cover
Contact Name
Les Pingon
Contact Email
lespingon21@upi.edu
Phone
+6282144647693
Journal Mail Official
hendriklempeh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana No.11, Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Seni Rupa
ISSN : -     EISSN : 26139596     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpsp.v11i2.39468
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha is a scientific journal published by Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha. This journal aims to accommodate articles of research results and the results of community service in the field of education and learning about education.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3 (2021)" : 13 Documents clear
PROSES PEMBUATAN KERAJINAN MAKRAME DESA YEH SUMBUL KECAMATAN MENDOYO KABUPATEN JEMBRANA Putri Dewi, Salsabiyla Rizqi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.429 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40269

Abstract

AbstrakArtikel ini berjudul “ Proses Pembuatan Kerajinan Makrame Desa Yeh Sumbul Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam  proses pembuatan makrame, dan untuk mengetahui proses pembuatan makrame serta hasil akhir dan proses pemasaran kerajinan makrame di Desa Yeh Sumbul Kecamatan mendoyo Kabupaten Jembrana. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pemilik kerajinan, pengrajin setempat kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu  gunting, pita ukur, mesin jahit, jarum jahit sedangkan bahan yang digunakan antara lain tali makrame, kain, kayu, benang jahit. Proses pembuatan  makrame terdiri dari penyiapan alat, pemotongan tali, pelilitan tali pada kayu, proses pembuatan motif simpul makrame, pelepasan makrame dari kayu, kemudian yang terakhir finishing. Hasil dan bentuk kerajinan makrame dibagi menjadi dua yaitu benda fungsional dan benda non fungsional. Benda fungsional antara lain sarung bantal, hammock, ayunan bulat, payung pantai, kursi bundar, tas, lampion, gantungan pot, sedangkan benda non fungsional dreamcathcher dan tirai. Pemasaran dilakukan dengan cara online yakni melalui instagram, facebook atau market place. Kata-kata Kunci: Alat dan bahan, proses pembuatan, yeh sumbul. Abstract This research is entitled "Macrocraft Crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in the process of making macrame, and to find out the process of making macrame as well as the final result and marketing process for macrame crafts in Yeh Sumbul Village, Mendoyo District, Jembrana Regency. Sources of data were obtained through observation and interviews with handicraft owners, local craftsmen and then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. Thus the results of this study are as follows: the tools used are scissors, measuring tape (meter), sewing machine, sewing needle while the materials used include macrame rope, cloth, wood, sewing thread. The process of making macrame consists of preparing the tools, cutting the rope, wrapping the rope on the wood, the process of making the macrame knot motif, removing the macrame from the wood, then finishing. The results and forms of macrame crafts are divided into two, namely functional objects and non-functional objects. Functional objects include pillowcases, hammocks, round swings, beach umbrellas, round chairs, bags, lanterns, pot hangers, while non-functional items are dreamcatchers and curtains. Marketing is done online, namely through Instagram, Facebook or market place. Keywords: Tools and materials, manufacturing process, yeh sumbul
NILAI ESRTIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO Arrahim, Syarief
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.767 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.38720

