Articles
5,428 Documents
Pengaruh Manajemen Kelas dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
Afsari, Sisca;
Siregar, Sakinah Ubudiyah;
Harahap, Risma Delima
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4577
Matematika merupakan mata pelajaran yang sangat penting. Dalam mewujudkan hasil belajar matematika yang optimal, peran guru dan sekolah sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh manajemen kelas dan fasilitas belajar terhadap hasil belajar matematika siswa Mts Al-Washliyah Aek Nabara. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis data regresi linier berganda. Penelitian dilakukan di Mts Al-Washliyah Aek Nabara, Kab. Labuhanbatu, Sumatera Utara pada semester ganjil tahun 2022/2023. Seluruh siswa Mts Al-Washliyah Aek Nabara yang berjumlah 69 orang merupakan populasi dalam penelitian ini dan sampel sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Manajemen kelas berpengaruh positif dan signifikan sebesar 33,1% terhadap hasil belajar matematika siswa Mts Al-Washliyah Aek Nabara. 2) Fasilitas belajar berpengaruh positif dan signifikan sebesar 24,4% terhadap hasil belajar matematika siswa Mts Al-Washliyah Aek Nabara. 3) Manajemen kelas dan fasilitas belajar sama-sama memiliki kontribusi secara positif terhadap hasil belajar matematika siswa Mts Al-Washliyah Aek Nabara, besar pengaruhnya yaitu 42,4% dan 57,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Hasil penelitian ini memberi implikasi untuk guru dan sekolah sebagai acuan guna meningkatkan hasil belajar siswa yang optimal.
Analisis Managemen Waktu terhadap Konsentrasi Belajar Matematika Kelas VIII
Pohan, Widia Hafni;
Siregar, Sakinah Ubudiyah;
Harahap, Risma Delima
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4580
Matematika memiliki karakter yang koheren, sistematis dan logis.Banyaknya kesukaran yang  dialami siswa saat belajar matematika . Karena siswa masih belum dapat berkonsentrasi dengan baik, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa berkonsentrasi dalam belajar matematika, faktor apa saja yang mendukung dan menghambatnya, serta bagaimana upaya guru mengatasi faktor yang menghambat konsentrasi tersebut.Subjek penelitian adalah guru matematika dan peserta didik kelas VIII yang berjumblah  56 siswa.Deskriptif kualitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini.alat pengumpulan data, survey, observasi dan wawancara. Hasil penelitian 1) fokus belajar matematika siswa kelas VIII MTs Nur Ibrahimy cukup tinggi. 2) sebagian besar siswa dapat memperhatikan saat guru menjelaskan meteran di depan kelas, 3) sebagian besar siswa sudah termotivasi untuk belajar, 4) upaya yang dilakukan guru untukmengatasihambatanbelajar.Terdapat pengaruh manajemen waktu belajar terhadap konsentrasi belajar matematika siswa kelas VIII Nur Ibrahimy
Pengembangan Vidio Pembelajaran Matematika Menggunakan Model Flip Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik
Zafirah, Hana;
Jamaan, Elita Zusti;
Suherman, Suherman;
Permana, Dony
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4582
Siswa harus diberi kesempatanyuntuk berpikir dan aktif memecahkan berbagai masalah yang diberikan. Penelitian ini didasari oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik SMK. Tujuan dari penelitian ini untuk menghasilkan vidio pembelajaran matematika menggunakan model Flip Learning. Proses penelitian ini dilaksanakan dengan model pengembangan Plomp. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri PP Padang Mengatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran matematika yang dikembangkan menggunakan flipped learning tergolong sangat efektif dengan persentase 86,62% untuk RPP, dan 83,93%runtuk video pembelajaran, dan sangat praktisuasing-masing 87% danu86,85%. Sedangkan berdasarkan hasilrhasil uji soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis diperolehu83,33% peserta didik memenuhuirkriteria keberhasilan tes kemampuan pemecahan masalah matematis > 80%, artinya vidio pembelajaran matematika menggunakan model flip learning sangat efektif terhadaprkemampuan pemecahan masalah matematis. Jadi, kemampuan pemecahan masalahumatematis peserta didik dapat ditingkatkan menggunakan video pembelajaran matematika menggunakan model flip learning.
