cover
Contact Name
Kadek Wirahyuni
Contact Email
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Phone
+6282236067235
Journal Mail Official
kadek.wirahyuni@undiksha.ac.id
Editorial Address
Jalan Udayana No.11 Singaraja
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha
ISSN : http://u     EISSN : http://u     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjpbs.v10i1
Core Subject : Education,
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching at Indonesia Language and Art Education. The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at Indonesia Language and Art Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,214 Documents
PERTENTANGAN KELAS DALAM NOVEL BURUAN KARYA PUTU OKA SUKANTA: KAJIAN TEORI SASTRA MARXIS DAN KONTRIBUSINYA DALAM MEMPERKAYA SUMBER PENGAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS ., Ni Made Febrianthi; ., Drs.I Wayan Artika,S.Pd,M.Hum; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v4i2.8075

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pertentangan kelas dalam novel Buruan karya Putu Oka Sukanta melalui kajian teori sastra marxis beserta kontribusinya yang mampu diberikan dalam memperkaya pengajaran sejarah di sekolah menengah atas.Subjek penelitian adalah novel Buruan karya Putu Oka Sukanta.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan dokumentasi.Data yang diperoleh melalui beberapa tahap, yaitu (1) deskripsi data, (2) idetifikasi data, (3) klasifikasi data, (4) penyajian data, dan (5) penarikan simpulan.Hasil penelitian secara umum membuktikan bahwa pertama, pertentangan kelas yang terdapat dalam novel Buruan implisit melalui permasalahan yang dihadapi oleh buruh nelayan atas juragan perahu. Terdapat empat persoalan yang berkaitan dengan pertentangan kelas dalam novel Buruan menyangkut, (1) pertentangan kelas antara juragan perahu dan buruh nelayan, (2) eksploitasi buruh nelayan yang dilakukan oleh juragan perahu, (3) kesadaran kelas yag terjadi pada buruh nelayan, dan (4) perjuangan kelas yang dilakukan oleh buruh nelayan Tambaklorok untuk membebaskan diri dari penghisapan juragan pemilik perahu. Kedua, novel Buruan dapat dimanfaatkan dalam memperkaya pengajaran sejarah di sekolah menengah atas sebagai behan pengajaran untuk mengetahui materi marxisme di dalam suatu kehidupan sosial masyarakat secara lebih objektif.Kata Kunci : pertentangan kelas, novel Buruan, kajian teori sastra marxis, pembelajaran sejarah This study aimed to describe the class conflict in the novel Buruan Putu Oka Sukanta work through the study of Marxist literary theory and its contribution can be given in enriching the teaching of history in secondary schools is a novel research atas. Subject Buruan works Putu Oka Sukanta. To data was collected in this research study method libraries and dokumentasi.Data obtained through several stages, namely (1) a description of the data, (2) data of identification (3) classification of data, (4) data presentation, and (5) conclusion. Result of general research proving that the first, class conflict contained in Buruan novel implicitly through labor problems faced by fishermen on the boat skipper. There are four issues related to class conflict in the novel Buruan concern, (1) the class antagonism between skipper the boat and fishing boat workers, (2) labor exploitation fishing is conducted by skipper the boat, (3) the class consciousness which occurred on a fishing boat workers, and ( 4) the class struggle waged by the workers Tambak Lorok fishermen to break free from the exploitation of the owner of the boat skipper. Second, Buruan novel can be used in enriching the teaching of history in high school as a teaching behan to know the material Marxism in a social life more objectively.keyword : class conflict, novel Buruan, study of Marxist literary theory, history teaching
PEMANFAATAN ALAM SEKITAR UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 1 GEROKGAK ., Komang Dian Suastini; ., Drs. I Nyoman Seloka Sudiara, M.Pd; ., Dra. Made Sri Indriani, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.4528