Abstract

NILAI ESTETIKA VESPA MODIFIKASI KOMUNITAS VESPA BONDOWOSO  Syarief Abdurahman Arrahim1, I Wayan Sudiarta2, I Gst Ngr. Sura Ardana31,2,3Program Studi Pendidikan Seni RupaFakultas Bahasa dan SeniUniversitas Pendidikan GaneshaSingaraja, Bali, Indonesia E-mail:syariefarrahimabdurahman@gmail.com,Sudiartanik1969@yahoo.com,Surartdana@gmail.com Abstrak           Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso. (2) konsep-konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok. (3) nilai-nilai estetika yang terkandung pada berbagai style modifikasi vespa rosok Bondowoso.Penelitian ini merupakan penelitian dekriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah anggota dari komunitas, bengkel, dan pemilik kendaraan yang akan diteliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi, dan (4) kepustakaan. Instrument yang digunakan adalah (1) instrument observasi, (2) instrument wawancara, (3) instrument dokumentasi, dan (4) instrument kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah (1) analisis domain dan (2) analisis taksonomi.Hasil penelitian ini adalah: (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi komunitas vespa rosok Bondowoso, antara lain: pensil, penggaris siku, las listrik, mesin grinda, gergaji kayu, plat besi, besi siku, besi lingkaran, kompresor, sekrup dan baut, cat, kunci baut, batang pohon jambu, botol-botol dan plastic bekas. (2) konsep atau pemikiran yang melatar belakangi pilihan style modifikasi vespa rosok yaitu: modifikasi vespa gembel mengangkat konsep tentang lingkungan, modifikasi vespa trikel memiliki konsep modifikasi yang tercipta dari kebebasan berkreasi, modifikasi vespa chopper memiliki konsep kendaraan modern, modifikasi vespa tank memiliki konsep kendaraan tempur, modifikasi vespa gasruk memiliki konsep kebebasan berimajinasi tanpa ada batasan, modifikasi vespa sekuter atau otopet memiliki konsep mainan masa kecil. (3) nilai estetika yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso terdiri dari unsur-unsur bentuk.Kata kunci: gambar, modifikasi vespa rosok, nilai estetika           Abstract This research aims to obtain information about: (1) tools and materials used in the process of making Vespa Modification Rosok Bondowoso. (2) the concepts or thoughts behind the choice of vespa rosok modification style. (3) Aesthetic values contained in various styles of modification vespa rosok Bondowoso.            This research is a decryptive study with a qualitative approach. The subjects of this study are members of the community, workshops, and vehicle owners to be researched. Data collection in this study was conducted by techniques (1) observation, (2) interviews, (3) documentation, and (4) literature. The instruments used are (1) observation instruments, (2) interview instruments, (3) documentation instruments, and (4) library instruments. The data analysis used is (1) domain analysis and (2) taxonomic analysis.            The results of this study are: (1) tools and materials used in the process of making modifications to the vespa rosok Bondowoso community, among others: pencils, elbow ruler, electric welding, grinda machine, wooden saw, iron plate, elbow iron, circle iron, compressor, screws and bolts, paint, bolt locks, guava tree trunks, bottles and used plastic. (2) The concept or thought behind the choice of vespa rosok modification style is: Vespa gembel modification raises the concept of the environment, vespa trikel modification has a modified concept created from freedom of creativity, vespa chopper modification has a modern vehicle concept, vespa tank modification has a combat vehicle concept, vespa gasruk modification has the concept of freedom of imagination without any restrictions, vespa sekuter or otopet modification has a childhood toy concept. (3) The aesthetic value contained in the modification of vespa rosok bondowoso consists of elements of form. Key words: images, vespa rosok modifications, aesthetic value   PENDAHULUAN Di Bondowoso ada kominitas yang menyebut diri mereka dengan komunitas vespa rosok Bondowoso. Kominitas ini memiliki jenis aliran modifikasi vespa yang sangat unik. Ada juga beberapa jenis vespa yang telah diciptakan oleh komu nitas vespa rosok Bondowoso. Proses observasi yang peneliti lakukan terhadap komunitas vespa rosok Bondowoso, salah satunya pengguna vespa rosok mengatakan bahwa kemunculan vespa rosok didasari oleh seni modifikasi, kebebasan berkreasi, dan adanya  pengaruh lingkungan seperti mengekspresikan tentang keresahan yang ada dalam masyarakat yang akhirnya membuat pengguna vespa rosok ingin menampilkan identitas diri, sekaligus juga ingin merubah pandangan negatif dari masyarakat terhadap pengguna vespa rosok.Seiring berkembangnya teknologi banyak jenis modifikasi vespa yang bermunculan seperti modifikasi longride, yaitu modifikasi seperti penambahan panjang ke belakang atau pun melebar kesamping. Vespa tank modifikasi vespa yang dibuat menyerupai tank. Jenis vespa chopper yang dimodifikasi dengan bentuk stang yang dibuat setinggi mungkin bahkan vespa yang dibuat serendah mungkin. Modifikasi jenis vespa trikel yang dimodifikasi dengan penambahan ban atau kemudi dibagian belakang. Jenis vespa sekuter dan dikalangan komunitas vespa biasa disebut dengan otopet yaitu modifikasi yang menyerupai kendaraan dengan desain yang berupa kerangka saja seperti stang, pijakan kaki, dan tempan duduk. Atau jenis gasruk, vespa standar yang dimodifikasi serendah mungkin.serta jenis modifikasi sampahan yang menambahkan bentuk variasi seperti botol-botol plastik, bendera dan benda-benda lainya. Selain itu juga ada bentuk vespa gembel yang hanya memadukan mesin dengan fariasi lain seperti vespa pohon dimana kemudi dan tempat duduk dibuat dengan pohon dan dikombinasikan dengan mesin vespa.Komunitas vespa rosok ada hampir disetiap kota. Salah satu komunitas  vespa rosok ada didaerah Bondowoso yang memiliki beberapa jenis modifikasi vespa. Kehadiran vespa rosok ini dijalanan selalu menarik perhatian masyarakat, terlebih lagi pada saat berjalan beriringan dalam suatu konvoi vespa rosok.  