Pengembangan Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Literasi Numerasi Kelas 5 Sekolah Dasar
Purnamasari, Ratih;
Safitri, Nurlinda;
Kurnia, Dadang
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4591
Literasi numerasi merupakan salah satu yang dinilai dalam Asesmen Kompetensi Minimal (AKM) yang sudah digulirkan oleh pemerintah untuk mengganti system Ujian Nasional (UN). Penelitian ini bertujuan menghasilkan soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi numerasi kelas 5 Sekolah Dasar yang valid dan sesuai dengan framework AKM literasi numerasi yang telah ditetapkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu R & D dengan model pengembangan 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Penelitian dilaksanakan di kelas 5 SD Negeri Julang, Kota Bogor. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dan instrumen validasi. Soal literasi numerasi yang dikembangkan terdiri atas pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian dan uraian. Validasi ahli dilakukan pada soal literasi numerasi yang telah disusun. Data hasil validasi kemudian dianalisis dengan formula validitas dari Aiken. Hasil penelitian menunjukkan butir soal pilihan ganda memiliki kategori sesuai (83%). Soal pilihan ganda kompleks termasuk kategori sesuai (77%). Soal menjodohkan, isian dan uraian memiliki kategori sangat sesuai (100%) Sehingga dapat disimpulkan bahwa butir soal AKM yang dikembangkan sudah valid dan sesuai dengan framework AKM literasi numerasi.Â
The Perceptions of Critical Thinking and Inclusive Practice among Primary School Teachers
Rulyansah, Afib
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4593
Curricula where inclusiveness towards all students is a priority, the most useful ability to tackle problems in the twenty-first century. This research aims to present primary school education applied by primary school teachers for the teaching and evaluation of critical and inclusive thinking. Using a qualitative method, the authors looked for candidates who have a real commitment to improving the profession of primary school teachers in the elementary school age range (about 7-12 years). Then, the author conducted in-depth interviews in September and October 2022 with ten elementary school teachers, of which 5 were from public schools and 5 were from private schools in Surabaya, Indonesia. Research shows that primary school teachers will recognize the need to develop students' critical thinking skills but are not adequately equipped to meet this demand. Elementary school teachers choose deliberation and cross-group interaction as key methods for developing critical thinking. These primary school teachers link the relationship between critical thinking and fair and high-quality schools. Critical thinking is very important if want to change society in a way that can assess reason, values, pluralism, and diversity.
Hubungan Orang Tua dengan Wali Kelas dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Astriani, Yusni;
Rosyidi, Muhib
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4601
Perpaduan kerjasama antara orang tua dengan guru akan memberikan sebuah implikasi yang baik untuk meningkatkan hasil belajar anak, karena orang tua bisa memantau perkembangan anak melalui guru dan sebaliknya guru bisa mendapatkan informasi tentang karakteristik anak melalui orang tuanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan orang tua dan wali kelas (guru) sebagai upaya peningkatan hasil belajar siswa kelas 1 SDS Hang Tuah 8 Jakarta Utara dengan cara melakukan wawancara terhadap satu guru (wali kelas) dan tiga belas orang tua (wali murid). Hasil penelitian yang didapatkan adalah keterkaitan orangtua dengan pendidik dikelas dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik bisa dilakukan dengan melakukan komunikasi yang baik untuk menanyakan perkembangan anak serta kesulitan anak dalam belajar. Dan setiap orang tua mempunyai upaya tersendiri dalam meningkatkan hasil belajar anaknya sesuai kebutuhan seperti mengulang pelajaran, mendaftarkan anak mengikuti les, serta mengatur jadwal belajar dan bermain anak. Penelitian ini mendapatkan hasil wawancara terhadap satu guru kelas 1 SDS Hang Tuah 8 Jakarta Utara dan tiga belas orang tua (wali murid) peserta didik kelas 1 SDS Hang Tuah 8 Jakarta Utara bahwa hubungan orang tua dengan guru dalam meingkatkan hasil belajar peserta didik dapat dilakukan dengan melakukan komunikasi yang baik untuk menanyakan perkembangan anak serta kesulitan anak dalam belajar.
Peran Orang Tua dan Guru terhadap Perkembangan Emosional Anak di Madrasah Ibtidaiyyah
Susanti, Marlina;
Rahmah, Hardiyanti;
Hikmaturuwaida, Hikmaturuwaida
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4602
Peran orang tua memiliki dampak besar dalam proses perkembangan seorang anak terutama dalam proses emosional sehingga dibutuhkan perhatian yang khusus di dalamnya karena orang tua sebagai pendidik pertama bagi anak. Adapun peran guru dalam mengawasi perkembangan anak terutama disekolah sangat berdampak besar dalam kehidupan anak karena dalam setiap harinya anak banyak menghabiskan waktu di sekolah, dengan adanya kedua peran yang baik dari orang tua dan guru perkembangan emosional anak akan seimbang dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan seberapa besar dampak yang dihasilkan dari peran yang baik dari orang tua maupun guru terhadap perkembangan emosional anak di MIN 28 HSU. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian bahwa anak memiliki emosional yang belum optimal sehingga perlunya didikan, perhatian serta kontrol dari orang tua dirumah. Begitu pula peran guru disekolah dapat memberikan perhatian khusus terhadap perkembangan emosional anak, di MIN 28 HSU ini menunjukan bahwa peran orang tua dan guru terhadap perkembangan emosional anak perlu ditingkatkan lagi sehingga anak dapat mengelola emosional secara optimal.