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menulis puisi dengan pemanfaatan alam sekitar pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, (2) mendeskripsikan peningkatan menulis puisi dalam pembelajaran dengan pemanfaatan alam sekitar pada siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, dan (3) mendeskripsikan respons siswa kelas X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak terhadap pemanfaatan alam sekitar dalam pem-belajaran menulis puisi. Objek penelitian ini adalah aktivitas siswa, peningkatan hasil, dan respons siswa dalam pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran menulis puisi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, tes, angket/kuesioner, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) siswa terlihat aktif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, (2) tercapainya ketuntasan hasil belajar menulis puisi siswa berkat diterapkannya pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran menulis puisi, yakni pada siklus I memperoleh skor rata-rata 75,16, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa menjadi 81,55, dan (3) siswa sangat setuju terhadap pemanfaatan alam sekitar dalam pembelajaran menulis puisi. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti lain disarankan untuk menerapkan pemanfaatan alam sekitar pada materi Bahasa indonesia yang lain, seperti menulis puisi.Kata Kunci : Kata kunci: alam, sekitar, menulis, dan puisi. This Natural Action Research aims (1) to describe the study of writing poetry steps with use the natural surroundings to students of class X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, (2) to describe the increasing of writing poetry in the study with use the natural surroundings to students of class X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak, and (3) to describe the students responses of class X.1 SMA Negeri 1 Gerokgak to use the natural surroundings in the study of writing poetry. The object of this research is the student activities, the increase of outcome, and the students responses in use the natural surroundings in study of writing poetry. The methods in collecting the data that used in this research is observation methods, test, questionnaire, and interview. The data analyzed with use descriptive technique, quantitative, and qualitative. The reports of this research is (1) the students look active in in learning activity, (2) achieve the students mastery of learning outcomes in writing poetry thanks to the implementation of use the natural surroundings in writing poetry learning, namely on cycles I got the average score 75,16, whereas on cycles II the average score to be 81,55, and (3) the students very agree to use the natural surroundings in writing poetry learning. Based on the report of this research, other research recommended to apply the use of the natural surroundings in other materials of Indonesian language, like writing poetry. keyword : Key words: the natural surroundings, writing, and poetry.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS TEKS NEGOSIASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE KARYAWISATA KELAS X IPA 1 MAN 1 BULELENG Farhan, Abu; Martha, I Nengah; Putrayasa, Ida Bagus
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v8i2.20615

Abstract

Penelitian tindakan kelas yang dilakukan di MAN 1 Buleleng ini bertujuan (1) mengidentifikasi langkah-langkah penggunaan metode karyawisata dalam meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA 1 MAN 1 Buleleng (2) mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks negosiasi siswa dengan menggunakan metode karyawisata, dan (3) mengetahui respons siswa terhadap penggunaan metode karyawisata dalam pembelajaran menulis teksnegosiasi. Penelitian ini menggunakan rancangan PTK. Subjek dalam penelitian ini adalah buk Sriwahyuni dan siswa kelas X IPA 1, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah penggunaan metode karyawisata. Data dikumpulkan dengan metode observasi, tes, angket/kuisioner, serta wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Terdapat beberapa langkah pembelajaran dalam penggunaan metode karyawisata untuk meningkatkan kemampuan menulis teks negosiasi siswa kelas X IPA 1 MAN 1 Buleleng. Langkah tersebut yakni (a) memberi apersepsi dan motivasi, (b) menyampaikan materi dengan jelas, (c) menetapkan dan mempelajari objek, (d) pelaksanaan karyawisata, (e) menjelaskan kriteria penilaian, (f) kegiatan menulis, (g) terakhir penutup. (2) Nilai kemampuan menulis teks negosiasi siswa mengalami peningkatan, hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata dari prasiklus (65,00), siklus I (75,91), dan siklus II (83,81) (3) Siswa memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pembelajaran teks negosiiasi dengan menggunakan metode karyawisata. Penggunaan metode karyawisata dalam pembelajaran menulis teks negosiasi mampu meningkatkan prestasi siswa dalam menulis dan penggunaan metode ini juga mendapat respons yang positif dari siswa.