Hal ini yang membuat penulis tertarik untuk meneliti fenomena estetika modifikasi vespa rosok yang ada dikota Bondowoso dalam hal modifikasi bentuk, cara pembuatan dan sebagainya. METODE PENELITIANPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi vespa rosok Bondowoso, tahapan dari proses pembuatan serta nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso.Dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Adapun instrumen penelitian dalam penelitian ini terdiri atas intrumen observasi dan instrumen wawancara. Instrumen Observasi dalam penelitian ini menggunakan HP Rielmi C2 dan Note book/Buku catatan. Selanjutnya yaitu instrumen wawancara yaitu menggunakan pedoman wawancara.Dalam penilitian ini, digunakan metode survey dengan empat teknik pengumpulan data yaitu: teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi dan teknik kepustakaan. Sebelum penulis melakukan tindakan penelitian, terlebih dahulu yaitu melakukan observasi awal (survey), selanjutnya penulis melakukan obeservasi kembali mengumpulkan data. Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terstruktur Dokumentasi yang dilakukan sebanyak 3 macam yaitu pertama dokumentasi alat yang digunakan untuk Modifikasi dan bahan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan Modifikasi. Dokumentasi kedua yaitu mewawancarai sipemilik kendaraan dan mekanik yang melakukan proses pengerjaan modifikasi tersebut.Teknik kepustakaan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data dengan menelaah buku-buku dan sumber-sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan objek penelitian seperti buku yang membahas mengenai  proses Modifikasi, buku mengenai kajian estetika dan lain sebagainya yang dibutuhkan sebagai data penunjang atau pembanding.Analisis data dalam ini dilakukan secara domain taksonomi. Menurut Sugiyono (2009) analisis domain yaitu ketika peneliti sudah menetapkan domain tertentu sebagai pijakan penelitian selanjutnya. Kemudian setelah domain dipilih akan dijabarkan secara lebih rinci. Hasil dari analisis domain  dalam penelitian ini berupa alat yang digunakan pada setiap proses pembuatan Modifikasi vespa rosok, dan nilai estetik. HASIL DAN PEMBAHASANBerdasarkan hasil observasi, wawancara maupun dokumentasi yang telah dilakukan di tempat penelitian, maka diperoleh data mengenai alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok Bondowoso.Untuk memperoleh data mengenai alat yang digunakan, dilakukan dengan menggunakan analisis domain dan analisis taksonomi sehingga diperoleh data berupaAlat yang digunakan untuk memberi pola pada bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan modofikasi vespa rosok yaitu pensil berukuran 2b hingga 8b.Alat yang digunakan untuk mengukur bahan yang akan digunakan untuk modifikasi seperti penggaris siku.Alat yang digunakan untuk proser perakitan rangka kendaraan modifikasi seperti las listrik.Alat yang digunakan untuk memotong bahan yang digunakan dalam pembuatan modifikasi yaitu mesin grinda.Alat yang digunakan untuk memotong bagian krangka kendaraan modifikasi yang derbuat dari bahan kayu yaitu gergaji.Alat penjemur yang digunakan untuk membantu proses pengecatan agar menghasilkan modifikasi yang bagus yaitu kompresor.Alat yang digunakan untuk merakit kerangka modifikasi yang tidak terjangkau oleh las listrik yaitu skrup dan baut.Alat yang digunakan dalam peroses perakitan kendaraan modifikasi yaitu kunci baut untuk mengencangkan skrup dan baut. Dan untuk memperoleh data mengenai bahan yang digunakan, dilakukan dengan cara yang sama seperti pada analisis alat adapun data  yang diperoleh yaitu berupa:Bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan kerangka kendaraan modifikasi yaitu batang pohon jambu.Bahan botol plastic dan plastic bekas/kresek biasa digunakan untuk menghiasi di sekeliling kendaraan.Bahan cat kaleng yang biasa digunakan untuk memberi kesan indah pada lapisan luar kendaraan modifikasi.Bahan besi siku biasa digunakan sebagai bahan utama untuk dijadikan kerangka kendaraan modifikasi.Bahan besi lingkaran berguna sebagai penguat kerangka kendaraan modifikasi aslinya. Tabel 1.Bahan dan alat yang digunakan untuk modifikasi No.Nama AlatNama Bahan1.PensilBesi siku2.Penggaris sikuBesi lingkaran3.Las ListrikPlat besi4.GrindaCat besi5.Skrup dan bautBatang pohon jambu6.KompresorBotol pelastik7.Kunci bautGergaji kayu Adapun tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi tersebut:Modifikasi vespa jenis gembel memiliki tema dan ide tentang lingkungan.Modifikasi vespa jenis trikel memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang tercipta dari kebebasan  berkreasi.Modifikasi vespa jenis chopper memiliki tema dan ide yaitu kendaraan dengan bodi modern dan elegan.Modifikasi vespa jenis tank memiliki tema dan ide yaitu kendaraan temput yang dimiliki oleh anggota TNI.Modifikasi vespa jenis gasruk memiliki tema dan ide yaitu modifikasi yang menerapkan kebebasan berkreasi.Modifikasi vespa jenis otopet memiliki tema dan ide kendaraan masa kecil.  