah memiliki peran sentral dalam kemajuan sekolah 2) penerapan merdeka belajar di sekolah dasar melalui langkah-langkah a) kepala sekolah menerapkan kebijakan yang mendukung merdeka belajar; b) mendorong guru agar dapat melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan; c) memotivasi siswa agar memiliki kesiapan dan suasana hati untuk belajar; d) melibatkan orang tua dan lingkungan masyarakat secara aktif; d) berkolaborasi dengan dinas pendidikan mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kompentensi guru. Indikator keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dalam menerapkan merdeka belajar di sekolah dasar adalah 1) partisipasi siswa dalam pendidikan yang merata; 2) pembelajaran yang efektif; dan 3) tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pembelajaran.