TINDAKAN JURNALIS DALAM JURNALISME WARGA (CITIZEN JOURNALISM) PADA PENULISAN BERITA DI MEDIA INFO SINGARAJA Puji A., Ni Pt. Yani; Martha, I Nengah; Wendra, I Wayan
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v9i1.20312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindakan atau langkah-langkah seorang jurnalis dalam jurnalisme warga sebelum berita yang ditulis diterbitkan dan mendeskripsikan bentuk penyajian berita jurnalis dalam jurnalisme warga pada penulisan berita di Info Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah administrator Info Singaraja dan tiga jurnalis dalam jurnalisme warga. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data,  penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa langkah-langkah yang diperoleh sesuai dengan hakikat jurnalisme warga yaitu kegiatan partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan pengumpulan, pelaporan, analisis seta penyampaian informasi dan berita. Selain itu dalam tindakan menerapkan prinsip dasar jurnalisme warga pada umumnya. Adapun yang dapat diperhatikan bagi jurnalis citizen journalism baru yaitu prinsip dasar, bentuk, dan tantangan jurnalisme warga seperti yang ditemukan pada penelitian tindakan jurnalis dalam jurnalisme warga pada penulisan berita di media Info Singaraja.
Kesantunan Linguistik dan Kesantunan Pragmatik pada Tuturan Imperatif dalam Ranah Keluarga Penutur Bahasa Melayu Loloan ., Riza Fahmi; ., Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan linguistik dan kesantunan pragmatik pada tuturan imperatif dalam ranah keluarga penutur bahasa Melayu Loloan. Subjek penelitian adalah seluruh anggota keluarga penutur bahasa Melayu Loloan di lingkungan Kelurahan Loloan Timur, Jembrana. Objek penelitian ini ialah (1) kesantunan linguistik pada tuturan imperatif bahasa Melayu Loloan dan (2) kesantunan pragmatik pada tuturan imperatif bahasa Melayu Loloan. Peneliatian ini dirancang menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan ialah metode observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kesantunan Linguistik pada tuturan imperatif dalam ranah keluarga penutur bahasa Melayu Loloan dimarkahi oleh beberapa unsur, seperti panjang-pendek tuturan, urutan tuturan (terdapat informasi nonimperatif), intonasi tuturan, isyarat-isyarat kinesik, penanda kesantunan, dan pilihan kata yang tidak kasar. (2) Kesantunan Pragmatik pada tuturan imperatif dalam ranah keluarga penutur bahasa Melayu Loloan berdasarkan prinsip-prinsip kesantunan telah menggunakan enam maksim kesantunan, yaitu maksim kearifan/kebijaksanaan (tact maxim), maksim kedermawanan (generosity maxim), maksim peghargaan/pujian (approbation maxim), maksim kerendahan hati (modesty maxim), maksim kesimpatisan (sympath maxim), maksim kemufakatan (agreement maxim). Kesantunan pragmatik berdasarkan konstruksi tuturannya ditemukan tuturan imperatif dalam konstruksi deklaratif yang menyatakan makna pragmatik suruhan, ajakan, permohonan, dan larangan. Kemudian tuturan imperatif yang berkonstruksi interogatif yang menyatakan makna perintah, ajakan, permohonan, dan larangan. (3) Berdasarkan dua wujud kesantunan imperatif, penutur bahasa Melayu Loloan paling banyak mengguanakan tuturan imperatif berkategori cukup santun.Kata Kunci : Kesantunan Linguistik, Kesantunan Pragmatik, Tuturan Imperatif This research aimed at describing linguistics politeness and pragmatics politeness of imperative utterances spoken by families which are native speakers of Melayu Loloan dialect. The subjects of this study were the entire family members of native speakers in Loloan Timur domain. The objects of this study were (1) linguistics politeness of imperative utterances in Melayu Loloan dialect, and (2) pragmatics politeness of imperative utterances in Melayu Loloan dialect. This research was designed in descriptive qualitative research design. In this research, the writer obtained the data through observation and documentation method. As the result of this study, it is found that (1) Linguistics politeness of imperative utterances spoken by families which are native speakers of Melayu Loloan dialect are noted by some elements, namely the long of utterances, the arrangement of the utterances (there are information of non-imperative utterances), the intonation of the utterances, kinesthetic signs, politeness marker, and the use of polite dictions. (2) Pragmatics politeness of imperative utterances spoken by families which are native speakers of Melayu Loloan dialect use six kind of politeness maxims, namely tact maxim, generosity maxim, approbation maxim, modesty maxim, sympathy maxim, and agreement maxim. Based on the utterances’ construction, pragmatics politeness appears in imperative utterances which have declarative construction and convey pragmatics meaning of command, invitation, request, and prohibition. Meanwhile, imperative utterances which have interrogative construction convey the meaning of command, invitation, request, and prohibition. (3) Based on two kinds of imperative politeness, the native speakers of Melayu Loloan dialect mostly use imperative utterances which are categorized as polite.keyword : Linguistics Politeness, Pragmatics Politeness, Imperative Utterance
PENGGUNAAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERMEDIA VIDEO GANESHA PUBLIC SPEAKING SCHOOL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA (PIDATO) SISWA KELAS XII IPS 1 SMA SARASWATI SERIRIT ., Putu Agus Sanjaya; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd; ., Ida Ayu Made Darmayanti, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.4877

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan langkah-langkah yang efektif dalam penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school guna meningkatkan keterampilan berbicara (pidato), (2) mendeskripsikan hasil belajar siswa pada kemampuan berbicara (pidato) melalui penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school, dan (3) mendeskripsikan respons siswa terhadap penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school dalam keterampilan berbicara (pidato). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 SMA Saraswati Seririt yang berjumlah 33 orang dan objeknya adalah langkah-langkah pembelajaran, hasil belajar, dan respons siswa dalam mengikuti pembelajaran berbicara (pidato) melalui penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school. Data langkah-langkah yang efektif dalam penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school guna meningkatkan keterampilan berbicara (pidato) dikumpulkan dengan metode observasi yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif, data hasil belajar siswa dalam pembelajaran berbicara (pidato) dikumpulkan dengan metode tes yang dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan data respons siswa dikumpulkan dengan metode kuesioner yang dianalisis dengan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) pembelajaran berbicara (pidato) dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school dilaksanakan dalam beberapa langkah pembelajaran, (2) kemampuan berbicara (pidato) siswa meningkat, yakni dari 73,72 pada siklus I menjadi 78,03 pada siklus II, dan (3) menciptakan respons siswa yang positif dalam pembelajaran berbicara (pidato). Dengan demikian, dapat ditarik simpulan bahwa (1) dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school, hasil pembelajaran berbicara (pidato) siswa dapat ditingkatkan; (2) pembelajaran berbicara (pidato) dapat dilakukan dengan penggunaan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school; dan (3) belajar dalam suasana menyenangkan membawa keberhasilan yang signifikan. Oleh karena itu, guru bahasa Indonesia dapat menggunakan pendekatan saintifik bermedia video ganesha public speaking school sebagai alternatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara (pidato) siswa.Kata Kunci : saintifik, video ganesha public speaking school, berbicara, pidato This research aims (1) to describe some efective steps to use scientific approach with media video ganesha public speaking school to improve the ability of speaking (speech), (2) describe the learning outcomes of students in speaking (speech) through the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school, and (3) describe the response of the students against the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school in speaking ability (speech). This study designed using classroom action research (CAR) that concluded in two cycles. The subject of this research are the students of the class XII IPS 1 SMA Saraswati Seririt that consist of 33 people and the object are the steps of the learning process, result of the study, and the response of the students in participating in learning speaking (speech) through the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school. The data of effective steps in the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school to improve the speaking ability (speech) collected with the observation method and analyzed by descriptive qualitative method, students outcome data in learning speaking (speech) collected by test method that analyzed with descriptive qualitative and quantitative method, and students’ response data collected by questionnaire method that analyzed with descriptive quantitative method. The result of this research method are (1) learning speaking (speech) with the use of the scientific approach with media video ganesha public speaking school carried out in several steps of learning, (2) students’ speaking ability (speech) increased, starts from 73,72 in cycle I and become 78,03 at cycle II, and (3) creating a positive student response in learning speaking (speech). Thus it can be concluded that (1) by using scientific approach with media video ganesha public speaking school, students’ outcome of learning speaking (speech) can be increased; (2) learning to speak (speech) can be done by using a scientific approach with media video ganesha public speaking school; and (3) learning in a pleasant atmosphere brings a significant success. Therefore, Indonesian language teacher can use a scientific approach with media video ganesha public speaking school as the alternate way to improve students’ the ability to speak (speech).keyword : scientific, ganesha public speaking school video, speaking, speech