Selanjutnya yaitu nilai estetik yang terdapat pada Modifikasi Vespa Rosok Bondowoso;Modifikasi vespa jenis gembel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.Modifikasi vespa jenis Trikel  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Suryajaya, Martin (2016:720) nilai keindahan ini mengarah pada dua teori yaitu reori Jean-Paul Sartre yaitu estetika eksistensial yang berumus pada seni dan imajinasiModifikasi vespa jenis Chopper  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.  Modifikasi vespa jenis tank  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi.    Modifikasi vespa jenis gasruk  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. Modifikasi vespa jenis  Bentuk menurut kamus besar Bahasa Indonesia adalah “ rupa atau wujud yang ditampilkan “.Menurut Suryajaya, Martin (2016:780) nilai keindahan dari bentuk modifikasi ini mengarah pada teori estetika Gilles Deleuze (estetika indrawi) bersarang pada ontologinya yang kerap disebut “empirisime transendental” Artinya ia menganggap bahwa sesasi atau kesan-kesan (persepsi, perasaan, kenangan, dsb) terdapat dalam itu sendiri. Cara pandang estetis itu ia sebut logika sensasi, Deleuze membedakan sensasi dari yang sensasional. Apa yang sensasional selalu berkenan dengan  ekspresi pisikologi. SIMPULAN DAN SARAN SIMPULAN  Berdasarkan hasil dari penelitian mengenai NILAI ESTETIKA MODIFIKASI VESPA ROSOK BONDOWOSO dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu ; a) Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan modifikasi vespa rosok, pensil, gergaji kayu, kompresor, grinda, las listrik, kunci baut, sekrup dan baut, plat besi, besi siku, besi lingkaran, cat besi, batang pohon jambu, botol pelastik bekas, dan penggaris siku. b) tema dan ide yang terkandung dalam modifikasi vespa rosok bondowoso menerapkan ide dari lingkungan disekitar mereka entah itu sebagai keluhan atu kritik. c) nilai estetika yang terdapat dalam modifikasi vespa rosok bondowoso, bentuk, estetika pascamodern, postmodern.Adapun unsur yang yang terkandung dalam modifikasi tersebut yaitu bentuk geometris. SARAN Saran dari pembuatan artikel ini penulis tujukan kepada mahasiswa dan juga kepada massyarakat umumuntuk dijadikan renungan penelitian yang akan mereka kerjakan. Dan untuk masyarakat, agar lebih bias menilai tampilan suatu kelompok atau perkumpulan apapun supaya tidak menilai keburukannya saja. Tapi juga dapat menganbil pelajaran yang terkandung dalam suatu komunitas ataupun perkumpulan social.UCAPAN TERIMAKASIHPenulis mengucapkan terimakasih kepada ibu Susi selaku pemilik Rumah Batik Radiyah Situbondo yang telah memberikan izin dalam melakukan penelitian sehingga tugas ini dapat selesai dengan baik. Selain itu, terimakasih juga kepada Drs. I Wayan Sudiarta, S.Pd. M.Si selaku pembimbing I dan Drs. I Gst. Sura Ardana selaku Pembimbing II yang sudah membimbing dengan sabar, penuh ketelitian, memberikan semangat, kritikan, saran serta arahan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik serta semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan artikel penelitian ini. DAFTAR PUSTAKAArimbi, Agiyan Wiji Pritaria. 2015. Kajian Nilai Estetika Tari Megat-Megat Di Kabupaten Cilacap, Skripsi. Universitas Negeri Semarang.Haryani 2013. Melalui Modifikasi Alat Pembelajaran Dapat Meningkatkan Gerak Dasar Menangkap Bola Mendatar dalam Bola Tangan Kelas V Sdn 1 Sepangjaya Kec. Kedaton Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Tidak Diterbitkan. Universitas Lampung.Ismail, Saifullah. 2014. Komunitas Vespa Di Kota Makasar (Studi Tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanudin Makasar.Kartika, Dharsono Sony dan Nanang Ganda Perwira. 2004. Pengantar Estetika. Bandung: Rekayasa Sains.Lowenfeld, Victor dan W. Lambert Brittain. 1964. Creative & Mental Growt 5th.Moleong, Lexi. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung :Remaja Rosda Karya.Ridwan, Muhammad Mujib. 2014. Kajian Gaya Hidup Komunitas Penggemar Vespa Rosok di Pasuruan Serta Muatan Edukasinya. Skripsi. Universitas Negri Malang.Saifullah, Ismail. 2014. Judul Penelitian ”Komunitas Vespa di Kota Makasar (Studi tentang Gaya Hidup). Skripsi. Universitas Hasanuddin Makasar.Setiyani Budi Utami. 2012. Pengembangan Bulu Jerami untuk Pembelajaran Permainan SepakBola di SD Negeri Kalirejo 1Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. Skripsi FIK UNY.Suharsaputra, Uhar. 2012.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Tindakan. Bandung: PT. Refika AditamaSuryajaya, Martin. 2016. Sejarah Estetika Era Klasik Sampai Kontemporer. Jakarta Barat: Gang Kabel dan Inde book corner.Susanto, Mikke. 2011. Diksi Rupa Kumpulan istilah dan Gerakan Seni Rupa. Edisi Revisi. Yogyakarta: DictiArt Lab,Yogyakarta & Jagad Art Space, Bali.Wijayanti, Voni. 2015. Transformasi Lukisan Vobi Wijayanti Pada Batik Situbondo. SKRIPSI.Pengertian tema, https://www.temukanpengertian.com/2015/09/pengertian-tema,15/November2020  Badudu, J.S & Zain Sultan Mohammad. 1996. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan Hasnidar, Sitti. 2019. Pebdidikan Estetika dan Karakter Peduli LIngkungan Sekolah. Jurnal Serabi Ilmu,20,(1),19. Haryaanto. 2009. Perancangan Stasiun Kerja yang Ergonomis dalam Pelayanan Jasa Penyewaan Internet Di Warnet Bina Boyolali. Skripsi. Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Surakarta 
PROSES PEMBUATAN KEMASAN JAJANAN PASAR DI PASAR AMLAPURA TIMUR KABUPATEN KARANGASEM Wardani, Lisa Kusuma
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (706.988 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40349