Peran Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar
Bariyah, Atik;
Jannah, Miftahul;
Ruwaida, Hikmatu
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4604
Guru menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi siswa secara eksternal, contohnya dalam hal memotivasi siswa dalam belajar. Faktanya yang terjadi di lapangan tidak semua anak memiliki motivasi belajar yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara seorang guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian narrative research. Guru di kelas 1 di SDN 1 sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi terkait hal-hal penelitian. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peran guru sangatlah penting dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk memotivasi siswa, guru memiliki beberapa cara seperti penyampain materi agar mudah dipahami, mengelola kelas, memahami karakter siswa dan tujuan pembelajaran bisa tercapai. Guru kelas 1 di SDN 1 Warga Mulya telah meningkatkan motivasi siswa dengan tidak hanya mentrasfer ilmu saja, akan tetapi dengan inovasi setiap mata pembelajaran.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematik dan Self-Efficacy Siswa dengan Menggunakan Pendekatan Matematika Realistik
Nasution, Rabiatul Adawiyah;
Pasaribu, Laili Habibah
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4606
Matematika merupakan salah satu perhatian utama, dan pada kenyataannya matematika tetap menjadi mata pelajaran yang sulit bahkan menakutkan bagi sebagian besar siswa. Maka dari itu peneliti akan meneliti dengan menggunakan matematika realistik, apakah kemampuan komunikasi siswa dan rasa efikasi diri dalam belajar matematika meningkat.Melalui pendekatan matematika realistik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi dan efikasi diri matematis siswa. Pendekatan yang digunakan ialah metodologi penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik eksperimen semu. Sampel penelitian yang digunakan adalah 30 siswa di kelas pembanding dan 30 siswa di kelas eksperimen di MA Nur-Ibrahimy Rantauprapat. Hasil temuan menunjukkan bahwa siswa yang diberi pendekatan matematika realistik ternyata lebih mengembangkan kemampuan komunikasi matematis dan efikasi diri daripada siswa yang menerima pembelajaran biasa. Berdasarkan hasil uji one way anova yang dilakukan didapat nilai signifikansi adalah 0,000 .Nilai signifikan 0,000 < 0,05 artinya H0 ditolak maka bisa diartikan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa dan self-efficacy dengan pendekatan matematika realistik lebih meningkat dari peserta didik yang diberikan pendekatan biasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan matematika realistic dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dan self-efficacay dalam pembelajaran matematika.
Pembelajaran Kontekstual untuk Mengembangkan Kemampuan Literasi Statistika Matematika Peserta Didik Sekolah Dasar
Khasanah, Siti Uswatun;
Murtiyasa, Budi;
Sumardi, Sumardi;
Yati, Yuni;
Aminuriyah, Siti
Jurnal Basicedu Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v7i1.4624
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan peserta didik untuk dapat mengaplikasikan pengalaman belajarnya dikelas yang berkaitan dengan literasi statistika matematika dan merujuk pada pengertian, pemahaman, penalaran serta pengetahuan pada materi statistika untuk menghadapi masalah yang harus dipecahkan di kehidupannya sehari-hari. Tujuan penelitian yang dilakukan ialah untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran kontekstual untuk mengembangkan kemampuan literasi statistika matematika yang disesuaikan dengan cara berpikir peserta didik sesuai dengan usia perkembangan sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian ini ialah melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan literasi statistika matematika peserta didik pada jenjang sekolah dasar. Hal ini dibuktikan dengan penilaian hasil pembelajaran dari 39 orang peserta didik, sebanyak 35 orang atau 89,74% peserta didik dapat membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada materi statistika matematika yang telah diajarkan secara kontekstual. Penilaian tersebut pada aspek kogitif, afektif dan psikomotorik. Penggunaan pembelajaran kontekstual sebagai upaya untuk mengembangkan penguasaan kemampuan literasi statistika matematika.