Penggunaan Tindak Tutur Penolakan Guru dan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas X SMA Laboratorium Undiksha ., I Putu Gede Sutrisna; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putrayasa,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v2i1.2187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) bentuk tindak tutur penolakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Laboratorium Undiksha, (2) bentuk tindak tutur penolakan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Laboratorium Undiksha, (3) strategi tindak tutur penolakan guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Laboratorium Undiksha, dan (4) strategi tindak tutur penolakan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas X SMA Laboratorium Undiksha. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah (1) guru bahasa Indonesia kelas X SMA Laboratorium Undiksha dan (2) siswa kelas X SMA Laboratorium Undiksha. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif dengan menggunakan prosedur sebagai berikut (1) reduksi data, (2) klasifikasi atau deskripsi data, dan (3) penyimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) bentuk tindak tutur penolakan guru ditemukan tiga jenis, yaitu tuturan bermodus deklaratif 13 tuturan (43,33%), tuturan bermodus interogatif 5 tuturan (16,67%), tuturan bermodus imperatif 12 tuturan (40%). (2) bentuk tindak tutur penolakan siswa ditemukan tiga jenis, yaitu tuturan bermodus deklaratif 24 tuturan (80%), tuturan bermodus interogatif 2 tuturan (6,67%), tuturan bermodus imperatif 4 tuturan (13,33%). (3) strategi yang digunakan guru dalam penyampaian tindak tutur penolakan ditemukan dua jenis, yaitu startegi langsung 11 tuturan (36, 67%), dan strategi tidak langsung 19 tuturan (63,33%). (4) strategi yang digunakan siswa dalam penyampaian tindak tutur penolakan ditemukan dua jenis, yaitu strategi langsung 20 tuturan (66,67%) dan strategi tidak langsung 10 tuturan (33,34%). Penggunaan strategi penyampaian tindak tutur penolakan disesuaikan dengan bentuk tuturan yang digunakan. Kata Kunci: tindak tutur penolakan, pembelajaran, bahasa Indonesia Kata Kunci : tindak tutur penolakan, pembelajaran, bahasa Indonesia The aims of this study is to describe several things; 1) the form of teachers’ refusal in teaching activities in SMA Laboratorium Undiksha, 2) the form of students’ refusal in learning activities in SMA Laboratorium Undiksha, 3) teachers’ refusal strategy in Indonesian language learning activity of 10th grade students in SMA Laboratorium Undiksha, and 4) 10th grade students’ refusal strategy in Indonesian language learning activity in SMA Laboratorium Undiksha. To reach those aims, this study is designed in the form of descriptive qualitative. The subjects of the study are; 1) Indonesian language teachers of 10th grade in SMA Laboratorium Undiksha, 2) 10th grade students of SMA Laboratorium Undiksa. Data collection in this study is using observation and interview. Data analysis that used in this study is using descriptive technique, that use several procedures, namely; 1) data reduction, 2) classification or data description, and 3) conclusion. The result of the study shows that; 1) there are three forms of teachers’ refusal, such as 13 refusals in the form of declarative (43,33%), 5 refusals in the form of interrogative (16,67%), 12 refusals in the form of imperative (40%). 2) there are three forms students’ refusal, such as 24 refusals in the form of declarative (80%), 2 refusals in the form of interrogative (6,67%), 4 refusals in the form of imperative (13,33%). 3) there are 2 strategies that used by the teachers in conveying the refusal, namely 11 refusals in deductive strategy (36,67%), and 19 refusals in inductive strategy (63,33%). 4) there are 2 strategies that used by the students in conveying the refusal, such as 20 refusals in deductive strategy (66,67%), and 10 refusals in inductive strategy (33,34%). The use of refusal conveying strategy is appropriated with the form of language used. Key words: refusal learning, Indonesian language keyword : refusal learning, Indonesian language
Penerapan Metode Bermain Peran pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Materi Fabel di Kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja ., LUH PANDE AYU S; ., Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.; ., Drs. Gede Gunatama, M.Hum.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v7i2.15103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran teks fabel siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja dengan penerapan metode bermain peran yang meliputi aspek penerapan, respons, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Singaraja. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif-kualitatif dan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja. Objek penelitian ini adalah penerapan , respons, dan kendala-kendala penerapan metode bermain peran dalam pembelajaran teks fabel. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan beberapa metode yakni: (1) metode observasi untuk mengamati proses pembelajaran berdasarkan aktivitas guru dan siswa selama belajar dengan metode bermain peran, (2) metode dokumentasi untuk mengumpulkan data berkaitan dengan keterampilan siswa memerankan teks fabel berdasarkan metode bermain peran, (3) metode wawancara untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi guru saat pembelajaran teks fabel siswa kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja dengan penerapan metode bermain peran,dan (4) metode kuisioner untuk mengetahui respons siswa dalam menggunakan metode bermain peran. Data observasi dan wawancara dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif,sedangkan data hasil angket kuisioner