Abstract

Abstrak Artikel ini berjudul “Proses Pembuatan Kemasan Jajanan Pasar di Pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem”. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan kemasan, untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kemasan jajanan serta jenis dan tampilan dari kemasan jajanan pasar yang ada di pasar Amlapura Timur kabupaten Karangasem. Sumber data diperoleh melalui tahap observasi dan wawancara terhadap pedagang dan pembuat jajanan pasar  yang terdapatl di pasar Amlapura Timur, kemudian  data diolah dengan model Miles dan Huberman (1984) yakni dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan. Dengan demikian hasil penelitian ini sebagai berikut: alat yang digunakan yaitu pisau, gunting, stepler, dan  bahan yang digunakan antara lain daun pisang, janur, pandan wangi, klobot, semat bambu, tali bambu, mika, plastic op,cup plastik, kertas minyak, selotip bening. Proses pembuatan kemasan jajanan pasar dibagi menjadi dua yakni untuk kemasan alami dan non alami, untuk kemasan yang alami proses pembuatan dimulai dari menyiapkan bahan memilah daun dan memotong sesuai ukuran, kemudian membentuknya dan menyemat menggunakan tali, stepler,semat bambu, dan ada yg hanya menguncinya dengan lipatan. Dan kemasan non alami hanya dua jenis yang penulis bisa temukan proses pembuatannya karena sisanya kemasan dibeli dalam bentuk instan atau jadi di toko bahan kue atau pasar. Hasil dari penelitian ini didapatkan 10 jenis kemasan jajanan pasar yang ada di Pasar Amlapura Timur. Kata-kata Kunci: kemasan,jajanan pasar,  amlapura timur.  Abstract This article is entitled "The Process of Making Market Snack Packaging at the East Amlapura Market, Karangasem Regency". The purpose of writing this article is to find out the tools and materials used in making packaging, to find out how the process of making snack packaging is as well as the type and appearance of market snack packaging in the East Amlapura market, Karangasem district. Sources of data were obtained through observation and interviews with traders and market snack makers in the East Amlapura market, then the data was processed using the Miles and Huberman (1984) model, namely by reducing the data, presenting the data, and drawing conclusions. Thus, the results of this study are as follows: the tools used are knives, scissors, staplers, and the materials used include banana leaves, coconut leaves, pandanus fragrant, klobot, bamboo pins, bamboo ropes, mica, plastic ops, plastic cups, oil paper. , cleartape. The process of making market snacks packaging is divided into two, namely for natural and non-natural packaging, for natural packaging the manufacturing process starts from preparing the materials, sorting the leaves and cutting them according to size, then shaping them and embedding them using ropes, staplers, bamboo pins, and some just lock them. with folds. And the non-natural packaging is only two types that the author can find the process of making because the rest of the packaging is purchased in instant or finished form at a cake ingredient store or market. The results of this study obtained 10 types of market snacks packaging in the East Amlapura Market. Keywords: packaging, market snacks, east amlapura.
PENGGUNAAN APLIKASI ZOOM MEETING PADA PEMBELAJARAN AGAMA HINDU DAN SENI BUDAYA DI MASA PANDEMI Sariyani, Ni Nyoman; Gara, I Wayan; Arlinayanti, Kadek Dwi
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.674 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40882

Abstract

Dalam dunia pendidikan pada masa pandemi Covid 19, penerapan protokol kesehatan juga memberikan pengaruh yang signifikan pada dunia pendidikan terutama dalam proses belajar mengajar yang awalnya melalui tatap muka kini dituntut melalui dalam jaringan  (Daring). Pembelajaran melalui daring menemui berbagai tantangan dalam proses belajar langsung antara siswa dan guru pembatalan penilaian belajar berdampak terhadap psikologis anak didik dan menurunnya kualitas keterampilan murid.  Pada masa pandemi ini proses pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Dasar Dana Punia Singaraja dilaksanakan dengan sistem belajar online atau sistem dalam jaringan (daring). Sistem pembelajaran tersebut dilakukan tanpa tatap muka secara langsung, melainkan dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh, peserta didik tidak diharuskan atau diwajibkan untuk datang ke sekolah untuk melaksanakan pembelajaran. Sebagai jawaban atas permasalahan tersebut banyak sarana yang diterapkan oleh tenaga pendidik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh. Sarana pembelajaran jarak jauh tersebut tidak dapat dihindari dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sarana pembelajaran tersebut di antaranya aplikasi google meet, aplikasi zoom, google classroom, youtube, televisi, maupun media sosial whatsapp.  Penggunaan media zoom meeting mempermudah pelaksanaan daring dimana peserta didik lebih mudah untuk mengakses dan mempergunakannyaa. Dengan penggunaan media ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa walaupun tanpa tatap muka. Namun masih dapat dilakukan tatatp muka melalui media zoom meeting. Peneliti menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan angket. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Dana Punia Singaraja. Dari analisis yang dilakukan melalui penggunaan aplikasi zoom anak-anak lebih antusias dalam proses belajar mengajar selama masa pandemi ini
KARYA PERUPA BALI DALAM MERESPON PANDEMI COVID 19 DENGAN ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Rediasa, Nyoman
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.607 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.39765

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan analisis data kualitatif tentang Karya Perupa Bali Dalam Merespon Pandemi Covid 19 Dengan Analisis Semiotika Roland Barthes . Tujuan penelitian ini antara lain ; ( 1 ) Untuk mengetahui aspek – aspek visual karya para perupa Bali yang merespon pandemi .(2) Untuk mengetahui  karya para perupa Bali yang merespon pandemi dianalisis dengan teori semiotika Roland Bartes. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi ; (1) Observasi, (2) Wawancara, (3) Dokumentasi, dengan analisis data kualitatif model Miles dan Huberman yang meliputi ; (1) Reduksi Data, (2) Penyajian Data (3) Penarikan Kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini adalah ; (1 )Aspek aspek visual yang hadir dalam karya perupa Bali yang merespon kondisi pandemi covid 19 menghadirkan representasi atau penggambaran objek yang mencoba merekam kondisi batiniah manusia dalam menghadapi pandemi. Unsur unsur visual garis warna bidang komposisi ruang irama dan lain sebagainya yang muncul dalam karya – karya mereka mengkonstruksi suatu rangkaian representasi gambar yang dihadirkan dalam rangka mengkontruksi ungkapan keprihatinan, solidaritas, kekacauan serta perenungan dan optimisme dalam menghadapi kondisi pandemi. (2) Karya – karya perupa Bali yang merespon pandemi covid 19 memiliki nilai semiotik jika dilihat dari semiotika Roland Barthes. Makna denotasi yang hadir adalah makna yang didapat dari penggambaran objek dalam arti yang sebenarnya, penggambaran atas situasi ketertekanan, kekalutan, kekacauan menjanjikan ruang perenungan membangunkan solidaritas untuk bangkit bersama dalam kondisi seperti ini karena pandemi ini adalah universal dan dialami oleh semua orang dari warga dunia baik yang terpapar langsung virus corona ini maupun yang tidak terpapar langsung. Representasi objek tersebut menghadirkan sebuah metafora yang mengungkapkan kondisi yang terjadi pada titik ini makna konotasi dalam karya seni rupa para perupa tersebut hadir menjanjikan ruang perenungan bagi publik penikmat karya seni rupa tentang kondisi yang tengah terjadi. Selanjutnya representasi objek – objek tersebut hadir membentuk makna universal, meresap sampai ke alam pikir menjadi serupa ideologi. Representasi objek seperti masker, APD, doa dan persembahan menjadi representasi yang diterima dan dapat dipahami oleh publik sebagai sebuah tanda yang menggambarkan kondisi pandemi covid 19 ini.Kata Kunci ; Seni Rupa, Pandemi, Semiotika
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING POLA INSTRUKTUR TEMAN SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU DAN SENI BUDAYA SISWA SMK Suanthara, I Nengah Dwi Endra; Diatmika, I Dewa Gede Ngurah
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.734 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.41280