dengan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa (1) penerapan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia materi fabel kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja berlangsung dengan baik, (2) respons siswa terhadap penerapan metode bermain peran di kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja sangat positif (27,73) dan, (3) kendala-kendala guru dalam penerapan metode bermain peran pada pembelajaran bahasa indonesia kelas VII 4 SMP Negeri 2 Singaraja ialah yang pertama kurangnya kesiapan siswa kurang, pembelajaran yang membosankan, kurangnya motivasi guru terhadap siswa.Kata Kunci : bermain peran, pembelajaran, teks fabel This research has purpose to investigate the fable text of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja in applying the role play method which consists of some aspects such as the application, responses, and some problems which are faced by the Indonesian teacher at SMP Negeri 2 Singaraja. The research designs are descriptive-qualitative and quantitative. The subjects of the study are the Indonesian teacher and the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja. The objects of the study are the application, responses, and some problems in applying the role play in the fable text material. The data which are got were collected in some methods, such as: (1) observation method to observe the learning process based on the teacher activity and the students during the learning in the role play, (2) the documentation method to collect the data which are related to the students’ skill in playing the fable text based on the role play method, (3) the interview method to know some problems which are faced by the teacher in teaching the fable text of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja in applying the role play method, and (4) the questionnaire method to know the responses of the students in using the role play method. The observation data and interview are analyzed in the descriptive-qualitative technique, while the result of the quetionnaire is analyzed in the descriptive-quantitative technique. Based on the data analysis, it was found that (1) in applying the role play method of the fable text in the Indonesian subject, it can be done well, (2) the responses of the students in applying the role play method of the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja is very positive (27,73), and (3) the problems of the teacher in applying the role play method in Indonesian subject at the fourth grade students at SMP Negeri 2 Singaraja are, the first is the low of readiness of the students, the second is the learning which is boring, and the last is the low motivation of the teacher to the students.keyword : role play, learning, the fable text
Pembelajaran Menulis Teks Prosedur Berdasarkan Hasil Wawancara di Kelas VIIIA1 SMP Negeri 1 Singaraja ., Siti Nurlailatul As Adah; ., Prof. Dr. I Made Sutama,M.Pd; ., Drs.I Gede Nurjaya,M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 5, No 3 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v5i3.8765

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menulis teks prosedur berdasarkan hasil wawancara di kelas VIII A1 SMP Negeri 1 Singaraja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia yang mengajar di kelas VIII A1 SMP Negeri 1 Singaraja. Objek penelitian ini adalah pembelajaran menulis teks prosedur. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan,perencanaan pembelajaran menulis teks prosedur berdasarkan hasil wawancara yang telah dirancang oleh guru, sudah mencakup komponen-komponen RPP yang sesuai dengan kurikulum 2013. Langkah-langkah pembelajaran menulis teks prosedur berdasarkan hasil wawancara tersebut mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Penilaian pembelajaran menulis teks prosedur berdasarkan hasil wawancara, guru masih kurang dalam menerapkan tiga aspek penilaian auntetik, yaitu penilaian sikap. Guru sudah mempersiapkan rubrik penilaian sikap dan lembar pengamatan sikap, namun tidak melakukan penilaian seperti dalam pedoman pada saat proses pembelajaran menulis teks prosedur.Kata Kunci : menulis, teks prosedur, wawancara This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of learning to write the text of procedures based on interviews in class VIII SMP Negeri 1 Singaraja, grade A1. This study use a qualitative design. The subjects were Indonesian teacher who teach in class VIII SMP Negeri 1 Singaraja grade A1. The object of this research is how to write text procedure. Data collection methods used were documentation, observation, and interviews. The results of this study indicate, already, learning plan writing text based on interview procedures that have been desighned by teacher, already includes components that correspond to the curriculum RPP 2013. Step of writing procedure text is based on the teaching of writing text of the interview results include preliminary activities, core activities, and closing activity. Learning assessment in procedure text of writing tevt based on interview, teachers are still lacking in implementing aunthentic there aspect of assessment, namely the attitude assessment. Teacher have prepared an assessment rubric attitude and attitude observation sheet, but there is no judgment as guidelines during the learning process in writing text procedure. keyword : writting, procedure text, interview.