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan  di Kelas XI.AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan  semester ganjil tahun pelajaran 2020-2021 yang didasarkan pada realita bahwa kemampuan siswa di kelas bersangkutan untuk materi Agama Hindu dan Seni Budaya cukup rendah.  Atas dasar ini, penulis mengupayakan suatu strategi baru dalam pembelajaran yang berpondasi pada konsep student center dengan judul penelitian, “Model Pembelajaran Problem Based Learning Pola Instruktur Teman Sebaya Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Agama Hindu dan Seni Budaya Siswa Kelas XI AK.3 Semester Ganjil SMK Negeri 1 Kubutambahan Tahun Pelajaran 2020/2021”.  Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Agama Hindu dan Seni Budaya di kelas XI.AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan yang bermuara pada peningkatan hasil belajar siswa, serta untuk mengetahui, “Apakah Model Pembelajaran Problem Based Learning Pola Instruktur Teman Sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar Agama Hindu dan Seni Budaya Siswa  XI AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan?”.  Metode pengumpulan datanya adalah observasi dan tes prestasi belajar. Metode analisis datanya adalah deskriptif baik untuk data kualitatif maupun untuk data kuantitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa model pembelajaran problem based learning pola instruktur teman sebaya dapat meningkatkan prestasi belajar Agama Hidu siswa kelas XI AK.3 SMK Negeri 1 Kubutambahan. Ini terbukti dari hasil yang diperoleh dari data awal ke siklus I untuk prestasi belajar Agama Hindu dan Seni Budaya meningkat 40%  dan dari Siklus I ke  Siklus II naik 60%.
Perkakas Pembuatan Tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi kurniawan, deny
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.869 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40913

Abstract

AbstrakTahu adalah sebuah produk kuliner dari efek hibriditas oleh kaum Tiongkok. hingga saat ini kuliner yang berbahan dasar kedelai ini sangat digemari oleh kalangan masyarakat. jika dilihat dari proses produksinya juga tak lepas dari alat penunjang yang berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi dan pola pikir masyarakat. Perkakas adalah alat yang berperan penting bagi terciptanya sebuah tahu, selama ini para pengrajin cenderung tidak memperhatikan pentingnya peran perkakas dalam prosesnya, jika diperhatikan pada setiap daerah penghasil tahu mempunyai bentuk perkakas yang berdeda-beda. maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan sejarah keberadaan, (2) mendeskripsikan bentuk dan fungsi perkakas yang digunakan dalam proses pembuatan tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi, (3) mendeskripsikan cara pemakaian perkakas yang digunakan oleh pengrajin tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah Perkakas Pembuatan Tahu Dusun Setembel Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan metode, observasi, wawancara, dokumentasi. berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan didapatkan hasil sebagai berikut: perkakas yang digunakan yaitu Mesin Penggilingan, Bak (Alas Tahu), Blengker, Penutup Blengker, Centung, Centung Bur, Kain Sifon (Penyaring), Tong Penggodokan, Keranjang (Erek), Bak Cuka, Bak Perendam Kedelai, Batu Pemberat, Penggaris Kayu, Pentang Penyaring, Bak Putih, Corong, Pisau, Tumbu, Gayung. Cara pemakaian serta proses pembuatan tahu terdiri dari perendaman, penirisan, penakaran, penggilingan, pemasakan, penyaringan, pemerasan, pengadukan atau fermentasi, pemisahan, penyiapan cetakan, pencetakkan, pemotongan.Kata-kata kunci: Tahu, Perkakas, Dusun SetembelAbstractTofu is a culinary product of the hybridity effect by the Chinese. Until now, this soybean-based culinary is very popular among the people. when viewed from the production process, it cannot be separated from the supporting tools that develop along with the development of technology and the mindset of the community. Tools are tools that play an important role in the creation of tofu, so far, craftsmen tend not to pay attention to the importance of the role of tools in the process, if you pay attention to each tofu-producing area, the shape of the tool is different. Therefore, this study aims to (1) describe the history of existence, (2) describe the shape and function of the tools used in the process of making tofu in Setembel Hamlet, Gambiran District, Banyuwangi Regency, (3) describe how to use the tools used by tofu craftsmen in Setembel Hamlet, District Gambiran Banyuwangi Regency. the type of research used is descriptive qualitative research. The object of this research is the Tofu Making Tool in Setembel Hamlet, Gambiran District, Banyuwangi Regency. The method of data collection is using methods, observations, interviews, documentation. based on the research that has been done, the results obtained are as follows: the tools used are Milling Machine, Tub (Tofu Mat), Blengker, Blengker Cover, Centung, Centung Bur, Chiffon Fabric (Filter), Boiling Tong, Basket (Erek), Vinegar Tub, Soybean Soaker, Ballast Stone, Wooden Ruler, Sieve Bar, White Tub, Funnel, Knife, Tumbu, Dipper. The method of use and the process of making tofu consists of soaking, draining, measuring, grinding, cooking, filtering, squeezing, stirring or fermenting, separating, preparing molds, printing, cutting.Keywords: Tofu, Tools, Dusun Setembel
KERAJINAN TOPENG UKIR CUKLI DI DESA SAYANG-SAYANG, CAKRA NEGARA, LOMBOK BARAT brawijaya, izam
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.677 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.42149

Abstract

AbstractTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan (1) alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli, (2) proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli, (3) Jenis-Jenis dan nilai estetis yang terkandung dalam kerajinan topeng ukir Cukli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kepustakaan. Hasil penelitiannya: 1) alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli adalah pahat, gergaji, palu, jangka, penggaris, tang potong, jarum suntik, kuas, amplas, mesin gerinda dan kompresor. Bahan-bahan yang digunakan adalah kayu, kerang cukli, anti rayap, cat, pernis,lem, hardener dan thinner. (2) proses pembuatan kerajinan topeng ukir Cukli terdiri dari beberapa langkah, dimulai dengan tahap persiapan, pembuatan pola atau desain, proses pembentukan topeng, proses pemasangan kerang cukli, proses pengamplasan, proses pewarnaan dan terakhir adalah proses penyelesaian atau finishing. (3) Jenis-Jenis dan nilai estetis yang terkandung dalam kerajinan topeng ukir Cukli. Jenis-jenis topeng ukir cukli ada dua yaitu berbentuk lonjong dan sedikit bulat. Secara estetik topeng ukir cukli mengandung paduan harmoni dan paduan irama pada motif topeng. Asas yang terkandung pada desain topeng ukir cukli adalah asas kesatuan, simetris, keseimbangan.
PEMBELAJARAN MEMBATIK DI SMKN 03 KOTA BIMA wahidah, Nur
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.439 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40364

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (2) mendeskripsikan bahan dan alat yang dimanfaatkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (3) mendeskripsikan teknik membatik yang diterapkan dalam pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima, (4) Mendeskripsikan ragam/motif batik yang dihasilkan siswa SMKN 03 Kota Bima. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengenai pembelajaran membatik di SMKN 03 Kota Bima antara lain: (1) Proses pelaksanaan pembelajaran membatik dilakukan secara bertahap. Pada awal pertemuan diberikan materi teori tentang membatik dan pengenalan alat dan bahan serta dilanjutkan dengan pembelajaran praktek pembuatan batik. (2) Alat dan bahan yang digunakan adalah kompor, canting, wajan kecil, panci, ember, gawangan, kain, bahan pewarna, dan malam. Alat dan bahan pendukung berupa pensil, sendok plastik, minyak tanah, hair dryer, bangku plastik, dan timbangan. 3) Teknik batik yang diterapkan adalah teknik batik tulis. 4) Motif batik yang dihasilkan antara lain motif uma lengge, lara, dan motif klasik gaya Jogja. Kata Kunci: pembelajaran, membatik. Abstract This study aims to (1) describe the batik learning process at SMKN 03 Bima City, (2) describe the materials and tools used in learning batik at SMKN 03 Bima City, (3) describe the batik techniques applied in batik learning at SMKN 03 Kota. Bima, (4) Describe the variety/pattern of batik produced by students of SMKN 03 Bima City. This research is a qualitative descriptive study. Data was collected by using observation, interview, and documentation methods. The results of the research regarding batik learning at SMKN 03 Bima City include: (1) The process of implementing batik learning is carried out in stages. At the beginning of the meeting, theoretical material about batik and introduction of tools and materials was given and continued with learning the practice of making batik. (2) The tools and materials used are stoves, cantings, small frying pans, pots, buckets, bars, cloth, dyes, and wax. Supporting tools and materials include pencils, plastic spoons, kerosene, hair dryers, plastic benches, and scales. 3) The batik technique applied is the written batik technique. 4) The batik motifs produced include the uma lengge, lara, and classical motifs of the Jogja style. Keywords: learning, batik.
ANALISIS SEMIOTIKA VIDEO MUSIK BTS DALAM ALBUM MAP OF THE SOUL Agustin, Angelica
Jurnal Pendidikan Seni Rupa Undiksha Vol 11, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.204 KB) | DOI: 10.23887/jjpsp.v11i3.40520

Abstract

Anak-anak muda saat ini mulai menggandrungi tren K-Pop. K-Pop adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Grup K-Pop yang saat ini banyak penggemarnya hingga hampir seluruh dunia menyukainya yakni BTS atau dalam Bahasa Korea Bangtan Sonyeondan. Artikel ini bagian dari skripsi yang berjudul “Analisis Semiotika Video Musik BTS dalam Album Map of the Soul” yang mana memaparkan tentang beberapa video musik BTS dalam album Map of the Soul yang berjudul Intro: Persona, Interlude: Shadow dan Outro: Ego dari kacamata semiotika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui arti video musik/video klip dari sudut pandang yang berbeda, tidak semata-mata hanya menunjukkan visualisasi artis saja. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah observasi dan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa fragmen dalam adegan video klip yang paling menekankan makna sesuai konsep dari masing-masing video klip dengan teori semiotika Roland Barthes yaitu dengan makna denotatif, makna konotatif dan mitos. Kata kunci : semiotika, teori Roland Barthes, video musik, BTS

Page 1 of 2 | Total Record : 13