BILINGUALISME DAN DIGLOSIA PADA TUTURAN SISWA DI SMP N 6 NEGARA ., Firlisa Era Setiawati; ., Prof. Dr. I Nengah Suandi,M.Hum; ., Ni Made Rai Wisudariani, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpbs.v3i1.5296

Abstract

Penelitian deskriptif ini bertujuan (1) memaparkan fungsi penggunaan ragam bahasa pada peristiwa diglosia tuturan siswa, dan (2) memaparkan hubungan bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMP N 6 Negara. Dengan objek, tuturan siswa dalam situasi nonformal. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi untuk mencari fungsi diglosia dan wawancara untuk mencari hubungan bilingualisme dan diglosia, dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini ditemukan (1) fungsi penggunaan ragam bahasa pada tuturan siswa. Siswa melakukan peristiwa diglosia (79%). Diglosia bocor (16%) yang tidak sesuai dengan fungsi. (2) Hubungan bilingualisme dengan diglosia, siswa yang mengalami peristiwa kebahasaan bilingualisme dan diglosia (2%), mengalami peristiwa bilingualisme tanpa diglosia (3%). Simpulan dari penelitian ini, pertama, siswa di SMP N 6 Negara mengalami peristiwa fungsi diglosia yaitu diglosia secara umum dan diglosia bocor. Kedua, adanya hubungan yang erat terjadi antara bilingualisme dan diglosia pada tuturan siswa di SMP N 6 Negara. Tuturan siswa SMP N 6 Negara mengalami dua peristiwa yaitu, bilingualisme dan diglosia, serta bilingualisme tanpa diglosia. Peristiwa yang lebih dominan lagi dialami siswa adalah peristiwa bilingualisme tanpa diglosia. Kenyataan ini dapat membuktikan bahwa teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli, memang kebenarannya tidak perlu diragukan lagi. Bahasa memang hal yang dinamis, namun ternayata perkembangan bahasa itu sendiri sangatlah lama. Kata kunci: bilingualisme, diglosia, tuturan Kata Kunci : bilingualisme, diglosia, tuturan The descriptive study aims to (1) describe the use of a variety of language functions in the diglossia speech student events, and (2) describes the relationship of bilingualism and diglossia in speech students. Subjects in this study were students of SMP N 6 Negara. While the object is the speech of students in informal situations. Data was collected through observation and interviews, and analyzed descriptively qualitative. Results of the study found (1) functions use different languages on student speech. Students do diglossia events (79%). Diglossia leak (16%) were not in accordanc e with the function. (2) The relationship of bilingualism with diglossia, students who experience language bilingualism and diglossia events (2%), experienced the events of bilingualism without diglossia (3%). The conclusions of this study, firstly, the students in SMP N 6 Negara had experience events function of diglossia, namely diglossia in general and diglossia leak. Secondly, the close relationship between bilingualism and diglossia occurred in the speech of students in SMPN 6 Negara. The students in SMP N 6 Negara had experience in two events, namely, bilingualism with diglossia, and bilingualism without diglossia. Furthermore, the events mostly dominant were experienced by students was bilingualism without diglossia. This fact showed that the theories put forward by the experts the truth is not in doubt. Language is a dynamic thing, but the development of language itself is very old. Key word: bilingualism, diglossia, speech keyword : bilingualism, diglossia, speech

Page 10 of 122 | Total Record : 1214